Cup Taster Competition Brotherista Indonesia, Nasionalisme Keluarga Kopi

Agustus 29, 2019

Kopi sudah menjadi komoditas seksi di Indonesia. Makin banyak gerai kopi dengan berbagai konsep, mulai dari konsep tongkrongan dengan asap rokok mengepul seisi ruangan, sampai konsep gerai yang memang menyediakan tempat untuk bisa bekerja atau berdiskusi ringan.
cup taster indonesia


Para penikmat kopi pun makin dimanjakan dengan banyak pilihan, keunikan kopi adalah, jenis yang sama di racik oleh orang yang berbeda rasanya akan berbeda. Bahkan saat proses panen sampai roasting bisa mempengaruhi rasa kopi pun dengan jenis yang sama.

Geliat bisnis kopi juga membangkitkan komunitas para barista yang tersebar di antero negeri. Mereka berkumpul untuk sekedar berbagi ilmu, sharing pengalaman agar menjadi lebih baik, sampai berkompetisi positif agar skill dan mental mereka terasah.

Salah satunya seperti komunitas Brotherista yang rutin mengadakan kegiatan antar para penyeduh (baik profesional atau mandiri). Memeriahkan suasana bulan Agustus tahun ini, Brotherista mengadakan cup taster competition bertajuk Nasionalisme Keluarga Kopi.

Acara yang berlangsung di Alter Coffe Bintaro sukses menghadirkan 40 peserta dan menariknya diantara dominan kaum pria, ada 4 wanita pemberani yang ikutan di kompetisi ini. Sayangnya para wanita ini hanya mampu sampai di babak ke-2.
cup taster indonesia
Acara model begini, kalau MCnya gak ngocol berasa ambyarrrr...
Btw, kalau kalian ada di kawasan Bintaro, coba deh main ke Alter Coffe, tempatnya nyaman, kopinya gak usah ditanya dan asik buat kerja. Saya saranin kesininya naik motor, kecuali hari weekend atau menjelang malam.

Cup Taster Competition Indonesia

Cup taster competition itu apa sik? Waktu pertama kali saya diundang ke acara ini pun, saya gak ngerti BroSs. Walau Aan @kuahsemur (perwakilan Brotherista) sudah panjang ngejelasin, tetep aja saya lemot. Tapi begitu saya melihat langsung, baru saya mengerti.

Jadi cup taster competition itu formatnya yang saya lihat di Alter Coffe Bintaro kurang lebih seperti ini.

Setiap peserta di berikan 5 kelompok gelas kopi, 1 kelompok kopi terdiri dari 3 gelas, dari 3 gelas tersebut 2 gelas adalah jenis kopi yang sama dan 1 gelas varian kopi yang berbeda.

Tugas para peserta adalah memilih gelas kopi yang berbeda di setiap kelompok. Jika peserta berhasil menebak kopi dengan varian berbeda di setiap kelompoknya, maka mereka mendapat poin 1.

Total ada 15 gelas kopi yang tersedia dan mereka harus menebak sebanyak mungkin dari 5 kelompok yang tersedia (1 gelas setiap kelompok) kopi mana yang varian kopinya berbeda.
cup taster indonesia

Terlihat mudah, tapi percaya lah tidak mudah seperti yang saya tuliskan. Tidak lebih dari 5 orang yang berhasil menebak secara keseluruhan, bahkan tidak banyak yang bisa menebak 4 gelas secara benar. Selebihnya antara 3 atau 2, bahkan ada yang berhasil menebak benar 1 kelompok saja.

Persiapan para peserta tidak main-main, ada yang membawa sendok sendiri agar lebih percaya diri saat mencicipi kopi dan menentukan pilihan.

Dari 40 peserta, diambil 20 besar, kemudian dikerucutkan jadi 5 peserta dan terakhir dipilih 3 untuk ditetapkan sebagai jawara cup taster competition. Selain ketepatan memilih kopi, kecepatan waktu memilih jadi pertimbangan penentu jika jumlah poin peserta ternyata sama.

Yang perlu di ketahui, saat saya bilang mencicipi gelas kopi, para peserta tidak serta merta menghabiskan semua kopi yang ada seperti orang kehausan habis upacara bendara.
cup taster indonesia

Mereka hanya menyendok sedikit kopi dari gelas, lalu dengan teknik menyeruput mereka coba merasakan kopi tersebut, sebelum akhirnya menentukan mana gelas berisi kopi yang berbeda variannya.

Beberapa peserta malah terlihat tidak sampai menelan kopi yang ada di sendok mereka, kopi yang sudah terkena di indra pengecap (lidah) langsung di buang ke gelas yang memang disediakan terpisah.

Dua jenis kopi yang disediakan di event ini adalah Ethiopia Sidamo dan Ethiopia Yirgacheffe dari Kintsugi Coffee Roaster yang menjadi salah satu sponsor cup taster competition Brotherista kali ini.

Brotherista sendiri sudah ada sejak tahuan 2016, homebase pertama mereka ada di kawasan Depok, seiring berjalannya waktu dan perkembangan anggota komunitas, homebase mereka bisa dimana saja, salah satunya di TekaTeki Coffee kawasan Ceger, Pondok Aren.
cup taster indonesia
Juara 1 Muhammad Aditya Ario (Koffietree), Juara 2 Rizky Alamsyah (Solak kopi & kopidiologi), Juara 3 Muhamad Dejan Bayhakhi (Kopipionir)

You Might Also Like

2 comments

  1. wah ini kalau bukan penggermar kopi pasti kalah ya om..
    aku pengen ikutan kek gini om..

    BalasHapus
  2. Mantap.... Jaya terus hal hal baik💪

    BalasHapus

Yesss, Terima kasih sudah membaca dan sampai dihalaman komentar
silahkan komentar atau kritik dengan bahasa yang positif.
Jangan tinggalkan link hidup, saya akan berusaha untuk mengunjungi blog teman-teman semua.

Entri yang Diunggulkan

DEKRANAS Selenggarakan KriyaNusa 2019, Pameran Kerajinan Indonesia