Mokzhaware, Sepatu Gunung Buatan Indonesia

Kamis, 24 Oktober 2019

Tidak ada komentar
Buat para penggiat alam bebas, yang suka naik gunung atau hiking, pernah lihat brand sepatu Mokhzaware? atau mungkin pernah denger nama brand ini? Jujur saya baru ngelihat langsung Mokhzaware saat event pameran Indotreek 2019 di Balai Kartini Jakarta.
Mokhzaware-sepatu-gunung-buatan-lokal

Kebetulan Mokhzaware jadi salah satu peserta pameran yang memang di khususkan untuk para pecinta kegiatan alam luar. Jadi nggak heran di event ini kita bisa nemuin berbagai brand ternama di dunia outdoor dan juga brand rintisan yang tidak kalah berpotensi.

Dari berbagai brand yang hadir di event tersebut, saya langsung di “jorokin” ke boothnya Mokhzaware untuk ngobrol langsung sama bang Rahmat. Dan ternyata nggak salah, saya dapat cerita menarik di booth Mokhzaware.

Jadi Mokhzaware adalah satu-satunya produsen sepatu untuk keperluan outdoor di Indonesia yang punya pabrik sepatu sendiri. Bisa bayangin gak? Satu-satunya produsen sepatu outdoor yang punya pabrik sendiri. Dan ini keren sihh,..

Tentu sudah bukan rahasia lagi, kalau beberapa brand sepatu internasional (yang gak perlu di sebut merknya) punya pabrik di Indonesia dan menghasilkan sepatu terbaik untuk dunia. Dan Mokhzaware membuktikan bahwa produsen lokal juga bisa membuat produk yang berkualitas.

“Semua bahan bakunya ada di Indonesia, jadi gak ada alasan kita gak bisa bikin” Ujar bang Rahmat.

Pasti pada heran apa yang membuat sepatu buatan Mokhzaware ini berkualitas, bukan berarti punya pabrik sendiri otomatis kualitasnya bagus kan? Sabar Bross, pelan-pelan bakal saya buka satu persatu kelebihan sepatu buatan 100 persen lokal ini.

Mokhzaware-sepatu-gunung-buatan-lokal
Ini adalah type sepatu Mokhzaware yang berbahan kulit, tapi saya lupa, kulit Sapi atau Kuda.
Mokhzaware pertama kali dirintis pada tahun 2015, tidak langsung produksi, tapi mereka melakukan riset terlebih dahulu, kegagalan demi kegagalan harus mereka hadapi agar mendapatkan formula terbaik untuk memproduksi sepatu gunung.

Dan akhirnya di tahun 2016, Mokhzaware pertama kali melepas sepatu gunung buatan mereka kepasaran dengan sistem titip jual di beberapa toko penjual keperluan outdoor. Dari tahun ketahun, dengan kualitas yang diberikan dan harga yang masuk akal berhasil menarik perhatian para toko-toko outdoor.

Tidak hanya toko-toko outdoor, kehadiran Mokhzaware juga mencuri perhatian brand-brand besar yang sudah hadir terlebih dahulu di Indonesia. Mereka sangat mengapresiasi produk Mokhzaware yang mempunya kualitas baik tapi dengan harga yang lebih terjangkau, karena murah atau mahal realtif.

Rahasianya adalah, karena Mokhzaware memproduksi sendiri sepatu mereka dari hulu ke hilir. Setidaknya itu informasi yang saya dapat ketika berbincang-bincang dengan bang Rahmat di hari terakhir penyelenggaraan Indotreek 2019.

Tiga tahun produksi berjalan, sudah ada 20 type sepatu yang di produksi Mokhzaware, ini bukan jumlah yang sedikit Bross.

Sekarang saya kasih tahu 4 hal yang membuat sepatu Mokhzaware menjadi sangat spesial, pertama; Out sole atau dalam bahasa sederhananya sering di sebut tapak sepatu Mokhzaware yang terbuat dari karet.

Kenapa ini penting, karena ini membuat sepatu nyaman dan tidak licin saat digunakan. Dengan outsole bahan karet, juga membuat sepatu lebih lentur ketimbang sepatu yang outsolenya berbahan campuran dominan plastik.

Mokhzaware-sepatu-gunung-buatan-lokal
Disini kanan, ada brake system, atau lokasinya ada dibagian tumit kita.
Kedua, di tapak sepatu Mokhzaware ada Brake system atau sistem pengereman. Jadi pattern atau pola di sol sepatu bagian belakang meningkatkan kemampuan kita agar tidak mudah tergelincir di medan yang tidak terduga.

Ketiga, sistem waterproof yang mempunyai tiga lapisan, yaitu lapisan membran, lapisan foam dan lapisan mesh. Ketiga lapisan ini mampu menahan air dan menjaga agar kaki kita tetap kering selama di perjalanan.

Sistem waterproofnya di balut dengan kulit asli dari kulit sapi dan kulit kuda di bagian luarnya. Kalau kalian pegang langsung, pasti bisa ngerasain bahwa ini dalah kulit asli dengan kualitas terbaik.

Coba bayangin, ketiga system itu ada di sepatu buatan Mokhzaware, sepatu buatan pabrik lokal, sepatu buatan asli anak Indonesia yang pasti bikin bangga.

Dan jujur, saya baru kali ini ngelihat sepatu gunung dengan warna merah dan orange menyala, dengan bentuknya yang lebih terlihat seperti sepatu basket ketimbang sepatu gunung, saya pun langsung jatuh cinta.
Mokhzaware-sepatu-gunung-buatan-lokal
Bagian dalam yang berwarna silver adalah teknologi waterproof yang di milik Mokhzaware
Beberapa design sepatu Mokhzaware pun bisa digunakan untuk keseharian atau acara formal. Jadi bukan sepatu yang khusus di ajak naik gunung saja. Saya sih udah ngincer yang warna merah atau sepatu berbahan kulit sapi yang tone warnanya agak kekuning, eye catching dan gak kelihatan sepatu gunung.

Ehhh tadi saya baru sebutin 3 dari 4 keunggulan Mokhzaware ya?

Keunggulan ke 4 adalah, harganya sangat kompetitif kalau di bandingkan dengan produk sepatu lainnya dengan teknologi yang hampir sama.

Harga sepatu Mokhzaware termahal yang ada di pasaran saat ini adalah 600k, Yuupps saya gak bohong, kalau di brand lain harganya bisa di atas 1jt, paling murah 800k, setidaknya itu yang di ceritakan seorang kawan yang juga penggiat alam bebas.

Dan tentunya kalian sekarang sudah gak heran kenapa Mokhzaware harganya bisa sangat bersaing,tapi kualitasnya bukan main-main kan? Kalau masih bertanya-tanya, silahkan baca lagi dari atas, kalian pasti bakal menemukan jawabannya.

Terakhir dan ini sangat rahasia jangan kasih tahu siapa-siapa, Mokhzaware kasih kamu garansi 1 tahun, kalau rusak balikin aja ke tempat kamu membeli, nanti akan diperbaiki. Tentunya rusak karena pemakaian ya, bukan karena kelindes truck, kenapa bara rokok atau di gigit tikus.

Mokhzaware-sepatu-gunung-buatan-lokal
Duuhh warna orangenya bikin ngiler nih...
Mokhzaware sepatu gunung buatan lokal Mokhzaware sepatu gunung buatan lokal Mokhzaware sepatu gunung buatan lokal
Read More

Saya Pamit Menulis Olahraga

Kamis, 10 Oktober 2019

1 komentar
Setelah menimbang-nimbang, lalu menimang-nimang (loh kok) dan akhirnya diputuskan bahwa saya pamit menulis olahraga di sattoraji.com.

Sebenarnya tidak pernah direncanakan, tapi ketika sebuah ide gila (menurut saya) meluncur di pertengahan tahun, fix langsung di realisasikan, maka hadirlah indosporties.com.

Kecintaan dan kegemaran saya akan olahraga menjadi dasar, agar lebih fokus menulis curhat ngasal berfaedah di indosporties.com. Walau sebenarnya aktifitas olahraga saya juga masih terbilang rendah, semoga saja dengan hadirnya blog bertema olahraga ala Satto Raji bisa membuat saya bersemangat hidup sehat.

Blog dengan niche olahraga sebenarnya kurang banyak di lirik oleh brand, kemungkinan dapat konten menulis berbayarpun bisa jadi sangat jarang dan saya gak peduli. Saya hanya ingin membebaskan diri untuk curhat mengenai dunia olahraga.

Saya tidak ada target khusus untuk indosporties.com, sama seperti yang saya lakukan terhadap sattoraji.com, biarkan mengalir sambil memperbaiki masalah di sana-sini. Tujuan utama saya adalah, tetap membakar semangat menulis, yang kadang padam karena berbagai hal.

Gorila Sport, Baca Berita Olahraga Dengan Cara Berbeda

Saya malah berharap, indosporties.com bisa menjadi tempat bermain bersama, tidak hanya saya sendiri. Yuupps saya membuka kesempatan untuk semua yang ingin mencurahkan perasaan gundah gulana mengenai dunia olahraga di indosporties.com

Untuk itu, terhitung Oktober 2019, kanal sport di sattoraji.com resmi saya non-aktifkan, berpindah ke indosporties.com. Tulisannya tetap akan ada, karena kalau di hapus bisa merusak performa sattoraji.com

Dengan platform wordpress (sattoraji.com berplatform blogspot) saya dapat pelajaran baru di indosporties.com. Semoga bisa lebih powerfull.

Terimakasih banyak untuk Om Punto Wicaksono dan tante, ehh mbak Monica Angen yang sudah support dari awal indosporties.com yang akhirnya kini resmi mengudara.

Selamat menikmati indosporties.com.

Tottenham vs Ajax

Read More

Kun Saraswati Penyanyi Muda Dengan Suara Merdu

1 komentar
Suara Kun Saraswati terdengar lembut saat membawakan single pertama di hadapan publik pada tanggal 4 Oktober 2019. Para undangan yang hadir terbius oleh suara dan lagu Kun Saraswati yang dibawakan secara live malam itu.
Kun Saraswati
Penampilan live Kun Saraswati memukau yang hadir malam itu
Untuk tahu kualitas suara penyanyi itu bagus atau tidak, kita harus mendengarkan saat si penyanyi tampil live di atas panggung. Tidak bisa hanya sekedar melihat dan mendengar dari channel Youtube atau hasil recordingnya saja.

Dan Kun Saraswati berhasil membuktikannya kepada kami yang hadir, bahwa suaranya bukan "kaleng-kalengan".

Jadi teringat seorang penyanyi yang terkenal karena kontroversi dan akhirnya publik tahu kualitas suara "si mbak" ternyata tidak bagus-bagus amat, ketika IG story saat bernyanyi tersebar luas dengan suara yang terdengar tidak mengenakkan itu.
Habislah "si mbak" ini jadi bulan-bulanan netizen yang terhormat.

Sudah-sudah, jangan diperpanjang ghibahnya, mari kita fokus ke sosok Kun Saraswati. Perempuan kelahiran 9 September 1998 di kota pahlawan ini sudah menunjukkan bakatnya di dunia musik sejak berumur 3 tahun.

Kun Saraswati bahkan sudah mengikuti les piano klasik, ketika berumur 5-9 tahun.

Ya tuhan, saya umur segitu masih main kelereng dan layangan, tapi gadis yang tahun ini genap berumur 21 tahun sudah terbiasa memegang alat musik sejak kecil. Dan saat SMP, Kun Saraswati secara otodidak sudah bisa memainkan gitar.

Kun Saraswati yang saya temui saat merilis singlenya di sebuah cafe merangkap coworking space di Jakarta, bercerita bahwa inspirasi musik pertama kali dia dapat dari eyang (kakek). Sayangnya Kun Saraswati belum sempat main musik bersama dengan sang eyang.

Ohh ya judul lagu Kun Saraswati yang di launching malam itu berjudul "DONE". Lagu Indonesia yang berlirik bahasa inggris.

Saat di tanya, kenapa Lirik musik Kun Saraswati di single pertamanya menggunakan bahasa Inggris, gadis belia itu dengan santai menjelaskan,

"Jadi waktu itu aku lagi dikamar sama kak Gobin, suasana hujan dan langsung ambil gitar, kalimat pertama yang terucap adalah take me with you ya sudah diteruskan saja dengan bahasa inggris". Ujarnya.

Kun Saraswati dan Dukungan Keluarga

Lirik musik Kun Saraswati yang sudah di tulis sejak tahun 2016 ini memang bisa membuat kita tersadar, bahwa kita harus bisa memutuskan dan harus berani berkata "DONE" cukup untuk semua yang telah menyakiti kita.

Proses pembuatan lagu Done dari Kun Saraswati ini memang sangat panjang. Sempat vakum selama 1 tahun berproses karena harus fokus di kuliahnya terlebih dahulu, baru di tahun 2018 kembali di garap dengan serius.

Akhirnya 4 Oktober 2019 Single berjudul "Done" dari Kun Saraswati resmi bisa dinikmati pecinta musik dan lagu Indonesia.

Yang menarik dari launching single DONE malam itu adalah, dukungan keluarga Kun Saraswati sangat besar. Semua hadir, orang tua, kakak, eyang sampai (jangan di tanya) teman-teman Kun memberi dukungan yang maksimal.

Bahkan Kun Dika (kakak Kun Saraswati) berperan aktif menjadi media relations malam itu.
Dukungan keluarga besar, sangat berpengaruh bagi Kun Saraswati
Ada cerita yang tidak terungkap di panggung, saat saya bertanya, bagaimana cara Kun Saraswati menyampaikan kepada kedua orang tuanya mengenai lagu Done.

Ternyata, Papa dan Mama dari Kun Saraswati secara tidak sengaja mendengar lagu ini di mobil saat lagu Done masih dalam bentuk demo rekaman.

Single Terbaru Usy

Awalnya mereka tidak tahu siapa yang menyanyikan, namun insting kuat orang tualah yang membuat akhirnya mereka sadar bahwa suara yang mereka dengar saat itu adalah suara anak mereka sendiri, Kun Saraswati.

Walaupun pada saat itu mereka juga belum tahu judul lagu Kun Saraswati yang sedang mereka dengar, tapi mereka sangat mengapresiasi karya Kun Saraswati.

Untuk project single Done, Kun Saraswati bekerjasama dengan Passion Vibe. Label rekaman yang di motori oleh Belanegara Abe dan Edo Abraham ini sudah sering bekerjasama dengan sejumlah musisi di Indonesia.

Untuk mendapatkan hasil maksimal di single pertamanya, Kun Saraswati memutuskan untuk mastering di Amerika. Selain itu juga, Kun Saraswati menggandeng Irvant (vocal director), Alvin Witarsa (orchestrator), Eko Sulistiyo (mixing engineer) dan Steve Corrao (mastering engineer).

Kun Saraswati, saat ini masih berkuliah di Fakultas Ilmu Seni Musik Universitas Pelita Harapan, jurusan Vokal dan peminatan Jazz & Pop Music Performance. Kun Saraswati juga menjadi pengajar vokal di MSI (Music School of Indonesia).

Selamat Kun Saraswati atas single barunya, semoga bisa memberi warna baru bagi penikmat lagu Indonesia.

Single Done dari Kun Saraswati sudah bisa di nikmati melalui beberapa platform music online seperti Spotify, Joox, Itunes dan Deezer. Tentunya bisa juga di akses melalui official akun Youtube Kun Saraswati.

Perbincangan saya dan Kun Saraswati malam itu di tutup dengan pertanyaan,

"Sudah menyiapkan single ke dua?" Tanya saya memancing.

"Rahasiaaa..." Ujar Kun Saraswati sambil tersenyum. Ahhh rupanya dia tidak terpancing.
Belanegara Abe dan Edo Abraham dari Passion Vibe optimis lagu ini bisa diterima oleh penikmat lagu Indonesia
Berikut lirik lagu Kun Saraswati berjudul DONE, enjoy it..

Verse 1
take me with you or let me be with you
but if we knew, i’m trynna forget you
what did i do? i’m feeling so pale blue
this felt so true, but how about you?

Prechorus
The sky starts raining, but my heart keeps tracing
the storms are raging, but my heart keeps falling

Reff
**i’m clinging on to you, just tell me it’s not true that violets are not blue
i’m clinging on to you, just tell me it’s not true and there is no i love you

Verse 2
im broken in two, im drowning in deep blue
My feelings for you, has drowned with me too

Prechorus
The sky starts raining, but my heart keeps tracing
the storms are raging, but my heart keeps falling

Reff
**i’m clinging on to you, just tell me it’s not true that violets are not blue
i’m clinging on to you, just tell me it’s not true and there is no i love you

Bridge
 -
what i’m gonna do, tell me what i’m gonna do 2x

Reff Modulation
**i’m clinging on to you, just tell me it’s not true that violets are not blue
i’m clinging on to you, just tell me it’s not true and there’s no i love you

Last Outro
but if we knew, i’m done with you


Pameran Kerajinan Indonesia

Read More