Tips Bagaimana Difabel dan OYPMK di Dunia Kerja

Sabtu, 31 Desember 2022

Tidak ada komentar
Sudah berapa banyak yang kalian lihat, tahu atau dengar disabilitas atau OYPMK diberi kesempatan bekerja ditempat umum atau setidaknya yang berinteraksi, bersosialisasi dengan orang banyak?



Okelah, biar gak bingung jawabnya gw*, kasih pilihan. Nggak pernah denger, pernah denger tapi belum lihat secara langsung, pernah ngelihat secara langsung. Kalian bakal jawab yang mana?. (*gw - saya)

Kalau Gw pernah ngelihat secara langsung. Sosok disabilitas yang pernah gw temui dan ngobrol secara dekat (karena satu kamar hotel), dan melakukan pekerjaan profesional layaknya sebagian besar manusia yang diberi hampir kesempurnaan fisik adalah (alm) Bang Dzoel seorang fotografer. Gw yakin kalian familiar dengan beliau, sosok yang bisa memberi inspirasi positif tidak hanya untuk para disabilitas tapi juga manusia dengan fisik yang (hampir) sempurna.

Sikapnya biasa saja saat kami pertama kali bertemu, beliau juga yang membuka pintu kamar hotel untuk saya dengan duduk dan meluncur di kursi kerja beroda yang biasa tersedia disetiap kamar hotel . Dan saya makin mengerti kenapa dia begitu cekatan naik dan meluncur di kursi tersebut, karena dengan skateboard pun dia bisa dengan mudah menari-nari. Dan sayapun cukup antusias, ketika dia menawarkan mengajak jalan-jalan dengan mobilnya (yang sudah dimodifikasi) kalau saya main ke Banyuwangi, tempat tinggal beliau.

(Alm) Bang Dzoel, saat kami menjadi narasumber

Event Asian Paragame 2018 juga membuka mata gw, ketika atlit disabilitas dari berbagai bangsa di asia berkumpul dan berprestasi di event multiolahraga. Tidak hanya atlit, ternyata para staff pendukung acara tersebut ada juga dari kalangan disabilitas, mereka yang terkendala kesempurnaan fisik tapi mempunyai kelebihan dan kemampuan untuk bisa berdaya guna dan mensukseskan perhelatan besar olahraga untuk para atlit disabilitas.

Berawal dari tahun 1970 di Inggris yang membuat UU mengenai pengakuan mengenai hak-hak para penyandang disabilitas terutama kesejahteraan, perumahan, dan hak yang sama atas fasilitas rekresasi dan pendidikan. Di tahun 1992 melalui resolusi 47/3 UN/PBB memutuskan tanggal 3 Desember sebagai International Day of Disabled Persons, yang di tahun 2007 diubah menjadi International Day of Person with Disabilites.

Lalu bagaimana di Indonesia? UU mengenai disabilitas baru diresmikan pada tahun 2016 di era presiden Joko Widodo. 71 tahun setelah Indonesia merdeka atau 24 tahun setelah PBB mengkampanyekan International Day of Person with Disabilites. Terlambat? Tidak ada kata terlambat, yang ada seberapa berat perjuangan para disabilitas ini memperoleh kesempatan yang sudah diatur oleh undang-undang kedepannya.

FORUM KOMUNIKASI DISABILITAS CIREBON (FKDC)

Komunitas ini berdiri tahun 2007, 9 tahun sebelum UU Disabilitas disahkan, perjuangan mereka atau visi mereka tidak aneh-aneh, bagaimana para disabilitas dan OYPMK (orang yang pernah mengidap kusta) tidak mengalami diskriminatif dan mendapat akses serta hak-hak disabilitas.

Dan ini semua terangkum dalam UU Disabilitas pasal 5 mengenai hak-hak disabilitas, tertulis ada 22 hak yang bisa didapat oleh para disabilitas dan OYPMK, beberapa diantaranya adalah pendidikan, pekerjaan, kesehatan.

Abdul Mujid, Ketua FKDC

Menurut Bapak Abdul Mujib, ketua FKDC, komunitas selalu memberi pendampingan kepada anggota yang berjumlah 285 orang. Dimana 235 anggotanya merupakan difabel dan 50 orang sisanya adalah OYPMK. Semua anggota berasal dari Cirebon dan sekitarnya, sesuai dengan nama FKDC.

Edukasi terus dilakukan oleh FKDC, salah satunya dengan konseling agar para anggotanya bisa saling menguatkan satu sama lain, ketika berada pada titik lelah. Sosial media juga dimaksimalkan agar terus bisa menyuarakan kesetaraan hak disabilitas, tidak hanya ke sesemama penyandang disabilitas, tapi juga informasi kepada masyarakat umum.

Di UU nomor 8 tahun 2016, salah satunya mengatur mengenai perusahaan swasta yang wajib mempekerjakan paling sedikit 1% penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.

Sejak UU Disabiltas disahkan ditahun 2016, Alfamart sudah bersiap dan menyusun rencana bagaimana para disabilitas bisa ikut berdaya. Bukan hal yang mudah, sosialisasi dikalangan internalpun butuh waktu, belum lagi menyiapkan sistem inkulisi yang harus bisa diakses semua orang.

Sampai akhirnya tagline Alfamart “Milik Masyarakat Luas” membuat semua stakeholder untuk terus mengupayakan dan mencari cara agar para disabilitas ini bisa berdaya guna bersama Alfamart.

Antony Ginting, Recruitment & Selection Manager HO Alfamart

Milik Masyarakat Luas, bisa diartikan masyarakat berbagai kalangan, tidak pandang suku, agama, pendidikan atau keterbatasan fisik. Kurang lebih itu yang disampaikan oleh Antony Ginting selaku Recruitment & Selection Manager HO Alfamart.

Alfamart yang total gerainya sudah mencapai 16.500 dengan total 150.000 karyawan terus berupaya mencapai target pemerintah untuk memperjakan setidaknya 1% dari total jumlah karyawan.

Sampai saat ini, memang belum mencapai 1%, tapi usaha Alfamart untuk menciptakan ekosistem yang inklusi tidak main-main. Hingga Oktober 2022 sudah ada 1112 penyandang disabilitas jadi karyawan Alfamart dan anak perusahaannya. Dengan posisi pekerjaan yang bervariasi, mulai di toko, gudang dan kantor.

Rincian karyawan disabilitas di Alfamart, tuna daksa sebanyak 567 orang, tuna rungu wicara 468 orang, tuna netra 45 orang dan tuna laras grahita sebanyak 12 orang.

Pesan dari Bapak Abdul Mujib ketua FKDC, untuk para difabel dan OYPMK yang sudah bulat memutuskan untuk bekerja, mereka harus mempersiapkan mental terlebih dahulu. Karena stigma negatif tidak akan langsung hilang, pandangan aneh tidak akan langsung sirna.

Harus bisa menerima kekurangan diri, tapi tidak jadi rendah diri, dan terus memperbaiki diri.

Para difabel dan OYPMK juga harus siap dengan budaya kerja perusahaan tersebut, walau seharusnya perusahaan juga mempunyai kebijakan terpisah untuk para difabel dan OYPMK yang bekerja di perusahaan mereka.

Pagi akhir tahun yang mencerahkan, bahwa ternyata kita belum maksimal memberi ruang kepada difabel di negara ini. Beruntung saya bisa hadir di acara daring Ruang Publik KBR bersama NLR pada Rabu 28 Desember 2022. Tema yang diangkat adalah Praktik Baik Ketenagakerjaan Inklusif; Mengantar Mimpi OYPMK dan Disabilitas.


Gw teringat sama stand up comedy Difabel Dani Aditya, walau sebenarnya dia tidak bisa stand up (berdiri) karena aktifitas selalu dikursi roda. Jokes yang membuat Desta salah tingkah, tapi malah justru membuka pikiran kita semua, para difabel mempunyai hak yang sama hidup di dunia ini dengan kelebihannya masing-masing.

Dani Aditya begitu bangga dan menjadi lucu saat menceritakan, anaknya sudah bisa mengucapkan kalimat “Ayah Cacat”. Dan lagi-lagi, Vincent, Desta, Hesty dan Enzy sebagai host tersenyum kikuk, bingung, sementara Dani bisa tertawa lepas.

Read More

Menggunakan Diapers MAKUKU Cara Orang Tua Menghindari Ruam Popok Pada Bayi Baru Lahir

Senin, 19 Desember 2022

Tidak ada komentar
Sebuah pertanyaan yang selalu membuat saya sedikit menghela napas adalah saat ditanya, “Anaknya sudah berapa mas?” Langsung muncul kembali senyuman jagoan kami Dahayu Hadiya Raji yang sudah berada di surga dan menunggu saat kami dipersatukan kembali.

Tidak sedikitpun ada perasaan marah atau sedih saat ada yang bertanya seperti itu, kami bahkan dengan lancar menceritakan detil bagaimana tumbuh kembang Dahayu, bagaimana cerianya, pintar bicaranya sampai bagaimana cerita dinginnya ruang ICU rumah sakit, Dayu pergi ditemani lengkap oleh kedua orang tuanya, kakek, nenek dan orang-orang yang menyayangi Dahayu.



Dahayu lahir, 28 Februari 2013, dari angkanya saja sudah spesial, hari terakhir di bulan Februari, tahun 2013, angka 13 yang menurut sebagian banyak orang adalah angka sial adalah angka yang membahagiakan buat kami.

Sejak lahir, kami selalu mencoba mengurus sendiri Dahayu, hanya ada satu orang yang kami percaya si Mbok (begitu dia mau di sebut) yang menjaga Dahayu saat kami berkegiatan. Sejak membantu kami mengurus Dahayu, peraturannya adalah, kalau kami ada di rumah, maka si Mbok boleh istirahat menjaga Dahayu, termasuk hari sabtu dan minggu adalah hari libur si Mbok.

Saya masih ingat detil bagaimana harus dengan susah payah, seorang bapak baru dengan anak gadis yang belum berumur 1 tahun kesulitan memakaikan diapers. Permasalahan yang selalu timbul adalah disorientasi, mana bagian belakang dan mana bagian belakang. Entah kenapa dikala itu, sulit sekali membedakan mana diapers bagian belakang atau depan terlebih diapers yang berbentuk celana,semua telrihat sama.

Mengganti popok malam hari sudah jadi hal yang biasa bagi saya, sebagai fotografer kadang tidur larut malam menjelang pagi adalah kebiasaan buruk yang mau tidak mau saya jalani. Tapi dengan begitu, saya bisa menjaga Dahayu ketika dia sudah mulai gelisah karena diapersnya penuh, sementara Ibu Dahyau bisa istirahat karena harus bersiap untuk beraktifitas esok hari.

Yang menjadi pertanyaan saya kala itu, bagaimana cara mengetahui kalau diapers si kecil kesayangan kita sudah penuh? Saya punya beberapa cara.

Pertama, melihat perilaku si kecil, apakah sudah gelisah dimalam hari. Seperti ada perasaan tidak nyaman.

Kedua, melihat bentuk diapers apakah sudah menggumpal atau menggelembung tidak seperti biasanya.

Ketiga, memegang diapers tersebut apakah sudah terasa lembab dan mencium aroma apakah sudah menyengat atau belum, hmmmm cara ini agak aneh, tapi bisa jadi patokan saya kala itu.

Sempat terlintas, kenapa sih gak bikin produk diapers yang ada indikatornya, kalau sudah penuh, diapers berubah jadi warna loreng tentara atau apalah. Biar kita gak usah menerka-nerka diantara ketidak pasitian.

Kita sudah kesulitan memilih diapers yang cocok, masih diberi kesulitan menentukan apakah diapers sudah penuh atau belum. Ujung-ujungnya kalau kita terlambat mengganti, maka akan timbul iritasi dibagian pantat bayi karena lembab.

Sepeninggal Dahayu, kami belum diberikan momongan, tapi kami di anugerahi keponakan dengan usia yang hampir bersamaan. Saat ini, setidaknya ada 2 keponakan dan 4 cucu yang berumur di bawah lima tahun.

4 cucu diumur 40an? Huuffftt, kami sudah punya cucu, dari keponakan kami yang sudah mempunyai anak.

2 keponakan kami sudah berumur 3 tahun, dan keduanya saat ini sudah lepas diapers, hanya menggunakan ketika sedang dalam perjalanan jauh. Harus diakui umur 3 tahun, walau sudah bisa berkomunikasi tapi belum bisa menahan buang air kecil atau besar dalam jangka waktu yang lama. Sementara kami bukan yang terbiasa membiarkan mereka untuk buang hajat dimana saja (misal diselokan atau bersembunyi dibalik tembok) harus di dalam kamar mandi.

Jadi mereka masih butuh persediaan diapers walau tidak untuk harian, yang selalu jadi perhatian saat mereka menggunakan diapers adalah, bentuk celana mereka yang terlihat menggelembung/menggumpal, sekilas terlihat lucu (montok) tapi kepikiran juga, mereka jadi berat gak ya?

Ruam Popok Pada Bayi

Setelah membaca beberapa literasi, ternyata permasalah diapers bukan hanya bingung mana yang depan atau belakang, menggumpal atau tidak, bocor atau tidak, tapi yang lebih harus diperhatikan ruam popok pada bayi.

Pernah gak denger becandaan atau joke, “muka gw sensitif nih, kaya pantat bayi” Pasti pernah deh, dan kalau dipikir-pikir ada benernya juga sih, pantat bayi itu emang sensitif, terlebih saat menggunakan diapers di malam hari saat tidur cukup lama.

Posisi tidur yang tidak banyak bergerak, intensitas buang air kecil yang lebih banyak ditambah orang tua yang kadang juga terlelap karena sudah lelah seharian beraktifitas, mengakibatkan si kecil berpotensi terkena ruam popok kalau diapersnya tidak maksimal menyerap urin.

dr. S.T. Andreas Cristan Leyrolf, M.Ked (Ped), Sp.A, dokter spesialis anak menjelaskan, “Pada umumnya, bayi perlu mengganti popok setiap 3-4 jam sekali. Hal ini untuk menghindari kontak yang terlalu lama dengan urin dan feses yang dapat meningkatkan pH basa pada kulit.

Ruam popok biasanya ditandai warna merah dibagian paha (lipatan), pantat atau sekitar kemaluan. Selain itu bayi juga bereaksi tidak nyaman/menangis ketika bagian tersebut tersentuh saat akan dibersihkan. Mungkin untuk sebagian orang tua ini hal yang sepele, tapi kalau tidak segera diobati maka akan terjadi infeksi kulit yang serius pada bayi. Dibeberapa kasus, ruam popok bisa menggelembung seperti jerawat atau berair atau berkerak berwarna kuning.

Menurut public figure, Chelsea Olivia, ibu dari dua anak ini, mengungkapkan, “Konsultasi yang paling tepat adalah dengan dokter sebagai ahlinya. Mengganti popok secara berkala merupakan bentuk perawatan yang tepat untuk mengatasi risiko ruam popok bayi. Selain itu, pemilihan popok dengan daya serap yang tinggi juga tidak kalah pentingnya.

MAKUKU Diapers Dengan Inti SAP

Dari sekian banyak merk diapers di pasaran, kalau kalian ingin mencari yang tidak mudah bocor, tidak menggumpal saat penuh urin, punya indikator urin atau punya design u shape untuk melindungi tali pusar khusus ukuran New Born, maka yang kalian cari adalah MAKUKU Diapers.

Baiklah kita coba lihat lebih dalam kelebihan dari MAKUKU SAP Diapers Slim yang sudah saya sebutkan di atas.

MAKUKU berdiri sejak tahun 2020, adalah popok pertama di Indonesia yang menggunakan inti struktur SAP. Lalu apa itu SAP (Super Absorbent Polymer)? Apa bedanya dengan popok lain dalam teknologi daya serapnya?

Popok yang beredar dipasaran menggunakan kombinasi pulp dan SAP. Pulp adalah hasil dari pemisahan serat yang terdapat pada serat kayu yang biasanya digunakan untuk membuat kertas, jadi bentuknya kurang lebih semacam kapas.

Sedangkan SAP yang ada menjadi struktur inti dari MAKUKU adalah polymer hidrophilik yang memiliki kemampuan dapat menyerap cairan lebih maksimal dibanding produk lainnya.




Pada produk diapers yang menggunakan campuran pulp+SAP, maka akan gampang menggumpal tebal & berat lalu juga penyerapan tidak merata.

Sedangkan produk MAKUKU SAP Diapers Slim, dijamin anti gumpal, beratnya lebih ringan, tipis penyerapan merata diseluruh permukaan dan tidak ada osmosis. Karena menggunakan bahan yang bisa menyerap dengan maksimal

MAKUKU SAP Diapers Slim tersedia dalam ukuran NB (new born), S dan M untuk tipe perekat. Sedangkan tipe celana tersedia dalam ukuran M, L, XL dan XXL. Kelebihan lainnya adalah indikator yang berada dibagian bawah diapers. Ada garis berwarna kuning, yang akan berubah menjadi warna biru jika diapers diindikasi penuh. Ini sangat membantu kita sebagai orang tua untuk mengontrol kondisi diapers agar mencegah resiko ruam popok.

MAKUKU SAP Diapers terdiri dari 3 lapisan : Lapisan pertama : Lapisan permukaan non woven, menggunakan permukaan 3D tidak rata seperti popok pada umumnya. Dengan bentuk desain seperti benjolan (tapi tetap nyaman), sehingga membuat sirkulasi popok yang baik, mengurangi kontak langsung dan secara efektif melindungi kulit bayi.

Lapisan Kedua adalah Lapisan inti struktur SAP, yang mempunyai 5 lapisan inti struktur, meningkatkan penyebaran dan mengunci cairan. Sehingga menjaga pantat bayi tetap nyaman, lembut dan tipis di saat yang bersamaan.

Di lapisan ketiga adalah lapisan anti bocor yang dikombinasikan dengan kain non-woven yang menjaga sirkulasi udara yang baik membuat lapisan MAKUKU SAP Diapers Slim tetap lembut selama pemakaian.

MAKUKU SAP Diapers Slim memiliki teknologi tinggi dengan daya tampung 500ml dan area penyerapan pada inti struktur MAKUKU SAP Diapers Slim meningkat sebanyak 9% untuk mengurangi kebocoran. Daya tampung MAKUKU SAP Diapers Slim diyakini jauh dari cukup karena volume urine bayi sendiri hanya berkisar 60 – 100 ml.

Sebagai produk diapers yang baru hadir di Indonesia, MAKUKU aktif memberikan edukasi mengenai resiko ruam popok yang bisa terjadi pada bayi jika para orang tua tidak dispilin mengganti popok dan salah menggunaka produk yang tidka sesuai.

Untuk itu pada 16 Desember-18 Desember 2022, MAKUKU berkolaborasi dengan 10 rumah sakit mengadakan konsulitasi gratis untuk mendukung kesehatan bayi di masa pertumbuhan. Program ini didampingi langsung oleh dokter spesialis anak dan spesialis kulit, untuk mengedukasi Ibu mengenai masalah ruam popok bayi. 10 kota yang telah dipilih yaitu Jakarta, Tangerang, Karawang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Palembang, Lampung, dan Makassar.

MAKUKU Diapers Menurut Mereka

Walau termasuk produk pendatang baru di Indonesia, namum MAKUKU sudah berhasil mengambil hati para ibu-ibu yang peduli dengan kenyamanan buah hati mereka. Telrebih program edukasi yang terus dilakukan secara rutin dan program-program yang semakin mendekatkan diri ke para pengguna MAKUKU.

Salah satu programnya adalah, “Jaminan Tidak Cocok, Uang Kembali”, program yang memberikan jaminan uang kembali kepada para ibu-ibu pengguna MAKUKU SPA Diapers Pro Care, jika setelah menggunakan produk ini, si buah hati malah mengalami ruam popok atau iritasi. Produk mana yang berani menjamin seperti ini?

Program yang berjalan dari tanggal 10 Oktober hingga saat ini, MAKUKU belum menerima pengembalian produk dengan alasan ruam popok pada kulit bayi. Program di 10 kota besar ini mendapat sambutan yang positif dari para ibu-ibu di Indonesia.

Nikita Willy seorang public figure dengan satu anak ini, sudah menggunakan MAKUKU dari awal kelahiran dibuah hati. Dia tidak ingin anaknya mengalami ruam popok atau iritasi yang akan membuat buah hatinya tidak nyaman.

“Dengan adanya MAKUKU, drama ruam popok yang dialami oleh para Ibu dapat lebih mudah diatasi. Tidak hanya menyerap cairan lebih banyak, teknologi SAP dari MAKUKU menjadikan MAKUKU sebagai popok anti gumpal dan anti bocor”. Ujar Nikita.



Bukan hanya dari public figure, ternyata beberapa teman saya sudah menggunakan produk MAKUKU untuk buah hatinya.

Mbak Farida Pane dari Semarang, teman di komunitas, sejak bayinya lahir sudah menggunakan MAKUKU, duhh jadi ingat Nikita Willy. Menurut beliau, si debay nyaman banget, pernah satu kali mencoba ganti merk lain, dan ternyat urinnya tembus sampai ke perut, karena si debay pipisnya kearah atas, padahal saat menggunakan MAKUKU tidak pernah bocor ketika digunakan. Sama halnya dengan Mas Muhammad Erfan di Bogor yang menggunakan MAKUKU untuk anak keduanya sejak diawal kelahiran, karena punya pengalaman anak pertama yang tidak menggunakan MAKUKU sehingga selalu selalu rewel dan terkadang diapersnya bocor.

Cerita mbak Rahmah Chemist dari Jawa Timur cukup unik juga, Sejak si anak tengah menggunaka MAKUKU, si anak sangat nyaman tidur dimalam hari, alhasil, mbak Rahmah yang harus membangunkan untuk mengganti popok karena indikator sudah menunjukkan penuh. Berbeda kalau menggunakan diapers merek lain, si anak akan terbangun tengah malam karena risih dan lembab.

Bagaimana? Sudah yakin dengan kemampuan daya serap MAKUKU dan kemampuannya mengurangi resiko ruam popok? Kalian bisa langsung membeli secara langsung ataupun di e-commerce. Saya kemarin membeli MAKUKU SAP Diapers Slim ukuran XL untuk hadiah keponakan di Superindo, tapi beberapa teman ada yang membeli via online di official store berbagai market place.

Jangan tunggu sampai dedek bayi iritasi dan terkena ruam popok, baru ganti ke MAKUKU

Read More

Kampung Berseri Astra Cidadap Padalarang Menjaga Kelestarian Karst Citatah, Kekayaan Alam Berumur Ribuan Tahun

Selasa, 13 Desember 2022

Tidak ada komentar
Melewati kilometer demi kilometer mengendarai Ayang Dayu, didampingi oleh orang terkasih adalah kepuasan tersendiri. Menjelajah daerah baru, membelah malam, merasakan embun pagi, sapuan angin lembah menerpa pipi, adalah hal yang tidak mungkin bisa kami dapatkan di kota besar seperti Jakarta tempat kami banyak beraktifitas.

kampung-berseri-astra-cidadap-karst-citatah
Ayang Dayu yang selalu setia menemani perjalanan kami. (Sentul 2022)
17 Agustus 2021, satu tahun lebih setelah pandemi masuk ke Indonesia, kami menemukan gairah baru, sebuah cerita petualangan yang membuat kami bisa lebih menghargai betapa pentingnya untuk bersyukur atas semua cipataan Tuhan. Dan merasakan kehangatan antar manusia yang awalnya tidak saling mengenal satu sama lain.

Campervan, cara baru kami untuk melepas penat, untuk memberi jeda kepada tubuh ini bisa merasakan rileksasi yang kalau dikonversikan dalam bentuk uang, akan sulit dihitung. Jangan bayangkan campervan ala kami, menggunakan mobil berbadan besar dengan tempat tidur, perlengkapan dapur, toilet lengkap didalamya (walau ini jadi mimpi kami). Yang kami punya Ayang Dayu, sebutan untuk Toyota Agya type TRD tahun 2015 yang kami sulap menjadi minicamper.

Perubahan sederhana pada Ayang Dayu sengaja kami bikin sefleksibel mungkin karena masih kami jadikan kendaraan andalan. Jika ingin bepergian jauh, Ayang Dayu bisa disulap menjadi tempat istirahat yang nyaman, tapi untuk penggunaan harian mobil LCGC nan tangguh ini siap sedia menghantarkan kemana kami berkatifitas, bahkan mengantar orang tua jika harus kontrol ke rumah sakit.

Perjalanan pertama kami pada hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 tidak berjalan mulus, kami harus menepi dan beristirahat dipinggir jalan, karena masih penerapan pembatasan beraktifitas, walau sudah jauh lebih longgar. Akhirnya sebuah pelataran masjid di daerah puncak menjadi pilihan kami untuk bermalam, sampai pagi menjelang.

Mencari tempat bermalam dengan konsep campervan (tidur di mobil) belum menjadi hal yang familiar di Indonesia, masih dianggap aneh dan tidak wajar.

“Emang lo bisa tidur berdua di mobil” Tanya ibu kami yang berumur 80 tahun lebih, ketika tahu apa yang kami lakukan bersama Ayang Dayu.

Sebenarnya dibeberapa wilayah jawa barat sudah tersedia campground yang memungkinkan kita bermalam di mobil, tapi kami harus pintar memilih, terlebih spesifikasi Ayang Dayu bukan untuk jalan ekstrem jika harus melalui jalan menanjak dan berbatu.

Kalau saja kami mengetahui informasi mengenai Kampung Berseri Astra, bisa kami jadikan referensi untuk kami datangi. Karena secara logika, (seharusnya) infrastruktur menuju desa tersebut lebih layak, timbang kami harus membelah bukit dengan jalan berbatu.

Kampung Berseri Astra Cidadap Padalarang


Kampung Berseri Astra, program Kontribusi Sosial Berkelanjutan Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan 4 pilar program yaitu Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan.

“Mungkin banyak orang beranggapan bahwa program corporate social responsibility kami hanya sekedar pencitraan, namun kami selalu dalam menjalankan program berpegang teguh pada nilai dan visi yang ada di Astra yaitu Catur Dharma terutama poin pertama, Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara" Ujar Riza Deliansyah, Chief of Corporate Affairs Astra dikutip dari e-book/aplikasi Inspirasi dari Kampung Berseri Astra yang bisa di download melalui playstore.

Program yang diluncurkan sejak tahun 2013 ini, tujuannya sederhana, bagaimana mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut. Untuk mewujudkannya, program Kampung Berseri Astra mengajak elemen masyarakat untuk bekerjasama langsung dengan pemerintah daerah yang memiliki peran penting pengembangan wilayah mereka.

Ada 4 kategori Kampung Berseri Astra, yaitu kampung wisata, kampung produktif, kampung hijau dan kampung budaya. Tentunya yang sangat menarik perhatian saya adalah kampung wisata dan kampung budaya, tanpa mengesampingkan kampung produktif dan kampung hijau, tapi menurut saya, banyak wilayah di Indonesia dengan keragaman budaya dan keramahan penduduknya yang bisa menjadi potensi wisata.

Terlebih kalau kita berbicara konsep wisata bermalam di dalam mobil (campervan) yang menjadi alternatif disaat pandemi, karena dianggap lebih fleksibel dan tidak membutuhkan infrastruktur yang rumit. Hanya lapangan parkir, MCK dan arus listrik jika memungkinkan. Sekalipun tidak ada, para pegiat campervan sudah siap dengan daya listrik dari kendaraan masing-masing.


Potensi besar wisata yang tersembunyi dibalik karst Citatah
sumber foto IG @kba_cidadap_padalarang
Penulusuran mengenai Kampung Berseri Astra mengarahkan saya ke daerah Padalarang, lebih tepatnya Kampung Berseri Cidadap. Bukan tanpa alasan, beberapa kali setelah melakukan perjalanan panjang di daerah Bandung dan sekitarnya, alih-alih melewati jalan tol, kami lebih baik lewat Padalarang, Cianjur, Puncak, Bogor dan akhirnya masuk tol Jagorawi dan kembali masuk ke Jakarta.

Padalarang menurut pandangan kami (seperti) tidak ada yang spesial, kalah menjual dibanding dengan daerah wisata Bandung yang menjual kesejukan. Wajar saja, karena Padalarang dikelilingi gunung batu yang menjadi incaran para penambang legal. Satu-satunya landmark terkenal di Padalarang (menurut saya) adalah masjid yang di design oleh bpk.Ridwan Kamil.

Lalu apa yang spesial di KBA Cidadap Padalarang? Jujur saya lebih tertarik dengan cerita warga yang ingin mempertahankan kelestarian wilayah mereka. Karena percuma jika organisasi besar, pemerintah atau pihak luar lainnya berteriak masalah kelestarian lingkungan, tapi tidak selaras dengan semangat warga maka akan sia-sia.

KBA Cidadap Padalarang berada di kawasan Karts Citatah, kawasan yang dilindungi karena merupakan warisan karst tertua yang tersisa di pulau jawa. Coba ulangi lagi kata “yang tersisa di pulau jawa” tapi kali ini diucapkan dengan lebih dramatis.

Eko Yulianto, peneliti dari Puslit Geoteknologi LIPI, dikutip dari website lipi.go.id menjelaskan Karst Citatah merupakan kawasan karst yang tercipta dari 30 juta tahun lalu, terbentang sejauh 6 kilometer dari Tagog Apu sampai Rajamandala.

Tentunya kita tidak ingin Karst Citatah bernasib sama dengan sepupunya Karst Jogja yang terbentuk 40 juta tahun lalu, karst Jogja saat ini tinggal tersisa dengan ukuran 5x5x10 meter akibat penambangan ilegal.

Tidak terlalu sulit mecari referensi mengenai KBA Cidadap di dunia maya, sudah banyak media yang menulis, rekan-rekan blogger pun ada beberapa yang menulis mengenai KBA Cidadap.

Salah satu sumber informasi yang bisa saya temui dan valid adalah dari akun instagram @kba_cidadap_padalarang semua kegiatan yang ada di kampung ini terekam jelas dan semakin membuat saya bersemangat untuk datang ke KBA Cidadap.

Kegiatan beragam di KBA Cidadap sesuai dengan 4 pilar KBA yang mempunyai konsep pengembangan terintegrasi yaitu Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan.

kampung-berseri-astra-cidadap-karst-citatah
sumber foto: IG @kba_cidadap_padalarang
Yang menarik adalah program bank sampah produktif, dengan tag #semangatkurangiplastik para warga bersama-sama mulai memilah sampah dari rumah, kemudian ditabung di bank sampah yang nanti bisa ditukarkan dengan sejumlah uang.

Dari sebuah bangunan sederhana semi permanen, beralaskan semen tanpa keramik, dinding yang sebagian besar kombinasi kayu dan triplek, jendela tanpa kaca yang hanya batasi kawat, dan atap genteng dari tanah liat, nampak didalamnya tumpukan sampah yang tertata. Bingung gak, tumpukan sampah tapi tertata?

Inilah bank sampah yang ada di KBA Cidadap, tempat warga menyetor sampah domestik mereka yang sudah dipilah dan dipilih.

Bedasarkan wawancara langsung teh Mega, rekan blogger yang datang langsung ke KBA Cidadap dan menuliskan di artikelnya, hasil dari tabungan sampah yang berupa uang tersebut bisa diambil langsung atau disimpan terlebih dahulu yang kemudian bisa diambil satu tahun kedepan. Fungsinya kurang lebih mirip seperti tabungan.

sumber foto ig @kba_cidadap_padalarang
Melihat potensi wisata KBA Cidadap, saya semakin terobsesi melihat keindahan, kemegahan dan eksotiknya tebing hawu, Karst Citatah berusia ribuan tahun ini, yang selalu saya pandangi dari kejauhan saat melintasi Padalarang menuju Cianjur.

Kendalanya adalah, apakah Ayang Dayu, mobil tipe LCGC bisa sampai ke KBA Cidadap?

Menurut penuturan teh Mega di artikelnya, kondisi akses jalan menuju KBA Cidadap cukup bervariasi dari jalan yang beraspal mulus, lalu jalan aspal yang agak rusak kemudian berubah menjadi jalan tanah merah sampai jalanan yang hanya bisa dilewati satu mobil saja. Yang harus diperhatikan, jalan tanah merah, mempunyai kesulitan tersendiri di musim penghujan.

Kondisi jalan seperti ini sempat membuat panik suami teh Mega yang bertanggung jawab dibalik kemudi, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti disalah satu rumah warga, sebelum melanjutkan perjalanan.

Hmmmm sepertinya menantang juga perjalanan ke KBA Cidadap. Sekalipun kami kesulitan menuju kesana, tapi rasa hormat kami untuk para warga KBA Cidadap yang sadar akan kelestarian lingkungan kampung mereka, semoga bisa tersalurkan melalui artikel ini.

Mustahil pihak luar yang menjaga kelesatarian Karst Citatah, tapi dengan dukungan pihak luar seperti program Kampung Berseri Astra dan kerjasama aparat pemerintah dan warga sekitar, saya yakin potensi alam Karst Citatah bisa terus terjaga.
Read More