Asuransi FWD Critical Armor, Tidak Pernah Klaim, Premi di Kembalikan

Kamis, 06 Februari 2020

Tidak ada komentar
Pernah gak berada dikondisi, mempunyai Ibu 25 tahun mengidap kanker, bapak kanker prostat dan calon istri didiagnosis kanker ovarium? Ini adalah cerita dari Gilang Ramadhan, salah satu drummer terbaik Indonesia panutan saya.


Saya baru tahu cerita ini saat bertemu dengan Shahnaz Haque, istri Gilang di acara launching FWD Critical Armor beberapa waktu lalu.

Yuppss riwayat kanker sudah bukan hal baru dikeluarga mereka, Gilang dan Shahnaz merupakan pasangan yang sangat menginspirasi bagi siapapun yang harus berjuang melawan penyakit kritis.

Jadi saat Shahnaz cerita bahwa dia diagnosis kanker ovarium diumur 20an pada tahun 1998, Gilang tidak mundur. Karena dia sudah punya jalan cerita mengenai kanker terlebih dahulu. Dan ternyata Ibunda dan Nenek Shahnaz pun terdiagnosis kanker.

Dari obrolan yang sangat (sangat teramat) santai bersama ibu 3 orang anak ini, saya mendapat ilmu yang berharga, bahwa sakit (kanker) kita jangan di bawa nelangsa. Karena Shahnaz percaya, dengan pikiran positif, semua treatment pengobatan akan bekerja lebih maksimal.

Kalau dikeluarga mereka, ngomongin tentang kanker itu harus dibawa santai tapi serius (no tipu-tipu) seperti obrolan sore sambil makan cemilan dan ditemani teh manis hangat di teras rumah. Shahnaz tidak ingin pengalaman ibunya yang kondisinya saat mengidap kanker (agak) sedikit ditutup-tutupi, agar perasaan ibunya tenang.

Tapi menurut Shahnaz, itu hal yang salah. Karena semakin ditutupi, justru tidak membuat keadaan membaik.

Pertanyaan pertamanya Shahnaz kepada dokter saat didiagnosis kanker adalah.

"Saya bakal mati gak Dok?".

Lalu dokternya menjawab dengan santai

"Mati...".

Awalnya Shahnaz sempat shock dan menunda pengobatan sampai 2 tahun, sampai akhirnya berusaha menerima dengan ikhlas.

Karena pikiran positif dan semangat adalah penguat obat yang mujarab bagi para penyintas kanker. Banyak yang sudah stadium 4 tapi dengan pikiran positif, kesempatan hidupnya lebih panjang, tapi yang stadium 1 bisa cepat sekali menjadi stadium 4 karena terlalu meratapi keadaan mereka.

Kanker memang harus secepat mungkin ditangani secara medis, kata “Medis” harus di garis bawahi, tulisan di pertebal, kalau perlu di perbesar. Karena belum ada pengobatan alternatif apapun yang secara medis bisa mengatasi kanker secara maksimal.

Karena jika penanganan kanker dilakukan dari stadium 1 maka untuk mencapai kemungkinan hidup selama 5 tahun adalah 100persen. Tapi jika sudah stadium 4 maka, kemungkinan hidup selama 1 tahun hanya 80 persen.

“Hidup itu harus dibawa bercanda” Ujar Shahnaz dengan ringan. Pengalamannya sebagai penyintas dan caregiver Kanker tentu bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.

Memang tidak mudah bagi para pasien, untuk itu pihak keluarga mempunyai peran penting supaya keluarga kita yang didiagnosa kanker merasakan tenang dan nyaman.

Selain pengobatan yang panjang, biasanya yang menjadi pikiran para penyintas kanker adalah biaya pengobatan yang tidak bisa dibilang murah.

Sedikit bersyukur kini ada asuransi dari pemerintah, walau tidak semua obat dicover. Dan bukan masalah biaya pengobatan, kanker yang termasuk penyakit kritis bisa membuat perekonomian keluarga terganggu, terlebih jika yang terdiagnosis adalah tulang punggung ekonomi keluarga.

Cerita Shahnaz bisa menjadi pelajaran untuk kita semua

FWD Critical Armor Tidak Pernah Klaim, Premi di Kembalikan

Tapi untuk membeli asuransi tambahanpun banyak pertimbangan, salah satunya jika kita diberikan keberkahan tidak mengidap kanker atau penyakit kritis lainnya, lalu premi asuransi yang selama ini kita sisihkan untuk siapa?

Memangnya ada asuransi yang mengembalikan preminya jika ternyata kita tidak terdiagnosisi penyakit kritis?

Untuk itu pada tanggal 29 Januari 2020, FWD meluncurkan FWD Critical Armor, produk asuransi perlindungan penyakit kritis yang memberikan solusi komprehensif untuk membantu nasabah fokus pada penyembuhan penyakit kritis dan mengurangi rasa khawatir terhadap kerentanan keuangan.

Produk ini juga dilengkapi dengan manfaat pembebasan premi, manfaat meninggal dunia, dan pengembalian premi dengan total manfaat hingga 420% dari uang pertanggungan.

Wakil Direktur Utama FWD Life, Adit Trivedi mengatakan “Melalui FWD Critical Armor, kami ingin membantu nasabah beserta keluarga agar dapat tetap optimis dan positif dalam menjalani pengobatan hingga sembuh.”

Sedangkan menurut Direktur, Chief of Proposition & Syariah FWD Life, Ade Bungsu, “jika nasabah tidak pernah klaim penyakit kritis major hingga akhir masa perlindungan, premi akan dikembalikan. Jadi, tidak ada lagi yang terbuang percuma,”.

Tidak heran jika FWD Critical Armor adalah produk asuransi unggulan FWD Life tahun ini yang memberikan berbagai manfaat klaim bagi para nasabahnya.

Berikut manfaat bagi nasabah jika menggunakan asuransi FWD Critical Armor dari asuransi FWD;

Worry-Free Benefits

  • Melindungi dari 50 jenis penyakit major yang dapat diklaim hingga 3 kali dan 15 jenis penyakit minor yang dapat diklaim satu kali
  • Perlindungan hingga usia 80 tahun
  • Premi tidak berubah sepanjang periode pembayaran premi
  • Masa dan metode pembayaran premi dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan nasabah
  • Manfaat meninggal dunia
  • Setiap manfaat yang dibayarkan tidak akan mengurangi nilai dari manfaat lainnya.

Waste-Free Benefits:

  • Pengembalian premi jika tidak ada klaim penyakit kritis major hingga akhir masa perlindungan
  • Dibebaskan dari pembayaran premi lanjutan.
Read More

Tips Jakarta-Bali Lewat Tol Trans Jawa Menggunakan Mobil Pribadi

Kamis, 30 Januari 2020

22 komentar
Haii Braii, pernah ngerasain bawa mobil sendiri dari Jakarta-Bali lewat tol Trans Jawa belum? Alhamdulillah saya udah pernah. Gimana rasanya? Ketagihan Braii, serius jadi pengen lagi ke Bali tapi lain kali harus mampir-mapir dulu di beberapa kota. Kalau di kesempatan terakhir, saya langsung bablas tol trans jawa.
Jangan takut bawa mobil dari Jakarta-Bali, semua infrastrukturnya penunjangnya sudah cukup bagus dan bikin kita merasa aman, nyaman sepanjang perjalanan.
Ini bukan kali pertama saya bawa mobil dari Jakarta ke Bali. Mungkin sudah 3 kali, pertama mengantar mobil klien yang pindah rumah. Kemudian dikesempatan yang ke-2  dan ke-3 saya bawa mobil pribadi Toyota type Agya. Jangan kaget, LCGC ini cukup tangguh asal di sesuaikan dengan cara mengemudinya. Nanti saya share dilain artikel.

Oke lets the story began, dari Jakarta, tepatnya kawasan SCBD, saya berangkat bersama 2 orang teman, Monica Anggen dan Punto. Monica jadi backup driver saat di jalan tol, karena sebagian besar melewati jalan tol dan Punto spesialis co-driver penghilang rasa kantuk dengan pilihan lagu campur sarinya.

Berangkat dari Jakarta jam 15.30, sengaja kami ambil perjalanan malam, karena saya ingin melewati tol Cipali dengan nyaman. Saya khawatir karakter jalan tol Cipali yang sebagian besar adalah beton, membuat cepat rusak ban mobil karena kondisi cuaca panas.

Saya sudah berkali-kali melewati tol Cipali, bahkan saat peresmiannya saya ikut menjajal tol ini ketika bulan puasa. Dan suasananya sangat cerah mentereng cenderung panas membara terlebih saat jam 12 siang.

Demi melewati Cipali malam hari, kami rela disiksa tol Cikampek dengan kemacetan yang menggila karena bertepatan dengan jam pulang kantor. Mau tidak mau harus dinikmati.

Tol layang Jakarta-Cikampek saat itu masih dalam proses pengerjaan dan kalau sekarang elevated tol ini sudah beroperasi, bisa jadi solusi di jam rawan macet untuk para pelintas yang ingin menempuh perjalan jauh.

Jadi para pengendara bisa terhindar dari antrian kendaraan yang ingin keluar di Bekasi, Cikarang dan Karawang. Ketiga daerah tersebut memang sudah menjadi kota satelit Jakarta yang mempunyai banyak penduduk dan industri, sehingga wajar volume kendaraannya sangat tinggi.

Dampak dari kemacetan di jalan tol Cikampek, perjalanan kami jadi sangat terhambat. Bayangkan, sampai jam 12 malam (kurang lebih 8 jam), saya hanya berhasil menempuh jarak 300km dan akhirnya harus bergantian menyetir, setelah mata makin berat dan betis makin pegel gara-gara macet. Kebetulan Toyota Agya saya bertransmisi manual.

Bandingkan dengan Monica Anggen, yang hanya dalam waktu 5 jam bisa menempuh jarak 500km, kurang lebih kecepatan 100km/jam. Baahh saya kaget saat bangun untuk shalat subuh di rest area dan melihat data yang tertulis di kilometer, bahkan jam 7-8 pagi, kami sudah masuk tol Surabaya.

Ohh iya, pemandangan sepanjang perjalanan saat pagi menjelang saat indah untuk dilewati begitu saja. Kalau memang berniat berhenti sejenak, usahakan cari tempat yang aman. Jangan pas di jalan berkelok karena kecepatan kendaraan yang tinggi di jalan tol.

Selain itu juga, saya sering melihat bus malam melintas berbagai merk. Menurut saya ini sebuah momen kebangkitan pengusaha bus malam yang selama ini tertidur lelap karena tersaingi oleh kereta dan pesawat udara.

Saat pagi menjelang di salah satu sudut tol trans jawa 

Tips Melintas Jalur Nasional Probolinggo-Banyuwangi

Berhubung kami sudah jenuh melihat jalan lurus tak berujung dan fatamorgana aspal hitam yang mulai memanas, maka kami putuskan untuk keluar tol untuk mencari sarapan pagi. Dan salah satu tempat yang saya ingat adalah warung makan Nasi Punel Hj Lin, di Bangil Pasuruan.

Sumpah, gak rugi harus keluar tol untuk cari tempat makan ini. Harganya bersahabat, parkiran mobil juga luas dan yang pasti rasa masakannya juara. Ada berbagai macam lauk yang bisa kita pilih. Kalau mau tahu detil, tinggal googling aja pasti langsung ketemu review dan petunjuk arahnya.

Selesai sarapan cuus lanjut masuk tol untuk lanjutkan perjalanan. Siap-siap, merasakan cuaca yang cukup terik sepanjang perjalanan khas daerah pesisir. Saya sempat gembira saat melihat petunjuk arah di jalan tol yang bertuliskan Jember-Banyuwangi.

Wahhh kita bisa tembus Banyuwangi via Jember, batin saya. Ternyata itu baru mimpi, kami harus tetap keluar di Probolinggo Barat dan melanjutkan perjalan melalui jalan biasa. Moga-moga saja tahun ini, tol Jember-Banyuwangi sudah bisa dilewati supaya memangkas waktu perjalanan.

Karakter jalan Probolinggo-Banyuwangi khas jalur luar kota. Semua sudah beraspal walau agak bergelombang karena jadi jalur utama bus besar dan truck bermuatan berat. Tidak banyak alternatif jalan, tinggal ikuti saja jalur utama untuk sampai ke pelabuhan Banyuwangi.

Di tengah perjalanan dari Probolinggo menuju Banyuwangi, setelah melewati PLTU PAITON, nanti kita bisa temui SPBU dengan Toilet VIP di sebelah kiri jalan. Rasa penasaran saya yang membuat pengen ngerasain toilet ini dan ternyata gak rugi.

Ada air panas dengan shower, toilet duduk lalu di sediakan sabun dan shampoo. Kalau tidak salah cukup bayar 10ribu atau 20ribu (saya lupa). Pokoknya cocok untuk melepas lelah setelah perjalanan jauh, saya sampai di SPBU ini sekitar jam  11, untuk mandi persiapan ibadah shalat Jumat tiba.

Yang harus waspada dan mengetes kemampuan berkendara adalah, beberapa kilometer akan sampai Banyuwangi. Kita akan melintasi, hutan jati.

Jalanan berliku dan naik turun. Tidak jarang, jalanan naik dan tiba-tiba berbelok. Kalau yang masih ragu, baiknya melintas siang. Karena dimalam hari tidak ada penerangan sepanjang jalan, sebenarnya aman tapi untuk yang baru sekali melintas harus lebih waspada.

Dan jika terpaksa melintas malam, saran saya cari teman perjalanan yang kita bisa ikuti dari belakang. Jadi kita bisa tahu kapan jalanan berbelok ke kanan atau ke kiri tanpa harus berkonsentrasi keras. Tapi jangan lupa untuk jaga jarak.

Yuuppp ini saat kami bertemu mas Joe Chandra di Banyuwangi di sebuah resto dengan pemandangan selat bali
Memasuki Banyuwangi sekitar jam 15.00, di kota yang sektor pariwisatanya sedang berkembang ini, kami bertemu dengan Joe, si blogger ganteng dari Banyuwangi. Kami diajak singgah ke sebuah resto yang posisinya berada cukup tinggi, sehingga kami bisa menikmati keindahan pelabuhan Banyuwangi yang di hiasi langit biru dengan gumpalan awan putih. Sementara dibawahnya ada kapal feri Roro bolak-balik ke dermaga dan puluhan kapal lainnya yang sedang lepas jangkar.

Selesai melepas lelah, kami segera bergegas ke pelabuhan penyebrangan. Karena menurut cerita, ombak di selat Bali cukup tinggi saat sore menjelang malam yang bisa menghambat laju kapal sehingga membuat penyebrangan memakan waktu cukup lama.

Kalau nggak lihat langsung gak percaya kalau ini ada di Indonesia

Total Biaya Perjalanan Jakarta-Bali Lewat Tol Trans Jawa Menggunakan Mobil Pribadi

Dan akhirnya kami berhasil menjejakkan ban mobil kami di pulau Bali pada jam 18.00. Percaya deh, begitu mobil turun dari kapal, rasa lelah sirna seketika. Semangat kembali bangkit ingin segera sampai tujuan kami yaitu kota Denpasar.

Untuk itu kita harus tetap waspada, Jalanan beraspal cukup mulus di sepanjang perjalanan menuju Denpasar membuat kita terlena. Semangat memang membara, tapi harus diakui kondisi fisik kita sudah jauh menurun dibanding saat kita berangkat. Jadi harus tetap berhati-hati.

Selepas pelabuhan Gilimanuk, jangan heran kalau kita masih melihat masjid dipinggir jalan atau kalau beruntung bisa mendengar adzan pertama dipulau dewata. Karena memang, di dekat pelabuhan banyak penduduk mayoritas muslim, yang hidup saling berdampingan dengan masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu. Indonesia banget braii.

Pemandangan sore di atas feri menuju pelabuhan Gilimanuk Bali. Ada saran melintas pagi agar bisa mendapat pemandangan yang istimewa 
Kami sampai di kota Denpasar jam 21.00, semua lelah terbayarkan. Gambaran indah mengelilingi pulau Bali esok hari makin jelas terlihat. Saatnya kami melepas lelah dengan pengalaman yang tidak akan kami lupakan melintas tol trans jawa untuk pertama kalinya.

Total jarak tempuh Jakarta (SCBD)- Bali (Denpasar) sejauh 1194 kilometer, menghabiskan 60.7 liter Pertalite (465k), kalau saja gak kejebak di cikampek (bekasi-cikarang-karawang) waktu tempuh bisa 24 jam dengan satu back-up driver.

Melewati Tol Trans Jawa dan keluar di tol Probolingo Barat, total yang harus bayar 739k (termasuk tol dalam kota Jakarta). Entah kalau tol Jember-Banyuwangi sudah tersambung, mungkin bisa diangka tidak lebih dari 900k (perkiraan saya).

Untuk penyebrangan Ketapang-Gilimanuk, satu mobil harus membayar 159k, ini tidak menghitung jumlah penumpang, mau satu orang atau 13 orang harganya sama. Dan bayarnya harus menggunakan uang elektronik yang dikeluarkan oleh Bank pemerintah (BUMN). Nggak bisa pakai Bank Swasta.

Yang harus diperhatikan adalah, akan ada pemeriksaan kartu identitas (KTP) untuk semua orang yang menyebrang dan juga SIM bagi pengemudi, baik saat memasuki pelabuhan Ketapang atau keluar dari pelabuhan Gilimanuk.

Kalau di total biaya bensin, tol, penyebrangan dan makan tidak lebih dari 1.6jt untuk 3-4 orang dengan bonus bisa mampir-mampir selama perjalanan, (terlebih saat di Bali) Alhamdulillah kita berasa untung banyak. Plus dapat foto-foto indah selama perjalanan.

Ulun Danu destinasi yang baru kali ini kami kunjungi.
Coba bandingkan dengan harga tiket pesawat untuk satu orang paling murah? Saya yakin masih lebih efisien pakai mobil, kalau memang punya waktu banyak.

Memang idealnya kita harus sisihkan waktu 7 hari, lebih baik lagi kalau kita punya waktu 10 hari agar bisa eksplore lebih jauh dan badan tidak terlalu letih.

Jadi gimana? Masih ragu bawa mobil ke Bali? Nggak perlu braai, gass poll aja, kalau perlu teman supir hubungin saya aja. Nanti saya temenin, yang nyetir tetep kalian. Haahahahaa..

Salaaam Gaspol, sampai ketemu di pulau Bali.

Read More

FWD Go Green Ikut Lestarikan Hutan Indonesia

Selasa, 10 Desember 2019

Tidak ada komentar
Ada yang pernah membayangkan berapa banyak pohon untuk membuat 1 rim kertas? Menurut beberapa sumber, satu pohon Akasia berukuran kurang lebih 5 meter mampu menghasilkan 23 rim kertas, atau 11500 lembar kertas. Lumayan banyak ya?


Tapi satu pohon itu bisa menghasilkan oksigen untuk kehidupan bagi 3 orang. Pertanyaanya, mau memproduksi kertas atau malah menghilangkan nyawa 3 orang? Tentu ini perumpamaan yang cukup ekstrem, jadi jangan diambil pusing.

Berbicara masalah pohon, walau Indonesia merupakan negara tropis dengan 4 musim, tidak serta merta menjadi negara yang mempunyai kawasan hutan paling luas. Indonesia hanya berada di peringkat ke-9 di atas India.

Rusia menjadi negara dengan kawasan hutan terluas di dunia dengan total kurang lebih 7juta meter persegi. Hampir 45% wilayah Rusai adalah hutan. Sedangkan Indonesia 46% wilayah negaranya adalah hutan.

Industri kertas sangat berpengaruh dengan kesinambungan pohon di hutan. Dan Indonesia merupakan 10 besar produsen kertas dunia. Setidaknya ada 84 perusahaan Indonesia yang bergerak dibidang pulp and paper.

Indonesia dan Brasil adalah negara yang bisa memproduksi pulp dan kertas secara efisien. Tentunya ini harus diseimbangkan dengan konservasi alam dan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan.

Masalah Deforestasi dan emisi rumah kaca terus mengancam, untuk itu perusahaan harus memperhatikan peraturan yang hanya memperbolehkan memanen pohon dari hutan-hutan produksi khusus yang dilengkapi izin pemerintah.

Walau begitu, kertas dan industrinya tidak bisa hanya dilihat dari sekedar pohon yang ditebang. Banyak aspek yang harus diperhatikan, dan apapun itu kita wajib menekan penggunaan kertas harian. Demi menjaga kelestarian bumi.

Seperti yang dilakukan FWD dengan bekerja sama dengan WWF, yaitu mendorong nasabah untuk memilih e-Policy serta turut mendukung para pegiat konservasi di Kalimantan & Sumatra melalui kampanye Go Green bersama WWF-Indonesia.

Kampanye Go Green ini di umumkan pada 4 Desember 2019. Semua pasti menyadari, polis asuransi yang dicetak itu bisa mencapai puluhan lembar untuk satu nasabah. Bayangkan kalau ada 4 nasabah dalam 1 keluar, berapa ratus lembar kertas yang digunakan.

Padahal secara fungsi, polis itu hanya dilihat sekali saja, lalu di taruh entah dimana. Bisa jadi sampai kita lupa polisnya itu disembunyikan dimana setelah bertahun-tahun.

FWD Go Green Lestarikan Hutan Indonesia

FWD menyadari hal tersebut, “Kami memulai kampanye Go Green untuk membantu nasabah memahami manfaat di balik e-Policy. Nasabah tetap akan menerima ringkasan informasi penting polisnya, mereka juga dapat merasa tenang karena e-Policy yang berbentuk digital tidak mungkin hilang. Bagian terbaiknya adalah nasabah menerima semua keuntungan ini sambil berkontribusi menyelamatkan Bumi,” kata Director & Chief of Proposition & Sharia Officer FWD Life, Ade Bungsu.


Selain itu dengan bekerjasama dengan WWF Setiap e-Policy yang terjual akan dikonversi untuk mendukung para pegiat konservasi alam yang telah membantu dalam menanggulangi kebakaran hutan di Indonesia. Setidaknya ada 36 pegiat konservasi yang membantu memadamkan kebakaran di area yang terkena dampak.

Mereka akan dilindungi dengan asuransi BEBAS AKSI FLASH, asuransi kecelakaan diri komprehensif dari FWD Life, selama 3 (tiga) bulan dengan total kompensasi hingga Rp1,8 miliar.

Tidak berhenti sampai di situ, setiap e-policy yang terjual juga akan dikonversikan FWD Life dengan menanam dan merawat pohon di daerah terdampak di Sumatra.

Jadi kalau kita menjadi nasabah FWD dan menggunakan e-policy, kita tidak hanya melindungi diri sendiri dan keluarga saja, tapi kita juga berperan serta melindungi lingkungan sekitar.

“Nasabah sekarang tidak hanya dapat melindungi diri sendiri dan orang yang mereka cintai, tetapi juga lingkungan, yang pada akhirnya memberikan masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya” Tutup Ade.

Jadi masih ngotot mau versi cetak polis asuransi? Buat apa kalau akhirnya polis versi cetak cuma jadi ganjelan pintu dan memenuhi-menuhin lemari doang. Langkah sederhana kamu menggunakan e-policy dari Asuransi FWD bisa berdampak luas bagi kelestarian lingkungan kita.

PT FWD Life Indonesia (“FWD Life”) merupakan perusahaan asuransi jiwa patungan dan bagian dari FWD Group (“FWD”).

FWD memiliki jaringan usaha di Hong Kong & Makau, Thailand, Indonesia, Filipina, Singapura, Vietnam, Jepang dan Malaysia, menawarkan asuransi jiwa dan kesehatan, asuransi umum, employee benefits, produk syariah dan takaful di beberapa Negara.

FWD fokus dalam mengembangkan pengalaman nasabah yang baru dengan menghadirkan produk-produk yang mudah dipahami, didukung oleh teknologi digital terdepan. Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, FWD berkomitmen untuk menjadi perusahaan asuransi terkemuka di wilayah Asia Pasifik yang dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi.



Read More

Cuci Muka 2 Kali Sehari Untuk Muka Extra Cerah Dengan NIVEA MEN Extra White

Jumat, 01 November 2019

Tidak ada komentar
“Astaaggah 38 derajat cuiii..” Sebuah chat di WAG muncul mengomentari kondisi cuaca panas ibukota yang bentar lagi bakal di pindah ini.
Dan semua yang ada di dalam WAG tersebut ikut mengiyakan.

Indonesia memang negara tropis yang dekat dengan garis khatulistiwa, tapi cuaca bulan Oktober kali ini serasa menggigit, bawaannya mau masuk ke tempat adem terus pengen cuci muka.

Menurut beberapa sumber, ini dikarenakan pergerakan semu matahari berada di atas wilayah Jawa. Sehingga sinar matahari yang dipancarkan ke bumi cukup optimal.

Jadi wajar saja kalau di Jakarta terasa panas, terlebih karena Jakarta lebih banyak beton ketimbang pohon yang bikin cuaca makin terasa membara.

Kebayang nggak sih, kalau kita ada aktifitas luar ruang sementara matahari sedang optimal-optimalnya kaya sekarang ini. Saya pernah nyobain dan wadduhhh, gimana ya gambarinnya? Pokoknya puaanese pooll.

Jadi beberapa waktu lalu saya ada event di GBK Senayan bersama komunitas Bloggercrony Indonesia. Di percaya oleh Facebook dan di kasih satu booth selama 10 hari untuk pameran. Kebayang dong, jam 15.00 di bawah tenda sarnafil ukuran 3x3m?

Walau di sekitaran GBK banyak pohon, tetap saja gak bisa menahan panas matahari siang. Pembatas tenda depan dan belakang sengaja dibuka agar aliran udara lancar, di tambah kipas biar ada semilir-semilir, sayangnya usaha itu nggak berpengaruh banyak.

Muka saya tuh berasa lengket dan berat, tiap saat bawaannya mau nyeburin muka ke dalam ember penuh berisi air.

Padahal saya Cuma berdiam di satu lokasi, kebayang gak sih teman-teman yang punya mobilitas tinggi di siang hari? entah olahraga, main, atau kerja yang mengharuskan berpindah kesatu tempat ketempat lainnya? Terlebih kalau kita menggunakan roda dua di Jakarta tengah hari, di jamin bikin emosi.

Pernah satu waktu saya bawa motor, biar muka adem kena udara dingin, saya coba basahin buff atau kain penutup muka dengan air sebelum pergi naik motor. Lumayan berhasil, tapi hanya bertahan 15-20 menit, karena buffnya langsung kering.

Secara sederhana, sinar matahari itu mempunyai tiga jenis radiasi berdasarkan panjang gelombang. Sinar Ultraviolet A (UVA) dengan gelombang panjang, sinar Ultraviolet B (UVB) gelombang pendek dan sinar Ultraviolet C (UVC) dengan gelombang sangat pendek.

UVC adalah radiasi yang paling merusak kulit, tapi jangan khawatir itu sudah tertahan di atmosfer kita. Tapi UVA dan UVB juga harus diperhatikan, terlebih untuk kulit kita.

Jika terpapar lama oleh UVA maka dapat mempercepat efek penuaan kulit berupa keriput dan noda hitam. Bahkan kalau terlalu ekstrem bisa terkena kanker kulit.

"Sedangkan UVB bisa menyebabkan kulit terbakar dan berwarna gelap. Nahh radiasi paparan matahari UVA dan UVB ini biasanya terjadi pada jam 11:00 – 14:00 WIB". Ujar dr. Nana Novia Jayadi, Sp.KK. Dermatologis.

Untuk itu kita perlu memproteksi kulit (utamanya) wajah dengan mencuci muka, dan cuci muka yang bagus untuk cowok itu 2x sehari.

Memang para cowok butuh juga mencuci muka? Bukannya kulit cowok termasuk kulit yang tahan di segala cuaca ya?

Kalau menurut saya sih, bukan karena kulit cowok lebih kuat, tapi lebih karena cowok gak peduli dengan kondisi kulit muka atau males. Salah satunya adalah saya.

Mohon jangan ditiru, karena saya sekarang sudah insyaf saat beberapa kali bercermin dan mulai terlihat lipatan-lipatan kecil manja di daerah mata.

Lalu cuci muka yang bagus untuk cowok itu apa, bagaimana dan pakai apa?


Jujur saya paling males ribet untuk urusan muka, bukannya gak peduli tapi memang kaya buang-buang waktu aja harus berlama-lama ngurusin muka.

Permasalahannya walau hidup di daerah tropis dengan intensitas sinar matahari yang tinggi, (sejujurnya) saya dan banyak pria muda Indonesia ingin wajahnya ekstra cerah dan bebas dari noda hitam tanpa mengurangi aktivitas luar ruang kami, bener gak sik?

Salah satu solusi yang sederhana, mudah dan cepat agar kulit sehat adalah dengan asupan vitamin C yang cukup.

Vitamin C adalah Zat aktif yang teruji aman dan efektif untuk mencerahkan kulit dan menyamarkan noda hitam. Baiknya vitamin C ini bukan di konsumsi tapi dengan topikal (langsung pada kulit). Caranya gimana? Salah satunya dengan sabun pembersih wajah pria dengan vitamin C yang berfungsi mencerahkan kulit wajah.

Untuk masalah kulit gak usah pusing minum vitamin C ya gaess, cukup pakai pembersih muka yang punya kandungan vitamin C, dan itu ada di NIVEA MEN Extra White Dark Spot Minimizer Foam.

Jadi pada NIVEA MEN Extra White Dark Spot Minimizer Foam terdapat  kandungan Active Vit C, yaitu kombinasi dari berbagai zat nutrien pencerah kulit, diantaranya whitinat/rucinol, vitamin C, licorice, SPF30, vitamin E, vitamin B, ginseng, ginkgo biloba, dan nutrien lainnya.

Kandungan Active Vit C teruji mampu cerahkan kulit wajah 10x lebih baik dibanding Vitamin C, dan kini NIVEA MEN Extra White Dark Spot Minimizer Foam telah tersedia bagi pria muda di seluruh Indonesia yang ingin wajahnya ekstra cerah dan bebas dari noda hitam.

Karena NIVEA MEN Extra White Dark Spot Minimizer berbentuk Foam, maka aman untuk penggunaan rutin setiap hari, berbeda dengan scrub yang maksimal 3x per minggu untuk kulit normal.

Menurut Michael Suwito, Senior Brand Manager Nivea Men Face care, Beiersdorf Indonesia dari survei 250 responden pria di tahun 2017, 95% pria ingin selalu wajahnya terlihat ekstra cerah dan bebas noda hitam, karena terkait kepercayaan diri dan kesuksesan mereka. Terbukti bahwa pria Indonesia juga butuh kulit wajah #BerubahExtraCerah.

Salah satu caranya dengan menggunakan secara rutin NIVEA MEN Extra White Dark Spot Minimizer Foam, harganya terjangkau gaes antara Rp 28.700 - Rp 31.500.

“Lebih maksimal lagi kalau di padu dengan menggunakan NIVEA MEN Extra White Brightening Moisturizer SPF30 PA+++ untuk melindungi wajah dari efek negatif sinar matahari dan menjaga kelembapan kulit wajah” Ujar Michael Suwito.

Sepertinya NIVEA MEN Extra White Dark Spot Minimizer Foam bakal jadi teman setia saya nih, sambil mempersiapkan rencana perjalanan panjang. Hmmm kira-kira enaknya pergi kemana ya? Destinasi impian saya adalah pulau Komodo

Read More

Mokzhaware, Sepatu Gunung Buatan Indonesia

Kamis, 24 Oktober 2019

5 komentar
Buat para penggiat alam bebas, yang suka naik gunung atau hiking, pernah lihat brand sepatu Mokhzaware? atau mungkin pernah denger nama brand ini? Jujur saya baru ngelihat langsung Mokhzaware saat event pameran Indotreek 2019 di Balai Kartini Jakarta.
Mokhzaware-sepatu-gunung-buatan-lokal

Kebetulan Mokhzaware jadi salah satu peserta pameran yang memang di khususkan untuk para pecinta kegiatan alam luar. Jadi nggak heran di event ini kita bisa nemuin berbagai brand ternama di dunia outdoor dan juga brand rintisan yang tidak kalah berpotensi.

Dari berbagai brand yang hadir di event tersebut, saya langsung di “jorokin” ke boothnya Mokhzaware untuk ngobrol langsung sama bang Rahmat. Dan ternyata nggak salah, saya dapat cerita menarik di booth Mokhzaware.

Jadi Mokhzaware adalah satu-satunya produsen sepatu untuk keperluan outdoor di Indonesia yang punya pabrik sepatu sendiri. Bisa bayangin gak? Satu-satunya produsen sepatu outdoor yang punya pabrik sendiri. Dan ini keren sihh,..

Tentu sudah bukan rahasia lagi, kalau beberapa brand sepatu internasional (yang gak perlu di sebut merknya) punya pabrik di Indonesia dan menghasilkan sepatu terbaik untuk dunia. Dan Mokhzaware membuktikan bahwa produsen lokal juga bisa membuat produk yang berkualitas.

“Semua bahan bakunya ada di Indonesia, jadi gak ada alasan kita gak bisa bikin” Ujar bang Rahmat.

Pasti pada heran apa yang membuat sepatu buatan Mokhzaware ini berkualitas, bukan berarti punya pabrik sendiri otomatis kualitasnya bagus kan? Sabar Bross, pelan-pelan bakal saya buka satu persatu kelebihan sepatu buatan 100 persen lokal ini.

Mokhzaware-sepatu-gunung-buatan-lokal
Ini adalah type sepatu Mokhzaware yang berbahan kulit, tapi saya lupa, kulit Sapi atau Kuda.
Mokhzaware pertama kali dirintis pada tahun 2015, tidak langsung produksi, tapi mereka melakukan riset terlebih dahulu, kegagalan demi kegagalan harus mereka hadapi agar mendapatkan formula terbaik untuk memproduksi sepatu gunung.

Dan akhirnya di tahun 2016, Mokhzaware pertama kali melepas sepatu gunung buatan mereka kepasaran dengan sistem titip jual di beberapa toko penjual keperluan outdoor. Dari tahun ketahun, dengan kualitas yang diberikan dan harga yang masuk akal berhasil menarik perhatian para toko-toko outdoor.

Tidak hanya toko-toko outdoor, kehadiran Mokhzaware juga mencuri perhatian brand-brand besar yang sudah hadir terlebih dahulu di Indonesia. Mereka sangat mengapresiasi produk Mokhzaware yang mempunya kualitas baik tapi dengan harga yang lebih terjangkau, karena murah atau mahal realtif.

Rahasianya adalah, karena Mokhzaware memproduksi sendiri sepatu mereka dari hulu ke hilir. Setidaknya itu informasi yang saya dapat ketika berbincang-bincang dengan bang Rahmat di hari terakhir penyelenggaraan Indotreek 2019.

Tiga tahun produksi berjalan, sudah ada 20 type sepatu yang di produksi Mokhzaware, ini bukan jumlah yang sedikit Bross.

Sekarang saya kasih tahu 4 hal yang membuat sepatu Mokhzaware menjadi sangat spesial, pertama; Out sole atau dalam bahasa sederhananya sering di sebut tapak sepatu Mokhzaware yang terbuat dari karet.

Kenapa ini penting, karena ini membuat sepatu nyaman dan tidak licin saat digunakan. Dengan outsole bahan karet, juga membuat sepatu lebih lentur ketimbang sepatu yang outsolenya berbahan campuran dominan plastik.

Mokhzaware-sepatu-gunung-buatan-lokal
Disini kanan, ada brake system, atau lokasinya ada dibagian tumit kita.
Kedua, di tapak sepatu Mokhzaware ada Brake system atau sistem pengereman. Jadi pattern atau pola di sol sepatu bagian belakang meningkatkan kemampuan kita agar tidak mudah tergelincir di medan yang tidak terduga.

Ketiga, sistem waterproof yang mempunyai tiga lapisan, yaitu lapisan membran, lapisan foam dan lapisan mesh. Ketiga lapisan ini mampu menahan air dan menjaga agar kaki kita tetap kering selama di perjalanan.

Sistem waterproofnya di balut dengan kulit asli dari kulit sapi dan kulit kuda di bagian luarnya. Kalau kalian pegang langsung, pasti bisa ngerasain bahwa ini dalah kulit asli dengan kualitas terbaik.

Coba bayangin, ketiga system itu ada di sepatu buatan Mokhzaware, sepatu buatan pabrik lokal, sepatu buatan asli anak Indonesia yang pasti bikin bangga.

Dan jujur, saya baru kali ini ngelihat sepatu gunung dengan warna merah dan orange menyala, dengan bentuknya yang lebih terlihat seperti sepatu basket ketimbang sepatu gunung, saya pun langsung jatuh cinta.
Mokhzaware-sepatu-gunung-buatan-lokal
Bagian dalam yang berwarna silver adalah teknologi waterproof yang di milik Mokhzaware
Beberapa design sepatu Mokhzaware pun bisa digunakan untuk keseharian atau acara formal. Jadi bukan sepatu yang khusus di ajak naik gunung saja. Saya sih udah ngincer yang warna merah atau sepatu berbahan kulit sapi yang tone warnanya agak kekuning, eye catching dan gak kelihatan sepatu gunung.

Ehhh tadi saya baru sebutin 3 dari 4 keunggulan Mokhzaware ya?

Keunggulan ke 4 adalah, harganya sangat kompetitif kalau di bandingkan dengan produk sepatu lainnya dengan teknologi yang hampir sama.

Harga sepatu Mokhzaware termahal yang ada di pasaran saat ini adalah 600k, Yuupps saya gak bohong, kalau di brand lain harganya bisa di atas 1jt, paling murah 800k, setidaknya itu yang di ceritakan seorang kawan yang juga penggiat alam bebas.

Dan tentunya kalian sekarang sudah gak heran kenapa Mokhzaware harganya bisa sangat bersaing,tapi kualitasnya bukan main-main kan? Kalau masih bertanya-tanya, silahkan baca lagi dari atas, kalian pasti bakal menemukan jawabannya.

Terakhir dan ini sangat rahasia jangan kasih tahu siapa-siapa, Mokhzaware kasih kamu garansi 1 tahun, kalau rusak balikin aja ke tempat kamu membeli, nanti akan diperbaiki. Tentunya rusak karena pemakaian ya, bukan karena kelindes truck, kenapa bara rokok atau di gigit tikus.

Mokhzaware-sepatu-gunung-buatan-lokal
Duuhh warna orangenya bikin ngiler nih...
Mokhzaware sepatu gunung buatan lokal Mokhzaware sepatu gunung buatan lokal Mokhzaware sepatu gunung buatan lokal
Read More

Saya Pamit Menulis Olahraga

Kamis, 10 Oktober 2019

1 komentar
Setelah menimbang-nimbang, lalu menimang-nimang (loh kok) dan akhirnya diputuskan bahwa saya pamit menulis olahraga di sattoraji.com.

Sebenarnya tidak pernah direncanakan, tapi ketika sebuah ide gila (menurut saya) meluncur di pertengahan tahun, fix langsung di realisasikan, maka hadirlah indosporties.com.

Kecintaan dan kegemaran saya akan olahraga menjadi dasar, agar lebih fokus menulis curhat ngasal berfaedah di indosporties.com. Walau sebenarnya aktifitas olahraga saya juga masih terbilang rendah, semoga saja dengan hadirnya blog bertema olahraga ala Satto Raji bisa membuat saya bersemangat hidup sehat.

Blog dengan niche olahraga sebenarnya kurang banyak di lirik oleh brand, kemungkinan dapat konten menulis berbayarpun bisa jadi sangat jarang dan saya gak peduli. Saya hanya ingin membebaskan diri untuk curhat mengenai dunia olahraga.

Saya tidak ada target khusus untuk indosporties.com, sama seperti yang saya lakukan terhadap sattoraji.com, biarkan mengalir sambil memperbaiki masalah di sana-sini. Tujuan utama saya adalah, tetap membakar semangat menulis, yang kadang padam karena berbagai hal.

Gorila Sport, Baca Berita Olahraga Dengan Cara Berbeda

Saya malah berharap, indosporties.com bisa menjadi tempat bermain bersama, tidak hanya saya sendiri. Yuupps saya membuka kesempatan untuk semua yang ingin mencurahkan perasaan gundah gulana mengenai dunia olahraga di indosporties.com

Untuk itu, terhitung Oktober 2019, kanal sport di sattoraji.com resmi saya non-aktifkan, berpindah ke indosporties.com. Tulisannya tetap akan ada, karena kalau di hapus bisa merusak performa sattoraji.com

Dengan platform wordpress (sattoraji.com berplatform blogspot) saya dapat pelajaran baru di indosporties.com. Semoga bisa lebih powerfull.

Terimakasih banyak untuk Om Punto Wicaksono dan tante, ehh mbak Monica Angen yang sudah support dari awal indosporties.com yang akhirnya kini resmi mengudara.

Selamat menikmati indosporties.com.

Tottenham vs Ajax

Read More

Kun Saraswati Penyanyi Muda Dengan Suara Merdu

1 komentar
Suara Kun Saraswati terdengar lembut saat membawakan single pertama di hadapan publik pada tanggal 4 Oktober 2019. Para undangan yang hadir terbius oleh suara dan lagu Kun Saraswati yang dibawakan secara live malam itu.
Kun Saraswati
Penampilan live Kun Saraswati memukau yang hadir malam itu
Untuk tahu kualitas suara penyanyi itu bagus atau tidak, kita harus mendengarkan saat si penyanyi tampil live di atas panggung. Tidak bisa hanya sekedar melihat dan mendengar dari channel Youtube atau hasil recordingnya saja.

Dan Kun Saraswati berhasil membuktikannya kepada kami yang hadir, bahwa suaranya bukan "kaleng-kalengan".

Jadi teringat seorang penyanyi yang terkenal karena kontroversi dan akhirnya publik tahu kualitas suara "si mbak" ternyata tidak bagus-bagus amat, ketika IG story saat bernyanyi tersebar luas dengan suara yang terdengar tidak mengenakkan itu.
Habislah "si mbak" ini jadi bulan-bulanan netizen yang terhormat.

Sudah-sudah, jangan diperpanjang ghibahnya, mari kita fokus ke sosok Kun Saraswati. Perempuan kelahiran 9 September 1998 di kota pahlawan ini sudah menunjukkan bakatnya di dunia musik sejak berumur 3 tahun.

Kun Saraswati bahkan sudah mengikuti les piano klasik, ketika berumur 5-9 tahun.

Ya tuhan, saya umur segitu masih main kelereng dan layangan, tapi gadis yang tahun ini genap berumur 21 tahun sudah terbiasa memegang alat musik sejak kecil. Dan saat SMP, Kun Saraswati secara otodidak sudah bisa memainkan gitar.

Kun Saraswati yang saya temui saat merilis singlenya di sebuah cafe merangkap coworking space di Jakarta, bercerita bahwa inspirasi musik pertama kali dia dapat dari eyang (kakek). Sayangnya Kun Saraswati belum sempat main musik bersama dengan sang eyang.

Ohh ya judul lagu Kun Saraswati yang di launching malam itu berjudul "DONE". Lagu Indonesia yang berlirik bahasa inggris.

Saat di tanya, kenapa Lirik musik Kun Saraswati di single pertamanya menggunakan bahasa Inggris, gadis belia itu dengan santai menjelaskan,

"Jadi waktu itu aku lagi dikamar sama kak Gobin, suasana hujan dan langsung ambil gitar, kalimat pertama yang terucap adalah take me with you ya sudah diteruskan saja dengan bahasa inggris". Ujarnya.

Kun Saraswati dan Dukungan Keluarga

Lirik musik Kun Saraswati yang sudah di tulis sejak tahun 2016 ini memang bisa membuat kita tersadar, bahwa kita harus bisa memutuskan dan harus berani berkata "DONE" cukup untuk semua yang telah menyakiti kita.

Proses pembuatan lagu Done dari Kun Saraswati ini memang sangat panjang. Sempat vakum selama 1 tahun berproses karena harus fokus di kuliahnya terlebih dahulu, baru di tahun 2018 kembali di garap dengan serius.

Akhirnya 4 Oktober 2019 Single berjudul "Done" dari Kun Saraswati resmi bisa dinikmati pecinta musik dan lagu Indonesia.

Yang menarik dari launching single DONE malam itu adalah, dukungan keluarga Kun Saraswati sangat besar. Semua hadir, orang tua, kakak, eyang sampai (jangan di tanya) teman-teman Kun memberi dukungan yang maksimal.

Bahkan Kun Dika (kakak Kun Saraswati) berperan aktif menjadi media relations malam itu.
Dukungan keluarga besar, sangat berpengaruh bagi Kun Saraswati
Ada cerita yang tidak terungkap di panggung, saat saya bertanya, bagaimana cara Kun Saraswati menyampaikan kepada kedua orang tuanya mengenai lagu Done.

Ternyata, Papa dan Mama dari Kun Saraswati secara tidak sengaja mendengar lagu ini di mobil saat lagu Done masih dalam bentuk demo rekaman.

Single Terbaru Usy

Awalnya mereka tidak tahu siapa yang menyanyikan, namun insting kuat orang tualah yang membuat akhirnya mereka sadar bahwa suara yang mereka dengar saat itu adalah suara anak mereka sendiri, Kun Saraswati.

Walaupun pada saat itu mereka juga belum tahu judul lagu Kun Saraswati yang sedang mereka dengar, tapi mereka sangat mengapresiasi karya Kun Saraswati.

Untuk project single Done, Kun Saraswati bekerjasama dengan Passion Vibe. Label rekaman yang di motori oleh Belanegara Abe dan Edo Abraham ini sudah sering bekerjasama dengan sejumlah musisi di Indonesia.

Untuk mendapatkan hasil maksimal di single pertamanya, Kun Saraswati memutuskan untuk mastering di Amerika. Selain itu juga, Kun Saraswati menggandeng Irvant (vocal director), Alvin Witarsa (orchestrator), Eko Sulistiyo (mixing engineer) dan Steve Corrao (mastering engineer).

Kun Saraswati, saat ini masih berkuliah di Fakultas Ilmu Seni Musik Universitas Pelita Harapan, jurusan Vokal dan peminatan Jazz & Pop Music Performance. Kun Saraswati juga menjadi pengajar vokal di MSI (Music School of Indonesia).

Selamat Kun Saraswati atas single barunya, semoga bisa memberi warna baru bagi penikmat lagu Indonesia.

Single Done dari Kun Saraswati sudah bisa di nikmati melalui beberapa platform music online seperti Spotify, Joox, Itunes dan Deezer. Tentunya bisa juga di akses melalui official akun Youtube Kun Saraswati.

Perbincangan saya dan Kun Saraswati malam itu di tutup dengan pertanyaan,

"Sudah menyiapkan single ke dua?" Tanya saya memancing.

"Rahasiaaa..." Ujar Kun Saraswati sambil tersenyum. Ahhh rupanya dia tidak terpancing.
Belanegara Abe dan Edo Abraham dari Passion Vibe optimis lagu ini bisa diterima oleh penikmat lagu Indonesia
Berikut lirik lagu Kun Saraswati berjudul DONE, enjoy it..

Verse 1
take me with you or let me be with you
but if we knew, i’m trynna forget you
what did i do? i’m feeling so pale blue
this felt so true, but how about you?

Prechorus
The sky starts raining, but my heart keeps tracing
the storms are raging, but my heart keeps falling

Reff
**i’m clinging on to you, just tell me it’s not true that violets are not blue
i’m clinging on to you, just tell me it’s not true and there is no i love you

Verse 2
im broken in two, im drowning in deep blue
My feelings for you, has drowned with me too

Prechorus
The sky starts raining, but my heart keeps tracing
the storms are raging, but my heart keeps falling

Reff
**i’m clinging on to you, just tell me it’s not true that violets are not blue
i’m clinging on to you, just tell me it’s not true and there is no i love you

Bridge
 -
what i’m gonna do, tell me what i’m gonna do 2x

Reff Modulation
**i’m clinging on to you, just tell me it’s not true that violets are not blue
i’m clinging on to you, just tell me it’s not true and there’s no i love you

Last Outro
but if we knew, i’m done with you


Pameran Kerajinan Indonesia

Read More