Tips Travel ke Daerah Endemis Malaria

00.38

Bujang,...Bujang sudah ku bilang jangan bertempur, kau bertempur juga. Matilah kau dimakan cacing.
Penggalan dialog Jenderal Naga Bonar seketika teringat kembali saat mendengar kata malaria. Ya, Jenderal Naga Bonar, tokoh fiksi dari film Indonesia ini di ceritakan mengidap penyakit malaria.



Seingat saya, di film tersebut di perlihatkan saat Jenderal Naga Bonar terkena serangan malaria. Badannya menggigil hingga tak sanggup berdiri, getaran yang hebat itu di visualkan dengan scene sebuah kereta yang sedang melintas lengkap dengan bunyi peluit kereta yang melengking tinggi.

Malaria di Indonesia belum bisa dihilangkan, walau sebenarnya 72% daerah di Indonesia sudah bebas malaria bukan berarti kita tenang-tenang saja. Penyebaran malaria melalui nyamuk anopheles agak sulit di kontrol.

Bahkan Jakarta yang sudah dinyatakan bebas malaria, bisa saja ditemukan kembali kasus malaria. Karena memang nyamuk Anopheles masih ada di Jakarta tapi tidak membawa parasit malaria.

Masalahnya adalah, jika ada orang yang berpenyakit malaria masuk ke Jakarta, lalu kemudian dia di gigit nyamuk anopheles, besar kemungkinan nyamuk tersebut membawa parasit malaria dari orang tersebut. Dan kemungkinan besar nyamuk itu dapat menularkan parasit malaria ketika dia menggigit orang lain.

Wilayah timur Indonesia masih menjadi daerah endemis tertinggi untuk kasus malaria. Menurut data, kurang lebih 80% kasus malaria di Indonesia terjadi di wilayah  NTT, Maluku, Papua dan Papua Barat.  
Dan di tahunn 2017, terdapat 200.000 pasien penderita malaria. 100 orang diantaranya meninggal dunia.

Lalu adakah tips saat kita bepergian ke daerah endemis malaria? Karena memang tidak dipungkiri, daerah-daerah ini menawarkan keindahan alam luar biasa. Tapi tentunya kita tidak ingin, sepulang dari sana terkena malaria kan? Terinfeksi malarindu saja sudah berat, apalagi kalau kena malaria.

dr. Elizabeth Jane Soepardi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik saat ditemui di ruang press room di Kementerian Kesehatan Indonesia memberikan beberapa tipsnya.

1. Minum Obat 
Meminum obat doksisiklin 1x1kapsul perhari. Di minum 2 hari sebelum berangkat dan dilanjutkan selama 4 minggu setelah keluar dari daerah endemis malaria. Ingat ya, 4 minggu setelah pulang dari jalan-jalan, kita harus tetap minum obat ini.

2.  Awas dan Perhatikan Gejala Malaria
Nyamuk Anopheles biasanya mulai menggit di jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Gejalanya demam, menggigil dan berkeringat disertai sakit kepala mual, muntah dan diare kita harus waspada dan hati-hati. 

3. Jangan Keluar Malam
Usahakan untuk tidak keluar malam di daerah endemis malaria, jika memang terpaksa keluar malam gunakan lotion dan pakaian yang menutupi seluruh bagian tubuh  agar tidak di gigit nyamuk. Menggunakan lotion pun harus diperhatikan baik-baik, berapa durasi efektif lotion tersebut. Dan yang terpenting, tidur menggunakan kelambu.

4. Cek Kesehatan
Jika 1 bulan setelah kembali dari daerah endemis malaria ada gejala-gejala penyakit ini, harap melapor ke tenaga kesehatan dan sampaikan riwayat perjalanan anda agar bisa menjadi data valid penyebaran malaria.

Penyakit malaria memang bisa mengakibatkan pasiennya meninggal dunia, tapi bukan berarti malaria tidak bisa diobati. Para pasien malaria saat ini sudah diproteksi oleh BPJS, jadi kalau memang orang terdekat kita menunjukkan gejala malaria, sarankan untuk segera berobat.

Peran serta masayarakat untuk mencegah penyebaran malaria sangat dibutuhkan. Jangan sampai wilayah kita yang awalnya bebas malaria, berubah statusnya menjadi daerah endemis karena kita tidak melaporkan kejadian tersebut.
Kita harus tetap waspada agar kasus malaria impor tidak terjadi di daerah kita.

Selamat menjelajah wilayah Indonesia yang kaya raya ini dan pulang dengan membawa cerita indah bukan membawa pulang parasit malaria untuk keluarga tercinta.

Kita bisa menanam tumbuhan ini untuk melindungi dari gigitan nyamuk

Selamat menjelajah bumi pertiwi, tapi ingat bahaya malaria

You Might Also Like

1 komentar

  1. Bener banget ya daerah yang ga terjamah itu keren karena jarang ada wisatawan. Tapi ada bahaya mengintai termasuk nyamuk nakal si malaria. Kadang ga kepikiran euy

    BalasHapus

Yesss, Terima kasih sudah membaca dan sampai dihalaman komentar
silahkan komentar atau kritik dengan bahasa yang positif.
Jangan tinggalkan link hidup, saya akan berusaha untuk mengunjungi blog teman-teman semua.

Entri yang Diunggulkan

Kuliner Terbaik Pucuk Coolinary Festival Malang 2018