Batiqa Karawang Hotel Ramah Lingkungan di Indonesia

Sabtu, 25 Mei 2019

4 komentar
Batiqa Hotel Karawang di bawah Batiqa Hotel Management (BHM) Hospitality, mempunyai tanggung jawab untuk menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi tamu dan bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi sesudahnya yaitu dengan menjaga penuh komitmen kelestarian lingkungan, sehingga meciptakan hotel ramah lingkungan di Indonesia.

batiqa-karawang-hotel-ramah-lingkungan-di-indonesia


Menurut saya ada kalimat menarik di alinea pertama yaitu, "Bertanggung Jawab atas apa yang terjadi sesudahnya".

Ini kalimat yang sangat dalam, untuk sebuah korporat yang peduli terhadap lingkungan. Bahwa korporat tidak hanya mengeksploitasi, tapi juga memikirkan kelanjutannya agar bisa ramah lingkungan.

Pencemaran lingkungan di Indonesia sudah sangat memperhatinkan, Kesadaran untuk menjaga lingkungan dan menyadari bahwa lingkungan yang rusak juga akan mempengaruhi kualitas hidup manusia masih sangat kurang.

Contoh sederhana, di sekitaran rumah kita masih ada yang membuang sampah sembarangan. Entah dengan skalanya kecil dari bungkus permen sampai puntung rokok, sampai sampah yang berplastik-plastik.

Dan mereka tidak sadar kalau yang mereka lakukan itu bisa mengakibatkan banjir. Mungkin tidak di tempat mereka, tapi bagaimana di tempat lain? Dan mereka tidak peduli, mereka tidak paham, kalau mereka ramah terhadap lingkungan dan alam, maka akan ada give back baik untuk kita semua

Padahal dari bangku sekolah dasar sudah diajarkan untuk selalu menjaga kebersihan. Saya masih ingat saat kami dibagi per kelompok dengan 8-10 orang siswa per-hari, untuk bergantian secara bergilir selama satu minggu untuk membersihkan kelas.

Kalau saya sih masih yakin kepedulian akan lingkungan saat usia muda di era digital harusnya lebih baik. Akses informasi yang mudah didapat, membuat mereka lebih tahu apa dampaknya jika tidak menjaga kelestarian alam dan mengabiakan aspek ramah lingkungan.

Bicara masalah sampah, khususnya sampah plastik di Indonesia memang rumit karena Indonesia berdasarkan data pada tahun 2018 merupakan penyumbang sampah plastik terbanyak kedua di dunia setelah Cina.

Kurang lebih setiap tahun ada 3 juta ton sampah plastik Indonesia yang masuk lautan. Entah berawal dari sungai yang akhirnya bermuara ke pantai atau ulah wisatawan dan masyarakat yang langsung membuangnya ke laut.

Tingkat daur ulang sampah plastik di Indonesia yang masih kecil, tidak sampai 11%  semakin memperumit permasalahan sampah plastik. Bayangkan 90% plastik hanya menjadi sampah yang membebani bumi dan mencemari lingkungan karena tidak di daur ulang.

Kesadaran bahwa plastik tidak ramah lingkungan masih kurang di masayarakat kita.

Di Bali pada 2017 ada deklarasikan mengenai Darurat Sampah. berawal dari wisatawan yang protes karena banyaknya sampah di sepanjang Kuta yang akhirnya ditanggapi sangat serius oleh pemerintah daerah.

Pemerintah setempat langsung mengerahkan 700 petugas kebersihan dengan 35 truk untuk membuang sampah, yang diperkirakan dalam sehari beratnya bisa mencapai 100 ton.

Kejadian yang masih kita ingat belakangan ini adalah, kematian Paus Sperma di Wakatobi. Di dalam tubuhnya di temukan 5.9kg sampah plastik. Miris, saat mengetahui ikan paus saat ini tidak hanya memakan Plankton, tumbuhan laut dan ikan-ikan kecil, tapi mereka juga (dipaksa) memakan plastik ulah manusia.

Sebagai besar dari kita masih kurang peduli dengan kelestarian lingkungan, karena dampaknya tidak langsung mengena secara personal.

Toh yang mati itu ikannya, yang tersiksa adalah hewan laut bukan saya, mungkin itu yang ada dipikiran mereka.

Padahal mereka tidak sadar, sampah plastik yang kita buang dengan sengaja atau tidak sengaja ke laut, berpengaruh juga bagi kekehidupan kita salah satunya melalui makanan.

Plastik yang mencemari laut, ternyata mempengaruhi ikan dan garam yang kita konsumsi.

Penelitian terpisah yang dilakukan oleh Universitas Makassar dan pusat oceanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menyebutkan bahwa terdapat kandungan 10-20 partikel mikroplastik/kg, pada beberapa produk garam dan ini juga terdapat pada biota laut.

Kita tidak mungkin dong, ngecek garam dan ikan yang mau kita makan? yang bisa kita lakukan adalah menjaga lingkungan dengan tidak buang sampah sembarangan dan mengurangi sampah plastik.

Batiqa Karawang Hotel Ramah Lingkungan

Melihat fenomena dan keresahan akan sektor lingkungan hidup seperti ini, Batiqa Hotel yang tergabung gabung dalam Batiqa Hotel Management (BHM) di bawah group PT. Surya Semesta Internusa, Tbk. Membuat sebuah gerakan ramah lingkungan untuk menjaga agar alam kita tetap asri.

batiqa-karawang-hotel-ramah-lingkungan-di-indonesia
dari kiri-kananAnnisa Malati, Budi Santoso (Director of Development The Nature Conservancy)Mr. Matthew Lim (Operational Director BHM Hospitality), Amir Michael Tjahaja (Vice President Director BHM Hospitalitydan Wardah Fajri (moderator).

Batiqa Hotel mencetuskan program One Earth Movement, sebuah gerakan untuk menguatkan komitmen perusahaan agar menjaga lingkungan.

Tidak hanya bergerak sendiri, Batiqa Hotel juga mengajak peran aktif tamu hotel untuk berpartisipasi.

Salah satunya adalah dengan menggalang donasi untuk konservasi lingkungan. Setiap tamu hotel yang menginap dengan cara walk-in di semua jaringan hotel Batiqa, maka secara langsung akan menyumbang Rp.10.000 untuk kelesteraian lingkungan.
Bahkan, kalau kita memesan hotel melalui web resmi Batiqa Hotel, kita juga otomatis menyumbang Rp.5.000.

Selain itu, Batiqa Hotel menjual souvenir sendal hotel yang di bungkus menggunakan ecoplas. Ini adalah kantong plastik yang terbuat dari singkong. Semua hasil penjualan souvenir sebesar Rp.15.000  itu juga akan di donasikan untuk kelestarian alam.

Pada Sabtu 17 Mei 2019 saya berkesempatan mengetahui lebih banyak mengenai program One Earth Movement di Batiqa Hotel Karawang.

Hadir sebagai narasumber Bapak Amir Michael Tjahaja (Vice President Director BHM Hospitality), Mr. Matthew Lim (Operational Director BHM Hospitality), Bapak Budi Santoso (Director of Development The Nature Conservancy) dan Annisa Malati selaku Travel Influencer yang pernah menjadi host acara petualang di stasiun TV swasta memberikannya pengalaman melihat berbagai kekayaan alam di Indonesia.

One Earth Movement selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (SDGs) di Indonesia untuk mendukung Konsumsi & Produksi yang Bertanggung Jawab. Dan ini terkait dengan nilai inti coorporate PT. Surya Semesta Internusa, Tbk, yaitu “Membangun Better Indonesia“.

Komitmen perusahaan mengenai ramah lingkungan  makin terlihat jelas, saat kami di ajak untuk melihat pusat pengolahan limbah organik di kawasan industri yang di kembangkan oleh PT.Surya Semesta Internusa Tbk. Pengolahan limbah terpadu ini meng-cover seluruh area kawasan indutri termasuk limbah domestik dari Batiqa Hotel Karawang.

Sebelum dibuang ke sungai Cisadane, limbah dari pabrik dan hotel diolah terlebih dahulu di pusat pengolahan limbah ini. Terutama untuk limbah domestik dari Batiqa Hotel.

Sementara untuk limbah pabrik, sebelum diolah kembali di pengolahan limbah organic lalu kemudian di salurkan ke sungai Cisadane, mereka sudah mengolahnya terlebih dahulu di pengelohan limbah pabrik yang terdapat di perusahaan masing-masing.

Pengolahan limbah secara organik ini memanfaatkan bermacam-macam tumbuhan yang bisa mengurai partikel-partikel yang bisa merusak lingkungan. Di pengolahan limbah organik ini kita tidak merasakan bau menyengat yang menusuk hidung, malah mata kita dimanjakan oleh hijaunya daun dan indahnya warna bunga.

Teknologi pengurai limbah organik di adopsi dari Hungaria dan cukup menelan biaya yang banyak, kurang lebih 10 Milyar. Tapi itu konsekuensi yang diambil oleh manajemen untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kelestarian sungai di sekitar kawasan Industri mereka.

Beberapa dari kami berkelakar, "Bisa jadi air hasil pengolahan limbah ini lebih baik kualitasnya, ketimbang air aliran sungai Cisadane itu sendiri". Bisa jadi.

batiqa-karawang-hotel-ramah-lingkungan-di-indonesia
Maket pengolahan limbah organik yang di kelola oleh PT. Surya Semesta Internusa, Tbk.


Terkait program One Earth Movement dari Batiqa Hotel, semua donasi yang terkumpul akan dikelola langsung Yayasan Konservasi Alam Nusantara.

Salah satunya untuk menjaga kelestarian alam di jajaran Pulau Derawan. Di sana masih terdapat spesies penyu laut yang sudah sangat langka. Dan di pulau kakaban yang di tengahnya terdapat danau air payau yang dihuni ubur-ubur tidak menyengat.

Ada informasi menarik yang saya dapat dari Travel Influincer Annisa Malati di acara talkshow bertemakan "Pariwisata Yang Memperhatikan Lingkungan" di Hotel Batiqa Karawang saat itu.
Bahwa sudah sangat jarang dia menemui pantai di Indonesia yang bersih dari sampah plastik.

Salah satu garis pantai yang masih terjaga keasriannya ada di Pulau Morotai. Pantai di Pulau ini tidak terlihat sampah yang berceceran. Selain memang disediakan tempat sampah yang cukup banyak di pesisir pantai, warga sekitar punya inisiatif yang sangat kuat untuk menjaga lingkungan mereka. Ini konsep ramah lingkungan yang bisa diterapkan ditempat wisata.

Mereka tidak langsung menyalahkan wisatawan terkait kebersihan lingkungan, lebih suka bergerak mandiri untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal mereka.

Dengan begitu wisatawan atau tamu yang datang akan merasa sungkan jika mereka membuang sampah sembarangan atau tidak menjaga lingkungan sekitar pulau Morotai.

Masyarakat dan Wisatawan punya peranan sama-sama penting. Masyarakat daerah wisata harus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan mereka sendiri, karena di sanalah mereka hidup menetap sehari-hari.

Dan para wisatawan yang datang berlibur juga harus menghargai masyarakat sekitar. Jangan berfikiran karena kita hanya tinggal sementara, maka bebas membuang sampah atau menggangu ekosistem. Hal kecil (baik atau buruk) yang kita lakukan terhadap alam akan berdampak bagi semua mahluk.

Satu kata penutup dari Annisa Malati malam itu,
"Jika tidak bisa membantu memungut sampah yang ada di lokasi wisata, minimal kita tidak menambah jumlah sampah di lokasi tersebut"

Dengan kekayaan alam yang sangat besar yang kita punya, sudah semestinya kita menjaga alam.

Tidak hanya menikmati kekayaan alam ini tapi kita juga wajib menjaga dengan sepenuh hati.

batiqa karawang hotel ramah lingkungan di indonesia, batiqa karawang hotel ramah lingkungan di indonesia, batiqa karawang hotel ramah lingkungan di indonesia, batiqa karawang hotel ramah lingkungan di indonesia, batiqa karawang hotel ramah lingkungan di indonesia, batiqa karawang hotel ramah lingkungan di indonesia
Read More

Ulas Review Kamera Oppo F11 pro di Perjalanan Jakarta Bandung

Selasa, 21 Mei 2019

22 komentar
“Mau nyobain OPPO F11 Pro nggak sekalian review?”. Ujar seorang kawan.
“Nyobain doang?”.
“Kalau minat boleh bawa pulang kok, saya kasih harga khusus 4.999.000 mau?”
“Jaahhh itu mah sama aja beli Baru booii?” Potong saya setengah keki.
Ulas-Review-Kamera-Oppo-F11-pro

Tapi akhirnya saya pasrah dengan bahagia saat dikasih kesempatan (cuma) 4 hari demi hanya untuk ngoprek OPPO F11 Pro.

Sekedar informasi, sebelum teman-teman ngerasa “kecele” ngebaca keseluruhan artikel ini, saya mau kasih tahu bahwa pada kesempatan ini, saya tidak akan membahas spesifikasi OPPO F11 Pro secara detil.

Artikel ini lebih  ke user experience saat saya pertama kali pegang OPPO F11 Pro, khususnya mencoba kamera yang tersemat di smartphone asal negeri tirai bambu ini.
Kalau mau tahu spesifikasi detil bisa langsung akses ke https://www.oppo.com/id/smartphone-f11-pro/

Kebetulan ketika OPPO F11 Pro ini sudah ada di tangan, saya ada rencana untuk mengunjungi kota kembang, Bandung Jawa Barat.

“Hmmmm…pas buat ngetes kamera OPPO F11 Pro selama di perjalanan nih”. Batin saya.

Impresi pertama yang saya dapat saat kali pertama memegang OPPO F11 Pro, tombol navigasi di samping smartphone sangat  mudah di jangkau. Untuk smartphone dengan layar 6 inchi, saya masih nyaman menyentuh tombol navigasi saat posisi tangan berada di bagian bawah smartphone. Tanpa harus mengubah posisi genggaman.

Ini Dia Hiburan Masa Kini 

Kalau kita lihat dari situs resmi OPPO, seri F11 Pro ini mengusung tag line Brilliant Portrait In Low Light. Smartphone yang mempunyai 2 kamera dibelakang, kombinasi kamera resolusi 48 megapixel dan 5 megapixel membuat kemampuan kamera OPPO F11 Pro semakin prima.

Body OPPO F11 Pro ini di dominasi gradasi warna biru, ungu dan sedikit pink.
Sedikit rasa penasaran saya adalah, kenapa handphone ini bisa mengambil gambar dengan cukup baik saat keadaan cahaya yang minim.

Ulas-Review-Kamera-Oppo-F11-pro

Rahasianya ada di ukuran sensor kamera yang cukup besar. Ukurannya 80% lebih besar, hingga diafragma (F) pada kamera bisa lebih dimaksimalkan. Ini yang menyebabkan OPPO F11 pro dalam kondisi cahaya minim bisa mengambil gambar dengan cukup baik.

Saya makin penasaran nyobain kualitas kamera OPPO F11 Pro selama perjalanan Jakarta-Bandung. Berangkat dari Jakarta jam 4 sore, hujan menemani perjalanan kami sejak tol Cikampek tepatnya memasuki gerbang tol Cikarang Utama.

Perjalanan petang itu tidak terlalu macet, sekita jam 18.30 kami sudah sampai di rest area KM 88 di jalan tol Padalarang.  Ini kali pertama saya “Jajal” kamera OPPO F11 Pro di kondisi minim cahaya. Dan hasilnya bikin saya “nyengir” trus ngebatin, “Kok bisa ya?”.

Ulas-Review-Kamera-Oppo-F11-pro
Sumgringah foto pakai OPPO F11 Pro
Warna foto yang ditimbulkan saat di malam hari dengan  intensitas cahayanya minim, masih nyaman di mata, cerah dan tidak kusam. Jadi pengen terus motret kalau tidak diingatkan untuk melanjutkan perjalanan.

Dan yang membuat saya makin jatuh cinta sama OPPO F11 Pro saat mengetahui, ada mode expert di smartphone ini. Dengan mode expert kita bisa set secara manual kamera handphone kita, sehingga kita bisa lebih kreatif dalam mengambil foto.

Settingan manual yang saya maksud, kita bisa atur Speed, ISO dan White Balance sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing tanpa harus mengistall aplikasi tambahan lagi.

Ulas-Review-Kamera-Oppo-F11-pro
Detil kue Ampas Terigu dari Ambon ini terekam dengan baik oleh kamera OPPO F11 pro
Sebenarnya sih menggunakan fungsi auto pada OPPO F11 Pro sudah sangat cukup baik. Tapi kalau mau mencoba hal-hal baru di dunia fotografi dengan hasil yang berbeda dari yang lainnya, kita harus bisa setting secara manual dan itu ada di mode expert OPPO F11 Pro.

Fungsi panorama di OPPO F11 Pro pun tidak kalah menarik. Mode panonarama, secara teknik adalah kumpulan beberapa gambar, lalu secara software dijadikan satu menjadi image yang terlihat lebih luas, dibandingkan saat kita mengambil gambar dengan mode foto biasa.

Saya lupa kapan terakhir menggunakan fungsi Panoramic di sebuah smartphone, tapi saya baru paham untuk OPPO F11 Pro, posisinya smartphone harus vertikal atau berdiri saat mengambil foto di mode panoramik. Lalu kita tinggal geser kamera dari kanan ke kiri atau sebaliknya.

Ulas-Review-Kamera-Oppo-F11-pro
Mode Panoramic di OPPO F11 Pro ini ciamik broohh
Foto yang dihasilkan  cukup baik, terlihat efek lensa fish eye atau cembung (melengkung). Saran saya saat mengambil foto panoramik, usahakan jangan ada benda yang bergerak atau orang lewat karena akan terjadi duplikasi benda yang bergerak tersebut.

Kalau kita bahas OPPO, pasti penasaran juga sama kekuatan foto selfie-nya kan? Di seri OPPO F11 Pro ini punya kemampuan artifisial intelijen cukup baik karena tidak cuman sekedar memutihkan kulit dan membuatnya lebih cerah, tapi smartphone ini juga membaca warna kulit asli kita sebelum memproses foto agar lebih ciamik.

Kalau sekilas, kita tidak akan melihat keberadaan kamera depan di screen OPPO F11 Pro. Karena memang di sembunyikan.
Kita tinggal ubah fungsi, dari kamera belakang ke kamera depan, maka kamera selfie yang designnya terinspirasi dari batu permata ini akan terangkat secara otomatis (rising camera).

Design rising camera membuat tampilan screen lebih maksimal, terutama saat kita main game online atau browsing dunia maya.

Dan kalau ingin lebih bereksperimen dengan foto selfie kita, ada fungsi di OPPO F11 Pro untuk meruncingkan dagu, membulatkan atau mengecilkan mata, mengkoreksi bentuk hidung bahkan bisa memutihkan gigi. Sudah bener-bener paket komplit nggak perlu download aplikasi mempercantik foto lagi.

Jadi silahkan berkreasi asal jangan terlalu berlebihan karena itu bisa berdampak tidak baik untuk para follower kita karena dianggap super alay.

Review Laptop ASUS

Ada sedikit cerita menarik waktu kami sudah sampai di Bandung, kita pergi ke suatu tempat makan di daerah Ciburial, sekitaran Dago Pakar. namanya Warung Langit.
saya sampai di sana sekitar jam 5 sore dengan belahan jiwa (ciieeee) dan berapa sahabat menikmati matahari terbenam sambil makan bakwan goreng dari bayam dipadu bandrek hangat. Boleh lah sesekali menjauh dari dari bisingnya kota.

Ulas-Review-Kamera-Oppo-F11-pro
"kok di sini jadi siang?" Celetuk keponakan kami, saat mengambil foto menggunakan OPPO F11Pro.
Di warung langit suasananya memang sangat tenang dengan udara yang masih sejuk ditemani suara hewan kecil di kebun organik yang mengelilingi area tersebut.

Melihat lokasi dan suasana seperti ini, saya pun nggak mau ketinggalan untuk mengabadikan kehadiran kita di Warung Langit.

Saat itu maghrib sudah menjelang, suara adzan sayup terdengar dari pemukiman yang posisinya berada di bawah kami. Mataharipun sudah hilang di ufuk Barat hanya tinggal semburat warna yang tertutup awan kelabu, lalu saya minta tolong sama salah seorang keponakan (Faren) untuk mengambil foto.

Tentunya pakai kamera OPPO F11 Pro karena semua sahabat saya yang ada di Warung Langit saat itu sudah tidak percaya dengan kamera di smartphone mereka masing-masing.
Kejadian lucunya adalah saat Faren yang baru berumur 12 tahun membantu kami mengambil foto menggunakan OPPO F11 Pro.

Tiba-tiba keponakan kami ini bergumam kecil sambil melihat ke screen handphone OPPO F11 Pro.

“Kok di sini jadi siang?”. Ujar keponakan kami pelan. Sebuah ungkapan terkejut saat melihat fotonya jadi terang di kamera OPPO F11 Pro. Padahal suasana saat itu sudah tidak ada matahari.

Kami yang mendengar sontak tertawa merespon celetukan spontan keponakan kami yang terlihat masih bingung sambil melihat ke layar OPPO F11 Pro.

Review Video Slow Motion OPPO F11 Pro yang Dramatis

Selain mode expert fotografi, fungsi slow motion video OPPO F11 Pro juga bikin saya pingsan (boong deng). Kalau mau lihat videonya ada dibagian bawah artikel ini ya.

Video slow motion yang dihasilkan OPPO F11 Pro bener-bener halus pergerakannya (tidak patah-patah), terlihat lebih dramatis, walaupun memang video yang dihasilkan tidak ada suaranya.
Saya yakin ini bakal jadi andalan teman-teman video maker yang suka bikin video. Kita jadi punya stock shoot video slow motion untuk memperkaya gambar.

Tidak perlu susah-susah lagi bikin video slow motion, tinggal sekali klik di OPPO F11 Pro dan Boommm..!!  kita sudah punya dan bisa menikmati slow motion video dengan efek yang dramatis.
OPPO F11 Pro mempunyai RAM 6 GB dan memori yang tersedia di dua pilihan 64GB dan 128GB dan masih bisa di tambah dengan slot memory external.

Kalau tertarik membeli OPPO F11 Pro, sedikit bocoran, kelengkapan yang ada di dalam boxnya, ada adapter, headset , 1 kabel micro USB, kartu garansi dan buku petunjuk, SIM card ejector yang bentuknya kayak peniti dan ada satu casing plastik, agar OPPO F11 Pro kita tetap terjaga myuuuluuss cyyiinn.

Selain kamera yang luar biasa, teknologi yang menurut saya tidak kalah penting adalah, VOOC flash charge 3.0 yang di klaim 20 menit lebih cepat dalam hal pengisian daya baterei.

Dan saya sudah pernah mencobanya, OPPO  F11 Pro sengaja saya kosongkan dan dari keadaan kosong, saya langsung charge, dalam waktu 5 menit Smartphone sudah terisi daya 20%.

Asumsinya untuk mencapai sampai 100% hanya butuh kurang lebih 20-30 menit.

Jadi kalau di tanya, sebandingkah dengan harga yang ditawarkan dengan keunggulan yang diberikan oleh OPPO F11 Pro?

Saya jawab yess, sangat sebanding, terlebih kalau kalian sudah memegang unitnya, kemudian menggunakan 16MP kamera depan untuk selfie atau mencoba kamera belakang dengan 48MP dengan diagfragma (f/1.79) dijamin anda akan langsung jatuh cinta dengan hasil fotonya.

Sedikit saran saya, antara penting tapi sangat penting, karena satu set chargernya saja (walau belum dirilis resmi) harganya dikisaran 800 ribu, jaga charger OPPO kita yang sudah support VOOC 3.0 ya, lumayan broo, kalau sampai hilang.

Terlebih system VOOC 3.0 tidak maksimal jika adapter charger, kabel dan smartphone digunakan terpisah. Jadi kalau charger yang support dengan VOOC 3.0 digunakan pada smartphone yang tidak support VOOC 3.0 tidak akan membawa dampak yang signifikan. Pun sebaliknya.

Penasaran sama detail tentang OPPO F11 Pro ini? Coba deh cek disini https://www.oppo.com/en/smartphone-f11-pro/ atau cari tahu tentang OPPO F11 Pro Marvel’s Avengers Limited Edition di sini: http://f11pro.oppomobile.id/avengersendgame/

So, Enjoy your new OPPO F11 Pro.


Read More

Pinter Bener Financial Planner Bersama Mitsubishi Xpander

Jumat, 10 Mei 2019

Tidak ada komentar
Rima judulnya lucu ya? pintER, benER, plannER dan Mitsubishi XpandER pokoknyaaa Eeeerrrrr. Baaah bisa sekali penulis yang satu ini (Diihh muji diri sendiri).

Tapi ini bukan sembarang judul, bukan sembarang rima. Saya mau kasih tahu kenapa #PilihXpanderPinterBener cuusss di tengok paragraph demi paragraph jangan langsung dilewatin dan langsung ke ujung artikel (penulisnya maksa).


Sebelumnya saya ingatkan, kalau tulisan ini tidak akan membahas detil masalah spesifikasi Mitsubishi Xpander. Teman-teman bisa langsung meluncur ke website resmi Mitsubishi (https://www.mitsubishi-motors.co.id/our-cars/xpander), atau kalau mau baca-baca ulasan media secara detil bisa langsung ke https://otomotif.kompas.com.

Perkenalan pertama saya dengan Xpander secara personal terjadi pada 7 Februari 2018, di pabrik mereka yang berlokasi di Cikarang-Jawa Barat.

Pabrik yang diresmikan oleh presiden RI Joko Widodo pada April 2017 ini merupakan pabrik yang memproduksi unit Mitsubishi Xpander.

Tidak hanya itu, di bulan April 2019 sudah memproduksi Mitsubishi Pajero. Dan kedepannya L300 pun akan diproduksi di pabrik MMKI.

Dengan investasi 7 triliun pabrik seluas 51 hektare dengan 3000 karyawan ini, sampai November 2018 sudah berhasil memproduksi 152.001 unit kendaraan. Sementara kemampuan pabrik ditargetkan bisa memproduksi 160.000 unit pertahun.

Di Pabrik ini pula, saya pertama kali menjajal Mitsubishi Xpander secara langsung dengan track yang sangat menantang, rancangan dari Rifat Sungkar. Dan pengalaman itu tidak pernah bisa saya lupakan dan selalu saya ceritakan ke semua orang, (maaf kalau norak ya).

Kalau mau tahu tentang tulisan saya saat mengunjungi pabrik Mitsubishi, silahkan baca langsung di Artikel ini ya.

PABRIK MITSUBISHI DI CIKARANG

Nah di IIMS 2019, lagi-lagi saya berjodoh sama si “gahar” dari Mitsubshi ini. Kenapa saya bilang “gahar” coba deh perhatian spoiler depannya, beuuhh gahar coiiii.

Kalau mobil ini bisa ngomong seperti Kitt di film Knight Rider (jadul ya?) Xpander itu bakalan ngomong, “lintasan macam apa saja siap saya libas dengan nyaman”.

Gahar itu hanya istilah dari saya, tapi kalau mau kalimat sesuai brosur adalah, design yang futuristik. Yess seriusan, design ini yang membuat saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama 1 tahun lalu saat pertama ketemu dengan mobil produksi dari PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, MMKSI.

Di IIMS 2019 kali ini pun saya sempat test drive (bersama Mas Rahab) Xpander type Ultimate yang kini sudah di lengkapi dengan HSA atau Hill Start Assist, atau asisten saat di jalan menanjak (bener gak sih istilahnya? Kok jadi ragu ya).

Teknologi ini di peruntukan saat kendaraan bertransmisi automatic berada di tanjakan. Fungsinya saat berhenti di tanjakan dan akan mulai berjalan, kita tidak perlu tergesa-gesa injak pedal gas terlalu dalam, karena efeknya (mungkin) akan overspin dan tidak efisien bahan bakar.

Teman-teman tinggal masukkan perseneling ke posisi D (drive) lepas pedal rem (disinilah HSA bekerja), mobil tidak akan mundur.

Sekali lagi saya ulang, setelah pedal rem dilepas, mobil tidak akan mundur selama kurang lebih 5 detik (tergantung sudut kemiringan). Ini memberikan kesempatan agar kita menginjak pedal gas dengan lembut dan tidak terburu-buru. 

Sistem HSA pada Xpander masih berfungsi dengan baik di sudut tanjakan 30 derajat, dan sudut curam seperti ini hanya sering kita temukan di track perbukitan yang curam. Kalau didalam kota, saya jarang sekali melihat tanjakan dengan sudut 30 derajat, Ada tapi jarang.


Di Indonesia Internasional Motor Show 2019, Mitsubishi Motors mengusung tema “Drive Your Ambition”. Dengan both di dominasi warna hitam dipadu oramen garis merah, mampu menonjolkan produk-produk yang di pajang pada tahun ini.

3 produk andalan Mitsubishi yang di pajang adalah, Mitsubishi Pajero Sport yang salah satu variannya (Dakar 4x4) dipajang dilantai pameran dengan sudut kemiringan 30derajat. 

Lalu ada mobil pikap kabin ganda Mitsubishi Triton 4x4 yang di bagian belakangnya terlihat membawa moge (motor gede).

Terakhir adalah produk yang menjadi idola baru para pecinta otomotif Indonesia, Mitsubishi Xpander. Total ada 6 unit yang di pajang di area both Mitsubishi Motors, dan yang paling mendapat perhatian adalah 2 unit Xpander (Limited Edition dan Xpander AP4 Concept).

Untuk Xpander Limited Edition, hanya akan diproduksi 1000 unit. Secara spesifikasi mesin, rangka dan suspensi tidak ada perubahan. Yang jelas ada ubahan di sisi eksterior dengan stiker sporty, dilengkapi dengan design pelek yang baru. Interior pun dilengkapi dengan jok kulit serta system audio dengan kualitas baik.

Sementara untuk varian Xpander AP4 Concept adalah mobil oprekan Rifat Sungkar (Product Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia) yang dipersiapkan untuk balapan.

Sekilas dari jauh (kita tidak bisa mendekat) saya lihat bagian dalam mobilnya terdapat rollbar untuk memperkuat rangka khas mobil rally, lalu bodi dasar berwarna putih Xpander AP4 Concept ini di penuhi potongan segitiga warna merah dan hitam secara acak.

Mobil ini makin “gahar” dengan penambahan spoiler depan dan belakang, body yang terlihat lebih lebar dan pelek yang dilengkapi ban khusus reli.

Keseruan di Both Mitsubishi IIMS 2019

3 Mei 2019, saya berkesempatan mampir ke lokasi pameran Mitsubishi Motors di IIMS 2019. Selain melihat produk-produk andalan Mitsubishi Motors, banyak aktifitas menarik di both Mitsubishi. Ada pojok #PinterBener, yang aktifitasnya adalah menjawab pertanyaan yang di ajukan dilayar monitor.

Dan saat berhasil menjawab semua pertanyaan dengan benar, maka kita akan mendapat bingkisan menarik dari Mitsubishi. Tapi dengan syarat harus posting keseruan di both Mitsubishi ke akun Instaram kita masing-masing.


Saat jam menunjukkan pukul 19.00, di panggung tengah saat itu sudah bersiap band yang menamakan diri mereka The Kangkung. Konon mereka adalah para jurnalis otomotif yang punya hobi, genjrang-genjreng, gebak-gebuk dan bengak-bengok (apasih maksudnya?). Intinya mereka senang bermain musik.

Penampilan mereka malam itu ditutup dengan sebuah lagu dari NAIF Band (group favorit saya) dengan judul Piknik 72. Acara kemudian dilanjutkan dengan talkshow financial planning bersama Farah Dini Novita dari JOUSKA.

Hal sederhana yang saya tangkap dari talkshow tersebut adalah, kita yang harus menggunakan uang, bukan uang yang menggunakan kita.

Kita harus bener-bener pinter (#PilihXpanderPinterBener) agar tujuan kita bisa tercapai. Karena financial planning bukan hanya berhemat dan menabung saja, tapi bagaimana caranya kita mencapai tujuan yang kita tetapkan.


Nahh para milenials harus mempunyai pemahaman ini, karena jika tidak, teman-teman akan terjebak hanya mengikuti gaya hidup tapi tidak punya cadangan dana untuk jaga-jaga. 

Semua harus diperhitungkan, misalnya kita mau membeli mobil dengan cicilan.

Pastikan cicilan kita tidak lebih dari 30% dari total pendapatan kita sebulan, agar pendapatan kita bisa dialokasikan kekebutuhan lainnya.

Dan kalau mau beli mobil ingat #PilihXpanderPinterBener kenapa? Pertama, Mitsubishi Xpander lebih Pinter mengenai biaya perawatan, lalu makin pinter dengan harga sparepart yang kompetitif dibandingkan dengan yang lain dikelas yang sama.

Selain itu juga konsumen mendapat layanan paket SMART tipe Gold. Manfaatnya adalah biaya perawatan gratis sampai tiga tahun atau 50.000 km. Sudah termasuk part service berkala, produk chemical, aplikasi water repellent dan asuransi kecelakaan selama satu tahun.

#PilihXpanderPinterBener Setuju kan?
Read More

Analisa Semifinal UCL Tottenham vs Ajax, Ketika Klub Kesayangan Bermain Buruk

Kamis, 02 Mei 2019

Tidak ada komentar
Tottenham Hotspur menjamu Ajax Amsterdam di leg-1 semifinal Champions League Eropa. Performa menurun di liga Inggris di pekan terakhir jadi pertaruhan anak asuh Phocettino.

Terlebih, Harry Keane yang masih cedera dan Son yang terkena akumulasi kartu membuat Tottenham tidak bisa bermain full team.

Dan benar saja, di menit ke-14, Totteham Hotspur sudah tertinggal 1 gol dari Ajax.

Van de beek berhasil mengecoh Hugo Illoris setelah lolos dari jebakan offside.

Berawal dari sayap kanan pertahanan Spurs, bola diarahkan ketengah menyusur tanah. Dengan umpang pendek melewati pemain bertahan Tottenham, van de Beek yang berada di kanan tiang gawang Hugo Illoris, dengan sangat tenang menyodorkan bola datar ketiang jauh dan merubah skor 0-1 untuk tim tamu.

Entah kenapa pemain Spurs nampak grogi di 20 menit pertama, padahal mereka bermain di kandang sendiri dan malah tertekan sejak awal pertandingan dan terlihat terintimidasi

Terlihat di penguasaan bola pada menit ke-20, 66% Ajax berhasil menguasai bola. Ini sungguh aneh dan memalukan.

Bahkan Jan Vertongen terlihat kesal dan tak percaya saat dimenit ke-21 pertahanannya di gempur habis-habisan oleh para pemain Ajax Amsterdam.

Peluang pertama didapat Tottenham Hotspur di menit ke-25. Memanfaatkan tendangan bebas dari Trippier, Fernando  Llorente berada di sisi kiri gawang Ajax Amsterdam, dan menyundul bola, sayangnya belum berhasil.

Petaka terjadi di menit 35, saat Vertonghen terlibat benturan keras dengan Alderwide teman satu timnya, di kotak penalti Ajax Amsterdam saat mencoba membantu menyerang.

Darah yang mengucur deras dari hidungnya memaksa tim dokter berusaha menangani luka tersebut. Sempat masuk kelapangan, akhirnya Vertonghen di tarik keluar.

Semoga ini tidak serius sehingga tidak menambah daftar pemain yang cedera di kubu Tottenham.

Sissoko masuk menggantikan Vertonghen di menit ke-38.

Tottenham Hotspurs Harus benar-benar bisa keluar dari tekanan kalau ingin mencapai final liga Champions untuk pertama kali dalam sejarah klub London ini.

Memasuki 5 menit tambahan babak pertama, tidak ada tanda-tanda positif pada bentuk permainan Tottenham Hotspur.

Serangannya masih sporadis, terburu-buru dan tidak terkoordinasi dengan baik.

3 menit jelang babak pertama usai, Tottenham mendapat kesempatan emas dari Llorente, sayangnya belum merubah kedudukan.

Skema 3-5-2 Pochettino gagal total meredam semangat muda pasukan Ajax Amsterdam di babak pertama.

Memasuki babak kedua, Spurs mendapat tendangan penjuru pertama di babak ini. Inisiatif serangan di ambil Tottenham Hotspur, sementara Ajax hanya memanfaatkan serangan balik dengan berusaha menguasai bola selama mungkin.

Entah kenapa pemain Tottenham Hotspur sepertinya takut untuk menguasai bola dan melakukan penetrasi untuk masuk ke kotak pinalti Ajax Amsterdam.

Harusnya (menurut saya) entah itu Dele Ali atau Ericsson bisa lebih berani untuk menguasai bola agar membuka peluang rekan-rekan yang lainnya, seperti yang kerap di lakukan oleh Son.

Tottenham hotspurs pagi hari ini terkendala karena tidak punya pemain-pemain kreatif yang bisa mengantarkan bola ke pemain depan mereka.

Jujur Ali dan Erikcson bermain di bawah performa mereka dan tidak bisa berbuat banyak di lapangan tengah Tottenham.

Sampai menit ke-75 serangan Tottenham Hotspur masih sporadis dan tidak terarah. Selalu memanfaatkan bola-bola atas. Di tambah determinasi pemain yang tidak terlihat.

Ada apa dengan Lini Tengah Tottenham Hotspur mereka tidak bisa menguasai bola, tidak ada pemain yang berani mengatur inisiatif serangan dan memainkan bola, malah cenderung tertekan padahal mereka Tertinggal satu gol.

Dan menit ke-77 justru Ajax yang hampir menambah keunggulan kalau saja tendangan pemain Ajax tidak membentur mistar kiri gawang Illoris.

Memanfaatkan kelengahan Tottenham Hotspur, para pemain Ajax Amsterdam malah terlihat nyaman bermain.

Pada menit ke-78 ada pergantian pemain dari Tottenham Hotspur. Rose dan Trippier ditarik keluar. Pochettino mencoba peruntungannya.

Sebenarnya selama pertandingan (menurut saya) Rose dan Trippier adalah pemain yang cukup aktif dalam menyerang selain Lukas Maura. Dan ternyata mereka harus di ganti.

Di menit ke-80, Tottenham lebih banyak menyerang, bisa jadi karena Ajax Amsterdam sedikit mengurangi tekanan.

Memasuki menit ke-87 saya makin pasrah, dilihat dari cara bermain Tottenham Hotspur sangat susah untuk mereka membalikan keadaan bahkan untuk menyamakan kedudukan.

Dan benar saja, sampai babak kedua berakhir, Tottenham tidak berdaya dan ini adalah kekalahan ke-2 Tottenham Hotspur minggu ini saat bermain di kandang.

Semoga di kandang Ajax Amsterdam minggu depan, Tottenham bisa berbuat banyak.

Jujur kecewa, bukan hanya karena kalah tapi cara main mereka yang berantakan.
COYS!
Read More