Menjadi Dubber Indonesia #InhouseTrainingBRID, Memutar Ulang Masa Lalu

11.42

12 Agustus 2017 jadi salah satu moment putaran ulang masa lalu saya.

Di acara Inhouse Training BRID yang kali ini membahas tentang Dubber (sulih suara; saya akan menggunakan istilah ini), ingatan saya terlempar jauh ke 15 tahun lalu. Saat saya masih aktif didunia teater kampus.


KLOSET BULU, akronim dari Komunitas Seni Teater Budi Luhur (sekarang vakum) adalah tempat saya dan teman-teman kampus melepaskan hasrat berkesenian kami. Lalu apa hubungannya KLOSET BULU dan Inhouse Training BRID kali ini?. 

Saat saya dipecaya jadi kepengurusan teater kampus, kami pernah membuat seminar untuk internal kampus dengan tema Sulih Suara. Dan yang menjadi pembicaranya adalah jajaran dari pengisi suara dari serial kartun yang fenomenal, bahkan sampai saat ini, DORAEMON.



Entah kebetulan atau tidak, tapi yang jelas ini adalah kuasa Tuhan. Sabtu pagi itu, di Wisma RIAT yang berlokasi di jalan Pangadegan Barat, moment petemuan dengan pengisi suara Suneo dari serial Doraemon kembali terjadi.

Adalah Kak Agus, yang menjadi pengisi suara Suneo generasi kedua yang menjadi pembicara kali ini. Saya pun coba me-reka ulang kejadian 15 tahun lalu, Karena seingat saya justru kami bisa bikin acara dikampus karena dibantu oleh pengisi suara Suneo generasi pertama yang kebetulan adalah orang tua dari sahabat kami. Hmmmm sayang sampai saat  artikel ini turun belum sempat konfirmasi dengan sahabat saya tersebut.

Pengalaman Kak Agus di dunia sulih suara sudah makan garam merasakan asin, pahit dan manisnya perjuangan menjaga konsistensi di dunia profesi balik layar ini. Tidak mudah dan butuh kesabaran, sekilas mengisi suara terlihat mudah tapi sejujurnya banyak teknik yang harus dipelajari dan keseriusan berlatih agar kualitas dan konsistensi suara tidak berubah.

Berbicara konsistensi, ini sangat penting, terlebih jika para penyulih suara tersebut dikontrak dalam jangka panjang. Contohnya Kak Agus yang mengisi suara Suneo, walau tantangan awalnya adalah membuat suara Suneo agar tidak terlalu jauh dari Suneo generasi awal, tantangan selanjutnya mejaga agar karakter suara tidak berubah.

Selain itu, saat para penyulih suara ini beraksi, mereka ditantang untuk bisa Melihat, Mendengar, Membaca dan Merasakan (dikenal juga dengan teknik 4M) agar hasilnya bisa maksimal.  
Melihat karakter yang di sulih suaranya pada layar monitor, Mendengar dialog percakapan yang sudah direkam sebelumnya, Membaca naskah yang ada ditangan dan Merasakan penjiwaan dalam satu waktu itu bukan hal yang mudah.

Saya begitu menikmati materi ajar yang disajikan oleh Kak Agus, dan makin menikmati saat sesi praktek membaca naskah singkat karya Kak Agus. Baaahhh, sudah tidak ingat lagi kapan saya terakhir membaca naskah atau puisi, dan di Inhouse Training BRID semuanya dimulai kembali, maaf kalau agak lebay. 

Sebelum membaca naskah, kami diberikan latihan olah nafas dan olah suara secara singkat oleh Kak Agus. Dan lagi-lagi saya seperti melompati ruang waktu saat masih sekolah menengah pertama (SMP). Teknik mengolah nafasnya mirip seperti yang diajarkan waktu saya ikut PPS-BETAKO MERPATI PUTIH, tarik nafas dari hidung, tahan diperut dan secara perlahan keluarkan dari mulut dengan mendesis halus. Ahhhhh sungguh Sabtu yang luar biasa.

Untuk olah vokal, kami diarahkan agar dapat memperkuat Power, memperjelas Artikulasi, memainkan Intonasi, mempercepat atau memperlambat Tempo sampai mencari bentuk Warna suara kita masing-masing.

Jujur, Sabtu pagi di wisma Riyat saat itu seperti membuka kotak memori saya yang sudah lama ditutup dan dibiarkan berdebu, jadi bekhayal mungkin kah saya bisa?. Jangan ditanya mau atau tidak, karena jelas saya mau sekali, namun saya harus mengatur ulang waktu dan mindset yang sudah lama terkubur.

Tapi Setidaknya sulih suara bisa jadi hobi baru saya setelah photography, design dan menulis yang sudah memberikan manfaat buat saya pribadi.

Terima kasih Kak Agus yang sudah berbagi ilmu dan pengalaman, terimakasih juga BRID beserta jajaran pengurus yang sudah bikin Inhouse Training dengan tema Sulih Suara kali ini, dapat ilmu, bisa silaturahmi dan dapat bingkisan dari gogobli.com  bikin sabtu pagi saya diawali dengan keceriaan, (mulai lebay lagi).

Tadi saya sempat sebutkan GogoBli.com, yess ini adalah e-commerce yang khusus menjual produk kecantikan dan kesehatan, tinggal klick barang pun sampai ditangan tanpa harus repot keluar rumah. Jadi kalau mau cari produk kecantikan dan kesehatan gak usah repot masuk ke e-commerce yang jual bermacam-macam barang, tinggal masuk ke website gogobli.com atau download appsnya untuk lebih mempermudah.

You Might Also Like

9 komentar

  1. Yg aku selalu penasaran adalah, suara para dubber itu suara asli sehari2 gak ya? Apa cuma saat mengisi suara aja. Karena kan ada tuh ya dubber yg ngisi suara utk bbrp karakter. Jadi kemungkinan punya banyak "suara" kali ya.

    BalasHapus
  2. hhmmmm... aku mau belajar juga, ah. Jadi dubber siy kayanya susah bener. Aku belajar nulis dari hati aja, kaya dirimu mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eaaaaa,...aku mah apa lah mbak, cuma bisa begini aja. heheheh thank for comming.

      Hapus
  3. Wah..serunya belajar menjadi dubber

    BalasHapus
  4. ah, kakak Satto memori dubber-nya terbuka saat ketemu kak Agus. Berarti aku bisa juga belajar dari kakak Satto dong? :)

    BalasHapus
  5. Seru ya bisa belajar dubber tidak perlu suara yang merdu ya mas

    BalasHapus
  6. Waaahh enlightening banget mas
    Ternyata gitu yaaa buat jd dubber
    Kindly visit my blog bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  7. jadi dubber seru ya, bisa explore suara sendiri dan mempelajari karakternya pula

    BalasHapus
  8. Naksir confero yg sportyyy...

    BalasHapus

Yesss, Terima kasih sudah membaca dan sampai dihalaman komentar
silahkan komentar atau kritik dengan bahasa yang positif.
Jangan tinggalkan link hidup, saya akan berusaha untuk mengunjungi blog teman-teman semua.

Entri yang Diunggulkan

Dampingi Dan Beri Semangat Untuk Para Penyintas Diabetes Anak