Ciri-Ciri Fintech Yang Terdaftar Di OJK

Selasa, 27 November 2018

Tidak ada komentar
Beberapa bulan kebelakang, istilah Fintech sedang ramai di perbincangkan. Heboh dan penuh drama, melebih akun sosial media yang dulunya ngebahas gosip selebritis sekarang beralih bahas politik. Sebelum saya bahas ciri-ciri fintech yang terdaftar di OJK (otoritas jasa keuangan), ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu fintech.
(kiri-kanan) Ali Nuryasin, Hendrikus Passagi, Zulfitra Agusta, Surya Wijaya dan Tumbur Pardede
Hadir di acara sosialisasi program fintech peer to peer lending “Kemudahan Dan Risiko untuk Konsumen” yang diadakan oleh TEMPO Media pada 23 November 2018 lalu, saya semakin memahami apa itu Fintech dan ciri-ciri fintech yang terdaftar di OJK.

Fintech (Financial Technology) menurut Hendrikus Passagi selaku Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK adalah layanan atau jasa keuangan yang berbasis teknologi.

Acara yang dimoderatori oleh Ali Nuryasin yang merupakan Redaktur Ekonomi Tempo, menghadirkan narasumber Ketua Bidang Kelembagaan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Tumbur Pardede.

Dan pada kesempatan tersebut hadir pula dua perwakilan dari pengelola platform Fintech, yaitu Zulfitra Agusta selaku Chief Commercial Officer Crowdo Indonesia dan Surya Wijaya selaku Chief Information Officer KlikAcc.

Menurut OJK, Fintech pada dasarnya terbagi menjadi 4 karateristik, Payment, Settlement, and Clearing; Market Aggregator; Risk and Investment Management; dan yang terakhir Crowdfunding dan Peer to Peer Lending.

Ada dua klasifikasi yang sangat dekat dengan masayarakat umum, yaitu Payment, Settlement, and Clearing diatur langsung oleh BI. Fintech type ini biasanya digunakan untuk perbankan, transaksi jual beli online termasuk e-wallet dan payment gateway.

Lalu Crowdfunding dan Peer to Peer Lending, melalui fintech ini, pengguna memungkinkan memperoleh sejumlah pinjaman uang sesuai dengan ketentuan yang berlaku di setiap penyedia jasa. Selain itu juga crowdfounding bisa digunakan untuk mengumpulkan dana sosial yang nantinya disalurkan kepada yang membutuhkan.

Ciri-Ciri Fintech Peer to Peer Lending Yang Terdaftar Di OJK

Beberapa bulan lalu melalui group pesan di smartphone saya, terjadi percakapan yang menggelitik. Kawan dekat di masa kuliah bertanya keadaan kabar kawan kami yang sudah lama tidak terdengar kabarnya.

“Adapakah dengan saudara kita si Anu, apakah dia baik-baik saja?” Ujar kawan saya.

“Udah lama gak kelihatan Bang, emangnya ada apa”. Seorang kawan lainnya coba menjawab.

“Ada yang menelpon dan kirim pesan ke saya, mencari saudara kita si Anu. Katanya dia ada tunggakan yang harus dibayar”.

Dan dialog singkat yang tidak berlanjut panjang tersebut menemui benang merahnya sekarang.

Kalau saya boleh menganalisa, kemungkinan besar sahabat saya si Anu ini terkait tunggakan fintech. Pertanyaannya adalah, kok bisa penyelenggara fintech tersebut menghubungi kawan kami padahal dia bukan merupakan sanak famili.

Fintech yang menjanjikan pinjaman cepat dengan syarat (sangat) mudah sudah makin menjamur. Dan makin banyak orang-orang yang terjerat dengan tipu daya mereka.

Saya tidak mencoba membela si Anu yang kemungkinan telat membayar atau meminjam uang untuk kebutuhan konsumerisme, tapi jika ada platform fintech yang mengakses data nomor kontak di smartphone kita, maka itu salah satu indikator fintech ilegal dan belum terdaftar di OJK.

Kita harus mengetahui beberapa ciri-ciri fintech yang terdaftar di OJK jika kita ingin menggunakan jasa fintech peer to peer lending atau pembiayaan pinjaman adalah:
  • Kantor dan pengelola tidak jelas dan sengaja disamarkan keberadaannya. Kalau memang benar, kenapa kantornya harus disamarkan.
  • Syarat dan proses peminjaman sangat mudah, kadang yang terlalu medah malah akan menjebak.
  • Tidak hanya menyalin seluruh data nomor telepon, tapi semua foto-foto dari handphone calon peminjam pun di salin.
  • Tingkat bunga dan denda sangat tinggi dan diakumulasikan setiap hari tanpa batas, tidak lebih seperti rentenir dibalut teknologi.
  • Melakukan penagihan online dengan cara intimidasi dan mempermalukan para peminjam melalui seluruh nomor handphone yang sudah disalin. Ini sepertinya yang terjadi oleh kawan saya.
Berarti fintech ini bahaya dong, menyusahkan dan tidak patut diperjuangakan. Nggak gitu juga Bos, fintech peer to peer lending ini hadir untuk mengisi celah yang tidak bisa dilakukan oleh perbankan konvensional.

Contoh, kalau kita membutuhkan pinjaman untuk usaha dan butuh cepat di akhir pekan, tentu tidak mungkin mengandalkan perbankan disituasi seperti ini.

Dengan waktu singkat, dana bisa cair. Namun bak buah simalakama, kemudahan ini juga bisa berbahaya jika digunakan dengan tidak bijak. Jadi kalau memang tidak berkemampuan untuk mengembalikan dan meminjam bukan untuk hal yang produktif lebih menjurus konsumerisme.

Lalu bagaimana triknya agar kita tidak terjebak dalam lingkaran yang fintech yang tidak bertanggung jawab?
  • Cek legalitas perusahaan fintech tersebut apakah sudah terdaftar atau berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jika belum maka jangan melakukan peminjaman pada perusahaan tersebut.
  • Nominal pinjaman wajib sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan meluniasi (maksimal 30% dari penghasilan), jadi jangan maksain diri untuk pinjam banyak padahal tidak akan mampu membayar.
  • Baca dan cermati baik-baik syarat dan ketentuan (misalnya bunga dan denda) dari perusahaan peminjam, dan tidak semua perusahaan fintech lending memiliki syarat dan ketentuan yang sama.
  • Sebelum melakukan peminjaman, bisa lakukan perbandingan penawaran peminjaman antar perusahaan fintech lending yang ada.
  • Bila terjadi permasalahan atau pelanggaran dengan perusahaan fintech yang terdaftar di OJK maka bisa melaporkannya ke Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan OJK.
Sekedar gambaran, per Oktober 2018 baru ada 73 fintech yang di akui oleh OJK dan tergabung dalam AFPI. Sementara diluaran sana lebih dari 300 fintech ilegal yang masih berkeliaran dan meresahkan tidak hanya masyarakat, tapi juga pemangku kebijakan.

Semakin banyak laporan mengenai fintech ilegal ini semakin baik agar pihak kepolisian bisa bertindak. OJK akan terus mengawasi, tapi memang tidak bisa mengintervensi untuk melarang aplikasi fintech ilegal yang selalu bermunculan di Google playstore.

Hendrikus Passagi memberikan gambaran kepada semua yang hadir, bahwa fintech membawa banyak manfaat. “Jangan hanya beritakan sisi negatif dari fintech”, tutup Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK.

Ciri-Ciri Fintech Yang Terdaftar Di OJK

Read More

Beli Asuransi Masa Kini, di HappyOne.ID

Kamis, 15 November 2018

Tidak ada komentar
Nggak pernah membayangkan kalau kita bisa membeli asuransi dengan mudah melalui internet. Memangnya bisa? Bisalah, coba cek ke www.happyone.id, produk asuransi berbasis digital dari Asuransi Astra yang di lauching pada tanggal 17 Oktober 2018.

Saya jadi teringat saat beberapa tahun lalu masih di tawari oleh sales marketing/agen asuransi untuk membeli produk dari asuransi perusahaan mereka. Jujur saja, mereka menawarkan produknya dengan semangat, tidak kenal lelah dan mungkin terlihat sangat "intimdatif".

Belum lagi waktu yang harus kita sisihkan agar bisa mendengarkan penjelasan mereka, walau para agen asuransi itu akan sangat senang hati mengikuti kemauan kita, kapan ada waktu untuk bisa bertemu. Tapi tetap saja, memutuskan kapan untuk bertemu saja sudah sangat menyita waktu.

Untuk itu Asuransi Astra melalui produk asuransi digital Happyone.id menghadirkan kenyamanan digital journey saat membeli produk asuransi secara online.

Happyone.id dapat diakses dengan mudah melalui website, mulai dari pembelian produk sampai cek status dan riwayat pembelian.

Sesuai dengan tagline "my all in one insurance" produk yang ada di happyone.id sangat sesuai dengan kebutuhan kita.

Mulai dari HappyMe, perlindungan asuransi kecelakaan diri yang manfaat utamanya berupa santunan meninggal atau cacat tetap. HappyEdu, asuransi pendidikan yang memastikan anak tertanggung akan dapat melanjutkan pendidikannya jika orangtuanya meninggal dunia karena kecelakaan.

Lalu ada juga asuransi kebakaran untuk melindungi rumah saat terkena bencana yang tidak kita inginkan, melalui produk HappyHome. Dan yang paling menarik (menurut saya) adalah HappyTrip, Asuransi perjalanan dengan berbagai manfaat yang tentunya akan sangat berguna bagi para pecinta perjalanan.

Keempat produk tersebut (HappyMe, HappyEdu, HappyHome dan HappyTrip) dapat di beli melalui online dengan nilai preminya bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita. Saya sempat kaget, dengan nilai premi sebesar 40.000, kita sudah bisa tercover oleh HappyTrip untuk melindungi perjalanan wisata domestik kita. Penasaran kan?

Cara Log In di HappyOne.id

Lalu bagaimana caranya agar kita dapat merasakan manfaat asuransi HappyOne.id? Langkah pertama adalah mengkases situsnya di www.happyone.id, begitu masuk home screen jangan panik dan bingung.

Di halaman utama memuat informasi umum mengenai HappyOne.id, mulai dari alamat kantor, sampai nomor telpon contact center.

Kita bisa eksplore masing-masing produk dari HappyOne.id dengan sangat mudah. Penjelasan detil mengenai 4 produk andalan HappyOne.id sudah terpampang dengan sangat jelas di banner paling atas website tersebut, kita tinggal klik masing-masing produk yang ingin kita cari tahu lebih detil.

Untuk dapat mengakses semua produk HappyOne.id di website, kita bisa menggunakan OneId atau satu identitas yang kita daftarkan di website.

Dengan OneId, kita bisa merasakan semua manfaat dari HappyOne.id untuk melakukan pembelian, cek riwayat polis, cukup berbekal email aktif saja kita sudah mempunyai OneID dari HappyOne.id

Lalu bagaimana cara mendaftarnya? Gampang sekili,...eh maksudnya gampang sekali.

Langkah pertama, pilih dulu produk yang kita inginkan. Misalnya kita pilih HappyTrip, lalu kita akan masuk kelaman penjelasan mengenai HappyTrip, klik "Info Lengkap" dan kemudian klik "Beli Sekarang".

Bagi yang pertama kali mengakses www.happyone.id, dan belum mempunyai akun OneID jangan khawatir. Lanjutkan saja dulu prosesnya ya.

Dilaman pembelian HappyTrip ada tiga langkah yang harus kita lewati, langkah pertama kita harus isi, dari mana kita berangkat dan tujuan perjalanan kita, lalu berapa lama perjalanan tersebut.

Selain mengisi destinasi, kita juga bisa memilih opsi, apakah ini perjalan individu atau keluarga. Kalau memang bersama keluarga, kita bisa mengikut sertakan dengan mengisi berapa jumlah orang dewasa dan anak yang ikut serta dalam perjalanan.

Kalau kita sudah mengisi semua kolom, maka akan muncul estimasi harga premi dan detail manfaat yang kita peroleh. Kita tinggal pilih paket yang kita inginkan, sesuai kebutuhan. Kemudian pilih Next.

Nah masuk ke langkah kedua ini yang sangat penting. Untuk yang belum punya akun OneID, kamu bisa klik daftar sebelum melanjutkan keproses selanjutnya. Siapkan alamat email yang aktif, karena notifikasi (berupa enam digit angka) OneID akan dikirim keemail tersebut. Setelah proses notifikasi berhasil, kita bisa melanjutkan transaksi kita sebelumnya.



Kemudian kita bisa melanjutkan kelangkah ke tiga, yaitu laman ringkasan premi dan metode pembayaran.

Ada tiga macam metode pembayaran, melalui kartu kredit, BCA klikpay dan transfer melalui virtual account bank Permata. 


Selesai sudah, nggak sampai 10 menit kita udah tercover asuransi, gak perlu buang waktu ketemu agen asuransi dan gak perlu mahal.

Gimana? Sederhana, Mudah dan Cepat kan, beli asuransi di Happyone.id?

HappyOne.id "my all in one insurance"  #bethehappyone

       
Read More

Dampingi Dan Beri Semangat Untuk Para Penyintas Diabetes Anak

Rabu, 07 November 2018

3 komentar
Mendengar kata diabetes selalu membuat detak jantung saya melemah dan nafas menjadi sesak. Almarhumah ibu saya adalah pengidap diabetes yang secara genetik akan mudah menurun ke anak laki-lakinya yaitu saya. Tapi yang lebih mengejutkan adalah, saat saya bertemu dengan penyintas diabetes pada anak.
Dr. dr, Aman Pulungan saat memberikan pemaparan mengenai diabetes pada anak
Mengingat kembali perjuangan almarhumah ibu saat berjuang melawan diabetes sungguh membuat hati ini pedih teriris tanpa disadari seakan ada irisan bawang merah di bawah kelopak mata.

Tidak terbayangkan juga perjuangan bapak dan adik-adik saya yang secara rutin menjaga almarhumah, karena tinggal dalam satu rumah.

Lalu bagaimana dengan anak yang terdiagnosis diabetes? Bagaimana perasaan orang tuanya?

Fulki Baharudin Prihandoko, anak lelaki berumur 12 tahun yang masih sekolah di tingkat menengah pertama adalah penyintas diabetes anak. Fulki terdiagnosa diabetes saat berumur 9 tahun.

Orang tua Fulki, bapak Konang Prihandoko dan ibu Aisyah bercerita kepada kami saat awal kali mengetahui anak tercintanya di diagnosa diabetes.

Gejala awal yang dialami Fulki yang paling menonjol adalah mudah sekali haus. "Fulki bisa dengan mudah menghabiskan air putih dalam sekali teguk" Ujar ibu Asiyah. Ini disebabkana karena tubuh kekurangan cairan/dehidrasi karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin.

Selain itu juga, anak terdiagnosis diabetes akan lebih sering buang air kecil. Bahkan disaat malam hari, banyak kasus mengompol di usia yang sudah cukup besar, dikarenakan ketidak mampuan tubuh dalam menyerap cairan dengan maksimal.
Aisyah, ibu Fulki saat memperlihatkan perlengkapan apa saja yang dibawa oleh Fulki saat ke Sekolah.
Orang tua Fulki sudah membaca gejala-gejala kesehatan anaknya, dan sudah berkali-kali konsultasi dengan dokter. Setiap konsultasi, yang dijadikan fokus adalah problem mengompol Fulki. Sehingga berkali-kali pula diberikan obat untuk mengurangi masalah ini, tapi problemnya tidak kunjung selesai

Sampai pada titik tertentu, Fulki masuk IGD karena badannya terasa lemas, lalu orang tua Fulki berinisiatif meminta untuk cek kandungan gula darah.

Hasilnya mencengangkan, kadar gula Fulki 700 lebih, sehingga Fulki yang hari tersebut sudah diperbolehkan pulang, kembali di telepon pihak rumah sakit untuk menjalani rawat inap untuk menjalani berbagai prosedur.

Sekedar informasi saja, untuk orang dewasa dengan kadar gula 700, kemungkinan besar akan kolaps.

Fulki anak hebat dan di berkahi oleh orang tua yang sangat luar biasa perhatian. Orang tua Fulki sempat kaget dan heran kenapa ini bisa menimpa Fulki, tapi itu hanya sebentar saja. Mereka lalu fokus bagaimana agar Fulki bisa tetap melewati masa anak-anak, tanpa harus dibebani dengan label penyintas diabetes.

Diabates pada anak bukan hanya sekedar Gen, karena orang tua Fulki tidak ada yang mengidap diabetes. Sekalipun ada dari garis keluarga yang terkenan daibetes, hubungannya sangat jauh. Kalau bisa dibilang, Fulki dan anak-anak penderita diabetes adalah anak pilihan tuhan yang diberikan tugas untuk menginspirasi orang disekitar mereka.

Diabetes harus menjadi perhatian bagi kita semua, terlebih diabetes pada anak. Dengan adanya bonus demografi yang arti akan makin banyak angka kelahiran, tentu kasus diabetes pada anak akan menjadi masalah serius.

Menurut data yang di terbitkan Diabetes Atlas IDF, 8th ed,  2017, Indonesia berada diperingkat ke 6 kasus diabetes tertinggi dengan 10,3 juta kasus diabetes. Peringkat pertama Cina dengan 114.4 juta disusul India (72,9), Amerika Serikat (30,2), Brasil (12.5) dan Meksiko (12,0).bet

Tahun 2045, diperkirakan Indonesia akan berada diperingkat ke 7 dengan jumlah kasus 16,7 juta. Penurunan peringkat ini bukan karena penangan diabetes di Indonesia makin baik, tapi karena negara lain yang makin memburuk.

India akan menjadi negara dengan kasus diabetes yang meningkat paling tajam dengan 85% kenaikan ditahun 2045 yaitu 134.3 juta. Sementara China berhasil menekan penigkatan penderita diabetes dengan 5% kenaikan, pun dengan Amerika Serikat dengan angka kenaikan 16.5%. Bandingkan dengan Indonesia yang mengalami kenaikan hampir 60% ditahun 2045.

Agar para anak penyintas diabetes bisa mandiri dan berkatifitas normal, perlu support dan dukungan orang tua. Karena tidak sedikit orang tua yang entah malu atau tidak mau membuat anakanya sedih, sehingga menyangkal kalau anaknya mengidap diabetes.

Beri perhatian lebih pada anak, kenali gejala dan jangan malu unutk mengakui bahwa anak kita mengidap diabetes. Dengan terbuka, maka semua bisa saling menjaga dan mengingatkan demi kebaikan sang buah hati.

Read More

Baran Power, Revolusi Industri Listrik Indonesia

Senin, 05 November 2018

Tidak ada komentar
Orang tua saya, khususnya bapak adalah sosok paling terampil dan selalu jadi panutan saya. Kalau di film fiksi, saya selalu membandingkannya dengan sosok MacGyver. Tokoh yang selalu bisa memanfaatkan barang disekitarnya untuk bisa berguna untuk keseharian.


Hal sederhana yang saya ingat saat masa kecil dulu adalah; saat bapak, memasang instalasi listrik untuk lampu emergency. Fungsinya, saat aliran listrik dirumah padam baik itu kelebihan daya maupun karena masalah dari PLN, maka otomatis lampu diruang tamu kami akan menyala.

Jujur, waktu saya kecil hal ini sangat membanggakan. Ketika rumah yang lain gelap gulita, ruang tamu kami terang benderang. Kadang saya menyombongkan hal ini kepada teman-teman sepermainan, kalau dipikir kembali di masa ini, buat apa saya sombong ya? Namanya juga anak-anak.

Makin dewasa saya makin tahu, apa yang di pasang oleh bapak saya agar lampu ruang tamu kami menyala otomatis di saat aliran listrik padam.

Bapak menggunakan baterai kering, konsepnya kurang lebih seperti powerbank. Disaat aliran listrik normal, baterei kering tersebut akan mengisi ulang daya, dan saat aliran listrik padam otomatis daya yang tersimpan di baterei kering akan mengirimkan energi ke lampu di ruang tamu.

Waaawww, kalau boleh meminjam celetukan Andre Taulany dan Hesty disalah satu program televisi swasta, inovasi bapak saya ini "Simple Tapi Pateenn".

Di penghujung 2018 saya mendapat info yang luar biasa. Konsepnya hampir mirip dengan yang bapak saya lakukan puluhan tahun lalu, tapi ini lebih dahsyat. Tidak hanya lampu, tapi bisa menggantikan aliran listrik PLN yang padam selama seharian penuh untuk mengoperasikan barang-barang elektronik di rumah.

Adalah Baran Power, sebuah produk buatan Aldebaran Business Energy Company dipimpin oleh Victor Wirawan selaku Founder & CEO BARAN ENERGY (@baranenergy). Perusahaan yang dipimpin anak muda, yang membuat saya semakin yakin bahwa anak bangsa Indonesia mempunyai kemampuan yang bersaing dengan orang luar.

Victor Wirawan (@victorwirawan) pada kesempatan media talkshow bersama blogger memperkenalkan inovasi dari para anak bangsa mengenai Baran Powerwall untuk hunian.

Baran Powerwall adalah sumber energi alternatif yang bisa dimanfaatkan oleh rumah tangga agar konsumsi listrik bisa ditekan bahkan hampir gratis. Hanya investasi diawal untuk memasang Baran Power, maka kita bisa menggunakan listrik dengan bijak,

Sederhananya, Baran Powerwall semacam baterai yang di isi dan kemudian daya yang berhasil disimpan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.

Ada 3 cara bagaimana Baran powerwall mendapatkan daya. Pertama melalui listrik konvensional yang berasal dari PLN, layaknya mengisi daya handphone atau laptop. Kedua dari turbin angin dan yang ketiga menggunakan tenaga matahari melalui solar panel.

Sosok Victor Wirawan, Elon Musknya Indonesia

Penggunaan turbin angin di pemukiman padat sepertinya tidak memungkinkan karena butuh lahan yang luas, yang paling mungkin dilakukan adalah penggunaan energi matahari atau solar panel yang dihubungkan ke Baran Power.

Baran Powerwall mempunyai kapasitas kurang lebih 5100wh, kalau dipergunakan secara bijak, dengan kapasitas sebesar ini bisa digunakan untuk satu hari penuh.

Untuk mengisi ulang daya, di negara tropis seperti Indonesia yang mempunyai sinar matahari berlimpah, hanya butuh waktu 4 jam saja agar Baran powerwall terisi penuh.

Kedepannya sistem powerwall ini akan di gunakan di semua Baran Properti yang akan di bangun di tahun 2019. Jadi Baran akan menjadikan hunian dengan konsep listrik gratis sepanjang tahun. Dengan inovasi karya anak bangsa yang mengandalkan energi matahari sebagai energi terbarukan tentu saja hal ini sangat memungkinkan.

Jargon listrik gratis mungkin hal yang diluar kebiasaan, atau bisa dibilang distruption dibidang energi terlebih melihat trend tarif listrik cenderung terus naik dari tahun ketahun. Mungkin sudah saatnya revolusi industri khususnya dibidang kelistrikan dimulai.


Sudah saatnya industri listrik kita menuju industri 4.0, sebuah industri yang mengedepankan inovasi untuk para costumernya, sebuah industri yang juga mulai memikirkan lifestyle, simple tapi tetap powerfull.

Selain untuk perumahan, Baran Power juga bisa digunakan untuk industri dengan produk Baran Cube. Bentuknya seperti kontainer dan dapat di sokong menggunakana energi matahari. Untuk industri memang dibutuhkan solar farm agar dapat memberikan daya untuk mengisi Baran Cube.

Dan yang luar biasa lagi, Baran Power juga sudah mempersiapkan Baran EV (electric vehicle). konsep mobil listrik dengan tenaga 900hp dan mampu menempuh jarak 300km dalam sekali charge.


Read More