Pertama Kali di Tes Usap Antigen dengan Menitikkan Air Mata

Jumat, 30 April 2021

Tidak ada komentar

Lebaran sebentar lagi Braii, masih inget gak tahun kemarin lebarannya seperti apa? Saya inget banget, shalat idul fitri terpaksa dilewati karena pandemi. Silaturahmi cuma bisa telpon-telponan atau video call, trus bagaimana dengan tahun ini?

Kondisi pandemi tetap belum ada titik terang, penyebarannya belum bisa ditekan walau sudah banyak yang sembuh tapi jumlah yang terinfeksi tiap harinya sangat mengkhawatirkan. Dan yang bikin “gondok” sekarang banyak yang makin cuek dan abai.

Usapan pertama rasanya begitu menegangkan, terlebih saat menunggu hasil.

Dikasih kebebasan beraktifitas untuk cari nafkah agar roda ekonomi berjalan, malah pada belagu. Dikasih hati minta jantung, mau untung sendiri tapi membahayakan orang lain.

Kalau boleh jujur, sedikit demi sedikit saya sudah mulai beraktifitas diluar ruang karena memang keadaan yang harus memaksa seperti itu. Itupun tidak tiap hari, biasanya dibikin jadwal, sekalinya keluar dari pagi sampai malam dengan beberapa agenda sekaligus. Pulang kerumah, baju taruh tempat cucian, mandi plus keramas jam berapapun sampai rumah.

Kok berani udah keluar rumah? Satu tahun saya pelajari bagaimana virus ini menyebar, lewat media apa saja dan bagaimana kalau kita (amit-amit) terinfeksi sudah kami pahami dan pelajari. Dengan modal pengetahuan itu, saya beranikan diri menyapa dunia luar. Tidak mau takabur, semua upaya protokol kesehatan juga harus dibarengi doa minta keselamatan kepada sang pencipta.

Jika berada ditempat umum, kami langsung mapping lokasi mana yang nyaman. Mulai lihat susunan kursi dan meja, posisi letak pendingin ruangan, jendela/sirkulasi udara, prokes pengelola tempat sampai jam ramai tempat tersebut harus kami pelajari dulu. Ibarat perang, strategi berdiam ditempat umum tetap kami lakukan.

Ditingkat keluarga kami bagaikan satgas, bagaimana jika menerima tamu saat lebaran, menyediakan sabun cuci tangan, stock masker yang selalu tersedia sampai memberi masukan posisi duduk orang tua saat menerima tamu. Orang tua kami dirumah sudah sepuh, ayah hampir 90 tahun, Ibu sudah lebih dari 80 tahun.

Selama penyebaran masih belum terkendali, kami akan selalu berusaha menjaga prokes untuk orang tua kami dirumah. Dan kenyataannya kami jadi nyaman serta terbiasa menggunakan masker, cuci tangan dan spontan menjaga jarak saat berada dikerumunan. Mungkin ini karena latihan selama 1 tahun jadi kami tidak merasa terbebani.

Puji Tuhan, Alhamdulillah usaha kami masih diberikan jalan oleh Tuhan untuk menjaga dua orang tua kesayangan dirumah. Setidaknya 1x Swab PCR, 4x Swab Antigen istri tercinta dengan hasil negatif cukup membuktikan bahwa perjuangan kami menjaga protokol kesehatan insya Allah diberkahi.

Lalu pertanyaannya, saya sudah pernah tes gak? Hahahahahaa,… analisa atau lebih tepatnya asumsi saya adalah, kalau orang yang setiap hari tidur satu kasur, ngobrol di dapur, bercanda di ruang tamu hasil tesnya negatif, insya Allah saya pun negatif. Tentunya tracing model seperti ini nggak dikenal di dunia kedokteran, ini hanya teori untuk saya saja.

Bukannya takut, tapi mengeluarkan sejumlah uang untuk tes Swab masih terasa berat untuk saya jika tidak ada keperluan teramat penting. Tapi saat itu pun akhirnya tiba, dan sayapun akhirnya di Swab Antigen.


Drive Thru Neo Clinic

Saya tidak ada gejala apapun, tapi memang beberapa hari sebelumnya aktifitas luar rumah saya cukup padat. Jadi saat ada kesempatan untuk Swab Antigen di Neo Clinic tidak saya lewatkan.

Bagaimana rasanya? Jujur, walau pengambilan sample yang dilakukan oleh tenaga kesehatan Neo Clinic tidak sampai hitungan 30 detik, tapi sudah berhasil membuat saya menitikkan air mata. Bukan karena terkesima oleh sinetron ikatan cinta, tapi karena ada benda tipis panjang masuk kedalam hidung sampai ke pangkal tenggorokan. Untungnya berada di dalam mobil, jadi hanya saya dan tenaga kesehatan yang tahu saat itu. Huuhhh cengeeenngg..!

Booking Online dulu ya, supaya dapat jadwal yang pasti

Yang lebih tidak nyaman lagi adalah, saat menunggu hasilnya keluar. Haduuh ini bikin perasaan kacau balau, walau tidak ada gejala dan selalu menyadari prokes dalam kehidupan sehari-hari tetap saja semua bisa terjadi. Dan alhamdulillah hasil negatif diketahui dalam waktu kurang lebih 30 menit dan untuk keperluan surat hasil tes usap antigen akan langsung dikirim melalu email.

Tracing atau pelacakan memang jadi faktor penting untuk mencegah penyebaran virus. Saat ini sudah banyak (tidak hanya rumah sakit) klinik yang bisa melakukan tracing dengan menggunakan metode usap (Swab) salah satunya Neo Clinic.

Tidak hanya tes usap dengan mendatangi klinik atau home visit, Neo Clinic pun hadir dengan konsep Drive Thru atau tes usap tanpa turun dari kendaraan seperti yang saya lakukan beberapa waktu lalu.

Lokasi tes usap konsep drive thru Neo Clinic ada di Jl. H. Mading No.126 RT.8/RW.2, Kembangan Utara, Kec. Kembangan Kota Jakarta Barat. Saya sarankan untuk daftar melalui Online Booking System di http://www.neoclinic.id agar bisa mendapat jadwal yang pasti, menghindari antrian yang menyita waktu.

Untuk range harga pelayanan bervariasi, mulai dari 200ribu untuk Swab Antigen Drive Thru (hasil 30 menit), 300ribu untuk Swab Antigen Home service, 900ribu PCR Drive Thru (hasil h+1) dan 1.150.000 untuk PCR home service (hasil h+1).

Yang mau mendapatkan harga promo juga bisa kok, langsung akses ke https://www.ralali.com/v/neoclinic/product/Swab-Antigen-Test-Visit-Clinic-Jakarta

Karena ada diskon sebesar 20% menggunakan kode promo “NEOPK150PCR” untuk layanan PCR SWAB TEST & kode promo “NEOPK150ATG” untuk layanan SWAB ANTIGEN.

Saran saya, setelah tes dan hasilnya negatif jangan kesenangan terus malah keluyuran yang gak penting (walau kadar kepentingan tiap orang berbeda). Justru saat hasilnya negatif, itu tandanya kalian aman untuk pulang dan bercengkerama dengan keluarga.

Jadi tetap kencangkan maskermu kawan, rajin-rajin cuci tangan dan tahan iman untuk keluyuran yang gak penting. Covid masih belum menjauh.
Read More

Bolu Cinta Siliwangi Pengganti Coklat Untuk Utarakan Cinta di Bulan Februari

Rabu, 10 Februari 2021

Tidak ada komentar

Bulan Februari menurut budaya dibeberapa belahan dunia dipercaya sebagai bulan penuh cinta, bulannya kasih sayang. Bukan berarti 11 bulan lainnya tidak ada kasih sayang dan cinta, ini hanya momentum untuk dirayakan bersama-sama. 
Tapi kalau kita bisa memberikan kasih sayang yang sama setiap hari atau setiap bulan, kenapa tidak?

bolu-cinta-siliwangi-bolu-kukus
Bolu Cinta berbentuk hati, di perkenalkan ke publik pada 7 Februari 2021

Saya tidak akan membicarakan masalah boleh atau tidak menjadikan Februari sebagai bulan kasih sayang, semua pilihan tergantung kepada masing-masing pribadi. Yang pasti, bulannya tidak salah, kasih sayang dan cintanya juga tidak salah. Tapi bagaimana cara kita merefleksikannya yang harus diperhatikan agar tidak terlalu berlebihan.

Sama halnya dengan smartphone atau pisau, ditangan orang yang kurang bijak, kedua benda ini bisa jadi musibah buat orang lain atau buat dirinya sendiri. Tapi kalau digunakan secara baik oleh orang yang bijak, pasti akan membawa manfaat.

Silahkan menjadikan momentum bulan Februari untuk mengungkapkan kasih sayang, tapi jangan berlebihan dan malah melakukan hal-hal negatif diluar norma kebudayaan timur bangsa Indonesia.

Tahun lalu saya masih merasakan hangatnya bulan Februari di sekolah tempat saya menjadi pendamping ekskul. Yeeppss, saat itu virus kurang ajar ini belum mewabah dan menyebar dengan sangat cepat.

Masih teringat jelas saat beberapa siswa terlihat membawa coklat dalam genggaman untuk saling berbagi antara teman atau diberikan ke guru kelas mereka masing-masing sebagai tanda hormat dan kasih sayang.

Beberapa siswa kreatif malah menjadikannya lahan bisnis kecil-kecilan,dengan menjual hampers atau paket berisi coklat untuk dijual ke teman-teman mereka sendiri atau bahkan ke guru.

Sejujurnya saya penasaran kenapa coklat menjadi sangat identik dengan perasaan cinta khususnya di bulan Februari ini. Menurut Dosen Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Fadly Rahman, M.A disebuah artikel kompascom, jaman dahulu kala, coklat adalah makanan masyarakat kelas atas, coklat atau kakao adalah benda berharga yang senilai dengan emas bahkan disebut sebagai makanan/minuman para dewa.

Sebenarnya, kehadiran coklat dan hari kasih sayang di bulan Februari merupakan dua hal yang berbeda. 

Kedua hal ini dikaitkan sangat erat ketika era kepemimpinan Ratu Victoria di Inggris. Masyarakat saat itu suka sekali menunjukkan rasa cinta dengan memberikan bermacam hadiah (tidak hanya coklat) dan kartu berbentuk cupid.

Dan akhirnya di tahun 1861, perusahaan coklat di Inggris yang masih eksis sampai saat ini, memproduksi coklat sebagai makanan (sebelumnya hanya dikenal sebagai minuman) yang dimasukkan kedalam kotak berbentuk hati lalu dihiasai simbol cupid dan bunga mawar.

Jadi kehadiran coklat dibulan kasih sayang berawal dari bisnis yang akhirnya menyebar kepelosok dunia.

BOLU CINTA SILIWANGI BOLU KUKUS

Karena kehadiran coklat dan hari kasih sayang merupakan sejarah yang berbeda, pertanyaannya, kalau kita ungkapkan cinta tidak dengan coklat boleh gak?. Misalnya dengan bolu, apalagi kalau bolunya bentuk lopelope (love/hati), kayanya seru tuh. Tapi ada nggak bolu bentuk lopelope?

Kalian pasti belum banyak yang tahu kalo sekarang ada bolu bentuk lopelope dari Siliwangi Bolu Kukus, namanya Bolu Cinta.

Wajar kalau belum tau atau malah kaget, karena Bolu Cinta Siliwangi ini baru diperkenalkan 7 Februari 2021 dan ketersediannya pun (untuk sementara waktu) hanya ada di 7 official store Siliwangi Bolu Kukus (SBK) yang berada di Stasiun Bogor, Pakansari Cibinong, Cikaret Cibinong, Pakupatan Serang, Moh Toha Bandung, Stasiun Bandung Pintu Utara dan Booth Resmi Mall Karawang Central Plaza.

Sebenarnya jaringan distribusi SBK sudah cukup banyak, mereka menyebutnya SoBis (Sobat Bisnis), toko yang menjual produk SBK di luar official store. Tapi untuk saat ini, Bolu Cinta belum bisa ditemui di SoBis SBK.

Di dekat rumah saya, baru saja buka toko SoBis SBK, lokasinya dekat Puribeta. Kalau dari arah Jakarta, sebelum halte trans Jakarta Puri Beta, persis di sisi kiri jalan Ciledug Raya. Dari proses renovasi ruko, saat saya melihat logo macan putih, saya sudah bisa nebak ini pasti SBK. Tapi blum tahu apakah official store atau SoBis dan kini terjawab sudah.

Walau bukan official store saya seneng banget, minimal gak perlu repot-repot lagi kalau mau cari SBK, walaupun masih harus menahan diri untuk beli bolu bentuk lopelope.

Laahh trus gimana caranya kalo mau beli Bolu Cinta, tapi jauh dari official store? Tenang sodara-sodara, ada banyak jalan menuju Roma, ada banyak cara untuk memesan SBK. Salah satunya dengan menghubungi Call Center 1500-556, Chat Center 0811-825-0044 (WA/Telegram) atau LINE Official @siliwangibolukukus.

Ajibnya lagi kalau pesan langsung via call center, FREE DELIVERY Braii,.. cukup bayar pesanannya aja, Bolu Cinta SBK sudah sampai didepan rumah kalian semua.

Untuk saat ini promo FREE ONGKIR SBK, hanya berlaku di wilayah Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang Selatan, Kab. Tangerang, DKI Jakarta, Kota dan Kab. Bekasi, Kota dan Kab. Bogor, Kota Depok, Kab. Cianjur, Kota Sukabumi, Kota Cirebon, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kota Garut, dan Kota Tasikmalaya.

Lalu yang diluar kota-kota tersebut bagaimana? Tenang Braii, tak ada gading yang tak retak, tak ada SBK yang tidak bisa diantar. Kita bisa pesan melalui marketplace Siliwangi Bolu Kukus di ShopeeMall, Tokopedia, Bukalapak, OLX, dan Kaskus, tinggal pilih mau belanja dimana, sesuaikan sama saldo tersisa.

Kalau masih beranggapan ribet buka-buka marketplace, takutnya, niat awal beli SBK, checkoutnya malah beli panci atau gear sepeda mending ikuti saran saya aja, yaitu pesan melalui aplikasi, cari di playstore, i-store atau pun Windows Store Siliwangi Bolu Kukus, biar makin fokus belanja bolu lopelope.

bolu-cinta-siliwangi-bolu-kukus


Pertanyaan selanjutnya, seenak apa bolu lopelope ini menggantikan coklat di bulan yang penuh kasih sayang? Seenak apa? Saya harus jujur, enak banget. Dari awal mencoba SBK 1 tahun lalu, rasa dan tekstur lembutnya tidak berubah. Selalu konsisten. Pun dengan rasa dan tekstur Bolu Cinta.

Bukannya lebai, tapi saya belum nemu bolu yang teksturnya seempuk ini tapi gak bikin nempel dimulut. Bisa jadi karena saya kurang gaul di wilayah per-boluan, tapi sejauh ini, SBK jadi pilihan saya kalau masalah bolu. Ada beberapa toko yang menjual bolu di dekat tempat tinggal saya, dari yang produksi rumahan sampai toko besar, dan belum ada yang menyamai karakter SBK.

Bolu Cinta mempunyai banyak varian, ada 10 varian rasa dengan 5 macam isi yaitu original, coklat, keju, susu dan kacang. Saya udah coba, varian Susu Coklat, Brownies Coklat, Nanas Original dan masih mau nyobain yang lain, terutama varian alpokat.

Ukuran Bolu Cinta, ada 3 macam. Ukuran S isi 4 pcs, ukuran M isi 8 pcs dan ukuran L isi 12 pcs. Tinggal disesuaikan aja. Kalau untuk menaklukkan hati si dia dan terlihat lebih intimate bisa pilih Bolu Cinta ukuran S/4pcs, dengan harga yang terjangkau Rp.13.000 (untuk varian Mix Rp.15.000). Sedangkan ukuran M isi 8pcs Rp.25.000 dan ukuran L isi 12pcs Rp.35.000.

Packaging Bolu Cinta SBK di desain dengan cantik tanpa mengurangi sisi keamanan produknya. Selain ada kemasan luar berbahan karton tebal dipojok kanan ada jendela plastik berbentuk hati agar pembeli bisa melihat bentuk dan warna bolu cinta. Lalu ada tray plastik untuk menaruh bolu berbentuk lopelope ini. Kemudian tray ini juga dilapisi plastik yang tertutup rapat dan agar kelembaban tetap terjaga, dibawah tray ada oxygen absorber.

Diharapkan Bolu Cinta ini bisa tahan kurang lebih 7 hari dari tanggal produksi di suhu ruang dan 28 hari (kurang lebih) jika ditaruh di kulkas atau lemari pendingin. 

Saat membeli, perhatikan expired date yang bisa dilihat di plastik pelapis tray. Semua produk SBK tidak menggunakan bahan pengawet, saya sarankan untuk cari tanggal kadaluarsa yang terlama, kecuali ingin dihabiskan 2-3 hari setelah membeli. Percayalah, enghabiskan 12 Bolu Cinta dalam 1 hari bukan hal yang sulit.

Gimana? Penasaran sama bolu lopelope, Bolu Cinta dari Siliwangi Bolu Kukus? Ya udah langsung pesen aja. Saya juga udahan kok nulis artikelnya, mau menikmati bolu lopelope sampil menyeruput kopi di siang hari ini. Sampai jumpa..

Salam sehat dan bahagia selalu untuk kita semua.

Read More