Asuransi Manfaat Khusus Cover Covid-19

Sabtu, 18 April 2020

Tidak ada komentar
Sebulan pandemi korona bikin rusuh di negeri ini, semua perhatian tercurah, semua tenaga terkuras. Tidak ada yang tidak terkena dampaknya. Mulai dari rakyat biasa, pekerja harian, pengusaha sampai pejabat tinggi terimbas.

asuransi-cover-covid-19
sumber image fwd.co.id
Covid-19 mengubah semua budaya dalam sekedipan mata saja. Tidak hanya di Indonesia, ratusan negara di dunia juga terdampak. Negara adidaya Amerika pun kelimpungan menghadapi virus yang berawal dari Tiongkok ini karena mempunyai jumlah terbanyak yang terinfeksi oleh covid-19.
Sementara 10 negara yang kasusnya paling banyak di dominasi oleh negara-negara Eropa. Hanya Iran dari kawasan arab yang nyelip diantara mereka (data 10 Maret 2020).

Sistem kesehatan di seluruh dunia sedang benar-benar diuji untuk menghadapi wabah yang datang tiba-tiba seperti air bah dan tidak terkendali.

Sebagaian besar pasien Covid-19 di Indonesia, bahkan mungkin diseluruh dunia sudah dicover oleh pemerintah untuk biaya pengobatan sampai mereka sembuh.

Tapi harap diingat, Covid-19 tidak hanya menyerang sisi kesehatan saja, tapi ekonomi, sosial dan budaya ikut diserang habis-habisan.

Para pasien yang telah dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit, tetap disarankan untuk tidak keluar rumah/karantina mandiri kurang lebih 14 hari untuk benar-benar meyakinkan bahwa virusnya sudah tidak aktif dalam tubuh mereka.

Lalu bagaimana dengan sumber pendapatan yang berkurang karena terinfeksi virus Korona ini? Bayangkan masa karantina bisa 14 hari, lalu pengobatan tercepat juga kurang lebih 14 hari. Belum karantina setelah pengobatan. Bisa lebih dari 2 bulan, tanpa pendapatan atau penghasilan.

Sebagian besar dari kita yang masih diberi keberkahan sehat tidak terinfeksi saja, kesulitan untuk mendapatkan penghasilan tambahan di masa pandemik ini. Bagaimana dengan para pasien yang terinfeksi Covid-19? Kalau kalian bertanya apakah ada asuransi cover COVID-19, akan saya jawab ada.

FWD Life sangat memahai hal ini, dengan memperpanjang periode Manfaat Khusus Virus COVID-19 hingga 30 April 2020. Ini adalah manfaat tambahan untuk para nasabah individu FWD Life yang terdiagnosis positif Covid-19. Total manfaat sebesar 100 juta ini diluar dari manfaat asuransi yang dimiliki.

Lalu manfaat tambahan apa saja yang diberikan oleh FWD Life cover COVID-19, Pertama adalah Manfaat Tunai Harian yaitu, para nasabah yang dinyatakan positif akan mendapatkan Rp1 juta perhari selama dirawat, maksimal 30 hari. Dan jika sudah lewat dari 30 hari nasabah akan mendapat Manfaat Tunai Sekaligus sebesar Rp10 juta.

Kedua Manfaat Karantina, diberikan kepada nasabah (tertanggung) yang menjalani karantina terkait Covid-19 sebesar Rp5 juta . Anggota keluarga inti tertanggung juga akan mendapatkan masing-masing Rp2.5 juta.

Keluarga inti adalah yang tinggal serumah dengan Tertanggung/nasabah pada saat didiagnosis positif terinfeksi Virus COVID-19 (suami/istri, anak, dan orangtua) dibuktikan dengan surat keterangan yang sah berdasarkan undang-undang pemerintah Republik Indonesia

Ketiga adalah Manfaat Meninggal Tambahan, jujur saya berharap tidak ada lagi yang meninggal karena Covid-19, tapi kalau memang sudah takdir mau dibilang apa. Dan FWD Life sudah mempersiapkan Manfaat Meninggal Tambahan untuk tertanggun sebesar Rp50 juta.

Inilah ada bentuk nyata komitmen FWD Life untuk memberikan kemudahan bagi semua nasabah dan keluarga mereka dalam mendapatkan perlindungan agar mereka merasa aman selama masa pandemi ini.

Walau tentunya saya percaya, bahwa kita semua berdoa untuk tidak terinfeksi oleh Covid-19. Tapi kalau kita sudah mengetahui pentingnya miliki asuransi sebagai benteng terakhir yang menjaga kita, tentunya dengan ada manfaat khusus perlindungan terhadap Covid-19 akan membuat lebih nyaman.

Direktur Utama FWD Life, Anantharaman Sridharan mengatakan, “Kami berkomitmen untuk memberikan akses yang mudah ke produk perlindungan dan membantu para nasabah dan keluarga mereka merasa aman di tengah pandemi saat ini. Oleh karena itu, kami memperpanjang periode Manfaat Khusus COVID-19 yang menunjukkan pendekatan kami yang berfokus pada nasabah dan bagaimana asuransi sebagai sumber kekuatan untuk merayakan hidup bagi nasabah.”

Cara Klaim Asuransi Manfaat Khusus Cover Covid-19 FWD Life

Lalu dokumen apa saja yang harus disiapkan untuk bisa klaim Manfaat Khusus Covid-19 dari FWD Life ini?

Selain bukti rawat inap, nasabah juga harus mempersiapkan Surat Konfirmasi atau Surat Keterangan Dokter untuk Tertanggung/Pihak Yang Diasuransikan yang dinyatakan didiagnosis positif terinfeksi Virus COVID-19 atau resume medis dari rumah sakit yang telah diisi dengan lengkap dan benar disertai dengan tanda tangan dan cap dari rumah sakit.

Dan untuk submit dokumennya nasabah FWD Life gak perlu ribet print atau fotocopy dokumen-dokumen tersebut, nggak perlu janjian sama agen asuransinya apalagi sampai nyamperin ke kantor cabang FWD Life. Cukup di foto dan kirim melalui email atau melalui aplikasi WhatsApp Messenger, mudahkan?

Ini karena FWD Life adalah salah satu pionir asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia. Dengan didukung oleh teknologi digital terdepan, FWD berkomitmen untuk menjadi perusahaan asuransi yang dapat mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi. Salah satu caranya dengan kemudahan nasabah dalam hal klaim.

asuransi-cover-covid-19
Skenario Asuransi Manfaat Khusus Covid-19 dari FWD Life
Terkait klaim Manfaat Khusus Covid-19 FWD Life,ada beberapa poin yang harus diperhatikan oleh para nasabah :
  • Sebelum Periode Diagnosis bukan termasuk dalam status Suspek atau Orang Dalam Pemantauan (”ODP”), atau PDP menurut Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Virus COVID-19 Revisi ke-4, yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Maret 2020.
  • Sebelum Periode Diagnosis tidak termasuk orang yang positif terinfeksi Virus COVID-19.
  • Tidak bepergian dari dan ke negara Cina selama 14 (empat belas) hari sebelum Periode Diagnosis.
  • Tidak bepergian dari dan ke luar wilayah Republik Indonesia dalam waktu 1 (satu) bulan sebelum Periode Diagnosis.
  • Tidak bepergian ke negara-negara dengan tingkat peringatan kuning dan merah yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.
  • Ketentuan lain akan mengikuti ketentuan yang sudah ada sebelumnya.
“Periode Diagnosis” yaitu untuk Nasabah yang aktif sebelum tanggal 1 April 2020 akan berlaku sampai dengan 30 April 2020, sedangkan untuk Nasabah yang aktif setelah tanggal 1 April 2020 akan berlaku 30 hari sejak tanggal efektif polis.

Kalau masih bingung kalian bisa mengunjungi fwd.co.id atau menghubungi hotline 24 jam FWD Care di 1500 391. asuransi cover covid 19 asuransi cover covid 19 asuransi cover covid 19
Read More

Cerita Dari Mereka yang Terdampak Korona

Selasa, 14 April 2020

6 komentar
Nggak kerasa brai,  udah hampir sebulan aktifitas gerak kita dibatasi gara-gara wabah virus korona brengsek ini.  Maaf kalau berkata kasar,  tapi ini virus emang brengsek,  gak cuma bisa bikin orang sakit lalu meninggal,  tapi juga bikin orang pada pinter nyebar hoaks dan jadi pada berasa pinter dengan segala dalil dan teorinya padahal bukan ahli virus atau ahli kesehatan.

Foto hanya illustrasi, temen-temen saya, yang ada di foto ini nggak ada yang jadi tukang bubur atau driver online. Saya hanya rindu berkumpul dan berjejaring kaya gin
Yang perlu kita pahami adalah semua lapisan masyarakat terdampak, walau seberapa besar dampaknya dan cara menyikapinya berbeda-beda setiap orang. Ada yang santuy cenderung bodo amat, ada yang santuy tapi waspada, ada yang parno gak beraturan, yang akhirnya malah bikin orang lain khawatir tanpa ngasih solusi yang bermanfaat.

Gara-gara virus ini,  kita sesama saudara jadi saling menyudutkan, saling curiga satu sama lain dan saling merendahkan diri masing-masing.

"Karyawan sih pada enak, gaji bulanannya tetap di transfer, jadi disuruh kerja dari rumah malah pada seneng".

"Kalian enak banget gak usah mikirin cicilan rumah sama mobil, lah gw nih yang pusing. Tinggal ikutin anjuran tetap di rumah aja susah banget sih".

"Asal lo tau aja, gw sama temen-temen yang kerjanya harian dan gak punya dana cadangan yang paling terdampak gara-gara korona, kalian masih beruntung bisa WFH"

"Gw rasanya mau bunuh diri nih,  kalau di rumah mulu gak bisa kemana-mana".

sekilas kalimat-kalimat itu melintas di kuping ataupun di timeline sosial media. Saya coba memahami, bahwa tingkat depresi atau tekanan mental dan tuntutan hidup sangat berat dimasa sekarang. Disebuah media masa nasional dirilis bahwa orang yang terkena psikomatis cukup banyak.

Saya jadi berfikir, apa yang ada dibenak kedua orang tua saya saat tahun 1998-2000 terjadi krisis moneter yang menyerang Indonesia. Apakah perasaan mereka sekalut seperti saya sekarang ini.

Orang-orang seumuran saya, melihat krisis di tahun 1998 mungkin hanya melihat kerusuhan besar dan memakan banyak korban jiwa, tapi dampaknya bagi usaha dan penghasilan keluarga, kami tidak pernah tahu secara detil.

Apakah mereka khawatir, seperti saya yang khawatir kapan wabah ini berakhir sehingga kita bisa beraktifitas kembali dan mencari nafkah secara normal. Sepertinya efeknya Covid-19 lebih hebat dari krisis ekonomi 98.

Covid-19 adalah pagebluk yang (bisa saja) mengakibatkan krisis ekonomi dan juga krisis sosial. Kalau pemerintah tidak segera membuat peraturan yang bisa menjaga keseimbangan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Bertahan Hidup di Masa Pagebluk Korona 

Semasa karantina,  kami relatif jarang membeli makanan dari luar.  Dengan ilmu memasak seadanya,  kami mengolah bahan yang kami beli di pasar tradisional maupun di swalayan dekat rumah.

Ini salah satu cara kami bertahan di masa pagebluk korona brengsek ini. Alasannya untuk menghemat pengeluaran dan yang penting adalah agar tidak sering-sering keluar rumah untuk sekedar cari makan atau berbelanja harian.

Diawal-awal kami belanja untuk satu minggu, namun kini kami persingkat jadi 3-4 hari untuk berbelanja di pasar tradisional. Itupun kami sudah tahu tukang sayur mana yang buka sampai 24jam supaya kami bisa berbelanja di malam hari, saat sudah sepi.

Sampai akhirnya saya harus keluar untuk membeli bubur ayam langganan. Karena ibu mertua yang meminta, jadilah saya membelikan pesanan beliau untuk sarapan pagi.

Bubur ayam ini sudah jadi langganan lebih dari 10 tahun lalu, harganya sedikit mahal (masih dibawah 15rb) tapi buburnya padat, sate lengkap dan ada empingnya. Ini yang jadi ciri khas bubur kang Tatang.

Sampai di gerobaknya, saya langsung disambut sumringah kang Tatang yang seakan rindu setelah lama tak ketemu.

"Gimana kang jualannya? " Saya langsung membuka percakapan, sambil memberikan wadah untuk bubur dan handsanitizer untuk disimpan di warungnya agar bisa digunakan oleh siapa saja.

"Waaah lumayan ngedrop nih. Biasanya sehari itu habis 16 liter, kalau weekend bisa sampai 20 liter. Kalau sekarang 6 liter aja nggak habis". Ujar kang Tatang sambil mengajak saya melihat kedalam panci buburnya yang masih penuh.

Harus diakui, bubur kang Tatang di Komplek Taman Asri Ciledug ini memang selalu ramai. Kalau saya datang jam 10 siang saat weekend,  kemungkinan besar sudah habis.

"Modal jualan perhari itu 1.7jt, biasanya tuh omset perhari antara 2.5jt sampai 3.5 juta,  sekarang mah 2 juta aja sudah syukur. Dua hari lalu malah nombok". Lanjut kang Tatang.

Tapi kang Tatang bersyukur sudah mempunyai tabungan untuk pulang dibulan Ramadhan nanti. Gerobak buburnya memang selalu tutup saat Ramadhan sampai usai Idul Fitri.

Pagebluk korona yang merebak antara bulan Februari-Maret, membuat kang Tatang masih bisa bernafas lega, karena pertengahan April, saat memasuki bulan Ramadhan, dia sudah tidak lagi berjualan. Alasannya sederhana, biar ibadah Ramadhan lebih fokus.

Lain lagi cerita kawan saya pengemudi taksi online. Saya memanggilnya Ncex, bukannya rasis, tapi memang dia yang meminta dan tidak keberatan dipanggil seperti itu karena matanya yang kecil walau dia bukan dari ras Tionghoa.

Sudah lebih dari 5 tahun jadi pengemudi taksi online, konsisten tidak pindah-pindah aplikator. Sudah paham seluk beluk driver online, saya banyak belajar dari Ncex mengenai jalanan Jakarta dan driver online.

Gara-gara wabah ini, Ncex harus berfikir keras. Bayangkan pendapatannya berkurang 90%, bahkan bisa sampai minus yang artinya pernah dalam satu hari tidak mendapat penghasilan sama sekali malah nombok untuk bensin dan makan.

Sebenarnya saat wabah ini baru mulai masuk ke Indonesia, Ncex masih tetap turun ke jalan. Dan itu sudah ada penurunan penghasilan.

Saat pemerintah umumkan kasus pertama, grafik penghasilannya mulai menukik tajam.

Ncex sempat tidak narik, selama 1 minggu, ketika untuk pertama kalinya dihimbau pemerintah untuk tidak keluar rumah, tapi kebutuhan keluarga yang harus terpenuhi, cicilan mobil yang tidak bisa menunggu memaksa Ncex harus turun kejalan.

"Baru dua hari nih turun lagi. Hari pertama 250rb (kotor), sedangkan hari  ini sampai jam 13.00 blum ada sama sekali orderan". Ujarnya saat saya chat via WA.

Makin hari kondisinya tidak kunjung membaik,  Ncex harus tidur dikendaraan karena kalau harus pulang kerumahnya di daerah Bekasi malah membuat boros bensin.

Selain itu, alasan utama tidak sering-sering pulang adalah untuk memperkecil resiko penularan Covid-19  kepada keluarganya dirumah.

Dalam kondisi normal,  paling sedikit dia dapat penghasilan kotor diantara 600.000 sampai 1 juta rupiah perhari. ini blum dipotong fee aplikator sebesar 20% plus bensin dan makan.

Saya sempat iseng bertanya,  udah ada penumpang yang kasih bingkisan atau tanda solidaritas terkait Covid-19.

"Blum ada bro" Sambil memberikan emoticon senyum.

"Yang ada malah banyak yang khawatir,  tanya-tanya kok gak pake masker (kalau lagi lupa pakai),  sehat apa nggak, kaya pada takut gitu?" Lanjut Ncex.

"Sebenarnya teman-teman pengemudi saat ini juga khawatir kalau mendapat orderan anter atau jemput ke rumah sakit,  apalagi rumah sakit rujukan Covid-19. Jadi kita juga saling jaga sama-sama aja" Menutup percakapan kami via WA siang itu.

Semoga wabah ini cepat berlalu,  sekalipun masih lama, saya berharap pemerintah bisa memberikan solusi terbaik untuk masyarakat luas.

Untuk makan sehari-hari mungkin bisa dicari dan memang sudah banyak yang membantu dari berbagai elemen masyarakat luas.
Rakyat Indonesia terkenal begitu guyub membantu sesama untuk sekedar hidup sehari-hari walau sebenarnya kita juga dalam kondisi sulit.

Tapi hidup bukan hanya sebatas makan saja kan? Banyak hal yang harus dipenuhi, listrik, cicilan, air PAM dan lain sebagai. Ini harus jadi perhatian juga.

Sekali lagi saya berharap pemerintah bisa memberikan kebijakan untuk memudahkan masyarakat di tengah wabah ini. Yang tidak kalah penting, semoga wabah ini cepat berlalu. #Covid19 #CeritaCovid
Read More

Begini Cara Membeli Mobil Baru Toyota Lewat Auto2000 Digiroom

Selasa, 31 Maret 2020

Tidak ada komentar
Pernah gak ngerasain ketika mau service rutin ke bengkel, tiba-tiba udah banyak yang antri dan akhirnya kita harus bengong lama nunggu antrian? Saya pernah dan itu buang-buang waktu Braii.

Kesel tapi mau gimana lagi, udah sampai di bengkel masa mau balik lagi. Tapi sekarang, buat kalian pelanggan setia Auto2000 gak usah khawatir, coba akses ke www.auto2000.co.id dan nikmati layanan Auto2000 Digiroom.
Auto2000-Digiroom
Tampilan website Auto2000.co.id yang kini makin lengkap dengan layanan Auto2000 Digiroom
Jadi ya Braii, Auto2000 baru saja memperbaharui website mereka menjadi e-commerce pertama untuk sebuah dealer mobil. Tidak cuma di web, tapi juga hadir di aplikasi yang bisa di download melalui perangkat smartphone. Inspirasinya adalah  ‘Toyota Showroom in Your Pocket’, Auto Digiroom merupakan sebuah model layanan yang praktis dan mudah dari hulu ke hilir.

Kenapa showroom in your pocket karena memang kita bisa bertransaksi layaknya datang ke showroom tapi hanya melalui smartphone.

Jadi auto family (sebutan keluarga yang menggunakan kendaraan Toyota) tidak hanya sekedar booking untuk service, tapi bisa mengajukan kredit pembelian mobil melalui layanan Auto2000 Digiroom. Okeii kita bahas satu-satu ya.

Auto2000 Digiroom memastikan para pelanggannya merasakan pengalaman yang sama seperti ketika mereka mendatangi showroom padahal mereka sedang berada dirumah atau dikantor saat mengakses Auto2000 Digiroom melalui platform digital. Semua bisa diakses hanya dengan sentuhan jari dilayar ponselnya.

Kita bisa memanfaatkan kemudahan mencari informasi dan membeli mobil baru Toyota melalui Auto2000 Digiroom. Dan kita juga bisa membeli sparepart atau aksesoris layaknya online shop. Ragam pilihan accessories layaknya menu ala carte, membuat semakin mudah dan asyik untuk dipilih.

Seperti yang  saya ceritakan diawal kita bisa booking layanan purnajual yang terdiri atas opsi workshop untuk servis berkala di bengkel resmi Auto2000, memanggil teknisi THS – Auto2000 Home Service. Tidak hanya service terkait mesin, tapi kita juga bisa booking layanan perbaikan bodi mobil di fasilitas body paint Auto2000.

Auto Familiy juga dapat memperoleh layanan aftersales yang relevan, reminder servis berkala, atau program promo servis yang pas. Tidak sampai disitu, terkait metode pembayaran juga dipermudah dan praktis, bisa melalui transfer bank, virtual account, credit card, dan leasing (untuk pembelian kendaraan).

Urusan pembelian mobil baru juga semakin lebih mudah di Auto2000 Digiroom. Saya masih inget waktu 4 tahun lalu membeli Toyota Agya kesayangan, butuh waktu lama untuk memutuskan. Mulai browsing online, pindah-pindah web membandingkan harga mobil, datang ke pameran lihat-lihat fisik sampai akhirnya ketemu sama sales penjualan.

Beruntung, salesnya adalah teman dekat saya, jadi sangat membantu. Gak terlalu pusing ngurus dokumen pribadi untuk transaksi kredit melalui leasing Toyota Astra Finance.
Lalu bagaimana cara membeli mobil di Auto2000 Digiroom? Kalau kita sudah terdaftar di sistem Auto2000 Digiroom, akan sangat mudah dalam mengurus dokumen pribadi termasuk tanda tangan digital kita yang sudah tersimpan dalam database dengan keamanan yang sangat ketat.

Setelah menetapkan pilihan mobil mana yang menjadi incaran di web auto2000.co.id, auto family bisa memperhitungkan pembelian mobil secara kredit melalu leasing yang sudah bekerjasama dengan Auto2000 sehingga kita punya gambaran budget yang harus kita sisihkan tiap bulan untuk cicilan.

Selain itu, bagi yang akan melakukan pembelian mobil Toyota dengan cara tukar tambah atau trade-in juga bisa dilayani dengan baik di Auto2000 Digiroom sehingga benar-benar mempermudah segala urusan jual-beli mobil.
Auto2000-Digiroom
Simulasi kredit pembelian kredit baru bisa dilakukan melalui Auto2000 Digiroom

Begini Cara Membeli Mobil Baru Toyota Lewat Auto2000 Digiroom, E-commerce Toyota Pertama di Indonesia

Okaii, saya beri gambaran detil tahap-tahap membeli mobil secara online di Auto2000 Digiroom. Ini memang hal yang baru pertama kali di Indonesia, agak kikuk sih membeli mobil kok online, kaya belanja baju di Online shop, lohh memang ini e-commerce punya Auto2000.

Auto2000 Digiroom ini merupakan wujud konsep one stop solution, untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan pada Auto Family dalam membeli dan merawat mobil kesayangan tanpa perlu datang ke cabang Auto2000.

1. Masuk ke website Auto2000.co.id. bisa melalui pc, laptop ataupun smartphone.

2. Login menggunakan akun Facebook atau Google, bebas saja mana yang membuat kita nyaman.

3. Langsung deh window shoping dan memilih mobil yang tepat sesuai dengan kebutuhan di web ini, kalau sudah punya mobil incaran lebih bagus, jadi bisa mempersingkat waktu.

4. Lakukan simulasi kredit lewat perusahaan leasing yang berkolaborasi dengan Auto2000 sehingga bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki. Gak perlu telepon sales atau siapapun, cukup di Auto2000 Digiroom

5. Memasukkan kode promo untuk memperoleh keuntungan dari program promo yang ditawarkan (kalau punya) kode promo biasanya ada di web Auto2000.co.id.

6. Submit dan upload dokumen yang dibutuhkan untuk syarat pembelian mobil baru Toyota, di antaranya KTP . Ini yang gak kalah canggih, dengan menggunakan tekhnologi Optical Character Recognition, untuk registrasi sangat mudah, cukup dengan upload KTP maka form otomatis terisi, otomatis loh Braii, nggak ngisi manual. Selanjutnya untuk menyatakan pemesanan kendaraan benar dipesan maka lakukan digital signature melalui OTP.

7. Kemudian kita tinggal pilih sistem pembayaran, dengan opsi transfer bank, virtual account, credit card, dan leasing.

8. Jika kita ingin mencoba dulu mobil idamannya juga bisa loh, tinggal pemilih opsi Test Drive dan menentukan waktu dan lokasi yang dekat dengan rumah atau kantor kita. Ingat ya, sampai tahap ketujuh, kita masih belum ke show room. Hanya bermodalkan smartphone.

9. Proses selanjutnya setelah kita selesai melengkapi data melalui Auto2000 Digiroom, Sales Advisor Auto2000 terdekat dari lokasi yang kita tentukan akan mengurus proses lebih lanjut.

10. Setelah semua data dan proses terpenuhi dan aplikasi kredit kita disetujui leasing, kita tinggal menunggu kendaraan sampai dirumah. Kita juga bisa melakukan tracking status pembelian lewat situs Auto2000.co.id sehingga bisa mengatur waktu saat proses delivery.

Semua bisa dilakukan dimana saja

Giman Braii Auto2000 Digiroomnya? keren kan? kalau masih bisa dilakukan dirumah atau dikantor tanpa harus ke showroom, ngapain buang-buang waktu.

“Dengan hadirnya Auto2000 Digiroom diharapkan pelanggan lebih mudah karena memiliki lebih banyak pilihan channel untuk mendapatkan layanan professional dari team Auto2000. Dengan menyatukan seluruh kebutuhan pemilik mobil Toyota dalam sebuah platform digital, Auto2000 Digiroom menjadi e-commerce dealer otomotif pertama di Indonesia yang siap melayani pelanggan. Sebagai ‘Toyota Showroom in Your Pocket’, Auto2000 Digiroom sejalan dengan konsep layanan kami yakni ‘Auto2000 Lebih’ dengan tagline ‘Urusan Toyota Lebih Mudah’,” jelas
Martogi Siahaan, Chief Executive Auto2000, saat layanan Auto2000 Digiroom ini dilaunching secara digital pada kamis 26 Maret 2020 lalu.


Read More

Disrupsi Telekomunikasi, Senja Kala Provider Telko Akankah Terjadi?

Selasa, 11 Februari 2020

4 komentar
Tiga atau lima tahun ke belakang, kita dikejutkan oleh beberapa media cetak yang “dipaksa” tutup karena hebatnya disrupsi media (sosial)  yang mengganggu keberlangsungan mereka. Hanya ada beberapa media cetak besar yang masih sanggup bertahan, itupun setelah mengurangi beberapa produk cetak mereka.
Senja kalau perusahaan telekomunikasi akankah terjadi
Selain budaya membaca kita yang masih rendah, kemajuan teknologi semakin memperburuk keadaan media saat ini.

Lalu bagaimana dengan wacana disrupsi komunikasi yang juga terjadi di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Apakah juga akan mempengaruhi perusahaan telekomunikasi yang ada di Indonesia?

Oke sebelum makin njelimet bahasannnya, ada yang belum mengerti istilah disrupsi? Menurut KBBI disrupsi itu tercabut dari akar, tentu kita nggak bisa menggunakan istilah ini mentah-mentah. Rheinald Kasali pernah bilang, disrupsi kurang lebih seperti disruption, gangguan atau ancaman Tentu maksud Rheinald Kasali tidak se vulgar terjemahannya.

Disrupsi menurut saya bisa diartikan inovasi atau perubahan mendasar yang sedang terjadi di tengah masyarakat dan berdampak luas. Apakah itu hal yang postif atau negatif? Apakah disrupsi itu ancaman atau peluang?

Contoh disrupsi yang sangat dekat dan terjadi di sekitar kita adalah di bidang transportasi. Kejayaan taksi sebagai angkutan umum yang eksklusif semakin pudar. Banyak perusahaan taksi yang meredup dan gulung tikar, tapi ada beberapa yang mencoba mengikuti arus disrupsi dan mencoba beradaptasi. Kita tentu tahu, siapa yang membuat disrupsi transportasi ini terjadi.

Contoh lain adalah di bidang pendidikan. Zaman sekolah saya, ikut bimbingan belajar (di luar sekolah) hanya untuk yang orang tuanya mampu, buat saya dan beberapa teman, ikut les yang diadakan guru sekolah sudah cukup membahagiakan.

Tapi kini, sebuah aplikasi bimbingan belajar yang bisa diakses di mana saja begitu menyedot perhatian masyarakat kita. Bahkan iklan mereka di TV atau media sosial lebih “Gila” ketimbang bimbingan belajar konvensional. Mungkin karena mereka gak perlu mikir, sewa gedung sehingga bisa promo gila-gilaan. Walau saya lihat, mereka mulai mendirikan kantor di beberapa lokasi.

Lalu apakah bimbingan belajar konvensional akan mati? Pilihannya ada dua, stagnan saja, atau mengikuti perubahan. Orang belajar tetap perlu tatap muka, tapi kalau ada aplikasi  yang membantu mereka saat belajar di rumah, tentu akan ada nilai lebih.

Disrupsi Telekomunikasi

Nah baru kita masuk ke point intinya, Disrupsi Telekomunikasi. Semua ini berawal dari evolusi teknologi yang sangat cepat. Saya juga baru menyadari ini saat hadir di acara FGD Indonesia ICT Institute Jakarta, 5 February 2020 mengenai "Disrupsi Telekomunikasi di Balai Kartini, ruang Anggrek.

Hadir menjadi narasumber hari itu adalah, Ir. Nonot Harsono, M.T dan Heru Sutadi.

Heru Sutadi adalah Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute. Indonesia ICT Institute hadir sebagai lembaga yang bersama-sama pemangku kepentingan lainnya memajukan sektor ICT Indonesia agar mempunyai manfaat yang lebih luas dan menjadi enabler pembangunan yang berkelanjutan. Indonesia ICT Institute turut serta bersama memajukan ICT melalui penelitian, konsultasi, pemberdayaan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi yang melibatkan seluruh stakeholder ICT.

Sementara Ir. Nonot Harsono, M.T adalah pengamat teknologi yang juga menjadi dosen di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan pernah menjadi ketua jurusan telekomunikasi di tahun 2001-2005. Beliau juga pernah menjadi Komisioner BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) yang terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai unsur pemerintah dan Komite Regulasi Telekomunikasi sebagai unsur masyarakat.

Nonot Harsono dan Heru Sutadi menjadi narasumber di acara FGD Indonesia ICT Institute

Disrupsi Telekomunikasi memang tidak secepat teknologi digital, tapi pergerakannya pasti. Saya ingat betul tahun 90an, diawal telpon genggam menjadi barang (sangat) mewah (sekarang pun masih), harga kartu perdana bisa mencapai 500rb sampai 1juta. Pulsa termurah antara 100-200rb, itupun kalau gak salah cuma bisa beli pakai kartu kredit (koreksi kalau salah).

Kehadiran telpon genggam saat itu belum bisa mendisrupsi (mengganggu) telpon rumah dan telpon umum koin/kartu. Karena hanya digunakan oleh sebagian kalangan saja. Memasuki tahun 2000 para produsen telpon genggam makin aktif berproduksi dan berinovasi dengan mengeluarkan produk yang semakin terjangkau.

Provider telekomunikasi tepuk tangan kegirangan karena, semakin banyak yang menggunakan telepon genggam, maka target market mereka terbuka lebar. Tahun 2000-an harga pulsa termurah sekitar 50rb. Kedepannya harga pulsa yang dijual kepasaran semakin bervariasi.

Saya ingat telpon genggam pertama saya adalah Nokia 3210 dan kemudian beralih ke Sony Ericsson R310, masyarakat sering menyebutnya Ericsson Hiu, karena bentuk bagian atasnya menyerupai sirip hiu. Telpon genggam tahan banting, cocok untuk saya yang slebor. Semua telpon genggam itu saya beli dari tangan kedua alias bekas.

Bisa dibilang, perusahaan telekomunikasi menjadi industri paling seksi kala itu. Bayangkan untuk kirim SMS, kita dipungut biaya 1 rupiah per 1 karakter. Kalau harga ini masih diterapkan saat ini, bisa-bisa pulsa kita Cuma habis buat kirim pesan via aplikasi Whatapps.

Sampai 2010, pembangun infrastruktur BTS oleh para perusahaan telko sedang bergairah. Saya pernah bekerja disebuah perusahaan yang membangun BTS, perusahaan kecil yang hanya berisi 5-7 karyawan. Tugas saya adalah mensurvei sampai menegosiasikan lahan yang akan digunakan oleh salah satu perusahaan telko.

Bayangkan dalam seminggu bisa ada 3 tempat potensial yang harus disurvei, dan saat itu, tempat saya bekerja diberi tanggung jawab untuk daerah Jakarta Pusat dan Sukabumi. Tahun 2007-2008, keluar masuk kampung di daerah Sukabumi adalah pekerjaan saya.

Lalu bagaimana dengan keadaan saat ini? Masihkah perusahaan telko ini menjadi ladang usaha yang (sangat) menguntungkan?

Persaingan harga diantara perusahaan telko sudah wajar terjadi, tapi bukan berarti yang memberikan harga murah maka akan bertahan lama dan diminati masyarakat luas. Buktinya ada perusahaan telko yang meberikan fasilitas telpon murah kala itu, namun harus kibarkan bendera putih lebih dulu.

Menurut Nonot Harsono, Saat ini persaingan perusahaan telko masih terfokus siapa yang memberikan harga termurah. Di era disrupsi telekomunikasi, persaingan seperti ini sudah bukan jamannya lagi. Karena semakin murah, yang diuntungkan bukan perusahaan tapi pihak lain.

Perusahaan Telko beresiko menjadi hanya sebagai penyedia komoditas murah dan mudah tergantikan, yang biasa disebut dengan “data-transmission bandwidth”.

Persaingan yang terjadi saat ini selain menguntungkan pelanggan, juga membuat Industri & perusahaan Platform/Apps/OTT (over the top) seperti Google, Facebook, dan Netflix telah mendapatkan value dan peluang (keuntungan) yang sangat besar, bukan karena mereka meningkatkan skala industrinya, namun karena mereka menciptakan brand yang kuat memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi.

Infrastruktur yang dibuat oleh perusahaan telko di Indonesia secara “berdarah-darah” (lebai penggambaran ya?) Tapi dengan mudahnya digunakan oleh perusahaan Platform/Apps/OTT tersebut.

Contoh, aplikasi chatting seperti Whatapps, Line dan Telegram. Mereka tidak punya jaringan tapi kita bisa chatting, kirim gambar dan video, telepon bahkan video call. Tidak punya jaringan tapi bisa melayani pelanggannya seperti mereka bikin infrastruktur jaringan di Indonesia.

Apa yang kini, perusahaan telko dapat? Hanya pembelian pulsa bulanan untuk paket data internet kan? Jarang ada yang beli pulsa untuk telepon atau kirim SMS. Bonus SMS saya dari salah satu perusahaan telko sampai ratusan nggak pernah saya pakai.

Bahkan data atau kebiasaan (habit) pelanggan pun, (konon) tidak dimiliki perusahaan telko. Karena data yang diambil dan digunakan oleh para perusahaan Platform/Apps/OTT seperti Google, Facebook, dan Netflix hanya numpang lewat saja sebagai aliran data.

Yang bisa mengolah data untuk kepentingan perusahaan ya hanya mereka (Google, Facebook, Netflix dll), bukan perusahan telko di Indonesia.

“Jika Google dan Facebook bisa mengetahui segala sesuatu tentang Users mereka, maka sebenarnya para Operator pun bisa mendapatkan informasi yang sama, karena semua data/informasi itu mengalir melalui network milik para operator, dalam perjalanan alirannya menuju ke Google dan Facebook”. Lanjut Nonot Harsono.

Menurut Heru Sutadi, Disrupsi teknologi mengubah banyak hal: bisnis, kompetisi, adopsi dan inovasi teknologi, organisasi perusahaan.

Untuk itu diperlukan visi dan kepemimpinan, inovasi dan adopsi teknologi serta transformasi organisasi agar perusahaan dapat sustain di tengah gempuran disrupsi teknologi, termasuk pada perusahaan-perusahaan telekomunikasi.

Dari laporan tahun 2018 terlihat dua perusahaan telko di Indonesia yang kinerja keuangannya berada diposisi minus (negatif). Bahkan di tahun 2018 jumlah pelanggan para perusahaan telko ini cenderung menurun.

Disrupsi dapat terjadi kapan saja, di sektor apapun termasuk telekomunikasi, dan pengaruhnya terhadap organisasi tradisional bisa menjadi sangat signifikan.

Dari kajian yang dilakukan, para penyelenggara telekomunikasi nampaknya perlu terus bergerak menghadapi dan melakukan transformasi digital yang bergerak cepat ini meskipun telah memiliki visi, misi dan strategi dengan caranya masing-masing.

Melakukan transformasi digital bagi sebuah perusahaan memang tidak mudah, harus membentuk mind-sets baru dan merombak organisasi. Karena transformasi digital memerlukan lebih dari sekadar meningkatkan bisnis dengan teknologi digital, tapi juga memerlukan pemikiran ulang dan restrukturisasi seluruh logika bisnis suatu organisasi. Lanjut Heru Sutadi menutup FGD siang itu.
Read More

Asuransi FWD Critical Armor, Tidak Pernah Klaim, Premi di Kembalikan

Kamis, 06 Februari 2020

Tidak ada komentar
Pernah gak berada dikondisi, mempunyai Ibu 25 tahun mengidap kanker, bapak kanker prostat dan calon istri didiagnosis kanker ovarium? Ini adalah cerita dari Gilang Ramadhan, salah satu drummer terbaik Indonesia panutan saya.


Saya baru tahu cerita ini saat bertemu dengan Shahnaz Haque, istri Gilang di acara launching FWD Critical Armor beberapa waktu lalu.

Yuppss riwayat kanker sudah bukan hal baru dikeluarga mereka, Gilang dan Shahnaz merupakan pasangan yang sangat menginspirasi bagi siapapun yang harus berjuang melawan penyakit kritis.

Jadi saat Shahnaz cerita bahwa dia diagnosis kanker ovarium diumur 20an pada tahun 1998, Gilang tidak mundur. Karena dia sudah punya jalan cerita mengenai kanker terlebih dahulu. Dan ternyata Ibunda dan Nenek Shahnaz pun terdiagnosis kanker.

Dari obrolan yang sangat (sangat teramat) santai bersama ibu 3 orang anak ini, saya mendapat ilmu yang berharga, bahwa sakit (kanker) kita jangan di bawa nelangsa. Karena Shahnaz percaya, dengan pikiran positif, semua treatment pengobatan akan bekerja lebih maksimal.

Kalau dikeluarga mereka, ngomongin tentang kanker itu harus dibawa santai tapi serius (no tipu-tipu) seperti obrolan sore sambil makan cemilan dan ditemani teh manis hangat di teras rumah. Shahnaz tidak ingin pengalaman ibunya yang kondisinya saat mengidap kanker (agak) sedikit ditutup-tutupi, agar perasaan ibunya tenang.

Tapi menurut Shahnaz, itu hal yang salah. Karena semakin ditutupi, justru tidak membuat keadaan membaik.

Pertanyaan pertamanya Shahnaz kepada dokter saat didiagnosis kanker adalah.

"Saya bakal mati gak Dok?".

Lalu dokternya menjawab dengan santai

"Mati...".

Awalnya Shahnaz sempat shock dan menunda pengobatan sampai 2 tahun, sampai akhirnya berusaha menerima dengan ikhlas.

Karena pikiran positif dan semangat adalah penguat obat yang mujarab bagi para penyintas kanker. Banyak yang sudah stadium 4 tapi dengan pikiran positif, kesempatan hidupnya lebih panjang, tapi yang stadium 1 bisa cepat sekali menjadi stadium 4 karena terlalu meratapi keadaan mereka.

Kanker memang harus secepat mungkin ditangani secara medis, kata “Medis” harus di garis bawahi, tulisan di pertebal, kalau perlu di perbesar. Karena belum ada pengobatan alternatif apapun yang secara medis bisa mengatasi kanker secara maksimal.

Karena jika penanganan kanker dilakukan dari stadium 1 maka untuk mencapai kemungkinan hidup selama 5 tahun adalah 100persen. Tapi jika sudah stadium 4 maka, kemungkinan hidup selama 1 tahun hanya 80 persen.

“Hidup itu harus dibawa bercanda” Ujar Shahnaz dengan ringan. Pengalamannya sebagai penyintas dan caregiver Kanker tentu bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.

Memang tidak mudah bagi para pasien, untuk itu pihak keluarga mempunyai peran penting supaya keluarga kita yang didiagnosa kanker merasakan tenang dan nyaman.

Selain pengobatan yang panjang, biasanya yang menjadi pikiran para penyintas kanker adalah biaya pengobatan yang tidak bisa dibilang murah.

Sedikit bersyukur kini ada asuransi dari pemerintah, walau tidak semua obat dicover. Dan bukan masalah biaya pengobatan, kanker yang termasuk penyakit kritis bisa membuat perekonomian keluarga terganggu, terlebih jika yang terdiagnosis adalah tulang punggung ekonomi keluarga.

Cerita Shahnaz bisa menjadi pelajaran untuk kita semua

FWD Critical Armor Tidak Pernah Klaim, Premi di Kembalikan

Tapi untuk membeli asuransi tambahanpun banyak pertimbangan, salah satunya jika kita diberikan keberkahan tidak mengidap kanker atau penyakit kritis lainnya, lalu premi asuransi yang selama ini kita sisihkan untuk siapa?

Memangnya ada asuransi yang mengembalikan preminya jika ternyata kita tidak terdiagnosisi penyakit kritis?

Untuk itu pada tanggal 29 Januari 2020, FWD meluncurkan FWD Critical Armor, produk asuransi perlindungan penyakit kritis yang memberikan solusi komprehensif untuk membantu nasabah fokus pada penyembuhan penyakit kritis dan mengurangi rasa khawatir terhadap kerentanan keuangan.

Produk ini juga dilengkapi dengan manfaat pembebasan premi, manfaat meninggal dunia, dan pengembalian premi dengan total manfaat hingga 420% dari uang pertanggungan.

Wakil Direktur Utama FWD Life, Adit Trivedi mengatakan “Melalui FWD Critical Armor, kami ingin membantu nasabah beserta keluarga agar dapat tetap optimis dan positif dalam menjalani pengobatan hingga sembuh.”

Sedangkan menurut Direktur, Chief of Proposition & Syariah FWD Life, Ade Bungsu, “jika nasabah tidak pernah klaim penyakit kritis major hingga akhir masa perlindungan, premi akan dikembalikan. Jadi, tidak ada lagi yang terbuang percuma,”.

Tidak heran jika FWD Critical Armor adalah produk asuransi unggulan FWD Life tahun ini yang memberikan berbagai manfaat klaim bagi para nasabahnya.

Berikut manfaat bagi nasabah jika menggunakan asuransi FWD Critical Armor dari asuransi FWD;

Worry-Free Benefits

  • Melindungi dari 50 jenis penyakit major yang dapat diklaim hingga 3 kali dan 15 jenis penyakit minor yang dapat diklaim satu kali
  • Perlindungan hingga usia 80 tahun
  • Premi tidak berubah sepanjang periode pembayaran premi
  • Masa dan metode pembayaran premi dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan nasabah
  • Manfaat meninggal dunia
  • Setiap manfaat yang dibayarkan tidak akan mengurangi nilai dari manfaat lainnya.

Waste-Free Benefits:

  • Pengembalian premi jika tidak ada klaim penyakit kritis major hingga akhir masa perlindungan
  • Dibebaskan dari pembayaran premi lanjutan.
Read More

Tips Jakarta-Bali Lewat Tol Trans Jawa Menggunakan Mobil Pribadi

Kamis, 30 Januari 2020

22 komentar
Haii Braii, pernah ngerasain bawa mobil sendiri dari Jakarta-Bali lewat tol Trans Jawa belum? Alhamdulillah saya udah pernah. Gimana rasanya? Ketagihan Braii, serius jadi pengen lagi ke Bali tapi lain kali harus mampir-mapir dulu di beberapa kota. Kalau di kesempatan terakhir, saya langsung bablas tol trans jawa.
Jangan takut bawa mobil dari Jakarta-Bali, semua infrastrukturnya penunjangnya sudah cukup bagus dan bikin kita merasa aman, nyaman sepanjang perjalanan.
Ini bukan kali pertama saya bawa mobil dari Jakarta ke Bali. Mungkin sudah 3 kali, pertama mengantar mobil klien yang pindah rumah. Kemudian dikesempatan yang ke-2  dan ke-3 saya bawa mobil pribadi Toyota type Agya. Jangan kaget, LCGC ini cukup tangguh asal di sesuaikan dengan cara mengemudinya. Nanti saya share dilain artikel.

Oke lets the story began, dari Jakarta, tepatnya kawasan SCBD, saya berangkat bersama 2 orang teman, Monica Anggen dan Punto. Monica jadi backup driver saat di jalan tol, karena sebagian besar melewati jalan tol dan Punto spesialis co-driver penghilang rasa kantuk dengan pilihan lagu campur sarinya.

Berangkat dari Jakarta jam 15.30, sengaja kami ambil perjalanan malam, karena saya ingin melewati tol Cipali dengan nyaman. Saya khawatir karakter jalan tol Cipali yang sebagian besar adalah beton, membuat cepat rusak ban mobil karena kondisi cuaca panas.

Saya sudah berkali-kali melewati tol Cipali, bahkan saat peresmiannya saya ikut menjajal tol ini ketika bulan puasa. Dan suasananya sangat cerah mentereng cenderung panas membara terlebih saat jam 12 siang.

Demi melewati Cipali malam hari, kami rela disiksa tol Cikampek dengan kemacetan yang menggila karena bertepatan dengan jam pulang kantor. Mau tidak mau harus dinikmati.

Tol layang Jakarta-Cikampek saat itu masih dalam proses pengerjaan dan kalau sekarang elevated tol ini sudah beroperasi, bisa jadi solusi di jam rawan macet untuk para pelintas yang ingin menempuh perjalan jauh.

Jadi para pengendara bisa terhindar dari antrian kendaraan yang ingin keluar di Bekasi, Cikarang dan Karawang. Ketiga daerah tersebut memang sudah menjadi kota satelit Jakarta yang mempunyai banyak penduduk dan industri, sehingga wajar volume kendaraannya sangat tinggi.

Dampak dari kemacetan di jalan tol Cikampek, perjalanan kami jadi sangat terhambat. Bayangkan, sampai jam 12 malam (kurang lebih 8 jam), saya hanya berhasil menempuh jarak 300km dan akhirnya harus bergantian menyetir, setelah mata makin berat dan betis makin pegel gara-gara macet. Kebetulan Toyota Agya saya bertransmisi manual.

Bandingkan dengan Monica Anggen, yang hanya dalam waktu 5 jam bisa menempuh jarak 500km, kurang lebih kecepatan 100km/jam. Baahh saya kaget saat bangun untuk shalat subuh di rest area dan melihat data yang tertulis di kilometer, bahkan jam 7-8 pagi, kami sudah masuk tol Surabaya.

Ohh iya, pemandangan sepanjang perjalanan saat pagi menjelang saat indah untuk dilewati begitu saja. Kalau memang berniat berhenti sejenak, usahakan cari tempat yang aman. Jangan pas di jalan berkelok karena kecepatan kendaraan yang tinggi di jalan tol.

Selain itu juga, saya sering melihat bus malam melintas berbagai merk. Menurut saya ini sebuah momen kebangkitan pengusaha bus malam yang selama ini tertidur lelap karena tersaingi oleh kereta dan pesawat udara.

Saat pagi menjelang di salah satu sudut tol trans jawa 

Tips Melintas Jalur Nasional Probolinggo-Banyuwangi

Berhubung kami sudah jenuh melihat jalan lurus tak berujung dan fatamorgana aspal hitam yang mulai memanas, maka kami putuskan untuk keluar tol untuk mencari sarapan pagi. Dan salah satu tempat yang saya ingat adalah warung makan Nasi Punel Hj Lin, di Bangil Pasuruan.

Sumpah, gak rugi harus keluar tol untuk cari tempat makan ini. Harganya bersahabat, parkiran mobil juga luas dan yang pasti rasa masakannya juara. Ada berbagai macam lauk yang bisa kita pilih. Kalau mau tahu detil, tinggal googling aja pasti langsung ketemu review dan petunjuk arahnya.

Selesai sarapan cuus lanjut masuk tol untuk lanjutkan perjalanan. Siap-siap, merasakan cuaca yang cukup terik sepanjang perjalanan khas daerah pesisir. Saya sempat gembira saat melihat petunjuk arah di jalan tol yang bertuliskan Jember-Banyuwangi.

Wahhh kita bisa tembus Banyuwangi via Jember, batin saya. Ternyata itu baru mimpi, kami harus tetap keluar di Probolinggo Barat dan melanjutkan perjalan melalui jalan biasa. Moga-moga saja tahun ini, tol Jember-Banyuwangi sudah bisa dilewati supaya memangkas waktu perjalanan.

Karakter jalan Probolinggo-Banyuwangi khas jalur luar kota. Semua sudah beraspal walau agak bergelombang karena jadi jalur utama bus besar dan truck bermuatan berat. Tidak banyak alternatif jalan, tinggal ikuti saja jalur utama untuk sampai ke pelabuhan Banyuwangi.

Di tengah perjalanan dari Probolinggo menuju Banyuwangi, setelah melewati PLTU PAITON, nanti kita bisa temui SPBU dengan Toilet VIP di sebelah kiri jalan. Rasa penasaran saya yang membuat pengen ngerasain toilet ini dan ternyata gak rugi.

Ada air panas dengan shower, toilet duduk lalu di sediakan sabun dan shampoo. Kalau tidak salah cukup bayar 10ribu atau 20ribu (saya lupa). Pokoknya cocok untuk melepas lelah setelah perjalanan jauh, saya sampai di SPBU ini sekitar jam  11, untuk mandi persiapan ibadah shalat Jumat tiba.

Yang harus waspada dan mengetes kemampuan berkendara adalah, beberapa kilometer akan sampai Banyuwangi. Kita akan melintasi, hutan jati.

Jalanan berliku dan naik turun. Tidak jarang, jalanan naik dan tiba-tiba berbelok. Kalau yang masih ragu, baiknya melintas siang. Karena dimalam hari tidak ada penerangan sepanjang jalan, sebenarnya aman tapi untuk yang baru sekali melintas harus lebih waspada.

Dan jika terpaksa melintas malam, saran saya cari teman perjalanan yang kita bisa ikuti dari belakang. Jadi kita bisa tahu kapan jalanan berbelok ke kanan atau ke kiri tanpa harus berkonsentrasi keras. Tapi jangan lupa untuk jaga jarak.

Yuuppp ini saat kami bertemu mas Joe Chandra di Banyuwangi di sebuah resto dengan pemandangan selat bali
Memasuki Banyuwangi sekitar jam 15.00, di kota yang sektor pariwisatanya sedang berkembang ini, kami bertemu dengan Joe, si blogger ganteng dari Banyuwangi. Kami diajak singgah ke sebuah resto yang posisinya berada cukup tinggi, sehingga kami bisa menikmati keindahan pelabuhan Banyuwangi yang di hiasi langit biru dengan gumpalan awan putih. Sementara dibawahnya ada kapal feri Roro bolak-balik ke dermaga dan puluhan kapal lainnya yang sedang lepas jangkar.

Selesai melepas lelah, kami segera bergegas ke pelabuhan penyebrangan. Karena menurut cerita, ombak di selat Bali cukup tinggi saat sore menjelang malam yang bisa menghambat laju kapal sehingga membuat penyebrangan memakan waktu cukup lama.

Kalau nggak lihat langsung gak percaya kalau ini ada di Indonesia

Total Biaya Perjalanan Jakarta-Bali Lewat Tol Trans Jawa Menggunakan Mobil Pribadi

Dan akhirnya kami berhasil menjejakkan ban mobil kami di pulau Bali pada jam 18.00. Percaya deh, begitu mobil turun dari kapal, rasa lelah sirna seketika. Semangat kembali bangkit ingin segera sampai tujuan kami yaitu kota Denpasar.

Untuk itu kita harus tetap waspada, Jalanan beraspal cukup mulus di sepanjang perjalanan menuju Denpasar membuat kita terlena. Semangat memang membara, tapi harus diakui kondisi fisik kita sudah jauh menurun dibanding saat kita berangkat. Jadi harus tetap berhati-hati.

Selepas pelabuhan Gilimanuk, jangan heran kalau kita masih melihat masjid dipinggir jalan atau kalau beruntung bisa mendengar adzan pertama dipulau dewata. Karena memang, di dekat pelabuhan banyak penduduk mayoritas muslim, yang hidup saling berdampingan dengan masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu. Indonesia banget braii.

Pemandangan sore di atas feri menuju pelabuhan Gilimanuk Bali. Ada saran melintas pagi agar bisa mendapat pemandangan yang istimewa 
Kami sampai di kota Denpasar jam 21.00, semua lelah terbayarkan. Gambaran indah mengelilingi pulau Bali esok hari makin jelas terlihat. Saatnya kami melepas lelah dengan pengalaman yang tidak akan kami lupakan melintas tol trans jawa untuk pertama kalinya.

Total jarak tempuh Jakarta (SCBD)- Bali (Denpasar) sejauh 1194 kilometer, menghabiskan 60.7 liter Pertalite (465k), kalau saja gak kejebak di cikampek (bekasi-cikarang-karawang) waktu tempuh bisa 24 jam dengan satu back-up driver.

Melewati Tol Trans Jawa dan keluar di tol Probolingo Barat, total yang harus bayar 739k (termasuk tol dalam kota Jakarta). Entah kalau tol Jember-Banyuwangi sudah tersambung, mungkin bisa diangka tidak lebih dari 900k (perkiraan saya).

Untuk penyebrangan Ketapang-Gilimanuk, satu mobil harus membayar 159k, ini tidak menghitung jumlah penumpang, mau satu orang atau 13 orang harganya sama. Dan bayarnya harus menggunakan uang elektronik yang dikeluarkan oleh Bank pemerintah (BUMN). Nggak bisa pakai Bank Swasta.

Yang harus diperhatikan adalah, akan ada pemeriksaan kartu identitas (KTP) untuk semua orang yang menyebrang dan juga SIM bagi pengemudi, baik saat memasuki pelabuhan Ketapang atau keluar dari pelabuhan Gilimanuk.

Kalau di total biaya bensin, tol, penyebrangan dan makan tidak lebih dari 1.6jt untuk 3-4 orang dengan bonus bisa mampir-mampir selama perjalanan, (terlebih saat di Bali) Alhamdulillah kita berasa untung banyak. Plus dapat foto-foto indah selama perjalanan.

Ulun Danu destinasi yang baru kali ini kami kunjungi.
Coba bandingkan dengan harga tiket pesawat untuk satu orang paling murah? Saya yakin masih lebih efisien pakai mobil, kalau memang punya waktu banyak.

Memang idealnya kita harus sisihkan waktu 7 hari, lebih baik lagi kalau kita punya waktu 10 hari agar bisa eksplore lebih jauh dan badan tidak terlalu letih.

Jadi gimana? Masih ragu bawa mobil ke Bali? Nggak perlu braai, gass poll aja, kalau perlu teman supir hubungin saya aja. Nanti saya temenin, yang nyetir tetep kalian. Haahahahaa..

Salaaam Gaspol, sampai ketemu di pulau Bali.

Read More

FWD Go Green Ikut Lestarikan Hutan Indonesia

Selasa, 10 Desember 2019

Tidak ada komentar
Ada yang pernah membayangkan berapa banyak pohon untuk membuat 1 rim kertas? Menurut beberapa sumber, satu pohon Akasia berukuran kurang lebih 5 meter mampu menghasilkan 23 rim kertas, atau 11500 lembar kertas. Lumayan banyak ya?


Tapi satu pohon itu bisa menghasilkan oksigen untuk kehidupan bagi 3 orang. Pertanyaanya, mau memproduksi kertas atau malah menghilangkan nyawa 3 orang? Tentu ini perumpamaan yang cukup ekstrem, jadi jangan diambil pusing.

Berbicara masalah pohon, walau Indonesia merupakan negara tropis dengan 4 musim, tidak serta merta menjadi negara yang mempunyai kawasan hutan paling luas. Indonesia hanya berada di peringkat ke-9 di atas India.

Rusia menjadi negara dengan kawasan hutan terluas di dunia dengan total kurang lebih 7juta meter persegi. Hampir 45% wilayah Rusai adalah hutan. Sedangkan Indonesia 46% wilayah negaranya adalah hutan.

Industri kertas sangat berpengaruh dengan kesinambungan pohon di hutan. Dan Indonesia merupakan 10 besar produsen kertas dunia. Setidaknya ada 84 perusahaan Indonesia yang bergerak dibidang pulp and paper.

Indonesia dan Brasil adalah negara yang bisa memproduksi pulp dan kertas secara efisien. Tentunya ini harus diseimbangkan dengan konservasi alam dan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan.

Masalah Deforestasi dan emisi rumah kaca terus mengancam, untuk itu perusahaan harus memperhatikan peraturan yang hanya memperbolehkan memanen pohon dari hutan-hutan produksi khusus yang dilengkapi izin pemerintah.

Walau begitu, kertas dan industrinya tidak bisa hanya dilihat dari sekedar pohon yang ditebang. Banyak aspek yang harus diperhatikan, dan apapun itu kita wajib menekan penggunaan kertas harian. Demi menjaga kelestarian bumi.

Seperti yang dilakukan FWD dengan bekerja sama dengan WWF, yaitu mendorong nasabah untuk memilih e-Policy serta turut mendukung para pegiat konservasi di Kalimantan & Sumatra melalui kampanye Go Green bersama WWF-Indonesia.

Kampanye Go Green ini di umumkan pada 4 Desember 2019. Semua pasti menyadari, polis asuransi yang dicetak itu bisa mencapai puluhan lembar untuk satu nasabah. Bayangkan kalau ada 4 nasabah dalam 1 keluar, berapa ratus lembar kertas yang digunakan.

Padahal secara fungsi, polis itu hanya dilihat sekali saja, lalu di taruh entah dimana. Bisa jadi sampai kita lupa polisnya itu disembunyikan dimana setelah bertahun-tahun.

FWD Go Green Lestarikan Hutan Indonesia

FWD menyadari hal tersebut, “Kami memulai kampanye Go Green untuk membantu nasabah memahami manfaat di balik e-Policy. Nasabah tetap akan menerima ringkasan informasi penting polisnya, mereka juga dapat merasa tenang karena e-Policy yang berbentuk digital tidak mungkin hilang. Bagian terbaiknya adalah nasabah menerima semua keuntungan ini sambil berkontribusi menyelamatkan Bumi,” kata Director & Chief of Proposition & Sharia Officer FWD Life, Ade Bungsu.


Selain itu dengan bekerjasama dengan WWF Setiap e-Policy yang terjual akan dikonversi untuk mendukung para pegiat konservasi alam yang telah membantu dalam menanggulangi kebakaran hutan di Indonesia. Setidaknya ada 36 pegiat konservasi yang membantu memadamkan kebakaran di area yang terkena dampak.

Mereka akan dilindungi dengan asuransi BEBAS AKSI FLASH, asuransi kecelakaan diri komprehensif dari FWD Life, selama 3 (tiga) bulan dengan total kompensasi hingga Rp1,8 miliar.

Tidak berhenti sampai di situ, setiap e-policy yang terjual juga akan dikonversikan FWD Life dengan menanam dan merawat pohon di daerah terdampak di Sumatra.

Jadi kalau kita menjadi nasabah FWD dan menggunakan e-policy, kita tidak hanya melindungi diri sendiri dan keluarga saja, tapi kita juga berperan serta melindungi lingkungan sekitar.

“Nasabah sekarang tidak hanya dapat melindungi diri sendiri dan orang yang mereka cintai, tetapi juga lingkungan, yang pada akhirnya memberikan masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya” Tutup Ade.

Jadi masih ngotot mau versi cetak polis asuransi? Buat apa kalau akhirnya polis versi cetak cuma jadi ganjelan pintu dan memenuhi-menuhin lemari doang. Langkah sederhana kamu menggunakan e-policy dari Asuransi FWD bisa berdampak luas bagi kelestarian lingkungan kita.

PT FWD Life Indonesia (“FWD Life”) merupakan perusahaan asuransi jiwa patungan dan bagian dari FWD Group (“FWD”).

FWD memiliki jaringan usaha di Hong Kong & Makau, Thailand, Indonesia, Filipina, Singapura, Vietnam, Jepang dan Malaysia, menawarkan asuransi jiwa dan kesehatan, asuransi umum, employee benefits, produk syariah dan takaful di beberapa Negara.

FWD fokus dalam mengembangkan pengalaman nasabah yang baru dengan menghadirkan produk-produk yang mudah dipahami, didukung oleh teknologi digital terdepan. Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, FWD berkomitmen untuk menjadi perusahaan asuransi terkemuka di wilayah Asia Pasifik yang dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi.



Read More