Serempak Menjadikan Konten Adalah Raja

22.51



Kenapa konten menjadi sangat penting bagi kita selaku penulis lepas di sebuah Blog?. Karena dengan Konten yang baik, maka percayalah bahwa nanti tulisan kita akan  bermanfaat bagi orang lain setidaknya bagi diri sendiri.

Konten akan selalu menjadi raja yang akan memancing pembaca untuk membuka halaman web kita. Dan dengan bahasa yang ringan dan mudah di cerna tentunya akan membuat pembaca betah berlama-lama.

Sebeenntarrr,..ini ngomongin apa ya..? Duhh berasa serius ya..? Okee, kita switch tombolnya sedikit biar gak kelewat serius.

Intinya ya, jangan sampai menipu pembaca dengan judul yang bombastis tapi ternyata kontennya tipis gak berisi. Tipikal kaya gini tujuannya hanya satu biar trafficnya blognya naik walau sesaat.

Lalu yang jadi pertanyaan bagaimana membuat konten kita mejadi raja?.

Kalau menurut saya, kita harus lebih banyak berlatih. Salah satunya mengenai sudut pandang penulisan konten kita yang harus berbeda dari yang lain. Itu menurut saya, bagaimana menurut Ani Berta perempuan yang sudah menginspirasi banyak orang ini.

Menurut Ani Berta, kita jangan terlalu puas dengan hanya mendapat info saat talkshow maupun press realease saja. Usahakan untuk melakukan interview agar mendapat tambahan informasi yang baik. Tambah data dan jangan lupa untuk verifikasi data tersebut.

Gunakan opini yang logis menggunakan bahasa yang santun sehingga bisa mengajak orang untuk bisa berbuat sesuatu.

Yang tidak kalah penting adalah, menampilkan foto, infografis maupun video yang mendukung agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang lebih dalam walau mereka tidak hadir di acara tersebut.

Setidaknya itu yang dapat saya cerna di acara ghatering Serempak di BINUS University FX senayan pada tanggal 27 Oktober 2016 lalu. Acara yang mengundang hampir 70 blogger ini sungguh berbeda, kenapa berbeda? Karena semua blogger yang hadir di sarankan menggunakan pakaian daerah. Dan ternyata semua totalitas dalam berpakian, termasuk saya yang menggunakan pakaian khas Bali.



Branding
Selain konten, kita pun harus bisa memposisikan kearah mana blog kita. Bahasa kerennya Branding. Branding itu apa ya..? Branding itu memutuskan sesuatu secara bersama-sama.
Eehhh….. Itu sih Berunding Omm.

Branding untuk sebuah blog pada dasarnya adalah sebuah identitas yang terlihat pada blog kita sehingga membedakan dengan blog yang lain. Lalu hal apa yang harus  dilakukan agar blog kita mempunyai ciri khas yang berbeda dari yang lain?.

Menurut Ina A. Muwarni, yang pertama harus di lakukan adalah mengenal pembaca kita, agar kita bisa menentukan gaya penulisan dan tema apa yang paling di cari.

Kedua; Konsisten terhadap tema. Ini yang sulit bro, apalagi para blogger kesohor yang setiap hari bisa dapat undangan lebih dari 2 liputan dengan 2 tema yang bertolak belakan. Pagi di undang ke acara parenting, sore di undang ke launching gadget.

Ini dilema, antara menghormati pengundang yang sudah mempercayai kita atau membuat blog kita isinya bermacam-macam kontennya macam e-commerce. Salah satu cara adalah membuat blog dengan tema berbeda, walau tentunya akan sangat merepotkan. Atau kita bisa menulis sudut pandang dengan menarik benang merah dari setiap acara yang sesuai dengan tema kita. Misalnya kalau blog kita temanya Cowo banget, kita bisa angkat isu parenting yang cocok buat ayah.

Ketiga; Pemilihan nama blog sesuai karakter kita. Walau ada pepatah “Apalah arti sebuah nama”. Tapi suka atau tidak suka di era digital yang dilihat pertama kali adalah nama blog, sebelum orang itu memutuskan untuk berkunjung.

Kalau anda ingin mecari baju online dan anda di hadapkan dengan dua pilihan situs; www.modest.com dan www.cangcimen.com kira-kira website mana yang akan anda pilih terlebih dahulu.

Keempat; Warna. Yupps warna atau theme dari blog pun mempengaruhi branding atau personality dari si penulis. Tidak hanya warna tapi font, logo atau tagline pun bisa jadi menggambarkan kepribadiaan blog kita.



Terakhir adalah, lagi-lagi memilih foto yang baik agar blog kita semakin informatif. Jujur saja kita lebih nyaman dan mudah menyerap informasi dalam bentuk visual ketimbang hanya melototin barisan text sebanyak 600 karakter seperti yang ada di artikel ini.     

Tidak akan mudah sih, tapi percaya semua itu bisa dikerjakan dan mungkin untuk diwujudkan. Karena sudah banyak contoh suksesnya.

Akhirul kata wassalamualaikum warahmtullahi wabarokatuh.

Formil banget ya closing statementnya.

You Might Also Like

1 komentar

Yesss, Terima kasih sudah membaca dan sampai dihalaman komentar
silahkan komentar atau kritik dengan bahasa yang positif.
Jangan tinggalkan link hidup, saya akan berusaha untuk mengunjungi blog teman-teman semua.

Entri yang Diunggulkan

Kuliner Terbaik Pucuk Coolinary Festival Malang 2018