Indonesia Bebas TB 2030, Bukan Bubar!

18.28

Lebih baik mengobati atau mencegah terjangkit penyakit? Semua pasti sepakat bahwa mencegah  lebih baik ketimbang harus mengobati. Tapi tidak dengan penyakit mycobacterium tuberculosis atau lebih dikenal dengan penyakit TB yang sedang di kampanyekan agar di tahun 2030 Indonesia Bebas TB.

www.sattoraji.com

Untuk penyakit TB pendekatannya sedikit berbeda. Menemukan penderita TB jadi hal yang paling penting dan tantangan terberat, setelah itu baru mengobati. Karena dari 1.020.000 kasus yang terdata oleh Kementerian Kesehatan, 60% atau kurang lebih 659.435 kasus belum dilaporkan.

Dari 659.435 kasus yang belum dilaporkan ini, setidaknya 290.000 kasus masih belum terdeteksi. Ini sangat memprihatinkan, karena penyebaran virus TB melalui udara sangat mudah dan bisa dibilang kasat mata, sehingga sulit untuk dihindari.

Salah satu kendala kenapa para penderita TB tidak melapor dan seakan menyembunyikan penyakit mereka bisa jadi karena pandangan masyarakat mengenai penyakit TB ini.

Banyak penderita TB di intimidasi dan menerima stigma masyarakat yang semakin menyudutkan. Padahal menjadi penderita TB saja sudah sangat berat bagi mereka apalagi ditambah pandangan negatif msayarakat.
Hal ini yang membuat mereka malu untuk melaporkan kondisi mereka dan justru membuat penyebaran virus TB semakin sulit terdeteksi.

Pengobatan TB yang rutin dan panjang tanpa boleh terputus satu kalipun, bisa memakan waktu sampai 6 bulan. Ini jadi tantangan bagi pasien saat harus bolak-balik ke rumah sakit, selain dari faktor biaya.

Beruntungnya biaya pengobatan TB saat ini sudah gratis dan ditanggung oleh pemerintah, tinggal memikirkan cara untuk ke pulang-pergi ke rumah sakit dan menjaga semangat para pasien untuk tetap rutin berobat sampai virus TB berhasil disembuhkan.

Memangnya penyakit TB bisa disembuhkan? jawabnya bisa, asal mau berobat dan tetap semangat mengikuti rutinitas pengobatan yang harus diakui lama kelamaan akan sangat membosankan. Belum lagi efek dari pengobatan yang terkadang membuat pasien berada dalam kondisi yang tidak nyaman.

Semua informasi tersebut saya dapatkan ketika hadir di acara "Lokakarya Bloggers Peduli Tuberkolosis Indonesia" di Kementerian Kesehatan dan bertemu dengan pasien TB yang sudah sembuh total dari virus TB.

Adalah pak Dedi Junaedi, lelaki yang dua kali terjangkit virus TB ini menceritakan pengalamannya dengan sangat emosional sampai menitikkan air mata dan membuat hampir 60 orang yang ada diruangan itu terdiam.

Perjuangan pak Dedi Junaedi dan penderita TB lainya sangat berat, terlebih saat harus menjalani pengobatan rutin TB untuk kedua kalinya yang memakan waktu yang panjang.

Karena gaya hidup yang sering tidur malam dan berada dilingkungan yang tidak bersih, pak Dedi kembali harus menerima kenyataan pahit kembali tertular virus TB entah di mana dan oleh siapa.

Karena menganggap ini hanya batuk biasa, beliau coba mengobatinya dengan mengkonsumsi obat-obatan warung. Bukannya membaik justru makin memperparah kondisinya.

Pak Dedi di diagnosis mengidap TB Resistent Obat yang membuatnya harus menjalani rutinitas perawatan yang sangat lama yaitu 21 bulan. Bahkan di beberapa kasus, masa pengobatan bisa mencapai 24 bulan.

www,sattoraji.com


Indonesia Bebas TB 2030

Virus TB pertama kali ditemukan oleh Robert Koch (1843-1910) pada tanggal 24 Maret 1882. Sehinga pada tanggal tersebut diperingati sebagai hari TB sedunia.

Pun di Indonesia, 24 Maret 2018 lalu Kementerian Kesehatan bersama beberapa pihak berkumpul dilapangan monas untuk mengkampanyekan Indonesia bebas TB.

www.sattoraji.com
Menteri Kesehatan Ibu Nila Moloek saat menghadir peringatan hari TB se-dunia dilapangan Monas 24 Maret 2018

Yesss Indonesia harus bebas TB pada tahun 2030, bukannya bubar ya. Semua ini bisa terjadi kalau didukung berbagai pihak dan tentunya masyarakat. Karena Kementerian Kesehatan butuh peran aktif masayarakat.

Kemeterian Kesehatan terus mengkampanyekan TOSS TB, yaitu Temukan, Obati Sampai Sembuh TB.
Konsep sederhananya adalah, kita temukan dulu orang disekitar kita yang terindikasi TB lalu berikan semangat untuk bisa berobat rutin sampai sembuh.

Dengan cara ini, penyebaran virus TB akan bisa semakin dipersempit dan semakin kecil kesempatannya untuk menjangkiti masyarakat luas.

www.sattoraji.com
Tidak hanya Kementerian Kesehatan, tapi harus komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia bebas TB 2030

Jadi kalau ada orang terdekat kita yang Batuk berdahak atau tidak dalam jangka waktu yang cukup lama (bisa bercampur darah). Sering demam meriang pada malam hari, nyeri dada, berkeringat tanpa sebab, nafsu makan turun sehingga berat badan menurun drastis. Kita harus lebih perhatian.
Bisa jadi mereka terindikasi TB.

Beri pengertian untuk segera memeriksakan dirinya, agar bisa terdeteksi dini sehingga bisa langsung di obati. Yang lebih penting tidak menularkan yang lain.

Virus TB bisa dibilang diam-diam menghanyutkan. Kalau kondisi badan kita cukup baik saat tertular dari orang lain, maka virus ini akan bersembunyi terlebih dahulu.

Ketika badan kita sedang tidak fit, barulah virus TB mulai aktif dan menyerang, tidak hanya paru-paru tapi juga bisa menyerang bagian organ lain seperti tulang, kelenjar, kulit.

Mari bersama wujudkan Indonesia bebas TB 2030, kalau dilakukan bersama kita pasti bisa. Tingkatkan kesadaran masyarakat, jangan jauhi penderita TB, beri mereka semangat untuk terus berobat. Karena dampak yang terjadi jika mereka berhenti berobat, kemungkinan besar bisa menularkan ke orang terdekat mereka.

www.sattoraji.com
Hibah alat deteksi TB Resisiten Obat yang diberikan kepada 15 rumah sakit dengan kasus TB RO yang tinggi

www.sattoraji.com
Pameran foto TB di silang Monas dalam peringatan hari TB sedunia. Nampak pasien harus meminum obat yang banyak dalam sekali waktu dan jangka waktu yang panjang.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Jadi supaya tidak tertular TB kita harus hidup sehat ya Pak? 😊

    BalasHapus

Yesss, Terima kasih sudah membaca dan sampai dihalaman komentar
silahkan komentar atau kritik dengan bahasa yang positif.
Jangan tinggalkan link hidup, saya akan berusaha untuk mengunjungi blog teman-teman semua.

Entri yang Diunggulkan

Jadi Mandiri Dengan Aplikasi Mandiri Online