Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula Perempuan

Juli 30, 2019

Kenapa saya tiba-tiba pengen nulis tentang tips mendaki gunung untuk pemula perempuan? Sebenarnya gak ada niat buat nulis hal ini, karena saya sudah lama gak naik gunung Brooss. Mungkin lebih dari 10 tahun gak menikmati indahnya warna langit di puncak sana.

Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula Perempuan
Sumber foto: akun IG @riko_louis
Lalu kenapa saya tiba-tiba mau nulis tentang mendaki gunung, dan sok-sokan ngasih tips?

Yang pertama karena saya baru saja membaca berita mengenai kecelakaan pendakian gunung yang terus meningkat selama 4 tahun ini.

Kedua, karena kebetulan sekali saya bertemu seorang sahabat penggiat alam bebas yang sudah punya cukup pengalaman mendaki beberapa gunung di Indonesia bahkan diluar negeri.

Namanya Riko Louis, pemilik akun instagram @riko_louis inilah yang berbagi tips mendaki gunung untuk pemula perempuan. Sejujurnya tips ini tidak hanya untuk perempuan, bahkan waktu saya ngobrol sama Riko pun tips ini tidak spesifik khusus perempuan.

Frase perempuan yang saya masukkan hanya agar judul artikelnya (berharap) lebih sensasional.

Sebuah pertanyaan dari Riko, meluncur dari mulutnya saat kami sedang menghabiskan mie ayam pangsit goreng di kawasan kebayoran lama.

"Bro, coba lo survey deh. Anggota Mapala (mahasiswa pecinta alam) di setiap kampus dari tahun ke tahun itu gak pernah banyak. Tapi kenapa sekarang makin banyak orang-orang yang naik gunung?".

Dan saya pun gak bisa jawab pertanyaannya. Pertanyaan ini keluar saat kami sedang berbincang mengenai kecelakaan pendakian yang terjadi di gunung Piramid.

Nyawa seorang pendaki muda, Thoriq Rizky tidak dapat diselamatkan saat jatuh kedalam jurang. Jasad almarhum baru berhasil ditemukan 7 hari setelah kejadian.

Lalu muncullah pertanyaan saya ke pada Riko.

"Trus Lo ada tips nggak untuk para pendaki pemula? atau teman-teman yang ingin coba mendaki gunung".

Dan akhirnya, jawaban Riko Louis saya jadikan inspirasi artikel ini, tips mendaki gunung untuk pemula perempuan. Kalian boleh abaikan kata perempuan di artikel ini.

Ini lima tips sederhana dari Riko Louis yang bisa saya rangkum.

5 Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula Perempuan

Apa Tujuan Anda Mendaki Gunung?

Jika tujuannya positif, silahkan lanjutkan, jika tidak baik atau sekedar ikut2an lebih baik jangan. Tujuan tidak baik maksudnya adalah, karena ada rasa ego dalam diri ingin "menaklukkan" gunung tersebut.

Atau tujuan kalian naik gunung, hanya mau selfie-selfie saja? Nggak masalah juga sih, tapi ada baiknya harus punya nilai yang lebih dari sekedar selfie. Karena keindahan dan kebesaran alam mempunyai makna luas ketimbang cuma buat selfie semata.

Tanyakan Kepada Diri Sendiri Apakah Anda Benar-Benar Menyukai Kegiatan Ini.

Karena jika kita tidak (terlalu) suka dengan kegiatan mendaki, maka akan menderita selama di perjalanan. Ini terkait poin pertama, kalau cuma mau selfie karena lihat feed IG temannya keren binggiitss bisa foto sunrise atau sunset, akhirnya jadi ikut-ikutan naik gunung.

Mendaki gunung itu bukan hanya mencari spot untuk selfi, tapi proses menuju puncak tidak kalah penting. Kebayang gak sih kalau sepanjang perjalanan punya teman ngedumel atau berkeluh kesah, ini bukan teman perjalan yang baik.

Siapa Yang Mengajak?

Saat Riko mengucapkan ini, saya sedikit bingung menterjemahkannya. Riko bilang, untuk pendaki pemula.

"Jangan sekali-kali mendaki dengan orang yang anda tidak kenal".

Kita harus mengenal siapa yang mengajak dan tahu benar bahwa dia memang berpengalaman.

Bahkan, kita harus tahu karakter teman seperjalanan. Ada yang tipikal ingin cepat sampai, karena memang didukung kondisi fisik mereka. Lalu ada tipikal yang santai menikmati perjalanan. Nah ini disesuaikan dengan karakter kita.

Intinya jangan salah pilih teman mendaki.

Bekali Persiapkan Peralatan dan Logistik Yang Memadai

Ini hal yang sangat penting, kalau peralatan dan logistik memadai, psikologis kita sebagai pendaki akan lebih nyaman. 

Contoh sederhana, saat waktu pendakian meleset dari perencanaan dan kita harus menginap di tengah perjalanan, kita akan sudah sangat siap. Dan tidak memaksakan diri untuk turun di malam hari.

Terakhir,

Dapat Mengukur Diri Sendiri

Ini poin terakhir tapi terkait semua aspek di atas. Yang harus menjadi prioritasnya adalah faktor keselamatan. Bukan ego karena mau selfie dengan background sunset atau sunrise akhirnya memaksakan diri.

Kalau memang kondisi fisik tidak memungkinkan, jangan paksa kepuncak. Bisa turun kepos awal atau bikin basecamp terlebih dahulu sambil memulihkan kondisi. Tentunya kalau peralatan dan logistik sudah dipesiapkan, tidak akan masalah bermalam untuk memulihkan tenaga.

Memaksakan diri padahal peralatan dan logistik tidak memadai akan berdampak buruk.

Gimana 5 poin dari Riko Louis diatas? Memang tips mendaki gunung untuk pemula perempuan diartikel ini bukan membicarakan teknis, tapi poin diatas bisa menjadi bahan renungan kita sebelum memutuskan untuk mendaki gunung.

Nggak kerasa, mie ayam di mangkok sudah ludes tak bersisa. Satu jam lebih membahas masalah naik gunung bagi pemula ini masih kurang saja.

Sebenarnya ada beberapa pertanyaan mengenai kegiatan Riko Louis yang berencana ke Himalaya, Tapi waktu yang harus memisahkan kami.

"Kapan-kapan kita ngobrol lagi bro.." Ujar Riko menutup pertemuan kita sore itu. Semoga kita bisa ketemu setelah pulang dari expedisi Himalaya ya Bro.
Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula PerempuanTips Mendaki Gunung Untuk Pemula PerempuanTips Mendaki Gunung Untuk Pemula PerempuanTips Mendaki Gunung Untuk Pemula PerempuanTips Mendaki Gunung Untuk Pemula PerempuanTips Mendaki Gunung Untuk Pemula PerempuanTips Mendaki Gunung Untuk Pemula Perempuan

You Might Also Like

2 comments

  1. Pengen dong ketemu temennya mas Satto. Seru juga tuh pembahasannya. Bikin workshop aja sekalian..hahahha

    BalasHapus
  2. Pengen banget ndaki gunung, berkali kali diajak ndaki sama temen kampus, tapi gak pernah berangkat. Bukannya takut gak kuat jalan, mengingat beberapa kali liputan konservasi berhari hari keluar masuk taman nasioanl jalan kaki buat ngamati satwa! Masalahnya--yang menurut temen2 gak masalah--kalo ngajak ndaki gak pada bawa SB, jaket gunung dan temen temennya, yang penting bawa tenda aja lapisi terpal, hadeuhhh 🙈 tapi tetep someday punya impian nantangin diri buat ndaki dengan safety

    BalasHapus

Yesss, Terima kasih sudah membaca dan sampai dihalaman komentar
silahkan komentar atau kritik dengan bahasa yang positif.
Jangan tinggalkan link hidup, saya akan berusaha untuk mengunjungi blog teman-teman semua.