Permasalahan Gender Yang Tak Pernah Usai

Sabtu, 22 Desember 2018

Tidak ada komentar
Membahas mengenai gender seperti tidak ada habisnya. Semua punya persepsi dan pandangan masing-masing. Ada yang keras memaksakan gender, disisi lain ada yang tidak kalah keras menolak gender.

Sejatinya gender adalah sebuah peran atau tanggung jawab yang ditentukan oleh nilai-nilai sosial budaya yang timbul dan berkembang di masyarakat.

Sebagai contoh, jangan jadikan patokan, bahwa pergi berladang atau bertani adalah urusan laki-laki saja.
Memang di suatu daerah yang pergi ke ladang sesuai budaya mayoritas adalah seorang pria. Tapi di daerah lain bisa jadi tugas keladang adalah pekerjaan utama perempuan.

Dan yang harus kita ingat adalah, gender bukanlah jenis kelamin atau sex semata.

Semua informasi ini saya dapat saat mengikuti acara temu blogger kesehatan Bandung yang di adakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Hadir di acara tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI drg. Widyawati, MKM, Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes RI dr. Eni Gustina, MPH, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Provinsi Jawa Barat drg. JuanitaP.F., MKM dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kota Bandung dr. Hj. Henny Rahayu Ningtyas, MKM.

Dari semua pembicara yang hadir saya tertarik membahas mengenai masalah gender yang di bawakan oleh dr.Eni Gustina, karena seperti yang saya tulis di awal, sepertinya perdebatan mengenai gender ini tidak pernah menemui jalan indah.

Kesetaraan gender sederhannya adalah, kesamaan kondisi baik laki atau perempuan untuk mendapat kesempatan hak-hak yang sama sebagai manusia.

Contohnya kenapa selalu perempuan yang bertugas bersih-bersih rumah? Apakah ada aturan yang melarang pria untuk bersih-bersih? Atau justru para pria yang tidak mau berbagi tugas.

Lainnya adalah, kenapa ada seorang laki-laki menangis selalu ada, ucapan “Jangan menangis seperti perempuan”. Padahal menangis adalah anugerah yang diberikan tuhan untuk semua mahluknya tanpa terkecuali.

Isu mengenai ketidak seteraan gender bagi perempuan salah satunya ada didunia pekerjaan. Isu perbedaan upah yang paling terlihat jelas, entah kenapa.

Apakah karena perempuan dianggap hanya sebagai penambah penghasilan suami dirumah, sehingga tidak perlu disamakan. Padahal beban dan tanggung jawab mereka sama

Sudah saatnya kita mengerti dan paham apa itu keseteraan gender, wanita tidak ingin diutamakan, mereka hanya ingin disamakan dengan hak dan kewajiban yang mereka lakukan.

Dan semua itu bisa dimulai dari keluarga. Biasakan membagi tugas antara ibu dan ayah agar bisa dicontoh oleh anak-anak.

Karena di tangan anak-anak kita lah, nanti keadilan atau kesetaraan gender bisa semakin lebih baik dan dapat diterima.
Read More

Victor Wirawan Kembangkan Mobil Listrik Indonesia

Jumat, 21 Desember 2018

21 komentar
Dunia sudah mengenal Elon Musk dengan Tesla (mobil listrik Amerika), di Indonesia kita harus mengenal Victor Wirawan yang juga bermimpi mengembangkan mobil listrik Indonesia. Tidak hanya itu, lewat Baran Energy Pria kelahiran 23 November 1983 ini juga menaruh perhatian lebih di energi terbarukan.
Victor Wirawan
Victor Wirawan, Saat berbincang di kantornya yang berada dikawasan Serpong

Victor Wirawan bukanlah sosok yang mempunyai nilai akademis setinggi langit atau mentereng seperti bintang di gelap malam. Karena saat ditemui di kantornya, pria yang sudah dikarunia 3 anak ini berbicara terus terang bahwa pendidikannya hanya sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Jujur kami saat itu kaget dan tidak percaya, kalau pria dihadapan kami ini, yang mempunyai perusahaan property, mempunyai mimpi membuat mobil listrik Indonesia, mengembangkan energi terbarukan dengan Baran Energynya hanya lulusan SMP.

Tingkat pendidikan yang tidak terlalu tinggi, ternyata tidak mencerminkan semangat seseorang untuk bisa berguna bagi orang disekitarnya bahkan untuk bangsa dan negara. Itu yang dapat saya simpulkan saat Victor Wirawan memberitahukan background pendidikan.

Victor Wirawan muda sudah mempunyai kemampuan untuk mengolah suatu hal menjadi bisnis. Di masa sekolah, saat ikan cupang aduan sedang marak, alih-alih hanya membeli dan megadu cupang disela istirahat sekolah, Victor melakukan langkah lebih jauh ketimbang teman-teman yang lain. Dia mengembang biakkan ikan cupang lalu menjualnya kembali.

Di usia 19 tahun, (di umur ini saya baru masuk kuliah) Victor Wirawan sudah mempunyai pabrik rokok. Usaha bersama ini memang tidak berjalan mulus, hanya bertahan 3 tahun karena di tipu oleh rekan bisnisnya.

Kegagalan tidak pernah membuatnya berhenti, saat berumur 24 tahun Victor dipercaya sebuah lembaga untuk menjadi kontraktor dan merehabilitasi 10.000 rumah yang tidak layak huni di sebuah kabupaten hanya dalam waktu 4 bulan.

Kemampuan dalam bidang kontruksi didapat Victor saat dia ikut bekerja di perusahaan kontraktor. Membangun jembatan, infrastruktur, gedung pemerintahan sampai jalan penghubung adalah makanan sehari-hari Victor di Kalimantan.

Jadi tidak heran, saat ada kesempatan didepan mata, dia tidak ragu untuk mengambil dan nyatanya berhasil dengan baik.

Victor Wirawan Kembangkan Mobil Listrik Indonesia 

Bisnis propertynya terus berkembang, bahkan pernah satu waktu dalam satu hari omset penjualannya bisa mencapai 100 milyar. Tapi Victor Wirawan tidak ingin berhenti di situ saja, saat ini dia mulai mengembangkan energi terbarukan Baran Powerwall yang dapat di aplikasikan di semua properti yang dia bangun.

Baran Powerwall semacam baterei yang bisa menyimpan daya listrik, dan bisa di gunakan sebagai pengganti listrik PLN baik untuk keadaan darurat ataupun untuk keseharian. Untuk mengisi daya Baran Powerwall bisa menggunakan solar panel atau menggunakan listrik dari PLN.

Sederhananya untuk menghemat listrik kita bisa atur strategi, siang hari gunakan listrik PLN namun di malam hari kita gunakan listrik dari Baran Powerwall.

Mimpi Victor pun semakin meluas, terinspirasi dari Elon Musk dengan Teslanya, Victor mulai mengembangkan mobil listrik. Karena Victor sadar, polusi yang ditimbulkan karena energi dari fosil seperti minyak memberikan dampak polusi yang cukup besar bagi bumi.

Tahun 2017 di wilayah DKI polusi emisi gas buang yang meliputi Carbonmonoksida (CO2), 90% di hasilkan oleh sektor transportasi. Jadi tidak heran kalau mobil listrik akan menjadi solusi kedepannya untuk menjaga bumi agar anak-anak kita bisa hidup lebih baik.

Victor Wirawan Elon Musknya Indonesia memang nekat mengembangkan mobil listrik dan energi terbarukan untuk kehidupan sehari-hari. Semua yang dikembangkan adalah karya Indonesia yang dibuat oleh pemuda Indonesia dan benar-benar produk asli Indonesia.

Jujur saya masih penasaran, rahasia apalagi di balik sosok Victor Wirawan, sehingga lulusan SMP ini bisa sukses dan memimpin perusahaan yang mempunyai karyawan dengan tingkat pendidikan 2 atau 3 tingkat diatasnya.

“Membaca momentum..” Ujarnya singkat.

Victor Wirawan punya insting kuat membaca momentum bisnis apa yang kedepannya akan potensial. Terlihat dari bisnis ikan cupangnya di masa sekolah, properti saat muda dan kini merintis bisnis di energi terbarukan.

Saya belajar banyak dari sosok satu ini, di usia yang masih muda (setidaknya lebih muda dari saya), penampilan yang tidak terlihat formal dengan jeansnya, ternyata sosok yang punya pengalaman bisnis dengan jam terbang yang tinggi dan punya pandangan jauh kedepan.

“Saat ini Bisnis tidak hanya melulu uang, tapi bagaimana bisa berguna bagi orang lain” Ujarnya menutup pembicaraan kami sore itu.

Baran Energy, Energi Terbarukan Untuk Indonesia


Read More

Cara Mudah Menikmati Indahnya Pulau Dewata

Kamis, 20 Desember 2018

Tidak ada komentar
Keindahan Bali sudah tidak terbantahkan. Pulau ini sudah jadi magnet pariwisata dunia. Bahkan tidak perlu dipromosikan saja, cerita keindahan dan keaneka ragaman budayanya sudah tersebar kepenjuru dunia.
Sarapan pagi sambil menikmati indahnya alam Ubud, kapan lagi bisa ngerasaain ya
Saya sudah beberapa kali nengunjungi pulau dewata Bali, baik untuk urusan pekerjaan, liburan sampai ngurusuin bulan madu sahabat.

Jujur sudah lama tidak mengeksplore Bali, mungkin sudah 2-3 tahun lalu kami (saya dan istri) terakhir kesana. Itu pun dalam misi pekerjaan, jadi tidak maksimal menikmati wisata pulaunya para dewa.

Tahun depan kami ada rencana ke Bali, dan saat ini sedang dalam tahap persiapan ittenerary perjalanan.
Merencanakan mau menginap dimana, hari kedua tujuan wisatanya apa, sampai beli oleh-oleh di toko mana harus di persiapkan jauh-jauh hari karena terkait budget travel kami yang tidak unlimited. Walau kami sadari perencanaan biasanya suka meleset jauh dari prakteknya.
Suara sungai Campuhan Ubud, masih terekam hingga kini.
Destinasi wisata favorit kami adalah dataran tinggi berhawa sejuk macam Ubud, Kintamani atau Bedugul. Menurut kami, Menikmati hawa sejuk di Bali itu semacam anti mainstream atau bisa dibilang Anomali (tidak seperti biasanya), karena semua yang datang Ke Bali, hampir 50% akan memilih pantai sebagai destinasi utama.

Salah satu pantai yang terkenal adalah Kuta. Tapi kurun waktu 5-10 tahun kebelakang banyak wisata pantai yang berkembang dan menjadi alternatif para wisatawan.

Kuta bagi kami adalah titik awal dan titik akhir perjalanan di Bali. Baru mendarat di Bali kurang sah rasanya kalau tidak ke Kuta sebelum melanjutkan perjalanan. Dan saat akan mengakhiri liburan di Bali pun rasanya kurang lengkap juga tanpa menjejakkan kaki di pasir Kuta yang mempunyai garis pantai sejauh 5 kilometer ini.

Terlebih, saya punya kakak sepupu yang tinggal di daerah Kuta. Jadi kalau ke Bali, hampir 100% kami akan ke Kuta.

Apalagi kalau bugdet hotel kami sudah mulai menipis gara-gara salah perhitungan, lumayanlah 1-2 malam menginap di rumah kakak, irit sekaligus menyambung silaturahmi.
Harga di Traveloka tertera sangat jelas sehingga mempermudah kita mengatur bugdet perjalanan wisata.
Menyusun rute perjalanan sesuai bugdet itu sangat penting, sebenarnya semua bisa kita prediksi di awal, mulai dari biaya transportasi sampai masalah penginapan. Jadi kita tidak perlu khawatir tidak bisa pulang atau kebingungan cari penginapan saat liburan. Caranya?

Memanfaatkan aplikasi booking online salah satunya Traveloka. Yeeess, Traveloka bisa kita manfaatkan untuk mengatur perjalanan wisata kita. Mulai dari pesan tiket pergi-pulang dan memilih hotel dengan pilihan yang beragam sesuai dengan estimasi budget dan tentunya lokasi strategis yang kita inginkan.

Sederhananya seperti ini, misal kita berencana 7 hari di Bali. 2 hari pertama di Kuta, 4 hari di Ubud dan hari terakhir kembali di Kuta.

Semua itu bisa kita atur sebelum keberangkatan. Jadi saat di Bali kita tidak seperti orang bingung, karena sudah punya tujuan tempat untuk istirahat. Tinggal mengoptimalkan tujuan wisata selanjutnya menggunakan moda transportasi darat baik online maupun konvensional.

Saran saya sih, Kuta harus ada di agenda hari terakhir, kenapa? Kalau ke Bali nggak ke Kuta itu, rasanya kaya ada yang ngajak nikah tapi gak di KUA, atau sama aja pergi ke Bali tapi pesen hotelnya bukan di Traveloka, ya nggak sah lahh. Haahahahahhaaa..

Alasan utama kenapa harus Kuta dihari terkahir adalah, jarak Kuta dan Bandara yang tidak terlalu jauh. Jadi kita tidak terburu-buru di hari terkahir di Bali, syukur-syukur masih bisa menikmati matahari tenggelam di pantai Kuta.

Pilihan hotelnya pun beragam, kalau daerah Kuta Legian dianggap terlalu riweuh dan kusut, sekali-kali bolehlah cari hotel di wilayah Kuta Selatan.

Kalau bingung memilih hotel mana yang sesuai bugdet cukup akses ke www.traveloka.com dan semua masalah akan terselesaikan. Saya sarankan untuk mengakses dari aplikasi Traveloka yang bisa di cari di google playstore, karena ada penawaran harga yang lebih murah ketimbang booking via website.

Di Traveloka kita bisa pilih hotel berdasarkan area, contoh kita tinggal tulis Kuta Selatan, maka akan tampil seluruh hotel yang ada di daerah tersebut.

Bahkan kita bisa spesifik mengenai range harga yang kita inginkan. Hampir semua harga yang tertera sudah termasuk pajak (inclusive tax) dan dibeberapa hotel kita bisa bayar ditempat.

Baiknya sih booking langsung bayar, perjalanan kita jadi lebih teratur. Toh Traveloka sudah sangat terpercaya untuk masalah booking hotel, tidak hanya di Indonesia tapi juga seluruh dunia.
Ini fasilitas penting buat para traveler. Traveloka memberi saran, kapan saja harga hotel sedang murah dengan memberi warna hijau pada tanggal.
Satu fitur yang menurut saya menarik adalah, ada tampilan yang menunjukkan harga terendah saat kita akan memilih waktu menginap. Tanggal dengan harga terendah ditandai dengan warna hijau, ini bisa jadi pertimbangan kita juga untuk melakukan perjalan wisata bersama keluarga.

Dengan pilihan hotel yang beragam dan harga yang lebih murah dan simple, kamu harus coba booking hotel Traveloka. Jamin ketagihan, selamat menikmati liburan bersama keluarga.
Read More

HIV AIDS sudah ada obatnya di indonesia

Minggu, 16 Desember 2018

Tidak ada komentar
HIV AIDS sudah ada obatnya di Indonesia, masa sih? Kalau kalian belum tahu, berarti tidak jauh beda dengan saya. Tepat di bulan Desember yang dikenal sebagai peringatan hari AIDS sedunia pada tanggal 1, saya pun baru tahu.
(tengah) Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes
Bahkan sejak tahun 2005 obat HIV/AIDS yang lebih dikenal dengan ARV (AntiRetorViral) sudah disediakan gratis oleh pemerintah bagi para penyintas HIV/AIDS.

HIV (Human Immunodefeciency Virus) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS. Sementara AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang terjadi karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV.

Dalam bahasa sederhananya, HIV adalah virus penyakitnya, sedangkan AIDS adalah gejala atau efek yang ditimbulkan karena virus HIV.

Masyarakat awam masih mempunyai pandangan negatif, cenderung mendiskreditkan para penyintas HIV/AIDS. Harus dimengerti bahwa HIV/AIDS adalah sebuah penyakit layakanya penyakit stroke atau pun darah tinggi.

Pemahaman ini saya dapat saat menghadiri acara di Kementerian Kesehatan yang dihadiri oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes dan Penyintas HIV/AIDS Neneng Yuliani yang hadir mewakili Yayasan Syair Untuk Sahabat.

Kalau dibandingkan dengan penularan penyakit demam berdarah yang tersebar melalui nyamuk atau TBC melalui udara, penyebaran HIV/AIDS sebenarnya tidak semudah yang kita kira selama ini.

HIV/AIDS hanya bisa ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak sehat (freesex), berbagi jarum suntik (narkoba), produk darah/organ tubuh (donor) dan ibu hamil yang positif HIV ke bayinya.

Jadi tidak usah panik kalau ada teman-teman penyintas HIV/AIDS di dekat kita. Virus tersebut tidak akan dengan mudah menular dengan kita berjabat tangan, berpelukan bahkan saat kita berciuman.

HIV AIDS sudah ada obatnya di Indonesia

Agar jelas diawal, virus HIV AIDS akan selalu ada di dalam tubuh penyintas. Nah ARV (AntiRetroViral) berfungsi untuk mengendalikan perkembangan virus itu di dalam tubuh kita.

Dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, menganalogikan, bahwa virus HIV itu seperti mesin fotokopi. Tiap hari akan selalu bertambah banyak. Nah dengan mengkonsumsi ARV, virus tersebut dikendalikan.

Kehadiran dan cerita Neneng Yuliani di acara hari itu sangat menginspirasi dan memberikan gambaran, bahwa para penyintas HIV/AIDS bisa bertahan dan hidup normal dengan rutin mengkonsumsi ARV.

Neneng terinfeksi virus HIV melalui suaminya, yang bikin Neneng hancur dan bingung saat mengetahui kabar tersebut dari dokter, dia sedang mengandung 4 bulan.

Tapi dengan arahan dokter dengan mengkonsumsi ARV secara rutin, buah hatinya bisa lahir dengan kondisi negatif HIV. Sementera Suami Neneng hanya mampu bertahan beberapa bulan dalam perawatan karena virusnya sudah terlalu menyebar.

Dan saat Neneng memutuskan menikah kembali dengan suami yang positif HIV, dua orang anak hasil perkawinan merekapun negatif dari virus HIV.

Stigma bahwa HIV/AIDS menyeramkan dan mematikan lebih karena penyebaran penyakit ini cenderung melalui hal-hal yang negatif, freesex dan narkoba.

Untuk itu pemerintah fokus untuk mencegah penyebaran virus HIV dari ibu hamil ke bayinya. Langkah awal adalah periksa darah, dan jika (memang) terjangkit virus HIV segera lapor agar diberikan perawatan agar si bayi bisa punya kesempatan hidup dengan negatif HIV.

Tentu kita semua tidak ingin terkena penyakit jenis apapun, untuk itu harus saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan dan memberi dukungan moril bagi sahabat, teman atau keluarga (jika ada) yang menerima cobaan penyakit.

Jadi kalau ada yang bertanya apakah HIV AIDS sudah ada obatnya di Indonesia, jawablah dengan lantang. Sudaaahh..!!

Neneng Yuliani bercerita bagaimana dia berjuang mengedukasi keluarga dan orang-orang terdekat saat divonis positif HIV
 HIV AIDS sudah ada obatnya di indonesia HIV AIDS sudah ada obatnya di indonesia HIV AIDS sudah ada obatnya di indonesia HIV AIDS sudah ada obatnya di indonesia 

HIV AIDS sudah ada obatnya di indonesia

Read More

Ciri-Ciri Fintech Yang Terdaftar Di OJK

Selasa, 27 November 2018

Tidak ada komentar
Beberapa bulan kebelakang, istilah Fintech sedang ramai di perbincangkan. Heboh dan penuh drama, melebih akun sosial media yang dulunya ngebahas gosip selebritis sekarang beralih bahas politik. Sebelum saya bahas ciri-ciri fintech yang terdaftar di OJK (otoritas jasa keuangan), ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu fintech.
(kiri-kanan) Ali Nuryasin, Hendrikus Passagi, Zulfitra Agusta, Surya Wijaya dan Tumbur Pardede
Hadir di acara sosialisasi program fintech peer to peer lending “Kemudahan Dan Risiko untuk Konsumen” yang diadakan oleh TEMPO Media pada 23 November 2018 lalu, saya semakin memahami apa itu Fintech dan ciri-ciri fintech yang terdaftar di OJK.

Fintech (Financial Technology) menurut Hendrikus Passagi selaku Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK adalah layanan atau jasa keuangan yang berbasis teknologi.

Acara yang dimoderatori oleh Ali Nuryasin yang merupakan Redaktur Ekonomi Tempo, menghadirkan narasumber Ketua Bidang Kelembagaan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Tumbur Pardede.

Dan pada kesempatan tersebut hadir pula dua perwakilan dari pengelola platform Fintech, yaitu Zulfitra Agusta selaku Chief Commercial Officer Crowdo Indonesia dan Surya Wijaya selaku Chief Information Officer KlikAcc.

Menurut OJK, Fintech pada dasarnya terbagi menjadi 4 karateristik, Payment, Settlement, and Clearing; Market Aggregator; Risk and Investment Management; dan yang terakhir Crowdfunding dan Peer to Peer Lending.

Ada dua klasifikasi yang sangat dekat dengan masayarakat umum, yaitu Payment, Settlement, and Clearing diatur langsung oleh BI. Fintech type ini biasanya digunakan untuk perbankan, transaksi jual beli online termasuk e-wallet dan payment gateway.

Lalu Crowdfunding dan Peer to Peer Lending, melalui fintech ini, pengguna memungkinkan memperoleh sejumlah pinjaman uang sesuai dengan ketentuan yang berlaku di setiap penyedia jasa. Selain itu juga crowdfounding bisa digunakan untuk mengumpulkan dana sosial yang nantinya disalurkan kepada yang membutuhkan.

Ciri-Ciri Fintech Peer to Peer Lending Yang Terdaftar Di OJK

Beberapa bulan lalu melalui group pesan di smartphone saya, terjadi percakapan yang menggelitik. Kawan dekat di masa kuliah bertanya keadaan kabar kawan kami yang sudah lama tidak terdengar kabarnya.

“Adapakah dengan saudara kita si Anu, apakah dia baik-baik saja?” Ujar kawan saya.

“Udah lama gak kelihatan Bang, emangnya ada apa”. Seorang kawan lainnya coba menjawab.

“Ada yang menelpon dan kirim pesan ke saya, mencari saudara kita si Anu. Katanya dia ada tunggakan yang harus dibayar”.

Dan dialog singkat yang tidak berlanjut panjang tersebut menemui benang merahnya sekarang.

Kalau saya boleh menganalisa, kemungkinan besar sahabat saya si Anu ini terkait tunggakan fintech. Pertanyaannya adalah, kok bisa penyelenggara fintech tersebut menghubungi kawan kami padahal dia bukan merupakan sanak famili.

Fintech yang menjanjikan pinjaman cepat dengan syarat (sangat) mudah sudah makin menjamur. Dan makin banyak orang-orang yang terjerat dengan tipu daya mereka.

Saya tidak mencoba membela si Anu yang kemungkinan telat membayar atau meminjam uang untuk kebutuhan konsumerisme, tapi jika ada platform fintech yang mengakses data nomor kontak di smartphone kita, maka itu salah satu indikator fintech ilegal dan belum terdaftar di OJK.

Kita harus mengetahui beberapa ciri-ciri fintech yang terdaftar di OJK jika kita ingin menggunakan jasa fintech peer to peer lending atau pembiayaan pinjaman adalah:
  • Kantor dan pengelola tidak jelas dan sengaja disamarkan keberadaannya. Kalau memang benar, kenapa kantornya harus disamarkan.
  • Syarat dan proses peminjaman sangat mudah, kadang yang terlalu medah malah akan menjebak.
  • Tidak hanya menyalin seluruh data nomor telepon, tapi semua foto-foto dari handphone calon peminjam pun di salin.
  • Tingkat bunga dan denda sangat tinggi dan diakumulasikan setiap hari tanpa batas, tidak lebih seperti rentenir dibalut teknologi.
  • Melakukan penagihan online dengan cara intimidasi dan mempermalukan para peminjam melalui seluruh nomor handphone yang sudah disalin. Ini sepertinya yang terjadi oleh kawan saya.
Berarti fintech ini bahaya dong, menyusahkan dan tidak patut diperjuangakan. Nggak gitu juga Bos, fintech peer to peer lending ini hadir untuk mengisi celah yang tidak bisa dilakukan oleh perbankan konvensional.

Contoh, kalau kita membutuhkan pinjaman untuk usaha dan butuh cepat di akhir pekan, tentu tidak mungkin mengandalkan perbankan disituasi seperti ini.

Dengan waktu singkat, dana bisa cair. Namun bak buah simalakama, kemudahan ini juga bisa berbahaya jika digunakan dengan tidak bijak. Jadi kalau memang tidak berkemampuan untuk mengembalikan dan meminjam bukan untuk hal yang produktif lebih menjurus konsumerisme.

Lalu bagaimana triknya agar kita tidak terjebak dalam lingkaran yang fintech yang tidak bertanggung jawab?
  • Cek legalitas perusahaan fintech tersebut apakah sudah terdaftar atau berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jika belum maka jangan melakukan peminjaman pada perusahaan tersebut.
  • Nominal pinjaman wajib sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan meluniasi (maksimal 30% dari penghasilan), jadi jangan maksain diri untuk pinjam banyak padahal tidak akan mampu membayar.
  • Baca dan cermati baik-baik syarat dan ketentuan (misalnya bunga dan denda) dari perusahaan peminjam, dan tidak semua perusahaan fintech lending memiliki syarat dan ketentuan yang sama.
  • Sebelum melakukan peminjaman, bisa lakukan perbandingan penawaran peminjaman antar perusahaan fintech lending yang ada.
  • Bila terjadi permasalahan atau pelanggaran dengan perusahaan fintech yang terdaftar di OJK maka bisa melaporkannya ke Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan OJK.
Sekedar gambaran, per Oktober 2018 baru ada 73 fintech yang di akui oleh OJK dan tergabung dalam AFPI. Sementara diluaran sana lebih dari 300 fintech ilegal yang masih berkeliaran dan meresahkan tidak hanya masyarakat, tapi juga pemangku kebijakan.

Semakin banyak laporan mengenai fintech ilegal ini semakin baik agar pihak kepolisian bisa bertindak. OJK akan terus mengawasi, tapi memang tidak bisa mengintervensi untuk melarang aplikasi fintech ilegal yang selalu bermunculan di Google playstore.

Hendrikus Passagi memberikan gambaran kepada semua yang hadir, bahwa fintech membawa banyak manfaat. “Jangan hanya beritakan sisi negatif dari fintech”, tutup Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK.

Ciri-Ciri Fintech Yang Terdaftar Di OJK

Read More

Beli Asuransi Masa Kini, di HappyOne.ID

Kamis, 15 November 2018

Tidak ada komentar
Nggak pernah membayangkan kalau kita bisa membeli asuransi dengan mudah melalui internet. Memangnya bisa? Bisalah, coba cek ke www.happyone.id, produk asuransi berbasis digital dari Asuransi Astra yang di lauching pada tanggal 17 Oktober 2018.

Saya jadi teringat saat beberapa tahun lalu masih di tawari oleh sales marketing/agen asuransi untuk membeli produk dari asuransi perusahaan mereka. Jujur saja, mereka menawarkan produknya dengan semangat, tidak kenal lelah dan mungkin terlihat sangat "intimdatif".

Belum lagi waktu yang harus kita sisihkan agar bisa mendengarkan penjelasan mereka, walau para agen asuransi itu akan sangat senang hati mengikuti kemauan kita, kapan ada waktu untuk bisa bertemu. Tapi tetap saja, memutuskan kapan untuk bertemu saja sudah sangat menyita waktu.

Untuk itu Asuransi Astra melalui produk asuransi digital Happyone.id menghadirkan kenyamanan digital journey saat membeli produk asuransi secara online.

Happyone.id dapat diakses dengan mudah melalui website, mulai dari pembelian produk sampai cek status dan riwayat pembelian.

Sesuai dengan tagline "my all in one insurance" produk yang ada di happyone.id sangat sesuai dengan kebutuhan kita.

Mulai dari HappyMe, perlindungan asuransi kecelakaan diri yang manfaat utamanya berupa santunan meninggal atau cacat tetap. HappyEdu, asuransi pendidikan yang memastikan anak tertanggung akan dapat melanjutkan pendidikannya jika orangtuanya meninggal dunia karena kecelakaan.

Lalu ada juga asuransi kebakaran untuk melindungi rumah saat terkena bencana yang tidak kita inginkan, melalui produk HappyHome. Dan yang paling menarik (menurut saya) adalah HappyTrip, Asuransi perjalanan dengan berbagai manfaat yang tentunya akan sangat berguna bagi para pecinta perjalanan.

Keempat produk tersebut (HappyMe, HappyEdu, HappyHome dan HappyTrip) dapat di beli melalui online dengan nilai preminya bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita. Saya sempat kaget, dengan nilai premi sebesar 40.000, kita sudah bisa tercover oleh HappyTrip untuk melindungi perjalanan wisata domestik kita. Penasaran kan?

Cara Log In di HappyOne.id

Lalu bagaimana caranya agar kita dapat merasakan manfaat asuransi HappyOne.id? Langkah pertama adalah mengkases situsnya di www.happyone.id, begitu masuk home screen jangan panik dan bingung.

Di halaman utama memuat informasi umum mengenai HappyOne.id, mulai dari alamat kantor, sampai nomor telpon contact center.

Kita bisa eksplore masing-masing produk dari HappyOne.id dengan sangat mudah. Penjelasan detil mengenai 4 produk andalan HappyOne.id sudah terpampang dengan sangat jelas di banner paling atas website tersebut, kita tinggal klik masing-masing produk yang ingin kita cari tahu lebih detil.

Untuk dapat mengakses semua produk HappyOne.id di website, kita bisa menggunakan OneId atau satu identitas yang kita daftarkan di website.

Dengan OneId, kita bisa merasakan semua manfaat dari HappyOne.id untuk melakukan pembelian, cek riwayat polis, cukup berbekal email aktif saja kita sudah mempunyai OneID dari HappyOne.id

Lalu bagaimana cara mendaftarnya? Gampang sekili,...eh maksudnya gampang sekali.

Langkah pertama, pilih dulu produk yang kita inginkan. Misalnya kita pilih HappyTrip, lalu kita akan masuk kelaman penjelasan mengenai HappyTrip, klik "Info Lengkap" dan kemudian klik "Beli Sekarang".

Bagi yang pertama kali mengakses www.happyone.id, dan belum mempunyai akun OneID jangan khawatir. Lanjutkan saja dulu prosesnya ya.

Dilaman pembelian HappyTrip ada tiga langkah yang harus kita lewati, langkah pertama kita harus isi, dari mana kita berangkat dan tujuan perjalanan kita, lalu berapa lama perjalanan tersebut.

Selain mengisi destinasi, kita juga bisa memilih opsi, apakah ini perjalan individu atau keluarga. Kalau memang bersama keluarga, kita bisa mengikut sertakan dengan mengisi berapa jumlah orang dewasa dan anak yang ikut serta dalam perjalanan.

Kalau kita sudah mengisi semua kolom, maka akan muncul estimasi harga premi dan detail manfaat yang kita peroleh. Kita tinggal pilih paket yang kita inginkan, sesuai kebutuhan. Kemudian pilih Next.

Nah masuk ke langkah kedua ini yang sangat penting. Untuk yang belum punya akun OneID, kamu bisa klik daftar sebelum melanjutkan keproses selanjutnya. Siapkan alamat email yang aktif, karena notifikasi (berupa enam digit angka) OneID akan dikirim keemail tersebut. Setelah proses notifikasi berhasil, kita bisa melanjutkan transaksi kita sebelumnya.



Kemudian kita bisa melanjutkan kelangkah ke tiga, yaitu laman ringkasan premi dan metode pembayaran.

Ada tiga macam metode pembayaran, melalui kartu kredit, BCA klikpay dan transfer melalui virtual account bank Permata. 


Selesai sudah, nggak sampai 10 menit kita udah tercover asuransi, gak perlu buang waktu ketemu agen asuransi dan gak perlu mahal.

Gimana? Sederhana, Mudah dan Cepat kan, beli asuransi di Happyone.id?

HappyOne.id "my all in one insurance"  #bethehappyone

       
Read More

Dampingi Dan Beri Semangat Untuk Para Penyintas Diabetes Anak

Rabu, 07 November 2018

3 komentar
Mendengar kata diabetes selalu membuat detak jantung saya melemah dan nafas menjadi sesak. Almarhumah ibu saya adalah pengidap diabetes yang secara genetik akan mudah menurun ke anak laki-lakinya yaitu saya. Tapi yang lebih mengejutkan adalah, saat saya bertemu dengan penyintas diabetes pada anak.
Dr. dr, Aman Pulungan saat memberikan pemaparan mengenai diabetes pada anak
Mengingat kembali perjuangan almarhumah ibu saat berjuang melawan diabetes sungguh membuat hati ini pedih teriris tanpa disadari seakan ada irisan bawang merah di bawah kelopak mata.

Tidak terbayangkan juga perjuangan bapak dan adik-adik saya yang secara rutin menjaga almarhumah, karena tinggal dalam satu rumah.

Lalu bagaimana dengan anak yang terdiagnosis diabetes? Bagaimana perasaan orang tuanya?

Fulki Baharudin Prihandoko, anak lelaki berumur 12 tahun yang masih sekolah di tingkat menengah pertama adalah penyintas diabetes anak. Fulki terdiagnosa diabetes saat berumur 9 tahun.

Orang tua Fulki, bapak Konang Prihandoko dan ibu Aisyah bercerita kepada kami saat awal kali mengetahui anak tercintanya di diagnosa diabetes.

Gejala awal yang dialami Fulki yang paling menonjol adalah mudah sekali haus. "Fulki bisa dengan mudah menghabiskan air putih dalam sekali teguk" Ujar ibu Asiyah. Ini disebabkana karena tubuh kekurangan cairan/dehidrasi karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin.

Selain itu juga, anak terdiagnosis diabetes akan lebih sering buang air kecil. Bahkan disaat malam hari, banyak kasus mengompol di usia yang sudah cukup besar, dikarenakan ketidak mampuan tubuh dalam menyerap cairan dengan maksimal.
Aisyah, ibu Fulki saat memperlihatkan perlengkapan apa saja yang dibawa oleh Fulki saat ke Sekolah.
Orang tua Fulki sudah membaca gejala-gejala kesehatan anaknya, dan sudah berkali-kali konsultasi dengan dokter. Setiap konsultasi, yang dijadikan fokus adalah problem mengompol Fulki. Sehingga berkali-kali pula diberikan obat untuk mengurangi masalah ini, tapi problemnya tidak kunjung selesai

Sampai pada titik tertentu, Fulki masuk IGD karena badannya terasa lemas, lalu orang tua Fulki berinisiatif meminta untuk cek kandungan gula darah.

Hasilnya mencengangkan, kadar gula Fulki 700 lebih, sehingga Fulki yang hari tersebut sudah diperbolehkan pulang, kembali di telepon pihak rumah sakit untuk menjalani rawat inap untuk menjalani berbagai prosedur.

Sekedar informasi saja, untuk orang dewasa dengan kadar gula 700, kemungkinan besar akan kolaps.

Fulki anak hebat dan di berkahi oleh orang tua yang sangat luar biasa perhatian. Orang tua Fulki sempat kaget dan heran kenapa ini bisa menimpa Fulki, tapi itu hanya sebentar saja. Mereka lalu fokus bagaimana agar Fulki bisa tetap melewati masa anak-anak, tanpa harus dibebani dengan label penyintas diabetes.

Diabates pada anak bukan hanya sekedar Gen, karena orang tua Fulki tidak ada yang mengidap diabetes. Sekalipun ada dari garis keluarga yang terkenan daibetes, hubungannya sangat jauh. Kalau bisa dibilang, Fulki dan anak-anak penderita diabetes adalah anak pilihan tuhan yang diberikan tugas untuk menginspirasi orang disekitar mereka.

Diabetes harus menjadi perhatian bagi kita semua, terlebih diabetes pada anak. Dengan adanya bonus demografi yang arti akan makin banyak angka kelahiran, tentu kasus diabetes pada anak akan menjadi masalah serius.

Menurut data yang di terbitkan Diabetes Atlas IDF, 8th ed,  2017, Indonesia berada diperingkat ke 6 kasus diabetes tertinggi dengan 10,3 juta kasus diabetes. Peringkat pertama Cina dengan 114.4 juta disusul India (72,9), Amerika Serikat (30,2), Brasil (12.5) dan Meksiko (12,0).bet

Tahun 2045, diperkirakan Indonesia akan berada diperingkat ke 7 dengan jumlah kasus 16,7 juta. Penurunan peringkat ini bukan karena penangan diabetes di Indonesia makin baik, tapi karena negara lain yang makin memburuk.

India akan menjadi negara dengan kasus diabetes yang meningkat paling tajam dengan 85% kenaikan ditahun 2045 yaitu 134.3 juta. Sementara China berhasil menekan penigkatan penderita diabetes dengan 5% kenaikan, pun dengan Amerika Serikat dengan angka kenaikan 16.5%. Bandingkan dengan Indonesia yang mengalami kenaikan hampir 60% ditahun 2045.

Agar para anak penyintas diabetes bisa mandiri dan berkatifitas normal, perlu support dan dukungan orang tua. Karena tidak sedikit orang tua yang entah malu atau tidak mau membuat anakanya sedih, sehingga menyangkal kalau anaknya mengidap diabetes.

Beri perhatian lebih pada anak, kenali gejala dan jangan malu unutk mengakui bahwa anak kita mengidap diabetes. Dengan terbuka, maka semua bisa saling menjaga dan mengingatkan demi kebaikan sang buah hati.

Read More