Tips Mudik Sehat dan Aman

16.18

Pulang kampung atau mudik sudah jadi rutinitas setiap tahun, terlebih menjelang jari raya idul fitri. Lalu bagaimana agar kita bisa mudik sehat dan aman ?.

Lebih dari 10 tahun lalu saya dan keluarga selalu rutin pulang kampung ke Jawa Timur tepatnya di kabupaten Malang. Dan jujur tidak pernah memperhatikan secara serius bagaimana mudik sehat dan aman itu.

Memang beberapa tahun terkahir rutinitas mudik sudah tidak menjadi pilihan wajib bagi saya dan keluarga, tapi euforia perjalanan mudik masih terasa.

Dari umur saya 2 tahun, sudah merasakan mudik. Entah naik kereta atau bis. Sekedar info, fasilitas kereta tidak sebagus sekarang.
 
Dahulu, walau sudah punya tiket dan punya nomor bangku, hukum rimba berlaku. Siapa cepat dan kuat mental dia yang bisa duduk.
Kalau sudah begini, almarhummah ibu saya yang paling handal mencari tempat dan berebut bangku duduk untuk kami.

Kenapa ibu bukan ayah saya yang harus berebut bangku?, Karena jujur ayah saya cenderung iba dan gak tega kalau harus berebut kursi kereta dengan ibu-ibu.


Semakin saya besar, kami sekeluarga diberi kesempatan dan rejeki untuk bisa pulang kampung menggunakan kendaraan pribadi.

Dan ternyata pulang kampung dengan kendaraan pribadi punya kendala tersendiri, walau memang kita bisa lebih leluasa mengatur waktu keberangkatan ke kampung dan pulang kembali ke jakarta.

Kalau dihitung-hitung mungkin lebih dari 10 tahun, saya dan keluarga pulang kampung menggunakan kendaraan pribadi. Dan selama itu pula, alhamdulillah kami sekeluarga diberikan perlindungan di perjalanan kami.

Sepanjang sejarah perjalan mudik kami sekeluarga, saya selalu diberikan kepercayaan untuk membawa mobil. Bahkan saat umur saya belum genap 17 tahun, sudah dipercaya menjadi supir cadangan dan membawa mobil walau dalam kondisi jalan yang macet. 

Begitu kondisi jalan sudah lancar, ayah saya sebagai supir utama langsung mengambil alih kemudi dan saya menjadi navigator, sambil belajar memahami karakter jalan luar kota.

Karena menurut saya, skill dan kemampuan berkendara, membawa mobil dijalur luar kota itu harus mempunyai mental, pengalaman dan kematangan dalam berkendara. Jangan disamakan dengan membawa mobil di Jakarta yang bisa seenaknya tiba-tiba pindah jalur dan berhenti mendadak.

Rotasi pengendara yang selalu kami lakukan ini bertujuan untuk menjaga kondisi fisik supir utama, karena jarak yang jauh dari Jakarta ke Malang (kurang lebih 900km). Dan ternyata berdasarkan teori, maksimal kita hanya diperbolehkan menyetir selama 4 jam untuk menjaga konsentrasi pengemudi.

Kementerian Kesehatan Ngobrol Bareng Blogger di RPTRA Kalijodo, juga dihadiri oleh Dinas Kesehatan DKI
formasi ini saya dapat saat hadir di acara Kementerian Kesehatan Ngobrol bareng Blogger membahas Mudik Sehat di RPTRA KaliJodo.
Selain istirahat, peregangan ringan juga diperlukan agar badan kita tidak kaku.
 
Untuk persiapan lebaran tahun ini, Kementerian Kesehatan sudah berkordinasi dengan Departemen Perhubungan, Kepolisian dan pihak terkait untuk menempatkan tenaga medis dibeberap jalur mudik yang diperkirakan menjadi titik rawan kesehatan.

Selain itu, Kementerian Kesehatan menginstruksikan pelayan kesehatan (puskesmas) setingkat kecamatan yang sudah dilengkapi fasilitas IGD untuk tetap buka selama 24 Jam dimusim libur lebaran tahun ini. Dan untuk puskesmas ditingkat kelurahan hanya libur di hari pertama dan hari kedua Idul Fitri.

Kementerian Kesehatan pun menyediakan layanan darurat 119 untuk masyarakat yang membutuhkan. Dan bagi pemegang kartu BPJS di ingatkan untuk membawa serta kartu dan fotokopi kartu keluarga. 
Mobil pelayanan informasi kesehatan milik Kementerian Kesehatan hadir di RPTRA Kalijodo saat bulan Ramadhan
Mengantisipasi saat di kampung halaman kita membutuhkan pelayanan kesehatan, fasilitas BPJS bisa kita gunakan. Karena kesehatan dan musibah tidak bisa kita tebak datangnya. Berharapnya sih, kita semua berangkat dalam keadaan sehat lalu sampai ke kampung tujuan dan kembali ke jakarta juga dalam keadaan sehat tanpa kurang satu apapun.

Saya punya sedikti saran bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi khususnya kendaraan roda empat berdasarkan pengalaman pribadi.

  • Periksa kesiapan kendaraan ; apalagi kendaraan itu sudah menjadi kendaraan operasional sehari-hari, karakter jalanan luar kota berbeda dengan dengan jalan ibukota. Minimal ganti oli dan tune-up ringan, ban, rem dan pembersih kaca atau wipper. Khusus Wipper terlihat sepele, tapi saat hujan datang bisa membawa celaka.
  • Jangan terlalu memaksakan membawa barang berlebih di atap mobil. karena gaya gravitasi mempengaruhi saat melakukan pengereman. Saat mengerem mobil akan mengurangi kecepatannya lewat sistem pengereman di empat roda, tapi dengan adanya barang di atas yang terlalu berlebih justru akan membuat mobil susah berhenti atau dikendalikan.
  • Jangan paksakan kemampuan supir. Berbagi tugas dengan yang lain, disiplin untuk istirahat sejenak. Minimal saat waktu shalat wajib kita berhenti untuk beribadah dan sekedar melepas lelah. Allah itu maha sempurna karena sudah mendesign waktu istirahat untuk umatnya yang sedang mudik, jadi jangan disia-siakan.
  • Kalau tidak ada supir pengganti, navigator/pendamping supir sangat penting. Terlebih saat-saat di jam rawan mengantuk agar konsentrasi supir tetap terjaga.
  • Sabar, jangan terpancing kendaraan lain yang mendahului kita. jangan terburu-buru, yakinlah keluarga dikampung sudah siap menanti dengan senyum sumringah kapanpun kita sampai.
  • Jangan lupa untuk minum air putih minimal 1.5 liter selama perjalanan. Tidak usaha mengandalkan minuman suplemen pembangkit stamina karena membahayakan kesehatan kita kedepannya. Jika mengantuk istirahatlah, kopi tidak akan membantu.


You Might Also Like

0 komentar

Yesss, Terima kasih sudah membaca dan sampai dihalaman komentar
silahkan komentar atau kritik dengan bahasa yang positif.
Jangan tinggalkan link hidup, saya akan berusaha untuk mengunjungi blog teman-teman semua.

Entri yang Diunggulkan

TRAC Promo Mudik Lebaran