MPV Jadi Raja di Indonesia

Senin, 29 Mei 2017

70 komentar
Pangsa pasar mobil di Indonesia masih dikuasai oleh tipe MPV dengan total penjualan 44% pada semester pertama 2017, dan ini sangat sulit untuk digeser oleh tipe mobil lainnya.

Pasti sudah pernah mendengar “MPV”, kan? MPV itu adalah Multi Purpose Vehicle, atau kalau diartikan dalam bahasa Indonesia adalah kendaraan yang mempunyai fungsi serbaguna. 
Kelebihan dari mobil tipe MPV adalah bisa membawa penumpang lebih banyak, biasanya 7 penumpang. Selain itu, kemampuan membawa barang dengan leluasa jadi kelebihan tambahan dari mobil tipe MPV.

Selain MPV, kita juga mengenal SUV atau Sport Utility Vehicle. Kendaraan ini perpaduan antara jenis sedan, station wagon, dan jeep. Mobil jenis ini memang diperuntukkan guna bisa melewati medan yang bervariasi. 

Ada juga City Car, mobil ini dari segi dimensi lebih kecil bila dibandingkan dengan dua tipe mobil di atas. Mobil jenis ini memang dirancang untuk untuk bergerak gesit di jalan-jalan kota besar. 
Dengan konsumsi bahan bakar yang irit, sebenarnya mobil ini bisa diajak menempuh perjalanan ke luar kota. Yang perlu dipertimbangkan adalah kenyaman bagi para penumpang.

City Car sempat mengganggu laju penjualan MPV karena harganya yang terjangkau, namun itu hanya tren sesaat.

Mengapa MPV Menjadi Raja di Indonesia

Di Amerika atau Eropa, jenis mobil yang paling digemari adalah tipe sedan atau pick-up dengan daya muat sedikit penumpang. Pilihan ini mungkin sesuai dengan karakter mereka yang mandiri dan lebih individual. Tidak mengherankan juga sih.

Orang Indonesia yang guyub dan merindukan silaturahmi, membuat MPV menjadi pilihan utama

Hal  berbeda dengan karakter orang Indonesia yang hangat, guyub, penuh kekeluargaan, dan mementingkan kebersamaan, yang secara tidak sadar membentuk sudut pandang tertentu dalam memilih kendaraan. 
Pilihannya jatuh pada kendaraan yang mempunyai ruang cukup leluasa untuk keluarga dan bisa maksimal dalam membawa barang. Tentu saja pilihan ini ada di mobil MPV.

Sejarah MPV di Indonesia sudah sangat panjang, setidaknya dimulai sejak tahun 1970-an saat untuk kali pertama MPV atau mobil penumpang masuk pasaran di Indonesia.

Saya pun jadi teringat kejadian yang sangat istimewa pada tahun 1996, saat Pakde (kakak dari ayah saya) mendapatkan rezeki dari hasil menjual sebidang tanah. Dari hasil tersebut, Pakde memutuskan untuk membeli mobil baru tipe MPV. 

Tentu saja pada masa itu, sebutan MPV masih belum terdengar familiar. Mobil baru di keluarga besar kami ini menjadi andalan, mulai dari kebutuhan harian sampai tidak terhitung sudah berapa kali pulang-pergi menempuh Jakarta-Malang, tempat lahir ayah dan Pakde saya.

Walau bisa menampung banyak penumpang, sayangnya dari segi kenyamanan tidak bisa dibilang oke, terutama dari segi suspensi atau peredam kejut yang agak keras.

Berawal dari kejadian istimewa di tahun 1996 itu pula yang membentuk cara pandang saya terhadap memilih tipe mobil yang saya butuhkan.

Untuk perjalanan jauh dengan muatan yang cukup banyak, City Car belum maksimal

Saya butuh mobil MPV, bukan hanya sebagai kendaraan untuk keluarga, tapi juga untuk menjalankan bisnis yang dimulai dari hobi saya. 

Saya suka dengan dunia visual, khususnya fotografi dan video, dan bersama beberapa rekan, saya sering mendapat projek di dalam maupun di luar kota. Dan hanya dengan mobil tipe MPV semua kebutuhan kami tentang transportasi terpenuhi. 

Jujur, untuk saat ini saya baru mampu memiliki kendaraan jenis City Car dengan tiga penumpang karena harganya yang terjangkau. Sayangnya dalam beberapa kesempatan kami harus mencari (pinjam/sewa) mobil dengan kapasitas yang lebih memadai dan juga nyaman dibawa berkendaraan dengan jarak yang jauh. Dan pilihan itu jatuh ke mobil tipe MPV.

Untuk membawa tim lebih dari 4 orang lengkap dengan peralatan audio video, saya butuh MPV agar bisa lebih nyaman dan aman.

Meskipun beberapa pecinta otomotif yang berpendapat bahwa pasar MPV akan cenderung turun, saya bukan saja tidak setuju, malah berpendapat terbalik. MPV akan menjadi tipe mobil yang tak tergantikan di Indonesia. Di luar negeri mungkin saja MPV jadi mobil kedua, tapi di Indonesia ceritanya akan berbeda.

Selama masih ada lebaran setiap tahunnya, MPV akan selalu jadi pilihan favorit keluarga di Indonesia. Coba saja kita perhatikan di kampung halaman masing-masing saat masa lebaran tiba, tipe mobil apa yang paling mendominasi di halaman-halaman rumah warga? Jawabannya pasti MPV!
Jangankan di kampung halaman, di jalanan Ibukota saja sudah jelas terlihat siapa yang menjadi raja jalanan.

Hhhmm jadi penasaran nih sama pendapat kalian semua setelah membaca tulisan ini. Kira-kira mobil MPV seperti apa yang mau kalian beli? Urutkan prioritas di bawah ini dalam memilih mobil MPV, lalu beri alasan singkat.

1. Luas dan nyaman
2. Reasonable price
3. Design yang menarik

Tulis di kolam komentar ya, jangan lupa follow IG @sattoraji DM ya buat di follback, tapi kalau yang saya kenal atau profil blogger, writter atau photographer pasti langsung saya follback. 

Read More

RUN4RARE Indonesia Rare Disorders Kebersamaan Yang Menguatkan

Minggu, 28 Mei 2017

33 komentar
Ratusan orang berkumpul di kawasan SCBD pada minggu pagi 30 April 2017 untuk memberi dukungan terhadap event #Run4Rare yang di gagas oleh IRD (Indonesia Rare Disorders).

Di pagi yang cerah itu, beberapa komunitas berkumpul,  mulai dari @IndoRunners komunitas fotografi dan tentunya @bloggercrony.

Empat perwakilan dari BloggerCrony hadir di acara ini, ada blogger enerjik kaka Denisse, blogger Kece mbak Zatta, blogger  tamvan mas bro Yogi dan saya tentunya.



Meeting point pagi itu ada di depan gedung equity tower, saya baru tahu ternyata di kawasan ini juga ditutup setiap hari minggu pagi untuk memberi kesempatan bagi yang ingin berolahraga.

Walau tidak full di tutup, setidaknya bjsa memberi suasana nyaman dan aman saat berolahraga.

Sekilas tentang Indonesia Rare Disorders, adalah komunitas bagi orang dengan kelainan langka atau juga orang tua yang anaknya butuh perhatian khusus.

Dikomunitas ini mereka bisa saling bertukar informasi, saling menguatkan dan menyatukan persepsi agar perhatian pemerintah lebih baik dan merubah pandangan di masyarakat.

Stigma yang timbul di masyarakat ketika melihat orang (anak) dengan kelainan langka langsung mempersepsikan kesalahannya terdahulu para orang tua dan pandangan negatif lainnya.

Rare Disorders adalah kelainan genetik langka. Disebut langka ketika ada 1 penderita diantara 2500 orang (1:2500)

Sebelum acara #Run4Rare dimulai,20 perwakilan pelari dari IndoRunners diberi kesempatan untuk lebih dekat dengan partner lari mereka.

Agar anak-anak dengan penyakit langka itu tidak kaget saat dibawa berlari bersama-sama. Yaa, orang tua tidak dijinkan untuk menemani anak-anaknya saat berlari.

20 anak dengan penyakit langka menunggu di 100meter menjelang finish, walau sebenarnya mereka tidak mengenal istilah titik finish. Karena bagi mereka ini adalah langkah awal untuk terus berkembang. Sementara itu 20 pelari sudah dilepas dari titik mulai.


Dan ternyata, anak-anak itu sangat menikmati. Banyak dari mereka yang tertawa lepas dan bahagia saat di dorong dalam stroller, di gendong dalam dekapan atau berlari beriringan dengan para pelari IndoRuners yang notabene adalah orang asing bagi mereka.

Mereka bahagia, karena mereka sadar tidak sendiri begitu juga dengan orangtua mereka yang hebat dan luar biasa.
Ketahuilah kalian tidak sendiri.


Khalid dan MAS


McCune-Albright Syndrome (MAS) merupakan kondisi genetis yang ditandai oleh kelainan pigmentasi kulit, penyakit tulang dan endokrin (hormon-sistem produksi). Penyakit tulang dapat menyebabkan kelemahan dan kelainan bentuk tulang pada kaki lengan dan tengkorak.

Namanya Ahmad Khalid Altair Alkautsar, umur 3 tahun. Dan tidak terasa 1 Tahun lalu awal kami bertemu di acara IRD. Saya masih ingat karena rumahnya tidak jauh dari tempat tinggal kami.

Dan kami bertemu kembali di acara #Run4Rare 2017.

Jagoan satu ini terlahir dengan MAS, dilihat dari fisiknya, Khalid mempunyai 6 jari di setiap tangan dan kakinya.

Senyumnya lepas saat diajak berfoto, bahkan saat diajak lari dalam stroller oleh om Oki dari IndoRunners, Khalid sangat menikmati.



Beruntung Khalid punya ayah, ibu dan kakak yang kuat dan sabar. Bahkan sang kakak sudah tahu jenis penyakit langka yang di derita khalid. Ya, kakanya yang mengejakan huruf demi huruf kepada saya, ketika kami bertemu di event #Run4Rare.

Semangat terus @IndonesiaRareDisorders terimakasih @IndoRunners dan terima kasih juga buat D'Cronys yang sudah support kegiatan #BloggerCare.

#BloggerCare adalah kegiatan di BloggerCrony yang bersifat sosial, blogger diajak untuk berkontribusi lewat tulisan dan media sosial tanpa pamrih untuk berbagi.

INDONESIA RARE DISORDERS
Website     : www.inarare.org
Instagram : @indonesiararedisorders

Credit all foto by @sattoraji




Read More

Bersihkan Masjid Bersihkan Perbuatan Sambut Ramadhan

Sabtu, 27 Mei 2017

6 komentar
Saat bangun dini hari tadi, mata saya langsung tertuju ke layar televisi yang sudah dinyalakan oleh separuh jiwaku (sok romantis).

Di layar jelas terlihat suasana kota Las Vegas dengan kerlap-kerlip lampu dan suasana glamournya. Tapi anehnya, backsound musiknya bukan lagu EDM (electronic dance music) tapi yang terdengar justru alunan musik dari timur tengah.


Penasaran, saya berhenti sejenak untuk tahu lebih lanjut, sayangnya acara yang membahas tentang keberadaan masjid di Sin City (kota dosa) Las Vegas sudah memasuki segmen terakhir dan saya hanya mendapat sedikit informasi.

Justru ini yang membuat saya makin penasaran, lalu browsinglah saya dengan key word "Masjd di Las Vegas". Dan luar biasa, informasi yang saya dapat dari dunia maya ini.

Ternyata perkembangan umat muslim di Las Vegas atau Amerikat Serikat pada umumnya sangat pesat.

Di Las Vegas sendiri sudah ada sembilan masjid yang terdeteksi oleh google tersebar di sekitar "kota dosa" tersebut.



Dan yang terbaru pada 2016 lalu, sebuah masjid kembali resmi berdiri di kota judi itu.

Masjid Ibrahim, Las Vegas. Dibangun oleh Sharaf Hassebulah (71th), muslimah Amerika Serikat yang mempunya bisnis properti.

Dengan dana 3juta US Dollar, dia mewujudkan mimpinya membangun sebuah masjid.

Terasa besar perjuangan dan cinta saudara-saudara kita di luar sana, yang tinggal dikawasan minoritas. Berbeda dengan kita di Indonesia yang diberikan kemudahan untuk beribadah, berkumpul bahkan membangun masjid atau musholla di sekitar tempat tinggal kita.

Tapi apakah cukup hanya dengan membangun masjid saja..?.

Ya membangun masjid sangat mulia dan mendapat pahala yang berlimpah. Tapi meramaikan dan menjaga masjid, saya yakini akan mendapat balasan yang setimpal.

Dari frase 'menjaga masjid' ini, program dari Unilever tentang "Bersih-Bersih 1001 Masjid" menjadi pengingat bagi kita semua.


Di program ini Unilever ingin berbagi dan membangkitkan semangat kebersamaan, bahwa membersihkan masjid tidak hanya tugas dari marbot. Tapi kebersihan masjid juga tanggung jawab kita.

Kalau kebersihan itu sebagian daripada Iman, maka membersihkan dan menjaga kebersihan masjid adalah sebuah kewajiban.

Acara yang berlangsung di Masjid Raya Sunda Kelapa ini, dihadiri pula oleh Wakil Presiden Bp. Jusuf Kalla sebagai ketua Dewan Masjid Indonesia.

Unilever bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia memilih 1001 masjid di 11 propinsi dan 33 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Dan 131 masjid diantaranya berada di wilayah Jakarta.

Unilever juga mensupport semua alat kebersihan yang dibutuhkan untuk program bersih-bersih 1001 masjid ini. Tidak hanya peralatan, tapi juga sukarelawan yang paham bagaimana menggunakan alat ataupun penggunaan yang tepat cairan kebersihan yang diproduksi Unilever sesuai dengan peruntukannya.

Memang jumlah 1001 masjid untuk ukuran Indonesia masih terbilang kecil, bahkan jika kita bandingkan saja dengan Jakarta yang mempunyai 3000 masjid, angka 1001 masjid belum ada setengahnya.

Tapi setidaknya ini bisa menjadi pemicu, bahwa membersihkan masjid atau tempat ibadah serta secara sadar menjaga kebersihan masjid adalah sesuatu yang tidak bisa di tawar.



Saya teringat perjalanan pulang kampung saya waktu lebaran tahun lalu. Kebetulan kami sekeluarga menggunakan kendaraan pribadi, dan seperti pada umumnya jika kami ingin istirahat yang kami cari adalah pom bensin atau masjid terdekat.

Permasalahannya, ketika kita ketemu masjid dan beristirahat, kita lupa menjaga kebersihan lingkungan masjid.

Sampah berserakan dimana-mana, padahal jelas di dekat mereka ada tempat sampah. Saya sempat bertanya kepada marbot masjid setempat, ternyata kebiasaan ini sudah berlangsung terus menerus.

"Kebanyakan mereka meninggalkan sampah berserakan setelah meninggalkan masjid" ujar si marbot.

Mungkin para pemudik itu berfikiran sudah ada marbot yang menjaga kebersihan masjid dan mungkin para pemudik itu merasa sudah berkontribusi cukup dengan memasukkan sebagian hartanya kedalam kotak infaq.

Yukk jaga kebersihan masjid, karena kebersihan sebagian dari pada iman apalagi menjaga kebersihan masjid.

Agar lebih tahu mengenai info "Bersih-Bersih 1001 Masjid" atau info seputar Ramadhan, bisa akses ke www.1001inspirasiramadhan.com
Read More

Familia Urban, Hunian Hijau Di Kota Bekasi

Kamis, 25 Mei 2017

1 komentar
Jakarta merupakan kota yang menjadi pusat bisnis dan pemerintahan. Semua terpusat di Jakarta, sampai-sampai kota metropolitan ini hampir tidak mampu menahan beban yang makin hari, semakin berat.

Sudah tidak ada lahan kosong yang tersisa di Jakarta, semua padat dan terkesan semrawut. Bangunan baru yang hadir lebih banyak adalah perkantoran dan Mall.

Lalu bagaimana dengan pemukiman di Jakarta..?.


Masih ada pemukiman di jakarta, tapi makin kesini jumlahnya semakin sedikit, apalagi hunian kelas menengah. Hanya pemukiman kelas menengah keatas yang mampu bertahan.

Dengan terbatasnya lahan di Jakarta, pembangunan apartment semakin menjamur dan menjadi pilihan kaum urban.

Lalu adakah lokasi baru dijakarta yang mengembangkan rumah tapak atau landed house?.

Hal yang mustahil kalau kita mencari di Jakarta.

Beban itu kini ada di pundak kota satelit yang mengelilingi ibukota. Tangerang, Depok, Bogor dan Bekasi. Dan tidak dipungkiri daerah inipun semakin padat.

Seberapa pentingkah rumah tapak bagi kita?. Untuk yang belum berkeluarga dan dengan alasan jarak tempuh, apartment menjadi pilihan yang mungkin masuk akal.

Tapi bagi yang sudah berkeluarga, saya yakin mereka mendambakan sebuah rumah tapak. Karena rumah tapak bisa memberikan nilai lebih baik dari segi rohani maupun materi.

Kota Bekasi menjadi lokasi yang paling progresif dalam pengembangan kawasan hunian.

Sudah dari 20 tahun lalu di kota Bekasi terus bermunculan perumahan baru yang bisa menjadi pilihan bagi para kaum urban.

Salah satunya perumahan Familia Urban di Kota Bekasi, tepatnya di daerah Mustika Jaya, Bekasi Timur.

Berjarak kurang lebih 6 kilometer dari pintu tol timur, dalam kondisi lalulintas lengang hanya butuh waktu 10 menit untuk mencapai kantor pemasaran Familia Urban.

Familia Urban dengan total lahan 176 hektar di design untuk menjadi sebuah perumahan dengan konsep kota mandiri.

Kota mandiri yang dimaksud adalah, perumahan yang dapat memenuhi hampir semua kebutuhan warganya tanpa harus keluar jauh-jauh.

Selain itu, konsep yang ditekankan oleh Familia Urban adalah rumah hijau untuk keluarga. Saya cukup terkesan dengan rumah type 45/90 (45meter persegi luas bangunan, 90 meter persegi total luas tanah), bayangin hampir setengah dari lahannya disediakan untuk ruang terbuka hijau.



Dan beberapa type rumah di Familia Urban pun mempunyai lahan terbuka yang sangat luas, mulai dari type 36/72, type 40/72 dan 60/120.

Familia Urban ingin membangun sebuah rumah yang tidak hanya menjadi tempat berteduh semata tetapi bisa menjadi rumah yang sesungguhnya. Perumahan dengan halaman yang luas, dimana penghuninya bisa menyatu dengan alam dan dapat bersosialisasi dengan baik sesama penghuni.

Untuk memujudkan konsep perumahan yang dekat dengan alam, Familia Urban seperti yang di sampaikan oleh bpk. Chrishandono Heswadhi selaku Manager Realty Familia Urban, pihaknya sudah menanam 1000 pohon trimbesi dan di sebar secara bertahap di area perumahan.

Pemilihan pohon trembesi bukan tanpa alasan, akar pohon yang kuat dan kemampuan menyerap dan menyimpan air tanahnya juga bagus. Selain itu, ketiks pohon trembesi setelah berumur 10-20 tahun dahan dan daunnya akan melebar.

Jadi kalau ada pohon trembesi di kiri dan kanan jalan, lambat laut daun dan dahan akan menyatu sehingga akan terbentuk, seakan-akan seperti sebuah terowong dari dahan dan daun pohon.

Yang menarik dari perumahan dengan kisaran harga 360juta sampai dengan 850juta ini adalah 50 persen dari 176 hektar diperuntukkan untuk ruang terbuka hijau.

Selain itu sistem kabelnya sudah menggunakan sistem kabel bawah tanah, sehingga kita tidak akan melihat tiang listrik dengan kabel yang semrawut.



Jadi kalau memang mencari perumahan yang tidak sekedar tempat berteduh, Familia Urban bisa jadi pilihan.

PT. Timah Karya Persada Properti (Timah Properti) selaku pengembang merupakan anak perusahaan PT.Timah (persero) Tbk, dan kawasan Familia Urban sendiri tanah atau lahannyasudah di miliki oleh PT.Timah persero dari 20 tahun lalu.

Ini yang menjadi faktor utama kenapa harga rumah di Familia Urban sangat bersaing.



Read More

Pilihan Kendaraan Untuk Mudik

Sabtu, 20 Mei 2017

26 komentar
Mudik sudah jadi bagian yang tidak bisa dipisahkan oleh kita. Hampir tiap tahun, rutinitas ini akan selalu menjadi perbincangan yang tidak akan pernah habisnya. Apalagi kalau ngomongin moda transportasi saat mudik.

Mudik bisa ditempuh dengan menggunakan berbagai macam alat transportasi darat laut maupun udara. Bisa juga menggunakan tranportasi umum maupun pribadi, bahkan transportasi umum seperti kereta api selalu menjadi idola. Dengan harga yang terjangkau dan relatif aman, tiket kereta api selalu diburu, bahkan 2 bulan menjelang hari raya Idul Fitri sudah dipastikan ludes terjual.

www.mobil123.com dan Mitsubishi bertemu dengan para blogger ngebahas kendaraan asik untuk mudik

Nah, sekarang trend menggunakan kendaraan pribadi pun cenderung naik. Setidaknya itu terlihat dari catatan Jasa Marga terhadap beberapa ruas jalan tol yang sering dilalui oleh para pemudik. Total pada tahun 2016 lalu ada sekitar 2 juta kendaraan yang melintas, dan pada tahun 2017 pengguna kendaraan pribadi diprediksi naik dikisaran 2.5 juta kendaraan.

Dengan banyaknya pilihan kendaraan saat ini, kita harus bisa memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan. Tidak selalu dengan harga yang mahal, yang penting aman dan nyaman minimal buat kita dan keluarga.

Nah pada 17 Mei 2017 lalu, saya hadir pada acara yang diselenggarakan www.mobil123.com portal otomotif nomor satu membahas mobil keluaran Mitusbishi Motor Indonesia yaitu Mitsubishi Mirage.

Haahh..? Serius Mirage bisa dipake mudik keluar kota? bukannya ini konsep mobil City Car type Hacthback. Namanya juga city car, sudah pasti keahliannya hanya di dalam kota aja kan..?.

Mungkin itu pertanyaan yang muncul dibenak sebagian kecil orang.

Tapi tidak bagi saya, kebetulan saya punya city car, walau hanya bermodalkan mesin ber-cc 1000, tapi sudah pernah saya bawa sampai ke pulau Dewata Bal dan masih cukup nyaman.

Sedangkan Mitsubishi Mirage yang sudah dipersenjatai dengan mesin 1200cc, saya yakin akan mudah diajak mudik. Apalagi kalau hanya di pulau jawa yang infrastruktur jalannya sudah cukup merata.

Untuk keluarga dengan 2 anak, Mitsubishi bisa jadi kendaraan andalan

Tinggal bagaimana cara kita membawa kendaraan tersebut, karena jujur kita sering salah memperlakukan kendaraan, kita cenderng memaksakan kendaraan yang kita pakai, ini yang bisa membahayakan kita dan orang lain.

Acara yang dibuka oleh Managing Editor Mobil123.com dan Otospirit.com Indra Prabowo ini juga membahas tips mudik yang aman untuk keluarga.

Sedikit membahas Mitusbishi Mirage yang baru saja mengeluarkan varian warna baru wine red pearl yang diklaim akan menjadi pilihan warna yang favorit.

Dengan mesin 1200cc mesin Mirage sangat irit, rasionya bisa 24km per liter. Bahh kalau dihitung-hitung untuk pulang kampung ke Malang dengan jarak 882km cuma butuh 36.75 liter, kalau kita isi pakai pertamax cukup keluar uang RP.303.187. Murahhh bingiittss...!!

Mirage sudah dilengkapi dengan dual airbag, satu di sisi kemudi dan satu lagi disisi penumpang depan. Untuk itu tidak disarankan untuk menaruh kursi bayi di kursi penumpang depan menghadap kebelakang. Karena jika terjadi kejadian yang tidak kita inginkan, airbag akan mengembang dan akan membahayakan si kecil.

Rangka bodi Mirage pun sudah dilengkapi dengan baja untuk menghindari efek benturak jika terjadi kecelakaan.

Selain itu, Mirage sudah mengadopsi System ABS pada sistem pengeremannya. System ini membuat ban tidak akan langsung mengunci saat pedal rem diinjak secara dalam dan mendadak.

Varian warna WIne Red Pearl yang bakal jadi warna favorit tahun ini

Bagasi Mirage pun terlihat lebih besar untuk mengakomodir persiapan mudik dengan keluarga kita tercinta. Bahkan saya baru tahu ternyata, jika dibutuhkan tempat duduk belakang Mirage bisa dilipat agar volume bagasi lebih besar.

Ini gambaran yang bisa saya tangkap dari Intan Vidiasari selaku head of PR & CSR Department PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia perwakilan dari Mitsubishi Indonesia.

Saya memang belum pernah mengetes Mirage keluar kota, tapi kalau dilihat dari spesifikasi mesin dan keamanannya, sepertinya tidak masalah untuk dibawa berkendara jauh.

Agar nyaman selama diperjalanan saya sarankan cukup 4 orang termasuk supir didalam kabin, saya bisa jamin perjalanan jauh akan bisa lebih dinikmati. Karena saya pernah membuktikannya dengan kendaraan dengan kapasitas mesinnya lebih kecil dari Mirage.

Keep Safety Driving Guys....
Read More