Restoran Ayam Taliwang Mataram di Jakarta dan Cerita Perjalanan Hidup Anak Manusia

Selasa, 27 September 2022

Tidak ada komentar
Sebelum  saya mereview restorang Ayam Taliwang Mataram terenak di jakarta barat, menurut lidah saya, kalian harus tahu cerita dibalik restoran yang baru berdiri di masa pandemi ini. Nekat? sangat nekat, tapi harus dilakukan, seperti halnya ketika pemilik restoran ini memutuskan pulang dari Perancis, meninggalkan kenyamanan dan memulai perjuang di negeri sendiri dari bawah.

Ade Andi Hendrawan, saya biasanya memanggilnya bang Derek. Kami saling mengenal karena sama-sama hobi fotografi dan menjalani bisnis dokumentasi pernikahan atau pra-nikah. Keluar masuk kampung, menyusuri gang, motret di rumah petakan, sampai project hotel berbintang lima pernah kami garap bersama. Bahkan wisuda kampuspun pernah kami garap.

Ayam Taliwang Mataram (ATM) olahan bang Derek memang berbeda dari ayam taliwang lainnya

Jujur, mengetahui bang Derek memutuskan untuk melanjutkan kuliah D-4 di universitas Sahid, dan berhasil menyelesaikan kuliah pada tahun 2016 di usia 44 tahun, saya angkat topi untuk beliau. Keinginannya mengejar pendidikan tidak pernah pantang padam dan kini membuah hasil yang membanggakan.

"19 tahun lulus dari SMA (1993), akhirnya setelah nabung bisa melanjutkan ke perguruan tinggi". Ujar bang Derek, saat kami bertemu di restoran Ayam Taliwang Mataram di Jakarta Barat, kawasan Grogol.

Motivasi bang Derek karena keinginan kuliah dimasa muda tidak terwujud, dan ada rasa "iri" ketika melihat teman-teman yang lain masuk kuliah, sementara bang Derek harus bekerja untuk bisa bertahan hidup. Namun, Jangan pernah kubur mimpimu gaes, karena Tuhan tidak pernah tidur dan nyatanya semesta menjawab keinginan bang Derek 19 tahun setelahnya.

Perjalanan pendidikan bang Derek tidak sampai di D4 Universitas Sahid, beliau mengajukan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Perancis dan diterima. Hingga akhirnya di umur 45, berhasil meraih jenjang S-1 (ing.Ds) di Perancis.

Universite d'Angers (ESTHA) yang berada di kota Angers - Perancis, tempat bang Derek menimba ilmu, merupakan universitas unggulan terbaik di jurusan Pariwisata dan Hospitality se-Perancis. Tidak mau melewatkan kesempatan tersebut, bang Derek melanjutkan studi S-2 dan meraih Master de Tourisme, hospitalit√© et restoration di universitas tersebut pada umurnya 47 tahun.

Membangun Usaha Restoran Ayam Taliwang Mataram di Jakarta Barat


Capaian dibidang edukasi bang Derek tidak membuatnya terlena. Hidup nyaman di negeri orang, tetap tidak bisa melupakan keindahan negeri sendiri. Bang derek menyadari waktu produktifnya tidak lama lagi, dia harus punya rencana cadangan untuk kembali ke Indonesia.

Berbekal ilmu yang di dapat saat kuliah, bang Derek memulai riset untuk memulai usahanya di Indonesia. Pemilihan ayam dan olahan taliwang bukan hanya mimpi semalam yang muncul begitu saja, tapi sudah melalui riset dan pertimbangan yang matang sebelum akhirnya memutuskan memulai usaha Restoran Ayam Taliwang Mataram di Grogol Jakarta Barat.

Bang Derek, lebih baik memulai usaha di negeri sendiri ketimbang berjuang di negara orang

Sejarah ayam taliwang menurut situs Kemendikbud, berawal saat terjadi perang antara Kerajaan Selaparang dan Kerajaan Karangasem Bali. kala itu pasukan Kerajaan Taliwang didatangkan ke Lombok untuk membantu Kerajaan Selaparang yang mendapat serangan dari kerajaan Karangasem Bali. 

Orang-orang Taliwang ada yang bertugas sebagai juru damai, jalur yang ditempuh salah satunya dari juru masak yang menyediakan logistik untuk para prajurit. Dibantu para pemuka agama, perang yang menelan banyak korban jiwa berhasil diredam.

Di era Indonesia merdeka, Ayam Taliwang mulai dikenal di tahun 1960. Kedatangan jenderal A. Yani di warung nasi Nini Manawiyah menjadi tonggak peristiwa bahwa ayam pelalah yang merupakan asal muasal ayam taliwang telah mulai dijual sekitar tahun 1960-an (sumber web kemendikbud).

Tidak hanya riset mengenai sejarah dan pengolahan, bang Derek juga riset mengenai pola makan budaya kekinian, salah satunya, tangan yang tidak lepas dari gawai saat menikmati makanan.

Bang Derek, dengan keilmuan yang dia miliki, mencari cara bagaimana ayam taliwang mataram restorannya bisa dinikmati dengan menggunakan sendok garpu. Tujuannya tidak lain agar pelanggan bisa memegang gawai saat menikmati makanan yang tersedia tanpa harus khawatir kotor terkena bumbu ayam bakar.

KULINER UNIK DI TANGERANG SATE DOMBA AFRIKA HAJI ISMAIL COULIBALY


Harus diakui, cara ini berhasil. Saya yang makan nasi padang, lebih sering menggunakan sendok garpu karena merasa risih kalau tangan ini terkena bumbu, akhirnya bisa menikmati ayam taliwang mataram dengan mudah.

Daging ayam kampung yang sudah dibumbui dan dibakar, sangat mudah ketika harus di potong atau di suwir-suwir menggunakan sendok atau garpu. Rasa pedasnya bisa disesuaikan, saya tidak bisa cerita sepedas apa, karena level pedas yang saya pilih termasuk kadar yang paling rendah, kalau penasaran, silahkan datang sendiri di restoran Ayam Taliwang Mataram di daerah Grogol, Jakarta Barat.

Untuk bisa menemukan lokasinya sangat mudah, patokannya terminal bis Grogol, Jakarta Barat. adanya disebelah kiri terminal. Jl. Muwardi II No.1B, RT.2/RW.2, Grogol, Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11450. Kalau bingung, tinggal buka google maps, search, Ayam Taliwang Mataram Grogol, jamin gak ada yang lain.

Kita bisa menikmati pedas dan lembutnya Ayam Taliwang Mataram langsung dilokasi, atau kita juga bisa pesan melalui jaringan e-commerce GoFood, GrabFood, ShopeeFood Traveloka Eats dan lainnya, bisa juga pesan langsung melalui nomor WA 0812-9566-9909 atau bisa mengunjungi profil instagram @ayamtaliwangmataram

Untuk yang berada di luar jabodetabek dan ingin merasakan Ayam Taliwang Mataram tersedia juga dalam kemasan frozen. Jadi aman jika harus melalui perjalanan jauh.

Selain menu paket ayam perpotong, tersedia juga paket 1 ayam utuh.

- ATM (Ayam Taliwang Mataram) PAKET KAMPUNG 1 
(1 Ayam Kampung Utuh, 1 Nasi Putih, Sambal Pedes, Sambal, Sambal Manis, Lalapan, 1/2 Porsi Tempe, 1 Aqua 600 ml)

- ATM PAKET KAMPUNG 2 
(1 Ayam Kampung Utuh, 2 Nasi Putih, Sambal Pedes, Sambal, Sambal Manis, Lalapan, 1 Porsi Tempe, 1 Plecing Kangkung, 2 Aqua 600 ml)

ATM PAKET KAMPUNG 3 
(2 Ayam Kampung Utuh, 2 Nasi Putih, Sambal Pedes, Sambal, Sambal Manis, Lalapan, 1 Porsi Tempe, 1 Plecing Kangkung, 2 Aqua 600 ml)  

Read More

Kuliner Unik di Tangerang Sate Domba Afrika Haji Ismail Coulibaly

Minggu, 18 September 2022

Tidak ada komentar
Sebagai orang yang tinggal dan mempunyai pasangan hidup orang Tangerang, Banten, Kalau ada yang tanya kuliner unik di Tangerang apa? Saya akan kesulitan untuk menjawab, selain pecak bandeng gak tau apalagi yang harus di promosikan. Sebenarnya ada banyak, tapi saya aja yang mainnya kurang jauh, lebih hapal tempat ngopi, gak pernah explore lokasi kuliner di Tangerang. Faktornya adalah, lokasi kediaman kami yang lebih dekat ke Jakarta.

Menikmati sate domba olahan benua Afrika

Begitu denger kabar sate domba afrika haji Ismail Coulibaly Tanah Abang buka cabang di Tangerang, waahh ini kesempatan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Pertama, saya suka makan sate kambing, beruntung pasangan hidup saya bisa mengerem keinginan, agar terhindar dari kelebihan kadar kolesterol dalam tubuh. Kedua, sudah sering denger sate domba afrika haji Ismail Coulibaly tapi belum pernah kesampaian, karena butuh "perjuangan" untuk bisa ke gerai di tanah abang.

Buat para pecinta sepak bola khususnya fans Barito Putra dan PERSIB Bandung, pasti familiar dengan Jibril Coulibaly, wiihh kok nama belakangnya bisa sama dengan pemilik sate domba Afrika haji Ismail Coulibaly? Ternyata ini semacam marga di benua Afrika khusunya di negara Mali tempat kedua orang tersebut lahir.

Haji Ismail Coulibaly memulai usahanya sejak tahun 1998, dan tetap eksis sampai sekarang. Selama ini tidak ada niat membuka cabang, sampai akhirnya mas Angga dan mbak Lira silaturahmi dan niatnya membuka restoran Sate Domba Afrika Haji Ismail Coulibaly Tangerang cabang Tanah Abang, di sambut baik oleh pak haji Ismail dan keluarga.

"Banyak temen kerja di kantor yang bela-belain mampir untuk makan Sate Domba Afrika Haji Ismail Coulibaly, kalau mereka sedang ada tugas di jakarta" Ujar mas Angga yang berprofesi di industri maskapai penerbangan, ketika saya tanya alasan kenapa memilih kuliner khas dari Afrika ini.

Rencana yang sudah tertunda akibat pandemi, akhirnya bisa terlaksana di bulan September 2022. Sate Domba Afrika Haji Ismail Coulibaly Tangerang cabang Tanah Abang resmi dibuka. Lokasinya gak jauh dari Bandara Soekarno Hatta, aksesnya bisa lewat jalan Utara arah kota Tangerang. Tepatnya di Food Court Si Bungsu, Jl. Marsekal Suryadarma No. 18, Neglasari, Tangerang, Banten Neglasari, Tangerang.

Kalau dari tempat tinggal saya, hanya 30-40 menit menggunakan motor. Dari Ciledug, ke arah perempatan Cikokol, belok kanan, lurus terus sampai mentok dan belok kiri, sampai deh di lokasi. Gampang kan?

Pemilihan tempat sudah dipikirkan secara matang, selain dekat dengan wilayah perkantoran khususnya yang berhubungan dengan maskapai penerbangan, logistik dan lainnya, kelebihan Foodcourt si Bungsu adalah tempat ibadah(musholla) yang nyaman.

"Disini enak, bisa bawa keluarga dan ada tempat sholatnya" Ujar mbak Lira. Jujur, ini masuk kriteria kami, memilih coffeshop langganan.

Mas Angga dan Mbak Lirra yang berkolaborasi dengan haji Ismail untuk membuka cabang sate domba afrika di Tangerang

Menu Sate Domba Afrika Haji Ismail Coulibaly Cabang Tangerang

Sebelum kita bahas pengolahannya, saya mau perjelas, bahwa, sate domba Afrika itu maksudnya daging domba yang diolah dengan ciri khas benua Afrika. Nah daging dombanya sendiri asli Indonesia diambil langsung dari peternak yang sudah bekerjasama dengan haji Ismail.

Pengolahan Sate Domba Afrika Haji Ismail Coulibaly sangat berbeda dengan sate Madura atau sate di Indonesia yang menggunakan bambu sebagai penusuk daging saat dibakar, lalu ada bumbu kacang atau kecap sebegai pelengkap. Sate domba Afrika, daging langsung diolah/dibakar di atas api layaknya steak, nah setelah dibakar/grill ada proses lainnya yang membuat sate ini semakin nikmat.

Daging domba pilihan yang sudah diolah, pertama di bakar, lalu setelah itu di "ungkep" selama 45 menit dalam panci tertutup agar lemaknya bisa terbuang dibagian bawah panci, lalu dibakar lagi sampai kadar keempukan yang diinginkan. Lain halnya dengan steak, kita tidak bisa memilih olahan dagingnya rare, medium atau well done. Lalu disajikan dengan irisan bawang bombay, beeuuhhh ini makin ajib terlebih dipadu sambal dan saos mustard.

Teknik mengolah domba seperti ini diyakini oleh haji Ismail aman bagi orang yang mempunyai masalah dengan darah tinggi atau kolesterol. Jujur sih, ini yang saya rasakan, setelah siang makan satu porsi, lalu malam makan satu porsi, alhamdulillah belakang kepala nggak berat kaya dipasangin ban vespa.

Saya melihat sendiri sisa lemak yang terpisah dibagian bawah panci hasil dari "ungkepan" daging domba. Gak kebayang kalau sebagian lemak itu saya konsumsi, bisa cenat-cenut kepala ini.

Haji Ismail Coulibaly, Pria Asli Mali, Afrika.

Restoran Ayam Taliwang Mataram Terenak di Jakarta


Selain cara pengolahan daging domba yang unik, menunya gak kalah unik. Saya pikir makan pisang goreng pakai sambal roa khas manado sudah unik, ternyata di benua Afrika, mereka makan daging domba dengan pisang goreng (tanpa tepung). Karena di benua Afrika nasi bukan makan utama, menanam padi di Afrika sangat tidak mungkin, karena curah hujan pertahunnya yang tidak banyak.

Dan inilah kali pertama, saya menikmati makan Sate Domba Afrika Haji Ismail Coulibaly dengan pendamping pisang goreng. Bagaimana rasanya? Yummmmiiii, kaya ngemil tapi bikin kenyang, karena jujur porsi pisang gorengnya lumayan banyak untuk saya.

Ada tiga paket menu yang ditawarkan, Paket Sate Nasi Putih, Paket Sate Nasi Kebuli, dan Paket Sate Pisang Goreng. Menunya relatif sama dengan yang di Tanah Abang, bedanya tidak ada nasi kebuli di tanah abang, adanya nasi goreng. Bahkan menu minumannya pun sama, air mineral, teh (es/hangat) dan air jeruk (es/hangat), pun dengan harganya tidak ada perbedaan.

Jadi untuk kalian yang lagi mencari kuliner unik di Tangerang, bisa cobain Sate Domba Afrika Haji Ismail Coulibaly cabang Tanah Abang. Yang baru mendarat dari pesawat, dan ingin merasakan empuknya daging domba olahan khas Afrika, bisa langsung cuus lewat jalan parameter utara arah Tangerang, set Gmaps ke Foodcourt si Bungsu, nanti lokasinya ada disisi kiri jalan.

Sate Domba Afrika Haji Ismail Coulibaly Cabang Tangerang  

Foodcourt Si Bungsu 
Jl Marsekal Suryadarma No 18 Karangsari, Neglasari, Tangerang, Banten  
Pemesanan: 0856-93424026 
Instagram: @satedombaafrika.tangerang  
Jam Operasional Senin – Sabtu Pukul : 10.00-17.00 WIB

Daftar Menu Sate Domba Afrika Haji Ismail Coulibaly Tangerang
  • Paket Sate + Nasi Putih         Rp.55.000
  • Paket Sate + Nasi Kebuli       Rp.65.000
  • Paket Sate + Pisang Goreng  Rp.63.000
  • Sate Domba Afrika                Rp.50.000
  • Nasi Kebuli                            Rp.20.000
  • Nasi Putih                              Rp.8.000
  • Goreng Pisang                       Rp.15.000


Read More