Asuransi Manfaat Khusus Cover Covid-19

Sabtu, 18 April 2020

Tidak ada komentar
Sebulan pandemi korona bikin rusuh di negeri ini, semua perhatian tercurah, semua tenaga terkuras. Tidak ada yang tidak terkena dampaknya. Mulai dari rakyat biasa, pekerja harian, pengusaha sampai pejabat tinggi terimbas.

asuransi-cover-covid-19
sumber image fwd.co.id
Covid-19 mengubah semua budaya dalam sekedipan mata saja. Tidak hanya di Indonesia, ratusan negara di dunia juga terdampak. Negara adidaya Amerika pun kelimpungan menghadapi virus yang berawal dari Tiongkok ini karena mempunyai jumlah terbanyak yang terinfeksi oleh covid-19.
Sementara 10 negara yang kasusnya paling banyak di dominasi oleh negara-negara Eropa. Hanya Iran dari kawasan arab yang nyelip diantara mereka (data 10 Maret 2020).

Sistem kesehatan di seluruh dunia sedang benar-benar diuji untuk menghadapi wabah yang datang tiba-tiba seperti air bah dan tidak terkendali.

Sebagaian besar pasien Covid-19 di Indonesia, bahkan mungkin diseluruh dunia sudah dicover oleh pemerintah untuk biaya pengobatan sampai mereka sembuh.

Tapi harap diingat, Covid-19 tidak hanya menyerang sisi kesehatan saja, tapi ekonomi, sosial dan budaya ikut diserang habis-habisan.

Para pasien yang telah dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit, tetap disarankan untuk tidak keluar rumah/karantina mandiri kurang lebih 14 hari untuk benar-benar meyakinkan bahwa virusnya sudah tidak aktif dalam tubuh mereka.

Lalu bagaimana dengan sumber pendapatan yang berkurang karena terinfeksi virus Korona ini? Bayangkan masa karantina bisa 14 hari, lalu pengobatan tercepat juga kurang lebih 14 hari. Belum karantina setelah pengobatan. Bisa lebih dari 2 bulan, tanpa pendapatan atau penghasilan.

Sebagian besar dari kita yang masih diberi keberkahan sehat tidak terinfeksi saja, kesulitan untuk mendapatkan penghasilan tambahan di masa pandemik ini. Bagaimana dengan para pasien yang terinfeksi Covid-19? Kalau kalian bertanya apakah ada asuransi cover COVID-19, akan saya jawab ada.

FWD Life sangat memahai hal ini, dengan memperpanjang periode Manfaat Khusus Virus COVID-19 hingga 30 April 2020. Ini adalah manfaat tambahan untuk para nasabah individu FWD Life yang terdiagnosis positif Covid-19. Total manfaat sebesar 100 juta ini diluar dari manfaat asuransi yang dimiliki.

Lalu manfaat tambahan apa saja yang diberikan oleh FWD Life cover COVID-19, Pertama adalah Manfaat Tunai Harian yaitu, para nasabah yang dinyatakan positif akan mendapatkan Rp1 juta perhari selama dirawat, maksimal 30 hari. Dan jika sudah lewat dari 30 hari nasabah akan mendapat Manfaat Tunai Sekaligus sebesar Rp10 juta.

Kedua Manfaat Karantina, diberikan kepada nasabah (tertanggung) yang menjalani karantina terkait Covid-19 sebesar Rp5 juta . Anggota keluarga inti tertanggung juga akan mendapatkan masing-masing Rp2.5 juta.

Keluarga inti adalah yang tinggal serumah dengan Tertanggung/nasabah pada saat didiagnosis positif terinfeksi Virus COVID-19 (suami/istri, anak, dan orangtua) dibuktikan dengan surat keterangan yang sah berdasarkan undang-undang pemerintah Republik Indonesia

Ketiga adalah Manfaat Meninggal Tambahan, jujur saya berharap tidak ada lagi yang meninggal karena Covid-19, tapi kalau memang sudah takdir mau dibilang apa. Dan FWD Life sudah mempersiapkan Manfaat Meninggal Tambahan untuk tertanggun sebesar Rp50 juta.

Inilah ada bentuk nyata komitmen FWD Life untuk memberikan kemudahan bagi semua nasabah dan keluarga mereka dalam mendapatkan perlindungan agar mereka merasa aman selama masa pandemi ini.

Walau tentunya saya percaya, bahwa kita semua berdoa untuk tidak terinfeksi oleh Covid-19. Tapi kalau kita sudah mengetahui pentingnya miliki asuransi sebagai benteng terakhir yang menjaga kita, tentunya dengan ada manfaat khusus perlindungan terhadap Covid-19 akan membuat lebih nyaman.

Direktur Utama FWD Life, Anantharaman Sridharan mengatakan, “Kami berkomitmen untuk memberikan akses yang mudah ke produk perlindungan dan membantu para nasabah dan keluarga mereka merasa aman di tengah pandemi saat ini. Oleh karena itu, kami memperpanjang periode Manfaat Khusus COVID-19 yang menunjukkan pendekatan kami yang berfokus pada nasabah dan bagaimana asuransi sebagai sumber kekuatan untuk merayakan hidup bagi nasabah.”

Cara Klaim Asuransi Manfaat Khusus Cover Covid-19 FWD Life

Lalu dokumen apa saja yang harus disiapkan untuk bisa klaim Manfaat Khusus Covid-19 dari FWD Life ini?

Selain bukti rawat inap, nasabah juga harus mempersiapkan Surat Konfirmasi atau Surat Keterangan Dokter untuk Tertanggung/Pihak Yang Diasuransikan yang dinyatakan didiagnosis positif terinfeksi Virus COVID-19 atau resume medis dari rumah sakit yang telah diisi dengan lengkap dan benar disertai dengan tanda tangan dan cap dari rumah sakit.

Dan untuk submit dokumennya nasabah FWD Life gak perlu ribet print atau fotocopy dokumen-dokumen tersebut, nggak perlu janjian sama agen asuransinya apalagi sampai nyamperin ke kantor cabang FWD Life. Cukup di foto dan kirim melalui email atau melalui aplikasi WhatsApp Messenger, mudahkan?

Ini karena FWD Life adalah salah satu pionir asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia. Dengan didukung oleh teknologi digital terdepan, FWD berkomitmen untuk menjadi perusahaan asuransi yang dapat mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi. Salah satu caranya dengan kemudahan nasabah dalam hal klaim.

asuransi-cover-covid-19
Skenario Asuransi Manfaat Khusus Covid-19 dari FWD Life
Terkait klaim Manfaat Khusus Covid-19 FWD Life,ada beberapa poin yang harus diperhatikan oleh para nasabah :
  • Sebelum Periode Diagnosis bukan termasuk dalam status Suspek atau Orang Dalam Pemantauan (”ODP”), atau PDP menurut Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Virus COVID-19 Revisi ke-4, yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Maret 2020.
  • Sebelum Periode Diagnosis tidak termasuk orang yang positif terinfeksi Virus COVID-19.
  • Tidak bepergian dari dan ke negara Cina selama 14 (empat belas) hari sebelum Periode Diagnosis.
  • Tidak bepergian dari dan ke luar wilayah Republik Indonesia dalam waktu 1 (satu) bulan sebelum Periode Diagnosis.
  • Tidak bepergian ke negara-negara dengan tingkat peringatan kuning dan merah yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.
  • Ketentuan lain akan mengikuti ketentuan yang sudah ada sebelumnya.
“Periode Diagnosis” yaitu untuk Nasabah yang aktif sebelum tanggal 1 April 2020 akan berlaku sampai dengan 30 April 2020, sedangkan untuk Nasabah yang aktif setelah tanggal 1 April 2020 akan berlaku 30 hari sejak tanggal efektif polis.

Kalau masih bingung kalian bisa mengunjungi fwd.co.id atau menghubungi hotline 24 jam FWD Care di 1500 391. asuransi cover covid 19 asuransi cover covid 19 asuransi cover covid 19
Read More

Cerita Dari Mereka yang Terdampak Korona

Selasa, 14 April 2020

6 komentar
Nggak kerasa brai,  udah hampir sebulan aktifitas gerak kita dibatasi gara-gara wabah virus korona brengsek ini.  Maaf kalau berkata kasar,  tapi ini virus emang brengsek,  gak cuma bisa bikin orang sakit lalu meninggal,  tapi juga bikin orang pada pinter nyebar hoaks dan jadi pada berasa pinter dengan segala dalil dan teorinya padahal bukan ahli virus atau ahli kesehatan.

Foto hanya illustrasi, temen-temen saya, yang ada di foto ini nggak ada yang jadi tukang bubur atau driver online. Saya hanya rindu berkumpul dan berjejaring kaya gin
Yang perlu kita pahami adalah semua lapisan masyarakat terdampak, walau seberapa besar dampaknya dan cara menyikapinya berbeda-beda setiap orang. Ada yang santuy cenderung bodo amat, ada yang santuy tapi waspada, ada yang parno gak beraturan, yang akhirnya malah bikin orang lain khawatir tanpa ngasih solusi yang bermanfaat.

Gara-gara virus ini,  kita sesama saudara jadi saling menyudutkan, saling curiga satu sama lain dan saling merendahkan diri masing-masing.

"Karyawan sih pada enak, gaji bulanannya tetap di transfer, jadi disuruh kerja dari rumah malah pada seneng".

"Kalian enak banget gak usah mikirin cicilan rumah sama mobil, lah gw nih yang pusing. Tinggal ikutin anjuran tetap di rumah aja susah banget sih".

"Asal lo tau aja, gw sama temen-temen yang kerjanya harian dan gak punya dana cadangan yang paling terdampak gara-gara korona, kalian masih beruntung bisa WFH"

"Gw rasanya mau bunuh diri nih,  kalau di rumah mulu gak bisa kemana-mana".

sekilas kalimat-kalimat itu melintas di kuping ataupun di timeline sosial media. Saya coba memahami, bahwa tingkat depresi atau tekanan mental dan tuntutan hidup sangat berat dimasa sekarang. Disebuah media masa nasional dirilis bahwa orang yang terkena psikomatis cukup banyak.

Saya jadi berfikir, apa yang ada dibenak kedua orang tua saya saat tahun 1998-2000 terjadi krisis moneter yang menyerang Indonesia. Apakah perasaan mereka sekalut seperti saya sekarang ini.

Orang-orang seumuran saya, melihat krisis di tahun 1998 mungkin hanya melihat kerusuhan besar dan memakan banyak korban jiwa, tapi dampaknya bagi usaha dan penghasilan keluarga, kami tidak pernah tahu secara detil.

Apakah mereka khawatir, seperti saya yang khawatir kapan wabah ini berakhir sehingga kita bisa beraktifitas kembali dan mencari nafkah secara normal. Sepertinya efeknya Covid-19 lebih hebat dari krisis ekonomi 98.

Covid-19 adalah pagebluk yang (bisa saja) mengakibatkan krisis ekonomi dan juga krisis sosial. Kalau pemerintah tidak segera membuat peraturan yang bisa menjaga keseimbangan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Bertahan Hidup di Masa Pagebluk Korona 

Semasa karantina,  kami relatif jarang membeli makanan dari luar.  Dengan ilmu memasak seadanya,  kami mengolah bahan yang kami beli di pasar tradisional maupun di swalayan dekat rumah.

Ini salah satu cara kami bertahan di masa pagebluk korona brengsek ini. Alasannya untuk menghemat pengeluaran dan yang penting adalah agar tidak sering-sering keluar rumah untuk sekedar cari makan atau berbelanja harian.

Diawal-awal kami belanja untuk satu minggu, namun kini kami persingkat jadi 3-4 hari untuk berbelanja di pasar tradisional. Itupun kami sudah tahu tukang sayur mana yang buka sampai 24jam supaya kami bisa berbelanja di malam hari, saat sudah sepi.

Sampai akhirnya saya harus keluar untuk membeli bubur ayam langganan. Karena ibu mertua yang meminta, jadilah saya membelikan pesanan beliau untuk sarapan pagi.

Bubur ayam ini sudah jadi langganan lebih dari 10 tahun lalu, harganya sedikit mahal (masih dibawah 15rb) tapi buburnya padat, sate lengkap dan ada empingnya. Ini yang jadi ciri khas bubur kang Tatang.

Sampai di gerobaknya, saya langsung disambut sumringah kang Tatang yang seakan rindu setelah lama tak ketemu.

"Gimana kang jualannya? " Saya langsung membuka percakapan, sambil memberikan wadah untuk bubur dan handsanitizer untuk disimpan di warungnya agar bisa digunakan oleh siapa saja.

"Waaah lumayan ngedrop nih. Biasanya sehari itu habis 16 liter, kalau weekend bisa sampai 20 liter. Kalau sekarang 6 liter aja nggak habis". Ujar kang Tatang sambil mengajak saya melihat kedalam panci buburnya yang masih penuh.

Harus diakui, bubur kang Tatang di Komplek Taman Asri Ciledug ini memang selalu ramai. Kalau saya datang jam 10 siang saat weekend,  kemungkinan besar sudah habis.

"Modal jualan perhari itu 1.7jt, biasanya tuh omset perhari antara 2.5jt sampai 3.5 juta,  sekarang mah 2 juta aja sudah syukur. Dua hari lalu malah nombok". Lanjut kang Tatang.

Tapi kang Tatang bersyukur sudah mempunyai tabungan untuk pulang dibulan Ramadhan nanti. Gerobak buburnya memang selalu tutup saat Ramadhan sampai usai Idul Fitri.

Pagebluk korona yang merebak antara bulan Februari-Maret, membuat kang Tatang masih bisa bernafas lega, karena pertengahan April, saat memasuki bulan Ramadhan, dia sudah tidak lagi berjualan. Alasannya sederhana, biar ibadah Ramadhan lebih fokus.

Lain lagi cerita kawan saya pengemudi taksi online. Saya memanggilnya Ncex, bukannya rasis, tapi memang dia yang meminta dan tidak keberatan dipanggil seperti itu karena matanya yang kecil walau dia bukan dari ras Tionghoa.

Sudah lebih dari 5 tahun jadi pengemudi taksi online, konsisten tidak pindah-pindah aplikator. Sudah paham seluk beluk driver online, saya banyak belajar dari Ncex mengenai jalanan Jakarta dan driver online.

Gara-gara wabah ini, Ncex harus berfikir keras. Bayangkan pendapatannya berkurang 90%, bahkan bisa sampai minus yang artinya pernah dalam satu hari tidak mendapat penghasilan sama sekali malah nombok untuk bensin dan makan.

Sebenarnya saat wabah ini baru mulai masuk ke Indonesia, Ncex masih tetap turun ke jalan. Dan itu sudah ada penurunan penghasilan.

Saat pemerintah umumkan kasus pertama, grafik penghasilannya mulai menukik tajam.

Ncex sempat tidak narik, selama 1 minggu, ketika untuk pertama kalinya dihimbau pemerintah untuk tidak keluar rumah, tapi kebutuhan keluarga yang harus terpenuhi, cicilan mobil yang tidak bisa menunggu memaksa Ncex harus turun kejalan.

"Baru dua hari nih turun lagi. Hari pertama 250rb (kotor), sedangkan hari  ini sampai jam 13.00 blum ada sama sekali orderan". Ujarnya saat saya chat via WA.

Makin hari kondisinya tidak kunjung membaik,  Ncex harus tidur dikendaraan karena kalau harus pulang kerumahnya di daerah Bekasi malah membuat boros bensin.

Selain itu, alasan utama tidak sering-sering pulang adalah untuk memperkecil resiko penularan Covid-19  kepada keluarganya dirumah.

Dalam kondisi normal,  paling sedikit dia dapat penghasilan kotor diantara 600.000 sampai 1 juta rupiah perhari. ini blum dipotong fee aplikator sebesar 20% plus bensin dan makan.

Saya sempat iseng bertanya,  udah ada penumpang yang kasih bingkisan atau tanda solidaritas terkait Covid-19.

"Blum ada bro" Sambil memberikan emoticon senyum.

"Yang ada malah banyak yang khawatir,  tanya-tanya kok gak pake masker (kalau lagi lupa pakai),  sehat apa nggak, kaya pada takut gitu?" Lanjut Ncex.

"Sebenarnya teman-teman pengemudi saat ini juga khawatir kalau mendapat orderan anter atau jemput ke rumah sakit,  apalagi rumah sakit rujukan Covid-19. Jadi kita juga saling jaga sama-sama aja" Menutup percakapan kami via WA siang itu.

Semoga wabah ini cepat berlalu,  sekalipun masih lama, saya berharap pemerintah bisa memberikan solusi terbaik untuk masyarakat luas.

Untuk makan sehari-hari mungkin bisa dicari dan memang sudah banyak yang membantu dari berbagai elemen masyarakat luas.
Rakyat Indonesia terkenal begitu guyub membantu sesama untuk sekedar hidup sehari-hari walau sebenarnya kita juga dalam kondisi sulit.

Tapi hidup bukan hanya sebatas makan saja kan? Banyak hal yang harus dipenuhi, listrik, cicilan, air PAM dan lain sebagai. Ini harus jadi perhatian juga.

Sekali lagi saya berharap pemerintah bisa memberikan kebijakan untuk memudahkan masyarakat di tengah wabah ini. Yang tidak kalah penting, semoga wabah ini cepat berlalu. #Covid19 #CeritaCovid
Read More