Featured Post

75 Tahun Indonesia Merdeka, Berkaca Dari Kerusuhan Ambon 1999

Indonesia baru 75 tahun, kok baru? Iya baru, untuk umur sebuah negara. Apalagi kalau dibandingin sama bokap mertua gw yang umurnya lebih tua...

Read More

Tips Kebelet Pipis di Tengah Jalan, Jangan Pipis Sembarangan

Rabu, 23 September 2020

Tidak ada komentar
Jangan pipis sembarangan? Emang kenapa? Hhhhm kalau masih ada yang tanya kaya gini sih aneh aja yak. Antara pura-pura gak tau efek pipis sembarangan atau gak tau malu kalau dia sering pipis sembarangan. Kalian masih inget kapan terakhir kali pipis sembarangan? Kalau masih inget kebangetan banget deh.

Kalau pertama kali pipis sembarangan, gw yakin jawabannya waktu kecil. Inget gak kalau kita lagi kebelet pipis, orang tua langsung ngarahin ke selokan terdekat. Bener kan? Kalau gw sih gitu yak, tapi pas udah masuk TK gw paling gak bisa pipis ditempat terbuka. Udah malu gitu.

Jangan Pipis Sembarangan
Foto hanya illustrasi, bukan lagi ngintipin orang pipis

Jangankan di tempat terbuka, waktu di sekolah dasar ada ekstrakulikuler berenang, gw harus keluar kolam buat pipis. Bukannya sok bersih karena (sebenarnya) gw itu orang yang sembrono, tapi gw berasa risih aja. Ya masa pipis di kolam renang? Ada sih beberapa temen yang kaya gitu, tapi itu bukan gw.

Jadi budaya pipis sembarangan itu udah ada dari sejak dulu kala, tanpa kita sadari. Sayangnya saat kita dewasa, budaya pipis sembarangan ini masih terbawa. Dan semakin dewasa semakin gak tau malu buat pipis sembarangan.

Bukan mendiskreditkan satu pekerjaan, tapi yang sering gw lihat pipis sembarangan adalah para pengemudi. Baik kendaraan pribadi, angkot, bis, taksi konvensional, taksi online sampai ke ojol. Pokoknya yang sebagian besar hidupnya di jalan raya deh. 
Tidak semua, tapi pekerjaan mereka membuat kemungkinan untuk pipis sembarangan semakin besar.

Selama 3 tahun gw pernah kok jadi driver taksi konvensional dan online, jadi gw tahu tuh kalau temen-temen driver lagi nunggu penumpang atau ditengah jalan kebelet pipis, mau gak mau mencari pohon atau tembok terdekat. Udah hal yang biasa bagi sebagian orang, daripada sakit menahan pipis.

Antara emang kita yang cuek aja kalau pipis sembarangan sama kurangnya fasilitas MCK umum yang ada di kota besar seperti Jakarta.

Tapi sebuah pencapaian buat gw adalah, sekebelet apapun gw, sepanjang ingatan, gak pernah pipis sembarangan. Kalau lagi nyetir kebelet pipis, gw langsung mikir dimana pom bensin terdekat, minimarket atau masjid/musholla ngepasin waktu shalat.

Mending ikhlasin beberapa rupiah untuk kebersihan MCK, ketimbang gw harus pipis sembarangan.

Gw punya pengalaman yang mungkin bisa kasih ide kalau kita bener-bener kebelet pipis. Yaitu, kalau kondisi memungkinkan kalian bisa masuk ke hotel, kalau perlu hotel bintang 4. Keren gak? Masuk hotel cuma mau buang hajat.

Memungkinkan maksud gw adalah kita berpakaian rapih, minimal bersepatu. Kalau ditanya sama security hotel atau penjaga pintu, bilang aja.

“Mau ketemu orang di lobby..” Jamin mereka gak akan banyak tanya. Dan berhasil kok, gw pernah lagi bawa mobil dan tiba-tiba kebelet gak cuma pipis tapi BAB, beeuhh pucetnya luar biasa muka gw. Langsung arahkan mobil masuk parkiran hotel, parkir basement, naik lift ke lobby, percaya diri tanya ke security lokasi toilet cuss menuju, lega akhirnya bisa terlampiaskan. Cara ini gak cuma sekali atau dua kali gw lakukan, udah sering, hahahaha.

Sebenarnya masalah pipis sembarangan ini jadi permasalahan hampir setiap kota besar di Indonesia. Kesadaran masyarakat kita masih kurang, harusnya dengan budaya sopan santun yang selalu kita banggakan, pipis sembarangan bukan sebuah pilihan.

Karena pipis sembarangan sudah keluar dari budaya sopan santun, apalagi dari aspek kebersihan. Aromanya itu mengganggu banget Braii, kebayangkan kalau kita lagi asik jalan melewati sebuah halte, lalu duduk menunggu bis datang sambil ditemani semerbak bau pesing yang “menggoda”. Menggoda perut yang tiba-tiba berasa mual ingin muntah.

Padahal ya, setiap kota sudah mempunyai aturan jelas yang mengatur agar kebersihan kota tetap terjaga, tidak hanya dari kebersihan sampah tapi juga masalah buang hajat. Contoh,

Jakarta punya Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (“Perda DKI Jakarta 8/2007”) dan Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 221 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (“Pergub DKI Jakarta 221/2009”).

Selain itu dalam Pergub DKI Jakarta 221/2009 juga diatur bahwa dilarang membuang air besar dan/atau kecil di jalan, jalur hijau, taman, sungai dan saluran air. Perbuatan tersebut dikategorikan sebagai salah satu tindak pidana pelanggaran dan/atau kejahatan terhadap tertib lingkungan.

Braii ini peraturan udah ada dari 11 tahun lalu, dan jujur gw baru tau sih, hahahaha, tapi walaupun gak ada peraturan inipun gw berfikir ribuan kali untuk pipis sembarangan.

Kota Bandung juga punya peraturan, mengenai buang air kecil sembarangan pada Pasal 37 huruf j Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (“Perda Bandung 3/2005”) berbunyi:

“Dalam rangka mewujudkan ketertiban di daerah milik jalan, fasilitas umum dan jalur hijau di Daerah, setiap Orang, Badan Hukum dan/atau Perkumpulan, dilarang:”

a.

b…

j. buang air besar (hajat besar) dan hajat kecil di jalan, jalur hijau, taman, selokan, tempat umum kecuali di MCK;

Dst.

Permasalahannya menurut gw adalah, seberapapun beratnya sangsi, kalau kesadarannya blum ada gak akan peduli. Plus ditambah fasilitas yang memadai.

Kalau kita susah cari MCK umum atau sekalipun ada MCK tapi tidak nyaman, siap-siap saja serangan bau pesing menyengat di fasilitas umum akan tetap berlanjut. 
Jadi semuanya memang harus bersinergi, peraturannya tegas, masyarakatnya sadar dan fasilitasnya dibenahi, gw yakin bisa berhasil.

Atas dasar kegelisahan itulah, maka beberapa hari lalu gw ikut social campaign #JanganPipisSembarangan. Intinya ingin mengajak semua masyarakat untuk berpikir dan mengupayakan bagaimana caranya agar lebih banyak orang yang tahu bahwa kencing/pipis sembarangan itu merugikan banyak pihak.

Kalau saja semua sudut kota nyaman tanpa bau pesing, pasti makin banyak wisatawan yang betah

Karena itulah, sebuah Komunitas Jangan Pipis Sembarangan (JPS), akhirnya dibentuk di kota Bandung pada pertengahan tahun 2020. Tujuannya ingin mengajak seluruh warga untuk peduli pada lingkungan sekitar. Karena kami yakin, semua manusia berhak mendapatkan udara segar, tanpa aroma pesing.

Sebagai langkah awal berdirinya Komunitas ini, Founder Komunitas Jangan Pipis Sembarangan – Kang Ivan Nisero- melaunching sebuah single lagu yang akhirnya dijadikan jingle dari Komunitas JPS. Lagu yang berjudul Jangan Pipis Sembarangan ini mengandung lirik berupa ajakan agar orang tidak pipis sembarangan.

Lagu bergenre reggae ini langsung nyantol dikuping gw, apalagi liriknya yang simpel. Baru sekali denger langsung bisa nyanyi bareng.

Jadi Braii, Pliss #JanganPipisSembarangan, perasaan lo disembarangin sama mantan kan gak enak ya? Apalagi orang lain yang disembarangin sama aroma pipis lo? Mikirr..!!. Mari kita berdoa agar dijauhkan dari rasa kebelet pipis atau BAB, disaat jauh dari toilet.

Media Sosial Komunitas Jangan Pipis Sembarangan:
twitter: @KomunitasJPS
fanspage: komunitasJPG



Read More

75 Tahun Indonesia Merdeka, Berkaca Dari Kerusuhan Ambon 1999

Minggu, 06 September 2020

Tidak ada komentar
Indonesia baru 75 tahun, kok baru? Iya baru, untuk umur sebuah negara. Apalagi kalau dibandingin sama bokap mertua gw yang umurnya lebih tua dari Indonesia. Jadi kalau masih banyak yang perlu dibenahi wajar aja. Dan kalau ada yang masih coba memecah belah Indonesia juga masih wajar, karena Indonesia begitu kaya atau bisa jadi karena masih ada negara lain yang punya dendam sama kita.



Kenapa tiba-tiba gw nulis tentang Kemerdekaan RI, ya suka-suka gw lah, ini kan blog gw dan mulai saat ini, melalui tulisan ini gw mau bikin kanal baru yaitu CELOTEHAN. Kanal yang berisi tulisan ngasal tapi gak asal, ceplos ceplas tapi gak bablas. Pokoknya lebih mirip diary jaman gw SMA lahh.

Yesss gw udah punya buku diary dari jaman SMA (pliiss jangan di bully) dan parahnya, beberapa minggu lalu gak sengaja nemuin lagi, and apesnya dibaca sama bokin (teman hidup) Gw. Hahahahaha, walau udah pernah baca, tapi begitu baca lagi, tetap aja bokin senewen dan gw merasa gelisah (geli-geli basah) haayaahhh.

Tapi beneran tulisan jaman SMA itu menggelikan sekali..

Waiitt, kita kan mau bahas 75 tahun Indonesia, kenapa jadi bahas masa SMA sih. Oke Masalah SMA gw bahas nanti, kalau artikel ini udah di share lebih dari 10 orang di twitter, karena ini artikel penting buat persatuan bangsa dan negara.

Jadi begini, kemarin gw lihat berita bahwa ada laporan dari Pentagon kalau Indonesia bakalan dijadiin pangakalan perang sama China. Haaahhh serius..? atau Cuma bacot aja?. Jujur pas baca beritanya gw ketawa sambil tersenyum simpul sambil mainin iket rambut.. heeehh?

Jujur nih, Amerika itu udah sensi atau bisa dibilang ketar-ketir sama China dari tahun 98, kok gw bisa tau?

Berawal saat gw dikasih pinjem buku tentang kerusuhan di Ambon. Buku ini ditulis oleh Almarhum pensiunan aparat berpangkat BrigJen, beliau menganalisa kejadian yang membikin kota Ambon terluka sangat dalam. Isu konflik agama pecah di Ambon karena didalangi oleh pihak asing, setidak itu penuturan beliau yang saat kerusuhan sedang menikmati masa pensiun di kota kelahirannya Ambon.

Ohh ya, buku yang gw baca gak ada di penerbit komersil. Beliau menulis sendiri, menyebarkan sendiri sebagai tanggung jawab moral kepada tanah kelahirannya, kota Ambon. Selain itu beliau ingin meluruskan opini saat aparat di fitnah mendukung salah satu pihak saat kerusuhan Ambon. Nyatanya, itu tidak terbukti.

Kerusuhan Ambon itu tahun 1999, kita mundur 1 tahun kebelakang yaitu tahun 1998. Indonesia dilanda kerusuhan, diawali krisis ekonomi, yang ujung-ujungnya terjadi kerusuhan besar dengan isu rasialis di Ibukota dan beberapa kota besar lainnya.

Sistem ekonomi lumpuh, sistem politik hancur, sistem keamanan porak poranda. Positifnya, rezim 32 tahun tumbang, walau banyak korban harta dan nyawa karena tragedi 1998.

Menurut analisa penulis, kejadian 1998 itu settingan dari negara adikuasa, siapa itu? Pasti tau dong? Negara besar itu, lewat Goerge Soros diminta (entah gimana caranya, gw gak tau ilmu ekonomi) untuk membuat Indonesia limbung secara ekonomi, sehingga tidak konsentrasi dalam menjaga ketahanan politik dalam negerinya.

Dan ini berhasil, buktinya Timor-Timur lepas dari pangkuan ibu pertiwi. Hmmmm kok tiba-tiba lompat ke Timor-Timur sik? Trus kepentingan negara adikuasa itu apa?

Nahh ini menarik banget, sebuah analisa puluhan tahun lalu tapi terkait dengan keadaan sekarang. Perang dagang antara China dan Amerika sebagai negara adikuasa, yahh gw sebut juga nama negaranya, bodo ahh.
Nggak Cuma perang dagang, pentagon udah mulai menghembuskan isu, China bakal bikin pangkalan militer di wilayah ASEAN salah satu negara bidikannya adalah Indonesia. Tujuannya apa? ya tentu agar sentimen negatif terkait China tetap tumbuh.

Amerika tidak mau sendirian, bagi sebagian kelompok masyarakat di Indonesia, sudah punya sentimen negatif terkait dukungannya terhadap Israel yang menduduki wilayah Palestina.

Sebenarnya menurut penulis, Amerika sudah khawatir akan kedigdayaan China dari tahun 1998 Brai, China adalah raksasa muda di Asia. 

Kita semua tahu mimpi Amerika untuk jadi polisi dunia. Salah satu caranya membangun pangkalan militer di negara yang menurut mereka strategis. Sekaligus menjadi benteng awal dari serangan musuh sebelum bisa masuk ke negara mereka.

Pernah denger cerita saat jepang menghancurkan Pearl Harbour?, Mereka trauma sama kejadian tersebut.

Untuk mencegah kejadian berulang, Amerika membuat pangkalan militer (kalau gak salah disebut Armada VII) dikawasan Asia yaitu di Filipina. Tapi masalahnya, Filipina pada tahun 1991 gak mau memperpanjang kontrak dengan Amerika untuk penempatan pangkalan militer mereka, kenapa? Bukannya menolak dollar dari Amerika, tapi karena di tahun 1998 sudah terdengar kabar China berhasil membuat rudal jarak jauh yang bisa menghantam Filipina secara langsung.

Amerika pun waspada dan Filipina gak mau ambil resiko, kalau beneran terjadi perang, habislah mereka jadi lapangan pertempuran China dan Amerika.

Mau tidak mau, Amerika harus angkat kaki dari Filipina dan mencari lokasi strategis baru untuk menempatkan pangkalan militer mereka. Tujuannya untuk menahan serangan China lebih awal, kalau-kalau perang benar terjadi. Sekali lagi ini baru kalau.

Indonesia jadi target pengganti Filipina, tapi politik bebas aktif kita, tidak memungkinkan itu terjadi. Amerika masih punya cara lain. Salah dua caranya, pertama melalu ekonomi, kedua lewat politik. Lewat ekonomi dengan membuat goyang Indonesia, secara politik dengan cara, sedikit demi sedikit “memecah” kepulauan Indonesia.

Target mereka adalah, Timor-Timur, Ambon dan Papua. Timor-Timur sudah berhasil mereka pecah lewat referendum, target selanjutnya adalah Ambon, kemudian Papua.

Dalam pemikiran mereka, membebaskan Papua adalah hal yang mudah karena rezim 32 tahun sudah memperlakukan saudara-saudara kita secara semena-mena, kalau Ambon (MALUKU) berhasil lepas, mereka akan mudah masuk ke Papua. 
Jadi medio 1998-1999 target awal mereka adalah Timor-Timur dan Ambon.

Nyatanya, Saudara-saudara kita di Ambon lebih pintar, lebih cerdas ketimbang propaganda pihak asing. Seluruh elemen bangsa ikut turun tangan dalam kasus Ambon. Tidak ada yang saling menyalahkan satu sama lain, semua berusaha mencari titik tengah untuk mendamaikan masyarakat Ambon. Kalau tidak salah, pak Jusuf Kalla ikut turun tangan dalam kasus Ambon.

Walau prosesnya butuh waktu lama memulihkan keadaan ekonomi dan budaya, tapi saudara-saudara kita di Ambon berhasil melewati cobaan terberat mereka.

Kini, berdasarkan cerita temen gw yang orang Ambon, saat mereka ketemu satu sama lain, terus gak sengaja ngebahas tahun 1999, tanggapan mereka sama. “kok bisa ya? Kita bertikai karena apa ya?” Karena memang kerusuhan itu pecah tiba-tiba dan menjadi besar tanpa di sadari apa pemicunya secara jelas oleh saudara-saudara kita di Ambon kala itu.

Gara-gara baca buku ini, gw jadi penasaran kenapa Amerika ngebet banget memainkan propaganda untuk memecah belah bangsa kita. Ini benaran dipecah dalam arti sesungguhnya loh ya..

Coba kalian tengok peta dibawah dan kalian akan paham kenapa banyak kekuatan asing yang ingin bermain diwilayah tersebut. Ketika Timor-Timur, Ambon kemudian Papua terpisah dari kita, area laut diantara ketiga pulau tersebut tentunya bukan lagi wilayah Indonesia dong.

Bayangin kalau Maluku dan Papua berhasil dilepas sama pihak asing? Mereka bisa seenaknya wara-wari perairan Maluku, Papua tanpa harus ijin ke Indonesia. Bahkan bisa jadi, mereka akan menempatkan kapal induknya di perairan tersebut

Amerika tentu akan lebih mudah mendekati ke negara-negara baru itu dengan berbagai cara, misalnya melalui ekonomi. Kalau cara ini berhasil maka Amerika punya kesempatan lebih besar menaruh pangkalan perang di 3 negara baru tersebut, ketimbang harus minta ijin dulu ke Indonesia. Pinter yak strateginya? 

Setidaknya, kalau benar Amerika dan China berperang dan Amerika butuh bantuan ke Australia sebagai sekutu mereka, dengan mudah bala bantuannya melintas melewati perariran laut yang sudah bukan menjadi teritorial Indonesia lagi.

Jadi perairan laut antara Timor-Timur, Ambon (kepulauan Maluku) dan Papua adalah wilayah strategis untuk pertahanan dan strategi perang Amerika. Untuk mengumpulkan pasukan, mencegat serangan China sebelum sampai ke Amerika atau untuk strategi melarikan diri jika terdesak oleh China.

Walau gagal “mengacak-ngacak” Ambon agar menjadi seperti Timor-Timur, Amerika masih bernafas lega karena Filipina tahun 1999 kembali mau diajak bekerjasama.

Setelah membaca halaman awal dari buku ini gw punya gambaran, bagaimana Indonesia diacak-acak. untuk memecah wilayah nusantara, Amerika tahu mereka gak mungkin perang dengan Indonesia untuk memerdekakan Timor-Timur, Ambon dan Papua.

Cara yang mereka lakukan adalah dengan isu HAM. Kenapa? Dengan isu HAM, mereka bebas masuk membawa nama dewan keamanan PBB. Kemudian mereka akan membuat laporan sedemikian rupa bahwa sudah terjadi pelanggaran HAM berat di tiga wilayah incaran mereka itu.

Langkah berikutnya mereka akan mengusulkan referendum yang harapannya 3 wilayah itu bisa terpisah dari Indonesia. Dan strategi ini berhasil melepaskan Timor-Timur dari Indonesia.

Gw sujud syukur saat baca buku ini Ambon dan Papua masih tetap bersama ibu pertiwi. Tahu gak isu apa propaganda di Ambon menurut buku ini? Mereka bilang ada 8000 saudara-saudara Nasrani kita dibunuh oleh saudara-saudara muslim Ambon. 

Kenyataannya, tidak ada bukti pembunuhan masal itu. Walaupun kalau ditanya, emangnya Amerika yang propaganda di Ambon? Dibuku inipun gak ditampikan bukti fisiknya, tapi hanya analisa yang sangat masuk akal.

Memang ada korban jiwa di kedua belah pihak dengan jumlahnya yang tidak sedikit, mungkin mencapai ratusan. Dan yang bikin sedih, korbannya bukan karena saling tikam antara masyarakat yang tidak paham apa terjadi, tapi ada yang sengaja dibunuh oleh pihak pembuat propaganda untuk mengadu domba masyarakat Ambon dan mencuri perhatian dunia terkait pelanggaran HAM berat. Informasi ini saya sarikan dari buku tersebut.

75 tahun Indonesia merdeka dan yang masih sering coba di “ganggu” adalah Papua. Gw bisa paham dan memaklumi, luka 32 tahun diperlakukan tidak adil oleh rezim pasti masih membekas di benak saudara-saudara kita, Penulis buku paham betul akan hal itu.

Beliau menulis, setelah lulus dari Seskoad langsung ditugaskan di Papua. Dan setelah itu pindah ke Jawa Barat. Dilain kesempatan beliau meminta untuk ditugaskan kembali ke Papua, yang langsung di setujui, kenapa?

Karena pada masa itu tidak akan ada perwira yang dengan kemauannya sendiri bertugas di Papua, tapi beliau melakukannya sampai 3 periode, terakhir pada tahun 1993, Beliau juga pernah menjadi Korem 174.

Cukup aneh kan, Papua, daerah yang kala itu (konon) saat malam hari warna keemasannya akan terlihat dari lautan harusnya menjadi daerah makmur dan kaya tapi kenapa tidak banyak perwira yang mengajukan diri untuk bertugas disana?

Kalau menurut saya, selain sarat konflik, Papua kala itu menjadi anak tiri bangsa ini. Kurangnya pembangunan infrastruktur, minimnya perhatian pemerintah pusat menjadikan daerah kaya ini seperti terbelakang. Bayangkan saat bertugas di papua, beliau sering menjadi tempat curhat generasi muda Papua, yang sudah mulai gerah.

Salah satu curhatan orang muda Papua kala itu bahwa tidak mungkin ada orang Papua bisa menjadi PNS di luar Papua. Tapi mereka (di Papua) malah dipaksa untuk menerima orang-orang jawa (luar Papua) untuk menjadi PNS di bumi cenderawasih. Gw dengernya sih kesel yaak.

Kini tugas berat ada di tangan pemerintah, bagaimana memperlalukan saudara-saudara kita lebih baik. Mulai dari ekonomi, politik, pendidikan dan budaya. Memberikan kesempatan yang sama bagi putra-putri Papua untuk bisa berkontribusi bagi bangsa ini.

Tidak menjadikan tanah Papua sebagai sapi perahan bagi sebagian pihak. Sudah saatnya kekayaan alam Papua dinikmati oleh saudara-saudara kita disana secara mandiri dibawah bendera NKRI. Dan saya yakin seluruh elemen bangsa Indonesia hari ini, berusaha agar Papua makin sejahtera dan mendapatkan hak atas kekayaan alam mereka.

75 Tahun Indonesia, percayalah masih banyak pihak asing yang akan memanfaatkan, mencari peluang untuk mengacak-ngacak bangsa ini. Tugas kita bersama untuk tetap menjaga kesatuan NKRI dengan saling menghargai dengan perbedaan budaya yang kita miliki.

Mulai menghargai minoritas tanpa memaksakan keinginan pihak mayoritas bisa menjadi langkah awal saling menghargai. Karena mengikuti seluruh kemauan mayoritas dan membuat minoritas merasa tertekan itu bukan saling menghargai juga bukan demokrasi tapi itu bentuk baru tirani.

Mari kita jaga keutuhan bangsa ini, biarkan saja riuh kisruh politik di kalangan elit, yang penting kita rakyat di akar rumput jangan terpancing untuk saling “menyakiti” satu sama lain. Indonesia adalah tanah ajaib, orang bilang, tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman, lirik lagu Koes Plus sudah menggambarkannya.

Kalau ngomongin Indonesia sekaya apa, gw sempat pernah dengar cerita dari seseorang (sebut saja Om K) yang pada tahun 1970an bekerja untuk perusahaan luar negeri (gw lupa bergerak dibidang apa dan dari negara mana). Tugas dia adalah mengambil foto udara seluruh wilayah Indonesia.

Om K cerita, setiap minggu kerjaannya bolak-balik foto udara mulai dari Aceh sampai Papua. Dan menurut beliau, Papua tidak hanya emas dan tembaga, tapi punya kandungan uranium salah satu yang terbaik didunia. Beliau sempat menyesal, “telah menjual Indonesia” tentunya secara tidak langsung.

Itu baru di Papua, kandungan minyak kita pun sangat banyak dan tersebar di antero negeri. Sayangnya gw udah gak ketemu sama om K untuk bisa tau cerita secara detil.

Penutupnya kurang lebih gw bakal bilang, jangan langsung terprovokasi untuk membenci China atau Amerika. Karena mereka berdua mempunyai banyak kepentingan di Indonesia. Kita gak tau rencana apalagi yang akan raksasa dunia (Amerika) dan raksasa muda (China) lakukan untuk Indonesia. Mulai dari minjemin duit sampai ngobok-ngobok politik Indonesia, bisa saja mereka lakukan.

75 Tahun Indonesia Merdeka, yang harus kita perbuat adalah memanfaatkan kesempatan ini untuk bersatu dan mengembangkan semua sumber daya alam untuk kekayaan kita bersama sebagai sebuah bangsa yang merdeka. SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA...!!! 
.
Read More

Minggu Pagi Sambangi Siliwangi Bolu Kukus di Kota Serang

Kamis, 30 Juli 2020

Tidak ada komentar
Sesederhana apapun tindakan yang kita lakukan, minimal harus ada alasannya. Supaya punya tujuan dan semangat menjalani hal itu. Seperti halnya saat saya di minta hadir ke pembukaan toko resmi Siliwangi Bolu Kukus di Kota Serang oleh sahabat kami Bang Aswi. Dengan beberapa alasan kuat kami bersedia hadir, kami? Yeepp saya datang bersama pasangan sejiwa @wardahfajri dan tim nggas bareng mbak @daffana.

Bersama para direktur Siliwangi Bolu Kukus
Para penikmat bolu

Jarak dari rumah kami ke toko Siliwangi Bolu Kukus di Kota Serang yang berada di Jl. Raya Serang Jakarta KM.4, Ruko Milenium No.10, Kel. Panancangan, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten (samping terminal Pakupatan Serang) kurang lebih 75km. Atau beda tipis jaraknya dari Kota Bandung ke Garut. Beruntung akses tol mempersingkat perjalanan kami pagi itu, 1 jam lebih 10 menit sudah sampai ke lokasi.

Ngomongin alasan, selain diundang oleh seorang sahabat yang jarang-jarang bisa bertemu terlebih di masa pandemi, alasan lainnya adalah, Serang atau Banten adalah tanah leluhur @wardahfajri. Perempuan ini selalu tegas bilang kalau dia orang Banten, karena memang orang tua aseli Banten, dia lahir di Banten dan kini tinggal di tanah Banten. Jadi semua hal tentang Banten akan jadi nilai tersendiri bagi kami.

Kota Serang berada di bawah kesultanan islam Banten, dan dijadikan ibukota Banten sejak 494 tahun lalu. Woooww hampir setengah abad umur Serang Braii. Karena pengaruh kesultanan islam yang kuat nggak heran kalau di kota ini banyak situs wisata islam. Bahkan pemerintah daerah mengkampanyekan bahwa Serang adalah kota wisata religi.

Salah satu situs yang pernah saya kunjungi adalah situs keraton Kaibon, baru melihat satu situs, saya sudah bisa membayangkan kebudayaan 400 tahun lalu di tanah Serang.

Wisata religi di kota Serang memang jadi andalan, tiap tahun ada 6 juta wisatawan domestik dan mulai tahun ini mulai mengejar target wisatawan dari Internasional.

Tampak depan toko resmi Siliwangi Bolu Kukus di Serang

Alasan kedua adalah nama brand Siliwangi Bolu Kukus. Kata Siliwangi membuat saya ingin tahu lebih lanjut tentang brand ini, dan ternyata penamaan Siliwangi bukan untuk gagah-gahahan saja tapi memang untuk identitas brand bahwa ini adalah ciri khas (panganan) daerah Pasundan.

Pasundan? Memangnya Banten masuk pasundan? Ini alasan berikutnya kenapa saya tertarik hadir.

Kesultanan Islam Banten punya hubungan erat dengan raja Pasundan Prabu Siliwangi. Dari literasi yang sempat saya baca dari laman facebook babad tanah Banten. Ayah dari raja pertama Kesultanan Islam Banten Sultan Maulana Yusuf adalah Anak dari Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati yang beribukan Rara Santang anak dari Prabu Siliwangi.

Tidak sampai di sana, Ibu dari Sultan Maulana Yusuf (Nyai Kawunganten) ternyata juga punya hubungan kekerabatan dengan Prabu Siliwangi. Nyai Kawunganten mempunyai Ayah bernama Surosowan anak dari Prabu Siliwangi.

Lohh kok bisa sama-sama dari Prabu Siliwangi? Ini sangat memungkinkan, dari literasi tersebut saya mengetahui bahwa Prabu Siliwangi mempunyai lebih dari satu Istri atau permaisuri dan hal seperti ini sudah lumrah di masa kerajaan seantero nusantara.

Jadi hadirnya toko Siliwangi Bolu Kukus di Serang sedikit banyak mempunyai kaitan cerita sejarah, seakan ingin menyatukan simpul-simpul sejarah peninggalan Prabu Siliwangi. Setidaknya ini alasan lain bagi saya untuk hadir.

karyawan menggunakan APD lengkap
Para pegawai Siliwangi Bolu Kukus menggunakan APD lengkap saat melayani para pelanggan

Siliwangi Bolu Kukus di Kota Serang

Bukan mencari cucokologi, tapi penuturan saya diatas kurang lebih sama dengan pemaparan Muhammad Faizal selaku Direktur CV Boga Karya Siliwangi yang mengatakan, "Store PP adalah store resmi ke-5 Siliwangi Bolu Kukus yang telah tersebar lebih dahulu hadir di Bogor, Bandung, dan Cibinong. Ini adalah salah satu upaya kami untuk terus berkarya dalam bingkai pelestarian khasanah makanan nusantara khususnya di Bumi Pasundan."

Siliwangi Bolu Kukus ingin menjadi pelestari khasanah makanan nusantara khususnya di tanah Pasundan. Lagi-lagi dari literasi yang saya baca, wilayah kerajaan Pasundan yang berpusat di Pakuan (Bogor) sangat luas, mulai dari Pesisir Banten, Cirebon dan sebagian kecil Jawa Tengah. Bahkan Jakarta diyakini juga ada pengaruh kerajaan Pasundan, setidaknya terlihat dari penamaan pelabuhan Sunda Kelapa.

Tidak heran, Siliwangi Bolu Kukus yang berpusat di Bogor ini sedikit-demi sedikit fokus meresmikan toko di beberapa titik daerah Pasundan. Selain toko pertama mereka berdiri di Stasiun Bogor, pusat semua pengolahan Siliwangi Bolu Kukus juga berada di Bogor, tidak jauh dari stasiun Baranangsiang.

Pengolahan Siliwangi Bolu Kukus hampir keseluruhannya menggunakan mesin, mengurangi sentuhan tangan manusia agar lebih higienis. Untuk memasukkan bolu yang sudah jadi kedalam kemasannya saja menggunakan mesin, tanpa disentuh oleh para pekerja.

Setidaknya sudah ada 12 Varian diproduksi Siliwangi Bolu Kukus yang bisa dinikmati pecinta kuliner. Lalu juga ada 2 varian yang baru (Martabak Kacang dan Talas Oren) yang di perkenalkan pada bulan Juli 2020 ini, Sementara 1 varian Jeruk Garut akan segera diluncurkan kepasaran oleh produsen bolu yang mempunyai karyawan kurang lebih 200an pekerja ini.

pengunjung dalam toko dibatasi
Pengunjung yang masuk toko di batasi jumlahnya

Minggu pagi jam 09.00WIB di pelataran toko resmi Siliwangi Bolu Kukus sudah ada puluhan pelanggan yang berdiri mengantri dengan saling menjaga jarak. Berdiri rapi sesuai tanda yang diberikan panitia, menggunakan masker dan cuci tangan saat masuk ke toko. Sebelum memasuki jalur antrian, alas kaki/bagian kaki para pengunjung disemprot disinfektan.

Walau harus menunggu bergiliran dibawah terik matahari ala daerah pesisir pantai sebelum masuk ke dalam toko, tapi tidak menyurutkan semangat para pengantri untuk mendapatkan promo beli 1 seharga Rp.30.000 mendapatkan 3 Siliwangi Bolu Kukus.

Pada hari pembukaan toko resmi Siliwangi Bolu Kukus di Serang memang ada promo beli 1 dapat 3 untuk 1000 pembeli pertama. Dibagi menjadi 2 waktu, sesi pagi hari jam 09.00 sd jam 12.00 untuk 500 pelanggan pertama. Lalu sesi sore dari jam 15.00 sd Jam 18.00 untuk 500 pelanggan berikutnya.

Dari pantauan saya pagi hari itu, jam 10.30 sebanyak 500 antrian untuk sesi pagi sudah habis. Para pelanggan tinggal menunggu antrian untuk bisa masuk ke toko dan menyelesaikan transaksi.

Untuk paket pembelian promo sudah bundling, hanya boleh mengambil sesuai paket yang ada dan tidak bisa memilih varian. Ini dilakukan agar tidak terjadi antrian yang lama karena sibuk memilih.

Bayangin aja harus memilih 3 dari 14 varian (termasuk 2 varian baru) pasti lama dong? Nanti kasian yang nunggu diluar. Jadi panitia memutuskan menggunakan sistem bundling untuk paket promo beli 1 dapat 3.

Siliwangi Bolu Kukus di Serang ini menempati ruko 3 lantai, bagian bawah khusus store display sisanya untuk operasional karyawan dan tempat penyimpanan. Lokasi dalam toko sangat nyaman, kenapa? Saya tetap merasa sejuk walau di dalam store ada 20 orang yang sedang mengantri menyelesaikan transaksi.

Rak dengan elemen bambu dan tas belanja model rajut juga menambah kuat ciri khas nusantaranya. Malah mbak @daffana berfikir kalau tas cantik rajutan seperti dari pelepah pisang atau eceng gondok tersebut juga dijual, hampir mau dibayarin. Ternyata hanya untuk didalam toko saja.

Interior toko didominasi warana coklat kekuningan khas warna bambu kuning
Saya belum pernah nyobain Siliwangi Bolu Kukus sebelumnya, dan begitu nyoba, satu kata yang terekam diotak saya, lemmbuuttttt. Bahkan saat sampai dirumah, keponakan berumur sebeles bulan pun gak kesulitan mengkonsumsi Siliwangi Bolu Kukus, tentunya dengan porsi yang disesuaikan biar gak tersedak.

Lalu varian Siliwangi Bolu Kukus gak cuma sekedar nama dan warna, tapi rasanya beneran kerasa. Contoh Siliwangi Bolu Kukus varian Apokat Mentega, rasanya ya beneran kaya makan alpokat mentega tentunya dalam bentuk bolu. Pun saat saya nyobain Siliwangi Bolu Kukus varian Mangga Indramayu, astaaggaa, rasa mangga bener ada, sampe berasa tiba-tiba gatal gitu ditenggorakan hahahaha, nggak deng ini mah lebai.

Dari varian Siliwangi Bolu Kukus yang ada, 3 terbaik menurut pribadi saya adalah, Apokat Mentega, Martabak Kacang (ini sih, sumpah keren baru nyoba trus langsung doyan) dan yang ketiga Kopi Bogor. Padahal saya belum nyobain varian Kopi Bogor, tapi udah bisa bayangin rasanya. Next bakal saya order varian ini.

Nahh yang jadi tugas berat itu adalah, gimana cara mesennya buat kita-kita yang jauh dari toko resmi? Contohnya kaya saya yang tinggal didaerah perbatasan Tangerang dan Jakarta. Di dekat kami belum ada toko resmi Siliwangi Bolu Kukus.

Jangan khawatir, kita bisa nikmati semua varian Siliwangi Bolu Kukus dengan memesan online dan langsung diantar kerumah. Untuk Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok sampe Cirebon sudah ready tim deliverynya. Tinggal duduk manis dan free Delivery alias gratis ongkir, edunn maredun ini mah.



Cuus lah langsung kepoin aja instagramnya atau bisa hubungi langsung Call Center 1500-556 atau Chat Center WA/Telegram 0811-825-004 bisa juga via Line @siliwangibolukukus untuk menikmati kelembutan Siliwangi Bolu Kukus dengan cita rasa nasional.

Berikut Store Resmi Siliwangi Bolu Kukus:
1. Store Resmi Moh. Toha, Bandung
Jl. Moch. Toha No.145, Kel. Cigereleng, Kec. Regol, Kota Bandung, Jawa Barat 40243

2. Store Resmi Stasiun Bogor, Bogor
Jl. St. Bogor, Kel. Cibogor, Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16124

3. Store Resmi Pakansari, Cibinong
Jl. Kolonel Eddie Yoso Martadipura, Kp. Cikempong, RT.001/RW.005, kel. Pakansari, Kec. Cibinong, Kab. Bogor. Ruko No.3, Jawa Barat 16915

4. Store Resmi Cikaret, Cibinong
Jl. Raya Cikaret 11-9, Kel. Pabuaran, Kec. Cibinong, Kab. Bogor, Jawa Barat 16915

5. Store Resmi Pakupatan, Serang
Jl. Raya Serang Jakarta KM.4, Ruko Milenium No.10, Kel. Panancangan, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten 42124
Read More

Tempat Wisata dan Penginapan Murah di Pagar Alam Sumatera Selatan, Pengalaman Pertama

Sabtu, 11 Juli 2020

1 komentar
Kota Pagar Alam adalah kota kedua (setelah Palembang) di Sumatera Selatan yang berhasil memikat saya untuk kembali lagi. Kenapa? Karena saya bener-bener buta informasi mengenai tempat wisata dan penginapan murah di Pagar Alam Sumatera Selatan di perjumpaan pertama ini.
Jadi rada-rada gemes bingung gak tau mau kemana, beruntungnya saya kesini dalam rangka bekerja, jadi dinikmati saja. Selain itu ada kawan yang tahu seluk beluk kota yang luasnya hanya 633.66 kilometer persegi ini.

Kebun teh Pagar Alam
Hamparan kebun teh adalah pemandangan wajib di kota Pagar Alam.
Sebenarnya gak beda jauh sama luas Jakarta (664 kilometer persegi), tapi karena penduduknya gak lebih dari 200ribu jiwa, menjadikan kota ini sangat nyaman, aman, tenang dan damai, ini serius saya gak lebaaii.

Coba bandingkan dengan Jakarta yang jumlah penduduknya 10jt. Dan ini yang tercatat di KTP, blum lagi pas jam kantor saat para pekerja yang tinggal di kota penyangga tumplek blek masuk kedalam kota, mumeettt braii..

Sedikit ilustrasi, kepadatan penduduk di Pagar Alam itu, 211 jiwa per Kilometer persegi. Biar gampang, analoginya saya bikin mudah. Semua pasti pada tahu area Monumen Nasional (Monas) kan? Luas monas 80Hektare berarti kurang dari 1 kilometer persegi.

Jadi coba kita bayangin, area Monas tersebut Cuma dihuni oleh 211 orang. Gimana? Kebayang sepinya gak? Nahh itulah kota Pagar Alam, kalau kita bandingkan luas daerah dan jumlah penduduk. Sumpah, ini jadi tempat yang nyaman untuk istirahat dan merefleksi diri. Sedangkan kalau mau tahu kepadatan Jakarta, bayangkan aja area monas itu diisi oleh 15ribu orang, guubbraakk..

Tapi jangan langsung jadi parno, takut dan ragu kalau ke Pagar Alam bakalan hidup dan tinggal di pedalaman yang jauh dari teknologi. Gak gitu juga Braii, Kota Pagar Alam layaknya kota-kota di pulau Jawa. Sangat hidup disiang hari tapi begitu malam menjelang, langsung cepat senyap.

warung kopi Pagar Alam
Salah satu warung kopi yang sempat saya singgahi
Waktu saya kesana, sudah cukup banyak warung kopi berkonsep modern yang mulai bermunculan. Sayangnya saya blum eksplore tempat-tempat ngopi tersebut. Pun Wisata kuliner, jangan takut kelaparan, karena menurut cerita kawan saya, sudah banyak rumah makan dengan citarasa lokal yang bisa memuaskan rasa kuliner kita. Lagi-lagi saya blum sempat eksplore karena keterbatasan waktu.
Itulah kenapa saya ingin ke Pagar Alam lagi, untuk bisa lebih eksplore dengan santai menikmati wangi kebun teh yang tersapu angin gunung Dempo. Mimpinya saya roadtrip dari Jakarta menuju Pagar Alam, doakan ya Braii.

Kalau dilihat dari sejarahnya, wilayah Pagar Alam merupakan daerah kerajaan Jagat Basemah, yang Rajanya biasa disebut Ratu masih keturunan dari Majapahit. Mereka migrasi ketika Majapahit mulai mengalami keruntuhan di abad ke-6.

Seiring berjalannya waktu kerajaan Jagat Basemah pada generasi kesepuluh menyatukan diri dengan kerajaan Palembang. Dan menariknya bukan karena ditaklukkan tapi secara sukarela, Salah satu bukti adalah masih adanya gelar Ratu/Raja sampai di keturunan ke-12 kerajaan Jagat Basemah.

Bahkan saat kerajaan Palembang ditaklukkan Belanda, Kerajaan Jagat Basemah tidak ikut tunduk. Mereka melawan invasi Belanda dan Perlawanan kerajaan Jagat Basemah tercatat dalam sejarah sebagai perlawan paling lama di Sumatera Selatan saat melawan Belanda di abad-19, yaitu selama 50 tahun.

perkebunan Pagar Alam
Selain teh dan kopi, coklat juga menjadi komoditas Pagar Alam dan kabupaten Lahat 
Pagar Alam berada di ketinggian 400-3000 meter di atas permukaan laut, nggak heran kalau udara di Pagar Alam sangat sejuk. Bahkan banyak yang bilang kota ini adalah puncaknya Sumatera Selatan karena merupakan area tertinggi di Provinsi tersebut. Benar-benar sebuah kota yang di pagari oleh keindahan alam.

Kalau kita main ke Pagar Alam, maka kita akan dimanjakan oleh hamparan kebun teh yang sangat luas sepanjang mata memandang. Ini memang menjadi potensi keunggulan masyarakat sekitar selain kopi. Setidaknya itu yang saya rasakan di malam pertama usai mengisi perut, tepat di sebelah warung makan kami ada sebuah kios kecil yang sedang menggiling biji kopi dengan cara manual. Aroma kopi yang tercium sangat khas, sampai terbawa mimpi malam itu.

Curup Embun Pagar Alam
Curup embun, jangan sekali-kali mendekat dengan membawa kamera kalian. Karena percikan airnya cukup deras.
Pagar Alam juga mempunyai banyak tujuan wisata, salah satu yang sempat kami kunjungi adalah curup embun atau air terjun embun. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Pagar Alam, tapi saran saya persiapkan energi dan kondisi tubuh yang baik, karena untuk menuju ari terjun ini harus menuruni tangga yang cukup jauh. Walau sudah dibuat tangga untuk menapak, tetap saja menguras energi dan harus tetap berhati-hati.

Saat kami tiba di curup embun, airnya berwarna coklat, menurut kawan yang memandu, hal ini di karenakan baru turun hujan, jadi airnya tidak sejernih biasanya. Alhasil kami hanya menikmati percikan air yang menerpa keras kebadan kami. Walau tidak berani mendekat ke area air terjun, tetap saja kami basah kuyup.

curup embun Pagar Alam
Bermain air, sayang kondisi airnya tidak terlalu jernih.
Setelah puas bermain air, tantangan kami selanjutnya adalah naik menuju lahan parkir kendaraan melewati tangga yang sama saat kami datang. Sudah terbayang letihnya, tapi satu penyemangat kami adalah, segelas kopi hangat dan semangkok mie instant panas lengkap dengan potongan cabai rawit hijau yang sudah menanti di atas.

Hotel dan Penginapan di Pagar Alam

Infrastruktur kota Pagar Alam yang memisahkan diri dari kabupaten Lahat pada 2001 ini sudah sangat baik. Jalan beraspal disebagian besar kota, signal telekomunikasi baik (setidaknya saya gak dibikin kesal), fasilitas kesehatan sampai warung modern sudah banyak disetiap sudut kota.

Pemerintah setempat sangat paham bahwa untuk menjual pariwisata Pagar Alam, semua infrastruktur harus dibenahi terlebih dahulu. Terlebih jalan darat, karena ini masih jadi akses terpenting untuk bisa ke Pagar Alam.

Ada penerbangan dari Palembang atau Bengkulu (kalau saya tidak salah), tapi karakter geografis Pagar Alam dengan dataran tinggi dan berbukit jadi kendala tersendiri. Seorang kawan pernah bercerita, pesawatnya harus balik ke bandara asal, tidak bisa mendarat karena saat itu disekitar bandara Pagar Alam dikelilingi kabut.

Selain akses jalan yang sudah cukup baik, tempat menginappun sudah sangat banyak dan bervariasi dengan menawarkan keunikan masing-masing, tentunya dengan harga yang relatif terjangkau.

Rekomendasi saya adalah D’Cabin Pagar Alam, kenapa? Karena ini pengipanan pertama saya di Pagar Alam dan sangat tidak mengecewakan.

Lokasi D’Cabin dikelilingi kebun teh tapi tidak jauh dari jalan raya. Dari lobby kita bisa melihat jalan raya dan kebun teh secara bersamaan.
Suasana saat bangun tidur di pagi hari yang bisa kita nikmati adalah aroma daun teh yang basah oleh embun, melihat matahari yang muncul dibalik bukit dan menapaki ruas jalan setapak  di antara sela tanaman teh yang menghijau sambil berinteraksi dengan warga yang sedang beraktifitas.

D'Cabin Pagar Alam
D'Cabin saat malam menjelang. posisi kamar ada di kanan dan kiri. Bagian tengah bisa digunakan untuk berkumpul menikmati malam
Konsep D’Cabin Pagar Alam sangat unik, semacam villa yang satu unitnya bisa ditempati 2-3 orang. Bentuk atapnya miring tidak simetris terkesan modern minimalis.
Yang bikin saya jatuh hati adalah, area tengah yang dibiarkan luas dan diisi meja dengan kursi disekitarnya. Asik banget buat ngobrol ngalor-ngidul menatap bintang sambil megang segelas teh, sesekali menggigil kedinginan karena angin gunung yang datang tiba-tiba. Wajar saja, karena lokasi D'Cabin berada di bawah kaki Gunung Dempo.

Di pojok tengah dan kanan ada ruang makan, sebelah kiri ada dapur yang bisa digunakan bersama untuk masak air dan meminjam peralatan makan. Baiknya setelah selesai peralatan makannya dicuci agar tidak merepotkan tamu lain yang akan menggunakan.

D’Cabin Pagar Alam, walau tidak terlalu luas, tapi punya sudut-sudut yang menarik untuk objek foto. Selama kami menginap disana, setidaknya ada 2 rombongan yang memanfaatkan lokasi D’Cabin untuk berfoto. Sepasang calon pengantin yang sedang prewed dan influencer lokal yang sedang cari spot foto untuk produknya.

spot foto D'Cabin Pagar Alam
D'Cabin sering dijadikan lokasi pemotretan Pre-Wedding
Untuk foto prewedd disarankan sewa kamar aja, agar mudah untuk make-up dan menaruh barang bawaan. Setidak itu peraturan saat kami berkunjung pertama kali. Tapi kalau mau sekedar selfie bareng teman-teman di D’Cabin cukup datang dan memesan makan, karena restorannya terbuka untuk umum.

Semakin panjang menulis tentang Pagar Alam, saya semakin kesel dan gemes mau balik lagi. Jadi baiknya saya sudahi saja, sambil riset mencari jalur paling aman dan nyaman, persiapan kalau mau ke Pagar Alam lewat jalan darat dari ibukota.

Atau teman-teman punya rekomendasi jalur? Pliss tulis dikolom komentar ya.. Tulisan selanjutnya adalah pengalaman jalan darat dari Palembang ke Pagar Alam.

Pagar Alam, saya akan datang kembali.

Read More

Learn From Home Bersama Fendi Siregar, Maestro Fotografi Bergaya Sufi

Rabu, 03 Juni 2020

Tidak ada komentar
13 Mei 2020, sebuah pesan singkat masuk kedalam telepon pintar saya,  dari mbak Widya Armin, salah satu fotografer senior yang sering saya "curi" ilmunya. Memberi info tentang kelas online pak Fendi Siregar.

Malam ini yuk 
setelah Terawih dan Tadarusan tentunya

Sambil minum kopi santai sambil menyimak obrolan seputar Fotografi bersama  Pak Fendi Siregar. 

Ojo lali yoooo gaiiiiss 

Time to GURU gives his WORDS.
LFH VCLASSROOM. Eps. 37 with Pak Fendi Siregar

Fendi Siregar


Sebuah pesan yang bikin sore menjelang waktu berbuka itu semakin indah. 
Dimasa pandemi seperti sekarang, mengisi hari dengan hal-hal yang positif bisa menjaga kewarasan kita Braii. Salah satu ikut kelas online, Learning From Home.

Dan pada kesempatan ini, pematerinya adalah maestro fotografi Indonesia pak Fendi Siregar.

Pernah dengar namanya, tapi belum pernah bertemu, bahkan menyambil ilmu dari pengalaman beliau. Tentu ini hal yang menyedihkan bagi saya, hahahahaa...

Beruntung di bulan Ramadan 1441H selesai shalat taraweh saya mendapat kesempatan lansung via online mendengarkan pengalaman beliau yang sudah mengenal dunia fotografi dari umur 5 tahun (sumber sebuah blog).

Banyak hal yang bisa saya pelajari, dari pertemuan online yang berdurasi lebih dari 120 menit malam itu, salah satunya sudut pandang pak Fendi Siregar mengenai fotografi sudah tidak terfokus membahas teknis, tapi sudah masuk ke filosofi dalam membuat sebuah karya foto. Setidaknya itu yang bisa saya simpulkan.

Ibaratnya pak Fendi Siregar ini, Sufi di dunia fotografi dan ini semakin meyakinkan saya, saat beliau menjawab pertanyaan yang di sampaikan peserta malam itu.

Setidak saat beliau menjawab pertanyaan saya mengenai sebuah foto yang bagus itu seperti apa menurut beliau.

Saya berharap beliau akan menjawab secara teknis, karena selama ini yang saya tahu dan saya share apa itu foto yang bagus bisa dilihat dari, warna, komposisi dan moment.

Dan tahu apa yang pak Fendi Siregar jawab terkait pertanyaan saya? Beliau menjawab.

"Nggak ada foto yang bagus.."

Saya terdiam, bahkan moderator saat itu pun tersenyum sambil "banyolan" (bercanda) "Wah ini merusak konsesus...hahahaha" sambil tertawa lepas.

Dialog malam itu memang ringan dan penuh canda, walau beberapa moment nuansa bahasa jawa sering kali muncul dan membuat roaming beberapa peserta. Wajar saja karena pak Fendi Siregar dan moderator malam itu sepertinya fasih dengan logat jawa. 
Namun keroaming peserta tidak berlangsung lama karena moderator langsung mengurangi menggunakan istilah-istilah jawa.

Terkait pertanyaan foto yang bagus seperti apa, saya akan  sarikan penjelasan dari pak Fendi Siregar.

Di era masa kini, penilaian foto itu bagus atau jelek sudah terganti dengan foto yang disukai atau tidak disukai.

Parameternya adalah, di sosial media cuma ada like or dislike (suka atau tidak suka). Bukan good or not (bagus atau jelek).

Kalau mau lebih detil, (menurut saya) suka atau tidak suka itu terkait rasa, tapi bagus atau jelek bisa diberi nilai atau besaran angka.

Setelah saya renungkan, benar juga sih..

Karena akan ada kondisi, sebuah karya foto yang bagus tapi tidak disukai khalayak umum, tapi ada foto yang disukai banyak orang walau secara teknik dan kualitasnya tidak bagus.

Dan akhirnya saya punya kesimpulan sendiri, kalau kita sudah mempunyai teknik dasar fotografi yang baik, kemungkinan besar kita bisa secara sadar membuat karya foto yang disukai banyak orang.

Ingat ya, SECARA SADAR, bukan kebetulan. Walau sebuah kebetulan dalam dunia fotografi menjadi hal yang istimewa setelah teknik.

Berbicara teknik, fotografi era sekarang semakin mudah dengan segala teknologi digitalnya. Saya cukup bangga bisa merasakan berkarya dalam analog sebentar saja, karena kemudian dunia digital menyerbu dengan sangat massive. 

Pergesaran nilai fotografi yang konon dahulu adalah, membekukan waktu (freezing time), pun sedikit bergeser menjadi menciptakan waktu (creating time). Tentunya ini tidak selalu berlaku bagi karya foto jurnalistik.  

Ada beberapa tips dari pak Fendi Siregar agar foto kita tidak hanya disukai tapi juga "Merekam Waktu" Seperti tema pembahasan malam itu.

  • Fotolah waktu, kalau bisa saya terjemahkan, jangan hanya mementingkan objek saja, tapi perhatikan nilai waktunya. Bagaimana karya foto kita dilihat 10 tahun kemudian. Contoh di masa pandemi ini, buat karya yang di tahun-tahun kedepan, orang bisa bernostalgia saat melihat foto kita.
  • Gunakan peralatan yang sesimple mungkin. Jangan sampai malah merepotkan kita dan jadi kehilangan moment, terlebih saat hunting turun ke jalan.
  • Jangan pernah melepas kamera dari badan. Sekarang jamannya lebih mudah ketika telepon genggam sudah dilengkapi dengan kamera handal. Walau kita harus paham kelebihan dan kekurangannya, mengetahui teknik komposisi dasar.
  • Jika ingin membuat foto orang sebagai objek, kita harus sabar berkomunikasi agar kepekaan kita muncul, sehingga kita bisa melihat sisi menarik dari tokoh yang akan kita foto.
  • Saat kita naik pesawat, pilih posisi duduk paling belakang, karena kita bisa mengambil pemandangan tanpa harus terhalang oleh sayap pesawat. 
  • Woooww ini saya baru tahu, dan jadi ingin mencoba. Sangking pengalamannya, pak Fendi Siregar bisa tahu posisi duduk disebelah kanan atau kiri yang pemandangannya menarik, saat naik pesawat.

120 menit yang membuat saya tambah cinta dan terjerumus sama dunia fotografi. Terima kasih pak Fendi Siregar, sehat, sehat dan bahagia selalu untuk maestro dan sufi fotografi Indonesia,   
Read More

Ini Jenis Olahan Kopi Yang di Minum Dr Ji di Drama Korea The World of The Married

Senin, 18 Mei 2020

10 komentar
Hahahahaa, kok jadi latah yak ikutan bahas drama korea yang lagi heboh banget ini. Jujur nih ide ceritanya sangat-sangat umum dan mungkin sudah banyak film, sinteron dengan plot yang sama. Laki-laki beristri yang sudah mempunyai anak cowok remaja, dan  jatuh cinta dengan wanita muda lain. Mainstream kan?


Quote yang terkenalnya dari laki-laki tersebut (suami bu dokter) dan sempat bikin emak-emak di dunia +62 meradang adalah, "Apa yang salah dengan jatuh cinta". Ehh bener gitu gak sih quotenya? yaah kira-kira begitulah.

Emang gak ada yang salah sih Boboho,...!! Jangan salahkan cinta, tapi salahkan Lo yang membiarkan cinta merusak akal sehat lo. Lahh kok gw jadi ikutan ngegass..!!

Selain pengagum dan pecinta drama korea yang emang buaanyaak, masa pandemi ini ikut mendongkrak popularitas The World of The Married. Bayangin, gw aja sampe kehabisan ide mau ngapain di rumah, akhirnya keterusan nonton dan nungguin juga nih drakor walau lewat TV nasional.

Maap nih, kalau harus lewat streaming atau tv berbayar cuma buat nonton drakor, gw lewat dulu dah. Biarin aja nonton di tv swasta nasional tiap hari (weekday) jam 19.00 dengan resiko dijejelin iklan bumbu masak sama pampres dan di sensor beberapa adegan hot dikamar, uuppssss.

Setelah 4 hari menonton, yang bisa gw simpulkan, kalau dibandingin sama sinetron atau ftv, pencahayaan drakor ini (khususnya the world of the married) lebih soft dan terukur, macemnya produksi layar lebar. Sementara produksi sinetron dan FTV kita lebih bright, terang dan clean.

Saya gak akan bilang mana yg lebih bagus, ini semua pasti karena selera pasar yang berbeda.

Selain Jalan cerita, pembahasan yang menarik justru ada diluar drakor tersebut. Coba bayangin, akun sosial media para pemain The World of the Married di"serang" dengan komentar-komentar sadis para penikmat drakor di Indonesia. Ada sih yang positif, tapi lebih banyak yang menyerang.

Dan pemilihan waktu tayang di masa pandemi sangat tepat. Ketika semua orang merasa (hampir) depresi, disuguhin drakor yang bikin sensi, lengkaplah sudah saluran untuk mengekspresikan diri. Daripada harus ngomel-ngomel di medsos tentang Covid-19, mending pada bahas drakor kan?

Karena gw gak yakin kalau ada drakor dengan genre happy, bahagia dan ceria bakal dapat antusias besar. Yang ada malah dinyiyirin gak bisa bersimpati atau empati dengan keadaan saat ini.

Aneka tanggapan dari para penonton membuktikan, bahwa akting para pemain sempurna dan bisa membawa para penonton kedalam pergulatan emosi para pemain. Negatifnya, yaak ada yang aneh sama kelean, gak bisa bedain dunia nyata sama dunia buatan. Kalau sampai maki-maki pemainnya.


Pada waktunya akan hadir sosok pendamai,penceria dan penikmat kopi bertopi dari negara tropis yang akan mengembalikan kebahagian mereka. #EpisodeHalu

Kopi Apa Yang di Minum Bu Dokter Setiap Pagi

Bukti film ini sangat berhasil adalah, dengan muncul komentar-komentar gak penting diluar jalan cerita, Misal settingan dapur dan rumah pemain yang gak luput dari obrolan para penonton.
Rumah sebesar itu kok bisa selalu rapih, padahal gak ada asistan rumah tangga. Kan semua penghuni rumah punya kegiatan masing-masing, trus siapa yang beresin?

Yaa ellaahh Bobooho, yang beresin rumah ya kru film laahh, siapa lagi? Lagi kalau emang karakter asistan rumah tangga gak ada kepentingannya, ngapain dimasukin frame dan dikasih dialog? ngabis-ngabisin jatah nasi bungkus aja, paham gak sih?

Trus ada juga yang terpesona sama dapur mewahnya keluarga dokter ini, padahal tiap hari kalau kita lihat makannya ya gak ribet-ribet banget kayaknya. Gak pernah ngelihat masak rendang, opor ayam atau bikin pindang patin sih.

Yang membuat gw tertarik adalah, budaya mereka yang ternyata suka minum kopi. Nggak mungkin ritual minum kopi bu dokter cuma buat gimmick aja, pasti ada kebiasaan ini di keseharian orang Korea. Mungkin loh ya, karena belum pernah ke Korea walau gw tinggal di Kreo.

Dari 4 episode yang gw lihat, selalu ada adegan minum kopi di pagi hari. Biasanya si ibu dokter yang siap-siap berangkat kerja, selalu menghampiri mesin kopi di pojok kanan dapur mereka. Nyalain mesin kopi sambil ngajak berbicara anaknya atau suami yang udah ketahuan punya perempuan lain.

Kopi dalam gelas bening berukuran agak besar itu merusak konsentrasi saya. Segelas kopi hitam pekat dan crema/foam tebal diatasnya yang dipegang bu dokter, membuat imajinasi saya langsug lompat, seakan-akan aroma kopi di dapur ibu dokter mampir ke rumah saya.

Tidak hanya di rumah, rekan ibu dokter di rumah sakit pun terlihat beberapa kali meminum kopi dengan karakter yang sama, kopi hitam pekat dan crema. Rupanya penikmat kopi hitam di Korea tidak hanya didominasi kaum pria, para wanita sah-sah saja menikmati kopi.

Pengen tahu gak olahan kopi apa yang mereka minum? Saya pun iseng riset olahan kopi yang mereka konsumsi di pagi hari. Bermodal deskripsi yang ada, saya browsing dan akhirnya saya simpulkan sendiri. Semoga benar, maaf kalau kurang tepat.

Olahan kopi yang mereka minum berasal mesin kopi yang bisa mengolah espresso, karena ada crema atau busa di bagian atasnya. Para penikmat kopi pasti paham, espresso dengan roasted bean yang bermutu baik akan membentuk crema yang cantik sebagai paertanda awal sebuah espresso yang (mendekati) kesempurnaan.

Tapi saya yakin, yang mereka minum bukan espresso, karena kopi espresso kadar airnya hanya sedikit (30ml untuk single shoot, 60ml untuk double) dan hanya bisa untuk sekali teguk di gelas kecil. Jadi jelas itu bukan espresso, yang menjadi kegemaran orang Italia.
Kopi jenis ini akan memberi efek pahit yang mengejutkan buat yang baru pertama kali mencoba.

Sekedar info, orang Italia punya budaya minum espresso sebelum beraktifitas. Kandungan kafein yang cukup kuat bisa menjadi mood booster, tapi bagi yang belum terbiasa akan kesulitan meminum kopi ini.

Saya teringat cerita sahabat yang berprofesi sebagai tour guide, kang Idfi Pancani (@indfipancani). Dia pernah cerita, di Italia setiap pagi, kalau kita lewat diantara gang antar rumah, aroma espresso akan merebak dari sela-sela pintu dan jendela yang terbuka.

Dan saya adalah pecinta espresso, selain tubruk dan V60. Budaya Indonesia tidak terlalu familiar dengan espresso, biasanya hanya dijadikan campuran kopi kekinian saja (espresso based). Setiap saya ke coffeshop dan pesan espresso, baristanya sering konfirmasi, "Ini pahit banget loh mas" atau "Ini cuma satu gelas kecil mas" meyakinkan saya.

Sejatinya espresso gak cuma pahit kaya kita ngejilat areng batok (ada yang pernah?) di secangkir espresso yang baik akan ada muncul rasa yang lain. Dan ini susah gw jelasin disini, jadi lain kali aja yak.

Oke berarti bu dokter bukan minum espresso, bisa jadi Americano, kopi ini memang di modifikasi oleh orang-orang Amerika (espresso based). Yaitu menambahkan air panas (biasanya 240ml) kedalam espresso tadi (huuhh orang America Cemenn gak kuat pahit).

Kalau kalian yang pernah coba Americano tanpa gula dan bilang kopi ini pahit, coba bayangkan gimana espresso?

Tapi seumur-umur saya pesen Americano, saya gak pernah melihat crema/busa yang cantik menggoda seperti yang di minum bu dokter, jadi saya yakin yang diminum (juga) bukan Americano.

Dan akhirnya saya menemukan titik terang, kalau saya tidak salah duga, kopi yang mereka minum adalah Long Black. Espresso based campuran air (160ml) yang dicampur dengan espresso.

Americano dan Long black sama-sama espresso based. Selain jumlah takaran air yang berbeda, cara pembuatanya juga beda, kalau Americano, Espressonya dituangkan terlebih dahulu kedalam gelas, baru ditambakan air panas 240ml.
Kalau Long black malah kebalikannya. Air panas 160ml yang dituangkan terlebih dahulu ke dalam gelas, baru ditambahkan espresso 30ml.

Itulah kenapa crema Long Black lebih terbentuk dan terlihat cantik dan menggoda di film The World of The Married. Fix lahh, untuk saat ini, saya yakini kopi yang sering diminum bu dokter di pagi hari adalag espresso based Long Black.

Jadi kalau masa pandemi ini sudah lewat dan kalian mau coba ngerasain sensasi ngopi ala The World of The Married, pesennya Long Black yaak, jangan kopi susu gula aren mulu. Dan kalau yang gak suka pahit, tambahankan gula jawa untuk penawar rasa, hindari gula putih (menurut saya).

Jujur pemilihan kopi Long Black simbolik banget sih, kenapa bu dokter doyan ngopi espresso based yang lumayan pahit bukan jahe sereh gingseng buat ngangetin badan atau cendol dawet kalau mau lebih fresh. Dan gw gak pernah ngelihat adegan bu dokter nambahin gula ke kopinya lohh...

Seakan-akan, secangkir kopi dalam genggamannya ini mau bercerita dan memberi tahu pada dunia, bahwa pahitnya kopi gak sepahit dan sehitam perjalanan perkawinan mereka. Eaaaaa.... Apassiikk..?!

Selamat ngopi ala The World of The Married
Read More

Cara Aman Belanja Online Barang Original di Masa Pandemi

Sabtu, 09 Mei 2020

Tidak ada komentar
Pandemi yang menyerang dunia merubah semua tatanan kehidupan disegala sektor. Ekonomi, sosial, budaya dan ritual agama pun berubah, semua demi menjaga agar virus ini tidak semakin menyebar. Ketimbang sibuk grasak-grusuk mencari siapa yang salah, baiknya kita yakini bahwa ini memang sudah menjadi kehendak sang pencipta dan penguasa alam semesta.



Siapa sangka pandemi ini hadir di bulan Ramadan, bulan suci umat muslim, bulan yang penuh keberkahan dibanding bulan lainnya. Kalau bukan kehendak dan ijin-Nya, tidak mungkin ini terjadi.

Acara buka bersama diruang publik ditiadakan apalagi sahur bersama. Shalat tarawih pun disarankan berjamaah di rumah bersama keluarga, walau di sebagian kecil masjid masih ada yang melaksanakan shalat berjamaah dengan peraturan ketat.

Kalau dalam hal beribadah saja disesuaikan, tentu kita harus menerima jika sebagian besar rutinitas harian kita juga berubah. Dan itu juga terjadi pada saya, hal yang sederhana misalnya belanja harian. Saya lebih memilih belanja dengan sistem pesan antar, walau sayang belum banyak toko tradisional yang mengadopsi sistem tersebut.

Beruntung dekat rumah ada swalayan yang memberi solusi belanja melalui aplikasi pesan singkat. Jadi kita tinggal pesanan barang kebutuhan, lalu pihak swalayan (karyawan) akan mempersiapkan semua barang yang dipesan, dan kita tinggal ambil kemudian bayar di tempat.

Lalu kalau mau beli kebutuhan terkait lifestyle gimana? Misal mau beli baju, celana, aksesoris dan lainnya, karena sebagian besar Mall masih banyak yang tutup terkait pandemi. Boro-boro mau belanja, masuk parkirannya aja udah gak boleh.

Bisa sih belanja online, tapi apa bisa menjamin barang yang kita pesan original?
Jujur pernah ada pengalaman kurang berkenan saat belanja online karena barang tidak sesuai dengan gambar. Kecewa sih, beruntung harganya tidak seberapa, tapi kalau harganya ratusan bahkan jutaan rupiah gimana?

Nah buat kalian yang mau belanja online barang original tanpa harus khawatir dapat barang “KW” untuk persiapan Idul Fitri saya ada solusinya. Jamin semua barangnya bukan kaleng-kalengan, karena semua barang berasal dari authentic brand store dari Indonesia maupun internasional.

Pasti belum pada tahukan, kalau ada situs online yang menjual authentic brand nasional dan internasional? Semua itu cuma ada di Mapemall.

Yeppsss,..braii coba kalian akses mapemall.com pasti bakalan kaget begitu lihat ada ratusan authentic brand yang ada di situs tersebut.

Kita berasa pergi ke Mall trus keluar masuk ke outlet-outlet buat lihat barang-barang dengan kualitas terbaik. Bayangin aja ada 160 brand dengan 280 toko brand original yang ada di mapemall.com, seharian kita gak bakalan kelar browsing di web ini.

Kategori yang ada di mapemall.com sangat bervariatif untuk inspirasi Fashion dan Lifestyle yang mencakup berbagai kategori seperti Fashion untuk Pria, Wanita, dan Anak-anak, Kecantikan, Olahraga, Perlengkapan Rumah, Mainan Anak, Food & Beverage, Travel dan Gadget.

Dan brand yang ada di situs belanja online mapemall antara lain, Mango, Mark & Spencer, Onitsuka Tiger, Calvin Klein, Converse, Pepe Jeans, Adidas by Planet Sports, Smiggle by Kidz Station, Tumi, Cotton On, Swarovski, Lego, Kipling, Oshkosh, Pacsafe from Travelogue, Lacoste, Swatch, Dr. Martens, Apple from Digimap, Ria Miranda by Sogo.

Duuhhh lengkapnya braai, dan itu belum semua brand saya listing loh, bisa selesai dua hari tiga malam buat ngapalin brand-brand yang ada di mapemall, dari pada pusing-pusing mending kepoin langsung aja situsnya. Siapa tahu bisa jadi inspirasi untuk hari raya Idul Fitri.

Apalagi sedang ada program Ramadan & Idul Fitri deals up to 70%off + cashback 40%off mulai 24 April- 24 Mei 2020. Belanja mudah untuk ramadan dan idul fitri, gak perlu keluar rumah, ribet cari parkiran, berdesakan, belum lagi protokol di musim pandemi ini yang harus pake masker, bawa handsitizer duhh, udah deh cukup belanja online dari rumah, gak usah kemana-mana dulu. Gimana? Santuy dan solusi banget kan?

Untuk kalian pemegang kartu anggota MAPCLUB, bisa mendapatkan SUPER DOUBLE BONUS Mapemall Gift Voucher, yaitu belanja online authentic brand di Mapemall bisa dengan menukarkan poin belanja sebagai pembayaran, dengan benefit Super Double Bonus, artinya poin yang ditukarkan tersebut bernilai dua kali lipatnya.


Belanja Online Barang Original Brand Sport

Sejak pertama kali mampir ke mapemall.com, jiwa sporty saya langsung klik ke tombol navigasi brand sport. Alamaaakk, keren-keren banget, plus ada diskon Ramadan.

Jadi terinspirasi lebaran bergaya sporty, bertahun-tahun melewati lebaran selalu bergaya baju koko, sarungan dan berpeci. Kenapa gak coba sesekali berpenampilan sporty yekaann..?

Mumpung di masa wabah seperti sekarang ini, yang lagi ngetrend istilah the new normal, hal baru atau “asing” menurut kita, tapi menjadi biasa saja dan dapat diterima oleh masyarakat luas.



Jujur langsung kepincut sama sweater Converse Star Chevron EMB Full Zip Men's Hoodie- Black yang ada di storenya Planet Sport. Kalau inget Converse, langsung memory mental ke masa sekolah. Kalau udah pakai sepatu Converse, udah berasa ganteng dah. Tapi kali ini saya naksir sweaternya aja, kalau sepatu jatuh hati ke Diadora Juno Men's Sneakers Shoes - Dark Grey, simple dan warnanya cocok buat silaturahmi (kalau bisa) ke keluarga besar. Dan setelah dipake lebaran, sepertinya bisa dipakai buat sepedaan keliling kampung nih.



Fitur menarik lainnya adalah Milla, yaitu Customer personal assistant. Jadi kalau kita mau cari sepatu merk Converse, model sneakers, ukuran 40 akan langsung dicariin sama Milla. Kalau ukurannya tidak tersedia, Milla akan merekomendasikan sepatu yang ukuran mendekati kaki kita.

Untuk belanja baju pun Milla akan merekomendasikan ukuran, berdasarkan umur, tinggi dan berat badan kita. Jadi kita punya pertimbangan kedua saat memilih ukuran baju yang akan kita beli.

Keren kan? Jadi kalau bisa pilih-pilih dari rumah, ngapain capek-capek ke Mall. Iya kalau barang yang kita cari langsung ketemu, kalau pulang dengan tangan hampa gimana? Rugi waktu dan tenaga kan?

Mapemall menggunakan sistem O2O (Online to Offline), yaitu menghubungkan pembeli langsung dengan para toko atau retail secara online.

Karena selain mengakses situs mapemall.com, kita juga bisa gunakan aplikasi belanja online dari MAP Online Indonesia. Tinggal pilah-pilih barang kesukaan, lakukan transaksi trus tinggal tunggu barang di kirim ke rumah/home delivery.

Atau kita juga bisa pick up in store, alias ngambil sendiri barang yang kita beli di toko yang sudah ditentukan, beeuhh canggih, cuma di Mapemall ada aplikasi belanja online yang bisa ambil langsung. Walau saran saya dimasa pandemi ini, kita di rumah aja bareng keluarga sambil lihat-lihat mapemall.com siapa tau ada barang yang berjodoh #AtHomeWithUs.

Cuuss kepoin Map Online Indonesia #MapYourStyle atau langsung download apps yang sudah tersedia di google play ataupun i-store.

Web : www.mapemall.com
Instagram : @Mapemall_com @Mapemall_shop
Read More