Minggu Pagi Sambangi Siliwangi Bolu Kukus di Kota Serang

Kamis, 30 Juli 2020

Tidak ada komentar
Sesederhana apapun tindakan yang kita lakukan, minimal harus ada alasannya. Supaya punya tujuan dan semangat menjalani hal itu. Seperti halnya saat saya di minta hadir ke pembukaan toko resmi Siliwangi Bolu Kukus di Kota Serang oleh sahabat kami Bang Aswi. Dengan beberapa alasan kuat kami bersedia hadir, kami? Yeepp saya datang bersama pasangan sejiwa @wardahfajri dan tim nggas bareng mbak @daffana.

Bersama para direktur Siliwangi Bolu Kukus
Para penikmat bolu

Jarak dari rumah kami ke toko Siliwangi Bolu Kukus di Kota Serang yang berada di Jl. Raya Serang Jakarta KM.4, Ruko Milenium No.10, Kel. Panancangan, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten (samping terminal Pakupatan Serang) kurang lebih 75km. Atau beda tipis jaraknya dari Kota Bandung ke Garut. Beruntung akses tol mempersingkat perjalanan kami pagi itu, 1 jam lebih 10 menit sudah sampai ke lokasi.

Ngomongin alasan, selain diundang oleh seorang sahabat yang jarang-jarang bisa bertemu terlebih di masa pandemi, alasan lainnya adalah, Serang atau Banten adalah tanah leluhur @wardahfajri. Perempuan ini selalu tegas bilang kalau dia orang Banten, karena memang orang tua aseli Banten, dia lahir di Banten dan kini tinggal di tanah Banten. Jadi semua hal tentang Banten akan jadi nilai tersendiri bagi kami.

Kota Serang berada di bawah kesultanan islam Banten, dan dijadikan ibukota Banten sejak 494 tahun lalu. Woooww hampir setengah abad umur Serang Braii. Karena pengaruh kesultanan islam yang kuat nggak heran kalau di kota ini banyak situs wisata islam. Bahkan pemerintah daerah mengkampanyekan bahwa Serang adalah kota wisata religi.

Salah satu situs yang pernah saya kunjungi adalah situs keraton Kaibon, baru melihat satu situs, saya sudah bisa membayangkan kebudayaan 400 tahun lalu di tanah Serang.

Wisata religi di kota Serang memang jadi andalan, tiap tahun ada 6 juta wisatawan domestik dan mulai tahun ini mulai mengejar target wisatawan dari Internasional.

Tampak depan toko resmi Siliwangi Bolu Kukus di Serang

Alasan kedua adalah nama brand Siliwangi Bolu Kukus. Kata Siliwangi membuat saya ingin tahu lebih lanjut tentang brand ini, dan ternyata penamaan Siliwangi bukan untuk gagah-gahahan saja tapi memang untuk identitas brand bahwa ini adalah ciri khas (panganan) daerah Pasundan.

Pasundan? Memangnya Banten masuk pasundan? Ini alasan berikutnya kenapa saya tertarik hadir.

Kesultanan Islam Banten punya hubungan erat dengan raja Pasundan Prabu Siliwangi. Dari literasi yang sempat saya baca dari laman facebook babad tanah Banten. Ayah dari raja pertama Kesultanan Islam Banten Sultan Maulana Yusuf adalah Anak dari Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati yang beribukan Rara Santang anak dari Prabu Siliwangi.

Tidak sampai di sana, Ibu dari Sultan Maulana Yusuf (Nyai Kawunganten) ternyata juga punya hubungan kekerabatan dengan Prabu Siliwangi. Nyai Kawunganten mempunyai Ayah bernama Surosowan anak dari Prabu Siliwangi.

Lohh kok bisa sama-sama dari Prabu Siliwangi? Ini sangat memungkinkan, dari literasi tersebut saya mengetahui bahwa Prabu Siliwangi mempunyai lebih dari satu Istri atau permaisuri dan hal seperti ini sudah lumrah di masa kerajaan seantero nusantara.

Jadi hadirnya toko Siliwangi Bolu Kukus di Serang sedikit banyak mempunyai kaitan cerita sejarah, seakan ingin menyatukan simpul-simpul sejarah peninggalan Prabu Siliwangi. Setidaknya ini alasan lain bagi saya untuk hadir.

karyawan menggunakan APD lengkap
Para pegawai Siliwangi Bolu Kukus menggunakan APD lengkap saat melayani para pelanggan

Siliwangi Bolu Kukus di Kota Serang

Bukan mencari cucokologi, tapi penuturan saya diatas kurang lebih sama dengan pemaparan Muhammad Faizal selaku Direktur CV Boga Karya Siliwangi yang mengatakan, "Store PP adalah store resmi ke-5 Siliwangi Bolu Kukus yang telah tersebar lebih dahulu hadir di Bogor, Bandung, dan Cibinong. Ini adalah salah satu upaya kami untuk terus berkarya dalam bingkai pelestarian khasanah makanan nusantara khususnya di Bumi Pasundan."

Siliwangi Bolu Kukus ingin menjadi pelestari khasanah makanan nusantara khususnya di tanah Pasundan. Lagi-lagi dari literasi yang saya baca, wilayah kerajaan Pasundan yang berpusat di Pakuan (Bogor) sangat luas, mulai dari Pesisir Banten, Cirebon dan sebagian kecil Jawa Tengah. Bahkan Jakarta diyakini juga ada pengaruh kerajaan Pasundan, setidaknya terlihat dari penamaan pelabuhan Sunda Kelapa.

Tidak heran, Siliwangi Bolu Kukus yang berpusat di Bogor ini sedikit-demi sedikit fokus meresmikan toko di beberapa titik daerah Pasundan. Selain toko pertama mereka berdiri di Stasiun Bogor, pusat semua pengolahan Siliwangi Bolu Kukus juga berada di Bogor, tidak jauh dari stasiun Baranangsiang.

Pengolahan Siliwangi Bolu Kukus hampir keseluruhannya menggunakan mesin, mengurangi sentuhan tangan manusia agar lebih higienis. Untuk memasukkan bolu yang sudah jadi kedalam kemasannya saja menggunakan mesin, tanpa disentuh oleh para pekerja.

Setidaknya sudah ada 12 Varian diproduksi Siliwangi Bolu Kukus yang bisa dinikmati pecinta kuliner. Lalu juga ada 2 varian yang baru (Martabak Kacang dan Talas Oren) yang di perkenalkan pada bulan Juli 2020 ini, Sementara 1 varian Jeruk Garut akan segera diluncurkan kepasaran oleh produsen bolu yang mempunyai karyawan kurang lebih 200an pekerja ini.

pengunjung dalam toko dibatasi
Pengunjung yang masuk toko di batasi jumlahnya

Minggu pagi jam 09.00WIB di pelataran toko resmi Siliwangi Bolu Kukus sudah ada puluhan pelanggan yang berdiri mengantri dengan saling menjaga jarak. Berdiri rapi sesuai tanda yang diberikan panitia, menggunakan masker dan cuci tangan saat masuk ke toko. Sebelum memasuki jalur antrian, alas kaki/bagian kaki para pengunjung disemprot disinfektan.

Walau harus menunggu bergiliran dibawah terik matahari ala daerah pesisir pantai sebelum masuk ke dalam toko, tapi tidak menyurutkan semangat para pengantri untuk mendapatkan promo beli 1 seharga Rp.30.000 mendapatkan 3 Siliwangi Bolu Kukus.

Pada hari pembukaan toko resmi Siliwangi Bolu Kukus di Serang memang ada promo beli 1 dapat 3 untuk 1000 pembeli pertama. Dibagi menjadi 2 waktu, sesi pagi hari jam 09.00 sd jam 12.00 untuk 500 pelanggan pertama. Lalu sesi sore dari jam 15.00 sd Jam 18.00 untuk 500 pelanggan berikutnya.

Dari pantauan saya pagi hari itu, jam 10.30 sebanyak 500 antrian untuk sesi pagi sudah habis. Para pelanggan tinggal menunggu antrian untuk bisa masuk ke toko dan menyelesaikan transaksi.

Untuk paket pembelian promo sudah bundling, hanya boleh mengambil sesuai paket yang ada dan tidak bisa memilih varian. Ini dilakukan agar tidak terjadi antrian yang lama karena sibuk memilih.

Bayangin aja harus memilih 3 dari 14 varian (termasuk 2 varian baru) pasti lama dong? Nanti kasian yang nunggu diluar. Jadi panitia memutuskan menggunakan sistem bundling untuk paket promo beli 1 dapat 3.

Siliwangi Bolu Kukus di Serang ini menempati ruko 3 lantai, bagian bawah khusus store display sisanya untuk operasional karyawan dan tempat penyimpanan. Lokasi dalam toko sangat nyaman, kenapa? Saya tetap merasa sejuk walau di dalam store ada 20 orang yang sedang mengantri menyelesaikan transaksi.

Rak dengan elemen bambu dan tas belanja model rajut juga menambah kuat ciri khas nusantaranya. Malah mbak @daffana berfikir kalau tas cantik rajutan seperti dari pelepah pisang atau eceng gondok tersebut juga dijual, hampir mau dibayarin. Ternyata hanya untuk didalam toko saja.

Interior toko didominasi warana coklat kekuningan khas warna bambu kuning
Saya belum pernah nyobain Siliwangi Bolu Kukus sebelumnya, dan begitu nyoba, satu kata yang terekam diotak saya, lemmbuuttttt. Bahkan saat sampai dirumah, keponakan berumur sebeles bulan pun gak kesulitan mengkonsumsi Siliwangi Bolu Kukus, tentunya dengan porsi yang disesuaikan biar gak tersedak.

Lalu varian Siliwangi Bolu Kukus gak cuma sekedar nama dan warna, tapi rasanya beneran kerasa. Contoh Siliwangi Bolu Kukus varian Apokat Mentega, rasanya ya beneran kaya makan alpokat mentega tentunya dalam bentuk bolu. Pun saat saya nyobain Siliwangi Bolu Kukus varian Mangga Indramayu, astaaggaa, rasa mangga bener ada, sampe berasa tiba-tiba gatal gitu ditenggorakan hahahaha, nggak deng ini mah lebai.

Dari varian Siliwangi Bolu Kukus yang ada, 3 terbaik menurut pribadi saya adalah, Apokat Mentega, Martabak Kacang (ini sih, sumpah keren baru nyoba trus langsung doyan) dan yang ketiga Kopi Bogor. Padahal saya belum nyobain varian Kopi Bogor, tapi udah bisa bayangin rasanya. Next bakal saya order varian ini.

Nahh yang jadi tugas berat itu adalah, gimana cara mesennya buat kita-kita yang jauh dari toko resmi? Contohnya kaya saya yang tinggal didaerah perbatasan Tangerang dan Jakarta. Di dekat kami belum ada toko resmi Siliwangi Bolu Kukus.

Jangan khawatir, kita bisa nikmati semua varian Siliwangi Bolu Kukus dengan memesan online dan langsung diantar kerumah. Untuk Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok sampe Cirebon sudah ready tim deliverynya. Tinggal duduk manis dan free Delivery alias gratis ongkir, edunn maredun ini mah.



Cuus lah langsung kepoin aja instagramnya atau bisa hubungi langsung Call Center 1500-556 atau Chat Center WA/Telegram 0811-825-004 bisa juga via Line @siliwangibolukukus untuk menikmati kelembutan Siliwangi Bolu Kukus dengan cita rasa nasional.

Berikut Store Resmi Siliwangi Bolu Kukus:
1. Store Resmi Moh. Toha, Bandung
Jl. Moch. Toha No.145, Kel. Cigereleng, Kec. Regol, Kota Bandung, Jawa Barat 40243

2. Store Resmi Stasiun Bogor, Bogor
Jl. St. Bogor, Kel. Cibogor, Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16124

3. Store Resmi Pakansari, Cibinong
Jl. Kolonel Eddie Yoso Martadipura, Kp. Cikempong, RT.001/RW.005, kel. Pakansari, Kec. Cibinong, Kab. Bogor. Ruko No.3, Jawa Barat 16915

4. Store Resmi Cikaret, Cibinong
Jl. Raya Cikaret 11-9, Kel. Pabuaran, Kec. Cibinong, Kab. Bogor, Jawa Barat 16915

5. Store Resmi Pakupatan, Serang
Jl. Raya Serang Jakarta KM.4, Ruko Milenium No.10, Kel. Panancangan, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten 42124
Read More

Tempat Wisata dan Penginapan Murah di Pagar Alam Sumatera Selatan, Pengalaman Pertama

Sabtu, 11 Juli 2020

Tidak ada komentar
Kota Pagar Alam adalah kota kedua (setelah Palembang) di Sumatera Selatan yang berhasil memikat saya untuk kembali lagi. Kenapa? Karena saya bener-bener buta informasi mengenai tempat wisata dan penginapan murah di Pagar Alam Sumatera Selatan di perjumpaan pertama ini.
Jadi rada-rada gemes bingung gak tau mau kemana, beruntungnya saya kesini dalam rangka bekerja, jadi dinikmati saja. Selain itu ada kawan yang tahu seluk beluk kota yang luasnya hanya 633.66 kilometer persegi ini.

Kebun teh Pagar Alam
Hamparan kebun teh adalah pemandangan wajib di kota Pagar Alam.
Sebenarnya gak beda jauh sama luas Jakarta (664 kilometer persegi), tapi karena penduduknya gak lebih dari 200ribu jiwa, menjadikan kota ini sangat nyaman, aman, tenang dan damai, ini serius saya gak lebaaii.

Coba bandingkan dengan Jakarta yang jumlah penduduknya 10jt. Dan ini yang tercatat di KTP, blum lagi pas jam kantor saat para pekerja yang tinggal di kota penyangga tumplek blek masuk kedalam kota, mumeettt braii..

Sedikit ilustrasi, kepadatan penduduk di Pagar Alam itu, 211 jiwa per Kilometer persegi. Biar gampang, analoginya saya bikin mudah. Semua pasti pada tahu area Monumen Nasional (Monas) kan? Luas monas 80Hektare berarti kurang dari 1 kilometer persegi.

Jadi coba kita bayangin, area Monas tersebut Cuma dihuni oleh 211 orang. Gimana? Kebayang sepinya gak? Nahh itulah kota Pagar Alam, kalau kita bandingkan luas daerah dan jumlah penduduk. Sumpah, ini jadi tempat yang nyaman untuk istirahat dan merefleksi diri. Sedangkan kalau mau tahu kepadatan Jakarta, bayangkan aja area monas itu diisi oleh 15ribu orang, guubbraakk..

Tapi jangan langsung jadi parno, takut dan ragu kalau ke Pagar Alam bakalan hidup dan tinggal di pedalaman yang jauh dari teknologi. Gak gitu juga Braii, Kota Pagar Alam layaknya kota-kota di pulau Jawa. Sangat hidup disiang hari tapi begitu malam menjelang, langsung cepat senyap.

warung kopi Pagar Alam
Salah satu warung kopi yang sempat saya singgahi
Waktu saya kesana, sudah cukup banyak warung kopi berkonsep modern yang mulai bermunculan. Sayangnya saya blum eksplore tempat-tempat ngopi tersebut. Pun Wisata kuliner, jangan takut kelaparan, karena menurut cerita kawan saya, sudah banyak rumah makan dengan citarasa lokal yang bisa memuaskan rasa kuliner kita. Lagi-lagi saya blum sempat eksplore karena keterbatasan waktu.
Itulah kenapa saya ingin ke Pagar Alam lagi, untuk bisa lebih eksplore dengan santai menikmati wangi kebun teh yang tersapu angin gunung Dempo. Mimpinya saya roadtrip dari Jakarta menuju Pagar Alam, doakan ya Braii.

Kalau dilihat dari sejarahnya, wilayah Pagar Alam merupakan daerah kerajaan Jagat Basemah, yang Rajanya biasa disebut Ratu masih keturunan dari Majapahit. Mereka migrasi ketika Majapahit mulai mengalami keruntuhan di abad ke-6.

Seiring berjalannya waktu kerajaan Jagat Basemah pada generasi kesepuluh menyatukan diri dengan kerajaan Palembang. Dan menariknya bukan karena ditaklukkan tapi secara sukarela, Salah satu bukti adalah masih adanya gelar Ratu/Raja sampai di keturunan ke-12 kerajaan Jagat Basemah.

Bahkan saat kerajaan Palembang ditaklukkan Belanda, Kerajaan Jagat Basemah tidak ikut tunduk. Mereka melawan invasi Belanda dan Perlawanan kerajaan Jagat Basemah tercatat dalam sejarah sebagai perlawan paling lama di Sumatera Selatan saat melawan Belanda di abad-19, yaitu selama 50 tahun.

perkebunan Pagar Alam
Selain teh dan kopi, coklat juga menjadi komoditas Pagar Alam dan kabupaten Lahat 
Pagar Alam berada di ketinggian 400-3000 meter di atas permukaan laut, nggak heran kalau udara di Pagar Alam sangat sejuk. Bahkan banyak yang bilang kota ini adalah puncaknya Sumatera Selatan karena merupakan area tertinggi di Provinsi tersebut. Benar-benar sebuah kota yang di pagari oleh keindahan alam.

Kalau kita main ke Pagar Alam, maka kita akan dimanjakan oleh hamparan kebun teh yang sangat luas sepanjang mata memandang. Ini memang menjadi potensi keunggulan masyarakat sekitar selain kopi. Setidaknya itu yang saya rasakan di malam pertama usai mengisi perut, tepat di sebelah warung makan kami ada sebuah kios kecil yang sedang menggiling biji kopi dengan cara manual. Aroma kopi yang tercium sangat khas, sampai terbawa mimpi malam itu.

Curup Embun Pagar Alam
Curup embun, jangan sekali-kali mendekat dengan membawa kamera kalian. Karena percikan airnya cukup deras.
Pagar Alam juga mempunyai banyak tujuan wisata, salah satu yang sempat kami kunjungi adalah curup embun atau air terjun embun. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Pagar Alam, tapi saran saya persiapkan energi dan kondisi tubuh yang baik, karena untuk menuju ari terjun ini harus menuruni tangga yang cukup jauh. Walau sudah dibuat tangga untuk menapak, tetap saja menguras energi dan harus tetap berhati-hati.

Saat kami tiba di curup embun, airnya berwarna coklat, menurut kawan yang memandu, hal ini di karenakan baru turun hujan, jadi airnya tidak sejernih biasanya. Alhasil kami hanya menikmati percikan air yang menerpa keras kebadan kami. Walau tidak berani mendekat ke area air terjun, tetap saja kami basah kuyup.

curup embun Pagar Alam
Bermain air, sayang kondisi airnya tidak terlalu jernih.
Setelah puas bermain air, tantangan kami selanjutnya adalah naik menuju lahan parkir kendaraan melewati tangga yang sama saat kami datang. Sudah terbayang letihnya, tapi satu penyemangat kami adalah, segelas kopi hangat dan semangkok mie instant panas lengkap dengan potongan cabai rawit hijau yang sudah menanti di atas.

Hotel dan Penginapan di Pagar Alam

Infrastruktur kota Pagar Alam yang memisahkan diri dari kabupaten Lahat pada 2001 ini sudah sangat baik. Jalan beraspal disebagian besar kota, signal telekomunikasi baik (setidaknya saya gak dibikin kesal), fasilitas kesehatan sampai warung modern sudah banyak disetiap sudut kota.

Pemerintah setempat sangat paham bahwa untuk menjual pariwisata Pagar Alam, semua infrastruktur harus dibenahi terlebih dahulu. Terlebih jalan darat, karena ini masih jadi akses terpenting untuk bisa ke Pagar Alam.

Ada penerbangan dari Palembang atau Bengkulu (kalau saya tidak salah), tapi karakter geografis Pagar Alam dengan dataran tinggi dan berbukit jadi kendala tersendiri. Seorang kawan pernah bercerita, pesawatnya harus balik ke bandara asal, tidak bisa mendarat karena saat itu disekitar bandara Pagar Alam dikelilingi kabut.

Selain akses jalan yang sudah cukup baik, tempat menginappun sudah sangat banyak dan bervariasi dengan menawarkan keunikan masing-masing, tentunya dengan harga yang relatif terjangkau.

Rekomendasi saya adalah D’Cabin Pagar Alam, kenapa? Karena ini pengipanan pertama saya di Pagar Alam dan sangat tidak mengecewakan.

Lokasi D’Cabin dikelilingi kebun teh tapi tidak jauh dari jalan raya. Dari lobby kita bisa melihat jalan raya dan kebun teh secara bersamaan.
Suasana saat bangun tidur di pagi hari yang bisa kita nikmati adalah aroma daun teh yang basah oleh embun, melihat matahari yang muncul dibalik bukit dan menapaki ruas jalan setapak  di antara sela tanaman teh yang menghijau sambil berinteraksi dengan warga yang sedang beraktifitas.

D'Cabin Pagar Alam
D'Cabin saat malam menjelang. posisi kamar ada di kanan dan kiri. Bagian tengah bisa digunakan untuk berkumpul menikmati malam
Konsep D’Cabin Pagar Alam sangat unik, semacam villa yang satu unitnya bisa ditempati 2-3 orang. Bentuk atapnya miring tidak simetris terkesan modern minimalis.
Yang bikin saya jatuh hati adalah, area tengah yang dibiarkan luas dan diisi meja dengan kursi disekitarnya. Asik banget buat ngobrol ngalor-ngidul menatap bintang sambil megang segelas teh, sesekali menggigil kedinginan karena angin gunung yang datang tiba-tiba. Wajar saja, karena lokasi D'Cabin berada di bawah kaki Gunung Dempo.

Di pojok tengah dan kanan ada ruang makan, sebelah kiri ada dapur yang bisa digunakan bersama untuk masak air dan meminjam peralatan makan. Baiknya setelah selesai peralatan makannya dicuci agar tidak merepotkan tamu lain yang akan menggunakan.

D’Cabin Pagar Alam, walau tidak terlalu luas, tapi punya sudut-sudut yang menarik untuk objek foto. Selama kami menginap disana, setidaknya ada 2 rombongan yang memanfaatkan lokasi D’Cabin untuk berfoto. Sepasang calon pengantin yang sedang prewed dan influencer lokal yang sedang cari spot foto untuk produknya.

spot foto D'Cabin Pagar Alam
D'Cabin sering dijadikan lokasi pemotretan Pre-Wedding
Untuk foto prewedd disarankan sewa kamar aja, agar mudah untuk make-up dan menaruh barang bawaan. Setidak itu peraturan saat kami berkunjung pertama kali. Tapi kalau mau sekedar selfie bareng teman-teman di D’Cabin cukup datang dan memesan makan, karena restorannya terbuka untuk umum.

Semakin panjang menulis tentang Pagar Alam, saya semakin kesel dan gemes mau balik lagi. Jadi baiknya saya sudahi saja, sambil riset mencari jalur paling aman dan nyaman, persiapan kalau mau ke Pagar Alam lewat jalan darat dari ibukota.

Atau teman-teman punya rekomendasi jalur? Pliss tulis dikolom komentar ya.. Tulisan selanjutnya adalah pengalaman jalan darat dari Palembang ke Pagar Alam.

Pagar Alam, saya akan datang kembali.

Read More

Learn From Home Bersama Fendi Siregar, Maestro Fotografi Bergaya Sufi

Rabu, 03 Juni 2020

Tidak ada komentar
13 Mei 2020, sebuah pesan singkat masuk kedalam telepon pintar saya,  dari mbak Widya Armin, salah satu fotografer senior yang sering saya "curi" ilmunya. Memberi info tentang kelas online pak Fendi Siregar.

Malam ini yuk 
setelah Terawih dan Tadarusan tentunya

Sambil minum kopi santai sambil menyimak obrolan seputar Fotografi bersama  Pak Fendi Siregar. 

Ojo lali yoooo gaiiiiss 

Time to GURU gives his WORDS.
LFH VCLASSROOM. Eps. 37 with Pak Fendi Siregar

Fendi Siregar


Sebuah pesan yang bikin sore menjelang waktu berbuka itu semakin indah. 
Dimasa pandemi seperti sekarang, mengisi hari dengan hal-hal yang positif bisa menjaga kewarasan kita Braii. Salah satu ikut kelas online, Learning From Home.

Dan pada kesempatan ini, pematerinya adalah maestro fotografi Indonesia pak Fendi Siregar.

Pernah dengar namanya, tapi belum pernah bertemu, bahkan menyambil ilmu dari pengalaman beliau. Tentu ini hal yang menyedihkan bagi saya, hahahahaa...

Beruntung di bulan Ramadan 1441H selesai shalat taraweh saya mendapat kesempatan lansung via online mendengarkan pengalaman beliau yang sudah mengenal dunia fotografi dari umur 5 tahun (sumber sebuah blog).

Banyak hal yang bisa saya pelajari, dari pertemuan online yang berdurasi lebih dari 120 menit malam itu, salah satunya sudut pandang pak Fendi Siregar mengenai fotografi sudah tidak terfokus membahas teknis, tapi sudah masuk ke filosofi dalam membuat sebuah karya foto. Setidaknya itu yang bisa saya simpulkan.

Ibaratnya pak Fendi Siregar ini, Sufi di dunia fotografi dan ini semakin meyakinkan saya, saat beliau menjawab pertanyaan yang di sampaikan peserta malam itu.

Setidak saat beliau menjawab pertanyaan saya mengenai sebuah foto yang bagus itu seperti apa menurut beliau.

Saya berharap beliau akan menjawab secara teknis, karena selama ini yang saya tahu dan saya share apa itu foto yang bagus bisa dilihat dari, warna, komposisi dan moment.

Dan tahu apa yang pak Fendi Siregar jawab terkait pertanyaan saya? Beliau menjawab.

"Nggak ada foto yang bagus.."

Saya terdiam, bahkan moderator saat itu pun tersenyum sambil "banyolan" (bercanda) "Wah ini merusak konsesus...hahahaha" sambil tertawa lepas.

Dialog malam itu memang ringan dan penuh canda, walau beberapa moment nuansa bahasa jawa sering kali muncul dan membuat roaming beberapa peserta. Wajar saja karena pak Fendi Siregar dan moderator malam itu sepertinya fasih dengan logat jawa. 
Namun keroaming peserta tidak berlangsung lama karena moderator langsung mengurangi menggunakan istilah-istilah jawa.

Terkait pertanyaan foto yang bagus seperti apa, saya akan  sarikan penjelasan dari pak Fendi Siregar.

Di era masa kini, penilaian foto itu bagus atau jelek sudah terganti dengan foto yang disukai atau tidak disukai.

Parameternya adalah, di sosial media cuma ada like or dislike (suka atau tidak suka). Bukan good or not (bagus atau jelek).

Kalau mau lebih detil, (menurut saya) suka atau tidak suka itu terkait rasa, tapi bagus atau jelek bisa diberi nilai atau besaran angka.

Setelah saya renungkan, benar juga sih..

Karena akan ada kondisi, sebuah karya foto yang bagus tapi tidak disukai khalayak umum, tapi ada foto yang disukai banyak orang walau secara teknik dan kualitasnya tidak bagus.

Dan akhirnya saya punya kesimpulan sendiri, kalau kita sudah mempunyai teknik dasar fotografi yang baik, kemungkinan besar kita bisa secara sadar membuat karya foto yang disukai banyak orang.

Ingat ya, SECARA SADAR, bukan kebetulan. Walau sebuah kebetulan dalam dunia fotografi menjadi hal yang istimewa setelah teknik.

Berbicara teknik, fotografi era sekarang semakin mudah dengan segala teknologi digitalnya. Saya cukup bangga bisa merasakan berkarya dalam analog sebentar saja, karena kemudian dunia digital menyerbu dengan sangat massive. 

Pergesaran nilai fotografi yang konon dahulu adalah, membekukan waktu (freezing time), pun sedikit bergeser menjadi menciptakan waktu (creating time). Tentunya ini tidak selalu berlaku bagi karya foto jurnalistik.  

Ada beberapa tips dari pak Fendi Siregar agar foto kita tidak hanya disukai tapi juga "Merekam Waktu" Seperti tema pembahasan malam itu.

  • Fotolah waktu, kalau bisa saya terjemahkan, jangan hanya mementingkan objek saja, tapi perhatikan nilai waktunya. Bagaimana karya foto kita dilihat 10 tahun kemudian. Contoh di masa pandemi ini, buat karya yang di tahun-tahun kedepan, orang bisa bernostalgia saat melihat foto kita.
  • Gunakan peralatan yang sesimple mungkin. Jangan sampai malah merepotkan kita dan jadi kehilangan moment, terlebih saat hunting turun ke jalan.
  • Jangan pernah melepas kamera dari badan. Sekarang jamannya lebih mudah ketika telepon genggam sudah dilengkapi dengan kamera handal. Walau kita harus paham kelebihan dan kekurangannya, mengetahui teknik komposisi dasar.
  • Jika ingin membuat foto orang sebagai objek, kita harus sabar berkomunikasi agar kepekaan kita muncul, sehingga kita bisa melihat sisi menarik dari tokoh yang akan kita foto.
  • Saat kita naik pesawat, pilih posisi duduk paling belakang, karena kita bisa mengambil pemandangan tanpa harus terhalang oleh sayap pesawat. 
  • Woooww ini saya baru tahu, dan jadi ingin mencoba. Sangking pengalamannya, pak Fendi Siregar bisa tahu posisi duduk disebelah kanan atau kiri yang pemandangannya menarik, saat naik pesawat.

120 menit yang membuat saya tambah cinta dan terjerumus sama dunia fotografi. Terima kasih pak Fendi Siregar, sehat, sehat dan bahagia selalu untuk maestro dan sufi fotografi Indonesia,   
Read More

Ini Jenis Olahan Kopi Yang di Minum Dr Ji di Drama Korea The World of The Married

Senin, 18 Mei 2020

10 komentar
Hahahahaa, kok jadi latah yak ikutan bahas drama korea yang lagi heboh banget ini. Jujur nih ide ceritanya sangat-sangat umum dan mungkin sudah banyak film, sinteron dengan plot yang sama. Laki-laki beristri yang sudah mempunyai anak cowok remaja, dan  jatuh cinta dengan wanita muda lain. Mainstream kan?


Quote yang terkenalnya dari laki-laki tersebut (suami bu dokter) dan sempat bikin emak-emak di dunia +62 meradang adalah, "Apa yang salah dengan jatuh cinta". Ehh bener gitu gak sih quotenya? yaah kira-kira begitulah.

Emang gak ada yang salah sih Boboho,...!! Jangan salahkan cinta, tapi salahkan Lo yang membiarkan cinta merusak akal sehat lo. Lahh kok gw jadi ikutan ngegass..!!

Selain pengagum dan pecinta drama korea yang emang buaanyaak, masa pandemi ini ikut mendongkrak popularitas The World of The Married. Bayangin, gw aja sampe kehabisan ide mau ngapain di rumah, akhirnya keterusan nonton dan nungguin juga nih drakor walau lewat TV nasional.

Maap nih, kalau harus lewat streaming atau tv berbayar cuma buat nonton drakor, gw lewat dulu dah. Biarin aja nonton di tv swasta nasional tiap hari (weekday) jam 19.00 dengan resiko dijejelin iklan bumbu masak sama pampres dan di sensor beberapa adegan hot dikamar, uuppssss.

Setelah 4 hari menonton, yang bisa gw simpulkan, kalau dibandingin sama sinetron atau ftv, pencahayaan drakor ini (khususnya the world of the married) lebih soft dan terukur, macemnya produksi layar lebar. Sementara produksi sinetron dan FTV kita lebih bright, terang dan clean.

Saya gak akan bilang mana yg lebih bagus, ini semua pasti karena selera pasar yang berbeda.

Selain Jalan cerita, pembahasan yang menarik justru ada diluar drakor tersebut. Coba bayangin, akun sosial media para pemain The World of the Married di"serang" dengan komentar-komentar sadis para penikmat drakor di Indonesia. Ada sih yang positif, tapi lebih banyak yang menyerang.

Dan pemilihan waktu tayang di masa pandemi sangat tepat. Ketika semua orang merasa (hampir) depresi, disuguhin drakor yang bikin sensi, lengkaplah sudah saluran untuk mengekspresikan diri. Daripada harus ngomel-ngomel di medsos tentang Covid-19, mending pada bahas drakor kan?

Karena gw gak yakin kalau ada drakor dengan genre happy, bahagia dan ceria bakal dapat antusias besar. Yang ada malah dinyiyirin gak bisa bersimpati atau empati dengan keadaan saat ini.

Aneka tanggapan dari para penonton membuktikan, bahwa akting para pemain sempurna dan bisa membawa para penonton kedalam pergulatan emosi para pemain. Negatifnya, yaak ada yang aneh sama kelean, gak bisa bedain dunia nyata sama dunia buatan. Kalau sampai maki-maki pemainnya.


Pada waktunya akan hadir sosok pendamai,penceria dan penikmat kopi bertopi dari negara tropis yang akan mengembalikan kebahagian mereka. #EpisodeHalu

Kopi Apa Yang di Minum Bu Dokter Setiap Pagi

Bukti film ini sangat berhasil adalah, dengan muncul komentar-komentar gak penting diluar jalan cerita, Misal settingan dapur dan rumah pemain yang gak luput dari obrolan para penonton.
Rumah sebesar itu kok bisa selalu rapih, padahal gak ada asistan rumah tangga. Kan semua penghuni rumah punya kegiatan masing-masing, trus siapa yang beresin?

Yaa ellaahh Bobooho, yang beresin rumah ya kru film laahh, siapa lagi? Lagi kalau emang karakter asistan rumah tangga gak ada kepentingannya, ngapain dimasukin frame dan dikasih dialog? ngabis-ngabisin jatah nasi bungkus aja, paham gak sih?

Trus ada juga yang terpesona sama dapur mewahnya keluarga dokter ini, padahal tiap hari kalau kita lihat makannya ya gak ribet-ribet banget kayaknya. Gak pernah ngelihat masak rendang, opor ayam atau bikin pindang patin sih.

Yang membuat gw tertarik adalah, budaya mereka yang ternyata suka minum kopi. Nggak mungkin ritual minum kopi bu dokter cuma buat gimmick aja, pasti ada kebiasaan ini di keseharian orang Korea. Mungkin loh ya, karena belum pernah ke Korea walau gw tinggal di Kreo.

Dari 4 episode yang gw lihat, selalu ada adegan minum kopi di pagi hari. Biasanya si ibu dokter yang siap-siap berangkat kerja, selalu menghampiri mesin kopi di pojok kanan dapur mereka. Nyalain mesin kopi sambil ngajak berbicara anaknya atau suami yang udah ketahuan punya perempuan lain.

Kopi dalam gelas bening berukuran agak besar itu merusak konsentrasi saya. Segelas kopi hitam pekat dan crema/foam tebal diatasnya yang dipegang bu dokter, membuat imajinasi saya langsug lompat, seakan-akan aroma kopi di dapur ibu dokter mampir ke rumah saya.

Tidak hanya di rumah, rekan ibu dokter di rumah sakit pun terlihat beberapa kali meminum kopi dengan karakter yang sama, kopi hitam pekat dan crema. Rupanya penikmat kopi hitam di Korea tidak hanya didominasi kaum pria, para wanita sah-sah saja menikmati kopi.

Pengen tahu gak olahan kopi apa yang mereka minum? Saya pun iseng riset olahan kopi yang mereka konsumsi di pagi hari. Bermodal deskripsi yang ada, saya browsing dan akhirnya saya simpulkan sendiri. Semoga benar, maaf kalau kurang tepat.

Olahan kopi yang mereka minum berasal mesin kopi yang bisa mengolah espresso, karena ada crema atau busa di bagian atasnya. Para penikmat kopi pasti paham, espresso dengan roasted bean yang bermutu baik akan membentuk crema yang cantik sebagai paertanda awal sebuah espresso yang (mendekati) kesempurnaan.

Tapi saya yakin, yang mereka minum bukan espresso, karena kopi espresso kadar airnya hanya sedikit (30ml untuk single shoot, 60ml untuk double) dan hanya bisa untuk sekali teguk di gelas kecil. Jadi jelas itu bukan espresso, yang menjadi kegemaran orang Italia.
Kopi jenis ini akan memberi efek pahit yang mengejutkan buat yang baru pertama kali mencoba.

Sekedar info, orang Italia punya budaya minum espresso sebelum beraktifitas. Kandungan kafein yang cukup kuat bisa menjadi mood booster, tapi bagi yang belum terbiasa akan kesulitan meminum kopi ini.

Saya teringat cerita sahabat yang berprofesi sebagai tour guide, kang Idfi Pancani (@indfipancani). Dia pernah cerita, di Italia setiap pagi, kalau kita lewat diantara gang antar rumah, aroma espresso akan merebak dari sela-sela pintu dan jendela yang terbuka.

Dan saya adalah pecinta espresso, selain tubruk dan V60. Budaya Indonesia tidak terlalu familiar dengan espresso, biasanya hanya dijadikan campuran kopi kekinian saja (espresso based). Setiap saya ke coffeshop dan pesan espresso, baristanya sering konfirmasi, "Ini pahit banget loh mas" atau "Ini cuma satu gelas kecil mas" meyakinkan saya.

Sejatinya espresso gak cuma pahit kaya kita ngejilat areng batok (ada yang pernah?) di secangkir espresso yang baik akan ada muncul rasa yang lain. Dan ini susah gw jelasin disini, jadi lain kali aja yak.

Oke berarti bu dokter bukan minum espresso, bisa jadi Americano, kopi ini memang di modifikasi oleh orang-orang Amerika (espresso based). Yaitu menambahkan air panas (biasanya 240ml) kedalam espresso tadi (huuhh orang America Cemenn gak kuat pahit).

Kalau kalian yang pernah coba Americano tanpa gula dan bilang kopi ini pahit, coba bayangkan gimana espresso?

Tapi seumur-umur saya pesen Americano, saya gak pernah melihat crema/busa yang cantik menggoda seperti yang di minum bu dokter, jadi saya yakin yang diminum (juga) bukan Americano.

Dan akhirnya saya menemukan titik terang, kalau saya tidak salah duga, kopi yang mereka minum adalah Long Black. Espresso based campuran air (160ml) yang dicampur dengan espresso.

Americano dan Long black sama-sama espresso based. Selain jumlah takaran air yang berbeda, cara pembuatanya juga beda, kalau Americano, Espressonya dituangkan terlebih dahulu kedalam gelas, baru ditambakan air panas 240ml.
Kalau Long black malah kebalikannya. Air panas 160ml yang dituangkan terlebih dahulu ke dalam gelas, baru ditambahkan espresso 30ml.

Itulah kenapa crema Long Black lebih terbentuk dan terlihat cantik dan menggoda di film The World of The Married. Fix lahh, untuk saat ini, saya yakini kopi yang sering diminum bu dokter di pagi hari adalag espresso based Long Black.

Jadi kalau masa pandemi ini sudah lewat dan kalian mau coba ngerasain sensasi ngopi ala The World of The Married, pesennya Long Black yaak, jangan kopi susu gula aren mulu. Dan kalau yang gak suka pahit, tambahankan gula jawa untuk penawar rasa, hindari gula putih (menurut saya).

Jujur pemilihan kopi Long Black simbolik banget sih, kenapa bu dokter doyan ngopi espresso based yang lumayan pahit bukan jahe sereh gingseng buat ngangetin badan atau cendol dawet kalau mau lebih fresh. Dan gw gak pernah ngelihat adegan bu dokter nambahin gula ke kopinya lohh...

Seakan-akan, secangkir kopi dalam genggamannya ini mau bercerita dan memberi tahu pada dunia, bahwa pahitnya kopi gak sepahit dan sehitam perjalanan perkawinan mereka. Eaaaaa.... Apassiikk..?!

Selamat ngopi ala The World of The Married
Read More

Cara Aman Belanja Online Barang Original di Masa Pandemi

Sabtu, 09 Mei 2020

Tidak ada komentar
Pandemi yang menyerang dunia merubah semua tatanan kehidupan disegala sektor. Ekonomi, sosial, budaya dan ritual agama pun berubah, semua demi menjaga agar virus ini tidak semakin menyebar. Ketimbang sibuk grasak-grusuk mencari siapa yang salah, baiknya kita yakini bahwa ini memang sudah menjadi kehendak sang pencipta dan penguasa alam semesta.



Siapa sangka pandemi ini hadir di bulan Ramadan, bulan suci umat muslim, bulan yang penuh keberkahan dibanding bulan lainnya. Kalau bukan kehendak dan ijin-Nya, tidak mungkin ini terjadi.

Acara buka bersama diruang publik ditiadakan apalagi sahur bersama. Shalat tarawih pun disarankan berjamaah di rumah bersama keluarga, walau di sebagian kecil masjid masih ada yang melaksanakan shalat berjamaah dengan peraturan ketat.

Kalau dalam hal beribadah saja disesuaikan, tentu kita harus menerima jika sebagian besar rutinitas harian kita juga berubah. Dan itu juga terjadi pada saya, hal yang sederhana misalnya belanja harian. Saya lebih memilih belanja dengan sistem pesan antar, walau sayang belum banyak toko tradisional yang mengadopsi sistem tersebut.

Beruntung dekat rumah ada swalayan yang memberi solusi belanja melalui aplikasi pesan singkat. Jadi kita tinggal pesanan barang kebutuhan, lalu pihak swalayan (karyawan) akan mempersiapkan semua barang yang dipesan, dan kita tinggal ambil kemudian bayar di tempat.

Lalu kalau mau beli kebutuhan terkait lifestyle gimana? Misal mau beli baju, celana, aksesoris dan lainnya, karena sebagian besar Mall masih banyak yang tutup terkait pandemi. Boro-boro mau belanja, masuk parkirannya aja udah gak boleh.

Bisa sih belanja online, tapi apa bisa menjamin barang yang kita pesan original?
Jujur pernah ada pengalaman kurang berkenan saat belanja online karena barang tidak sesuai dengan gambar. Kecewa sih, beruntung harganya tidak seberapa, tapi kalau harganya ratusan bahkan jutaan rupiah gimana?

Nah buat kalian yang mau belanja online barang original tanpa harus khawatir dapat barang “KW” untuk persiapan Idul Fitri saya ada solusinya. Jamin semua barangnya bukan kaleng-kalengan, karena semua barang berasal dari authentic brand store dari Indonesia maupun internasional.

Pasti belum pada tahukan, kalau ada situs online yang menjual authentic brand nasional dan internasional? Semua itu cuma ada di Mapemall.

Yeppsss,..braii coba kalian akses mapemall.com pasti bakalan kaget begitu lihat ada ratusan authentic brand yang ada di situs tersebut.

Kita berasa pergi ke Mall trus keluar masuk ke outlet-outlet buat lihat barang-barang dengan kualitas terbaik. Bayangin aja ada 160 brand dengan 280 toko brand original yang ada di mapemall.com, seharian kita gak bakalan kelar browsing di web ini.

Kategori yang ada di mapemall.com sangat bervariatif untuk inspirasi Fashion dan Lifestyle yang mencakup berbagai kategori seperti Fashion untuk Pria, Wanita, dan Anak-anak, Kecantikan, Olahraga, Perlengkapan Rumah, Mainan Anak, Food & Beverage, Travel dan Gadget.

Dan brand yang ada di situs belanja online mapemall antara lain, Mango, Mark & Spencer, Onitsuka Tiger, Calvin Klein, Converse, Pepe Jeans, Adidas by Planet Sports, Smiggle by Kidz Station, Tumi, Cotton On, Swarovski, Lego, Kipling, Oshkosh, Pacsafe from Travelogue, Lacoste, Swatch, Dr. Martens, Apple from Digimap, Ria Miranda by Sogo.

Duuhhh lengkapnya braai, dan itu belum semua brand saya listing loh, bisa selesai dua hari tiga malam buat ngapalin brand-brand yang ada di mapemall, dari pada pusing-pusing mending kepoin langsung aja situsnya. Siapa tahu bisa jadi inspirasi untuk hari raya Idul Fitri.

Apalagi sedang ada program Ramadan & Idul Fitri deals up to 70%off + cashback 40%off mulai 24 April- 24 Mei 2020. Belanja mudah untuk ramadan dan idul fitri, gak perlu keluar rumah, ribet cari parkiran, berdesakan, belum lagi protokol di musim pandemi ini yang harus pake masker, bawa handsitizer duhh, udah deh cukup belanja online dari rumah, gak usah kemana-mana dulu. Gimana? Santuy dan solusi banget kan?

Untuk kalian pemegang kartu anggota MAPCLUB, bisa mendapatkan SUPER DOUBLE BONUS Mapemall Gift Voucher, yaitu belanja online authentic brand di Mapemall bisa dengan menukarkan poin belanja sebagai pembayaran, dengan benefit Super Double Bonus, artinya poin yang ditukarkan tersebut bernilai dua kali lipatnya.


Belanja Online Barang Original Brand Sport

Sejak pertama kali mampir ke mapemall.com, jiwa sporty saya langsung klik ke tombol navigasi brand sport. Alamaaakk, keren-keren banget, plus ada diskon Ramadan.

Jadi terinspirasi lebaran bergaya sporty, bertahun-tahun melewati lebaran selalu bergaya baju koko, sarungan dan berpeci. Kenapa gak coba sesekali berpenampilan sporty yekaann..?

Mumpung di masa wabah seperti sekarang ini, yang lagi ngetrend istilah the new normal, hal baru atau “asing” menurut kita, tapi menjadi biasa saja dan dapat diterima oleh masyarakat luas.



Jujur langsung kepincut sama sweater Converse Star Chevron EMB Full Zip Men's Hoodie- Black yang ada di storenya Planet Sport. Kalau inget Converse, langsung memory mental ke masa sekolah. Kalau udah pakai sepatu Converse, udah berasa ganteng dah. Tapi kali ini saya naksir sweaternya aja, kalau sepatu jatuh hati ke Diadora Juno Men's Sneakers Shoes - Dark Grey, simple dan warnanya cocok buat silaturahmi (kalau bisa) ke keluarga besar. Dan setelah dipake lebaran, sepertinya bisa dipakai buat sepedaan keliling kampung nih.



Fitur menarik lainnya adalah Milla, yaitu Customer personal assistant. Jadi kalau kita mau cari sepatu merk Converse, model sneakers, ukuran 40 akan langsung dicariin sama Milla. Kalau ukurannya tidak tersedia, Milla akan merekomendasikan sepatu yang ukuran mendekati kaki kita.

Untuk belanja baju pun Milla akan merekomendasikan ukuran, berdasarkan umur, tinggi dan berat badan kita. Jadi kita punya pertimbangan kedua saat memilih ukuran baju yang akan kita beli.

Keren kan? Jadi kalau bisa pilih-pilih dari rumah, ngapain capek-capek ke Mall. Iya kalau barang yang kita cari langsung ketemu, kalau pulang dengan tangan hampa gimana? Rugi waktu dan tenaga kan?

Mapemall menggunakan sistem O2O (Online to Offline), yaitu menghubungkan pembeli langsung dengan para toko atau retail secara online.

Karena selain mengakses situs mapemall.com, kita juga bisa gunakan aplikasi belanja online dari MAP Online Indonesia. Tinggal pilah-pilih barang kesukaan, lakukan transaksi trus tinggal tunggu barang di kirim ke rumah/home delivery.

Atau kita juga bisa pick up in store, alias ngambil sendiri barang yang kita beli di toko yang sudah ditentukan, beeuhh canggih, cuma di Mapemall ada aplikasi belanja online yang bisa ambil langsung. Walau saran saya dimasa pandemi ini, kita di rumah aja bareng keluarga sambil lihat-lihat mapemall.com siapa tau ada barang yang berjodoh #AtHomeWithUs.

Cuuss kepoin Map Online Indonesia #MapYourStyle atau langsung download apps yang sudah tersedia di google play ataupun i-store.

Web : www.mapemall.com
Instagram : @Mapemall_com @Mapemall_shop
Read More

Asuransi Manfaat Khusus Cover Covid-19

Sabtu, 18 April 2020

Tidak ada komentar
Sebulan pandemi korona bikin rusuh di negeri ini, semua perhatian tercurah, semua tenaga terkuras. Tidak ada yang tidak terkena dampaknya. Mulai dari rakyat biasa, pekerja harian, pengusaha sampai pejabat tinggi terimbas.

asuransi-cover-covid-19
sumber image fwd.co.id
Covid-19 mengubah semua budaya dalam sekedipan mata saja. Tidak hanya di Indonesia, ratusan negara di dunia juga terdampak. Negara adidaya Amerika pun kelimpungan menghadapi virus yang berawal dari Tiongkok ini karena mempunyai jumlah terbanyak yang terinfeksi oleh covid-19.
Sementara 10 negara yang kasusnya paling banyak di dominasi oleh negara-negara Eropa. Hanya Iran dari kawasan arab yang nyelip diantara mereka (data 10 Maret 2020).

Sistem kesehatan di seluruh dunia sedang benar-benar diuji untuk menghadapi wabah yang datang tiba-tiba seperti air bah dan tidak terkendali.

Sebagaian besar pasien Covid-19 di Indonesia, bahkan mungkin diseluruh dunia sudah dicover oleh pemerintah untuk biaya pengobatan sampai mereka sembuh.

Tapi harap diingat, Covid-19 tidak hanya menyerang sisi kesehatan saja, tapi ekonomi, sosial dan budaya ikut diserang habis-habisan.

Para pasien yang telah dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit, tetap disarankan untuk tidak keluar rumah/karantina mandiri kurang lebih 14 hari untuk benar-benar meyakinkan bahwa virusnya sudah tidak aktif dalam tubuh mereka.

Lalu bagaimana dengan sumber pendapatan yang berkurang karena terinfeksi virus Korona ini? Bayangkan masa karantina bisa 14 hari, lalu pengobatan tercepat juga kurang lebih 14 hari. Belum karantina setelah pengobatan. Bisa lebih dari 2 bulan, tanpa pendapatan atau penghasilan.

Sebagian besar dari kita yang masih diberi keberkahan sehat tidak terinfeksi saja, kesulitan untuk mendapatkan penghasilan tambahan di masa pandemik ini. Bagaimana dengan para pasien yang terinfeksi Covid-19? Kalau kalian bertanya apakah ada asuransi cover COVID-19, akan saya jawab ada.

FWD Life sangat memahai hal ini, dengan memperpanjang periode Manfaat Khusus Virus COVID-19 hingga 30 April 2020. Ini adalah manfaat tambahan untuk para nasabah individu FWD Life yang terdiagnosis positif Covid-19. Total manfaat sebesar 100 juta ini diluar dari manfaat asuransi yang dimiliki.

Lalu manfaat tambahan apa saja yang diberikan oleh FWD Life cover COVID-19, Pertama adalah Manfaat Tunai Harian yaitu, para nasabah yang dinyatakan positif akan mendapatkan Rp1 juta perhari selama dirawat, maksimal 30 hari. Dan jika sudah lewat dari 30 hari nasabah akan mendapat Manfaat Tunai Sekaligus sebesar Rp10 juta.

Kedua Manfaat Karantina, diberikan kepada nasabah (tertanggung) yang menjalani karantina terkait Covid-19 sebesar Rp5 juta . Anggota keluarga inti tertanggung juga akan mendapatkan masing-masing Rp2.5 juta.

Keluarga inti adalah yang tinggal serumah dengan Tertanggung/nasabah pada saat didiagnosis positif terinfeksi Virus COVID-19 (suami/istri, anak, dan orangtua) dibuktikan dengan surat keterangan yang sah berdasarkan undang-undang pemerintah Republik Indonesia

Ketiga adalah Manfaat Meninggal Tambahan, jujur saya berharap tidak ada lagi yang meninggal karena Covid-19, tapi kalau memang sudah takdir mau dibilang apa. Dan FWD Life sudah mempersiapkan Manfaat Meninggal Tambahan untuk tertanggun sebesar Rp50 juta.

Inilah ada bentuk nyata komitmen FWD Life untuk memberikan kemudahan bagi semua nasabah dan keluarga mereka dalam mendapatkan perlindungan agar mereka merasa aman selama masa pandemi ini.

Walau tentunya saya percaya, bahwa kita semua berdoa untuk tidak terinfeksi oleh Covid-19. Tapi kalau kita sudah mengetahui pentingnya miliki asuransi sebagai benteng terakhir yang menjaga kita, tentunya dengan ada manfaat khusus perlindungan terhadap Covid-19 akan membuat lebih nyaman.

Direktur Utama FWD Life, Anantharaman Sridharan mengatakan, “Kami berkomitmen untuk memberikan akses yang mudah ke produk perlindungan dan membantu para nasabah dan keluarga mereka merasa aman di tengah pandemi saat ini. Oleh karena itu, kami memperpanjang periode Manfaat Khusus COVID-19 yang menunjukkan pendekatan kami yang berfokus pada nasabah dan bagaimana asuransi sebagai sumber kekuatan untuk merayakan hidup bagi nasabah.”

Cara Klaim Asuransi Manfaat Khusus Cover Covid-19 FWD Life

Lalu dokumen apa saja yang harus disiapkan untuk bisa klaim Manfaat Khusus Covid-19 dari FWD Life ini?

Selain bukti rawat inap, nasabah juga harus mempersiapkan Surat Konfirmasi atau Surat Keterangan Dokter untuk Tertanggung/Pihak Yang Diasuransikan yang dinyatakan didiagnosis positif terinfeksi Virus COVID-19 atau resume medis dari rumah sakit yang telah diisi dengan lengkap dan benar disertai dengan tanda tangan dan cap dari rumah sakit.

Dan untuk submit dokumennya nasabah FWD Life gak perlu ribet print atau fotocopy dokumen-dokumen tersebut, nggak perlu janjian sama agen asuransinya apalagi sampai nyamperin ke kantor cabang FWD Life. Cukup di foto dan kirim melalui email atau melalui aplikasi WhatsApp Messenger, mudahkan?

Ini karena FWD Life adalah salah satu pionir asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia. Dengan didukung oleh teknologi digital terdepan, FWD berkomitmen untuk menjadi perusahaan asuransi yang dapat mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi. Salah satu caranya dengan kemudahan nasabah dalam hal klaim.

asuransi-cover-covid-19
Skenario Asuransi Manfaat Khusus Covid-19 dari FWD Life
Terkait klaim Manfaat Khusus Covid-19 FWD Life,ada beberapa poin yang harus diperhatikan oleh para nasabah :
  • Sebelum Periode Diagnosis bukan termasuk dalam status Suspek atau Orang Dalam Pemantauan (”ODP”), atau PDP menurut Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Virus COVID-19 Revisi ke-4, yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Maret 2020.
  • Sebelum Periode Diagnosis tidak termasuk orang yang positif terinfeksi Virus COVID-19.
  • Tidak bepergian dari dan ke negara Cina selama 14 (empat belas) hari sebelum Periode Diagnosis.
  • Tidak bepergian dari dan ke luar wilayah Republik Indonesia dalam waktu 1 (satu) bulan sebelum Periode Diagnosis.
  • Tidak bepergian ke negara-negara dengan tingkat peringatan kuning dan merah yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.
  • Ketentuan lain akan mengikuti ketentuan yang sudah ada sebelumnya.
“Periode Diagnosis” yaitu untuk Nasabah yang aktif sebelum tanggal 1 April 2020 akan berlaku sampai dengan 30 April 2020, sedangkan untuk Nasabah yang aktif setelah tanggal 1 April 2020 akan berlaku 30 hari sejak tanggal efektif polis.

Kalau masih bingung kalian bisa mengunjungi fwd.co.id atau menghubungi hotline 24 jam FWD Care di 1500 391. asuransi cover covid 19 asuransi cover covid 19 asuransi cover covid 19
Read More

Cerita Dari Mereka yang Terdampak Korona

Selasa, 14 April 2020

6 komentar
Nggak kerasa brai,  udah hampir sebulan aktifitas gerak kita dibatasi gara-gara wabah virus korona brengsek ini.  Maaf kalau berkata kasar,  tapi ini virus emang brengsek,  gak cuma bisa bikin orang sakit lalu meninggal,  tapi juga bikin orang pada pinter nyebar hoaks dan jadi pada berasa pinter dengan segala dalil dan teorinya padahal bukan ahli virus atau ahli kesehatan.

Foto hanya illustrasi, temen-temen saya, yang ada di foto ini nggak ada yang jadi tukang bubur atau driver online. Saya hanya rindu berkumpul dan berjejaring kaya gin
Yang perlu kita pahami adalah semua lapisan masyarakat terdampak, walau seberapa besar dampaknya dan cara menyikapinya berbeda-beda setiap orang. Ada yang santuy cenderung bodo amat, ada yang santuy tapi waspada, ada yang parno gak beraturan, yang akhirnya malah bikin orang lain khawatir tanpa ngasih solusi yang bermanfaat.

Gara-gara virus ini,  kita sesama saudara jadi saling menyudutkan, saling curiga satu sama lain dan saling merendahkan diri masing-masing.

"Karyawan sih pada enak, gaji bulanannya tetap di transfer, jadi disuruh kerja dari rumah malah pada seneng".

"Kalian enak banget gak usah mikirin cicilan rumah sama mobil, lah gw nih yang pusing. Tinggal ikutin anjuran tetap di rumah aja susah banget sih".

"Asal lo tau aja, gw sama temen-temen yang kerjanya harian dan gak punya dana cadangan yang paling terdampak gara-gara korona, kalian masih beruntung bisa WFH"

"Gw rasanya mau bunuh diri nih,  kalau di rumah mulu gak bisa kemana-mana".

sekilas kalimat-kalimat itu melintas di kuping ataupun di timeline sosial media. Saya coba memahami, bahwa tingkat depresi atau tekanan mental dan tuntutan hidup sangat berat dimasa sekarang. Disebuah media masa nasional dirilis bahwa orang yang terkena psikomatis cukup banyak.

Saya jadi berfikir, apa yang ada dibenak kedua orang tua saya saat tahun 1998-2000 terjadi krisis moneter yang menyerang Indonesia. Apakah perasaan mereka sekalut seperti saya sekarang ini.

Orang-orang seumuran saya, melihat krisis di tahun 1998 mungkin hanya melihat kerusuhan besar dan memakan banyak korban jiwa, tapi dampaknya bagi usaha dan penghasilan keluarga, kami tidak pernah tahu secara detil.

Apakah mereka khawatir, seperti saya yang khawatir kapan wabah ini berakhir sehingga kita bisa beraktifitas kembali dan mencari nafkah secara normal. Sepertinya efeknya Covid-19 lebih hebat dari krisis ekonomi 98.

Covid-19 adalah pagebluk yang (bisa saja) mengakibatkan krisis ekonomi dan juga krisis sosial. Kalau pemerintah tidak segera membuat peraturan yang bisa menjaga keseimbangan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Bertahan Hidup di Masa Pagebluk Korona 

Semasa karantina,  kami relatif jarang membeli makanan dari luar.  Dengan ilmu memasak seadanya,  kami mengolah bahan yang kami beli di pasar tradisional maupun di swalayan dekat rumah.

Ini salah satu cara kami bertahan di masa pagebluk korona brengsek ini. Alasannya untuk menghemat pengeluaran dan yang penting adalah agar tidak sering-sering keluar rumah untuk sekedar cari makan atau berbelanja harian.

Diawal-awal kami belanja untuk satu minggu, namun kini kami persingkat jadi 3-4 hari untuk berbelanja di pasar tradisional. Itupun kami sudah tahu tukang sayur mana yang buka sampai 24jam supaya kami bisa berbelanja di malam hari, saat sudah sepi.

Sampai akhirnya saya harus keluar untuk membeli bubur ayam langganan. Karena ibu mertua yang meminta, jadilah saya membelikan pesanan beliau untuk sarapan pagi.

Bubur ayam ini sudah jadi langganan lebih dari 10 tahun lalu, harganya sedikit mahal (masih dibawah 15rb) tapi buburnya padat, sate lengkap dan ada empingnya. Ini yang jadi ciri khas bubur kang Tatang.

Sampai di gerobaknya, saya langsung disambut sumringah kang Tatang yang seakan rindu setelah lama tak ketemu.

"Gimana kang jualannya? " Saya langsung membuka percakapan, sambil memberikan wadah untuk bubur dan handsanitizer untuk disimpan di warungnya agar bisa digunakan oleh siapa saja.

"Waaah lumayan ngedrop nih. Biasanya sehari itu habis 16 liter, kalau weekend bisa sampai 20 liter. Kalau sekarang 6 liter aja nggak habis". Ujar kang Tatang sambil mengajak saya melihat kedalam panci buburnya yang masih penuh.

Harus diakui, bubur kang Tatang di Komplek Taman Asri Ciledug ini memang selalu ramai. Kalau saya datang jam 10 siang saat weekend,  kemungkinan besar sudah habis.

"Modal jualan perhari itu 1.7jt, biasanya tuh omset perhari antara 2.5jt sampai 3.5 juta,  sekarang mah 2 juta aja sudah syukur. Dua hari lalu malah nombok". Lanjut kang Tatang.

Tapi kang Tatang bersyukur sudah mempunyai tabungan untuk pulang dibulan Ramadhan nanti. Gerobak buburnya memang selalu tutup saat Ramadhan sampai usai Idul Fitri.

Pagebluk korona yang merebak antara bulan Februari-Maret, membuat kang Tatang masih bisa bernafas lega, karena pertengahan April, saat memasuki bulan Ramadhan, dia sudah tidak lagi berjualan. Alasannya sederhana, biar ibadah Ramadhan lebih fokus.

Lain lagi cerita kawan saya pengemudi taksi online. Saya memanggilnya Ncex, bukannya rasis, tapi memang dia yang meminta dan tidak keberatan dipanggil seperti itu karena matanya yang kecil walau dia bukan dari ras Tionghoa.

Sudah lebih dari 5 tahun jadi pengemudi taksi online, konsisten tidak pindah-pindah aplikator. Sudah paham seluk beluk driver online, saya banyak belajar dari Ncex mengenai jalanan Jakarta dan driver online.

Gara-gara wabah ini, Ncex harus berfikir keras. Bayangkan pendapatannya berkurang 90%, bahkan bisa sampai minus yang artinya pernah dalam satu hari tidak mendapat penghasilan sama sekali malah nombok untuk bensin dan makan.

Sebenarnya saat wabah ini baru mulai masuk ke Indonesia, Ncex masih tetap turun ke jalan. Dan itu sudah ada penurunan penghasilan.

Saat pemerintah umumkan kasus pertama, grafik penghasilannya mulai menukik tajam.

Ncex sempat tidak narik, selama 1 minggu, ketika untuk pertama kalinya dihimbau pemerintah untuk tidak keluar rumah, tapi kebutuhan keluarga yang harus terpenuhi, cicilan mobil yang tidak bisa menunggu memaksa Ncex harus turun kejalan.

"Baru dua hari nih turun lagi. Hari pertama 250rb (kotor), sedangkan hari  ini sampai jam 13.00 blum ada sama sekali orderan". Ujarnya saat saya chat via WA.

Makin hari kondisinya tidak kunjung membaik,  Ncex harus tidur dikendaraan karena kalau harus pulang kerumahnya di daerah Bekasi malah membuat boros bensin.

Selain itu, alasan utama tidak sering-sering pulang adalah untuk memperkecil resiko penularan Covid-19  kepada keluarganya dirumah.

Dalam kondisi normal,  paling sedikit dia dapat penghasilan kotor diantara 600.000 sampai 1 juta rupiah perhari. ini blum dipotong fee aplikator sebesar 20% plus bensin dan makan.

Saya sempat iseng bertanya,  udah ada penumpang yang kasih bingkisan atau tanda solidaritas terkait Covid-19.

"Blum ada bro" Sambil memberikan emoticon senyum.

"Yang ada malah banyak yang khawatir,  tanya-tanya kok gak pake masker (kalau lagi lupa pakai),  sehat apa nggak, kaya pada takut gitu?" Lanjut Ncex.

"Sebenarnya teman-teman pengemudi saat ini juga khawatir kalau mendapat orderan anter atau jemput ke rumah sakit,  apalagi rumah sakit rujukan Covid-19. Jadi kita juga saling jaga sama-sama aja" Menutup percakapan kami via WA siang itu.

Semoga wabah ini cepat berlalu,  sekalipun masih lama, saya berharap pemerintah bisa memberikan solusi terbaik untuk masyarakat luas.

Untuk makan sehari-hari mungkin bisa dicari dan memang sudah banyak yang membantu dari berbagai elemen masyarakat luas.
Rakyat Indonesia terkenal begitu guyub membantu sesama untuk sekedar hidup sehari-hari walau sebenarnya kita juga dalam kondisi sulit.

Tapi hidup bukan hanya sebatas makan saja kan? Banyak hal yang harus dipenuhi, listrik, cicilan, air PAM dan lain sebagai. Ini harus jadi perhatian juga.

Sekali lagi saya berharap pemerintah bisa memberikan kebijakan untuk memudahkan masyarakat di tengah wabah ini. Yang tidak kalah penting, semoga wabah ini cepat berlalu. #Covid19 #CeritaCovid
Read More

Begini Cara Membeli Mobil Baru Toyota Lewat Auto2000 Digiroom

Selasa, 31 Maret 2020

Tidak ada komentar
Pernah gak ngerasain ketika mau service rutin ke bengkel, tiba-tiba udah banyak yang antri dan akhirnya kita harus bengong lama nunggu antrian? Saya pernah dan itu buang-buang waktu Braii.

Kesel tapi mau gimana lagi, udah sampai di bengkel masa mau balik lagi. Tapi sekarang, buat kalian pelanggan setia Auto2000 gak usah khawatir, coba akses ke www.auto2000.co.id dan nikmati layanan Auto2000 Digiroom.
Auto2000-Digiroom
Tampilan website Auto2000.co.id yang kini makin lengkap dengan layanan Auto2000 Digiroom
Jadi ya Braii, Auto2000 baru saja memperbaharui website mereka menjadi e-commerce pertama untuk sebuah dealer mobil. Tidak cuma di web, tapi juga hadir di aplikasi yang bisa di download melalui perangkat smartphone. Inspirasinya adalah  ‘Toyota Showroom in Your Pocket’, Auto Digiroom merupakan sebuah model layanan yang praktis dan mudah dari hulu ke hilir.

Kenapa showroom in your pocket karena memang kita bisa bertransaksi layaknya datang ke showroom tapi hanya melalui smartphone.

Jadi auto family (sebutan keluarga yang menggunakan kendaraan Toyota) tidak hanya sekedar booking untuk service, tapi bisa mengajukan kredit pembelian mobil melalui layanan Auto2000 Digiroom. Okeii kita bahas satu-satu ya.

Auto2000 Digiroom memastikan para pelanggannya merasakan pengalaman yang sama seperti ketika mereka mendatangi showroom padahal mereka sedang berada dirumah atau dikantor saat mengakses Auto2000 Digiroom melalui platform digital. Semua bisa diakses hanya dengan sentuhan jari dilayar ponselnya.

Kita bisa memanfaatkan kemudahan mencari informasi dan membeli mobil baru Toyota melalui Auto2000 Digiroom. Dan kita juga bisa membeli sparepart atau aksesoris layaknya online shop. Ragam pilihan accessories layaknya menu ala carte, membuat semakin mudah dan asyik untuk dipilih.

Seperti yang  saya ceritakan diawal kita bisa booking layanan purnajual yang terdiri atas opsi workshop untuk servis berkala di bengkel resmi Auto2000, memanggil teknisi THS – Auto2000 Home Service. Tidak hanya service terkait mesin, tapi kita juga bisa booking layanan perbaikan bodi mobil di fasilitas body paint Auto2000.

Auto Familiy juga dapat memperoleh layanan aftersales yang relevan, reminder servis berkala, atau program promo servis yang pas. Tidak sampai disitu, terkait metode pembayaran juga dipermudah dan praktis, bisa melalui transfer bank, virtual account, credit card, dan leasing (untuk pembelian kendaraan).

Urusan pembelian mobil baru juga semakin lebih mudah di Auto2000 Digiroom. Saya masih inget waktu 4 tahun lalu membeli Toyota Agya kesayangan, butuh waktu lama untuk memutuskan. Mulai browsing online, pindah-pindah web membandingkan harga mobil, datang ke pameran lihat-lihat fisik sampai akhirnya ketemu sama sales penjualan.

Beruntung, salesnya adalah teman dekat saya, jadi sangat membantu. Gak terlalu pusing ngurus dokumen pribadi untuk transaksi kredit melalui leasing Toyota Astra Finance.
Lalu bagaimana cara membeli mobil di Auto2000 Digiroom? Kalau kita sudah terdaftar di sistem Auto2000 Digiroom, akan sangat mudah dalam mengurus dokumen pribadi termasuk tanda tangan digital kita yang sudah tersimpan dalam database dengan keamanan yang sangat ketat.

Setelah menetapkan pilihan mobil mana yang menjadi incaran di web auto2000.co.id, auto family bisa memperhitungkan pembelian mobil secara kredit melalu leasing yang sudah bekerjasama dengan Auto2000 sehingga kita punya gambaran budget yang harus kita sisihkan tiap bulan untuk cicilan.

Selain itu, bagi yang akan melakukan pembelian mobil Toyota dengan cara tukar tambah atau trade-in juga bisa dilayani dengan baik di Auto2000 Digiroom sehingga benar-benar mempermudah segala urusan jual-beli mobil.
Auto2000-Digiroom
Simulasi kredit pembelian kredit baru bisa dilakukan melalui Auto2000 Digiroom

Begini Cara Membeli Mobil Baru Toyota Lewat Auto2000 Digiroom, E-commerce Toyota Pertama di Indonesia

Okaii, saya beri gambaran detil tahap-tahap membeli mobil secara online di Auto2000 Digiroom. Ini memang hal yang baru pertama kali di Indonesia, agak kikuk sih membeli mobil kok online, kaya belanja baju di Online shop, lohh memang ini e-commerce punya Auto2000.

Auto2000 Digiroom ini merupakan wujud konsep one stop solution, untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan pada Auto Family dalam membeli dan merawat mobil kesayangan tanpa perlu datang ke cabang Auto2000.

1. Masuk ke website Auto2000.co.id. bisa melalui pc, laptop ataupun smartphone.

2. Login menggunakan akun Facebook atau Google, bebas saja mana yang membuat kita nyaman.

3. Langsung deh window shoping dan memilih mobil yang tepat sesuai dengan kebutuhan di web ini, kalau sudah punya mobil incaran lebih bagus, jadi bisa mempersingkat waktu.

4. Lakukan simulasi kredit lewat perusahaan leasing yang berkolaborasi dengan Auto2000 sehingga bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki. Gak perlu telepon sales atau siapapun, cukup di Auto2000 Digiroom

5. Memasukkan kode promo untuk memperoleh keuntungan dari program promo yang ditawarkan (kalau punya) kode promo biasanya ada di web Auto2000.co.id.

6. Submit dan upload dokumen yang dibutuhkan untuk syarat pembelian mobil baru Toyota, di antaranya KTP . Ini yang gak kalah canggih, dengan menggunakan tekhnologi Optical Character Recognition, untuk registrasi sangat mudah, cukup dengan upload KTP maka form otomatis terisi, otomatis loh Braii, nggak ngisi manual. Selanjutnya untuk menyatakan pemesanan kendaraan benar dipesan maka lakukan digital signature melalui OTP.

7. Kemudian kita tinggal pilih sistem pembayaran, dengan opsi transfer bank, virtual account, credit card, dan leasing.

8. Jika kita ingin mencoba dulu mobil idamannya juga bisa loh, tinggal pemilih opsi Test Drive dan menentukan waktu dan lokasi yang dekat dengan rumah atau kantor kita. Ingat ya, sampai tahap ketujuh, kita masih belum ke show room. Hanya bermodalkan smartphone.

9. Proses selanjutnya setelah kita selesai melengkapi data melalui Auto2000 Digiroom, Sales Advisor Auto2000 terdekat dari lokasi yang kita tentukan akan mengurus proses lebih lanjut.

10. Setelah semua data dan proses terpenuhi dan aplikasi kredit kita disetujui leasing, kita tinggal menunggu kendaraan sampai dirumah. Kita juga bisa melakukan tracking status pembelian lewat situs Auto2000.co.id sehingga bisa mengatur waktu saat proses delivery.

Semua bisa dilakukan dimana saja

Giman Braii Auto2000 Digiroomnya? keren kan? kalau masih bisa dilakukan dirumah atau dikantor tanpa harus ke showroom, ngapain buang-buang waktu.

“Dengan hadirnya Auto2000 Digiroom diharapkan pelanggan lebih mudah karena memiliki lebih banyak pilihan channel untuk mendapatkan layanan professional dari team Auto2000. Dengan menyatukan seluruh kebutuhan pemilik mobil Toyota dalam sebuah platform digital, Auto2000 Digiroom menjadi e-commerce dealer otomotif pertama di Indonesia yang siap melayani pelanggan. Sebagai ‘Toyota Showroom in Your Pocket’, Auto2000 Digiroom sejalan dengan konsep layanan kami yakni ‘Auto2000 Lebih’ dengan tagline ‘Urusan Toyota Lebih Mudah’,” jelas
Martogi Siahaan, Chief Executive Auto2000, saat layanan Auto2000 Digiroom ini dilaunching secara digital pada kamis 26 Maret 2020 lalu.


Read More

Disrupsi Telekomunikasi, Senja Kala Provider Telko Akankah Terjadi?

Selasa, 11 Februari 2020

4 komentar
Tiga atau lima tahun ke belakang, kita dikejutkan oleh beberapa media cetak yang “dipaksa” tutup karena hebatnya disrupsi media (sosial)  yang mengganggu keberlangsungan mereka. Hanya ada beberapa media cetak besar yang masih sanggup bertahan, itupun setelah mengurangi beberapa produk cetak mereka.
Senja kalau perusahaan telekomunikasi akankah terjadi
Selain budaya membaca kita yang masih rendah, kemajuan teknologi semakin memperburuk keadaan media saat ini.

Lalu bagaimana dengan wacana disrupsi komunikasi yang juga terjadi di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Apakah juga akan mempengaruhi perusahaan telekomunikasi yang ada di Indonesia?

Oke sebelum makin njelimet bahasannnya, ada yang belum mengerti istilah disrupsi? Menurut KBBI disrupsi itu tercabut dari akar, tentu kita nggak bisa menggunakan istilah ini mentah-mentah. Rheinald Kasali pernah bilang, disrupsi kurang lebih seperti disruption, gangguan atau ancaman Tentu maksud Rheinald Kasali tidak se vulgar terjemahannya.

Disrupsi menurut saya bisa diartikan inovasi atau perubahan mendasar yang sedang terjadi di tengah masyarakat dan berdampak luas. Apakah itu hal yang postif atau negatif? Apakah disrupsi itu ancaman atau peluang?

Contoh disrupsi yang sangat dekat dan terjadi di sekitar kita adalah di bidang transportasi. Kejayaan taksi sebagai angkutan umum yang eksklusif semakin pudar. Banyak perusahaan taksi yang meredup dan gulung tikar, tapi ada beberapa yang mencoba mengikuti arus disrupsi dan mencoba beradaptasi. Kita tentu tahu, siapa yang membuat disrupsi transportasi ini terjadi.

Contoh lain adalah di bidang pendidikan. Zaman sekolah saya, ikut bimbingan belajar (di luar sekolah) hanya untuk yang orang tuanya mampu, buat saya dan beberapa teman, ikut les yang diadakan guru sekolah sudah cukup membahagiakan.

Tapi kini, sebuah aplikasi bimbingan belajar yang bisa diakses di mana saja begitu menyedot perhatian masyarakat kita. Bahkan iklan mereka di TV atau media sosial lebih “Gila” ketimbang bimbingan belajar konvensional. Mungkin karena mereka gak perlu mikir, sewa gedung sehingga bisa promo gila-gilaan. Walau saya lihat, mereka mulai mendirikan kantor di beberapa lokasi.

Lalu apakah bimbingan belajar konvensional akan mati? Pilihannya ada dua, stagnan saja, atau mengikuti perubahan. Orang belajar tetap perlu tatap muka, tapi kalau ada aplikasi  yang membantu mereka saat belajar di rumah, tentu akan ada nilai lebih.

Disrupsi Telekomunikasi

Nah baru kita masuk ke point intinya, Disrupsi Telekomunikasi. Semua ini berawal dari evolusi teknologi yang sangat cepat. Saya juga baru menyadari ini saat hadir di acara FGD Indonesia ICT Institute Jakarta, 5 February 2020 mengenai "Disrupsi Telekomunikasi di Balai Kartini, ruang Anggrek.

Hadir menjadi narasumber hari itu adalah, Ir. Nonot Harsono, M.T dan Heru Sutadi.

Heru Sutadi adalah Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute. Indonesia ICT Institute hadir sebagai lembaga yang bersama-sama pemangku kepentingan lainnya memajukan sektor ICT Indonesia agar mempunyai manfaat yang lebih luas dan menjadi enabler pembangunan yang berkelanjutan. Indonesia ICT Institute turut serta bersama memajukan ICT melalui penelitian, konsultasi, pemberdayaan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi yang melibatkan seluruh stakeholder ICT.

Sementara Ir. Nonot Harsono, M.T adalah pengamat teknologi yang juga menjadi dosen di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan pernah menjadi ketua jurusan telekomunikasi di tahun 2001-2005. Beliau juga pernah menjadi Komisioner BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) yang terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai unsur pemerintah dan Komite Regulasi Telekomunikasi sebagai unsur masyarakat.

Nonot Harsono dan Heru Sutadi menjadi narasumber di acara FGD Indonesia ICT Institute

Disrupsi Telekomunikasi memang tidak secepat teknologi digital, tapi pergerakannya pasti. Saya ingat betul tahun 90an, diawal telpon genggam menjadi barang (sangat) mewah (sekarang pun masih), harga kartu perdana bisa mencapai 500rb sampai 1juta. Pulsa termurah antara 100-200rb, itupun kalau gak salah cuma bisa beli pakai kartu kredit (koreksi kalau salah).

Kehadiran telpon genggam saat itu belum bisa mendisrupsi (mengganggu) telpon rumah dan telpon umum koin/kartu. Karena hanya digunakan oleh sebagian kalangan saja. Memasuki tahun 2000 para produsen telpon genggam makin aktif berproduksi dan berinovasi dengan mengeluarkan produk yang semakin terjangkau.

Provider telekomunikasi tepuk tangan kegirangan karena, semakin banyak yang menggunakan telepon genggam, maka target market mereka terbuka lebar. Tahun 2000-an harga pulsa termurah sekitar 50rb. Kedepannya harga pulsa yang dijual kepasaran semakin bervariasi.

Saya ingat telpon genggam pertama saya adalah Nokia 3210 dan kemudian beralih ke Sony Ericsson R310, masyarakat sering menyebutnya Ericsson Hiu, karena bentuk bagian atasnya menyerupai sirip hiu. Telpon genggam tahan banting, cocok untuk saya yang slebor. Semua telpon genggam itu saya beli dari tangan kedua alias bekas.

Bisa dibilang, perusahaan telekomunikasi menjadi industri paling seksi kala itu. Bayangkan untuk kirim SMS, kita dipungut biaya 1 rupiah per 1 karakter. Kalau harga ini masih diterapkan saat ini, bisa-bisa pulsa kita Cuma habis buat kirim pesan via aplikasi Whatapps.

Sampai 2010, pembangun infrastruktur BTS oleh para perusahaan telko sedang bergairah. Saya pernah bekerja disebuah perusahaan yang membangun BTS, perusahaan kecil yang hanya berisi 5-7 karyawan. Tugas saya adalah mensurvei sampai menegosiasikan lahan yang akan digunakan oleh salah satu perusahaan telko.

Bayangkan dalam seminggu bisa ada 3 tempat potensial yang harus disurvei, dan saat itu, tempat saya bekerja diberi tanggung jawab untuk daerah Jakarta Pusat dan Sukabumi. Tahun 2007-2008, keluar masuk kampung di daerah Sukabumi adalah pekerjaan saya.

Lalu bagaimana dengan keadaan saat ini? Masihkah perusahaan telko ini menjadi ladang usaha yang (sangat) menguntungkan?

Persaingan harga diantara perusahaan telko sudah wajar terjadi, tapi bukan berarti yang memberikan harga murah maka akan bertahan lama dan diminati masyarakat luas. Buktinya ada perusahaan telko yang meberikan fasilitas telpon murah kala itu, namun harus kibarkan bendera putih lebih dulu.

Menurut Nonot Harsono, Saat ini persaingan perusahaan telko masih terfokus siapa yang memberikan harga termurah. Di era disrupsi telekomunikasi, persaingan seperti ini sudah bukan jamannya lagi. Karena semakin murah, yang diuntungkan bukan perusahaan tapi pihak lain.

Perusahaan Telko beresiko menjadi hanya sebagai penyedia komoditas murah dan mudah tergantikan, yang biasa disebut dengan “data-transmission bandwidth”.

Persaingan yang terjadi saat ini selain menguntungkan pelanggan, juga membuat Industri & perusahaan Platform/Apps/OTT (over the top) seperti Google, Facebook, dan Netflix telah mendapatkan value dan peluang (keuntungan) yang sangat besar, bukan karena mereka meningkatkan skala industrinya, namun karena mereka menciptakan brand yang kuat memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi.

Infrastruktur yang dibuat oleh perusahaan telko di Indonesia secara “berdarah-darah” (lebai penggambaran ya?) Tapi dengan mudahnya digunakan oleh perusahaan Platform/Apps/OTT tersebut.

Contoh, aplikasi chatting seperti Whatapps, Line dan Telegram. Mereka tidak punya jaringan tapi kita bisa chatting, kirim gambar dan video, telepon bahkan video call. Tidak punya jaringan tapi bisa melayani pelanggannya seperti mereka bikin infrastruktur jaringan di Indonesia.

Apa yang kini, perusahaan telko dapat? Hanya pembelian pulsa bulanan untuk paket data internet kan? Jarang ada yang beli pulsa untuk telepon atau kirim SMS. Bonus SMS saya dari salah satu perusahaan telko sampai ratusan nggak pernah saya pakai.

Bahkan data atau kebiasaan (habit) pelanggan pun, (konon) tidak dimiliki perusahaan telko. Karena data yang diambil dan digunakan oleh para perusahaan Platform/Apps/OTT seperti Google, Facebook, dan Netflix hanya numpang lewat saja sebagai aliran data.

Yang bisa mengolah data untuk kepentingan perusahaan ya hanya mereka (Google, Facebook, Netflix dll), bukan perusahan telko di Indonesia.

“Jika Google dan Facebook bisa mengetahui segala sesuatu tentang Users mereka, maka sebenarnya para Operator pun bisa mendapatkan informasi yang sama, karena semua data/informasi itu mengalir melalui network milik para operator, dalam perjalanan alirannya menuju ke Google dan Facebook”. Lanjut Nonot Harsono.

Menurut Heru Sutadi, Disrupsi teknologi mengubah banyak hal: bisnis, kompetisi, adopsi dan inovasi teknologi, organisasi perusahaan.

Untuk itu diperlukan visi dan kepemimpinan, inovasi dan adopsi teknologi serta transformasi organisasi agar perusahaan dapat sustain di tengah gempuran disrupsi teknologi, termasuk pada perusahaan-perusahaan telekomunikasi.

Dari laporan tahun 2018 terlihat dua perusahaan telko di Indonesia yang kinerja keuangannya berada diposisi minus (negatif). Bahkan di tahun 2018 jumlah pelanggan para perusahaan telko ini cenderung menurun.

Disrupsi dapat terjadi kapan saja, di sektor apapun termasuk telekomunikasi, dan pengaruhnya terhadap organisasi tradisional bisa menjadi sangat signifikan.

Dari kajian yang dilakukan, para penyelenggara telekomunikasi nampaknya perlu terus bergerak menghadapi dan melakukan transformasi digital yang bergerak cepat ini meskipun telah memiliki visi, misi dan strategi dengan caranya masing-masing.

Melakukan transformasi digital bagi sebuah perusahaan memang tidak mudah, harus membentuk mind-sets baru dan merombak organisasi. Karena transformasi digital memerlukan lebih dari sekadar meningkatkan bisnis dengan teknologi digital, tapi juga memerlukan pemikiran ulang dan restrukturisasi seluruh logika bisnis suatu organisasi. Lanjut Heru Sutadi menutup FGD siang itu.
Read More

Asuransi FWD Critical Armor, Tidak Pernah Klaim, Premi di Kembalikan

Kamis, 06 Februari 2020

Tidak ada komentar
Pernah gak berada dikondisi, mempunyai Ibu 25 tahun mengidap kanker, bapak kanker prostat dan calon istri didiagnosis kanker ovarium? Ini adalah cerita dari Gilang Ramadhan, salah satu drummer terbaik Indonesia panutan saya.


Saya baru tahu cerita ini saat bertemu dengan Shahnaz Haque, istri Gilang di acara launching FWD Critical Armor beberapa waktu lalu.

Yuppss riwayat kanker sudah bukan hal baru dikeluarga mereka, Gilang dan Shahnaz merupakan pasangan yang sangat menginspirasi bagi siapapun yang harus berjuang melawan penyakit kritis.

Jadi saat Shahnaz cerita bahwa dia diagnosis kanker ovarium diumur 20an pada tahun 1998, Gilang tidak mundur. Karena dia sudah punya jalan cerita mengenai kanker terlebih dahulu. Dan ternyata Ibunda dan Nenek Shahnaz pun terdiagnosis kanker.

Dari obrolan yang sangat (sangat teramat) santai bersama ibu 3 orang anak ini, saya mendapat ilmu yang berharga, bahwa sakit (kanker) kita jangan di bawa nelangsa. Karena Shahnaz percaya, dengan pikiran positif, semua treatment pengobatan akan bekerja lebih maksimal.

Kalau dikeluarga mereka, ngomongin tentang kanker itu harus dibawa santai tapi serius (no tipu-tipu) seperti obrolan sore sambil makan cemilan dan ditemani teh manis hangat di teras rumah. Shahnaz tidak ingin pengalaman ibunya yang kondisinya saat mengidap kanker (agak) sedikit ditutup-tutupi, agar perasaan ibunya tenang.

Tapi menurut Shahnaz, itu hal yang salah. Karena semakin ditutupi, justru tidak membuat keadaan membaik.

Pertanyaan pertamanya Shahnaz kepada dokter saat didiagnosis kanker adalah.

"Saya bakal mati gak Dok?".

Lalu dokternya menjawab dengan santai

"Mati...".

Awalnya Shahnaz sempat shock dan menunda pengobatan sampai 2 tahun, sampai akhirnya berusaha menerima dengan ikhlas.

Karena pikiran positif dan semangat adalah penguat obat yang mujarab bagi para penyintas kanker. Banyak yang sudah stadium 4 tapi dengan pikiran positif, kesempatan hidupnya lebih panjang, tapi yang stadium 1 bisa cepat sekali menjadi stadium 4 karena terlalu meratapi keadaan mereka.

Kanker memang harus secepat mungkin ditangani secara medis, kata “Medis” harus di garis bawahi, tulisan di pertebal, kalau perlu di perbesar. Karena belum ada pengobatan alternatif apapun yang secara medis bisa mengatasi kanker secara maksimal.

Karena jika penanganan kanker dilakukan dari stadium 1 maka untuk mencapai kemungkinan hidup selama 5 tahun adalah 100persen. Tapi jika sudah stadium 4 maka, kemungkinan hidup selama 1 tahun hanya 80 persen.

“Hidup itu harus dibawa bercanda” Ujar Shahnaz dengan ringan. Pengalamannya sebagai penyintas dan caregiver Kanker tentu bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.

Memang tidak mudah bagi para pasien, untuk itu pihak keluarga mempunyai peran penting supaya keluarga kita yang didiagnosa kanker merasakan tenang dan nyaman.

Selain pengobatan yang panjang, biasanya yang menjadi pikiran para penyintas kanker adalah biaya pengobatan yang tidak bisa dibilang murah.

Sedikit bersyukur kini ada asuransi dari pemerintah, walau tidak semua obat dicover. Dan bukan masalah biaya pengobatan, kanker yang termasuk penyakit kritis bisa membuat perekonomian keluarga terganggu, terlebih jika yang terdiagnosis adalah tulang punggung ekonomi keluarga.

Cerita Shahnaz bisa menjadi pelajaran untuk kita semua

FWD Critical Armor Tidak Pernah Klaim, Premi di Kembalikan

Tapi untuk membeli asuransi tambahanpun banyak pertimbangan, salah satunya jika kita diberikan keberkahan tidak mengidap kanker atau penyakit kritis lainnya, lalu premi asuransi yang selama ini kita sisihkan untuk siapa?

Memangnya ada asuransi yang mengembalikan preminya jika ternyata kita tidak terdiagnosisi penyakit kritis?

Untuk itu pada tanggal 29 Januari 2020, FWD meluncurkan FWD Critical Armor, produk asuransi perlindungan penyakit kritis yang memberikan solusi komprehensif untuk membantu nasabah fokus pada penyembuhan penyakit kritis dan mengurangi rasa khawatir terhadap kerentanan keuangan.

Produk ini juga dilengkapi dengan manfaat pembebasan premi, manfaat meninggal dunia, dan pengembalian premi dengan total manfaat hingga 420% dari uang pertanggungan.

Wakil Direktur Utama FWD Life, Adit Trivedi mengatakan “Melalui FWD Critical Armor, kami ingin membantu nasabah beserta keluarga agar dapat tetap optimis dan positif dalam menjalani pengobatan hingga sembuh.”

Sedangkan menurut Direktur, Chief of Proposition & Syariah FWD Life, Ade Bungsu, “jika nasabah tidak pernah klaim penyakit kritis major hingga akhir masa perlindungan, premi akan dikembalikan. Jadi, tidak ada lagi yang terbuang percuma,”.

Tidak heran jika FWD Critical Armor adalah produk asuransi unggulan FWD Life tahun ini yang memberikan berbagai manfaat klaim bagi para nasabahnya.

Berikut manfaat bagi nasabah jika menggunakan asuransi FWD Critical Armor dari asuransi FWD;

Worry-Free Benefits

  • Melindungi dari 50 jenis penyakit major yang dapat diklaim hingga 3 kali dan 15 jenis penyakit minor yang dapat diklaim satu kali
  • Perlindungan hingga usia 80 tahun
  • Premi tidak berubah sepanjang periode pembayaran premi
  • Masa dan metode pembayaran premi dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan nasabah
  • Manfaat meninggal dunia
  • Setiap manfaat yang dibayarkan tidak akan mengurangi nilai dari manfaat lainnya.

Waste-Free Benefits:

  • Pengembalian premi jika tidak ada klaim penyakit kritis major hingga akhir masa perlindungan
  • Dibebaskan dari pembayaran premi lanjutan.
Read More