Menikmati Berita Olahraga Dengan Ilustrasi Menarik di Gorilasport

Minggu, 24 Februari 2019

19 komentar
Ada cara baru dalam menikmati kabar olahraga ter-update kalau kamu mengakses gorilasport.com. Kalian senang membaca berita olahraga? Kalau saya yang ditanya, dengan lantang saya jawab “Pastii..!”. Tujuan membaca berita olahraga itu agar sehat, karena saya seperti tersugesti, seakan-akan  sudah berolahraga dengan membaca berita olahraga (ini jangan di contoh).
Bapak Johari Zein saat memberi penjelasan mengenai gorilasport.com
Saat membaca berita olahraga di portal berita lain, kita hanya membaca deretan teks, tapi di gorilasport.com kita juga dimanjakan oleh karya-karya ilustrasi kreatif dalam bentuk gambar. Yupps di sini kita seakan membaca komik namun isinya tentang berita olahraga terkini.

Belum membuka portal atau sosial medianya, saya sudah terbayang betapa berwarnanya portal berita olahraga ini. Tidak hanya itu, kebebasan, kreatifitas para ilustratornya akan memberi sundut pandang yang menarik dan sedikit menyentil layaknya karya komik pada umumnya.

Kenapa namanya Gorila? Tentu penasaran dengan penamaan portal berita yang mengkhususkan di bidang olahraga dengan ilustrasi ini kan?

Gorila yang mulai "bergentayangan" di dunia maya April 2016 silam, merupakan singkatan dari tiga orang pendirinya. Mereka adalah Leo Tigor Pasaoran (Go), Johari Zein (Ri), dan Sheila Rooswitha (La). Pak Johari pun yang menjadi Direktur utamanya.

Pak Johari yang saya temui saat FGD di hotel Fairmont Jakarta bercerita banyak mengenai kesibukan beliau. Berawal saat pensiun dan menjadi komisaris di salah satu layanan ekspedisi terbesar di Indonesia, ide kreatifnya tak terbendung.

Kecintaanya pada dunia corat-coret (gambar) memberinya ide untuk membuat sebuah start up yang mengkombinasikan berita dan ilustrasi.

Setelah berbincang banyak dengan Sheila Rooswitha salah satu instruktur gambarnya, kemudian memutuskan untuk mengajak Leo Tigor Pasaoran yang lebih mengenal dunia olahraga. Lahirlah sebuah portal berita olahraga dengan paduan ilustrasi dinamis nan kreatif www.gorilasport.com.

Gorilasport pada dasarnya ingin memberi wadah bagi para komik atau ilustrator dengan karya-karya yang terkait dengan dunia olahraga agar bisa lebih berkembang.

Saya yakin orang Indonesia punya banyak talenta berbakat di dunia komik atau ilustrasi, namun wadah mereka di dalam negeri masih kurang atau (bisa jadi) tidak dihargai dengan baik.

Pasti pernah dengar, kisah ilustrator asal Indonesia yang berhasil bekerjasama dengan publisher komik kelas dunia. Dan itu tidak hanya 1-2 orang saja, ada banyak. Saya yakin kalau mereka diberi ruang, Indonesia akan punya industri kreatif yang tidak kalah dibanding negara lain.

Keluarga si Gori

Kesampaian foto bareng om Nunk. Setelah berpuluh tahun cuma menikmati karyanya (si Gundul).
Ada yang menarik saat saya hadir di FGD bersama GorilaSport.com, yaitu bertemu dengan Hanung alias Nunk. Pernah familiar dengan alias Nunk? Kalau kalian pembaca tabloid BOLA yang sudah berhenti terbit bulan Oktober 2018 lalu, Om Nunk (saya memanggilnya) adalah pembuat ilustrasi si Gundul.

Karakter Si Gundul sangat ikonik bagi tabloid tersebut, hampir di setiap edisinya selalu membawa cerita dan warna sendiri. Karya om Nunk bisa membuat emosi kita di plintir dan selalu bisa membuat kita tersenyum.
Edisi terakhir si Gundul karya om Nunk. Selalu "nyempil" sebuah kelucuan. Perhatikan pemain nomor 5 yang sedang sibuk sendiri.
Setelah tabloidnya ditutup dan si Gundul di pensiunkan, kini om Nunk berkarya kembali bersama gorilasport.com dengan karakter Keluarga si Gori.

Yupppss, keluarga si Gori bisa jadi pelepas rindu para pecinta si Gundul. Coretan khas Om Nunk dan sentilan jenakanya bisa membuat kita tertawa. Kalau si Gundul lebih fokus ke satu karakter, keluarga si Gori diperkuat oleh 3 karakter, Ayah, Ibu dan si anak.

Sayangnya saya lupa menanyakan, karakter Gori itu si ayah, ibu atau anaknya. Nanti kalau sudah dapat informasi detil akan saya update kembali.

Edisi pertama Keluarga si Gori semakin menguatkan memori saya dengan karya-karya om Nunk terdahulu.

Sebuah settingan di lapangan bola, ketika para pemain sedang menjalani sesi foto tim. Ada satu pemain yang terlihat meringis disepanjang sesi foto. CEO yang hadir saat itu berteriak agar pemain tersebut tersenyum dan jangan meringis.

Namun apa yang terjadi…? Kalian lihat saja gambar di bawah ini ya.
Karya jenaka dari om Nunk untuk gorilasport.com. Lagi-lagi pemain nomor 5 membuat "keributan"
Dunia olahraga kita di dunia memang belum banyak yang bisa dibanggakan, walau kita andalan di beberapa cabang olahraga, tapi prestasinya naik turun tidak stabil.

Faktornya banyak, ada dari masalah pembinaan sampai kesalahan manajemen. Kasus yang sedang hangat saat artikel ini saya tulisan adalah mengenai KLB PSSI yang memunculkan 5 nama calon ketua PSSI.

Terkait isu ini, artikel Gorilasport.com yang berjudul, "KLB di Gelar, Ketua Umum Baru Ramai di Bicarakan" dikemas dengan ilustrasi yang sangat ciamik, karya yang bisa di tafsirkan berbeda-beda oleh sebagian orang.

Tips Wisata Bandung, Mau Tau?

Sebut saja ilustrasi Basuki Tjahaya Purnama yang digambarkan membawa gergaji mesin dan siap menebang pohon yang bertuliskan mafia bola. Lalu ada Gede Widiade yang baru saja mundur dari jabatan dirut Persija dan di Ilustrasikan Gede Widiade sedang berdiri di depan sebuah mobil berwarna orange dengan (menurut saya) kepulan asap hitam di bagian mesin. Apa coba maksudnyaaahh..?

Lalu ada ilustrasi Muhaimin Iskandar di sebuah banner besar dipinggir jalan, tentu kita sudah familiar sekali dengan paras bapak ini kan? Yang beberapa waktu lalu massive merajai papan iklan besar di sepanjang jalan. Kemudian ada Achsanul Qosasi presiden Madura United yang digambarkan sedang berbincang dengan petani garam khas pulau Madura.

Yang tidak mungkin adalah ilustrasi Erick Thohir yang sedang membaca tabloid Gorilasport.

Kenapa tidak mungkin, karena saat ini GorilaSport belum ada dalam versi cetak, jadi tidak mungkin. Seperti Erick Thohir yang tidak mungkin menjadi ketum PSSI, karena sampai saat ini dia masih menolak untuk dicalonkan.
Sumber: gorilasport.com
Perpaduan tulisan dan gambar menjadi kekuatan besar GorilaSport.com. Dengan membaca kita dapat informasi detil sebuah berita. Dengan ilustrasi kita bisa melihat visualnya semakin dekat, semakin nyata sehingga membuat imajinasi kita tentang sebuah berita semakin dalam.

Semoga GorilaSport.com bisa terus konsisten dan berkarya kreatif, bebas merdeka dengan batasan tanggung jawab untuk memajukan olahraga Indonesia.

GaleriSport.com
Graha Antero Lantai 5, Jl. Tomang Raya No. 27
Jakarta, Indonesia, 11440
Telepon: 021-5635574
Email: gorilasport.indonesia@gmail.com
Homepage: www.gorilasport.com
Facebook: gorilasport.id
Instagram: @gorilasport
Twitter: @gorilasport_id
Read More

Ada Hutan Sosial di Balik Panen Raya Udang di Muara Gembong

Rabu, 13 Februari 2019

20 komentar
Pernah denger istilah HPH (hak pengelolaan hutan)? Pasti pernah dengar. Kalau hutan sosial? Hhmmm, pasti kalian butuh waktu lebih dari 10 detik untuk mereka-reka apa itu Hutan Sosial.


Sederhananya kurang lebih seperti ini, Program Hutan Sosial adalah memberikan akses legal/resmi kepada masyarakat untuk mengelola hutan negara. Sekedar informasi Luas hutan negara Indonesia kurang lebih mencapai 12.7 juta hektare.

Jadi Program Hutan Sosial  dengan HPH berbanding terbalik, kalau HPH diperuntukkan bagi perusahaan/korporat besar untuk mengelola hasil hutan.

Wacana Hutan Sosial sudah ada sejak 1999 pasca reformasi, tapi dari sejak itu sampai tahun 2007, perkembangan program Perhutanan Sosial tidak signifikan karena belum menjadi program prioritas pemerintah saat itu.

Ditahun 2007, barulah mulai ada perkembangan mengenai Hutan Sosial. Tercatat sampai tahun 2014 (7 tahun) Hutan sosial yang dikelola masyarakat mecapai 449.104,23 Ha. Jadi pertahun rata-rata ada 64.157,74 Ha Hutan Sosial yang diberikan ijin untuk dikelola oleh masyarakat.

Sementara di Tahun 2014, Penetrasi Hutan Sosial lebih di percepat lagi, karena ini sesuai dengan salah satu nawacita Presiden Jokowi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Sehingga dalam kurun waktu 3 tahun (2017), sudah ada 604.373.26 Ha (bertambah  155.269,03 Ha) Hutan Sosial yang legal untuk di kelola oleh masyarakat. Atau bisa dibilang rata-rata pertambahan luas pertahunnya mencapai 51.756,34 Ha.

Tapi yang lebih menariknya lagi saat artikel ini saya tulis, pemerintah telah memberikan akses perhutanan sosial terhadap lahan seluas 2,5 juta hektare yang dikelola oleh 592.438 Kepala Keluarga. Jadi kalau di total selama 4 tahun pemerintahan, sudah ada pertambahan luas hutan sosial sebesar 1.895.626,74 Ha.

Target pemerintah sendiri adalah, mengeluarkan sertifikat untuk 12,7 juta Ha Hutan Sosial untuk dikelola oleh masyarakat. Lalu siapa saja yang bisa mengolah hutan sosial?

Yang berhak mengolah adalah Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, Koperasi, Masyarakat Hukum Adat dan Lembaga Masyarakat Hukum Adat. Bukan orang luar yang “ujug-ujug” datang dan merebut lahan. Karena untuk mengelola Hutan Sosial ini harus turun SK Menterinya terlebih dahulu.

Hutan Sosial Untuk Kesejahteraan Warga

Salah satu pemanfaat Hutan sosial adalah, untuk usaha ekowisata. Maka tidak heran kalau beberapa tahun belakangan ini banyak bermunculan lokasi ekowisata baru yang dikelola oleh masyarakat sekitar tentunya di arahkan oleh pihak terkait.


Hampir di semua daerah di Indonesia kini mempunyai ekowisata andalannya masing-masing. Tidak hanya menjual keindahan pemandangan, tapi juga menjual konsep-konsep unik untuk berswafotoria.

Selain ekowisata, Hutan sosial juga bisa di bagi dengan pendekatan landscape melalui pola Agroforestry(Wana Tani), Silvofishery(Wana Mina), Agro Husbandary (Wana Ternak). 

Yang menarik adalah Silvofishery atau wana mina. Kita pasti semua mendengar mengenai kejadian Presiden Jokowi yang di patil udang saat panen raya udang vaname di desa Pantai Bakti, Muara Gembong kan? Hayo ngaku, pasti semuanya tahu mengenai berita ini.

Jadi pada tahun 2017, melalui SK Menteri IPHPS Nomor 3767/MENLHKPSKL/PKPS/PSL.0/7/2017 dibentuklah Kelompok Tani Mina Bakti. Yang beranggotakan 38 KK dengan luas hutan sosial yang dipercayakan seluas 80,9 Ha. Atau setiap KK memperoleh lahan garapan seluas 2 Ha. Dengan konsep Silvofishery(Wana Mina), lebih khususnya tambak udang.

Surat keputusan ini Diserahkan langsung oleh Presiden Pada Tanggal 30 November 2017 di Desa Pantai Bakti, Muara Gembong.

Nah di tahun 2019, Presiden kembali hadir untuk panen raya udang Vaname, Laahh kok “ndilalah” udangnya inisiatif mau “jabat tangan” sama presiden, jadilah berita ini viral dijagat maya.

Sangat heboh, bahkan sampai keluar meme yang lucu sekaligus ngeselin. Kenapa? Karena netizen malah sibuk bahas Presiden yang kena patil, padahal panen udang raya ini salah satu bentuk kesuksesan pengelolaan hutan sosial di Indonesia.



Bukannya berbahagia karena para penambak yang bisa menghasilkan ± 4,35 ton/Ha udang yang kalau dijual bisa mencapai Rp.73.000/kg, sehingga estimasi pendapatan kotor perhektare mencapai ± Rp 317.550.000, ini malah ngeributin hal yang sepele.

Kalau mau tahu, keuntungan dari tiap hektare lahan tambak bisa mencapai 50% untuk jangka waktu panen 3 bulan. Kasarnya kurang lebih 150juta/3 bulan dan perbulannya petambak bisa mempunyai tabungan 50jt. Tentu saja ini hitungan diatas kertas, belum dilihat dari faktor kegagalan dan cost produksi tak terduga.

Program Perhutanan Sosial merupakan Program Prioritas Pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan mewujudkan keadilan sosial masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan, mengurangi konflik permasalahan lahan di masyarakat dan kedepannya bisa membantu mengatasi kemiskinan.

Harapan lebih dalamnya lagi adalah menimbulkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan. Karena hutan kini bukan hanya untuk keseimbangan alam saja, bukan hanya untuk korporat besar, tapi hutan kini untuk mereka (warga sekitar hutan). Masyarakat yang bisa mandiri secara ekonomi dan berdaya produktif sehingga bisa bersaing di pasar internasional.
Read More