Analisa Semifinal UCL Tottenham vs Ajax, Ketika Klub Kesayangan Bermain Buruk

Mei 02, 2019

Tottenham Hotspur menjamu Ajax Amsterdam di leg-1 semifinal Champions League Eropa. Performa menurun di liga Inggris di pekan terakhir jadi pertaruhan anak asuh Phocettino.


Terlebih, Harry Keane yang masih cedera dan Son yang terkena akumulasi kartu membuat Tottenham tidak bisa bermain full team.

Dan benar saja, di menit ke-14, Totteham Hotspur sudah tertinggal 1 gol dari Ajax.

Van de beek berhasil mengecoh Hugo Illoris setelah lolos dari jebakan offside.

Berawal dari sayap kanan pertahanan Spurs, bola diarahkan ketengah menyusur tanah. Dengan umpang pendek melewati pemain bertahan Tottenham, van de Beek yang berada di kanan tiang gawang Hugo Illoris, dengan sangat tenang menyodorkan bola datar ketiang jauh dan merubah skor 0-1 untuk tim tamu.

Entah kenapa pemain Spurs nampak grogi di 20 menit pertama, padahal mereka bermain di kandang sendiri dan malah tertekan sejak awal pertandingan dan terlihat terintimidasi

Terlihat di penguasaan bola pada menit ke-20, 66% Ajax berhasil menguasai bola. Ini sungguh aneh dan memalukan.

Bahkan Jan Vertongen terlihat kesal dan tak percaya saat dimenit ke-21 pertahanannya di gempur habis-habisan oleh para pemain Ajax Amsterdam.

Peluang pertama didapat Tottenham Hotspur di menit ke-25. Memanfaatkan tendangan bebas dari Trippier, Fernando  Llorente berada di sisi kiri gawang Ajax Amsterdam, dan menyundul bola, sayangnya belum berhasil.

Petaka terjadi di menit 35, saat Vertonghen terlibat benturan keras dengan Alderwide teman satu timnya, di kotak penalti Ajax Amsterdam saat mencoba membantu menyerang.

Darah yang mengucur deras dari hidungnya memaksa tim dokter berusaha menangani luka tersebut. Sempat masuk kelapangan, akhirnya Vertonghen di tarik keluar.

Semoga ini tidak serius sehingga tidak menambah daftar pemain yang cedera di kubu Tottenham.

Sissoko masuk menggantikan Vertonghen di menit ke-38.

Tottenham Hotspurs Harus benar-benar bisa keluar dari tekanan kalau ingin mencapai final liga Champions untuk pertama kali dalam sejarah klub London ini.

Memasuki 5 menit tambahan babak pertama, tidak ada tanda-tanda positif pada bentuk permainan Tottenham Hotspur.

Serangannya masih sporadis, terburu-buru dan tidak terkoordinasi dengan baik.

3 menit jelang babak pertama usai, Tottenham mendapat kesempatan emas dari Llorente, sayangnya belum merubah kedudukan.

Skema 3-5-2 Pochettino gagal total meredam semangat muda pasukan Ajax Amsterdam di babak pertama.

Memasuki babak kedua, Spurs mendapat tendangan penjuru pertama di babak ini. Inisiatif serangan di ambil Tottenham Hotspur, sementara Ajax hanya memanfaatkan serangan balik dengan berusaha menguasai bola selama mungkin.

Entah kenapa pemain Tottenham Hotspur sepertinya takut untuk menguasai bola dan melakukan penetrasi untuk masuk ke kotak pinalti Ajax Amsterdam.

Harusnya (menurut saya) entah itu Dele Ali atau Ericsson bisa lebih berani untuk menguasai bola agar membuka peluang rekan-rekan yang lainnya, seperti yang kerap di lakukan oleh Son.

Tottenham hotspurs pagi hari ini terkendala karena tidak punya pemain-pemain kreatif yang bisa mengantarkan bola ke pemain depan mereka.

Jujur Ali dan Erikcson bermain di bawah performa mereka dan tidak bisa berbuat banyak di lapangan tengah Tottenham.

Sampai menit ke-75 serangan Tottenham Hotspur masih sporadis dan tidak terarah. Selalu memanfaatkan bola-bola atas. Di tambah determinasi pemain yang tidak terlihat.

Ada apa dengan Lini Tengah Tottenham Hotspur mereka tidak bisa menguasai bola, tidak ada pemain yang berani mengatur inisiatif serangan dan memainkan bola, malah cenderung tertekan padahal mereka Tertinggal satu gol.

Dan menit ke-77 justru Ajax yang hampir menambah keunggulan kalau saja tendangan pemain Ajax tidak membentur mistar kiri gawang Illoris.

Memanfaatkan kelengahan Tottenham Hotspur, para pemain Ajax Amsterdam malah terlihat nyaman bermain.

Pada menit ke-78 ada pergantian pemain dari Tottenham Hotspur. Rose dan Trippier ditarik keluar. Pochettino mencoba peruntungannya.

Sebenarnya selama pertandingan (menurut saya) Rose dan Trippier adalah pemain yang cukup aktif dalam menyerang selain Lukas Maura. Dan ternyata mereka harus di ganti.

Di menit ke-80, Tottenham lebih banyak menyerang, bisa jadi karena Ajax Amsterdam sedikit mengurangi tekanan.

Memasuki menit ke-87 saya makin pasrah, dilihat dari cara bermain Tottenham Hotspur sangat susah untuk mereka membalikan keadaan bahkan untuk menyamakan kedudukan.

Dan benar saja, sampai babak kedua berakhir, Tottenham tidak berdaya dan ini adalah kekalahan ke-2 Tottenham Hotspur minggu ini saat bermain di kandang.

Semoga di kandang Ajax Amsterdam minggu depan, Tottenham bisa berbuat banyak.

Jujur kecewa, bukan hanya karena kalah tapi cara main mereka yang berantakan.
COYS!

You Might Also Like

0 comments

Yesss, Terima kasih sudah membaca dan sampai dihalaman komentar
silahkan komentar atau kritik dengan bahasa yang positif.
Jangan tinggalkan link hidup, saya akan berusaha untuk mengunjungi blog teman-teman semua.