Ini Jenis Olahan Kopi Yang di Minum Dr Ji di Drama Korea The World of The Married

Senin, 18 Mei 2020

9 komentar
Hahahahaa, kok jadi latah yak ikutan bahas drama korea yang lagi heboh banget ini. Jujur nih ide ceritanya sangat-sangat umum dan mungkin sudah banyak film, sinteron dengan plot yang sama. Laki-laki beristri yang sudah mempunyai anak cowok remaja, dan  jatuh cinta dengan wanita muda lain. Mainstream kan?


Quote yang terkenalnya dari laki-laki tersebut (suami bu dokter) dan sempat bikin emak-emak di dunia +62 meradang adalah, "Apa yang salah dengan jatuh cinta". Ehh bener gitu gak sih quotenya? yaah kira-kira begitulah.

Emang gak ada yang salah sih Boboho,...!! Jangan salahkan cinta, tapi salahkan Lo yang membiarkan cinta merusak akal sehat lo. Lahh kok gw jadi ikutan ngegass..!!

Selain pengagum dan pecinta drama korea yang emang buaanyaak, masa pandemi ini ikut mendongkrak popularitas The World of The Married. Bayangin, gw aja sampe kehabisan ide mau ngapain di rumah, akhirnya keterusan nonton dan nungguin juga nih drakor walau lewat TV nasional.

Maap nih, kalau harus lewat streaming atau tv berbayar cuma buat nonton drakor, gw lewat dulu dah. Biarin aja nonton di tv swasta nasional tiap hari (weekday) jam 19.00 dengan resiko dijejelin iklan bumbu masak sama pampres dan di sensor beberapa adegan hot dikamar, uuppssss.

Setelah 4 hari menonton, yang bisa gw simpulkan, kalau dibandingin sama sinetron atau ftv, pencahayaan drakor ini (khususnya the world of the married) lebih soft dan terukur, macemnya produksi layar lebar. Sementara produksi sinetron dan FTV kita lebih bright, terang dan clean.

Saya gak akan bilang mana yg lebih bagus, ini semua pasti karena selera pasar yang berbeda.

Selain Jalan cerita, pembahasan yang menarik justru ada diluar drakor tersebut. Coba bayangin, akun sosial media para pemain The World of the Married di"serang" dengan komentar-komentar sadis para penikmat drakor di Indonesia. Ada sih yang positif, tapi lebih banyak yang menyerang.

Dan pemilihan waktu tayang di masa pandemi sangat tepat. Ketika semua orang merasa (hampir) depresi, disuguhin drakor yang bikin sensi, lengkaplah sudah saluran untuk mengekspresikan diri. Daripada harus ngomel-ngomel di medsos tentang Covid-19, mending pada bahas drakor kan?

Karena gw gak yakin kalau ada drakor dengan genre happy, bahagia dan ceria bakal dapat antusias besar. Yang ada malah dinyiyirin gak bisa bersimpati atau empati dengan keadaan saat ini.

Aneka tanggapan dari para penonton membuktikan, bahwa akting para pemain sempurna dan bisa membawa para penonton kedalam pergulatan emosi para pemain. Negatifnya, yaak ada yang aneh sama kelean, gak bisa bedain dunia nyata sama dunia buatan. Kalau sampai maki-maki pemainnya.


Pada waktunya akan hadir sosok pendamai,penceria dan penikmat kopi bertopi dari negara tropis yang akan mengembalikan kebahagian mereka. #EpisodeHalu

Kopi Apa Yang di Minum Bu Dokter Setiap Pagi

Bukti film ini sangat berhasil adalah, dengan muncul komentar-komentar gak penting diluar jalan cerita, Misal settingan dapur dan rumah pemain yang gak luput dari obrolan para penonton.
Rumah sebesar itu kok bisa selalu rapih, padahal gak ada asistan rumah tangga. Kan semua penghuni rumah punya kegiatan masing-masing, trus siapa yang beresin?

Yaa ellaahh Bobooho, yang beresin rumah ya kru film laahh, siapa lagi? Lagi kalau emang karakter asistan rumah tangga gak ada kepentingannya, ngapain dimasukin frame dan dikasih dialog? ngabis-ngabisin jatah nasi bungkus aja, paham gak sih?

Trus ada juga yang terpesona sama dapur mewahnya keluarga dokter ini, padahal tiap hari kalau kita lihat makannya ya gak ribet-ribet banget kayaknya. Gak pernah ngelihat masak rendang, opor ayam atau bikin pindang patin sih.

Yang membuat gw tertarik adalah, budaya mereka yang ternyata suka minum kopi. Nggak mungkin ritual minum kopi bu dokter cuma buat gimmick aja, pasti ada kebiasaan ini di keseharian orang Korea. Mungkin loh ya, karena belum pernah ke Korea walau gw tinggal di Kreo.

Dari 4 episode yang gw lihat, selalu ada adegan minum kopi di pagi hari. Biasanya si ibu dokter yang siap-siap berangkat kerja, selalu menghampiri mesin kopi di pojok kanan dapur mereka. Nyalain mesin kopi sambil ngajak berbicara anaknya atau suami yang udah ketahuan punya perempuan lain.

Kopi dalam gelas bening berukuran agak besar itu merusak konsentrasi saya. Segelas kopi hitam pekat dan crema/foam tebal diatasnya yang dipegang bu dokter, membuat imajinasi saya langsug lompat, seakan-akan aroma kopi di dapur ibu dokter mampir ke rumah saya.

Tidak hanya di rumah, rekan ibu dokter di rumah sakit pun terlihat beberapa kali meminum kopi dengan karakter yang sama, kopi hitam pekat dan crema. Rupanya penikmat kopi hitam di Korea tidak hanya didominasi kaum pria, para wanita sah-sah saja menikmati kopi.

Pengen tahu gak olahan kopi apa yang mereka minum? Saya pun iseng riset olahan kopi yang mereka konsumsi di pagi hari. Bermodal deskripsi yang ada, saya browsing dan akhirnya saya simpulkan sendiri. Semoga benar, maaf kalau kurang tepat.

Olahan kopi yang mereka minum berasal mesin kopi yang bisa mengolah espresso, karena ada crema atau busa di bagian atasnya. Para penikmat kopi pasti paham, espresso dengan roasted bean yang bermutu baik akan membentuk crema yang cantik sebagai paertanda awal sebuah espresso yang (mendekati) kesempurnaan.

Tapi saya yakin, yang mereka minum bukan espresso, karena kopi espresso kadar airnya hanya sedikit (30ml untuk single shoot, 60ml untuk double) dan hanya bisa untuk sekali teguk di gelas kecil. Jadi jelas itu bukan espresso, yang menjadi kegemaran orang Italia.
Kopi jenis ini akan memberi efek pahit yang mengejutkan buat yang baru pertama kali mencoba.

Sekedar info, orang Italia punya budaya minum espresso sebelum beraktifitas. Kandungan kafein yang cukup kuat bisa menjadi mood booster, tapi bagi yang belum terbiasa akan kesulitan meminum kopi ini.

Saya teringat cerita sahabat yang berprofesi sebagai tour guide, kang Idfi Pancani (@indfipancani). Dia pernah cerita, di Italia setiap pagi, kalau kita lewat diantara gang antar rumah, aroma espresso akan merebak dari sela-sela pintu dan jendela yang terbuka.

Dan saya adalah pecinta espresso, selain tubruk dan V60. Budaya Indonesia tidak terlalu familiar dengan espresso, biasanya hanya dijadikan campuran kopi kekinian saja (espresso based). Setiap saya ke coffeshop dan pesan espresso, baristanya sering konfirmasi, "Ini pahit banget loh mas" atau "Ini cuma satu gelas kecil mas" meyakinkan saya.

Sejatinya espresso gak cuma pahit kaya kita ngejilat areng batok (ada yang pernah?) di secangkir espresso yang baik akan ada muncul rasa yang lain. Dan ini susah gw jelasin disini, jadi lain kali aja yak.

Oke berarti bu dokter bukan minum espresso, bisa jadi Americano, kopi ini memang di modifikasi oleh orang-orang Amerika (espresso based). Yaitu menambahkan air panas (biasanya 240ml) kedalam espresso tadi (huuhh orang America Cemenn gak kuat pahit).

Kalau kalian yang pernah coba Americano tanpa gula dan bilang kopi ini pahit, coba bayangkan gimana espresso?

Tapi seumur-umur saya pesen Americano, saya gak pernah melihat crema/busa yang cantik menggoda seperti yang di minum bu dokter, jadi saya yakin yang diminum (juga) bukan Americano.

Dan akhirnya saya menemukan titik terang, kalau saya tidak salah duga, kopi yang mereka minum adalah Long Black. Espresso based campuran air (160ml) yang dicampur dengan espresso.

Americano dan Long black sama-sama espresso based. Selain jumlah takaran air yang berbeda, cara pembuatanya juga beda, kalau Americano, Espressonya dituangkan terlebih dahulu kedalam gelas, baru ditambakan air panas 240ml.
Kalau Long black malah kebalikannya. Air panas 160ml yang dituangkan terlebih dahulu ke dalam gelas, baru ditambahkan espresso 30ml.

Itulah kenapa crema Long Black lebih terbentuk dan terlihat cantik dan menggoda di film The World of The Married. Fix lahh, untuk saat ini, saya yakini kopi yang sering diminum bu dokter di pagi hari adalag espresso based Long Black.

Jadi kalau masa pandemi ini sudah lewat dan kalian mau coba ngerasain sensasi ngopi ala The World of The Married, pesennya Long Black yaak, jangan kopi susu gula aren mulu. Dan kalau yang gak suka pahit, tambahankan gula jawa untuk penawar rasa, hindari gula putih (menurut saya).

Jujur pemilihan kopi Long Black simbolik banget sih, kenapa bu dokter doyan ngopi espresso based yang lumayan pahit bukan jahe sereh gingseng buat ngangetin badan atau cendol dawet kalau mau lebih fresh. Dan gw gak pernah ngelihat adegan bu dokter nambahin gula ke kopinya lohh...

Seakan-akan, secangkir kopi dalam genggamannya ini mau bercerita dan memberi tahu pada dunia, bahwa pahitnya kopi gak sepahit dan sehitam perjalanan perkawinan mereka. Eaaaaa.... Apassiikk..?!

Selamat ngopi ala The World of The Married
Read More

Cara Aman Belanja Online Barang Original di Masa Pandemi

Sabtu, 09 Mei 2020

Tidak ada komentar
Pandemi yang menyerang dunia merubah semua tatanan kehidupan disegala sektor. Ekonomi, sosial, budaya dan ritual agama pun berubah, semua demi menjaga agar virus ini tidak semakin menyebar. Ketimbang sibuk grasak-grusuk mencari siapa yang salah, baiknya kita yakini bahwa ini memang sudah menjadi kehendak sang pencipta dan penguasa alam semesta.



Siapa sangka pandemi ini hadir di bulan Ramadan, bulan suci umat muslim, bulan yang penuh keberkahan dibanding bulan lainnya. Kalau bukan kehendak dan ijin-Nya, tidak mungkin ini terjadi.

Acara buka bersama diruang publik ditiadakan apalagi sahur bersama. Shalat tarawih pun disarankan berjamaah di rumah bersama keluarga, walau di sebagian kecil masjid masih ada yang melaksanakan shalat berjamaah dengan peraturan ketat.

Kalau dalam hal beribadah saja disesuaikan, tentu kita harus menerima jika sebagian besar rutinitas harian kita juga berubah. Dan itu juga terjadi pada saya, hal yang sederhana misalnya belanja harian. Saya lebih memilih belanja dengan sistem pesan antar, walau sayang belum banyak toko tradisional yang mengadopsi sistem tersebut.

Beruntung dekat rumah ada swalayan yang memberi solusi belanja melalui aplikasi pesan singkat. Jadi kita tinggal pesanan barang kebutuhan, lalu pihak swalayan (karyawan) akan mempersiapkan semua barang yang dipesan, dan kita tinggal ambil kemudian bayar di tempat.

Lalu kalau mau beli kebutuhan terkait lifestyle gimana? Misal mau beli baju, celana, aksesoris dan lainnya, karena sebagian besar Mall masih banyak yang tutup terkait pandemi. Boro-boro mau belanja, masuk parkirannya aja udah gak boleh.

Bisa sih belanja online, tapi apa bisa menjamin barang yang kita pesan original?
Jujur pernah ada pengalaman kurang berkenan saat belanja online karena barang tidak sesuai dengan gambar. Kecewa sih, beruntung harganya tidak seberapa, tapi kalau harganya ratusan bahkan jutaan rupiah gimana?

Nah buat kalian yang mau belanja online barang original tanpa harus khawatir dapat barang “KW” untuk persiapan Idul Fitri saya ada solusinya. Jamin semua barangnya bukan kaleng-kalengan, karena semua barang berasal dari authentic brand store dari Indonesia maupun internasional.

Pasti belum pada tahukan, kalau ada situs online yang menjual authentic brand nasional dan internasional? Semua itu cuma ada di Mapemall.

Yeppsss,..braii coba kalian akses mapemall.com pasti bakalan kaget begitu lihat ada ratusan authentic brand yang ada di situs tersebut.

Kita berasa pergi ke Mall trus keluar masuk ke outlet-outlet buat lihat barang-barang dengan kualitas terbaik. Bayangin aja ada 160 brand dengan 280 toko brand original yang ada di mapemall.com, seharian kita gak bakalan kelar browsing di web ini.

Kategori yang ada di mapemall.com sangat bervariatif untuk inspirasi Fashion dan Lifestyle yang mencakup berbagai kategori seperti Fashion untuk Pria, Wanita, dan Anak-anak, Kecantikan, Olahraga, Perlengkapan Rumah, Mainan Anak, Food & Beverage, Travel dan Gadget.

Dan brand yang ada di situs belanja online mapemall antara lain, Mango, Mark & Spencer, Onitsuka Tiger, Calvin Klein, Converse, Pepe Jeans, Adidas by Planet Sports, Smiggle by Kidz Station, Tumi, Cotton On, Swarovski, Lego, Kipling, Oshkosh, Pacsafe from Travelogue, Lacoste, Swatch, Dr. Martens, Apple from Digimap, Ria Miranda by Sogo.

Duuhhh lengkapnya braai, dan itu belum semua brand saya listing loh, bisa selesai dua hari tiga malam buat ngapalin brand-brand yang ada di mapemall, dari pada pusing-pusing mending kepoin langsung aja situsnya. Siapa tahu bisa jadi inspirasi untuk hari raya Idul Fitri.

Apalagi sedang ada program Ramadan & Idul Fitri deals up to 70%off + cashback 40%off mulai 24 April- 24 Mei 2020. Belanja mudah untuk ramadan dan idul fitri, gak perlu keluar rumah, ribet cari parkiran, berdesakan, belum lagi protokol di musim pandemi ini yang harus pake masker, bawa handsitizer duhh, udah deh cukup belanja online dari rumah, gak usah kemana-mana dulu. Gimana? Santuy dan solusi banget kan?

Untuk kalian pemegang kartu anggota MAPCLUB, bisa mendapatkan SUPER DOUBLE BONUS Mapemall Gift Voucher, yaitu belanja online authentic brand di Mapemall bisa dengan menukarkan poin belanja sebagai pembayaran, dengan benefit Super Double Bonus, artinya poin yang ditukarkan tersebut bernilai dua kali lipatnya.


Belanja Online Barang Original Brand Sport

Sejak pertama kali mampir ke mapemall.com, jiwa sporty saya langsung klik ke tombol navigasi brand sport. Alamaaakk, keren-keren banget, plus ada diskon Ramadan.

Jadi terinspirasi lebaran bergaya sporty, bertahun-tahun melewati lebaran selalu bergaya baju koko, sarungan dan berpeci. Kenapa gak coba sesekali berpenampilan sporty yekaann..?

Mumpung di masa wabah seperti sekarang ini, yang lagi ngetrend istilah the new normal, hal baru atau “asing” menurut kita, tapi menjadi biasa saja dan dapat diterima oleh masyarakat luas.



Jujur langsung kepincut sama sweater Converse Star Chevron EMB Full Zip Men's Hoodie- Black yang ada di storenya Planet Sport. Kalau inget Converse, langsung memory mental ke masa sekolah. Kalau udah pakai sepatu Converse, udah berasa ganteng dah. Tapi kali ini saya naksir sweaternya aja, kalau sepatu jatuh hati ke Diadora Juno Men's Sneakers Shoes - Dark Grey, simple dan warnanya cocok buat silaturahmi (kalau bisa) ke keluarga besar. Dan setelah dipake lebaran, sepertinya bisa dipakai buat sepedaan keliling kampung nih.



Fitur menarik lainnya adalah Milla, yaitu Customer personal assistant. Jadi kalau kita mau cari sepatu merk Converse, model sneakers, ukuran 40 akan langsung dicariin sama Milla. Kalau ukurannya tidak tersedia, Milla akan merekomendasikan sepatu yang ukuran mendekati kaki kita.

Untuk belanja baju pun Milla akan merekomendasikan ukuran, berdasarkan umur, tinggi dan berat badan kita. Jadi kita punya pertimbangan kedua saat memilih ukuran baju yang akan kita beli.

Keren kan? Jadi kalau bisa pilih-pilih dari rumah, ngapain capek-capek ke Mall. Iya kalau barang yang kita cari langsung ketemu, kalau pulang dengan tangan hampa gimana? Rugi waktu dan tenaga kan?

Mapemall menggunakan sistem O2O (Online to Offline), yaitu menghubungkan pembeli langsung dengan para toko atau retail secara online.

Karena selain mengakses situs mapemall.com, kita juga bisa gunakan aplikasi belanja online dari MAP Online Indonesia. Tinggal pilah-pilih barang kesukaan, lakukan transaksi trus tinggal tunggu barang di kirim ke rumah/home delivery.

Atau kita juga bisa pick up in store, alias ngambil sendiri barang yang kita beli di toko yang sudah ditentukan, beeuhh canggih, cuma di Mapemall ada aplikasi belanja online yang bisa ambil langsung. Walau saran saya dimasa pandemi ini, kita di rumah aja bareng keluarga sambil lihat-lihat mapemall.com siapa tau ada barang yang berjodoh #AtHomeWithUs.

Cuuss kepoin Map Online Indonesia #MapYourStyle atau langsung download apps yang sudah tersedia di google play ataupun i-store.

Web : www.mapemall.com
Instagram : @Mapemall_com @Mapemall_shop
Read More