Pertempuran Mencuci di Mulai, Semua Akan Indah Pada Akhirnya Dengan Pelembut dan Pewangi Pakaian

Rabu, 08 Juni 2022

6 komentar
“Mau nyuci baju atau setrika?” Tiba-tiba teman hidup saya bertanya, ketika saya sedang menikmati kopi tubruk di pagi hari yang syahdu.

“Hhhhmmm nyuci baju ajalah”. Jawab saya, setelah menimbang beberapa faktor resiko.

Karena dalam pemikiran saya, mencuci baju dengan mesin cuci satu tabung bukan hal yang berat, hanya punya tantangan saat memilih mana pakaian yang harus didahulukan atau memisahkan pakaian berwarna dan yang putih. Sementara kalau menseterika, kita harus duduk berjam-jam menggerakkan tangan ke kanan dan kiri tanpa henti.

pelembut-dan-pewangi-pakaian
Pilih mana, mencuci atau menseterika?

Justru yang paling terberat dari ritual mencuci adalah sesi menjemur pakaian, terlebih kalau tempat jemuran kita terbatas. Salah menempatkan pakaian, keringgg nggak malah bau apek. Tapi masalah bau apek, saya sangat terbantu dengan adanya pelembut dan pewangi pakaian. Soal ini saya akan cerita lebih lanjut.

Umur berapa kalian pertama kali mencuci baju sendiri? Untuk para perempuan pasti punya pengalaman mencuci baju lebih dulu ketimbang laki-laki, pertama karena budaya dan yang kedua karena siklus menstruasi yang membuat anak perempuan harus bisa cepat beradaptasi bertemu dengan deterjen pembersih untuk belajar membersihkan pakaian mereka sendiri plus dengan pelembut dan pewangi pakaian.

Lain hal kalau kita sekolah di asrama atau pesantren, semua anak mau tidak mau akan mencuci bajunya sendiri. Itu kalau di pesantren jaman dulu atau di daerah, kalau jaman now di pesantren yang dekat dengan kota? Hhhhmmmm sepertinya tidak seperti itu juga sih, saya punya 2 keponakan (cowok dan cewek), untuk urusan mencuci baju, orang tuanya rela bolak-balik setiap minggu untuk mengambil pakaian kotor. Atau minimal di pesantren sudah ada fasilitas laundry.

Pertama kali mencuci baju sendiri waktu SMA, itupun saat kemah ketika berkegiatan pramuka. Mau tidak mau, bisa tidak bisa sok-sokan nyuci celana, baju yang terkena lumpur diarea berkemah. Tentu saja mencucinya tidak dengan kaidah pada umumnya, cuma kasih sabun, rendam, kucek-kucek sebentar, bilas dan jemur. Walhasil, sampai dirumah, pakaian saya tetap dicuci kembali oleh (alm) mamah.

Saat Kuliah, karena sering tinggal di rumah pakde atau kosan teman, rutinitas mecuci jadi lebih sering dan lebih terstruktur. Itupun karena melihat kawan-kawan satu kosan yang sering mencuci sendiri, jadi learning by doing. Mencuci pakai tangan tanpa bantuan mesin cuci. Pada jaman itu, laundry adalah sebuah kemewahan.

Ehhh tapi kalian pernah gak diajarain secara langsung bagaimana mencuci pakaian oleh orang tua? Dalam artian, beneran mempersiapkan waktu untuk diajarin loh ya, bukan disuruh-suruh sambil diomelin, hahahahahaha. Karena (alm) Mamah, gak pernah ngajarin, mungkin alasannya karena gak akan bersih atau malah tambah ngerepotin.

Perjuangan dan pengalaman terberat saya dalam urusan cuci baju menggunakan tangan adalah, ketika bekerja sambilan di bengkel mobil saat kuliah. Haddoooohh kalian tahu baju kerja atau werpak? Ituloh yang modelnya kaya jumpsuit, baju sekaligus celana.

Udah kebayang gimana bekas oli dan noda lain menempel di baju kerja kita. Tapi untuk mencuci baju kerja setiap hari bakalan sia-sia dan buang waktu, jadi biasanya saya mencuci satu minggu sekali.

Untuk menjaga higienitas, saya pakai kaos dan celana pendek sebagai dalaman saat menggunakan baju kerja/werpak, beruntung saya bertugas dibagian gudang yang kadang diperbantukan sebagai admin. Tapi saya juga bisa turun langsung saat bengkel sedang ramai atau karyawan sedang banyak yang tidak masuk.

Kalau di ingat-ingat, cara saya mencuci baju kerja/werpak sangat barbar atau asal-asalan. Ini pengalaman saya sendiri loh ya, bisa jadi mekanik atau montir yang lain lebih bersahaja dalam mencuci baju kerjanya.

Jadi saya punya dua/tiga baju kerja, diakhir minggu (biasanya sabtu sore), setelah jam operasional bengkel selesai, saya akan merendam baju kerja. Satu ember air ditambah satu sachet deterjen khusus untuk satu baju kerja. Saya rendam lalu saya tinggal pulang, esok hari atau maksimal di hari Senin, baru saya sikat seadaanya, bilas dan jemur, selesai.

Yessss, minimal saya rendam 1x24jam, bisa juga sampai 2x24 jam kalau saya lagi malas. Gimana? Barbarkan? Kadang kalau lagi apes, baju kerja masih sedikit ada bau apek, karena salah jemur atau kelamaan direndam.

Tapi kok saat itu, saya gak kepikiran untuk menggunakan pelembut dan pewangi pakaian yang terpisah ya? Kalau di sachet kemasan deterjennya memang sudah tertulis termasuk pewangi, walau tidak terasa wanginya. Apa mungkin pada tahun 2000-2006 belum ada produk pelembut dan pewangi pakaian yang dijual terpisah.

Karena seingat saya, Molto yang merupakan brand pelembut pakaian (bayi/anak/keluarga) dan pewangi pakaian pertama di Indonesia dan sudah dijual di 28 negara, baru berhasil menerima penghargaan Top Brand Awards selama 5 tahun berturut-turut pada tahun 2009 hingga 2013. Bisa jadi memang pada saat itu belum ada produk pelembut dan pewangi pakaian yang dijual terpisah, jujur saya kesulitan mencari data kapan Molto pertama kali diperkenalkan ke publik Indonesia.

Pelembut dan pewangi pakaian Molto Korean Strawberry

Beda Pelembut dan Pewangi Pakaian dengan Pelicin Pakaian

Secara logika sederhana, pelicin pakaian itu digunakan saat menyeterika baju yang sudah dicuci dan dijemur sampai kering. Jadi memudahkan kita dalam proses menyetrika agar pakaian yang awalnya kusut jadi lebih mudah licin dan rapi. Setrikanya gak nyangkut-nyangkut.

Sementara pelembut dan pewangi pakaian adalah cairan pelembut yang dicampurkan air yang digunakan setelah kita membilas atau membersihkan pakaian dari sisa deterjen pembersih saat mencuci baju. Agar lebih efektif ada baiknya direndam beberapa saat agar serat kain lebih elastis.

Awalnya hanya ada pelembut pakaian, namun dalam perkembangannya ditambahkan juga aroma wewangian agar pakaian menyebarkan aroma harum dan menyegarkan sesaat setelah dicuci.

Terkait inovasi dan perkembangan produk pelembut dan pewangi pakaian di Indonesia, tim research Molto terus berinovasi untuk dapat menghadirkan produk yang bisa digunakan secara aman dan nyaman untuk seluruh keluarga di Indonesia, salah satunya dengan meluncurkan produk Molto Korean Strawberry.

Kenapa Strawberry dari Korea? Emangnya beda ya sama strawberry dari Indonesia, Bandung lebih tepatnya. Hayyoo, para penggemar Drakor (drama korea, film, series dll) dan Kpop (Korean Pop, musik) tahu gak apa bedanya?

Ternyata strawberry Korea dari segi ukuran bisa 2x lebih besar, lebih juicy dan ternyata jauh lebih manis. Orang Korea tidak perlu menambahkan gula atau pemanis untuk memakan strawberry. Hhhhmm jadi penasaran, sepertinya perlu mencoba strawberry Korea, karena saya selalu menyerngitkan dahi, menahan asam saat mencoba strawberry Indonesia.

Sensasi rasa manis inilah yang coba dituangkan dalam produk pelembut dan pewangi pakaian Molto Korean Strawberry.

Molto Korean Strawberry, bisa jadi rekomendasi pewangi pakaian kalian karena bisa menghilangkan 7 bau membandel diantaranya, bau keringat, bau bawang, bau apek, bau badan, bau amis, bau asap dan bau polusi. Nahh cocok nih, untuk kita yang baru mulai berkegiatan secara normal setelah terkurung oleh pandemi selama 2-3 tahun terakhir.

Ketika kita sudah berkegiatan secara normal, maka produksi keringat akan bertambah yang bisa memicu bau badan. Belum lagi kalau kita naik transportasi umum, asap dan polusi sudah pasti ketemu tiap hari. Jadi memang butuh pewangi pakian yang bisa menjaga kita tetap fresh sepanjang hari.

Agar kegiatan mencuci kalian lebih maksimal dan lebih ada ikatan dengan idola kalian di korea, sekalian aja pakai deterjen Rinso Korean Strwaberry Powder 700G yang mempunyai 8 Keunggulan yaitu menghilangkan bau tak sedap & bau apek pada pakaian, hilangkan noda hanya 1x kucek, menjaga warna pakaian tetap cemerlang, surfaktan mudah terurai.

Surfaktan fungsinya adalah memicu proses pada permukaan sehingga kotoran dapat diikat dan dilepaskan dari permukaan lain yang ditempeli kotoran.

pelembut-dan-pewangi-pakaian
Untuk para pecinta korea dan ingin menikmati sensasi aroma strawberry negeri gingseng

Keunggulan Rinso Korean Strwaberry Powder 700G lainnya adalah mengandung ekstra pelembut, membuat serat kain lembut & halus, lembut & tidak panas di tangan, wangi Molto tahan lama hingga 21 hari dan yang terpenting adalah 99.99% efektif bunuh bakteri dan virus.

Jadi kalau kalian mau tahu bagaimana rasanya menggunakan pelembut pakaian terbaik atau pewangi pakaian terbaik, cusss langsung ke supermarket cari pewangi pakaian korea Molto Korean Strawberry (pouch liquid 680ml) dan Rinso Korean Strwaberry Powder 700G.

Kalo males jalan ke supermarket karena cuaca yang tidak menentu, kadang panas, kadang hujan, kadang berangin, pelembut dan pewangi pakaian dengan aroma khas strawbeery Korea bisa beli di e-commerce (Tokopedia, Shopee atau JD.ID), tinggal masukin keyword Molto Korean Strawberry dan Rinso Korean Strwaberry Powder 700G, terus masukin jumlah (kalo bisa yang banyak, biar gak rugi ongkir) terus tinggal check out, tunggu barang dikirim, cuss nyuci dengan keharuman manisnya strawberry khas Korea.

“Pakaiannya udah kering nih, tinggal disetrika” Ujar saya

“Ya udah baju keringnya taroh dilemari, setrikanya nanti aja pas mau dipakai” Ujar teman hidup.

“Heeeuuhhh..??” Kok saya gak kepikiran, kalo gitu saya pilih nyetrika aja.



Read More

Film Srimulat Hil Yang Mustahal Babak Pertama

Kamis, 02 Juni 2022

Tidak ada komentar
"Bajindduull, yo opo rek sak bioskop yo guyu kabeh" Batin saya saat keluar dari sebuah bioskop di kawasan Jakarta setelah menonton film Srimulat Hil Yang Mustahal Babak Pertama. Semua tertawa, semua keluar membawa kesan, semua gak percaya kalau ternyata filmnya sudah selesai. Seakan masih menunggu dan berharap ada kelanjutan dari scene tersebut, tapi apa mau dikata Fajar Nugros si sutradara menyimpannya untuk Film Srimulat babak ke-dua.

Sebelum berlanjut, tenang saja saya gak akan spoiler di artikel ini.

Jujur saya lahir di keluarga besar orang jawa timur tepatnya di daerah Malang, tapi lahir di Sukabumi, Jawa Barat dan sejak umur 3 bulan sudah tinggal di daerah Petukangan Jakarta Selatan. Jadi bahasa daerah hanya sekedar paham, kalau disuruh bicara ya mohon maaf, saya akan sangat kesulitan.

Begitu masuk bioskop, saya masih bertanya kira-kira film ini akan hadir dalam konsep seperti apa? full dalam bahasa jawa atau menggunakan bahasa Indonesia dengan logat jawa. Semua terjawab sesaat film dimulai, full dalam bahasa jawa tapi ada terjemahan dalam bahasa Indonesia dibagian bawah layar. Hanya sebagian kecil menggunakan bahasa Indonesia atau lebih tepatnya Betawi.

Saatnya Indonesia tertawa, jangan berantem mulu

Untuk saya tidak masalah, karena tanpa melihat teks, saya masih bisa menikmati, lalu bagaimana dengan yang lain? Yang gak bisa bahasa jawa, apa masih bisa merasakan kelucuan film Srimulat Hil Yang Mustahal Babak Pertama?

"Masih bisa..." Ujar teman hidup saya yang asli orang betawi kreo, pun ketika saya tanya teman sperjuangan di komunitas Bloggercrony Indonesia yang asli orang Cipete Jakarta Selatan menjawab hal serupa. Mereka berdua terkekeh sepanjang film. Kalau teman-teman komunitas yang lain terlebih orang jawa, gak usah ditanya bakal tertawa lepas.

Hal serupa terjadi ketika saya bertanya ke anak millenial Jakarta yang ikut nonton bareng, dia gak tahu bahasa jawa, dan gak tau secara detil apa itu srimulat. Mengenal beberapa pemainnya, candaannya tapi gak tahu sejarah.

"Lucu banget dan masih bisa ngikutin" Sambil ngabisin sapo tahu di depannya, sepertinya dia tertawa sampai kelaparan.

Fajar Nugros dan pemain film Srimulat Hil Yang Mustahal Babak Pertama berhasil menghadirkan komedi yang universal dan sederhana. Komedi yang bisa diterapkan di tongkrongan ataupun sekedar kumpul keluarga besar.

Sadar gak sih, kalau di lingkaran pertemanan atau keluarga pasti kita punya sosok sentral pemeriah suasana dengan candaannya? sosok ini bisa ngelucu sendiri atau bisa ngajak yang lainnya ikutan jadi lucu. Nahhh komedi yang ada di film Srimulat Hil Yang Mustahal Babak Pertama kurang lebih seperti itu.

Karena memang, kelucuan Srimulat sebagai grup lawak muncul dari kejadian sehari-hari yang di dramatisasi saat pentas diatas panggung. Jadi wajar kalau orang mudah tertawa atau terhubung karena punya perasaan, "Kayanya gw juga gitu deh..".

Di salah satu scene dijelaskan, ketika ada pemain baru merasa gak klop, merasa kok kurang bisa lucu dan gak bisa berbaur dengan yang lain lalu merasa tertekan, pemimpin grup cuma bilang.

"Apa yang sudah kamu lakukan?" Sambil gesturenya melihat keluar jendela dimana anggota grup Srimulat lainnya sedang bercengkrama menertawai kebodohan mereka akan satu hal. Mungkin ingin memberi petunjuk, berbaurlah dengan keluarga dan teman-temanmu maka, kamu akan menemui kelucuan-kelucuan tersebut.

Di film Srimulat Hil Yang Mustahal Babak Pertama, juga digambarkan bagaimana para anggota Srimulat mendapatkan inspirasi mengenai persona mereka. Bagaimana Tessy yang punya persona kewanitaan dengan batu akik di seluruh jarinya atau Asmuni dengan salah ucapnya.

Terkait gesture, mimik dan intonasi, ini juga peran penting, sehingga teman-teman saya orang betawi tulen dan anak millenial bisa tertawa ngakak. Yeeepps kemampuan akting mereka sudah bisa membuat kita tertawa hanya dengan sedikit mendengar mereka berbicara.

Saya tidak akan membahas sinopsis film ataupun sejarah Srimulat dan sinopsis film Srimulat Hil Yang Mustahal Babak Pertama, karena sudah banyak situs yang membahas hal ini. Saya lebih tertarik membahas para pemainnya.


Mau orang dari suku manapun yang gak ngerti bahasa jawa, atau anak millenial yang gak tau ada grup lawak legenda Srimulat, tetap bakal tertawa ngakak

Kemampuan Akting Pemain film Srimulat Hil Yang Mustahal Babak Pertama Patut diacungi Jempol

"Seorang pelawak akan sangat sulit ketika disuruh memerankan menjadi pelawak lain" Pandji Pragiwaksono berucap, ketika dia mengomentari film Srimulat Hil Yang Mustahal Babak Pertama di akun Instagramnya.

Untuk itu Pandji memahami kenapa semua pemeran yang dipilih Fajar Nugros bukan dari kalangan pelawak atau komedian.

Pandji juga mengacungi jempol para pemain film Srimulat Hil Yang Mustahal Babak Pertama yang secara luwes dan natural memerankan para tokoh anggota Srimulat. Hal ini saya amini, begitu keluar dari bioskop, usai menonton film ini.

Satu yang menarik perhatian saya adalah pemeran Basuki, yang dipercayakan kepada aktor muda Elang El Gibran. Aktor yang sebenarnya tidak baru tapi memang jarang terlihat, bahkan Pandji pun tidak ingat namanya saat memuji kemiripan aktingnya dengan tokoh Basuki.

Kenapa saya bilang bukan aktor baru? Karena lewat cuitan Fajar Nugros saya akhirnya tahu, bahwa gesture dan tubuh Elang pernah tampil di film Habibie dan Ainun, untuk memerankan Habibie muda saat sekolah. Namun, mukanya Elang diubah (dengan teknologi) menggunakan muka Reza Rahadian.

Semakin kagum, ketika kami mendapat informasi saat tidak sengaja bertemu dengan mbak Kalis Mardiasih dan mas Agus, awalnya ingin minta foto bersama, malah dapat cerita, ternyata Elang adalah pemain pengganti dan yang terakhir masuk untuk proses syuting disaat semua pemain sudah saling mulai workshop terlebih dahulu.

"Adaptasinya Elang susah dan berat memerankan Basuki" Ujar mbak Kalis.

Tapi menurut saya adaptasi Elang luar biasa, faktornya karena memang kuliah di jurusan teater, dan mempunyai sosok Rukman Rosadi seorang mentor sekaligus pelatih peran di film Srimulat Hil Yang Mustahal Babak Pertama yang tidak lain adalah bapaknya. Dan beliau juga ikut berperan sebagai pak Teguh pimpinan Srimulat.

"Kami punya satu aktor yang sudah kami pilih, sang aktor sudah ikut workshop, tapi kemudian ia mengundurkan diri karena merasa tak akan menguasai peran Basuki ini. Dan kami sangat rispek dan salut padanya, kami menghormati keputusan si aktor. Perjalanan Basuki pun berlanjut lagi" Ujar Fajar di akun instagramnya. Sosok Basuki karakternya unik, mukanya serius tapi harus bisa lucu.


Berakting itu, memerankan orang lain, bukan memperlihatkan persona kita sebenarnya

Pemain lainpun luar biasa dalam beradaptasi dan observasi perannya masing-masing. Erick Strada pemeran Tessy Sukabul, tinggal dirumah Kabul selama beberapa bulan untuk lebih memahami karakter mantan prajurit TNI AL Marinir berpangkat Kopral Satu itu.

Bio One pemeran Gepeng gak kalah totalitas, "Apa yang harus gw lakukan untuk jadi Gepeng" Ujar Bio One ke Fajar Nugros.

"Jadilah miskin dan rasakan lapar" Ujar sang sutradara.

Jadilah Bio One menahan lapar, tidak makan berbulan-bulan sampai benar-benar terpaksa kalau sudah sangat lapar dan tidak bisa berfikir baru dia akan makan seadaanya. Tujuaannya selain mengejar kurusnya sosok Gepeng, tapi juga ingin mendalami perjuangan seniman ditahun 1980 yang untuk makan saja susah.

Di akun instagramnya Fajar Nugros berbagi cerita mengenai proses Bio One di film Srimulat Hil Yang Mustahal Babak Pertama.

"Jauh hari sebelum proses workshop akting mulai, ia (Bio One) kemana-mana jalan kaki dan merasakan lapar. Pergi ke Solo dan menggelandang tanpa baju. Tidur di hotel-hotel melati dan kamar-kamar sempit. Suatu hari saya dapet info seorang aktor terkenal nginap di sebuah hotel melati di depan Taman Balekambang, tempat Srimulat dulu manggung. Pihak keamanan mengira ia berbuat yang tidak-tidak. Saya menyatakan, aktor saya sedang riset untuk perannya. Malam yang geger saat itu".

Menarik untuk menanti film Srimulat babak ke-dua, Masih banyak cameo tokoh-tokoh Srimulat yang bermunculan dan saya yakin akan jadi kuncian di film selanjutnya. Kalau saya boleh menebak-nebak, film Srimulat Babak ke-dua tidak kalah lucu dan akan lebih dramatis, cenderung ditutup dengan kesedihan karena satu dan lain hal, saya sih belum ada gambaran.

Kenapa saya berasumsi seperti ini, karena sebuah film full komedi dari awal sampai akhir (sepertinya) akan biasa saja kalau ditutup dengan akhir yang benar-benar bahagia. Harus dicampur dengan sedikit kesedihan tapi tetap ada sisi optimisnya. Terlebih ini film biopik yang skenarionya dilandasi kisah nyata, sejati kehidupan dikisah nyata, tidak semua berjalan dengan indah.
Read More

Pendidikan Seksual Untuk Remaja Disabilitas dan OPYMK

Senin, 30 Mei 2022

Tidak ada komentar
"Kak ijin gak ikut ekskul, mau ada SE"

"Hmmmm SE itu apa? Sarjana Ekonomi?" Ujar saya.

"Buukkaaann... SE itu Sex Education" Ujar seorang siswa sekolah yang ada di daerah kota Tangerang.

Sebenarnya saya sudah tahu SE itu apa, karena memang sudah jadi program rutin sekolah untuk para siswa agar bisa mengetahui hal yang masih dianggap sensitif dan tabu di Indonesia. Bayangkan, di daerah yang tidak jauh dari ibukota, membahas pendidikan seks untuk anak saja masih tabu, bagaimana di daerah lain yang akses komunikasi masih terbatas.


Pendidikan seks untuk remaja bukan hal yang tabu (image/www.freepik.com)

Permasalahan makin pelik saat membahas akses pendidikan seks untuk disabilitas dan orang yang pernah mengalami kusta (OPYMK). Jujur saya pun baru kepikiran, iya juga, bagaimana saudara-saudara kita yang disabilitas dan OPYMK ini mendapat informasi mengenai pendidikan seks?

Pendidikan seks itu gak sebatas bagian diantara dua kaki ataupun posisi bersenggama lohh ya, kebanyakan otak sebagian orang pasti arahnya kesana. Pendidikan seks konotasinya gak jauh-jauh masalah persetubuhan dan reproduksi, padahal ada hal lain yang dipelajari di pendidikan seks yang luput diperhatikan oleh para orang tua.

Pendidikan seks untuk anak itu sebenarnya lebih sederhana, misal pengetahuan bagaimana saat pertama kali si anak gadis mengalami menstruasi atau saat pertama kali anak laki-laki mengalami mimpi basah.

Pertanyaan untuk para orang tua, kapan memberikan informasi mengenai menstruasi atau mimpi basah yang terjadi pada remaja? Saat sudah terjadi atau sebelumnya? Atau jangan-jangan gak pernah bahas hal ini sama anak-anaknya? Jujur, saya pun tidak mendapat pendidikan ini dari orang tua, karena keterbatasan komunikasi antara saya dan orang tua. Alhasil, anak-anak macam saya ini, mencari informasi sendiri dari lingkungan sekitar yang belum tentu valid kebenarannya.

Kadang orang tua sudah ketakutan kalau anaknya bertanya mengenai menstruasi atau mimpi basah, padahal bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Menurut survei hanya 20% orang tua atau keluarga yang bisa memberikan edukasi mengenai Hak Kesehatan Seksual dan Reproduki kepada remaja.

Pendidikan seks sudah bisa dimulai dari sejak dini, bahkan dari umur 4-5 tahun, terlebih jika anak sudah bisa diajak berkomunikasi dengan baik. Dimulai dari perbedaan jenis kelamin, perbedaan anatomi tubuh laki-laki dan perempuan. Lalu bagaimana perilaku yang boleh atau tidak boleh dilakukan dimuka umum, misal setelah mandi harus pakai handuk dan menggunakan pakaian di kamar.

Kadang kita malah menganggap sebuah kelucuan ketika si anak, lari kesana-kemari setelah mandi dengan tidak menggunakan pakaian. "Gak apa-apa, namanya juga anak-anak.."

Gimana? Rumitkan pendidikan seks untuk anak? Sekarang gimana untuk para disabilitas dan OYPMK? Bahkan masalah penggunaan pembalut bisa jadi masalah pelik, karena ketidak tahuaan mereka, ada yang menggunakan pembalutnya seharian penuh.

Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi bagi OPYMK dan Remaja Disabilitas, masih kurang mendapat perhatian

Ruang Publik KBR, Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi OPYMK dan Remaja Disabilitas

Rabu 25 Mei 2022, kebetulan melihat program live streaming #RuangPublikKBR yang membahas mengenai Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) bagi OPYMK dan remaja disabilitas. Narasumber yang hadir pada acara tersebut adalah Nona Ruhel Yabloy, Project Officer HKSR, NLR Indonesia, Westiani Agustin, Founder Biyung Indonesia dan Wihelimina Ice, Remaja Champion Program HKSR.

Masa pubertas merupakan masa-masa menantang sekaligus membingungkan dalam kehidupan remaja mana pun. Jika remaja tersebut memiliki ragam disabilitas maupun OYPMK (orang yang pernah mengalami kusta), pubertas dapat lebih menantang tidak hanya bagi remaja itu sendiri namun juga keluarga, lingkungan, guru serta pendampingnya.

Masih ada masyarakat yang berpandangan, ngapain disabilitas dan OYPMK mikirin mengenai seksual, padahal itu adalah hak dasar yang dirasakan oleh setiap manusia.

Pendidikan seks sejak dini juga bisa menghindari anak dari bahaya kejahatan seksual yang mengancam di lingkungan mereka. Tidak jarang, pelaku kejahatan seksual adalah orang terdekat dan si anak tidak berani bersuara karena takut atau tidak mengerti kalau itu adalah bentuk kekerasan seksual.

Selain itu juga, bisa mencegah hubungan seks anak dibawah umur dan mencegah kehamilan remaja putri dibawah umur. Yang lebih penting adalah mencegah terinfeksi penyakit yang disebabkan oleh hubungan seksual.

"Apa yang harus saya sampaikan kepada orang tuamu dik?" Cuitan twitter seorang dokter ketika ada orang tua datang berobat membawa anaknya yang masih berumur 15 tahun dengan keluhan buang air kecil yang mengeluarkan nanah.

Read More

Mengenal Bridge in Gain, Game Metaverse dari PT BIG

Jumat, 27 Mei 2022

Tidak ada komentar
“Metapereus apaan dah?” Ujar seorang kawan pada sore hari jelang maghrib yang syahdu.

“Metaverse broooh, kalo pereus mah omongan lo yang suka berlebih”.

Kalo bisa saya sederhanakan (bisa jadi saya salah) metaverse itu ibarat komplek perumahan yang dibangun secara virtual. Sejatinya komplek perumahan, ada warganya, ada fasilitas umum, ada toko kebutuhan harian, ada tukang pulsa, tukang gas melon subsidi, tukang gorengan dan sebagainya. Semakin besar komplek perumahannya, semakin besar fasilitas yang ada. Bisa jadi gak cuma toko kelontong, hypermarket dan tentant makanan cepat sajipun tersedia.

“Lalu hubungannya sama metaverse apaan?” Ujar kawan masih belum paham.

Brigde in Gain adalah game bertema Metaverse buatan dalam negeri. (foto/Bowo Susilo)

Nahh itu dia, kita bisa memilih untuk bisa bergabung di dunia metaverse atau komplek perumahan yang mana sesuai kebutuhan. Kalau sudah bergabung, kita bisa berinteraksi dengan warga komplek (pengguna metaverse) lainnya. Gak cuma berinteraksi haha-hihi, bisa belajar bareng, diskusi kerjaan sampai jual beli. Untuk jual beli, karena ini systemnya online, maka mata uang yang digunakan adalah Krypto.

Saya yakin, kawan saya ini belum paham betul setelah mendengar penjelasan saya, berhubung sudah maghrib saya bersyukur diskusi kami berakhir sampai disini.

Berbicara dunia metaverse, PT Benua Integrasi Global baru saja soft launching game bertema metaverse Brigde in Gain di Istana Ballrom Hotel Sari Pacific, Jakarta.

Brigde in Gain Game Metaverse Buatan Lokal

CEO Benua Integrasi Global, Alexander Zulkarnain memaparkan setiap elemen dalam Bridge In Gain merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi berupa non-fungible token atau NFT dalam smart chains binance (BEP-20).

"Bridge In Gain merupakan sebuah dunia video game yang berbasis teknologi atau bertema metaverse, yang mana setiap elemen merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi berupa NFT di dalam smart chains binance," kata Alexander dalam keterangan pers yang diterima.

Brigde in Gain gak cuma permainan yang menghabiskan waktu, game ini juga menawarkan fitur yang dapat mengakomodasi para pelaku usaha dari berbagai bidang baik BUMN maupun swasta khususnya pelaku UMKM di Indonesia maupun seluruh dunia.

Alexander Zulkarnain CEO Benua Integrasi Global (Tengah jaket batik), saat menghadiri soft launching press conference Brigde in Gain (foto/Bowo Susilo)

Big Tenant adalah fitur dalam Brigde in Gain yang merupakan toko perbelanjaan virtual yang terintegrasi dengan dunia nyata. Didukung dengan sistem perbelanjaan langsung di dalam yang terkoneksi dengan smartphone dan kemudian dikirim melalui kurir instan ataupun ekspedisi.

Asik gak tuh, jadi kaya belanja langsung, bisa janjian ketemuan sama penjual, ngobrol tanya sana-sini, melihat barangnya tapi secara virtual. Dan kemudian barangnya langsung dikirim. Seperti market place tapi lebih terasa nyata.

Gilla siihh, perkembangan teknologi secepat kedipan mata. Entah apakah pandemi membuat orang menjadi lebih kreatif dan semakin terbuka terhadap dunia virtual, atau memang sudah waktunya?
Semoga pemerintah bisa cepat sigap juga mengatur regulasi, jangan sampai kalah cepat dan berujung kisruh karena belum adanya peraturan baku.
Read More

Penghormatan Untuk (alm) Dokter Bob Ichsan Masri

Senin, 09 Mei 2022

13 komentar
Tulisan ini untuk para suami yang pernah merasakan dinginnya dinding rumah sakit yang bisa membuat hipotermia dan sesak nafas, lorong panjang yang menjadi sangat hening diantara keriuhan saat menanti istri dan janin dalam kandungannya sedang berjuang diujung nyawa.

Kamis adalah hari kelahiran saya, dan Kamis 28 Februari 2013 juga hari kelahiran jagoan kecil kami Dahayu Hadiya Raji, yang kalau diartikan perempuan cantik dan cerdas hadiah dari Tuhan yang akan jadi penuntun jalan bagi Raji (Rachmawan dan Fajri, nama belakang kami). Walau kini Dayu jagoan kami sudah di surga, kami tetap merasakan kehadirannya untuk selalu menjadi media penjaga agar kami selalu tetap berada di jalan yang di berkahi oleh Allah Subhanahuwata’ala.

sumber foto: https://www.freepik.com/free-photo/beautiful-female-doctor-sitting-her-office-near-ultrasound-sc_15762472.html
Saya tidak akan banyak bercerita mengenai Dayu (mungkin lain waktu), yang ingin saya bagikan adalah pengalaman kami saat bertemu dengan dokter persalinan Dayu, yaitu (alm) Bob Ichsan Masri. Iya, beliau juga sudah pergi untuk kembali kepada sang khalik di bulan Ramadan 1443 hijriah, April 2022 Masehi. Sebuah kabar duka yang membuat saya ingin menuliskan cerita ini. 

Umur tiada yang menduga, padahal Ramadan tahun lalu, saya dan istri berbuka puasa bersama dengan dr.Bob di klinik beliau di kawasan Utan Kayu saat istri sedang persiapan tindakan untuk kuret. Masih teringat hidangan sop iga sapi dan somaynya.



Klinik Duta Merlin Harmoni

Saya akan flashback sejenak, bagaimana awal pertemuan kami dengan dr. Bob Ichan Masri. Rabu 27 Februari 2013, saya bersama istri akhirnya mendapatkan jadwal kontrol ke klinik pertama dr.Bob Ichsan di ruko daerah Duta Merlin Harmoni. Kami mendapat referensi dari kawan dan melihat beberapa testimoni mengenai klinik dr.Bob, yang memberikan pelayanan dengan harga terjangkau tapi dengan usaha yang maksimal. 

Sudah banyak orang dari berbagai lapisan masyarakat yang terbantu oleh dr. Bob Ichsan Masri dan kliniknya. Untuk bisa konsultasi di klinik ini tidak mudah, harus datang pagi untuk ambil antrian dan datang kembali sore hari untuk periksa. Siapa cepat dia dapat, hanya dibatasi kalau tidak salah 20-30 orang perhari.

Bagi yang pertama kali datang ke klinik dr.Bob di Duta Merlin, pasti ada terbersit keraguan. Pintu depannya tidak tampak layaknya sebuah klinik, banyak terparkir motor, satu tempat disisakan untuk parkir mobil dr. Bob Ichsan Masri. Cat gedung yang sudah nampak pudar dan dari depan hanya ada plang nama kecil bertuliskan Obginozone Health Center kombinasi warna hijau, ungu dan putih.

Lantai pertama adalah pendaftaran, lantai kedua ruang periksa dan lantai ketiga ruang rawat inap. Maaf kalau saya salah detilnya, karena sudah cukup lama. Tapi kalau kita bertanya ke semua orang yang ada dikawasan ruko Duta Merlin, pasti tahu lokasi klinik ini. Jujur setelah kliniknya pindah ke Utan Kayu, kondisinya jauh lebih bagus dan nyaman untuk para pasien yang datang.

Saat jumpa pertama kali, impresi kami mengenai dr Bob Ichsan Masri adalah sosok yang ceplas-ceplos, ngomongnya kadang lo-gue dan senang ngobrol. Karakter dokter yang selalu mengusahakan kelahiran normal macam ini cocok untuk kami, saya yang kadang kurang puas sama dokter yang diam saja, istri yang saat itu bekerja sebagai wartawan group media besar nasional juga sangat nyaman, ketika semua pertanyaan kami dijawab dengan sangat sederhana.

Banyak celetukan atau pemikiran dr. Bob yang nyeleneh, kalo gampang emosian pasti gak bakal balik lagi. Kami sih nyaman, terlebih dr. Bob Ichsan Masri kalau kita ajak disksui (lebih tepatnya debat) masih mau mendengarkan walau tetap mempertahan pendapatnya dengan alasan yang jelas.

Selain sifat ceplas-ceplos, ada banyak cerita yang tersebar mengenai kedermawannya.. Mulai biaya USG 4D (kala itu, teknologi tercanggih) yang paling murah, sampai cerita mengenai pasangan yang tidak mampu atau uangnya belum cukup untuk biaya melahirkan tetap di ijinkan pulang. Diikhlaskan, kalau ada rejeki silahkan dicicil, kalau lupa ya biarkan saja.

“Tidak usah ditulis, nanti saya makin banyak musuhnya” Ujar dr.Bob ketika istri coba mewancara dan berniat untuk dijadikan artikel mengenai curhatannya tentang rumah sakit yang semakin komersil.

Diagnosa pada pertemuan pertama kami di klinik dr.Bob adalah, perlunya perawatan suntikkan untuk menguatkan paru janin dalam kandungan, karena ada resiko plasenta previa ditambah riwayat kekentalan darah yang dimiliki istri.

Sederhananya seperti ini, janin dalam bayi butuh asupan makanan yang disalurkan melalui tali pusar. Semakin besar usia janin, semakin besar juga kebutuhan makanan. Kalau ada riwayat kekentalan darah, maka asupan makan akan terhambat atau kurang lancar karena tertahan. Kalau terhambat, janinnya “keburu lapar” bergerak aktif (namanya juga lapar) karena gak ada makanan yang akhirnya akan memaksa keluar diwaktu yang tidak bisa ditebak.

Untuk itu diperlukan suntikan agar paru-paru bisa lebih siap dan kuat ketika si janin memaksa keluar. Usia kandungan istri saat itu adalah 8 bulan. Kami disuruh berdikusi dan disarankan untuk segera perawatan 1x24jam, karena suntikan paru dibagi dalam 4 tahap selama 6 jam sekali.

Akhirnya kami putuskan untuk dirawat, tanpa persiapan apapun, baju hanya ada yang dibadan, beruntung masih punya pegangan uang untuk beli sabun dan perlengkapan lainnya, kurang lebih jam 20.00 kami langsung masuk ruang rawat inap yang isinya, para ibu yang yang sedang mempersiapkan kehamilan dengan berbagai macam kondisi.

Bermalam di klinik yang awalnya hanya untuk cek kandungan dan USG tidak membuat kami panik, yang pertama kami lakukan saat itu menelpon ayah dan ibu di Kreo untuk mengabarkan bahwa kami tidak pulang malam ini dan meminta adik untuk antar pakaian ganti ke klinik esok pagi.

Semua berjalan lancar, pagi hari adik mengantar pakaian, siang hari bapak saya dari Bekasi tiba-tiba saja datang menjenguk dan menemani “habis cari spare part mobil dan sambil menuggu buka puasa” ujarnya. Tentunya kami senang ada yang menemani.

Pukul 15.00 suntikan tahap ketiga di berikan dan satu suntikan lagi, jam 21.00 maka kami sudah diperbolehkan pulang.

*Untuk melanjutkan bagian ini, saya harus berhenti dan menata hati, karena ini pengalaman yang sebisa mungkin, saya tidak mau berada dalam kondisi itu lagi. Saya perlu rehat 3-4 hari untuk melanjutkan bagian ini.

Kepanikan Ba’da Ashar di Klinik dokter Bob Ichsan Masri

“Kok kasurku basah, ngompol ya?” Tanya istri dengan penuh keheranan. Tanpa ada perasaan aneh, saya coba cek kasurnya dan ternyata memang basah. Dilain kesempatan, saya baru tahu, cairan yang kami pikir urine, adalah cairan ketuban.

Kami pun coba menuju kamar mandi, tak berapa lama, belum sempat kami turun dari kasur, cairan merah gelap tiba-tiba keluar dengan sangat deras. Seketika kami panik, dan memanggil suster. Dari raut wajah suster pun saya bisa membaca kalau mereka panik. Disaat itu, naluri saya membaca, ini bukan kejadian yang biasa.

Dikondisi tersebut, saya tidak bisa berfikir banyak hanya mengikuti instruksi suster yang langsung mengerubungi tempat tidur kami. Setidaknya ada 3-4 suster yang menangani istri. Kain batik, baju daster istri sudah habis untuk mengelap darah yang terus menetes dilantai klinik.

Sore itu, dr.Bob datang tepat waktu dikilinik karena di Rs.Kartika tempat beliau praktek, sedang tidak ada penanganan darurat. Kedatangan dr. Bob Ichsan Masri memang tidak menentu, menunggu selesai jadwal di Rs Kartika, tapi pasti datang ke klinik Duta Merlin.

Dr Bob langsung ambil alih tindakan, secara detil saya tidak ingat apa yang terjadi diruangan tindakan. Saya seperti zombie, hanya bisa melihat istri yang banyak kehilangan darah, memegang kakinya yang mulai dingin dan menatap wajahnya yang tidak terlihat kesakitan malah cenderung tenang.

Justru bapak yang menceritakan apa saja yang terjadi diruang tindakan setelah Dahayu lahir dengan selamat.

“Dokternya canggih, tangan kanan dan kiri Wawa dipasang infus, lalu infusnya di press menggunakan alat tensi manual” Jujur saya ragu apakah benar, atau bapak saya juga panik jadi salah lihat. Tapi saya berasumsi tindakan tersebut agar cairan infusnya bisa lekas masuk untuk menggantikan cairan dan darah yang terlanjur keluar sangat banyak.

“Apa yang ibu rasakan” Kalimat ini yang yang sering saya dengar keluar dari mulut dokter, untuk menganalisa kondisi istri. Beruntung istri tipikal yang aktif berkomunikasi, dan selalu bisa mendeskripsikan kondisi tubuhnya. Dan ini sangat penting, jadi buat siapapun dalam kondisi darurat dalam penangan dokter, harus update apa yang dirasakan agar tenaga medis paham kondisinya, ketimbang meraung-raung kesakitan.

“Saya ngantuk dok” Ujar istri.

“Jangan tidur ya bu” Sahut dr.Bob, disusul para suster yang bergantian mengajak berkomunikasi menjaga agar istri tidak tertidur.

Sepersekian detik nafas ini tercekat, satu hal yang harus saya lakukan saat ini adalah menelpon Ayah Ibu di Kreo untuk mengabarkan kondisi istri. Tapi saya harus bilang apa? Saya tidak mau membuat semua panik, tapi dalam kondisi seperti ini doa orang tua sangat kami butuhkan untuk menenangkan hati ini dan menepis prasangka buruk.

“Ibu minta doanya ya, Wawa lagi ada tindakan dokter karena pendarahan. Pokoknya doakan saja” Kata saya singkat, bukan tidak ingin menjelaskan secara detil, tapi saya tidak kuat menahan suara yang mulai bergetar dan air yang mulai turun dari sudut mata. Sambil bersandar didinding klinik.

Saat dewasa saya jarang menangis, sampai masih ingat momen apa saja saya menangis selain saat Istri dalam kondisi kritis. Dua diantaranya adalah ketika Mamah dan Dayu kembali kepada sang Khalik.

Dinding klinik yang terbuat dari batu bata terasa lemah menopang senderan tubuh saya yang tiba-tiba lunglai duduk dilantai setelah menelpon ibu. Tidak butuh lama, untuk saya berdiri dan kembali masuk kedalam ruang tindakan.

Suasana jauh lebih tenang, Bapak masih memegang tangan istri, pergerakan suster jauh lebih santai sambil membersihkan ruangan sesekali mengecek kondisi istri. Tapi saya tidak melihat dokter Bob Ichsan Masri.

“Istri bapak sudah stabil tapi harus segera dirujuk ke RS Kartika Pulomas, Bayinya masih selamat didalam kandungan, tapi dia kini harus berjuang sendirian tanpa ada asupan makanan dan oksigen”. Mendegar penjelasan dokter, kepanikan yang sempat reda kini kembali memuncak. Membayangkan si kecil Dayu berjuang hidup sendirian didalam perut ibunya.

Sanggupkah dia bertahan? Alhamdulillah Dayu bisa bertahan, walau efeknya ada keterlambatan gerak di sensor motorik otak karena tidak ada asupan oksigen dan makanan selama beberapa waktu.

“Saya shalat maghrib dulu ya pak” Ujar dr. Bob IChsan Masri sesaat kami sudah standby di mobil pribadi dokter (kalau tidak salah merk Nissan Serena) yang sudah disetting sedemikan rupa agar istri nyaman. Ada tabung oksigen 1 kubik yang diikat kebagian tengah mobil, infusan yang di gantung dan satu suster yang menemani sambil membawa berkas.

Senyum Pertama Dahayu Hadiya Raji di RS Kartika Pulomas yang Berhasil Kami Abadikan

Akses Darurat Untuk Pasien dokter Bob Ichsan Masri

Tantangan selanjutnya adalah menembus kemacetan jakarta dari Harmony ke Pulomas. Jaraknya tidak sampai 10km, tapi ini Jakarta di waktu jam pulang kantor, saya sudah membayangkan hal terburuk, tapi tidak saya ceritakan ke istri yang saat itu sedang mencoba istirahat.

Keajaiban Tuhan, atas doa orang tua, dokter dan suster, perjalanan kami dilancarkan, tidak sampai 30 menit, tanpa pengawalan, kami sudah sampai di RS Kartika.

Sampai di Lobby, istri turun menggunakan kursi roda, sementara dr Bob memarkirkan kendaraan. Yesss, dr Bob yang mengendarai sendiri mobilnya, mengantarkan kami pasiennya yang baru kali pertama bertemu untuk konsultasi.

“Pasien klinik dr Bob” Ujar Suster klinik yang menemani kami kepada suster rumah sakit yang ada dibagian registrasi, sambil memberikan berkas.

Tidak ada hitungan 10 menit, istri langsung dibawa masuk kedalam ruangan untuk operasi cesar. Padahal kami adalah pasien dari klinik kecil di Duta Merlin, bukan pasien asli di rumah sakit tersebut, dan saya hanya bisa memohon maaf dalam hati karena merasa tidak enak melewati antrian beberapa ibu yang akan melahirkan, kalau saja tidak dalam kondisi darurat lebih baiknya sesuai antrian, pikir saya.

Hati saya sudah mulai bisa tenang begitu istri masuk ruang operasi, sebagian besar beban, kepanikan sudah mulai bisa saya kontrol, saya sudah bisa menarik napas sejenak sambil memikiran apa yang harus saya lakukan kemudian.

Kurang lebih antara jam 20.00 s/d 21.00 Dahayu Hadiya Raji lahir, resmi jadi anak Jakarta. Kami memanggilnya si pejuang, pejuang tangguh saat dimasa-masa kelahiran, pejuang bertahan hidup tanpa oksigen dan makanan selama perjalan ke rumah sakit, pejuang saat melakoni terapi motorik tiap minggu dan pejuang ketika 5 hari diruang ICU, sampai Dayu kembali ke sang khalik.

Rutinitas pagi kami bersama Dayu, saat terapi di rumah. 

Pasca operasi cesar, saya hanya bisa melihat Dayu dari balik kaca dan memberikan gambaran ke istri yang masih mengigau sisa bius pasca operasi cesar. Senyuman pertama Dayu sangat indah dan berhasil diabadikan.

Di pojok ruang tunggu rumah sakit, saya melihat bapak yang tertidur berbantalkan tas berisi pakaian. Saya yakin fisik dan mental bapak juga terasa sangat lelah setelah menemani kami. Dan saya pun teringat, kalau beliau belum sempat saya berikan makanan untuk berbuka puasa.

30 menit kemudian seporsi nasi goreng sesuai permintaan beliau sudah siap di santap. Terima kasih sudah menemani secara tak terduga, entah bagaimana kalau siang itu bapak tidak “iseng” mampir ke klinik.

Terima kasih Ibu dan Ayah yang sudah mendoakan kami dari jauh, esok harinya mereka datang menjenguk keadaan anak perempuan satu-satunya dari 8 bersaudara.

Terima kasih Almarhum dr.Bob Ichan Masri atas semua pertolongannya dan semua suster di klinik. Sampai diujung perawatan, klinik dokter Bob masih menawarkan bantuan terkait pembiayan rumah sakit.

“Invoicenya mau ikut harga klinik atau rumah sakit, karena beda harga. Klinik lebih murah” Ujar suster yang menghubungi. Kami putuskan ikut harga rumah sakit walau lebih mahal, karena itu bisa dicover oleh asuransi perusahaan sesuai sistem yang berjalan.

Terima kasih ya Allah atas semua kemudahannya selama ini, terima kasih sudah mempertemukan kami dengan orang-orang baik, terima kasih sudah memberi kami kesempatan 3.5 tahun belajar mengenal kehidupan baru bersama Dayu.

Terima Kasih
Read More

Bumi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Mari Peduli atau Hancur Esok Hari

Senin, 25 April 2022

1 komentar
Beberapa hari lalu saya melihat serial Hudson and Rex yang disiarkan di AXN, Serial yang menceritakan seorang detektif polisi bernama Hudson dan partnernya anjing gembala jerman bernama Rex. Dalam sebuah episode menceritakan terjadi pembunuhan salah seorang aktifis pecinta lingkungan. Digambarkan bahwa organisasi pecinta lingkungan ini termasuk yang paling keras, ekstrem dan menghalalkan segala cara dalam melakukan kampanye agar kelestarian lingkungan tetap terjaga. Bisa jadi mereka sudah muak karena tindakan persuasif yang tidak pernah di dengar oleh masyarakat ataupun pembuat kebijakan publik.



Lalu apakah harus dengan cara ekstrem? Pendapat saya, kebenaran yang dilakukan dengan cara tidak baik hanya akan menambah kerusakan dimuka bumi.

Menurut Ranie Untara, Momfluencer & Less Waste Living Enthusiast untuk menjaga agar bumi ini tetap lestari bisa dimulai dengan cara yang sederhana. Misal membawa kantong plastik saat berbelanja, atau juga bawa thumbler sendiri ketimbang beli air mineral botolan.

“Jika beli makanan take away saya usahakan bawa wadah dari rumah, jadi gak perlu dibungkus plastik lagi. Lebih mudah, sampai rumah tinggal taruh di meja makan” Ujar Ranie saat saya mendengarkan podcast Ramadan Vibes Season 2 di KBR Prime yang menyajikan konten berkualitas – berita terbaru, perbincangan terhangat, storytelling yang memikat. Apa pentingnya dengerin podcast di KBR Prime? karena pikiran kita ibarat parasut, hanya berfungsi ketika terbuka.

Podcast kali ini ngebahas perubahan iklim yang ternyata bumi kita sedang tidak baik-baik saja. Kita ambil gambaran ibu kota Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan bisnis. BMKG merilis data terbaru, bahwa tahun 2022 suhu di Jakarta naik 1 derajat, seharusnya ini terjadi di tahun 2030, maju 8 tahun dari waktu yang diperkirakan.

Ahhh Cuma 1 derajat, nggak kerasa kelleuuss.

Tunggu dulu bung, Rahma Shofiana, Juru Kampanye Media Greenpeace Indonesia pada kesempatan yang sama memaparkan, bahwa perubahan 1.5 derajat suhu bumi itu akan sangat berpengaruh pada ekosistem dan kelestarian lingkungan. Jangan dianggap enteng.

BMKG sudah merilis, sampai saat ini sudah ada lebih dari 100 bencana yang diakibatkan oleh faktor alam atau secara bahasa keilmuannya adalah Hidrometeorologi, fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meterologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi). Pasti kita sudah merasakan, siklus cuaca yang sudah berantakan. Panas terik siang hari, tiba-tiba hujan badai angin di sore hari. Tanda bumi kita sedang tidak baik-baik saja.

Masalah perubahan iklim tidak hanya permasalah para aktifis lingkungan hidup, tapi ini masalah bersama. Bahkan bagi para pemeluk agama yang taat. Saya yakin tiap agama mengajarkan untuk menjaga lingkungan sekitarnya agar tetap lestari.

Di muslim kami tidak hanya mengenal Hablum Minallah, Hablum Minannas tapi juga Hablum Minal’Alam. Baru denger ya? Saya juga.

Menurut pemaparan Agiel Laksmana Putra, Pegiat Kader Hijau Muhammadiyah, setidaknya ada 40 hadis hijau, tentang keadilan dan keberlanjutan lingkungan. Hadis yang membahas mengenai Air, Bumi, Tanaman dan Hewan. 

Jadi menjaga dunia ini agar tetap bisa ditempati dengan nyaman oleh anak-cucu-cicit kita dikemudian hari sudah diatur oleh Allah Subhanahu wata’ala dan dicontohkan oleh rasul dengan hidup sederhananya.

Mengutip sebuah artikel di republika.co.id “Manusia sebenarnya memiliki tugas penting sebagai penjaga lingkungan. Pakar tafsir dan ilmu qiraat Alquran KH Ah sin Sakho menyebutkan, sebagai seorang khalifah di muka bumi, manusia seharusnya bisa melindungi bumi beserta isinya”.

Bisa bayangin gak, sungai yang diciptakan Allah, cuma kita jadiin tempat sampah dan buang hajat. Betapa kecewanya sang pencipta kepada manusia.

Sampah emang jadi masalah serius yang gak pernah beres di Indonesia. Pemerintah seakan sudah habis akal, yang konsisten bergerak malah dari perorangan atau organisasi mandiri yang peduli lingkungan, karena bisa langsung menyentuh masyarakat tanpa batasan birokrasi.

Kalau bicara global kita sudah mengenal Greenpeace, di tahun 2020 di inisiasi oleh Greenpeace kawasan timur tengah, mereka membuat kampanye Ummah4Earth yang mengajak kita untuk menantang kebiasaan lama dan mengadopsi yang baru. Salah satunya dengan cara yang menyenangkan demi menyelamatkan bumi lewat permainan Truth or Dare di situs https://tord.ummah4earth.org/

Di dalam negeri juga tidak sedikit yang peduli mengenai pengelolaan sampah yang bijak seperti bank sampah. Kampanye laste waste dan masih banyak lainnya, walau perjuangan mereka masih panjang, tapi kalau tidak dimulai dari sekarang, maka bumi kita akan hancur esok hari.

Bahkan Muhammadiyah tahun 2015 sudah mengeluarkan buku Fiqh Air, sebuah pedomanan mengenai krisis air yang terjadi, bagaimana masjid atau musholla harus menggunakan air dengan bijak. Sampai konteks bahwa merusak atau mengganggu keseimbangan alam, hukumnya adalah haram, dan termasuk dosa besar layaknya membunuh atau merampok.

Kalo penasaran secara detil mengenai pembicaraan ini, bisa langsung akses di 

Read More

KoinWorks Neo Fitur Aplikasi Untuk UMKM dan Pekerja Lepas

Tidak ada komentar
Siapa diantara kalian yang punya usaha sendiri? atau pekerja lepas? Pasti ada deh, dan gak sedikit yang profesi seperti saya, pekerja lepas dan sedang merintis usaha. Punya usaha dan pekerja lepas, gak terikat sama satu perusahaan, enak gak? Hmmm gimana ya, enak atau nggak tergantung sudut pandang setiap individu, gak bisa disama ratakan.

Pencatatan keuangan sangat penting untuk UMKM

Setiap individu punya prioritas dan taraf kebahagiaan yang berbeda. Contoh ada yang lebih nyaman dapat gaji bulanan supaya bisa mengatur keuangan dengan pasti. Ada yang lebih nyaman jadi pekerja lepas karena ketidak terikatan waktu kerja, walau dengan income yang variatif. Ada juga yang lebih nyaman membuka usaha karena sudah punya pandangan yang jauh kedepan.

Apapun keputusan yang kita ambil, poin utamanya adalah bagaimana kita bisa mengelola keuangan. Tidak hanya pengusaha atau pekerja lepas, pegawai kantoran kalau tidak bisa mengelola keuangan, hidupnya tidak akan tenang.

Pernah dengar joke, “Gimana mau mengelola keuangan, kalo uangnya aja nggak ada”.

Mengelola keuangan bukan hanya mengatur uang yang ada, tapi memahami atau menyadari kemana saja uang yang kita dapat dan dihabiskan untuk apa. Butuh waktu 2-3 bulan untuk menganalisa, kira-kira pengeluaran mana yang ternyata bisa dikurangi agar kita bisa lebih menghemat, tentu diluar pengeluaran wajib.

Kalau sudah memahami alur kebiasaan masuk keluar uang, kita bisa menentukan strategi untuk kedepannya. Misal, setelah kebutuhan pokok, masih ada sisa uang, berapa banyak mau dipakai untuk ngopi-ngopi cantik dan berapa banyak mau disimpan untuk tabungan.

Masalahnya kalau income kita sudah habis untuk pengeluaran rutin bagaimana? Hmmm berarti kalau kita ingin menabung, harus cari pemasukan lain diluar gaji bulanan untuk karyawan, tidak perlu besar tapi cukup untuk ditabung sesuai kebutuhan kita.

Lalu bagaimana dengan pekerja lepas dan yang baru merintis usaha UMKM? Kadang kita sudah panik dan riwueh untuk mengelola sektor produksi ketimbang melakukan pencatatan keuangan. Kalau income dengan nominal besar masuk, kita pasti semangat menulis dicatatan, tapi kalau nominalnya kecil selalu terlewat apalagi kalau menulisnya masih menggunakan cara manual menulis di buku atau bahkan di tabel excels. Padahal yang kecil-kecil kalau dikumpulin bisa menjadi besar.

Ada gak sih, aplikasi yang bisa membantu pekerja lepas, UMKM bahkan kayawan untuk bisa mengatur keuanganya. Tidak hanya itu, tapi bisa juga untuk aktivitas perbankan terima dan kirim uang, investasi serta analisa keuangan kita.

Kalau saya bilang ada, pasti gak percaya ya? Jujur waktu mulai membuka usaha Dimsum kecil-kecilan, saya menggunakan pencatatan keuangan berbasis aplikasi, tapi itu hanya untuk pencatatan masuk keluar uang dan melihat neraca rugi/laba. Tidak ada fasilitas layaknya perbankan apalagi investasi.

KoinWorks NEO

Satu bulan lalu akhirnya saya berkenalan dengan KoinWorks NEO yang merupakan produk terbaru dari KoinWorks yang dilaunching pada Maret 2022 lalu.

KoinWorks merupakan aplikasi yang sudah berdiri dari tahun 2016, dan kini menjadi super financial app pertama dengan jumlah user aktif sebanyak 1juta. Jadi KoinWorks bukanlah pemain sembarangan dan bukan muncul tiba-tiba karena masa pandemi. Jadi wajar kalau KoinWorks berinovasi meluncurkan KoinWorks NEO untuk memudahkan para pekerja lepas, UMKM untuk mencatat, mengatur keuangan dan sekaligus berinvestasi dalam satu aplikasi KoinWorks #UntungnyaGampang digunakan oleh kita semua.

Fitur yang terdapat di KoinWorks NEO

Fitur-fitur apasaja yan ada di KoinWorks NEO #StartTheNEOLife sehingga bisa memudahkan pekerja lepas dan pelaku UMKM? Ada 4 fitur KoinWorks NEO yang bisa digunakan oleh user, yaitu Neo Card, Payment Link, Send Money dan Financial Overview.

Neo Card ini seperti kartu ATM, bisa digunakan untuk bertransaki dalam dan luar negeri dan bisa ditop-up atau diisi saldonya melalui bank mana saja tanpa biaya admin. Kita bisa membuat 5 kartu Neo Card yang bisa kita fungsi sesuai kebutuhan. Misal, kartu A kita top up, untuk biaya rutin bulanan, Kartu B untuk produksi usaha dan Karu C untuk ngopi-ngopi cantik. Nah kalau uang di saldo kartu C sudah habis, berarti jatah ngopi kita sudah habis, dan jangan ambil dari kartu yang lain.

Payment Link, kalau ada transaksi dan klien mau bayar, kita gak perlu sebutin nomor rekening dan Bank, cukup share linknya saja melalui WA ataupun SMS. Bisa menerima pembayaran melalui kartu kredit, kartu debit, transfer bank, e-wallet dan lainnya. Selain itu bisa juga untuk membuat invoice dan sebagai pengingat pembayaran yang belum dilunasi.

Send Money, Kita bisa mengirim uang ke bank mana saja tanpa dikenakan biaya admin. Limitnya bisa sampai 250juta dan bukti transaksinya bisa diunduh. Selain itu kita bisa bikin pengiriman uang terjadwal, misal ada tagihan rutin tiap bulan yang harus dibayar, atau gaji karyawan, tinggal set jumlah dan tanggal, maka tiap bulan otomatis terkirim ke rekening bersangkutan.

Financial Overview, nah ini yang dibutuhkan untuk para UMKM, ehh tapi pekerja lepas dan karyawan juga bisa sih menggunakan fitur ini, karena fungsinya untuk monitor pemasukan & pengeluaran secara rinci setiap bulannya. Kita juga busa atur arus kas berdasarkan kategori sesuai kebutuhan. Fitur ini juga bisa melacak pembyaran yang belum lunas, buat pengingat kita aset atau modal kita yang masih tertahan diluar.

Gimana KoinWorks NEO menurut kalian? ini saya baru bahas fitur-fitur dari produk terbaru KoinWorks loh ya, kalau sudah unduh aplikasi KoinWorks, kalian yang ingin memulai investasi pasti akan semakin semangat untuk memulai.

Kalau mau tahu lebih detil mengenai super app KoinWorks beserta KoinWorks NEO bisa langsung KLIK DISINI

KoinWorks Inspire

Sekarang mari kita bicara berita bagus untuk para pengusaha, apa itu? Mengendai modal usaha, mau berkesempatan dapat modal total senilai 2 Milyar rupiah? Kalau mau berarti kalian harus ikut kompetisi KoinWorks Inspire dari KoinWorks NEO. 

Siapa saja yang bisa daftar? Kompetisi ini untuk kamu yang memiliki usaha Online maupun Offline yang memiliki toko, kios, stan, ataupun gerobak waralaba. Bahkan kalian yang punya usaha dibidang jasa seperti fotografi atau make up artis juga bisa ikutan.

Cusss ikutan kompetisi KoinWorks Inspire berhadiah 2 Milyar

Para pejuang usaha rintisan yang sedang berusaha untuk mengubah ide bisnisnya menjadi nyata, membangun relasi dan dukungan modal usaha, kalian harus ikutan kompetisi ini.

KoinWorks Inspire juga ditujukan untuk para wanita hebat dan inspiratif yang memiliki usaha dan berperan aktif dalam memajukan industri UKM di Indonesia

Untuk Content creator, influincer dan pekerja lepas yang ingin meningkatkan kemampuan dan membangun relasi agar menjangkau klien lebih luas juga boleh ikutan loh. Bahkan KoinWorks Inspire juga terbuka untuk pengajar sekolah, pengajar paruh waktu, dan pengajar kursus online di semua bidang pendidikan.
Read More