Bersama Wujudkan Transportasi Publik Ramah Bagi Disabilitas

Kamis, 11 Oktober 2018

2 komentar
Mau tau berapa jumlah kendaraan yang masuk kewilayah DKI setiap harinya? Menurut data statistik 2015-2016, ada total 18 juta kendaraan berkeliaran di jalanan Jakarta. 38% adalah mobil, 49% motor dan angkutan umum 13%. 


Coba bayangkan, penduduk Jakarta yang tercatat secara resmi ada 9 juta orang, laahh kendaraannya yang ada di jalan kok bisa sampai 18 juta ya? Dan itu didominasi oleh kendaraan pribadi. Kendaraan angkutan umumnya dari tahun ke tahun jumlahnya makin menurun, kan sedih.

Jujur, belakangan ini saya sangat menikmati berkendaraan umum. Ini semua bermula saat jalur Transjakarta koridor 13 mulai beroperasi, sungguh sebuah solusi bagi kami yang tinggal di perbatasan Jakarta dan Tangerang. Semua jadi lebih mudah diakses, mau ke tengah kota atau kemanapun bisa di jangkau dengan nyaman.

Belum lagi kalau MRT sudah beroperasi, saya makin cinta naik kendaraan umum

Bahas angkutan umumnya ini memang rada rumit bin njelimet, secara harfiah moda transportasi adalah alat yang mempermudah pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya.

Siapa yang di permudah? Tentunya semua pengguna moda transportasi khususnya angkutan umum, baik orang normal ataupun saudara kita yang terkategori difabel atau disabilitas. Karena aktivitas bukan hanya milik orang normal saja ya kan? Difabel juga butuh. Jangan sampai keterbatasan fisik mereka jadi hambatan beraktivitas dalam menggunakan angkutan umum.

Sebenarnya apa saja yang dibutuhkan saudara-saudara kita para difabel untuk dapat dengan mudah menggunakan angkutan umum? Diantaranya meliputi:

· Alat bantu naik turun dari dan ke sarana transportasi, pintu yang aman dan mudah diakses,

· Informasi audio atau visual dan tanda atau petunjuk khusus pada area pelayanan.

· Tempat duduk prioritas dan toilet yang mudah diakses, serta penyediaan fasilitas bantu yang mudah diakses, aman dan nyaman.

Pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan peraturan agar para difabel bisa dengan mudah beraktifitas sehari-hari. Setidaknya tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 98 tahun 2017 tentang Penyediaan Aksesibilitas Pada Pelayanan Jasa Transportasi Publik Bagi Pengguna Jasa Berkebutuhan Khusus, penyelenggara jasa transportasi publik harus menyediakan sarana dan prasarana layanan yang aksesibel bagi pengguna jasa disabilitas.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, pada 2015 mencatatat jumlah penyandang disabilitas di Ibu Kota mencapai 6.003 jiwa, mungkin untuk data tahun 2018 tidak akan banyak berubah.

Kita bisa bayangkan ada kurang lebih 6.000 penyandang disabilitas yang ingin melakukan aktivitas sehari-hari, dan butuh berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Yang tentu butuh transportasi dan fasilitas yang mendukung mereka.

Pak Budi Karya, Menteri Perhubungan pernah berkomentar bahwa saat ini banyak fasilitas publik yang kurang memperhatikan penyandang disabilitas. Untuk itu, beliau pun berjanji akan mengembangkan fasilitas layanan disabilitas dalam sektor transportasi.

Kementerian Perhubungan telah berupaya mengembangkan fasilitas pelayanan jasa transportasi bagi pengguna berkebutuhan khusus atau disabilitas.

Salah satunya dengan terus meningkatkan aksesibilitas bagi pengguna disabilitas pada prasarana transportasi publik di antaranya, ubin tekstur pemandu pada pedestrian, loket, toilet, tanda petunjuk khusus ada area pelayanan (parkir, loket, toilet) dan informasi visual atau audio terkait informasi perjalanan. Kemudian, pintu aksesibel dengan dimensi sesuai lebar kursi roda, area drop zone, dan ramp (jalur landai) dengan kemiringan yang sesuai.

Bahkan penyelenggara sarana dan prasarana transportasi wajib juga menyediakan ruang pusat informasi dan personel yang dapat membantu pengguna jasa disabilitas. Setiap sektor transportasi harus ada personel yang terlatih untuk membantu memberikan informasi bagi disabilitas. Yang paling penting penyediaan fasilitas aksesibilitas dan pelayanan khusus ini tidak dipungut biaya, alias gratiiisssss.
Data Statistik penyandang disabilitas di DKI Jakarta berdasarkan wilayah
Hal-hal tersebut sudah banyak kita lihat terealisasi. Contohnya, kalau teman-teman naik transportasi umum seperti Busway atau kereta Commuter line, pasti sudah tidak asing dengan kursi khusus yang disiapkan untuk kaum disabilitas.

Walau kadang-kadang ada sebagian penumpang yang diberikan kesempurnaan tapi berpura-pura tidak sempurna. Kalau tidak di ojok-ojokin (bahasa apa ini) sama petugas, mereka pura-pura gak tahu.

Jadi percuma saja komitmen kementerian untuk mendukung program pemerintah terkait peningkatan kesejahteraan disabilitas, kalau tidak didukung oleh kita semua.

Mungkin sebagian kecil orang yang tidak punya kepedulian itu beralasan, mereka sudah lelah bekerja seharian di kota besar maka tak apalah menikmati kursi di angkutan umum walau di dekatnya ada orang yang lebih membutuhkannya.

Kalau berbicara lelah, kita bayangkan sama-sama apakah para difabel itu tidak merasa lelah dengan keterbatasan fisik mereka?

Jadi ingat kata Pak Budi Karya, Menteri Perhubungan RI saat peringatan Hari Disabilitas Internasional, Desember 2017 lalu.

“Target kita adalah menuju masyarakat inklusif, tangguh dan berkelanjutan. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kehidupan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas. Penambahan maupun perbaikan fasilitas sarana dan prasarana pada sektor transportasi dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa disabilitas”.

Karena pengguna jasa disabilitas berhak mendapatkan pelayanan yang terbaik. Yuk bantu mereka untuk tetap mendapat haknya di transportasi umum dan kita bisa naik busway atau transportasi umum lainnya bersama-sama. Bukankah itu menyenangkan?
Read More

Cara Baru Hiburan Masa Kini Di Rumah Sendiri

Senin, 08 Oktober 2018

19 komentar
Kalau ditanya berapa jam dalam sehari menonton TV, saya pasti sulit menjawabnya. Banyak faktor sih, mulai dari waktu diluar rumah yang semakin banyak sampai kualitas siaran TV yang mulai gak jelas. XL Home Pow
XL Home Pow


Dan menurut riset memang ada perubahan perilaku di Indonesia, saat ini makin banyak orang pencari informasi dan hiburan yang berpindah dari televisi ke layanan online ataupun streaming video.

Kalau boleh jujur program televisi yang sering saya tonton adalah film layar lebar, olahraga, berita terkini dan talkshow ringan inspiratif dengan komedi yang gak alay dan tentunya nggak banyak iklan.

Ribet gak sih? Saya emang banyak maunya kok, habis gimana, saya kan mau nonton acara yang memberikan aura positif untuk otak saya. Dan nggak banyak stasiun televisi yang punya karakter seperti ini. XL Home Pow

Salah satu alternatif hiburan atau cara saya mencari informasi adalah, browsing di smartphone. Mulai dari baca berita, lihat timeline twitter sampai lihat video streaming.

Melihat video streaming ini menyenangkan dan bikin lupa waktu sampai bikin kuota internet saya bocor…cor…cor… (puussiing).

Kalau sudah ketemu channel yang cocok dan menarik apalagi terkait tips/trik dan film mengenai fotografi saya suka kebablasan. XL Home Pow

Kalau di tonton sih mendingan, lah ini kebablasan sampe ketiduran. Jadilah youtube untung banyak gara-gara streamingnya jalan terus dan saya pun terus tidur. Bangun pagi langsung senewen begitu ngelihat youtubenya masih jalan terus karena autoplay.

Sebenarnya melihat video streaming di smartphone itu praktis banget, apalagi kalau kita diperjalan. Mau di Transjakarta, Commuterline, naik ojek online atau sekedar membuang waktu di halte, lihat hiburan di smartphone itu cara efektif untuk membunuh rasa bosan.

Kendalanya kalau sudah sampai dirumah, trus kita mau lanjut nonton video streaming. Bisa sih di smartphone tapi apa nggak kasihan sama mata kita? Seharian cuma ngelihat tayangan di layar 5inchi. Pegel kelleeuuss..XL Home Pow

Pada awalnya saya mensiasati dengan konek internet yang terhubung ke laptop. Jadi sesampainya dirumah saya sambungkan laptop dengan kabel HDMI untuk disambungkan ke televisi LED 32 inch di ruang tamu. Nyaman sih, tapi kurangnya, saya jadi gak bisa kerja menggunakan laptop karena fokus hanya digunakan untuk melihat hiburan.

Jadi saya harus memilih, kalau mau kerja ya fokus kerja. Setelah itu kalau mau lihat streaming video baru konek ke layar TV. Nggak asik kan..? XL Home Pow

Untung sekarang saya sudah menemukan solusi-nya. XL Home Pow! adalah jawabannya.

XL Home Pow

Apa sih XL Home Pow! itu? Mungkin dari kalian masih ada yang kurang familiar dengan brand ini. Sederhananya, XL Home Pow! ini merupakan penyedia layanan internet dari XL Axiata dimana pelanggan bisa merasakan sensasi nonton online streaming di TV dengan menggunakan internet fiber optik yang berkecepatan hingga 300Mbps unlimited, alias kuota tanpa batas!

Layanan internet ini juga sudah dilengkapi dengan Android TV Box (dengan OS Oreo) yang menyediakan beragam tayangan hiburan, mulai dari film Hollywood sampai film Indonesia terkini yang bisa ditonton langsung di channel Iflix dan CatchPlay. Banyak juga kategori hiburan lainnya, seperti kartun edukasi untuk Anak yang bisa disaksikan di channel Da Vinci, eSports Channels, Health, Wellness dan Food Channels juga ada. Selain itu, tentu saja kita juga bisa mengakses beragam aplikasi favorit seperti Spotify, YouTube, GooglePlay Movies, aplikasi penyedia berita dan informasi, seperti Bloomberg & Fox News, dan juga sejumlah layanan on-demand video lainnya. Cukup komplit menurut saya yang bisa kita rasakan dari XL Home Android TV box berwarna putih ini. Keren banget kan? XL Home Pow

Dengan XL Home Pow! kini saya bisa tetap bekerja dengan laptop sambil menikmati video streaming di rumah tanpa takut kehabisan kuota. Dan yang lebih menyenangkannya lagi, saat sudah dirumah,mata saya tidak perlu lagi bersusah payah melihat ke layar 5 inch smartphone. Semuanya sudah terpampang jelas di layar 32 inch di ruang tamu.

Gimana? Kamu tertarik nggak nyobain XL Home Pow! seperti saya?

Saya ada video saat unboxing XL Home Pow, semoga tercerahkan ya kak...



Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan internet XL Home POW! bisa cek langsung di www.lebihpow.com atau hubungi layanan customer service melalui email ke xlhomefibercs@xl.co.id atau telpon ke 820 (Pengguna XL) 08170123442 (Non Pengguna XL) Senin-Minggu (08.00-17.00).
Read More