Featured Post

Tempat Wisata dan Penginapan Murah di Pagar Alam Sumatera Selatan, Pengalaman Pertama

Kota Pagar Alam adalah kota kedua (setelah Palembang) di Sumatera Selatan yang berhasil memikat saya untuk kembali lagi. Kenapa? Karena saya...

Read More

Mengenal Bridge in Gain, Game Metaverse dari PT BIG

Jumat, 27 Mei 2022

Tidak ada komentar
“Metapereus apaan dah?” Ujar seorang kawan pada sore hari jelang maghrib yang syahdu.

“Metaverse broooh, kalo pereus mah omongan lo yang suka berlebih”.

Kalo bisa saya sederhanakan (bisa jadi saya salah) metaverse itu ibarat komplek perumahan yang dibangun secara virtual. Sejatinya komplek perumahan, ada warganya, ada fasilitas umum, ada toko kebutuhan harian, ada tukang pulsa, tukang gas melon subsidi, tukang gorengan dan sebagainya. Semakin besar komplek perumahannya, semakin besar fasilitas yang ada. Bisa jadi gak cuma toko kelontong, hypermarket dan tentant makanan cepat sajipun tersedia.

“Lalu hubungannya sama metaverse apaan?” Ujar kawan masih belum paham.

Brigde in Gain adalah game bertema Metaverse buatan dalam negeri. (foto/Bowo Susilo)

Nahh itu dia, kita bisa memilih untuk bisa bergabung di dunia metaverse atau komplek perumahan yang mana sesuai kebutuhan. Kalau sudah bergabung, kita bisa berinteraksi dengan warga komplek (pengguna metaverse) lainnya. Gak cuma berinteraksi haha-hihi, bisa belajar bareng, diskusi kerjaan sampai jual beli. Untuk jual beli, karena ini systemnya online, maka mata uang yang digunakan adalah Krypto.

Saya yakin, kawan saya ini belum paham betul setelah mendengar penjelasan saya, berhubung sudah maghrib saya bersyukur diskusi kami berakhir sampai disini.

Berbicara dunia metaverse, PT Benua Integrasi Global baru saja soft launching game bertema metaverse Brigde in Gain di Istana Ballrom Hotel Sari Pacific, Jakarta.

Brigde in Gain Game Metaverse Buatan Lokal

CEO Benua Integrasi Global, Alexander Zulkarnain memaparkan setiap elemen dalam Bridge In Gain merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi berupa non-fungible token atau NFT dalam smart chains binance (BEP-20).

"Bridge In Gain merupakan sebuah dunia video game yang berbasis teknologi atau bertema metaverse, yang mana setiap elemen merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi berupa NFT di dalam smart chains binance," kata Alexander dalam keterangan pers yang diterima.

Brigde in Gain gak cuma permainan yang menghabiskan waktu, game ini juga menawarkan fitur yang dapat mengakomodasi para pelaku usaha dari berbagai bidang baik BUMN maupun swasta khususnya pelaku UMKM di Indonesia maupun seluruh dunia.

Alexander Zulkarnain CEO Benua Integrasi Global (Tengah jaket batik), saat menghadiri soft launching press conference Brigde in Gain (foto/Bowo Susilo)

Big Tenant adalah fitur dalam Brigde in Gain yang merupakan toko perbelanjaan virtual yang terintegrasi dengan dunia nyata. Didukung dengan sistem perbelanjaan langsung di dalam yang terkoneksi dengan smartphone dan kemudian dikirim melalui kurir instan ataupun ekspedisi.

Asik gak tuh, jadi kaya belanja langsung, bisa janjian ketemuan sama penjual, ngobrol tanya sana-sini, melihat barangnya tapi secara virtual. Dan kemudian barangnya langsung dikirim. Seperti market place tapi lebih terasa nyata.

Gilla siihh, perkembangan teknologi secepat kedipan mata. Entah apakah pandemi membuat orang menjadi lebih kreatif dan semakin terbuka terhadap dunia virtual, atau memang sudah waktunya?
Semoga pemerintah bisa cepat sigap juga mengatur regulasi, jangan sampai kalah cepat dan berujung kisruh karena belum adanya peraturan baku.
Read More

Penghormatan Untuk (alm) Dokter Bob Ichsan Masri

Senin, 09 Mei 2022

12 komentar
Tulisan ini untuk para suami yang pernah merasakan dinginnya dinding rumah sakit yang bisa membuat hipotermia dan sesak nafas, lorong panjang yang menjadi sangat hening diantara keriuhan saat menanti istri dan janin dalam kandungannya sedang berjuang diujung nyawa.

Kamis adalah hari kelahiran saya, dan Kamis 28 Februari 2013 juga hari kelahiran jagoan kecil kami Dahayu Hadiya Raji, yang kalau diartikan perempuan cantik dan cerdas hadiah dari Tuhan yang akan jadi penuntun jalan bagi Raji (Rachmawan dan Fajri, nama belakang kami). Walau kini Dayu jagoan kami sudah di surga, kami tetap merasakan kehadirannya untuk selalu menjadi media penjaga agar kami selalu tetap berada di jalan yang di berkahi oleh Allah Subhanahuwata’ala.

sumber foto: https://www.freepik.com/free-photo/beautiful-female-doctor-sitting-her-office-near-ultrasound-sc_15762472.html
Saya tidak akan banyak bercerita mengenai Dayu (mungkin lain waktu), yang ingin saya bagikan adalah pengalaman kami saat bertemu dengan dokter persalinan Dayu, yaitu (alm) Bob Ichsan Masri. Iya, beliau juga sudah pergi untuk kembali kepada sang khalik di bulan Ramadan 1443 hijriah, April 2022 Masehi. Sebuah kabar duka yang membuat saya ingin menuliskan cerita ini. 

Umur tiada yang menduga, padahal Ramadan tahun lalu, saya dan istri berbuka puasa bersama dengan dr.Bob di klinik beliau di kawasan Utan Kayu saat istri sedang persiapan tindakan untuk kuret. Masih teringat hidangan sop iga sapi dan somaynya.



Klinik Duta Merlin Harmoni

Saya akan flashback sejenak, bagaimana awal pertemuan kami dengan dr. Bob Ichan Masri. Rabu 27 Februari 2013, saya bersama istri akhirnya mendapatkan jadwal kontrol ke klinik pertama dr.Bob Ichsan di ruko daerah Duta Merlin Harmoni. Kami mendapat referensi dari kawan dan melihat beberapa testimoni mengenai klinik dr.Bob, yang memberikan pelayanan dengan harga terjangkau tapi dengan usaha yang maksimal. 

Sudah banyak orang dari berbagai lapisan masyarakat yang terbantu oleh dr. Bob Ichsan Masri dan kliniknya. Untuk bisa konsultasi di klinik ini tidak mudah, harus datang pagi untuk ambil antrian dan datang kembali sore hari untuk periksa. Siapa cepat dia dapat, hanya dibatasi kalau tidak salah 20-30 orang perhari.

Bagi yang pertama kali datang ke klinik dr.Bob di Duta Merlin, pasti ada terbersit keraguan. Pintu depannya tidak tampak layaknya sebuah klinik, banyak terparkir motor, satu tempat disisakan untuk parkir mobil dr. Bob Ichsan Masri. Cat gedung yang sudah nampak pudar dan dari depan hanya ada plang nama kecil bertuliskan Obginozone Health Center kombinasi warna hijau, ungu dan putih.

Lantai pertama adalah pendaftaran, lantai kedua ruang periksa dan lantai ketiga ruang rawat inap. Maaf kalau saya salah detilnya, karena sudah cukup lama. Tapi kalau kita bertanya ke semua orang yang ada dikawasan ruko Duta Merlin, pasti tahu lokasi klinik ini. Jujur setelah kliniknya pindah ke Utan Kayu, kondisinya jauh lebih bagus dan nyaman untuk para pasien yang datang.

Saat jumpa pertama kali, impresi kami mengenai dr Bob Ichsan Masri adalah sosok yang ceplas-ceplos, ngomongnya kadang lo-gue dan senang ngobrol. Karakter dokter yang selalu mengusahakan kelahiran normal macam ini cocok untuk kami, saya yang kadang kurang puas sama dokter yang diam saja, istri yang saat itu bekerja sebagai wartawan group media besar nasional juga sangat nyaman, ketika semua pertanyaan kami dijawab dengan sangat sederhana.

Banyak celetukan atau pemikiran dr. Bob yang nyeleneh, kalo gampang emosian pasti gak bakal balik lagi. Kami sih nyaman, terlebih dr. Bob Ichsan Masri kalau kita ajak disksui (lebih tepatnya debat) masih mau mendengarkan walau tetap mempertahan pendapatnya dengan alasan yang jelas.

Selain sifat ceplas-ceplos, ada banyak cerita yang tersebar mengenai kedermawannya.. Mulai biaya USG 4D (kala itu, teknologi tercanggih) yang paling murah, sampai cerita mengenai pasangan yang tidak mampu atau uangnya belum cukup untuk biaya melahirkan tetap di ijinkan pulang. Diikhlaskan, kalau ada rejeki silahkan dicicil, kalau lupa ya biarkan saja.

“Tidak usah ditulis, nanti saya makin banyak musuhnya” Ujar dr.Bob ketika istri coba mewancara dan berniat untuk dijadikan artikel mengenai curhatannya tentang rumah sakit yang semakin komersil.

Diagnosa pada pertemuan pertama kami di klinik dr.Bob adalah, perlunya perawatan suntikkan untuk menguatkan paru janin dalam kandungan, karena ada resiko plasenta previa ditambah riwayat kekentalan darah yang dimiliki istri.

Sederhananya seperti ini, janin dalam bayi butuh asupan makanan yang disalurkan melalui tali pusar. Semakin besar usia janin, semakin besar juga kebutuhan makanan. Kalau ada riwayat kekentalan darah, maka asupan makan akan terhambat atau kurang lancar karena tertahan. Kalau terhambat, janinnya “keburu lapar” bergerak aktif (namanya juga lapar) karena gak ada makanan yang akhirnya akan memaksa keluar diwaktu yang tidak bisa ditebak.

Untuk itu diperlukan suntikan agar paru-paru bisa lebih siap dan kuat ketika si janin memaksa keluar. Usia kandungan istri saat itu adalah 8 bulan. Kami disuruh berdikusi dan disarankan untuk segera perawatan 1x24jam, karena suntikan paru dibagi dalam 4 tahap selama 6 jam sekali.

Akhirnya kami putuskan untuk dirawat, tanpa persiapan apapun, baju hanya ada yang dibadan, beruntung masih punya pegangan uang untuk beli sabun dan perlengkapan lainnya, kurang lebih jam 20.00 kami langsung masuk ruang rawat inap yang isinya, para ibu yang yang sedang mempersiapkan kehamilan dengan berbagai macam kondisi.

Bermalam di klinik yang awalnya hanya untuk cek kandungan dan USG tidak membuat kami panik, yang pertama kami lakukan saat itu menelpon ayah dan ibu di Kreo untuk mengabarkan bahwa kami tidak pulang malam ini dan meminta adik untuk antar pakaian ganti ke klinik esok pagi.

Semua berjalan lancar, pagi hari adik mengantar pakaian, siang hari bapak saya dari Bekasi tiba-tiba saja datang menjenguk dan menemani “habis cari spare part mobil dan sambil menuggu buka puasa” ujarnya. Tentunya kami senang ada yang menemani.

Pukul 15.00 suntikan tahap ketiga di berikan dan satu suntikan lagi, jam 21.00 maka kami sudah diperbolehkan pulang.

*Untuk melanjutkan bagian ini, saya harus berhenti dan menata hati, karena ini pengalaman yang sebisa mungkin, saya tidak mau berada dalam kondisi itu lagi. Saya perlu rehat 3-4 hari untuk melanjutkan bagian ini.

Kepanikan Ba’da Ashar di Klinik dokter Bob Ichsan Masri

“Kok kasurku basah, ngompol ya?” Tanya istri dengan penuh keheranan. Tanpa ada perasaan aneh, saya coba cek kasurnya dan ternyata memang basah. Dilain kesempatan, saya baru tahu, cairan yang kami pikir urine, adalah cairan ketuban.

Kami pun coba menuju kamar mandi, tak berapa lama, belum sempat kami turun dari kasur, cairan merah gelap tiba-tiba keluar dengan sangat deras. Seketika kami panik, dan memanggil suster. Dari raut wajah suster pun saya bisa membaca kalau mereka panik. Disaat itu, naluri saya membaca, ini bukan kejadian yang biasa.

Dikondisi tersebut, saya tidak bisa berfikir banyak hanya mengikuti instruksi suster yang langsung mengerubungi tempat tidur kami. Setidaknya ada 3-4 suster yang menangani istri. Kain batik, baju daster istri sudah habis untuk mengelap darah yang terus menetes dilantai klinik.

Sore itu, dr.Bob datang tepat waktu dikilinik karena di Rs.Kartika tempat beliau praktek, sedang tidak ada penanganan darurat. Kedatangan dr. Bob Ichsan Masri memang tidak menentu, menunggu selesai jadwal di Rs Kartika, tapi pasti datang ke klinik Duta Merlin.

Dr Bob langsung ambil alih tindakan, secara detil saya tidak ingat apa yang terjadi diruangan tindakan. Saya seperti zombie, hanya bisa melihat istri yang banyak kehilangan darah, memegang kakinya yang mulai dingin dan menatap wajahnya yang tidak terlihat kesakitan malah cenderung tenang.

Justru bapak yang menceritakan apa saja yang terjadi diruang tindakan setelah Dahayu lahir dengan selamat.

“Dokternya canggih, tangan kanan dan kiri Wawa dipasang infus, lalu infusnya di press menggunakan alat tensi manual” Jujur saya ragu apakah benar, atau bapak saya juga panik jadi salah lihat. Tapi saya berasumsi tindakan tersebut agar cairan infusnya bisa lekas masuk untuk menggantikan cairan dan darah yang terlanjur keluar sangat banyak.

“Apa yang ibu rasakan” Kalimat ini yang yang sering saya dengar keluar dari mulut dokter, untuk menganalisa kondisi istri. Beruntung istri tipikal yang aktif berkomunikasi, dan selalu bisa mendeskripsikan kondisi tubuhnya. Dan ini sangat penting, jadi buat siapapun dalam kondisi darurat dalam penangan dokter, harus update apa yang dirasakan agar tenaga medis paham kondisinya, ketimbang meraung-raung kesakitan.

“Saya ngantuk dok” Ujar istri.

“Jangan tidur ya bu” Sahut dr.Bob, disusul para suster yang bergantian mengajak berkomunikasi menjaga agar istri tidak tertidur.

Sepersekian detik nafas ini tercekat, satu hal yang harus saya lakukan saat ini adalah menelpon Ayah Ibu di Kreo untuk mengabarkan kondisi istri. Tapi saya harus bilang apa? Saya tidak mau membuat semua panik, tapi dalam kondisi seperti ini doa orang tua sangat kami butuhkan untuk menenangkan hati ini dan menepis prasangka buruk.

“Ibu minta doanya ya, Wawa lagi ada tindakan dokter karena pendarahan. Pokoknya doakan saja” Kata saya singkat, bukan tidak ingin menjelaskan secara detil, tapi saya tidak kuat menahan suara yang mulai bergetar dan air yang mulai turun dari sudut mata. Sambil bersandar didinding klinik.

Saat dewasa saya jarang menangis, sampai masih ingat momen apa saja saya menangis selain saat Istri dalam kondisi kritis. Dua diantaranya adalah ketika Mamah dan Dayu kembali kepada sang Khalik.

Dinding klinik yang terbuat dari batu bata terasa lemah menopang senderan tubuh saya yang tiba-tiba lunglai duduk dilantai setelah menelpon ibu. Tidak butuh lama, untuk saya berdiri dan kembali masuk kedalam ruang tindakan.

Suasana jauh lebih tenang, Bapak masih memegang tangan istri, pergerakan suster jauh lebih santai sambil membersihkan ruangan sesekali mengecek kondisi istri. Tapi saya tidak melihat dokter Bob Ichsan Masri.

“Istri bapak sudah stabil tapi harus segera dirujuk ke RS Kartika Pulomas, Bayinya masih selamat didalam kandungan, tapi dia kini harus berjuang sendirian tanpa ada asupan makanan dan oksigen”. Mendegar penjelasan dokter, kepanikan yang sempat reda kini kembali memuncak. Membayangkan si kecil Dayu berjuang hidup sendirian didalam perut ibunya.

Sanggupkah dia bertahan? Alhamdulillah Dayu bisa bertahan, walau efeknya ada keterlambatan gerak di sensor motorik otak karena tidak ada asupan oksigen dan makanan selama beberapa waktu.

“Saya shalat maghrib dulu ya pak” Ujar dr. Bob IChsan Masri sesaat kami sudah standby di mobil pribadi dokter (kalau tidak salah merk Nissan Serena) yang sudah disetting sedemikan rupa agar istri nyaman. Ada tabung oksigen 1 kubik yang diikat kebagian tengah mobil, infusan yang di gantung dan satu suster yang menemani sambil membawa berkas.

Senyum Pertama Dahayu Hadiya Raji di RS Kartika Pulomas yang Berhasil Kami Abadikan

Akses Darurat Untuk Pasien dokter Bob Ichsan Masri

Tantangan selanjutnya adalah menembus kemacetan jakarta dari Harmony ke Pulomas. Jaraknya tidak sampai 10km, tapi ini Jakarta di waktu jam pulang kantor, saya sudah membayangkan hal terburuk, tapi tidak saya ceritakan ke istri yang saat itu sedang mencoba istirahat.

Keajaiban Tuhan, atas doa orang tua, dokter dan suster, perjalanan kami dilancarkan, tidak sampai 30 menit, tanpa pengawalan, kami sudah sampai di RS Kartika.

Sampai di Lobby, istri turun menggunakan kursi roda, sementara dr Bob memarkirkan kendaraan. Yesss, dr Bob yang mengendarai sendiri mobilnya, mengantarkan kami pasiennya yang baru kali pertama bertemu untuk konsultasi.

“Pasien klinik dr Bob” Ujar Suster klinik yang menemani kami kepada suster rumah sakit yang ada dibagian registrasi, sambil memberikan berkas.

Tidak ada hitungan 10 menit, istri langsung dibawa masuk kedalam ruangan untuk operasi cesar. Padahal kami adalah pasien dari klinik kecil di Duta Merlin, bukan pasien asli di rumah sakit tersebut, dan saya hanya bisa memohon maaf dalam hati karena merasa tidak enak melewati antrian beberapa ibu yang akan melahirkan, kalau saja tidak dalam kondisi darurat lebih baiknya sesuai antrian, pikir saya.

Hati saya sudah mulai bisa tenang begitu istri masuk ruang operasi, sebagian besar beban, kepanikan sudah mulai bisa saya kontrol, saya sudah bisa menarik napas sejenak sambil memikiran apa yang harus saya lakukan kemudian.

Kurang lebih antara jam 20.00 s/d 21.00 Dahayu Hadiya Raji lahir, resmi jadi anak Jakarta. Kami memanggilnya si pejuang, pejuang tangguh saat dimasa-masa kelahiran, pejuang bertahan hidup tanpa oksigen dan makanan selama perjalan ke rumah sakit, pejuang saat melakoni terapi motorik tiap minggu dan pejuang ketika 5 hari diruang ICU, sampai Dayu kembali ke sang khalik.

Rutinitas pagi kami bersama Dayu, saat terapi di rumah. 

Pasca operasi cesar, saya hanya bisa melihat Dayu dari balik kaca dan memberikan gambaran ke istri yang masih mengigau sisa bius pasca operasi cesar. Senyuman pertama Dayu sangat indah dan berhasil diabadikan.

Di pojok ruang tunggu rumah sakit, saya melihat bapak yang tertidur berbantalkan tas berisi pakaian. Saya yakin fisik dan mental bapak juga terasa sangat lelah setelah menemani kami. Dan saya pun teringat, kalau beliau belum sempat saya berikan makanan untuk berbuka puasa.

30 menit kemudian seporsi nasi goreng sesuai permintaan beliau sudah siap di santap. Terima kasih sudah menemani secara tak terduga, entah bagaimana kalau siang itu bapak tidak “iseng” mampir ke klinik.

Terima kasih Ibu dan Ayah yang sudah mendoakan kami dari jauh, esok harinya mereka datang menjenguk keadaan anak perempuan satu-satunya dari 8 bersaudara.

Terima kasih Almarhum dr.Bob Ichan Masri atas semua pertolongannya dan semua suster di klinik. Sampai diujung perawatan, klinik dokter Bob masih menawarkan bantuan terkait pembiayan rumah sakit.

“Invoicenya mau ikut harga klinik atau rumah sakit, karena beda harga. Klinik lebih murah” Ujar suster yang menghubungi. Kami putuskan ikut harga rumah sakit walau lebih mahal, karena itu bisa dicover oleh asuransi perusahaan sesuai sistem yang berjalan.

Terima kasih ya Allah atas semua kemudahannya selama ini, terima kasih sudah mempertemukan kami dengan orang-orang baik, terima kasih sudah memberi kami kesempatan 3.5 tahun belajar mengenal kehidupan baru bersama Dayu.

Terima Kasih
Read More

Bumi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Mari Peduli atau Hancur Esok Hari

Senin, 25 April 2022

1 komentar
Beberapa hari lalu saya melihat serial Hudson and Rex yang disiarkan di AXN, Serial yang menceritakan seorang detektif polisi bernama Hudson dan partnernya anjing gembala jerman bernama Rex. Dalam sebuah episode menceritakan terjadi pembunuhan salah seorang aktifis pecinta lingkungan. Digambarkan bahwa organisasi pecinta lingkungan ini termasuk yang paling keras, ekstrem dan menghalalkan segala cara dalam melakukan kampanye agar kelestarian lingkungan tetap terjaga. Bisa jadi mereka sudah muak karena tindakan persuasif yang tidak pernah di dengar oleh masyarakat ataupun pembuat kebijakan publik.



Lalu apakah harus dengan cara ekstrem? Pendapat saya, kebenaran yang dilakukan dengan cara tidak baik hanya akan menambah kerusakan dimuka bumi.

Menurut Ranie Untara, Momfluencer & Less Waste Living Enthusiast untuk menjaga agar bumi ini tetap lestari bisa dimulai dengan cara yang sederhana. Misal membawa kantong plastik saat berbelanja, atau juga bawa thumbler sendiri ketimbang beli air mineral botolan.

“Jika beli makanan take away saya usahakan bawa wadah dari rumah, jadi gak perlu dibungkus plastik lagi. Lebih mudah, sampai rumah tinggal taruh di meja makan” Ujar Ranie saat saya mendengarkan podcast Ramadan Vibes Season 2 di KBR Prime yang menyajikan konten berkualitas – berita terbaru, perbincangan terhangat, storytelling yang memikat. Apa pentingnya dengerin podcast di KBR Prime? karena pikiran kita ibarat parasut, hanya berfungsi ketika terbuka.

Podcast kali ini ngebahas perubahan iklim yang ternyata bumi kita sedang tidak baik-baik saja. Kita ambil gambaran ibu kota Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan bisnis. BMKG merilis data terbaru, bahwa tahun 2022 suhu di Jakarta naik 1 derajat, seharusnya ini terjadi di tahun 2030, maju 8 tahun dari waktu yang diperkirakan.

Ahhh Cuma 1 derajat, nggak kerasa kelleuuss.

Tunggu dulu bung, Rahma Shofiana, Juru Kampanye Media Greenpeace Indonesia pada kesempatan yang sama memaparkan, bahwa perubahan 1.5 derajat suhu bumi itu akan sangat berpengaruh pada ekosistem dan kelestarian lingkungan. Jangan dianggap enteng.

BMKG sudah merilis, sampai saat ini sudah ada lebih dari 100 bencana yang diakibatkan oleh faktor alam atau secara bahasa keilmuannya adalah Hidrometeorologi, fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meterologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi). Pasti kita sudah merasakan, siklus cuaca yang sudah berantakan. Panas terik siang hari, tiba-tiba hujan badai angin di sore hari. Tanda bumi kita sedang tidak baik-baik saja.

Masalah perubahan iklim tidak hanya permasalah para aktifis lingkungan hidup, tapi ini masalah bersama. Bahkan bagi para pemeluk agama yang taat. Saya yakin tiap agama mengajarkan untuk menjaga lingkungan sekitarnya agar tetap lestari.

Di muslim kami tidak hanya mengenal Hablum Minallah, Hablum Minannas tapi juga Hablum Minal’Alam. Baru denger ya? Saya juga.

Menurut pemaparan Agiel Laksmana Putra, Pegiat Kader Hijau Muhammadiyah, setidaknya ada 40 hadis hijau, tentang keadilan dan keberlanjutan lingkungan. Hadis yang membahas mengenai Air, Bumi, Tanaman dan Hewan. 

Jadi menjaga dunia ini agar tetap bisa ditempati dengan nyaman oleh anak-cucu-cicit kita dikemudian hari sudah diatur oleh Allah Subhanahu wata’ala dan dicontohkan oleh rasul dengan hidup sederhananya.

Mengutip sebuah artikel di republika.co.id “Manusia sebenarnya memiliki tugas penting sebagai penjaga lingkungan. Pakar tafsir dan ilmu qiraat Alquran KH Ah sin Sakho menyebutkan, sebagai seorang khalifah di muka bumi, manusia seharusnya bisa melindungi bumi beserta isinya”.

Bisa bayangin gak, sungai yang diciptakan Allah, cuma kita jadiin tempat sampah dan buang hajat. Betapa kecewanya sang pencipta kepada manusia.

Sampah emang jadi masalah serius yang gak pernah beres di Indonesia. Pemerintah seakan sudah habis akal, yang konsisten bergerak malah dari perorangan atau organisasi mandiri yang peduli lingkungan, karena bisa langsung menyentuh masyarakat tanpa batasan birokrasi.

Kalau bicara global kita sudah mengenal Greenpeace, di tahun 2020 di inisiasi oleh Greenpeace kawasan timur tengah, mereka membuat kampanye Ummah4Earth yang mengajak kita untuk menantang kebiasaan lama dan mengadopsi yang baru. Salah satunya dengan cara yang menyenangkan demi menyelamatkan bumi lewat permainan Truth or Dare di situs https://tord.ummah4earth.org/

Di dalam negeri juga tidak sedikit yang peduli mengenai pengelolaan sampah yang bijak seperti bank sampah. Kampanye laste waste dan masih banyak lainnya, walau perjuangan mereka masih panjang, tapi kalau tidak dimulai dari sekarang, maka bumi kita akan hancur esok hari.

Bahkan Muhammadiyah tahun 2015 sudah mengeluarkan buku Fiqh Air, sebuah pedomanan mengenai krisis air yang terjadi, bagaimana masjid atau musholla harus menggunakan air dengan bijak. Sampai konteks bahwa merusak atau mengganggu keseimbangan alam, hukumnya adalah haram, dan termasuk dosa besar layaknya membunuh atau merampok.

Kalo penasaran secara detil mengenai pembicaraan ini, bisa langsung akses di 

Read More

KoinWorks Neo Fitur Aplikasi Untuk UMKM dan Pekerja Lepas

Tidak ada komentar
Siapa diantara kalian yang punya usaha sendiri? atau pekerja lepas? Pasti ada deh, dan gak sedikit yang profesi seperti saya, pekerja lepas dan sedang merintis usaha. Punya usaha dan pekerja lepas, gak terikat sama satu perusahaan, enak gak? Hmmm gimana ya, enak atau nggak tergantung sudut pandang setiap individu, gak bisa disama ratakan.

Pencatatan keuangan sangat penting untuk UMKM

Setiap individu punya prioritas dan taraf kebahagiaan yang berbeda. Contoh ada yang lebih nyaman dapat gaji bulanan supaya bisa mengatur keuangan dengan pasti. Ada yang lebih nyaman jadi pekerja lepas karena ketidak terikatan waktu kerja, walau dengan income yang variatif. Ada juga yang lebih nyaman membuka usaha karena sudah punya pandangan yang jauh kedepan.

Apapun keputusan yang kita ambil, poin utamanya adalah bagaimana kita bisa mengelola keuangan. Tidak hanya pengusaha atau pekerja lepas, pegawai kantoran kalau tidak bisa mengelola keuangan, hidupnya tidak akan tenang.

Pernah dengar joke, “Gimana mau mengelola keuangan, kalo uangnya aja nggak ada”.

Mengelola keuangan bukan hanya mengatur uang yang ada, tapi memahami atau menyadari kemana saja uang yang kita dapat dan dihabiskan untuk apa. Butuh waktu 2-3 bulan untuk menganalisa, kira-kira pengeluaran mana yang ternyata bisa dikurangi agar kita bisa lebih menghemat, tentu diluar pengeluaran wajib.

Kalau sudah memahami alur kebiasaan masuk keluar uang, kita bisa menentukan strategi untuk kedepannya. Misal, setelah kebutuhan pokok, masih ada sisa uang, berapa banyak mau dipakai untuk ngopi-ngopi cantik dan berapa banyak mau disimpan untuk tabungan.

Masalahnya kalau income kita sudah habis untuk pengeluaran rutin bagaimana? Hmmm berarti kalau kita ingin menabung, harus cari pemasukan lain diluar gaji bulanan untuk karyawan, tidak perlu besar tapi cukup untuk ditabung sesuai kebutuhan kita.

Lalu bagaimana dengan pekerja lepas dan yang baru merintis usaha UMKM? Kadang kita sudah panik dan riwueh untuk mengelola sektor produksi ketimbang melakukan pencatatan keuangan. Kalau income dengan nominal besar masuk, kita pasti semangat menulis dicatatan, tapi kalau nominalnya kecil selalu terlewat apalagi kalau menulisnya masih menggunakan cara manual menulis di buku atau bahkan di tabel excels. Padahal yang kecil-kecil kalau dikumpulin bisa menjadi besar.

Ada gak sih, aplikasi yang bisa membantu pekerja lepas, UMKM bahkan kayawan untuk bisa mengatur keuanganya. Tidak hanya itu, tapi bisa juga untuk aktivitas perbankan terima dan kirim uang, investasi serta analisa keuangan kita.

Kalau saya bilang ada, pasti gak percaya ya? Jujur waktu mulai membuka usaha Dimsum kecil-kecilan, saya menggunakan pencatatan keuangan berbasis aplikasi, tapi itu hanya untuk pencatatan masuk keluar uang dan melihat neraca rugi/laba. Tidak ada fasilitas layaknya perbankan apalagi investasi.

KoinWorks NEO

Satu bulan lalu akhirnya saya berkenalan dengan KoinWorks NEO yang merupakan produk terbaru dari KoinWorks yang dilaunching pada Maret 2022 lalu.

KoinWorks merupakan aplikasi yang sudah berdiri dari tahun 2016, dan kini menjadi super financial app pertama dengan jumlah user aktif sebanyak 1juta. Jadi KoinWorks bukanlah pemain sembarangan dan bukan muncul tiba-tiba karena masa pandemi. Jadi wajar kalau KoinWorks berinovasi meluncurkan KoinWorks NEO untuk memudahkan para pekerja lepas, UMKM untuk mencatat, mengatur keuangan dan sekaligus berinvestasi dalam satu aplikasi KoinWorks #UntungnyaGampang digunakan oleh kita semua.

Fitur yang terdapat di KoinWorks NEO

Fitur-fitur apasaja yan ada di KoinWorks NEO #StartTheNEOLife sehingga bisa memudahkan pekerja lepas dan pelaku UMKM? Ada 4 fitur KoinWorks NEO yang bisa digunakan oleh user, yaitu Neo Card, Payment Link, Send Money dan Financial Overview.

Neo Card ini seperti kartu ATM, bisa digunakan untuk bertransaki dalam dan luar negeri dan bisa ditop-up atau diisi saldonya melalui bank mana saja tanpa biaya admin. Kita bisa membuat 5 kartu Neo Card yang bisa kita fungsi sesuai kebutuhan. Misal, kartu A kita top up, untuk biaya rutin bulanan, Kartu B untuk produksi usaha dan Karu C untuk ngopi-ngopi cantik. Nah kalau uang di saldo kartu C sudah habis, berarti jatah ngopi kita sudah habis, dan jangan ambil dari kartu yang lain.

Payment Link, kalau ada transaksi dan klien mau bayar, kita gak perlu sebutin nomor rekening dan Bank, cukup share linknya saja melalui WA ataupun SMS. Bisa menerima pembayaran melalui kartu kredit, kartu debit, transfer bank, e-wallet dan lainnya. Selain itu bisa juga untuk membuat invoice dan sebagai pengingat pembayaran yang belum dilunasi.

Send Money, Kita bisa mengirim uang ke bank mana saja tanpa dikenakan biaya admin. Limitnya bisa sampai 250juta dan bukti transaksinya bisa diunduh. Selain itu kita bisa bikin pengiriman uang terjadwal, misal ada tagihan rutin tiap bulan yang harus dibayar, atau gaji karyawan, tinggal set jumlah dan tanggal, maka tiap bulan otomatis terkirim ke rekening bersangkutan.

Financial Overview, nah ini yang dibutuhkan untuk para UMKM, ehh tapi pekerja lepas dan karyawan juga bisa sih menggunakan fitur ini, karena fungsinya untuk monitor pemasukan & pengeluaran secara rinci setiap bulannya. Kita juga busa atur arus kas berdasarkan kategori sesuai kebutuhan. Fitur ini juga bisa melacak pembyaran yang belum lunas, buat pengingat kita aset atau modal kita yang masih tertahan diluar.

Gimana KoinWorks NEO menurut kalian? ini saya baru bahas fitur-fitur dari produk terbaru KoinWorks loh ya, kalau sudah unduh aplikasi KoinWorks, kalian yang ingin memulai investasi pasti akan semakin semangat untuk memulai.

Kalau mau tahu lebih detil mengenai super app KoinWorks beserta KoinWorks NEO bisa langsung KLIK DISINI

KoinWorks Inspire

Sekarang mari kita bicara berita bagus untuk para pengusaha, apa itu? Mengendai modal usaha, mau berkesempatan dapat modal total senilai 2 Milyar rupiah? Kalau mau berarti kalian harus ikut kompetisi KoinWorks Inspire dari KoinWorks NEO. 

Siapa saja yang bisa daftar? Kompetisi ini untuk kamu yang memiliki usaha Online maupun Offline yang memiliki toko, kios, stan, ataupun gerobak waralaba. Bahkan kalian yang punya usaha dibidang jasa seperti fotografi atau make up artis juga bisa ikutan.

Cusss ikutan kompetisi KoinWorks Inspire berhadiah 2 Milyar

Para pejuang usaha rintisan yang sedang berusaha untuk mengubah ide bisnisnya menjadi nyata, membangun relasi dan dukungan modal usaha, kalian harus ikutan kompetisi ini.

KoinWorks Inspire juga ditujukan untuk para wanita hebat dan inspiratif yang memiliki usaha dan berperan aktif dalam memajukan industri UKM di Indonesia

Untuk Content creator, influincer dan pekerja lepas yang ingin meningkatkan kemampuan dan membangun relasi agar menjangkau klien lebih luas juga boleh ikutan loh. Bahkan KoinWorks Inspire juga terbuka untuk pengajar sekolah, pengajar paruh waktu, dan pengajar kursus online di semua bidang pendidikan.
Read More

Serum Pencerah Wajah Terbaik Untuk Pria, Memangnya Pria Butuh Serum Wajah?

Kamis, 10 Maret 2022

1 komentar

Hai kalian para cowok, udah pernah pakai serum wajah belum? Belum? Huuuhh payah, sama seperti saya. Sebagai cowok yang sering kena debu dan berada di luar ruang, saya tuh merasa gak berguna kalo pakai serum atau perawatan wajah lainnya. Memangnya ada ya, serum pencerah wajah terbaik untuk pria?


Serum Pencerah Wajah Terbaik Untuk Pria
Hampir 3 tahun rutin pakai masker medis, kini saatnya pakai masker beauty
Paling rajin saya pakai sabun pencuci muka, pun kalau itu sudah habis saya bisa pakai sabun mandi batangan (tidak untuk di contoh). Perawatan kekinian yang pernah saya pakai itu spray yang disemprotin di muka, sensasi segarnya itu luar biasa, apalagi pas tengah hari bolong saat lagi puasa, ketimbang cuma basahin muka pakai air keran.

Sejujurnya saya hampir gak peduli mengenai perawatan wajah terlebih mengenai serum dan teman-temannya. Karena selama ini saya gak pernah ada masalah dengan kulit wajah semisal berjerawat banyak atau kambuhan, pasangan saya sampai bilang muka saya itu kaya "kulit badak" tahan banting.

Sekali dalam sepanjang hidup saya, akhirnya saat itu datang juga, di masa pandemi kali pertama merasakan kulit saya bermasalah dan terlihat kering, bukan kering biasa, tapi sangat kering, bahkan di beberapa bagian wajah mengelupas seperti berganti kulit. Panik? Tentunya, hahahahaha, ternyata saya masih peduli penampilan wajah. Yang saya lakukan saat itu adalah mencari sabun cuci muka untuk wajah kering dan rutin menyemprotkan spray penyegar wajah dan menggunakan masker wajah. Butuh waktu lebih 1 minggu agar kulit saya kembali normal.

Beruntung masa pandemi jarang keluar rumah dan sekalinya keluar pakai masker, jadi kulit yang kering masih bisa disamarkan dibalik masker kesehatan.

Dari kejadian beberapa bulan lalu dan ngobrol singkat sama teman SMA yang jadi dokter kecantikan, saya mulai berfikiran untuk cari serum wajah terbaik untuk pria. Dan semakin dicari semakin saya bingung karena banyak merk dipasaran.

Pertanyaan saya untuk bu dokter, cowok emang butuh perawatan wajah?

"Wajib di rawat lah" Ujar dr.Tika. Minimal para pria pakai sun cream, tidak hanya untuk diluar ruangan, saat berada di dalam ruangan lalu cahaya matahari masuk melalui jendela kaca juga bisa berpengaruh pada kulit. Apalagi ketika ada di ruangan berpendingin, kita gak sadar kalau kulit terkena sinar matahari.

Selain itu, minimal membersihkan muka secara rutin dan menggunakan moisturizer yang sesuai dengan kondisi kulit wajah.

Serum Pencerah Wajah Terbaik Untuk Pria
dr. Tika bilang, pasiennya 70 persen wanita, 30 persen pria

Dokter yang bertugas di klinik kecantikan di kawasan Mall Kota Kasablanka ini mengakui bahwa pasiennya lebih banyak perempuan, prosentasenya 70-30. Jadi gak heran kalau banyak cowok yang malu untuk masuk klinik perawatan wajah padahal mereka sangat membutuhkan. Saya jadi kebayang gimana para pria tulen nan macho merasa terintimidasi begitu melangkah ke klinik kecantikan.

Bahkan pada pasiennya pria yang menunggu waktu sepi untuk datang ke klinik agar tidak bertemu dengan pasien perempuan di front office. Mungkin namanya diganti jangan klinik kecantikan, tapi jadi klinik ketampanan?

Jujurly kelemahan saya adalah konsistensi dalam merawat wajah, jadi gak bisa tuh rutin tiap hari kalau disuruh pakai serum, sun cream, moisturizer, cuci muka sebelum tidur atau perawatan lainnya. Ya gimana ya? Pekerjaan atau aktifitas harian saya tidak menuntut untuk hal tersebut jadi sering lupa atau lebih tepatnya males. Istilahnya saya orang dibalik kamera, bukan di depan kamera.

Karena ketidak konsistensian inilah saya ragu untuk beli perawatan/serum dalam jumlah yang banyak, khawatir tiba-tiba malas ditengah jalan gak terpakailah itu serum yang sudah dibeli dengan harga lumayan atau malah tidak cocok.

Sampai akhirnya seorang teman memberikan informasi serum dalam bentuk sachet dan bisa dibeli di Indomaret dengan harga terjangkau, Hmmmm pencerahan sekali. Tapi apakah ini serum wajah terbaik untuk pria? Kalau tidak dicoba mana bisa kita tahu.

Pond’s Triple Glow Serum akhirnya sudah berada ditangan saya, gak tanggung-tanggung Pond’s Triple Glow Serum Mask (masker) juga saya beli, saking penasarannya. Tapi lagi-lagi konsistensi lebih tepatnya gak peduli perawatan muka, jadi masalah yang tak kunjung henti. 

Setelah hari ke-enam sejak beli di Indomaret, Pond’s Triple Glow Serum dan Pond’s Triple Glow Serum Mask akhirnya digunakan. Sebelumnya cuma dibolak-balik, bacain cara petunjuk pemakaiannya terus googling  kelebihan produk dari Pond’s ini.

Serum Pencerah Wajah Terbaik

Dari hasil baca di petunjuk kemasan dan browsing sana-sini, Triple Glow Serum dari Pond’s berfungsi untuk mencerahkan wajah dengan kandungan Gluta-Boost-C yang bisa menyamarkan flek hitam. Kandungan vitamin B3+ juga bisa menyamarkan pori agar wajah terlihat lebih mulus. Dan yang tidak kalah penting, Hyaluronic Acid bisa melembabkan kulit. Nah buat saya yang pernah merasakan kulit muka kering sampai terasa bersisik, ini penting banget.

Serum Pencerah Wajah Terbaik Untuk Pria
Perawatan harga terjangkau untuk meng-glowingkan kulit wajah dari Pond's


Dan ternyata kandungan Gluta-Boost-C pada Pond’s Triple Glow Serum dan Pond’s Triple Glow Serum Mask bekerja 60x lebih efektif dari vitamin C. Nahhh loohh, keren nih, bisa jadi ini salah satu serum wajah terbaik untuk pria.

Baru beberapa hari saya menggunakan Triple Glow Serum dan Pond’s Triple Glow Serum Mask. Tentunya tidak bisa langsung dilihat secara maksimal dalam jangka waktu yang singkat. Ingat ya, untuk perawatan kulit wajah perlu konsistensi dan kesabaran. Agar wajah menjadi cerah tidak ada yang instan, semua ada prosesnya dan juga dipengaruhi oleh faktor karakter kulit, gaya hidup sehat dan asupan makanan yang kita konsumsi.

Ehhh tapi ini hanya mencerahkan kulit ya? Bukan memutihkan? Haiii bung, saya kasih tau ya, tidak ada soal warna kulit putih, kuning, coklat ataupun gelap. Kulit putih bukan berarti lebih sehat ketimbang warna kulit yang gelap, rumusnya bukan seperti itu Ferguso!

Saya itu bukan cowok-cowok Korea yang kulitnya putih, saya adalah mas-mas jawa dengan warna kulit coklat setengah gelap setengah terang (coba itu dibayangkan sendiri). Dan saya yakin banyak teman-teman yang karakter kulitnya seperti saya dan terintimidasi ketika cowok ganteng atau cewek cantik itu kulitnya putih kaya artis korea. Jangan minder kawan, sekali lagi, warna kulit bukan patokan seberapa sehat kulit wajah kita.

Triple Glow Serum dan Pond’s Triple Glow Serum Mask bisa dibeli di Indomaret harganya gak sampai Rp20.000. Serumnya dalam kemasan sachet, cocok kalau mau coba-coba terlebih dahulu. Apalagi para cowo yang gak mau rugi, ketika beli botolan terus berhenti perawatan di tengah jalan karena malas rutinitas (parah sih ini).

Serum secara sederhana adalah pelembab tapi dengan material yang lebih ringan, namun memiliki konsentrasi yang lebih tinggi sehingga bisa menembus lapisan dalam kulit dengan cepat, mudah dan merata dibanding pelembab biasa.

Untuk pemilik wajah berminyak, serum salah satu yang terbaik karena tidak ada kandungan minyak yang biasa terdapat pada pelembab. Untuk kulit wajah kering dan sensitif, tunggu 15 menit setelah mencuci muka agar serum tidak terlalu cepat masuk ke dalam kulit, menjaga agar tidak terjadi iritasi.

Karena mencari serum pencerah wajah terbaik untuk pria bukan hal mudah, banyak faktor yang harus diperhatikan. Mulai dari jenis serum sampai cara penggunaanya. Pastikan serum tidak menggunakan bahan yang bisa menyebabkan masalah kulit jika digunakan dalam waktu yang lama.

Lalu hindari serum perawatan penunda penuaan, saat kita masih muda. Yaa ini aneh sih, masih muda tapi menggunakan serum awet muda. Jadilah pengguna yang bijak ya gaess.

Cuss lah beli Triple Glow Serum dan Pond’s Triple Glow Serum Mask supaya tahu apakah ini serum pencerah wajah terbaik untuk pria.

Serum Pencerah Wajah Terbaik Untuk Pria. Serum Pencerah Wajah Terbaik Untuk Pria. Serum Pencerah Wajah Terbaik Untuk Pria. Serum Pencerah Wajah Terbaik Untuk Pria 

Read More

3 Malam Pertama di Lokasi Campervan Daerah Bogor, Review Tumbuhejo dan Puncak Halimun

Sabtu, 06 November 2021

Tidak ada komentar
Di artikel blog sebelumnya sudah dijelaskan kenapa kami mulai “tergila-gila” bersafari dengan membawa Ayang Dayu (Agya Kesayangan Dayu) tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. Secara singkat, kami pikir ini salah satu cara yang cukup aman jika ingin bepergian jauh, tidak perlu keluar masuk hotel cukup di mobil saja dan mengurangi bertemu dengan orang diluar lingkaran rutinitas kita. Safari perdana kami dimulai dengan mencari lokasi campervan di daerah Bogor, tepatnya camping ground Tumbuhejo dan Puncak Halimun.

Lokasi ke-dua kami di Tumbuhejo, Sentul Bogor

Tidak hanya untuk perjalanan jauh, Ayang Dayu yang sudah di modifikasi agar bisa digunakan sebagai tempat istirahat tapi dengan mudah bisa di setting ke kondisi normal, jadi alternatif kalau kami ingin "kabur" sekedar minum kopi, makan mie ayam dan soto ayam langganan di daerah Kerinci Jakarta Selatan atau juga makan sotomie di grha Bintaro. Kami tidak perlu khawatir jika tempat tersebut ramai, tinggal cari parkiran lalu buka bagasi belakang, tarik meja dan keluarin kursi lipat, kami bisa makan dengan nyaman tanpa pusing harus menjaga jarak dengan pengunjung lain.

Di artikel sebelumnya, kami ceritakan bahwa malam pertama kami lewati diparkiran masjid Atta'awun kawasan Puncak Bogor yang sudah berubah drastis. Parkiran lebih luas dan nyaman karena warung di tengah-tengah parkiran sudah dibongkar, tersisa hanya warung yang posisinya menempel di dinding tembok pembatas masjid. Jauh lebih nyaman, kalau sebelumnya lebih mirip pasar malam timbang parkiran.

Pagi tanggal 18 Agustus, setelah sarapan dan memesan teh manis hangat disalah satu warung, kami putuskan untuk pindah lokasi, biaya parkir masjid tidak lebih dari 20ribu. Tujuan awal kami adalah Wisata Sehat Javana yang lokasinya memang tdak jauh dari Atta’awun. Keluar parkiran masjid ke kanan arah Cianjur, tidak sampai 2 kilometer ada jalan kecil disebelah kiri jalan menuju kebun teh. Sayangnya lokasi tersebut ditutup untuk sementara. lokasi campervan di daerah Bogor

Akhirnya kami putuskan untuk menuju daerah Sentul tepatnya gunung pancar, sayangnya lagi-lagi ditutup karena masih PPKM. Dari dua pengalaman tersebut, kami simpulkan, bahwa kawasan yang dikelola pemerintah daerah sudah pasti ditutup sementara mendukung program pemerintah untuk menahan laju penyebaran Covid-19. Salah kami juga yang coba-coba keluar di masa PPKM.
Awal Mula Safari Nusatara Duoraji

Suasana parkir masjid ikonik di daerah puncak jadi lebih nyaman dan luas untuk parkir mobil dan motor


Camping Ground TumbuhejoTurun dari gunung Pancar, kami kehabisan ide lokasi campervan di daerah Bogor, dan hampir memutuskan untuk pulang sebelum akhirnya kami menemukan sebuah kafe. Beristirahat sebentar disana sambil berbincang dengan si empunya kafe kami disarankan untuk mencoba ke camping ground Tumbuhejo, pun kalau tidak cocok, pemilik kafe sudah mengijinkan kami untuk bermalam di parkiran kafe untuk sekedar beristirahat semalam atau untuk ke toilet. Baik banget ownernya.

Serai nama kafe itu, kalau dari sentul city, ke arah gunung pancar, lokasi kafe ada disebelah kanan jalan. Bangunannya mayoritas bambu dan kayu, dan dikelilingi banyak pohon serai. Semangat kami kembali timbul untuk tetap bermalam di mobil, minimal kami sudah punya bayangan harus bermalam dimana, sambil mencoba survei ke Tumbuhejo. lokasi campervan di daerah Bogor

Tips pertama saat memulai campervan adalah, JANGAN SURVEI atau DATANG SAAT GELAP. Sumpah, bikin jantung deg-degan, terlebih karena type mobil kami LCGC, kalau spesifikasi mobil 4x4 atau type jeep sih gak masalah menembus jalan tanah dan berbatu di malam hari.

Jalur menuju Tumbuhejo sebenarnya tidak ekstrem, setidaknya masih bisa dilalui mobil pickup pengantar galon yang kami lihat saat pagi esok harinya.

Tapi karena baru pertama kali dan situasi malam hari, kami sempat ragu saat melintas terlebih setelah keluar dari jalan utam desa. Dengan hati-hati dan banyak melafal doa kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan. Alhamdulillah sampai di lokasi, tapi ujian akhir ada saat memasuki gerbang depan Tumbuhejo. Tanjakan dengan sudut 30-40 derajat sudah menanti.

Kalau kalian tidak yakin dan ragu jangan khawatir, ada parkiran dibawah dekat pos jaga. Beruntung Ayang Dayu bisa melewati tanjakannya ini walau sempat kesulitan karena ban kiri depan sempat slip diakibatkan berada di jalur tanah dan rumput basah yang baru saja disiram hujan sore hari.

Tumbuhejo layak direkomendasikan untuk kalian yang ingin coba-coba camping di kendaraan untuk kali pertama bersama keluarga. Lokasi yang agak jauh dari jalan raya, membuat suasana sangat tenang dan bikin kita seperti terasingkan dari rutinitas harian.

Nilai plus dari lokasi ini adalah, fasilitas kamar mandinya standar villa, super bersih, toilet duduk serta ada air hangat untuk mandi. lokasi campervan di daerah Bogor


Tumbuhejo akan jadi sejarah bagi kami memulai perjalan Safari Nusantara Duoraji

Pun kalau ingin coba bersantai di villa juga bisa, dari yang harga 500rb sampai 2jtan, ada satu villa yang dilengkapi kolam renang. Untuk makan ada cafe atau restoran, baiknya sih bawa perlengkapan masak dan makan sendiri, rasanya lebih syahdu.

Camping Ground Puncak Halimun Caringin, Lokasi Campervan Daerah BogorEsok harinya kami turun ke Bogor karena ada urusan pekerjaan, setelah 1 hari bermalam di Bogor, kami lanjutkan perjalanan ke Puncak Halimun di daerah Caringin Sukabumi, lokasi campervan di daerah Bogor yang belum ada satu tahun beraktifitas. Jujur saya masih bingung, lokasinya ini masuk wilayah Bogor atau Sukabumi.

Kalau dari Jakarta, kita bisa lewat tol Jagorawi, lalu lanjut lewat tol Bocimi. Keluar pintu tol Caringin langsung ambil arah kiri. Menuju arah pasar Caringin.

Patokan paling mudah untuk Gmaps adalah Kopi Daong, tempat ngopi yang lagi hits karena berada di hutan pinus. Dari Kopi Daong lanjut mengikuti petunjuk arah yang ada menuju Puncak Halimun. 80 persen jalan beraspal, tapi setelah melewati kopi Daong, kondisi jalanan mulai tanah dan batu kecil-kecil layaknya jalan desa.

Setelah sekian lama nggak meghirup udara segar, Puncak Halimun jadi pelampiasan

Sebenarnya ada dua jalur untuk menuju Puncak Halimun, kalau mobil kalian sudah spesifikasi offroad bisa lewat Cimande, yang ternyata jalurnya cukup ekstrim dibanding jalur yang melewati pasar Caringin. lokasi campervan di daerah Bogor

Kesalahan pertama kami ulangi kembali saat ngecamp di Puncak Halimun, DATANG SAAT MALAM HARI, duuhh bikin perut mules sepanjang jalan.

Padahal jalurnya tidak ekstrem, sebelumnya pun sudah mendapat konfirmasi dari pengelola tempat bahwa type mobil kami sudah ada yang pernah bermalam di Puncak Halimun.

Saat turun kami baru sadar bahwa perjalanan yang mengerikan pada saat malam hari, berbeda jauh disiang hari. Kami disuguhi pemandangan yang cantik, dinginnya angin dan hijau pohon sejauh mata memandang.

Sempat berbincang dengan salah satu pengelola Puncak Halimun, lokasi ini baru resmi dibuka 5 bulan lalu, pemilik tanah mengajak orang-orang yang bergerak di bidang event organizer yang terdampak pandemi untuk mengembangkan lahan tersebut.

Dimulai dari modal awal 3 juta, bangunan registrasi dan wc kala itu sangat sederhana terbuat dari bambu, kayu seadanya. Kini (saat kami kesana) Puncak Halimun jauh lebih nyaman.

Bangunan registrasi dan wc sudah berlantai keramik dengan atap rangka baja ringan, terdapat juga musholla kapasitas 6-8 orang.

Untuk sinyal handphone lokasi yang cukup kuat hanya ada di tempat registrasi, kalau untuk cek WA, email dan sesekali upload media sosial masih sangat mumpuni.

Tapi jangan berharap banyak kalau kalian ingin meeting online via zoom atau google meet, alternatifnya adalah turun ke kopi Daong. Setidaknya ini pengalaman yang kami alami.

Kekurangan lainnya yang tidak begitu penting adalah, tiang listrik PLN yang belum masuk ke area perkemahan, pengelola mengandalkan genset solar saat malam hari untuk kelistrikan. Jadi kalau ingin numpang charge laptop atau HP sebaiknya saat malam. Karena siang hari, genset jarang dinyalakan.

Apalah arti tidak ada signal dan arus listrik kalau kita bisa menikmati sejuknya udara bersih sambil memandang siluet gunung di kejauhan.

Mini Camper Agya, jadi solusi kami untuk ber-Safari Nusantara Duoraji


Pengalaman menyenangkan, 5 hari yang memerdekakan jiwa dari rutinitas dan menumbuhkan kembali semangat berpetualang. Banyak cara untuk mensyukuri keindahan alam, melepas lelah, membuang kepenatan dan menikmati perbedaan agama dan budaya, cara kami adalah dengan mini camper bersama Ayang Dayu.

Tumbuhejo 
admin 081286000768 Ig @tumbuhejo

Puncak Halimun
Admin +62 812-1838-4002 Bang Jack

Read More

Bosan Main Game Online Yang Seru dan Cuma Bisa Mabar? Gabung Lead by Indihome Untuk Jadi Atlit Pro

Selasa, 19 Oktober 2021

Tidak ada komentar

Perkembangan dunia eSport (game online) sudah tidak dipungkiri. Untuk saya yang besar di era Sega, Atari dan Nintendo kaset kotak, perkembangannya memang sedikit di luar nalar, terlebih lagi buat orang-orang yang tidak paham atau dekat dengan dunia teknologi informasi.

Coba bayangkan, bermula dari sebuah kotak kecil berukuran 6 inch, anak-anak muda sekarang sudah bisa menjadikannya sebuah profesi profesional ataupun Atlit yang bisa membawa harum nama bangsa Indonesia.

Jaman sudah berubah, games yang butuh consul cukup mahal, kini bisa dimainkan menggunakan smartphone

Aneh? 5-6 tahun lalu saya berfikiran seperti itu tapi melihat perkembangan dunia digital sekarang, sepertinya bukan hal yang mustahil. Bayangkan jika ditekuni sangat serius, konon gaji atlit pro bisa sampai 2 digit.

Kalau ngomongin sejarah kompetisi game, ternyata sudah sejak lama ada di Amerika Serikat. Dimulai dari kompetisi game Space Invader Atari sampai game Street Fighter. Hadiahnya dari langganan Majalah Rolling Stone sampai mobil Ferari Bekas. Seru banget kan? Jadi inget kalau dulu di kampus pernah ikutan kompetisi Winning Eleven hadiahnya voucher gratis main game di rental PS tersebut.

Yang saat ini menjadi dilema terbesar adalah, bagaimana membawa citra eSport ini menjadi sesuatu nilai positif, karena sudah jadi rahasia umum, pandangan yang timbul adalah semua game dampaknya buruk. Mengganggu konsentrasi belajar, merusak mata, membuat jari jemari menjadi over use, ngabisin kuota internet rumah dan masih banyak lagi stigma negatif untuk game online. 

Limitless Esport Academy (LEAD) by Indihome hadir dengan konsep akademi eSport yang mencetak pro player bermental atlet, tidak hanya bermain game sebatas hobi. LEAD by Indihome akan membina dan melatih talenta-talenta atlit eSport agar menjadi atlit yang tangguh dan mempunyai karakter. Dengan hadirnya akademi ini, semoga saja stigma negatif mengenai dunia eSport bisa hilang, terlebih dimata para orang tua yang mengkhawatirkan anak-anakya.

LEAD by Indihome memberikan wadah bagi generasi muda dimana saja, yeepps dimana saja tidak terbatas disatu daerah atau provinsi tapi bisa diseluruh Indonesia sehingga LEAD by Indihome juga  bisa menjadi agen pemerataan pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Ibaratnya PD Djarum di bulutangkis, Klub Persija Jakarta di sepak bola atau Satria Muda di bola basket yang menempa sosok-sosok pilihan agar bisa menjadi atlit profesional yang bisa mengharumkan nama bangsa. Yang membedakannya adalah pelatihan dan pembinaan LEAD by Indihome bisa dilakukan secara online dengan jaringan internet terbaik dari Indihome, semua aktivitas tanpa batas ini bisa diwujudkan dari rumah.

Lalu bagaimana mana sikap para orang tua agar tidak “dibohongi” sama anak-anaknya yang ingin bercita-cita ingin menjadi Pro Atlit eSport? Cara gampangnya, suruh ikut LEAD by Indihome.

Seorang atlit olaharaga perlu latihan rutin, pun begitu dengan atlit eSport tapi harus ada skema pelatihan dan waktu yang jelas. Tidak mungkin seorang Lionel Messi, Valentino Rossi, Michael Jordan latihan 12 jam dalam sehari. Jago enggak, bisa-bisa kena tipes.

Tetap awasi waktu bermain/berlatih anak-anak dirumah, kalau sebatas hobi bisa kasih batas waktu maksimal 1-2 jam perhari. Kalau si anak ingin serius bikin jadwal teratur, kapan harus latihan, belajar, melakukan aktivitas fisik atau membantu pekerjaan rumah. Kalau perlu beri menu makan sehat bisa jadi bahan negosiasi, karena atlit profesional eSport (kelihatannya hanya duduk dan memainkan jari) juga memperhatikan pola makan agar refleks otak dan tangan bisa terkoneksi cepat.

Orang tua juga perlu tahu game apa yang dimainkan, berlagak sok pintar pun perlu, misal bertanya, sudah ada kompetisi nasional atau internasionalnya belum? Tim eSport Indonesia yang pernah menang siapa aja? Player idolanya siapa? Karena semakin kompetitif game yang dimainkan maka semakin bagus untuk perkembangan kedepannya.

Henov, "Atlit eSport nggak boleh bergadang saat latihan atau saat akan bertanding"

Henov, Head Coach LEAD by IndiHome, mempertegas bahwa latihan rutin itu perlu tapi ada batasan waktu layaknya atlit profesional cabang olahraga lainnya. Tidak full seharian bahkan sampai begadang, ini cara yang salah.

“Saat ada pertandingan, saya melarang atlit untuk bergadang” Ujar Henov.

Gimana? Cukup ribet? Seperti saya bilang tadi, kalau cara mudah dan kompetitifnya adalah gabung LEAD by Indihome. Karena program pelatihanya terukur, agar para atlit semakin berkualitas dan sportif.  Sehingga bisa meningkatkan skill, menguasai trik dan strategi permainan, kerja sama team, disiplin, serta dijaga pola makan sehatnya. Dan point lebihnya lagi setiap peserta yang terpilih akan mendapatkan IndiHome, paket games untuk berlatih di rumah.

Venusiana, Direktur Consumer Service Telkom menjelaskan, dengan mengusung semangat #BerlatihTanpaBatas, kehadiran program LEAD by IndiHome diharapkan dapat melahirkan the next atlet eSport Indonesia yang mampu berkiprah di kancah Internasional.

“Kami meyakini, salah satu aspek penting dalam ekosistem eSport adalah kaderisasi atlet. Untuk itu, LEAD by IndiHome hadir dan berkomitmen melahirkan sebanyak-banyaknya atlet eSport yang memiliki spirit dan berdaya saing internasional. LEAD by IndiHome adalah tempat belajar bagi para player untuk menjadi atlet eSport yang unggul,” jelas Venusiana.

Dyah Rasyida, Srikandi Gamer IndiHome yang saya temui via zoom meeting menjelaskan mekanisme pemilihan atlet eSport LEAD by IndiHome terdiri dari tiga fase, yaitu Fase Kualifikasi (Qualification), Fase Pengembangan (Development), dan Fase Kelulusan (Graduation).

Dyah Ryasida, Srikandi Gamer Indihome

Di fase kualifikasi, LEAD by IndiHome akan membuka pendaftaran untuk dua regional, barat dan timur dengan target peserta minimal 284 tim. Peserta yang sudah mendaftarkan melalui https://indihome.co.id/leadacademy akan diseleksi dalam turnamen hingga terpilih 8 tim terbaik atau sebanyak 40 orang calon atlet eSport.

Read More