Tips Kebelet Pipis di Tengah Jalan, Jangan Pipis Sembarangan

Rabu, 23 September 2020

Tidak ada komentar
Jangan pipis sembarangan? Emang kenapa? Hhhhm kalau masih ada yang tanya kaya gini sih aneh aja yak. Antara pura-pura gak tau efek pipis sembarangan atau gak tau malu kalau dia sering pipis sembarangan. Kalian masih inget kapan terakhir kali pipis sembarangan? Kalau masih inget kebangetan banget deh.

Kalau pertama kali pipis sembarangan, gw yakin jawabannya waktu kecil. Inget gak kalau kita lagi kebelet pipis, orang tua langsung ngarahin ke selokan terdekat. Bener kan? Kalau gw sih gitu yak, tapi pas udah masuk TK gw paling gak bisa pipis ditempat terbuka. Udah malu gitu.

Jangan Pipis Sembarangan
Foto hanya illustrasi, bukan lagi ngintipin orang pipis

Jangankan di tempat terbuka, waktu di sekolah dasar ada ekstrakulikuler berenang, gw harus keluar kolam buat pipis. Bukannya sok bersih karena (sebenarnya) gw itu orang yang sembrono, tapi gw berasa risih aja. Ya masa pipis di kolam renang? Ada sih beberapa temen yang kaya gitu, tapi itu bukan gw.

Jadi budaya pipis sembarangan itu udah ada dari sejak dulu kala, tanpa kita sadari. Sayangnya saat kita dewasa, budaya pipis sembarangan ini masih terbawa. Dan semakin dewasa semakin gak tau malu buat pipis sembarangan.

Bukan mendiskreditkan satu pekerjaan, tapi yang sering gw lihat pipis sembarangan adalah para pengemudi. Baik kendaraan pribadi, angkot, bis, taksi konvensional, taksi online sampai ke ojol. Pokoknya yang sebagian besar hidupnya di jalan raya deh. 
Tidak semua, tapi pekerjaan mereka membuat kemungkinan untuk pipis sembarangan semakin besar.

Selama 3 tahun gw pernah kok jadi driver taksi konvensional dan online, jadi gw tahu tuh kalau temen-temen driver lagi nunggu penumpang atau ditengah jalan kebelet pipis, mau gak mau mencari pohon atau tembok terdekat. Udah hal yang biasa bagi sebagian orang, daripada sakit menahan pipis.

Antara emang kita yang cuek aja kalau pipis sembarangan sama kurangnya fasilitas MCK umum yang ada di kota besar seperti Jakarta.

Tapi sebuah pencapaian buat gw adalah, sekebelet apapun gw, sepanjang ingatan, gak pernah pipis sembarangan. Kalau lagi nyetir kebelet pipis, gw langsung mikir dimana pom bensin terdekat, minimarket atau masjid/musholla ngepasin waktu shalat.

Mending ikhlasin beberapa rupiah untuk kebersihan MCK, ketimbang gw harus pipis sembarangan.

Gw punya pengalaman yang mungkin bisa kasih ide kalau kita bener-bener kebelet pipis. Yaitu, kalau kondisi memungkinkan kalian bisa masuk ke hotel, kalau perlu hotel bintang 4. Keren gak? Masuk hotel cuma mau buang hajat.

Memungkinkan maksud gw adalah kita berpakaian rapih, minimal bersepatu. Kalau ditanya sama security hotel atau penjaga pintu, bilang aja.

“Mau ketemu orang di lobby..” Jamin mereka gak akan banyak tanya. Dan berhasil kok, gw pernah lagi bawa mobil dan tiba-tiba kebelet gak cuma pipis tapi BAB, beeuhh pucetnya luar biasa muka gw. Langsung arahkan mobil masuk parkiran hotel, parkir basement, naik lift ke lobby, percaya diri tanya ke security lokasi toilet cuss menuju, lega akhirnya bisa terlampiaskan. Cara ini gak cuma sekali atau dua kali gw lakukan, udah sering, hahahaha.

Sebenarnya masalah pipis sembarangan ini jadi permasalahan hampir setiap kota besar di Indonesia. Kesadaran masyarakat kita masih kurang, harusnya dengan budaya sopan santun yang selalu kita banggakan, pipis sembarangan bukan sebuah pilihan.

Karena pipis sembarangan sudah keluar dari budaya sopan santun, apalagi dari aspek kebersihan. Aromanya itu mengganggu banget Braii, kebayangkan kalau kita lagi asik jalan melewati sebuah halte, lalu duduk menunggu bis datang sambil ditemani semerbak bau pesing yang “menggoda”. Menggoda perut yang tiba-tiba berasa mual ingin muntah.

Padahal ya, setiap kota sudah mempunyai aturan jelas yang mengatur agar kebersihan kota tetap terjaga, tidak hanya dari kebersihan sampah tapi juga masalah buang hajat. Contoh,

Jakarta punya Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (“Perda DKI Jakarta 8/2007”) dan Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 221 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (“Pergub DKI Jakarta 221/2009”).

Selain itu dalam Pergub DKI Jakarta 221/2009 juga diatur bahwa dilarang membuang air besar dan/atau kecil di jalan, jalur hijau, taman, sungai dan saluran air. Perbuatan tersebut dikategorikan sebagai salah satu tindak pidana pelanggaran dan/atau kejahatan terhadap tertib lingkungan.

Braii ini peraturan udah ada dari 11 tahun lalu, dan jujur gw baru tau sih, hahahaha, tapi walaupun gak ada peraturan inipun gw berfikir ribuan kali untuk pipis sembarangan.

Kota Bandung juga punya peraturan, mengenai buang air kecil sembarangan pada Pasal 37 huruf j Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (“Perda Bandung 3/2005”) berbunyi:

“Dalam rangka mewujudkan ketertiban di daerah milik jalan, fasilitas umum dan jalur hijau di Daerah, setiap Orang, Badan Hukum dan/atau Perkumpulan, dilarang:”

a.

b…

j. buang air besar (hajat besar) dan hajat kecil di jalan, jalur hijau, taman, selokan, tempat umum kecuali di MCK;

Dst.

Permasalahannya menurut gw adalah, seberapapun beratnya sangsi, kalau kesadarannya blum ada gak akan peduli. Plus ditambah fasilitas yang memadai.

Kalau kita susah cari MCK umum atau sekalipun ada MCK tapi tidak nyaman, siap-siap saja serangan bau pesing menyengat di fasilitas umum akan tetap berlanjut. 
Jadi semuanya memang harus bersinergi, peraturannya tegas, masyarakatnya sadar dan fasilitasnya dibenahi, gw yakin bisa berhasil.

Atas dasar kegelisahan itulah, maka beberapa hari lalu gw ikut social campaign #JanganPipisSembarangan. Intinya ingin mengajak semua masyarakat untuk berpikir dan mengupayakan bagaimana caranya agar lebih banyak orang yang tahu bahwa kencing/pipis sembarangan itu merugikan banyak pihak.

Kalau saja semua sudut kota nyaman tanpa bau pesing, pasti makin banyak wisatawan yang betah

Karena itulah, sebuah Komunitas Jangan Pipis Sembarangan (JPS), akhirnya dibentuk di kota Bandung pada pertengahan tahun 2020. Tujuannya ingin mengajak seluruh warga untuk peduli pada lingkungan sekitar. Karena kami yakin, semua manusia berhak mendapatkan udara segar, tanpa aroma pesing.

Sebagai langkah awal berdirinya Komunitas ini, Founder Komunitas Jangan Pipis Sembarangan – Kang Ivan Nisero- melaunching sebuah single lagu yang akhirnya dijadikan jingle dari Komunitas JPS. Lagu yang berjudul Jangan Pipis Sembarangan ini mengandung lirik berupa ajakan agar orang tidak pipis sembarangan.

Lagu bergenre reggae ini langsung nyantol dikuping gw, apalagi liriknya yang simpel. Baru sekali denger langsung bisa nyanyi bareng.

Jadi Braii, Pliss #JanganPipisSembarangan, perasaan lo disembarangin sama mantan kan gak enak ya? Apalagi orang lain yang disembarangin sama aroma pipis lo? Mikirr..!!. Mari kita berdoa agar dijauhkan dari rasa kebelet pipis atau BAB, disaat jauh dari toilet.

Media Sosial Komunitas Jangan Pipis Sembarangan:
twitter: @KomunitasJPS
fanspage: komunitasJPG



Read More

75 Tahun Indonesia Merdeka, Berkaca Dari Kerusuhan Ambon 1999

Minggu, 06 September 2020

Tidak ada komentar
Indonesia baru 75 tahun, kok baru? Iya baru, untuk umur sebuah negara. Apalagi kalau dibandingin sama bokap mertua gw yang umurnya lebih tua dari Indonesia. Jadi kalau masih banyak yang perlu dibenahi wajar aja. Dan kalau ada yang masih coba memecah belah Indonesia juga masih wajar, karena Indonesia begitu kaya atau bisa jadi karena masih ada negara lain yang punya dendam sama kita.



Kenapa tiba-tiba gw nulis tentang Kemerdekaan RI, ya suka-suka gw lah, ini kan blog gw dan mulai saat ini, melalui tulisan ini gw mau bikin kanal baru yaitu CELOTEHAN. Kanal yang berisi tulisan ngasal tapi gak asal, ceplos ceplas tapi gak bablas. Pokoknya lebih mirip diary jaman gw SMA lahh.

Yesss gw udah punya buku diary dari jaman SMA (pliiss jangan di bully) dan parahnya, beberapa minggu lalu gak sengaja nemuin lagi, and apesnya dibaca sama bokin (teman hidup) Gw. Hahahahaha, walau udah pernah baca, tapi begitu baca lagi, tetap aja bokin senewen dan gw merasa gelisah (geli-geli basah) haayaahhh.

Tapi beneran tulisan jaman SMA itu menggelikan sekali..

Waiitt, kita kan mau bahas 75 tahun Indonesia, kenapa jadi bahas masa SMA sih. Oke Masalah SMA gw bahas nanti, kalau artikel ini udah di share lebih dari 10 orang di twitter, karena ini artikel penting buat persatuan bangsa dan negara.

Jadi begini, kemarin gw lihat berita bahwa ada laporan dari Pentagon kalau Indonesia bakalan dijadiin pangakalan perang sama China. Haaahhh serius..? atau Cuma bacot aja?. Jujur pas baca beritanya gw ketawa sambil tersenyum simpul sambil mainin iket rambut.. heeehh?

Jujur nih, Amerika itu udah sensi atau bisa dibilang ketar-ketir sama China dari tahun 98, kok gw bisa tau?

Berawal saat gw dikasih pinjem buku tentang kerusuhan di Ambon. Buku ini ditulis oleh Almarhum pensiunan aparat berpangkat BrigJen, beliau menganalisa kejadian yang membikin kota Ambon terluka sangat dalam. Isu konflik agama pecah di Ambon karena didalangi oleh pihak asing, setidak itu penuturan beliau yang saat kerusuhan sedang menikmati masa pensiun di kota kelahirannya Ambon.

Ohh ya, buku yang gw baca gak ada di penerbit komersil. Beliau menulis sendiri, menyebarkan sendiri sebagai tanggung jawab moral kepada tanah kelahirannya, kota Ambon. Selain itu beliau ingin meluruskan opini saat aparat di fitnah mendukung salah satu pihak saat kerusuhan Ambon. Nyatanya, itu tidak terbukti.

Kerusuhan Ambon itu tahun 1999, kita mundur 1 tahun kebelakang yaitu tahun 1998. Indonesia dilanda kerusuhan, diawali krisis ekonomi, yang ujung-ujungnya terjadi kerusuhan besar dengan isu rasialis di Ibukota dan beberapa kota besar lainnya.

Sistem ekonomi lumpuh, sistem politik hancur, sistem keamanan porak poranda. Positifnya, rezim 32 tahun tumbang, walau banyak korban harta dan nyawa karena tragedi 1998.

Menurut analisa penulis, kejadian 1998 itu settingan dari negara adikuasa, siapa itu? Pasti tau dong? Negara besar itu, lewat Goerge Soros diminta (entah gimana caranya, gw gak tau ilmu ekonomi) untuk membuat Indonesia limbung secara ekonomi, sehingga tidak konsentrasi dalam menjaga ketahanan politik dalam negerinya.

Dan ini berhasil, buktinya Timor-Timur lepas dari pangkuan ibu pertiwi. Hmmmm kok tiba-tiba lompat ke Timor-Timur sik? Trus kepentingan negara adikuasa itu apa?

Nahh ini menarik banget, sebuah analisa puluhan tahun lalu tapi terkait dengan keadaan sekarang. Perang dagang antara China dan Amerika sebagai negara adikuasa, yahh gw sebut juga nama negaranya, bodo ahh.
Nggak Cuma perang dagang, pentagon udah mulai menghembuskan isu, China bakal bikin pangkalan militer di wilayah ASEAN salah satu negara bidikannya adalah Indonesia. Tujuannya apa? ya tentu agar sentimen negatif terkait China tetap tumbuh.

Amerika tidak mau sendirian, bagi sebagian kelompok masyarakat di Indonesia, sudah punya sentimen negatif terkait dukungannya terhadap Israel yang menduduki wilayah Palestina.

Sebenarnya menurut penulis, Amerika sudah khawatir akan kedigdayaan China dari tahun 1998 Brai, China adalah raksasa muda di Asia. 

Kita semua tahu mimpi Amerika untuk jadi polisi dunia. Salah satu caranya membangun pangkalan militer di negara yang menurut mereka strategis. Sekaligus menjadi benteng awal dari serangan musuh sebelum bisa masuk ke negara mereka.

Pernah denger cerita saat jepang menghancurkan Pearl Harbour?, Mereka trauma sama kejadian tersebut.

Untuk mencegah kejadian berulang, Amerika membuat pangkalan militer (kalau gak salah disebut Armada VII) dikawasan Asia yaitu di Filipina. Tapi masalahnya, Filipina pada tahun 1991 gak mau memperpanjang kontrak dengan Amerika untuk penempatan pangkalan militer mereka, kenapa? Bukannya menolak dollar dari Amerika, tapi karena di tahun 1998 sudah terdengar kabar China berhasil membuat rudal jarak jauh yang bisa menghantam Filipina secara langsung.

Amerika pun waspada dan Filipina gak mau ambil resiko, kalau beneran terjadi perang, habislah mereka jadi lapangan pertempuran China dan Amerika.

Mau tidak mau, Amerika harus angkat kaki dari Filipina dan mencari lokasi strategis baru untuk menempatkan pangkalan militer mereka. Tujuannya untuk menahan serangan China lebih awal, kalau-kalau perang benar terjadi. Sekali lagi ini baru kalau.

Indonesia jadi target pengganti Filipina, tapi politik bebas aktif kita, tidak memungkinkan itu terjadi. Amerika masih punya cara lain. Salah dua caranya, pertama melalu ekonomi, kedua lewat politik. Lewat ekonomi dengan membuat goyang Indonesia, secara politik dengan cara, sedikit demi sedikit “memecah” kepulauan Indonesia.

Target mereka adalah, Timor-Timur, Ambon dan Papua. Timor-Timur sudah berhasil mereka pecah lewat referendum, target selanjutnya adalah Ambon, kemudian Papua.

Dalam pemikiran mereka, membebaskan Papua adalah hal yang mudah karena rezim 32 tahun sudah memperlakukan saudara-saudara kita secara semena-mena, kalau Ambon (MALUKU) berhasil lepas, mereka akan mudah masuk ke Papua. 
Jadi medio 1998-1999 target awal mereka adalah Timor-Timur dan Ambon.

Nyatanya, Saudara-saudara kita di Ambon lebih pintar, lebih cerdas ketimbang propaganda pihak asing. Seluruh elemen bangsa ikut turun tangan dalam kasus Ambon. Tidak ada yang saling menyalahkan satu sama lain, semua berusaha mencari titik tengah untuk mendamaikan masyarakat Ambon. Kalau tidak salah, pak Jusuf Kalla ikut turun tangan dalam kasus Ambon.

Walau prosesnya butuh waktu lama memulihkan keadaan ekonomi dan budaya, tapi saudara-saudara kita di Ambon berhasil melewati cobaan terberat mereka.

Kini, berdasarkan cerita temen gw yang orang Ambon, saat mereka ketemu satu sama lain, terus gak sengaja ngebahas tahun 1999, tanggapan mereka sama. “kok bisa ya? Kita bertikai karena apa ya?” Karena memang kerusuhan itu pecah tiba-tiba dan menjadi besar tanpa di sadari apa pemicunya secara jelas oleh saudara-saudara kita di Ambon kala itu.

Gara-gara baca buku ini, gw jadi penasaran kenapa Amerika ngebet banget memainkan propaganda untuk memecah belah bangsa kita. Ini benaran dipecah dalam arti sesungguhnya loh ya..

Coba kalian tengok peta dibawah dan kalian akan paham kenapa banyak kekuatan asing yang ingin bermain diwilayah tersebut. Ketika Timor-Timur, Ambon kemudian Papua terpisah dari kita, area laut diantara ketiga pulau tersebut tentunya bukan lagi wilayah Indonesia dong.

Bayangin kalau Maluku dan Papua berhasil dilepas sama pihak asing? Mereka bisa seenaknya wara-wari perairan Maluku, Papua tanpa harus ijin ke Indonesia. Bahkan bisa jadi, mereka akan menempatkan kapal induknya di perairan tersebut

Amerika tentu akan lebih mudah mendekati ke negara-negara baru itu dengan berbagai cara, misalnya melalui ekonomi. Kalau cara ini berhasil maka Amerika punya kesempatan lebih besar menaruh pangkalan perang di 3 negara baru tersebut, ketimbang harus minta ijin dulu ke Indonesia. Pinter yak strateginya? 

Setidaknya, kalau benar Amerika dan China berperang dan Amerika butuh bantuan ke Australia sebagai sekutu mereka, dengan mudah bala bantuannya melintas melewati perariran laut yang sudah bukan menjadi teritorial Indonesia lagi.

Jadi perairan laut antara Timor-Timur, Ambon (kepulauan Maluku) dan Papua adalah wilayah strategis untuk pertahanan dan strategi perang Amerika. Untuk mengumpulkan pasukan, mencegat serangan China sebelum sampai ke Amerika atau untuk strategi melarikan diri jika terdesak oleh China.

Walau gagal “mengacak-ngacak” Ambon agar menjadi seperti Timor-Timur, Amerika masih bernafas lega karena Filipina tahun 1999 kembali mau diajak bekerjasama.

Setelah membaca halaman awal dari buku ini gw punya gambaran, bagaimana Indonesia diacak-acak. untuk memecah wilayah nusantara, Amerika tahu mereka gak mungkin perang dengan Indonesia untuk memerdekakan Timor-Timur, Ambon dan Papua.

Cara yang mereka lakukan adalah dengan isu HAM. Kenapa? Dengan isu HAM, mereka bebas masuk membawa nama dewan keamanan PBB. Kemudian mereka akan membuat laporan sedemikian rupa bahwa sudah terjadi pelanggaran HAM berat di tiga wilayah incaran mereka itu.

Langkah berikutnya mereka akan mengusulkan referendum yang harapannya 3 wilayah itu bisa terpisah dari Indonesia. Dan strategi ini berhasil melepaskan Timor-Timur dari Indonesia.

Gw sujud syukur saat baca buku ini Ambon dan Papua masih tetap bersama ibu pertiwi. Tahu gak isu apa propaganda di Ambon menurut buku ini? Mereka bilang ada 8000 saudara-saudara Nasrani kita dibunuh oleh saudara-saudara muslim Ambon. 

Kenyataannya, tidak ada bukti pembunuhan masal itu. Walaupun kalau ditanya, emangnya Amerika yang propaganda di Ambon? Dibuku inipun gak ditampikan bukti fisiknya, tapi hanya analisa yang sangat masuk akal.

Memang ada korban jiwa di kedua belah pihak dengan jumlahnya yang tidak sedikit, mungkin mencapai ratusan. Dan yang bikin sedih, korbannya bukan karena saling tikam antara masyarakat yang tidak paham apa terjadi, tapi ada yang sengaja dibunuh oleh pihak pembuat propaganda untuk mengadu domba masyarakat Ambon dan mencuri perhatian dunia terkait pelanggaran HAM berat. Informasi ini saya sarikan dari buku tersebut.

75 tahun Indonesia merdeka dan yang masih sering coba di “ganggu” adalah Papua. Gw bisa paham dan memaklumi, luka 32 tahun diperlakukan tidak adil oleh rezim pasti masih membekas di benak saudara-saudara kita, Penulis buku paham betul akan hal itu.

Beliau menulis, setelah lulus dari Seskoad langsung ditugaskan di Papua. Dan setelah itu pindah ke Jawa Barat. Dilain kesempatan beliau meminta untuk ditugaskan kembali ke Papua, yang langsung di setujui, kenapa?

Karena pada masa itu tidak akan ada perwira yang dengan kemauannya sendiri bertugas di Papua, tapi beliau melakukannya sampai 3 periode, terakhir pada tahun 1993, Beliau juga pernah menjadi Korem 174.

Cukup aneh kan, Papua, daerah yang kala itu (konon) saat malam hari warna keemasannya akan terlihat dari lautan harusnya menjadi daerah makmur dan kaya tapi kenapa tidak banyak perwira yang mengajukan diri untuk bertugas disana?

Kalau menurut saya, selain sarat konflik, Papua kala itu menjadi anak tiri bangsa ini. Kurangnya pembangunan infrastruktur, minimnya perhatian pemerintah pusat menjadikan daerah kaya ini seperti terbelakang. Bayangkan saat bertugas di papua, beliau sering menjadi tempat curhat generasi muda Papua, yang sudah mulai gerah.

Salah satu curhatan orang muda Papua kala itu bahwa tidak mungkin ada orang Papua bisa menjadi PNS di luar Papua. Tapi mereka (di Papua) malah dipaksa untuk menerima orang-orang jawa (luar Papua) untuk menjadi PNS di bumi cenderawasih. Gw dengernya sih kesel yaak.

Kini tugas berat ada di tangan pemerintah, bagaimana memperlalukan saudara-saudara kita lebih baik. Mulai dari ekonomi, politik, pendidikan dan budaya. Memberikan kesempatan yang sama bagi putra-putri Papua untuk bisa berkontribusi bagi bangsa ini.

Tidak menjadikan tanah Papua sebagai sapi perahan bagi sebagian pihak. Sudah saatnya kekayaan alam Papua dinikmati oleh saudara-saudara kita disana secara mandiri dibawah bendera NKRI. Dan saya yakin seluruh elemen bangsa Indonesia hari ini, berusaha agar Papua makin sejahtera dan mendapatkan hak atas kekayaan alam mereka.

75 Tahun Indonesia, percayalah masih banyak pihak asing yang akan memanfaatkan, mencari peluang untuk mengacak-ngacak bangsa ini. Tugas kita bersama untuk tetap menjaga kesatuan NKRI dengan saling menghargai dengan perbedaan budaya yang kita miliki.

Mulai menghargai minoritas tanpa memaksakan keinginan pihak mayoritas bisa menjadi langkah awal saling menghargai. Karena mengikuti seluruh kemauan mayoritas dan membuat minoritas merasa tertekan itu bukan saling menghargai juga bukan demokrasi tapi itu bentuk baru tirani.

Mari kita jaga keutuhan bangsa ini, biarkan saja riuh kisruh politik di kalangan elit, yang penting kita rakyat di akar rumput jangan terpancing untuk saling “menyakiti” satu sama lain. Indonesia adalah tanah ajaib, orang bilang, tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman, lirik lagu Koes Plus sudah menggambarkannya.

Kalau ngomongin Indonesia sekaya apa, gw sempat pernah dengar cerita dari seseorang (sebut saja Om K) yang pada tahun 1970an bekerja untuk perusahaan luar negeri (gw lupa bergerak dibidang apa dan dari negara mana). Tugas dia adalah mengambil foto udara seluruh wilayah Indonesia.

Om K cerita, setiap minggu kerjaannya bolak-balik foto udara mulai dari Aceh sampai Papua. Dan menurut beliau, Papua tidak hanya emas dan tembaga, tapi punya kandungan uranium salah satu yang terbaik didunia. Beliau sempat menyesal, “telah menjual Indonesia” tentunya secara tidak langsung.

Itu baru di Papua, kandungan minyak kita pun sangat banyak dan tersebar di antero negeri. Sayangnya gw udah gak ketemu sama om K untuk bisa tau cerita secara detil.

Penutupnya kurang lebih gw bakal bilang, jangan langsung terprovokasi untuk membenci China atau Amerika. Karena mereka berdua mempunyai banyak kepentingan di Indonesia. Kita gak tau rencana apalagi yang akan raksasa dunia (Amerika) dan raksasa muda (China) lakukan untuk Indonesia. Mulai dari minjemin duit sampai ngobok-ngobok politik Indonesia, bisa saja mereka lakukan.

75 Tahun Indonesia Merdeka, yang harus kita perbuat adalah memanfaatkan kesempatan ini untuk bersatu dan mengembangkan semua sumber daya alam untuk kekayaan kita bersama sebagai sebuah bangsa yang merdeka. SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA...!!! 
.
Read More