Minggu Pagi Sambangi Siliwangi Bolu Kukus di Kota Serang

Kamis, 30 Juli 2020

Tidak ada komentar
Sesederhana apapun tindakan yang kita lakukan, minimal harus ada alasannya. Supaya punya tujuan dan semangat menjalani hal itu. Seperti halnya saat saya di minta hadir ke pembukaan toko resmi Siliwangi Bolu Kukus di Kota Serang oleh sahabat kami Bang Aswi. Dengan beberapa alasan kuat kami bersedia hadir, kami? Yeepp saya datang bersama pasangan sejiwa @wardahfajri dan tim nggas bareng mbak @daffana.

Bersama para direktur Siliwangi Bolu Kukus
Para penikmat bolu

Jarak dari rumah kami ke toko Siliwangi Bolu Kukus di Kota Serang yang berada di Jl. Raya Serang Jakarta KM.4, Ruko Milenium No.10, Kel. Panancangan, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten (samping terminal Pakupatan Serang) kurang lebih 75km. Atau beda tipis jaraknya dari Kota Bandung ke Garut. Beruntung akses tol mempersingkat perjalanan kami pagi itu, 1 jam lebih 10 menit sudah sampai ke lokasi.

Ngomongin alasan, selain diundang oleh seorang sahabat yang jarang-jarang bisa bertemu terlebih di masa pandemi, alasan lainnya adalah, Serang atau Banten adalah tanah leluhur @wardahfajri. Perempuan ini selalu tegas bilang kalau dia orang Banten, karena memang orang tua aseli Banten, dia lahir di Banten dan kini tinggal di tanah Banten. Jadi semua hal tentang Banten akan jadi nilai tersendiri bagi kami.

Kota Serang berada di bawah kesultanan islam Banten, dan dijadikan ibukota Banten sejak 494 tahun lalu. Woooww hampir setengah abad umur Serang Braii. Karena pengaruh kesultanan islam yang kuat nggak heran kalau di kota ini banyak situs wisata islam. Bahkan pemerintah daerah mengkampanyekan bahwa Serang adalah kota wisata religi.

Salah satu situs yang pernah saya kunjungi adalah situs keraton Kaibon, baru melihat satu situs, saya sudah bisa membayangkan kebudayaan 400 tahun lalu di tanah Serang.

Wisata religi di kota Serang memang jadi andalan, tiap tahun ada 6 juta wisatawan domestik dan mulai tahun ini mulai mengejar target wisatawan dari Internasional.

Tampak depan toko resmi Siliwangi Bolu Kukus di Serang

Alasan kedua adalah nama brand Siliwangi Bolu Kukus. Kata Siliwangi membuat saya ingin tahu lebih lanjut tentang brand ini, dan ternyata penamaan Siliwangi bukan untuk gagah-gahahan saja tapi memang untuk identitas brand bahwa ini adalah ciri khas (panganan) daerah Pasundan.

Pasundan? Memangnya Banten masuk pasundan? Ini alasan berikutnya kenapa saya tertarik hadir.

Kesultanan Islam Banten punya hubungan erat dengan raja Pasundan Prabu Siliwangi. Dari literasi yang sempat saya baca dari laman facebook babad tanah Banten. Ayah dari raja pertama Kesultanan Islam Banten Sultan Maulana Yusuf adalah Anak dari Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati yang beribukan Rara Santang anak dari Prabu Siliwangi.

Tidak sampai di sana, Ibu dari Sultan Maulana Yusuf (Nyai Kawunganten) ternyata juga punya hubungan kekerabatan dengan Prabu Siliwangi. Nyai Kawunganten mempunyai Ayah bernama Surosowan anak dari Prabu Siliwangi.

Lohh kok bisa sama-sama dari Prabu Siliwangi? Ini sangat memungkinkan, dari literasi tersebut saya mengetahui bahwa Prabu Siliwangi mempunyai lebih dari satu Istri atau permaisuri dan hal seperti ini sudah lumrah di masa kerajaan seantero nusantara.

Jadi hadirnya toko Siliwangi Bolu Kukus di Serang sedikit banyak mempunyai kaitan cerita sejarah, seakan ingin menyatukan simpul-simpul sejarah peninggalan Prabu Siliwangi. Setidaknya ini alasan lain bagi saya untuk hadir.

karyawan menggunakan APD lengkap
Para pegawai Siliwangi Bolu Kukus menggunakan APD lengkap saat melayani para pelanggan

Siliwangi Bolu Kukus di Kota Serang

Bukan mencari cucokologi, tapi penuturan saya diatas kurang lebih sama dengan pemaparan Muhammad Faizal selaku Direktur CV Boga Karya Siliwangi yang mengatakan, "Store PP adalah store resmi ke-5 Siliwangi Bolu Kukus yang telah tersebar lebih dahulu hadir di Bogor, Bandung, dan Cibinong. Ini adalah salah satu upaya kami untuk terus berkarya dalam bingkai pelestarian khasanah makanan nusantara khususnya di Bumi Pasundan."

Siliwangi Bolu Kukus ingin menjadi pelestari khasanah makanan nusantara khususnya di tanah Pasundan. Lagi-lagi dari literasi yang saya baca, wilayah kerajaan Pasundan yang berpusat di Pakuan (Bogor) sangat luas, mulai dari Pesisir Banten, Cirebon dan sebagian kecil Jawa Tengah. Bahkan Jakarta diyakini juga ada pengaruh kerajaan Pasundan, setidaknya terlihat dari penamaan pelabuhan Sunda Kelapa.

Tidak heran, Siliwangi Bolu Kukus yang berpusat di Bogor ini sedikit-demi sedikit fokus meresmikan toko di beberapa titik daerah Pasundan. Selain toko pertama mereka berdiri di Stasiun Bogor, pusat semua pengolahan Siliwangi Bolu Kukus juga berada di Bogor, tidak jauh dari stasiun Baranangsiang.

Pengolahan Siliwangi Bolu Kukus hampir keseluruhannya menggunakan mesin, mengurangi sentuhan tangan manusia agar lebih higienis. Untuk memasukkan bolu yang sudah jadi kedalam kemasannya saja menggunakan mesin, tanpa disentuh oleh para pekerja.

Setidaknya sudah ada 12 Varian diproduksi Siliwangi Bolu Kukus yang bisa dinikmati pecinta kuliner. Lalu juga ada 2 varian yang baru (Martabak Kacang dan Talas Oren) yang di perkenalkan pada bulan Juli 2020 ini, Sementara 1 varian Jeruk Garut akan segera diluncurkan kepasaran oleh produsen bolu yang mempunyai karyawan kurang lebih 200an pekerja ini.

pengunjung dalam toko dibatasi
Pengunjung yang masuk toko di batasi jumlahnya

Minggu pagi jam 09.00WIB di pelataran toko resmi Siliwangi Bolu Kukus sudah ada puluhan pelanggan yang berdiri mengantri dengan saling menjaga jarak. Berdiri rapi sesuai tanda yang diberikan panitia, menggunakan masker dan cuci tangan saat masuk ke toko. Sebelum memasuki jalur antrian, alas kaki/bagian kaki para pengunjung disemprot disinfektan.

Walau harus menunggu bergiliran dibawah terik matahari ala daerah pesisir pantai sebelum masuk ke dalam toko, tapi tidak menyurutkan semangat para pengantri untuk mendapatkan promo beli 1 seharga Rp.30.000 mendapatkan 3 Siliwangi Bolu Kukus.

Pada hari pembukaan toko resmi Siliwangi Bolu Kukus di Serang memang ada promo beli 1 dapat 3 untuk 1000 pembeli pertama. Dibagi menjadi 2 waktu, sesi pagi hari jam 09.00 sd jam 12.00 untuk 500 pelanggan pertama. Lalu sesi sore dari jam 15.00 sd Jam 18.00 untuk 500 pelanggan berikutnya.

Dari pantauan saya pagi hari itu, jam 10.30 sebanyak 500 antrian untuk sesi pagi sudah habis. Para pelanggan tinggal menunggu antrian untuk bisa masuk ke toko dan menyelesaikan transaksi.

Untuk paket pembelian promo sudah bundling, hanya boleh mengambil sesuai paket yang ada dan tidak bisa memilih varian. Ini dilakukan agar tidak terjadi antrian yang lama karena sibuk memilih.

Bayangin aja harus memilih 3 dari 14 varian (termasuk 2 varian baru) pasti lama dong? Nanti kasian yang nunggu diluar. Jadi panitia memutuskan menggunakan sistem bundling untuk paket promo beli 1 dapat 3.

Siliwangi Bolu Kukus di Serang ini menempati ruko 3 lantai, bagian bawah khusus store display sisanya untuk operasional karyawan dan tempat penyimpanan. Lokasi dalam toko sangat nyaman, kenapa? Saya tetap merasa sejuk walau di dalam store ada 20 orang yang sedang mengantri menyelesaikan transaksi.

Rak dengan elemen bambu dan tas belanja model rajut juga menambah kuat ciri khas nusantaranya. Malah mbak @daffana berfikir kalau tas cantik rajutan seperti dari pelepah pisang atau eceng gondok tersebut juga dijual, hampir mau dibayarin. Ternyata hanya untuk didalam toko saja.

Interior toko didominasi warana coklat kekuningan khas warna bambu kuning
Saya belum pernah nyobain Siliwangi Bolu Kukus sebelumnya, dan begitu nyoba, satu kata yang terekam diotak saya, lemmbuuttttt. Bahkan saat sampai dirumah, keponakan berumur sebeles bulan pun gak kesulitan mengkonsumsi Siliwangi Bolu Kukus, tentunya dengan porsi yang disesuaikan biar gak tersedak.

Lalu varian Siliwangi Bolu Kukus gak cuma sekedar nama dan warna, tapi rasanya beneran kerasa. Contoh Siliwangi Bolu Kukus varian Apokat Mentega, rasanya ya beneran kaya makan alpokat mentega tentunya dalam bentuk bolu. Pun saat saya nyobain Siliwangi Bolu Kukus varian Mangga Indramayu, astaaggaa, rasa mangga bener ada, sampe berasa tiba-tiba gatal gitu ditenggorakan hahahaha, nggak deng ini mah lebai.

Dari varian Siliwangi Bolu Kukus yang ada, 3 terbaik menurut pribadi saya adalah, Apokat Mentega, Martabak Kacang (ini sih, sumpah keren baru nyoba trus langsung doyan) dan yang ketiga Kopi Bogor. Padahal saya belum nyobain varian Kopi Bogor, tapi udah bisa bayangin rasanya. Next bakal saya order varian ini.

Nahh yang jadi tugas berat itu adalah, gimana cara mesennya buat kita-kita yang jauh dari toko resmi? Contohnya kaya saya yang tinggal didaerah perbatasan Tangerang dan Jakarta. Di dekat kami belum ada toko resmi Siliwangi Bolu Kukus.

Jangan khawatir, kita bisa nikmati semua varian Siliwangi Bolu Kukus dengan memesan online dan langsung diantar kerumah. Untuk Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok sampe Cirebon sudah ready tim deliverynya. Tinggal duduk manis dan free Delivery alias gratis ongkir, edunn maredun ini mah.



Cuus lah langsung kepoin aja instagramnya atau bisa hubungi langsung Call Center 1500-556 atau Chat Center WA/Telegram 0811-825-004 bisa juga via Line @siliwangibolukukus untuk menikmati kelembutan Siliwangi Bolu Kukus dengan cita rasa nasional.

Berikut Store Resmi Siliwangi Bolu Kukus:
1. Store Resmi Moh. Toha, Bandung
Jl. Moch. Toha No.145, Kel. Cigereleng, Kec. Regol, Kota Bandung, Jawa Barat 40243

2. Store Resmi Stasiun Bogor, Bogor
Jl. St. Bogor, Kel. Cibogor, Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16124

3. Store Resmi Pakansari, Cibinong
Jl. Kolonel Eddie Yoso Martadipura, Kp. Cikempong, RT.001/RW.005, kel. Pakansari, Kec. Cibinong, Kab. Bogor. Ruko No.3, Jawa Barat 16915

4. Store Resmi Cikaret, Cibinong
Jl. Raya Cikaret 11-9, Kel. Pabuaran, Kec. Cibinong, Kab. Bogor, Jawa Barat 16915

5. Store Resmi Pakupatan, Serang
Jl. Raya Serang Jakarta KM.4, Ruko Milenium No.10, Kel. Panancangan, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten 42124
Read More

Tempat Wisata dan Penginapan Murah di Pagar Alam Sumatera Selatan, Pengalaman Pertama

Sabtu, 11 Juli 2020

Tidak ada komentar
Kota Pagar Alam adalah kota kedua (setelah Palembang) di Sumatera Selatan yang berhasil memikat saya untuk kembali lagi. Kenapa? Karena saya bener-bener buta informasi mengenai tempat wisata dan penginapan murah di Pagar Alam Sumatera Selatan di perjumpaan pertama ini.
Jadi rada-rada gemes bingung gak tau mau kemana, beruntungnya saya kesini dalam rangka bekerja, jadi dinikmati saja. Selain itu ada kawan yang tahu seluk beluk kota yang luasnya hanya 633.66 kilometer persegi ini.

Kebun teh Pagar Alam
Hamparan kebun teh adalah pemandangan wajib di kota Pagar Alam.
Sebenarnya gak beda jauh sama luas Jakarta (664 kilometer persegi), tapi karena penduduknya gak lebih dari 200ribu jiwa, menjadikan kota ini sangat nyaman, aman, tenang dan damai, ini serius saya gak lebaaii.

Coba bandingkan dengan Jakarta yang jumlah penduduknya 10jt. Dan ini yang tercatat di KTP, blum lagi pas jam kantor saat para pekerja yang tinggal di kota penyangga tumplek blek masuk kedalam kota, mumeettt braii..

Sedikit ilustrasi, kepadatan penduduk di Pagar Alam itu, 211 jiwa per Kilometer persegi. Biar gampang, analoginya saya bikin mudah. Semua pasti pada tahu area Monumen Nasional (Monas) kan? Luas monas 80Hektare berarti kurang dari 1 kilometer persegi.

Jadi coba kita bayangin, area Monas tersebut Cuma dihuni oleh 211 orang. Gimana? Kebayang sepinya gak? Nahh itulah kota Pagar Alam, kalau kita bandingkan luas daerah dan jumlah penduduk. Sumpah, ini jadi tempat yang nyaman untuk istirahat dan merefleksi diri. Sedangkan kalau mau tahu kepadatan Jakarta, bayangkan aja area monas itu diisi oleh 15ribu orang, guubbraakk..

Tapi jangan langsung jadi parno, takut dan ragu kalau ke Pagar Alam bakalan hidup dan tinggal di pedalaman yang jauh dari teknologi. Gak gitu juga Braii, Kota Pagar Alam layaknya kota-kota di pulau Jawa. Sangat hidup disiang hari tapi begitu malam menjelang, langsung cepat senyap.

warung kopi Pagar Alam
Salah satu warung kopi yang sempat saya singgahi
Waktu saya kesana, sudah cukup banyak warung kopi berkonsep modern yang mulai bermunculan. Sayangnya saya blum eksplore tempat-tempat ngopi tersebut. Pun Wisata kuliner, jangan takut kelaparan, karena menurut cerita kawan saya, sudah banyak rumah makan dengan citarasa lokal yang bisa memuaskan rasa kuliner kita. Lagi-lagi saya blum sempat eksplore karena keterbatasan waktu.
Itulah kenapa saya ingin ke Pagar Alam lagi, untuk bisa lebih eksplore dengan santai menikmati wangi kebun teh yang tersapu angin gunung Dempo. Mimpinya saya roadtrip dari Jakarta menuju Pagar Alam, doakan ya Braii.

Kalau dilihat dari sejarahnya, wilayah Pagar Alam merupakan daerah kerajaan Jagat Basemah, yang Rajanya biasa disebut Ratu masih keturunan dari Majapahit. Mereka migrasi ketika Majapahit mulai mengalami keruntuhan di abad ke-6.

Seiring berjalannya waktu kerajaan Jagat Basemah pada generasi kesepuluh menyatukan diri dengan kerajaan Palembang. Dan menariknya bukan karena ditaklukkan tapi secara sukarela, Salah satu bukti adalah masih adanya gelar Ratu/Raja sampai di keturunan ke-12 kerajaan Jagat Basemah.

Bahkan saat kerajaan Palembang ditaklukkan Belanda, Kerajaan Jagat Basemah tidak ikut tunduk. Mereka melawan invasi Belanda dan Perlawanan kerajaan Jagat Basemah tercatat dalam sejarah sebagai perlawan paling lama di Sumatera Selatan saat melawan Belanda di abad-19, yaitu selama 50 tahun.

perkebunan Pagar Alam
Selain teh dan kopi, coklat juga menjadi komoditas Pagar Alam dan kabupaten Lahat 
Pagar Alam berada di ketinggian 400-3000 meter di atas permukaan laut, nggak heran kalau udara di Pagar Alam sangat sejuk. Bahkan banyak yang bilang kota ini adalah puncaknya Sumatera Selatan karena merupakan area tertinggi di Provinsi tersebut. Benar-benar sebuah kota yang di pagari oleh keindahan alam.

Kalau kita main ke Pagar Alam, maka kita akan dimanjakan oleh hamparan kebun teh yang sangat luas sepanjang mata memandang. Ini memang menjadi potensi keunggulan masyarakat sekitar selain kopi. Setidaknya itu yang saya rasakan di malam pertama usai mengisi perut, tepat di sebelah warung makan kami ada sebuah kios kecil yang sedang menggiling biji kopi dengan cara manual. Aroma kopi yang tercium sangat khas, sampai terbawa mimpi malam itu.

Curup Embun Pagar Alam
Curup embun, jangan sekali-kali mendekat dengan membawa kamera kalian. Karena percikan airnya cukup deras.
Pagar Alam juga mempunyai banyak tujuan wisata, salah satu yang sempat kami kunjungi adalah curup embun atau air terjun embun. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Pagar Alam, tapi saran saya persiapkan energi dan kondisi tubuh yang baik, karena untuk menuju ari terjun ini harus menuruni tangga yang cukup jauh. Walau sudah dibuat tangga untuk menapak, tetap saja menguras energi dan harus tetap berhati-hati.

Saat kami tiba di curup embun, airnya berwarna coklat, menurut kawan yang memandu, hal ini di karenakan baru turun hujan, jadi airnya tidak sejernih biasanya. Alhasil kami hanya menikmati percikan air yang menerpa keras kebadan kami. Walau tidak berani mendekat ke area air terjun, tetap saja kami basah kuyup.

curup embun Pagar Alam
Bermain air, sayang kondisi airnya tidak terlalu jernih.
Setelah puas bermain air, tantangan kami selanjutnya adalah naik menuju lahan parkir kendaraan melewati tangga yang sama saat kami datang. Sudah terbayang letihnya, tapi satu penyemangat kami adalah, segelas kopi hangat dan semangkok mie instant panas lengkap dengan potongan cabai rawit hijau yang sudah menanti di atas.

Hotel dan Penginapan di Pagar Alam

Infrastruktur kota Pagar Alam yang memisahkan diri dari kabupaten Lahat pada 2001 ini sudah sangat baik. Jalan beraspal disebagian besar kota, signal telekomunikasi baik (setidaknya saya gak dibikin kesal), fasilitas kesehatan sampai warung modern sudah banyak disetiap sudut kota.

Pemerintah setempat sangat paham bahwa untuk menjual pariwisata Pagar Alam, semua infrastruktur harus dibenahi terlebih dahulu. Terlebih jalan darat, karena ini masih jadi akses terpenting untuk bisa ke Pagar Alam.

Ada penerbangan dari Palembang atau Bengkulu (kalau saya tidak salah), tapi karakter geografis Pagar Alam dengan dataran tinggi dan berbukit jadi kendala tersendiri. Seorang kawan pernah bercerita, pesawatnya harus balik ke bandara asal, tidak bisa mendarat karena saat itu disekitar bandara Pagar Alam dikelilingi kabut.

Selain akses jalan yang sudah cukup baik, tempat menginappun sudah sangat banyak dan bervariasi dengan menawarkan keunikan masing-masing, tentunya dengan harga yang relatif terjangkau.

Rekomendasi saya adalah D’Cabin Pagar Alam, kenapa? Karena ini pengipanan pertama saya di Pagar Alam dan sangat tidak mengecewakan.

Lokasi D’Cabin dikelilingi kebun teh tapi tidak jauh dari jalan raya. Dari lobby kita bisa melihat jalan raya dan kebun teh secara bersamaan.
Suasana saat bangun tidur di pagi hari yang bisa kita nikmati adalah aroma daun teh yang basah oleh embun, melihat matahari yang muncul dibalik bukit dan menapaki ruas jalan setapak  di antara sela tanaman teh yang menghijau sambil berinteraksi dengan warga yang sedang beraktifitas.

D'Cabin Pagar Alam
D'Cabin saat malam menjelang. posisi kamar ada di kanan dan kiri. Bagian tengah bisa digunakan untuk berkumpul menikmati malam
Konsep D’Cabin Pagar Alam sangat unik, semacam villa yang satu unitnya bisa ditempati 2-3 orang. Bentuk atapnya miring tidak simetris terkesan modern minimalis.
Yang bikin saya jatuh hati adalah, area tengah yang dibiarkan luas dan diisi meja dengan kursi disekitarnya. Asik banget buat ngobrol ngalor-ngidul menatap bintang sambil megang segelas teh, sesekali menggigil kedinginan karena angin gunung yang datang tiba-tiba. Wajar saja, karena lokasi D'Cabin berada di bawah kaki Gunung Dempo.

Di pojok tengah dan kanan ada ruang makan, sebelah kiri ada dapur yang bisa digunakan bersama untuk masak air dan meminjam peralatan makan. Baiknya setelah selesai peralatan makannya dicuci agar tidak merepotkan tamu lain yang akan menggunakan.

D’Cabin Pagar Alam, walau tidak terlalu luas, tapi punya sudut-sudut yang menarik untuk objek foto. Selama kami menginap disana, setidaknya ada 2 rombongan yang memanfaatkan lokasi D’Cabin untuk berfoto. Sepasang calon pengantin yang sedang prewed dan influencer lokal yang sedang cari spot foto untuk produknya.

spot foto D'Cabin Pagar Alam
D'Cabin sering dijadikan lokasi pemotretan Pre-Wedding
Untuk foto prewedd disarankan sewa kamar aja, agar mudah untuk make-up dan menaruh barang bawaan. Setidak itu peraturan saat kami berkunjung pertama kali. Tapi kalau mau sekedar selfie bareng teman-teman di D’Cabin cukup datang dan memesan makan, karena restorannya terbuka untuk umum.

Semakin panjang menulis tentang Pagar Alam, saya semakin kesel dan gemes mau balik lagi. Jadi baiknya saya sudahi saja, sambil riset mencari jalur paling aman dan nyaman, persiapan kalau mau ke Pagar Alam lewat jalan darat dari ibukota.

Atau teman-teman punya rekomendasi jalur? Pliss tulis dikolom komentar ya.. Tulisan selanjutnya adalah pengalaman jalan darat dari Palembang ke Pagar Alam.

Pagar Alam, saya akan datang kembali.

Read More