Terminal 3 Soekarno-Hatta Titik Awal Telusuri Keragaman Indonesia

23.21

Indonesia mempunyai banyak ragam budaya. Dari pojok Aceh sampai ujung Papua, kaya dengan keindahan seni khas daerah dan itu tidak terbantahkan.

Sebuah tantangan bagi sebuah bangsa untuk memperkenalkan seni budaya dan identitas karakter masing-masing kota atau negara.  Salah satu caranya memajang karya seni di ruang publik seperti bandara/airport.

Petugas kebersihan terminal 3 Soekarno-Hatta sedang membersihkan kaca yang terdapat di area Boarding Room

Konsep menghadirkan karya seni di ruang publik khususnya Bandara, sebenarnya bukan hal yang baru. Setidaknya bisa kita lihat di Mumbai, Singapura sampai ke Dubai. Karena jelas disadari bahwa bandara merupakan tempat lalu lalang manusia dari berbagai latar belakang budaya dan ini bisa dimanfaatkan sebuah bangsa sebagai perkenalan awal bagi para pelancong. Dan menurut saya Bandara Terminal 3 ini bisa menjadi titik awal agar para pelancong lebih awal mengenal Indonesia.

Dan inilah yang menjadi dasar pemikiran PT.Angkasa Pura 2 saat mengajak para seniman untuk menghadirkan karya-karya mereka di lokasi strategis area terminal 3 baik di dalam ataupun media luar ruang. Setidaknya lebih dari 10 hasil karya para seniman Indonesia hadir untuk menghiasi terminal 3 Soekarno-Hatta memberi warna dan jadi salah satu bentuk apresiasi pencapaian kreatif para seniman.

Medio Juli 2016 lalu, saya diberi kesempatan mengunjungi terminal 3 Soekarno-Hatta. Terminal yang rencananya akan beroperasi saat musim lebaran 2016, ternyata diundur menunggu persetujuan dari kementerian perhubungan.

Memang terminal 3 masih dalam proses finishing. Masih terlihat sisa-sisa material bangunan di sana-sini, pekerja proyek yang wara-wiri, beberapa  papan petunjuk yang masih harus di perbaiki, beberapa sudut masih ada papan pembatas untuk menutupi pekerjaan proyek yang belum terselesaikan bahkan saya melihat ada sebuah bangunan yang sudah berdiri tapi terpaksa dipindah.

Di area dropzone, saya belum melihat karya para seniman. Bukannya tidak ada, rencananya di depan terminal yang mempunyai luas 422.804m2 akan ada patung Garuda karya Nyoman Nu Arta setinggi 18 meter.

Saat menjejakkan kaki pertama kali di lobby, jujur lobbynya terlihat lapang dan lebih lebar dibanding terminal terdahulu.

Melangkah masuk ke area check-in terminal 3, makin terlihat luas dan megah. Nuansa warna silver futuristik dan coklat tua berpadu padan di counter check-in. Sentuhan nusantara mulai terlihat, Setidaknya di atas bagian counter check-in ada ornamen-ornamen mewakili berbagai daerah nusantara seperti Kalimantan, Papua dan pulau Jawa.  Bahkan di toilet pun terdapat semacam grafis batik pada kaca di depan urinoir.

Area check-in terminal 3 sepertinya sengaja di buat lebih luas karena rencananya para pengantar di ijinkan untuk bisa mendampingi calon penumpang sampai ke titik point ini. tidak seperti terminal sebelumnya  yang hanya bisa mengantar sampai pintu depan.

Salah satu Area Check-in Island E. Dengan luasnya area ini, semoga bisa mengurangi anntrian di saat musim liburan tiba

Tidak seperti di terminal 1 dan 2 dimana counter checkinnya di buat memanjang, kalau di terminal 3 counter check-in berbentuk kotak yang di sebut Island. Setidaknya ada 6 island, dan masing-masing island kurang lebih ada 26 counter check-in di tambah 2 mesin auto check-in. Kalau lihat posisi counter check-innya saya jadi teringat salah satu di bandara internasional yang ada di Indonesia, kalau tidak salah Bandara Hang Nadim Batam.

Yang jadi nilai minusnya adalah, ruang shalat yang berada di area check-in terbilang kecil, mungkin hanya bisa untuk 15 orang. Selain itu tempat wudhu tidak terlalu efisien jarak antara pembatas saluran air ke kran sangat jauh, cukup menyulitkan bagi saya. Semoga AP 2 segera merenovasi musholla ini agar lebih nyaman.

Untuk sektor keamanan terminal 3 mengadopsi system ASS (Airport Security System), dimana CCTV bisa mengenali wajah seseorang yang sudah menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh pihak berwajib. Kalau saja system ini akurat, tentu saja ini bisa menjadi pencegahan terakhir bagi penjahat yang ingin melarikan diri dari wilayah Indonesia. CCTV ini tersebar di area terminal 3,  ada beberapa CCTV yang tingginya tidak lebih dari 3m. Memang terlihat mencolok tapi menurut saya ini adalah psywar bagi orang jahat, siapa yang tidak grogi kalau di depannya jelas-jelas terlihat ada CCTV yang memantau.
Boarding room yang nyaman dengan jajaran sofa empuk


Turun keruang tunggu atau boarding room, kesan mewah makin terasa, jajaran sofa berwarna, biru, hijau, kuning tertata rapi sepanjang boarding room. Selain itu juga, di area ini terdapat semacam meja kerja lengkap dengan aliran listrik, saya yakin ini akan jadi tempat favorit para penumpang yang sedang dikejar deadline kerjaan sambil menunggu pesawatnya take off.

Sebenarnya ada playground di boarding room, Namun ukurannya tidak terlalu besar. Kalau saja ukuran dan jumlahnya bisa ditambah pasti akan lebih berfungsi maksimal. Karena terminal 3 mempunyai total 28 gate, terbagi menjadi 18 gate untuk domestic dan 10 gate untuk internasional, setidaknya menurut saya minimal ada 4 playground yang disediakan.
Meja kerja lengkap dengan daya listrik, bisa jadi tempat favorit

Untuk fasilitas musholla di sini lebih luas, setidaknya bisa menampung kurang lebih 100 orang, walau menurut saya masih kurang mengingat target penumpang 25jt penumpang pertahun, berarti akan ada 70.000 orang/hari atau 2900 orang/jam, kalau setengahnya adalah penumpang yang akan take off berarti dalam sejam akan ada 1500 orang  yang berada di boarding room terminal 3 ini.
   
Yang membuat terminal 3, berbeda ketimbang terminal sebelumnya adalah. Di boarding room kita bisa melihat langsung kegiatan di landasan pacu. Tentu ini sedikit membuang rasa jenuh disaat menunggu instruksi masuk kepesawat. Terlebih lagi jajaran hasil karya kreatif para seniman Indonesia terpajang, sepanjang boarding room.

Sayangnya tata letak lampu terminal 3 di beberapa titik agaknya mengganggu bagi pecinta selfie. Lampu yang digunakan seperti model lampu sorot, jadi kalau kita foto dan kebetulan di belakang kita ada lampu sorot tersebut maka akan ada daerah yang washout/over pencahayaannya. Mungkin kalau lampunya disembunyikan pencahayaannya akan jauh lebih rata, sehingga hasil fotonya akan maksimal.

Toh dengan penumpang berselfie dan mendapatkan foto dengan hasil yang maksimal bisa jadi ajang promosi tak langsung bagi terminal 3 Soekarno-Hatta bukan?

Lampu sorot yang menurut saya agak mengganggu, terlebih posisi arah cahanya horizontal

Lorong kedatangan dilapisi karpet, sehingga membuat nyaman saat kita berjalan setelah lelah berada di pesawat

Sebuah karya seni yang kental dengan identitas budaya Indonesia menyambut tamu yang datang di Terminal 3 Soekarno-Hatta


Sebuah karya ilusi optik dari Galam Zulkifli Seniman kelahiran Sumbawa


Ini tempat favorit saya, area ruang terbuka hijau. kita bisa temui di area kedatangan, jadi selagi kita menunggu seseorang kita bisa rehat sejenak di taman ini. Asal di ingat untuk tetap menjaga kebersihan taman ini bersama-sama

Siapkah Terminal 3 Soekarno-Hatta Saingi Changi?

Kalau dibilang siap, kita harus siap. Hanya pecundang yang pulang sebelum berperang.

Tapi bisakah kita mengungguli atau melampaui Changi.?

Itu pertanyaan yang agak susah di jawab, saya lebih suka menyebut bahwa kehadiran terminal 3 akan mengganggu atau membawa dampak berkurangnya kesibukan bandara Changi di masa yang  akan datang.

Ada beberapa faktor yang membuat terminal 3 sulit melampaui kehebatan Changi:

1. Singapura konsisten membangun Changi Internasional Airport yang dibuka untuk publik pada tahun 1981. Sementara Soekarno-Hatta baru beroperasi tahun 1985. Dari umur kita sudah kalah. Apalagi dilihat dari segi jumlah. Dari kurun waktu lebih 30 tahun, Singapura hanya fokus di satu bandara. Bagaimana dengan Indonesia?, saat ini setidaknya kita sudah punya 24 bandara internasional di seluruh penjuru negeri. Dan semua bandara itu harus berjalan maksimal.

2. Untuk kapasitas penumpang pertahun Changi Airport saat ini bisa menampung 82jt penumpang, sedangkan Bandara Soekarno-Hatta jika semua revitalisasi terminal selesai maka hanya siap menampung 62jt/tahun (Terminal1 19jt/tahun, terminal2 19jt/tahun dan terminal3 25jt/tahun). Masih tertinggal 20jt

3. Biaya pembangunan Terminal 3 kalah jauh dengan Changi Airport. Total investasi AP2 untuk terminal 3 adalah 7 triliun. Sedangkan Changi menghabiskan 14 triliun hanya untuk membangun kubah raksasa berbentuk donat yang di kenal dengan  Jewel Changi Airport dan sejatinya akan beroperasi 2018.

Dari data itu saja mungkin akan sulit bagi terminal 3 untuk melampaui Changi, optimis terbesarnya adalah terminal 3 sebagai airport transit bisa mengambil “kue” Changi airport.

Bagaimanapun juga kita harus bangga dengan terminal 3 dan berharap terminal 3 bisa jadi pilihan bagi maskapai yang ingin transit untuk melanjutkan perjalan ke Australia atau ketujuan lain. Terlebih lagi terminal 3 sudah bisa untuk pesawat berbadan lebar. Kalau bisa di Terminal 3 Soekarno-Hatta, kenapa harus ke Changi?.

Dan tugas kita sebagai warga negara yang cinta Republik ini adalah menjaga agar ruang publik ini bisa tetap apik dan terjaga layaknya kita menjaga rumah kita sendiri.

Saya jadi bernostalgia, kalau dulu di film AADC Cinta mengejar Rangga di terminal 1 atau 2 bandara Soekarno-Hatta. Saya berharap sequel AADC 3 bisa syuting di terminal 3, pasti keceehh badai, mengutip tag line syahrini.


You Might Also Like

12 komentar

  1. Trims mas Satto, postingannya mencerahkan...
    Jadi bisa menjawab yang berkomentar "Duh kok lantainya keramik begitu sih???"
    Eh helloooooo??? ini bahas keseluruhan, keramik aja dipermasalahkan. Lagian situ kenapa fokusnya keramik aja sihhhh??? Kita bikin film #AdaApaDenganKeramik" yuk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahhaha, kita bikin hashtag #AdaApaDenganKeramik aja mbak.

      Terima kasih sudah mampir.

      Hapus
  2. Wah poin pentingnya di bawah euy.. indonesia dari aceh sampai papua punya bandara yang harus dipelihara dan diperbaiki terus menerus. Setidaknya terminal 3 yang deket ibukota menjadi wajah baru memasuki gerbang indonesia... harus bangga sudah memilikinya... nice post..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeeesssss.... Walau level bandara seluruh Indonesia masih di bawah Changi, saya masih bangga.

      Yang penting semua tersebar merata.

      Hapus
  3. Luar biasa mas satto.....

    Hiaaaaaaa mas satto tambahin satu lagi dong harapannya... Harapannya aadc tiga yang jd Rangga mas satto gitu yaaaa di terminal 3 hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahhahahhaha,...udah ketua'an mbak kalo saya jadi rangga. Kalo supirnya rangga maaih mungkin.

      Hapus
  4. kalau dibandingkan dengan bandara changi, yang fokusnya cuma satu, di negara tetangga, tugas Indonesia memang lebih banyak bandara yang harus 'diurusi'. Pasti bisa ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih banyak dan lebih ngerepotin, tapi gak ada kata yang gak bisa. Kita tunggu aja mereka kehabiasan tanah.

      Hihihihihihi

      Hapus
  5. Foto-fotonya cakeeeep. 7T dg hasil seperti itu, layak kah? *serius nanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk luas sebesar itu, saya pikir sih layak yah, kualanamu aja ngabisin biaya 4,6T.

      Dan kalau ada pihak yang ragu masalah layak atau tidak mending dilaporin KPK aja, biar terang benderang dan gak berburuk sangka.hihiihihihi biar pada di tangkap tuh tukang catut di bandara

      Hapus
  6. Saya setuju dengan opini pertama, ini yang bikin saya tetap bangga. Bagaimanapun Indonesia menghandle jumlah bandara yang lebih dari 1 dan harus maksimal itu sesuatuuuu banget mas. Bisakah Singapura seperti ini? :D

    Dan trakir, jadi PR banget nih, semoga masyarakat Indonesia bisa konsisten dan disiplin menjaga ruang publik supaya tetap apik dan terjaga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu dia mbak, Singapura bisa bikin 1 bandara mewah, tapi Indonesia bisa bikin airport tersebar di antero negeri. Dan itu keren menurut sayaahh

      Terimakasih

      Hapus

Yesss, Terima kasih sudah membaca dan sampai dihalaman komentar
silahkan komentar atau kritik dengan bahasa yang positif.
Jangan tinggalkan link hidup, saya akan berusaha untuk mengunjungi blog teman-teman semua.

Entri yang Diunggulkan

Kuliner Terbaik Pucuk Coolinary Festival Malang 2018