Jakarta Terancam Bencana Besar..!! BANGKIT, Karena Menyerah Bukan Pilihan

Selasa, 16 Agustus 2016

4 komentar
Sudah pernah lihat Jakarta hancur lebur karena diterjang banjir dan gempa bumi?. Sungguh tidak bisa di bayangkan, melihat gedung di kawasan sentra bisnis runtuh, jalan layang yang terputus, air bah yang menerjang dahsyat hingga membuat semua porak poranda dengan seketika.

Membayangkan dalam mimpi saja saya tidak bisa, tapi di film Bangkit kita bisa melihat dan merasakan semua hal itu. Film bergenre disaster, action dan drama ini merupakan film pertama di Indonesia yang mengangkat tentang dahsyatnya sebuah bencana yang pembuatannya di dukung dengan teknologi CGI (Computer Generated-Imagenery).
sumber foto: www.facebook.com/kaningapictures
Teknologi CGI sudah lama di gunakan di industri film dunia. Toy Story dan Armagedon merupakan sedikit film yang sukses menggunakan teknologi ini untuk memanjakan penikmat film. Di Indonesia teknik ini masih sangat jarang di gunakan, biaya produksi yang tinggi jadi pertimbangan bagi para produser.

Sebelumnya Indonesia pernah punya film “GARUDA” yang menggunakan teknologi digital dalam pembuatannya. Film ini seluruhnya menggunakan Digital Backlot yaitu background digital, jadi saat syuting para aktor hanya di ambil gambarnya berlatar belakang hijau (green screen) atau biru (blue screen).

Sedangkan film “BANGKIT” merupakan film Indonesia yang menggunakan efek CGI terbanyak dan terpanjang saat ini. Tidak heran jika film yang bekerjasama dengan BASARNAS, PMI, TAGANA dan BMKG serta di support penuh oleh SURYANATION ini menghabiskan total biaya pembuatan 12 Milyar.

Yang menarik, walaupun film ini di dukung oleh banyak unsur, kehadiran mahluk ajaibnya di film ini tidak terlalu kentara.

Apa itu mahluk ajaib..?

Seingat saya, SURYANATION bahkan hanya muncul 2 kali, salah satunya di tangki bensin motornya Arifin ( Dave Mahenra). Lalu ada salah satu Bank Swasta yang logonya muncul di mobil bis kesehatan dan jadi background di salah satu sudut kamp pengungsian.

Diakui oleh sutradara Rako Prijanto bahwa film BANGKIT memaksa dia dan para kru keluar dari zona nyaman. Untungnya semua kru dan pemain yang total berjumlah 800 orang itu bisa diajak bekerja sama setelah Rako menjelaskan via Storyboard. Boleh di bilang BANGKIT adalah proyek ambisius, bahkan Reza Hidayat selaku produser tidak menargetkan jumlah penonton. “Kita berharap sebanyak-banyak, intinya kita lagi senang dengan kebangkitan film Indonesia”.

Dan benar saja, saat saya menyaksikan film ini di bioskop efek CGInya sangat terasa dan tidak kalah dengan film buatan luar negeri. Di awal film kita sudah disuguhkan efek animasi di dalam bis yang akan terjatuh ke dalam jurang, tapi jujur efeknya masih terlihat kurang halus. Selebihnya kita dibuat terpikat oleh pemandangan Jakarta yang luluh lantak.
sumber foto: www.facebook.com/kaningapictures
BANGKIT memang memacu adrenaline kita dari awal film ini dimulai, menonton film BANGKIT, seperti di kejar-kejar waktu. Napas terasa sesak dan menegangkan hampir di setiap menit, kita hanya di berikan sedikit waktu untuk menarik nafas, selanjutnya adegan kembali tegang. Porsinya 75 persen action disaster 25 persen drama. Justru saya agak sedikit menyayangkan, andai saja di film ini drama atau sajian sisi humanis lebih diperbanyak pasti akan lebih menyentuh dan bisa lebih mengena ke penonton. kalau perlu sisi edukasi mengenai bencana bisa lebih di perbanyak agar kita bisa lebih mendapat pengetahuan tentang penanggulangan bencana.

Contoh sisi humanis yang jauh dari nalar adalah, saat saya tidak bisa membayangkan ketika seorang ayah kehilangan nyawa anak sulung didepan mata karena dia justru harus menolong orang lain. Saya rasa penyesalan yang timbul pasti sangat dalam dan luka yang akan susah diobati.

Tapi tidak di film ini, sosok Addri (Vinno G Bastian) sangat heroik sampai menurut saya hilang sifat humanis saat anak perempuannya hilang di telan banjir. Sekali lagi menurut saya, sangat jauh dari nalar ketika Addri menolong orang lain tapi mengesampingkan keluarganya sendiri yang ada didekatnya.

Penyesalannya Addri pun hanya sesaat dan tidak ada titik balik yang benar-benar membuat dia bangkit dari keterpurukan saat kehilangan anaknya, sedih sesaat lalu tiba-tiba saja langsung siap bertugas. Saya penggemar Vino, tapi menurut saya ini bukan akting terbaik Vino.

Akting yang menonjol di film ini menurut saya adalah pemeran anak kedua dari Addri yaitu Dwwi yang di perankan oleh Adryan Bima. Bocah kecil ini bermain sangat total, terlebih saat adegan harus diungsikan keluar Jakarta dan berpisah dengan bapaknya di kamp pengungsian, aktingnya bikin kita terenyuh menggambarkan sulitnya perpisahan antara anak lelaki dan ayahnya yang harus bertugas. Dibawah guyuran hujan deras pukulan tangan mungil Dwwi ke wajah Addri begitu terasa dalam. Ini scene favorit saya.
sumber foto: www.facebook.com/kaningapictures
Pun saat adegan dia ingin meloloskan diri dari air bah yang mulai memenuhi terowongan bawah tanah, teriakan histerisnya membuat hati ini pilu. Begitu total, layaknya anak kecil yang ketakutan.

Beda dengan Deva Mahenra, cowok kelahiran Makassar ini menurut saya belum bisa lepas sepenuhnya dari karakter Bastian di salah satu sitcom televisi swasta. Entah kenapa saya melihat Bastian di karakter Arifin, mungkin karena saya sudah terlalu sering lihat sitkom ini jadi agak susah melepaskan gaya dan karakternya.

Terlepas dari semua catatan di atas film BANGKIT merupakan terobosan hebat bagi dunia perfilman Indonesia, semoga saja bisa memacu kreatifitas para sineas maupun para investor untuk terus mendukung film Indonesia agar lebih bermutu dan menghasilkan film yang lebih baik, film yang berani keluar dari zona nyaman agar bisa memberikan alternatif tontonan bagi publik.

Sudah saatnya film Indonesia yang sedang dalam kondisi mapan tidak hanya memberikan hiburan, tapi juga bisa memberikan pendidikan atau edukasi bagi setiap penontonnya. Jadi saat kita keluar sinema ada yang bisa kita bagi orang di sekitar kita.

Dukung terus film Indonesia, Yuuuk nonton di Bioskop.
Read More

Strategi Perang Kota XL Axiata Untuk Rebut Ibu Kota

Kamis, 11 Agustus 2016

4 komentar
Bulan Agustus bagi warga negara Indonesia adalah bulan penuh semangat juang, bulan patriotisme dan bulan penuh kejayaan. Momentum ini yang di gunakan XL Axiata untuk meluncurkan program “Combo Xtra Merdeka” yang diyakini mampu memenangkan pertempuran antar operator di Jabodetabek khususnya di Jakarta.

Paket Combo Xtra Merdeka dari XL Axiata siap menangkan pertempuran di Ibukota
Berkaca dari pengguna program Combo Xtra yang  secara signifikan terus meningkat dari hari kehari, baik itu pelanggan lama atau baru. XL Axiata melalui program Combo Xtra Merdeka kembali memanjakan pelanggannya untuk dapat menikmati benefit lebih besar untuk melakukan aktifitas internetan. Mulai dari sosial media, browsing sampai streaming youtube.

Intinya Combo Xtra Merdeka dari XL Axiata benar-benar me-merdekakan kita sebagai pengguna XL. Bayangin aja, kita bisa pilih salah satu paket dari total 5 paket Combo Xtra Merdeka yang tersedia. Dari yang paling murah yaitu paket M seharga 59rb, sampai yang paling mahal untuk paket 3XL di harga 239rb.

Petinggi XL memperkenalkan Paket Combo Xtra Merdeka saat event silaturahmi media update XL Jabodetabek
Sebagai gambaran, paket M itu kuotanya 2GB di jaringan 2G,3G dan 4G plus Xtra Bonus 10GB untuk di jaringan 4G dan bisa untuk telpon gratis ke semua operator selama 50 menit.
Iyyeesss 50 menit gaaeess atau satu jam kurang 10 menit gratis..tiss…tiisss…tiisss.

Kalau yang paket Combo Xtra Merdeka 3XL kita lebih merdeka lagi gaees, bayangin aja kuotanya 16GB, bonus Xtra 40GB dijaringan 4G dan gratis telepon kesemua operator selama 150menit. Gimana gak merdeka gaaes, bebas nelpon 2 jam 30 menit kesemua operator itu bisa bikin telinga agak merah.

Beragam pilihan paket me-merdekakan pengguna XL dalam memilih kuota internet sesuai kebutuhan
Untuk telepon gratis kesemua operator memang sengaja di buat oleh XL Axiata untuk memenuhi kebutuhan saat ini. Karena dengan maraknya transportasi berbasis online kebutuhan menelpon sangat dibutuhkan.

Pernah gak ngerasain begitu kita pesan transportasi berbasis online, kita kesulitan ketemu sama drivernya? Pernah kan..? pasti pernah. Mau SMS ribet, mau telpon gak ada pulsa. Nah kalau sudah pakai Combo Xtra Merdeka kita gak perlu repot SMS lagi tinggal telepon drivernya masalah teratasi, ini yang namanya Merdekaa..!!.

Tapi tunggu dulu gaaess,..itu belum seberapa. XL yang merupakan bagian dari Axiata group bersama dengan Celcom (Malaysia), Dialog (Sri lanka), Robi (Bangladesh), Smart (Cambodia), NCell (Nepal), Idea (India) dan M1 (Singapore) masih ingin terus memerdekakan para pelanggannya dengan program bundling smartphone dari berbagai brand di XL Center.

Brand seperti Samsung, Xiaomi, Huawei, Asus, Oppo, dan Sony siap di tebus dengan cicilan 0% selama satu tahun dengan berbagai keuntungangn lainnya.

Sebut saja untuk Xiaomi Mi4i bisa di cicilan perbulan dengan nominal 299rb, Bonus 3GB/bulan dan 300menit free call selama setahun  plus cash back 400rb. Sedangkan untuk Samsung A7 bisa dicicil dengan nominal 649rb/bulan, Bonus 7GB/bulan dan gratis telpon kesemua operator selama 1 tahun plus cashback sebesar 1jt. Ini bener-bener Merdekaaa…!!.

Dengan "perangkat perang" yang memberi keuntungan lebih bagi pengguna, XL axiata sangat yakin paket Combo Xtra Merdeka akan di sambut hangat oleh pengguna lama atau pun pengguna baru XL.
Jujur saja, Menurut saya pertempuran operator di ibukota bulan Agustus ini semakin sengit. Dengan kemudahan dan keunggulan yang ditawarkan oleh XL Axiata bukan tidak mungkin pertempuran kota ini akan dimenangkan XL Axiata lewat program Combo Xtra Merdeka. Terlebih lagi dengan kehadiran 1602 BTS 4G yang ada di jabodetabek siap menjamin kenyamanan 11.1jt pelanggan setia XL Axiata di Jabodetabek.

71 Tahun Indonesia merdeka dengan paket Combo Xtra Merdeka dari Xl Axiata memberikan kemerdekaan bagi para pengguna XL untuk dapat menikmati  berbagai pilihan paket kuota internet.

Sekali Merdeka Tetap Merdekaaa....!!!
Read More

Terminal 3 Soekarno-Hatta Titik Awal Telusuri Keragaman Indonesia

Sabtu, 30 Juli 2016

13 komentar
Indonesia mempunyai banyak ragam budaya. Dari pojok Aceh sampai ujung Papua, kaya dengan keindahan seni khas daerah dan itu tidak terbantahkan.

Sebuah tantangan bagi sebuah bangsa untuk memperkenalkan seni budaya dan identitas karakter masing-masing kota atau negara.  Salah satu caranya memajang karya seni di ruang publik seperti bandara/airport.

Petugas kebersihan terminal 3 Soekarno-Hatta sedang membersihkan kaca yang terdapat di area Boarding Room

Konsep menghadirkan karya seni di ruang publik khususnya Bandara, sebenarnya bukan hal yang baru. Setidaknya bisa kita lihat di Mumbai, Singapura sampai ke Dubai. Karena jelas disadari bahwa bandara merupakan tempat lalu lalang manusia dari berbagai latar belakang budaya dan ini bisa dimanfaatkan sebuah bangsa sebagai perkenalan awal bagi para pelancong. Dan menurut saya Bandara Terminal 3 ini bisa menjadi titik awal agar para pelancong lebih awal mengenal Indonesia.

Dan inilah yang menjadi dasar pemikiran PT.Angkasa Pura 2 saat mengajak para seniman untuk menghadirkan karya-karya mereka di lokasi strategis area terminal 3 baik di dalam ataupun media luar ruang. Setidaknya lebih dari 10 hasil karya para seniman Indonesia hadir untuk menghiasi terminal 3 Soekarno-Hatta memberi warna dan jadi salah satu bentuk apresiasi pencapaian kreatif para seniman.

Medio Juli 2016 lalu, saya diberi kesempatan mengunjungi terminal 3 Soekarno-Hatta. Terminal yang rencananya akan beroperasi saat musim lebaran 2016, ternyata diundur menunggu persetujuan dari kementerian perhubungan.

Memang terminal 3 masih dalam proses finishing. Masih terlihat sisa-sisa material bangunan di sana-sini, pekerja proyek yang wara-wiri, beberapa  papan petunjuk yang masih harus di perbaiki, beberapa sudut masih ada papan pembatas untuk menutupi pekerjaan proyek yang belum terselesaikan bahkan saya melihat ada sebuah bangunan yang sudah berdiri tapi terpaksa dipindah.

Di area dropzone, saya belum melihat karya para seniman. Bukannya tidak ada, rencananya di depan terminal yang mempunyai luas 422.804m2 akan ada patung Garuda karya Nyoman Nu Arta setinggi 18 meter.

Saat menjejakkan kaki pertama kali di lobby, jujur lobbynya terlihat lapang dan lebih lebar dibanding terminal terdahulu.

Melangkah masuk ke area check-in terminal 3, makin terlihat luas dan megah. Nuansa warna silver futuristik dan coklat tua berpadu padan di counter check-in. Sentuhan nusantara mulai terlihat, Setidaknya di atas bagian counter check-in ada ornamen-ornamen mewakili berbagai daerah nusantara seperti Kalimantan, Papua dan pulau Jawa.  Bahkan di toilet pun terdapat semacam grafis batik pada kaca di depan urinoir.

Area check-in terminal 3 sepertinya sengaja di buat lebih luas karena rencananya para pengantar di ijinkan untuk bisa mendampingi calon penumpang sampai ke titik point ini. tidak seperti terminal sebelumnya  yang hanya bisa mengantar sampai pintu depan.

Salah satu Area Check-in Island E. Dengan luasnya area ini, semoga bisa mengurangi anntrian di saat musim liburan tiba

Tidak seperti di terminal 1 dan 2 dimana counter checkinnya di buat memanjang, kalau di terminal 3 counter check-in berbentuk kotak yang di sebut Island. Setidaknya ada 6 island, dan masing-masing island kurang lebih ada 26 counter check-in di tambah 2 mesin auto check-in. Kalau lihat posisi counter check-innya saya jadi teringat salah satu di bandara internasional yang ada di Indonesia, kalau tidak salah Bandara Hang Nadim Batam.

Yang jadi nilai minusnya adalah, ruang shalat yang berada di area check-in terbilang kecil, mungkin hanya bisa untuk 15 orang. Selain itu tempat wudhu tidak terlalu efisien jarak antara pembatas saluran air ke kran sangat jauh, cukup menyulitkan bagi saya. Semoga AP 2 segera merenovasi musholla ini agar lebih nyaman.

Untuk sektor keamanan terminal 3 mengadopsi system ASS (Airport Security System), dimana CCTV bisa mengenali wajah seseorang yang sudah menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh pihak berwajib. Kalau saja system ini akurat, tentu saja ini bisa menjadi pencegahan terakhir bagi penjahat yang ingin melarikan diri dari wilayah Indonesia. CCTV ini tersebar di area terminal 3,  ada beberapa CCTV yang tingginya tidak lebih dari 3m. Memang terlihat mencolok tapi menurut saya ini adalah psywar bagi orang jahat, siapa yang tidak grogi kalau di depannya jelas-jelas terlihat ada CCTV yang memantau.
Boarding room yang nyaman dengan jajaran sofa empuk


Turun keruang tunggu atau boarding room, kesan mewah makin terasa, jajaran sofa berwarna, biru, hijau, kuning tertata rapi sepanjang boarding room. Selain itu juga, di area ini terdapat semacam meja kerja lengkap dengan aliran listrik, saya yakin ini akan jadi tempat favorit para penumpang yang sedang dikejar deadline kerjaan sambil menunggu pesawatnya take off.

Sebenarnya ada playground di boarding room, Namun ukurannya tidak terlalu besar. Kalau saja ukuran dan jumlahnya bisa ditambah pasti akan lebih berfungsi maksimal. Karena terminal 3 mempunyai total 28 gate, terbagi menjadi 18 gate untuk domestic dan 10 gate untuk internasional, setidaknya menurut saya minimal ada 4 playground yang disediakan.
Meja kerja lengkap dengan daya listrik, bisa jadi tempat favorit

Untuk fasilitas musholla di sini lebih luas, setidaknya bisa menampung kurang lebih 100 orang, walau menurut saya masih kurang mengingat target penumpang 25jt penumpang pertahun, berarti akan ada 70.000 orang/hari atau 2900 orang/jam, kalau setengahnya adalah penumpang yang akan take off berarti dalam sejam akan ada 1500 orang  yang berada di boarding room terminal 3 ini.
   
Yang membuat terminal 3, berbeda ketimbang terminal sebelumnya adalah. Di boarding room kita bisa melihat langsung kegiatan di landasan pacu. Tentu ini sedikit membuang rasa jenuh disaat menunggu instruksi masuk kepesawat. Terlebih lagi jajaran hasil karya kreatif para seniman Indonesia terpajang, sepanjang boarding room.

Sayangnya tata letak lampu terminal 3 di beberapa titik agaknya mengganggu bagi pecinta selfie. Lampu yang digunakan seperti model lampu sorot, jadi kalau kita foto dan kebetulan di belakang kita ada lampu sorot tersebut maka akan ada daerah yang washout/over pencahayaannya. Mungkin kalau lampunya disembunyikan pencahayaannya akan jauh lebih rata, sehingga hasil fotonya akan maksimal.

Toh dengan penumpang berselfie dan mendapatkan foto dengan hasil yang maksimal bisa jadi ajang promosi tak langsung bagi terminal 3 Soekarno-Hatta bukan?

Lampu sorot yang menurut saya agak mengganggu, terlebih posisi arah cahanya horizontal

Lorong kedatangan dilapisi karpet, sehingga membuat nyaman saat kita berjalan setelah lelah berada di pesawat

Sebuah karya seni yang kental dengan identitas budaya Indonesia menyambut tamu yang datang di Terminal 3 Soekarno-Hatta


Sebuah karya ilusi optik dari Galam Zulkifli Seniman kelahiran Sumbawa


Ini tempat favorit saya, area ruang terbuka hijau. kita bisa temui di area kedatangan, jadi selagi kita menunggu seseorang kita bisa rehat sejenak di taman ini. Asal di ingat untuk tetap menjaga kebersihan taman ini bersama-sama

Siapkah Terminal 3 Soekarno-Hatta Saingi Changi?

Kalau dibilang siap, kita harus siap. Hanya pecundang yang pulang sebelum berperang.

Tapi bisakah kita mengungguli atau melampaui Changi.?

Itu pertanyaan yang agak susah di jawab, saya lebih suka menyebut bahwa kehadiran terminal 3 akan mengganggu atau membawa dampak berkurangnya kesibukan bandara Changi di masa yang  akan datang.

Ada beberapa faktor yang membuat terminal 3 sulit melampaui kehebatan Changi:

1. Singapura konsisten membangun Changi Internasional Airport yang dibuka untuk publik pada tahun 1981. Sementara Soekarno-Hatta baru beroperasi tahun 1985. Dari umur kita sudah kalah. Apalagi dilihat dari segi jumlah. Dari kurun waktu lebih 30 tahun, Singapura hanya fokus di satu bandara. Bagaimana dengan Indonesia?, saat ini setidaknya kita sudah punya 24 bandara internasional di seluruh penjuru negeri. Dan semua bandara itu harus berjalan maksimal.

2. Untuk kapasitas penumpang pertahun Changi Airport saat ini bisa menampung 82jt penumpang, sedangkan Bandara Soekarno-Hatta jika semua revitalisasi terminal selesai maka hanya siap menampung 62jt/tahun (Terminal1 19jt/tahun, terminal2 19jt/tahun dan terminal3 25jt/tahun). Masih tertinggal 20jt

3. Biaya pembangunan Terminal 3 kalah jauh dengan Changi Airport. Total investasi AP2 untuk terminal 3 adalah 7 triliun. Sedangkan Changi menghabiskan 14 triliun hanya untuk membangun kubah raksasa berbentuk donat yang di kenal dengan  Jewel Changi Airport dan sejatinya akan beroperasi 2018.

Dari data itu saja mungkin akan sulit bagi terminal 3 untuk melampaui Changi, optimis terbesarnya adalah terminal 3 sebagai airport transit bisa mengambil “kue” Changi airport.

Bagaimanapun juga kita harus bangga dengan terminal 3 dan berharap terminal 3 bisa jadi pilihan bagi maskapai yang ingin transit untuk melanjutkan perjalan ke Australia atau ketujuan lain. Terlebih lagi terminal 3 sudah bisa untuk pesawat berbadan lebar. Kalau bisa di Terminal 3 Soekarno-Hatta, kenapa harus ke Changi?.

Dan tugas kita sebagai warga negara yang cinta Republik ini adalah menjaga agar ruang publik ini bisa tetap apik dan terjaga layaknya kita menjaga rumah kita sendiri.

Saya jadi bernostalgia, kalau dulu di film AADC Cinta mengejar Rangga di terminal 1 atau 2 bandara Soekarno-Hatta. Saya berharap sequel AADC 3 bisa syuting di terminal 3, pasti keceehh badai, mengutip tag line syahrini.


Read More

Jagoan Baru Samsung Galaxy S7

Senin, 06 Juni 2016

Tidak ada komentar
Penjualan Samsung Galaxy S7 ternyata jauh melebih ekspetasi. setidaknya dari awal lauching di event Mobile World Congres pada Februari 2016 sampai dengan April 2016 setidaknya Samsung sudah melepas kepasaran sebanyak 9.5juta unit, dari target 7juta Unit.

Tentu ini jadi titik cerah dunia smartphone khususnya Samsung setelah tahun sebelumnya sempat melemah dari segi penjualan. karena pada awalnya S7 diprediksi akan sulit bersaing karena secara design tidak berbeda dengan adiknya Samsung S6.

Justru inilah nilai lebih bagi Samsung S7. dengan design yang sama dengan terdahulu tapi memiliki teknologi yang lebih maju membuat cost lebih efisien dan menekan biaya produksi, sehingga membantu meningkatkan jumlah pendapatan bagi Samsung.

Penjualan Samsung Galaxy S7 melebihi ekspetasi dikuartal pertama


Dari sekian banyak kelebihan Samsung Galaxy S7, saya lebih menekankan kehebatan kamera dan teknologi photography yang tertanam di produk anyar ini. Walau sepintas jika dibandingkan megapixel pada Galaxy S6, terjadi downgrade pada Galaxy S7 tapi saya tetap yakin akan kemampuan kamera ini karena punya beberapa senjata rahasia. Apa saja..? nanti saya kasih tahu.

Saya hobi fotografi, bahkan menggantungkan hidup didunia fotografi. Tidak ada alasan khusus kenapa saya sangat mencintai dunia ini. Dulu belum ada Instagram untuk pamer foto, Facebook untuk berbagi foto selfie bahkan blog pun masih belum popular untuk berbagi karya foto. Fotografi bagi saya merupakan tempat dimana kita bisa bercerita banyak kesemua orang tanpa banyak bicara.

Canon 400D adalah kamera DSLR pertama saya berkekuatan 10MP, sudah banyak cerita saya lewati sampai akhirnya kamera itu mengakhiri hidupnya di genggaman saya. Di era digital semua bergerak cepat, bahkan sangat cepat. Sekarang kita tidak perlu membeli DSLR untuk punya kamera berMP besar. Contohnya Samsung Galaxy S7 dengan kamera 12MP dibelakang bodynya.

Yups, hanya 12MP kalah dengan kamera pada Galaxy S6 yang berkekuatan 16MP. Tapi tunggu jangan meremehkan kamera Galaxy S7, seperti yang saya tulis diawal, smartphone ini punya senjata rahasia.

Saat Galaxy S7 baru di luncurkan di Barcelona, smartphone ini langsung disandingkan dengan Iphone 6S plus, untuk mengambil objek diruangan yang sangat gelap. Dan hasilnya Galaxy S7 berhasil menghasilkan gambar dengan lebih detail dengan sedikit menghasilkan noise, Galaxy S7 pun diklaim terbaik untuk urusan japrat-jepret momen indah saat dibandingkan dengan saudara tuanya Galaxy S6.

Rahasianya ada di Dual pixel sensor yang menjadi andalan Jagoan Korea ini. Dengan kehadiran sensor ini, kemampuan DSLR mengambil objek dalam keadaan rendah cahaya dapat dihadirkan di teknologi smartphone.  Sebuah innovasi Samsung yang merubah industri kamera smartphone.

Dual pixel sensor pada Galaxy S7 juga membuat auto focus menjadi lebih cepat, karena cahaya yang masuk melalui lensa kamera akan di bagi melalui Dual pixel sensor yang bisa mendeteksi 100 persen pixel, ini yang membuat autofocus pada sebuah objek bisa lebih cepat. Sebagai gambaran, smartphone kebanyakan hanya menggunakan 5 persen pixel untuk menentukan autofocus. Hmmm jadi makin penasaran sama kecepatan autofokusnya nih.

Selain itu Galaxy S7 punya diagfrahma lensa yang cukup mumpuni sebesar f1.7.  Dalam dunia fotografi semakin kecil angka F atau diagfrahma, maka kemampuan sebuah lensa menangkap cahaya akan sangat besar. Terlebih saat keadaan kondisi cahaya yang rendah. Maka tidak heran Galaxy S7 unggul dari Galaxy S6 yang mempunyai diagfrahma f1.9, bahkan menang telak dari iphone 6 plus yang ber-diagfrahma f2.2. Ini salah satu keunggulan yang saya suka dari Galaxy S7. Selain juara di ruangan gelap, dengan diagfrahma f1.7 kemungkinan besar kita bisa menghasilkan area blur (bokeh) yang menawan.

Kemampuan Samsung menggabungkan teknologi DSLR kedalam sebuah smartphone merupakan langkah yang luar biasa. Ini bisa menjadi patokan bagi pesaingnya untuk berpikir keras untuk menghasilkan teknologi yang terbaik khususnya dalam hal Mobile Photography. Saya pun penasaran akan kemampuan jagoan Galaxy terbaru ini, semoga saya dapat kesempatan untuk dapat merasakan teknologi DSLR dalam smartphone ala Samsung Galaxy S7.

Galaxy S7 Mungkin tidak akan bisa menggantikan DSLR, tapi setidaknya bisa menghasilkan foto sekualitas DSLR ataupun mirrorless sudah lebih dari cukup. Kalau dalam keseharian ditemukan momen menarik, saya jadi tidak perlu repot bongkar kamera jika dalam genggaman ada Galaxy S7. Jadi ingin hunting streetphotography dengan gadget yang satu ini.
Read More

Mahluk Ajaib Di Film AADC2, SCUK dan Aisyah

Sabtu, 04 Juni 2016

11 komentar
Memproduksi sebuah film membutuhkan biaya yang sangat banyak. Dukungan sponsor sangat dibutuhkan untuk menutupi biaya produksi ataupun saat promosi sebuah film. Dengan kekuatan jalan cerita dan tema sebuah film, para pemain dan genre film yang spesifik bisa dengan mudah mendapatkan dukungan sponsor.

Tapi sejauh mana sponsor “menggangu” jalan cerita sebuah film?. Hmmmm,…masa sih mengganggu. Sepertinya perlu dijelaskan apa yang di sebut mengganggu menurut pendapat saya.  Setidaknya tampilan produk sponsor saat tampil di sebuah film tidak terlalu berlebihan.

Tidak usahlah perlu di zoom in sampai detil sampai terlihat jelas merk brandnya di satu frame penuh menutupi satu layar bioskop. Sangat dimengerti kebutuhan para sponsor itu untuk branding produk mereka, tapi harusnya mereka juga sadar bahwa kami yang datang kebioskop itu datang dan membayar untuk menikmati sebuah karya film yang berkualita. Ingat kami bayar tidak gratis.

Para brand ini seakan tidak pernah puas, setelah nongol di film, mereka pun memasang logonya di poster film yang mereka sponsori. Jujur saya belum pernah melihat poster film luar negeri di domplengi sponsor komersial.

Lalu siapa yang bertanggung jawab atas kemunculan mahluk ajaib bernama sponsor ini di perfilman Indonesia?. Para sponsor yang haus publikasi kah?, produser dan tim marketingnya yang gelap mata menggaet para sponsorkah? Atau siapa..?.

Yang jelas, saya sedikit yakin para sutradara dan kru film dibikin gerah dengan kemunculan mahluk ajaib ini. Bagaimana tidak, karya mereka sedikit atau banyak harus disusupi mahluk ajaib ini. Harus pintar-pintar untuk menempatkan dimana mahluk ajaib ini bisa muncul. Karena salah menempatkan mahluk ajaib, komentar penonton pasti akan seragam.

“ Jualan Banget Sihhh…!!”

Setidaknya itu yang saya rasakan saat melihat film Indonesia di medio Mei 2016. Sebagai gambaran saya menonton 4 film Indonesia. Surat Cinta Untuk Kartini, AADC2, Aisyah dan My Stupid Boss. Untuk film terakhir yang saya sebutkan saya tidak melihat muatan sponsor didalam badan filmmya, atau mungkin saya gagal paham.
Beberapa film terbaik Indonesia yang tayang di bulan Mei 2016 

Yang menarik adalah membedah sponsor antara 3 film pertama yang saya sebutkan. Pertama adalah AADC2. Setelah 168 purnama akhirnya Rangga dan Cinta pun bertemu dan pertemuan mereka disaksikan lebih dari 3juta penonton.

Secara jalan cerita tidak terlalu luar biasa. Momentum yang justru saya tunggu di film ini adalah bagaimana mereka berdua ketemu, beruntung Miles Film menyajikan dengan cantik, tidak berlebihan dengan adegan slow motion dan cukup membuat saya penasaran.
   
Mengenai sponsor setidaknya ada 9 sponsor yang mendukung film ini. 2 sponsor utamanya adalah Aqua dan L’Oreal. Kehadiran mahluk ajaib di film ini menurut saya tidak terlalu menonjol. Jujur saya hanya mampu mendeteksi 2 mahluk ajaib yang menjadi sponsor utama. Aqua saat mereka berdua sedang di cafĂ© dan saat jalan berdua, lalu L’Oreal saat Cinta sedang bingung memilih lipstick saat akan bertemu dengan Rangga.
Harus diakui, mungkin Riri Riza dan Miles punya bargaining postion yang kuat sehingga mereka bisa menampilkan mahluk ajaib ini dengan sederhana.

Untuk film Aisyah, kalau dilihat dari poster filmnya ada 2 sponsor yang nempel di sana. White Koffie dan Sunsilk. Jalan cerita film ini sungguh kuat, bercerita tentang ragam keyakinan yang ada di Indonesia. Tetap ada konflik agama tapi, pesan optimis dan kerukunan antar umat terus di tampilkan dalam film ini. Tya Subiakto selaku music arrangernya pun bisa membawa nuansa yang menurut saya bisa mengharubiru. Jangan kasih tahu yang lain, kalau mata saya sempat basah di salah satu scene ini, dan ini jarang terjadi.

Tapi sayang , mahluk ajaib ini agak sedikit terasa walau tidak secara kontinyu. Brand kopi sachet dan pembersih rambut itu seperti di beri tempat special di salah satu scene. Walau kadarnya masih jauh dari kata mengganggu.

Terakhir adalah Film Surat Cinta Untuk Kartini (SCUK), ini adalah film favorit saya sebelum kemunculan Aisyah. Set-up lokasi, wardrobe, nuansa dan akting para pemain sungguh luar biasa. Dengan buggdet yang tidak terlalu wahh, sutradara dan timnya bisa menghadirkan ambience di tahun kelahiran kartini dengan sangat maksimal.

Sayangnya kehadiran mahluk ajaib bernama sponsor sangat mengganggu saya. Ada  scene dimana seorang guru muda terlambat masuk ke sekolah dan terjatuh di tangga yang mengakibatkan isi tasnya berantakan, maka keluarlah mahluk ajaib ini dari tasnya. Uuuhhh ,…terlalu awal menurut saya mahluk ajaib ini muncul, bayangkan belum ada 5 menit film ini berjalan saya sudah di sajikan iklan produk makeup berlabel Wardah ini.

Tidak hanya itu, ada juga scene dimana guru muda ini sedang touch-up dengan makeup dengan merknya yang seakan sengaja di perlihatkan. Yang lebih aneh, atau bisa dibilang lucu ketika mahluk ajaib ini muncul dalam bentuk add-lips (penyebutan nama brand) di film ini. Memang tidak terlalu kerasa, bahkan hanya muncul sekali itupun di samarkan dengan nama orang yang menjadi penata rias keluarga Kartini di masa itu. Memang nama brand ini bisa diasumsikan dengan nama seseorang.

Jujur film fiksi berlatar belakang sejarah seperti SCUK sangat menarik, sayang nasibnya cukup tragis ketika hanya mampu tidak lebih dari satu minggu di bioskop.

Kembali kemasalah sponsor saya kembali membayangkan, pusingnya para sutradara ketika harus memenuhi request sang sponsor untuk memasukkan mahluk ajaib ini difilm yang mereka sutradarai. Kalau para sutradara punya kekuatan penuh untuk bagaimana menampilkan mahluk ajaib ini mungkin itu lebih baik. Yang celaka adalah, saat mereka harus menggadaikan orisinalitas karya mereka untuk menutupi biaya produksi.

Terus berkembang kreatif para insan Film Indonesia dan Semoga makin cepat dewasa para sponsor film Indonesia.
Read More

Yonder Music Aplikasi Streaming Musik Dari XL Axiata

Senin, 30 Mei 2016

Tidak ada komentar
Musik adalah bahasa universal. Musik bisa mengajak kita untuk bergoyang atau hanya sekedar menggerakkan pundak walau kita tidak tahu lirik dan bahasanya. Dan yang luar biasa, dari 7 nada dasar bisa tercipta jutaan alunan lagu dengan berbagai emosi yang tersirat didalamnya.
Musik bagi saya adalah pewarna hidup, mulai dari musik serumit EDM (Electronic Dance Music) sesederhana musik akustik atau bahkan hanya sebuah alunan yang keluar dari sebatang bambu pun bisa memberikan emosi yang berbeda.

Adam  Kidron, CEO Yonder Music perkenalkan Yonder Apps saat acara launching di hotel kawasan Jakarta Pusat 
Perkembangan media untuk mendengar musikpun berubah sangat cepat, setidaknya dalam kurun waktu 30 tahun. Masih terekam jelas waktu saya sekolah di SMP, untuk kali pertama saya membeli kaset dengan hasil uang jajan yang saya kumpulkan sendiri. Sebuah album dari Iwan Fals.
Sampul album berwarna biru dengan ada sedikit titik emas, saya bawa pulang dengan senyum tertahan. Ahh, sayang saya tidak bisa ingat judul albumnya. Yang saya ingat satu album itu, seluruhnya berisi tentang lagu cinta.

Media kaset masih menjadi primadona saat saya menginjak SMU. Beberapa album dari musisi Indonesia masih sering saya beli, sebut saja IWA K, DEWA19, PAS Band sampai Kantata Takwa. Saat masuk kuliah kebiasaan membeli kaset mulai hilang dengan diperkenalkannya teknologi CD Player. Semua orang berbondong-bondong beralih menggunakan lempengan Cakram.

Dian Siswarini, CEO PT XL Axiata Tbk. Yonder dan XL punya visi yang sama, untuk itu kami bekerja sama
Tidak berapa lama, MP3 mulai mendapatkan tempat tersendiri bagi pecinta musik karena kemudahannya. Beberapa pelaku industri elektronik mulai memproduksi MP3 Player. Mulai dari yang ukuran sedang yang bisa dimasukkan ke saku kemeja, sampai yang ukurannya sangat kecil sehingga kita kesulitan mencari kalau sembarangan meletakkan MP3.

Teknologi yang memudahkan kita dalam menikmati musik ternyata seperti pisau yang terhunus ke hidung para musisi. Pembajakan karya musik semakin tidak terbendung, sharing file musik dari gadget ke gagdet semakin mudah dan tak terkendali.

Yonder satu-satunya aplikasi yang membayar feenya dimuka untuk para musisi.
Dengan alasan, buat apa membayar mahal kalau bisa mendapatkan murah atau bahkan gratis dari teman sebelah kamar kos. Tinggal colok USB, copy dan paste selesai sudah urusan “mencuri lagu”. Belum lagi mencari di dunia maya ini bukan hal yang sulit walau masih butuh pengorbanan kuota internet.

Dari hal ini lah XL Axiata dan AXIS bekerjasama dengan Yonder Music dari Malaysia untuk layanan streaming music yang bisa memanjakan dan mendekatkan pecinta musik dengan para idolanya.

Iwan Fals, mengawali para musisi yang hadir di acara launching aplikasi Yonder Music. Ada 17 musisi yang hadir di konser Yonder music.
Jutaan lagu siap dinikmati oleh para pengguna XL dan Axis dengan harga yang terjangkau. Kita tidak perlu mengeluarkan budget yang besar untuk dapat menikmati lagu original dari artis idola, cukup hanya mendaftarkan paket data dari XL maka kita bisa download lagu yang ada di aplikasi Yonder. Bahkan untuk 30 hari setelah aplikasi ini resmi diluncurkan para pengguna XL dan Axis bebas biaya untuk merasakan sensasi aplikasi Yonder dari XL ini.

Aplikasi Yonder bisa didownload melalui PlayStore maupun istore. dengan keunikan dan kelebihan yang dimiliki Yonder, XL yakin bisa menjadi solusi masalah pembajakan yang merugikan banyak pihak khususnya musisi. DI indonesia sendiri, Yonder sudah bekerjasama dengan sebagian besar label. Sehingga untuk ketersediaan musik, khususnya dalam negeri jangan diragukan lagi.

Ariel Noah dan Rossa. Yonder Music merupakan angin segar bagi para musisi untuk melawan pembajak hak cipta musik.
Beberapa fitur yang ada di Yonder Musik pun sangat mempermudah pengguna, tapi yang lebih menarik bagi saya adalah Yonder Music ini layaknya media sosial bagi para penikmat music. Yupps media sosial, dengan fitur social discovery, Yonder Music bukan hanya aplikasi untuk mendengarkan lagu saja.

Salah satunya fiturnya adalah song stream, fitur ini memberikan informasi lagu-lagu apa saja yang sedang hits diantara para pengguna Yonder dan secara realtime akan terus diperbaharui. Selain itu ada juga Magic Library, fitur ini akan terus memperbaharui lagu-lagu yang menjadi selera kita dan akan menyarankan kira-kira lagu apa yang akan menjadi lagu favorit kita. Kalau saya bilang kita, itu karena Yonder akan membuat list yang berbeda untuk setiap usernya. Karena setiap user mempunyai karakter yang berbeda.

Semua musik di konser cross genre ini di nahkodai Vikcy Sianipar ( diantara Afgan dan Iwan Fals)
Selain itu ada juga fitur My Favorite and Playlist, dengan fitur ini kamu bisa membagikan playlist kamu keseluruh dunia. Bahkan kamu bisa mendowload playlist user lain. Keren kan..? jadi kalau kamu ada gebetan yang pengguna Yonder, kamu bisa lihat lagu apa yang sedang dia suka, biar tau apa selera si gebetan. #Modus

Jadi dukung terus musisi Indonesia untuk berkembang semakin baik dengan menikmati lagu original dari musisi Indonesia lewat Yonder Music. Karena dengan Yonder Music dari XL Axiata, Gak perlu mahal untuk bisa mendapatkan kualitas audio yang maksimal.


Maju terus musik Indonesia, Makin kreatif para musisinya.
Read More

10.000 Anak Catat Rekor MURI Bersama Pascola Oil Pastel

Selasa, 08 Maret 2016

8 komentar
Standardpen mengajak 10.000 anak Indonesia dibawah bimbingan Ikatan Guru Raudhotul Athfal (IGRA) se-Jakarta Timur untuk lebih kreatif dengan mewarnai kaligrafi bersama oil pastel PASCOLA
Selasa 8 maret 2015, Pasar Seni Jaya Ancol menjadi saksi 10.000 anak Pascola mewarnai kaligrafi 99 asmaul husna dan dan resmi dicatat oleh Musium Rekor Indonesia (MURI).

Sisa hujan tadi malam belum mengering di area pasar seni jaya Ancol, hujan pada malam sebelumnya tidak menyurutkan para peserta untuk tetap hadir. Sedikit demi sedikit wajah anak-anak penuh ceria yang didamping guru dan orangtua mulai memadati lokasi pemecahan rekor MURI. Semua sudah siap dengan perlengkapan mewarnai masing-masing.

10.000 Anak Pascola berhasil mencatatkan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk kategori mewarnai  kaligrafi Asmaul Husna (99 nama Allah) terbanyak di Pasar Seni, Ancol, Jakarta (08/03/16).

Pagi itu pasar seni pun sudah mulai penuh sesak, suasana riuh rendah sudah mulai nampak di saat kios-kios yang banyak menjual benda seni di sekitar area belum buka. Dan selepas acara pembukaan tanpa dikomandoi, tangan-tangan kecil terampil dengan Pascola di genggaman mulai mewarnai sebidang kertas berlafadzkan asmaul husna yang sudah dibagikan oleh panitia.

“Melalui lomba mewarnai yang bertemakan Asmaul Husna, kami ingin memperkenalkan asma Allah sejak dini dengan harapan kelak anak-anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berahlak mulia”. Tutur Hj. Aminah selaku ketua Ikatan Guru Raudhotul Athfal Jakarta Timur.

Melalui acara ini Standardpen ingin membangun empat kecerdasan pada anak, yaitu cerdas gerak, cerdas gambar, cerdas diri, dan cerdas bahasa.

Perlombaan sekaligus pemecahan rekor Muri kali ini memperbolehkan orang tua membantu anak-anaknya dalam mewarnai, tujuannya agar semakin terjalin ikatan serta kerjasama yang kuat antara anak dan orangtua.

Selain itu pula orangtua bisa merasakan bagaimana sensasi menggunakan oil pastel Pascola yang diproduksi sendiri oleh Standardpen di Indonesia. Karena sebagai orang tua, sudah seharusnya mempertimbangkan apa saja perlengkapan sekolah yang aman dan nyaman untuk anak-anak.

 Lomba mewarnai ini tidak hanya untuk mengasah kreativitas, tetapi juga untuk mengedukasi pada orang tua bahwa orang tua perlu memahami dalam memilihkan alat mewarnai

Pada kesempatan ini Standardpen ingin mengedukasi para orangtua untuk tidak khawatir anaknya akan terkena iritasi jika menggunakan Pascola, karena pewarna pada pascola menggunakan pewarna yang biasa dipakai untuk sirup. Ini yang menjadikan Oli pastel Pascola produk yang aman dan nyaman digunakan oleh anak

“Pascola bebas bahan berbahaya (non toxic) dan menggunakan pewarna makanan (foodgrade). Papar Niken D. Mahanani Marketing Manager PT.Standardpen Industries. Dan melalui kegiatan ini, Standardpen ingin membangun 4 kecerdasan yaitu cerdas gerak, cerdas gambar, cerdas diri dan cerdas bahasa lanjut Niken.

Standardpen sebagai produsen pascola dan perusahaan alat tulis dalam negeri memiliki komitmen tinggi pada perkembangan pendidikan anak Indonesia.

“ Pascola warnanya lebih cerah dan tidak mudah patah dan kalau menggunakan teknik Sgrafito hasilnya lebih maksimal” Ujar testimoni seorang ibu yang sedang menemani anak laki-lakinya. Teknik Sgrafito sendiri merupakan sebuah teknik menggoreskan atau menorehkan lapisan warna paling atas sehingga justru lapisan warna bawahnya yang terlihat.

Ini salah satu karya dengan teknik Sgrafito. Plastik hjau berbentuk burung itu bisa dipakai untuk mengaplikasikan teknik SGrafito. Alat ini hanya bisa ditemui dalam Pascola isi 36 dan 55.

PT.Standardpen Industries yang berlokasi di kawasan industry Jatake Tangerang merupakan produsen alat tulis asli Indonesia. Beroperasi sejak tahun 1971 sudah memproduksi lebih dari 109 varian alat tulis dan dalam sebulan mampu memproduksi sekitar 120juta batang bolpoin.

Pada tahun 2003, diajang Pameran perdagangan Paperworld di Frankfurt, Jerman Standardpen menarik perhatian perusahaan manufaktur pena terbesar didunia . Dengan produk tinta terbarunya G’Soft yaitu teknologi tinta gel bebasis minyak yang membuktikan bahwa Standardpen merupakan salah satu innovator kelas dunia.

Terlepas dari prestasi yang sudah diraih Standardpen, Kita sudah sepatutnya bangga dan mendukung semua produk yang di hasilkan oleh anak bangsa, ketimbang membanggakan produk luar yang kualitasnya belum tentu lebih baik. Cinta produk Indonesia
Read More