Rabu, 23 September 2020

Tips Kebelet Pipis di Tengah Jalan, Jangan Pipis Sembarangan

Jangan pipis sembarangan? Emang kenapa? Hhhhm kalau masih ada yang tanya kaya gini sih aneh aja yak. Antara pura-pura gak tau efek pipis sembarangan atau gak tau malu kalau dia sering pipis sembarangan. Kalian masih inget kapan terakhir kali pipis sembarangan? Kalau masih inget kebangetan banget deh.

Kalau pertama kali pipis sembarangan, gw yakin jawabannya waktu kecil. Inget gak kalau kita lagi kebelet pipis, orang tua langsung ngarahin ke selokan terdekat. Bener kan? Kalau gw sih gitu yak, tapi pas udah masuk TK gw paling gak bisa pipis ditempat terbuka. Udah malu gitu.

Jangan Pipis Sembarangan
Foto hanya illustrasi, bukan lagi ngintipin orang pipis

Jangankan di tempat terbuka, waktu di sekolah dasar ada ekstrakulikuler berenang, gw harus keluar kolam buat pipis. Bukannya sok bersih karena (sebenarnya) gw itu orang yang sembrono, tapi gw berasa risih aja. Ya masa pipis di kolam renang? Ada sih beberapa temen yang kaya gitu, tapi itu bukan gw.

Jadi budaya pipis sembarangan itu udah ada dari sejak dulu kala, tanpa kita sadari. Sayangnya saat kita dewasa, budaya pipis sembarangan ini masih terbawa. Dan semakin dewasa semakin gak tau malu buat pipis sembarangan.

Bukan mendiskreditkan satu pekerjaan, tapi yang sering gw lihat pipis sembarangan adalah para pengemudi. Baik kendaraan pribadi, angkot, bis, taksi konvensional, taksi online sampai ke ojol. Pokoknya yang sebagian besar hidupnya di jalan raya deh. 
Tidak semua, tapi pekerjaan mereka membuat kemungkinan untuk pipis sembarangan semakin besar.

Selama 3 tahun gw pernah kok jadi driver taksi konvensional dan online, jadi gw tahu tuh kalau temen-temen driver lagi nunggu penumpang atau ditengah jalan kebelet pipis, mau gak mau mencari pohon atau tembok terdekat. Udah hal yang biasa bagi sebagian orang, daripada sakit menahan pipis.

Antara emang kita yang cuek aja kalau pipis sembarangan sama kurangnya fasilitas MCK umum yang ada di kota besar seperti Jakarta.

Tapi sebuah pencapaian buat gw adalah, sekebelet apapun gw, sepanjang ingatan, gak pernah pipis sembarangan. Kalau lagi nyetir kebelet pipis, gw langsung mikir dimana pom bensin terdekat, minimarket atau masjid/musholla ngepasin waktu shalat.

Mending ikhlasin beberapa rupiah untuk kebersihan MCK, ketimbang gw harus pipis sembarangan.

Gw punya pengalaman yang mungkin bisa kasih ide kalau kita bener-bener kebelet pipis. Yaitu, kalau kondisi memungkinkan kalian bisa masuk ke hotel, kalau perlu hotel bintang 4. Keren gak? Masuk hotel cuma mau buang hajat.

Memungkinkan maksud gw adalah kita berpakaian rapih, minimal bersepatu. Kalau ditanya sama security hotel atau penjaga pintu, bilang aja.

“Mau ketemu orang di lobby..” Jamin mereka gak akan banyak tanya. Dan berhasil kok, gw pernah lagi bawa mobil dan tiba-tiba kebelet gak cuma pipis tapi BAB, beeuhh pucetnya luar biasa muka gw. Langsung arahkan mobil masuk parkiran hotel, parkir basement, naik lift ke lobby, percaya diri tanya ke security lokasi toilet cuss menuju, lega akhirnya bisa terlampiaskan. Cara ini gak cuma sekali atau dua kali gw lakukan, udah sering, hahahaha.

Sebenarnya masalah pipis sembarangan ini jadi permasalahan hampir setiap kota besar di Indonesia. Kesadaran masyarakat kita masih kurang, harusnya dengan budaya sopan santun yang selalu kita banggakan, pipis sembarangan bukan sebuah pilihan.

Karena pipis sembarangan sudah keluar dari budaya sopan santun, apalagi dari aspek kebersihan. Aromanya itu mengganggu banget Braii, kebayangkan kalau kita lagi asik jalan melewati sebuah halte, lalu duduk menunggu bis datang sambil ditemani semerbak bau pesing yang “menggoda”. Menggoda perut yang tiba-tiba berasa mual ingin muntah.

Padahal ya, setiap kota sudah mempunyai aturan jelas yang mengatur agar kebersihan kota tetap terjaga, tidak hanya dari kebersihan sampah tapi juga masalah buang hajat. Contoh,

Jakarta punya Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (“Perda DKI Jakarta 8/2007”) dan Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 221 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (“Pergub DKI Jakarta 221/2009”).

Selain itu dalam Pergub DKI Jakarta 221/2009 juga diatur bahwa dilarang membuang air besar dan/atau kecil di jalan, jalur hijau, taman, sungai dan saluran air. Perbuatan tersebut dikategorikan sebagai salah satu tindak pidana pelanggaran dan/atau kejahatan terhadap tertib lingkungan.

Braii ini peraturan udah ada dari 11 tahun lalu, dan jujur gw baru tau sih, hahahaha, tapi walaupun gak ada peraturan inipun gw berfikir ribuan kali untuk pipis sembarangan.

Kota Bandung juga punya peraturan, mengenai buang air kecil sembarangan pada Pasal 37 huruf j Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (“Perda Bandung 3/2005”) berbunyi:

“Dalam rangka mewujudkan ketertiban di daerah milik jalan, fasilitas umum dan jalur hijau di Daerah, setiap Orang, Badan Hukum dan/atau Perkumpulan, dilarang:”

a.

b…

j. buang air besar (hajat besar) dan hajat kecil di jalan, jalur hijau, taman, selokan, tempat umum kecuali di MCK;

Dst.

Permasalahannya menurut gw adalah, seberapapun beratnya sangsi, kalau kesadarannya blum ada gak akan peduli. Plus ditambah fasilitas yang memadai.

Kalau kita susah cari MCK umum atau sekalipun ada MCK tapi tidak nyaman, siap-siap saja serangan bau pesing menyengat di fasilitas umum akan tetap berlanjut. 
Jadi semuanya memang harus bersinergi, peraturannya tegas, masyarakatnya sadar dan fasilitasnya dibenahi, gw yakin bisa berhasil.

Atas dasar kegelisahan itulah, maka beberapa hari lalu gw ikut social campaign #JanganPipisSembarangan. Intinya ingin mengajak semua masyarakat untuk berpikir dan mengupayakan bagaimana caranya agar lebih banyak orang yang tahu bahwa kencing/pipis sembarangan itu merugikan banyak pihak.

Kalau saja semua sudut kota nyaman tanpa bau pesing, pasti makin banyak wisatawan yang betah

Karena itulah, sebuah Komunitas Jangan Pipis Sembarangan (JPS), akhirnya dibentuk di kota Bandung pada pertengahan tahun 2020. Tujuannya ingin mengajak seluruh warga untuk peduli pada lingkungan sekitar. Karena kami yakin, semua manusia berhak mendapatkan udara segar, tanpa aroma pesing.

Sebagai langkah awal berdirinya Komunitas ini, Founder Komunitas Jangan Pipis Sembarangan – Kang Ivan Nisero- melaunching sebuah single lagu yang akhirnya dijadikan jingle dari Komunitas JPS. Lagu yang berjudul Jangan Pipis Sembarangan ini mengandung lirik berupa ajakan agar orang tidak pipis sembarangan.

Lagu bergenre reggae ini langsung nyantol dikuping gw, apalagi liriknya yang simpel. Baru sekali denger langsung bisa nyanyi bareng.

Jadi Braii, Pliss #JanganPipisSembarangan, perasaan lo disembarangin sama mantan kan gak enak ya? Apalagi orang lain yang disembarangin sama aroma pipis lo? Mikirr..!!. Mari kita berdoa agar dijauhkan dari rasa kebelet pipis atau BAB, disaat jauh dari toilet.

Media Sosial Komunitas Jangan Pipis Sembarangan:
twitter: @KomunitasJPS
fanspage: komunitasJPG



Tidak ada komentar

Posting Komentar

Yesss, Terima kasih sudah membaca dan sampai dihalaman komentar
silahkan komentar atau kritik dengan bahasa yang positif.
Jangan tinggalkan link hidup, saya akan berusaha untuk mengunjungi blog teman-teman semua.