FWD Go Green Ikut Lestarikan Hutan Indonesia

Selasa, 10 Desember 2019

Tidak ada komentar
Ada yang pernah membayangkan berapa banyak pohon untuk membuat 1 rim kertas? Menurut beberapa sumber, satu pohon Akasia berukuran kurang lebih 5 meter mampu menghasilkan 23 rim kertas, atau 11500 lembar kertas. Lumayan banyak ya?


Tapi satu pohon itu bisa menghasilkan oksigen untuk kehidupan bagi 3 orang. Pertanyaanya, mau memproduksi kertas atau malah menghilangkan nyawa 3 orang? Tentu ini perumpamaan yang cukup ekstrem, jadi jangan diambil pusing.

Berbicara masalah pohon, walau Indonesia merupakan negara tropis dengan 4 musim, tidak serta merta menjadi negara yang mempunyai kawasan hutan paling luas. Indonesia hanya berada di peringkat ke-9 di atas India.

Rusia menjadi negara dengan kawasan hutan terluas di dunia dengan total kurang lebih 7juta meter persegi. Hampir 45% wilayah Rusai adalah hutan. Sedangkan Indonesia 46% wilayah negaranya adalah hutan.

Industri kertas sangat berpengaruh dengan kesinambungan pohon di hutan. Dan Indonesia merupakan 10 besar produsen kertas dunia. Setidaknya ada 84 perusahaan Indonesia yang bergerak dibidang pulp and paper.

Indonesia dan Brasil adalah negara yang bisa memproduksi pulp dan kertas secara efisien. Tentunya ini harus diseimbangkan dengan konservasi alam dan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan.

Masalah Deforestasi dan emisi rumah kaca terus mengancam, untuk itu perusahaan harus memperhatikan peraturan yang hanya memperbolehkan memanen pohon dari hutan-hutan produksi khusus yang dilengkapi izin pemerintah.

Walau begitu, kertas dan industrinya tidak bisa hanya dilihat dari sekedar pohon yang ditebang. Banyak aspek yang harus diperhatikan, dan apapun itu kita wajib menekan penggunaan kertas harian. Demi menjaga kelestarian bumi.

Seperti yang dilakukan FWD dengan bekerja sama dengan WWF, yaitu mendorong nasabah untuk memilih e-Policy serta turut mendukung para pegiat konservasi di Kalimantan & Sumatra melalui kampanye Go Green bersama WWF-Indonesia.

Kampanye Go Green ini di umumkan pada 4 Desember 2019. Semua pasti menyadari, polis asuransi yang dicetak itu bisa mencapai puluhan lembar untuk satu nasabah. Bayangkan kalau ada 4 nasabah dalam 1 keluar, berapa ratus lembar kertas yang digunakan.

Padahal secara fungsi, polis itu hanya dilihat sekali saja, lalu di taruh entah dimana. Bisa jadi sampai kita lupa polisnya itu disembunyikan dimana setelah bertahun-tahun.

FWD Go Green Lestarikan Hutan Indonesia

FWD menyadari hal tersebut, “Kami memulai kampanye Go Green untuk membantu nasabah memahami manfaat di balik e-Policy. Nasabah tetap akan menerima ringkasan informasi penting polisnya, mereka juga dapat merasa tenang karena e-Policy yang berbentuk digital tidak mungkin hilang. Bagian terbaiknya adalah nasabah menerima semua keuntungan ini sambil berkontribusi menyelamatkan Bumi,” kata Director & Chief of Proposition & Sharia Officer FWD Life, Ade Bungsu.


Selain itu dengan bekerjasama dengan WWF Setiap e-Policy yang terjual akan dikonversi untuk mendukung para pegiat konservasi alam yang telah membantu dalam menanggulangi kebakaran hutan di Indonesia. Setidaknya ada 36 pegiat konservasi yang membantu memadamkan kebakaran di area yang terkena dampak.

Mereka akan dilindungi dengan asuransi BEBAS AKSI FLASH, asuransi kecelakaan diri komprehensif dari FWD Life, selama 3 (tiga) bulan dengan total kompensasi hingga Rp1,8 miliar.

Tidak berhenti sampai di situ, setiap e-policy yang terjual juga akan dikonversikan FWD Life dengan menanam dan merawat pohon di daerah terdampak di Sumatra.

Jadi kalau kita menjadi nasabah FWD dan menggunakan e-policy, kita tidak hanya melindungi diri sendiri dan keluarga saja, tapi kita juga berperan serta melindungi lingkungan sekitar.

“Nasabah sekarang tidak hanya dapat melindungi diri sendiri dan orang yang mereka cintai, tetapi juga lingkungan, yang pada akhirnya memberikan masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya” Tutup Ade.

Jadi masih ngotot mau versi cetak polis asuransi? Buat apa kalau akhirnya polis versi cetak cuma jadi ganjelan pintu dan memenuhi-menuhin lemari doang. Langkah sederhana kamu menggunakan e-policy dari Asuransi FWD bisa berdampak luas bagi kelestarian lingkungan kita.

PT FWD Life Indonesia (“FWD Life”) merupakan perusahaan asuransi jiwa patungan dan bagian dari FWD Group (“FWD”).

FWD memiliki jaringan usaha di Hong Kong & Makau, Thailand, Indonesia, Filipina, Singapura, Vietnam, Jepang dan Malaysia, menawarkan asuransi jiwa dan kesehatan, asuransi umum, employee benefits, produk syariah dan takaful di beberapa Negara.

FWD fokus dalam mengembangkan pengalaman nasabah yang baru dengan menghadirkan produk-produk yang mudah dipahami, didukung oleh teknologi digital terdepan. Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, FWD berkomitmen untuk menjadi perusahaan asuransi terkemuka di wilayah Asia Pasifik yang dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi.



Read More

Cuci Muka 2 Kali Sehari Untuk Muka Extra Cerah Dengan NIVEA MEN Extra White

Jumat, 01 November 2019

Tidak ada komentar
“Astaaggah 38 derajat cuiii..” Sebuah chat di WAG muncul mengomentari kondisi cuaca panas ibukota yang bentar lagi bakal di pindah ini.
Dan semua yang ada di dalam WAG tersebut ikut mengiyakan.

Indonesia memang negara tropis yang dekat dengan garis khatulistiwa, tapi cuaca bulan Oktober kali ini serasa menggigit, bawaannya mau masuk ke tempat adem terus pengen cuci muka.

Menurut beberapa sumber, ini dikarenakan pergerakan semu matahari berada di atas wilayah Jawa. Sehingga sinar matahari yang dipancarkan ke bumi cukup optimal.

Jadi wajar saja kalau di Jakarta terasa panas, terlebih karena Jakarta lebih banyak beton ketimbang pohon yang bikin cuaca makin terasa membara.

Kebayang nggak sih, kalau kita ada aktifitas luar ruang sementara matahari sedang optimal-optimalnya kaya sekarang ini. Saya pernah nyobain dan wadduhhh, gimana ya gambarinnya? Pokoknya puaanese pooll.

Jadi beberapa waktu lalu saya ada event di GBK Senayan bersama komunitas Bloggercrony Indonesia. Di percaya oleh Facebook dan di kasih satu booth selama 10 hari untuk pameran. Kebayang dong, jam 15.00 di bawah tenda sarnafil ukuran 3x3m?

Walau di sekitaran GBK banyak pohon, tetap saja gak bisa menahan panas matahari siang. Pembatas tenda depan dan belakang sengaja dibuka agar aliran udara lancar, di tambah kipas biar ada semilir-semilir, sayangnya usaha itu nggak berpengaruh banyak.

Muka saya tuh berasa lengket dan berat, tiap saat bawaannya mau nyeburin muka ke dalam ember penuh berisi air.

Padahal saya Cuma berdiam di satu lokasi, kebayang gak sih teman-teman yang punya mobilitas tinggi di siang hari? entah olahraga, main, atau kerja yang mengharuskan berpindah kesatu tempat ketempat lainnya? Terlebih kalau kita menggunakan roda dua di Jakarta tengah hari, di jamin bikin emosi.

Pernah satu waktu saya bawa motor, biar muka adem kena udara dingin, saya coba basahin buff atau kain penutup muka dengan air sebelum pergi naik motor. Lumayan berhasil, tapi hanya bertahan 15-20 menit, karena buffnya langsung kering.

Secara sederhana, sinar matahari itu mempunyai tiga jenis radiasi berdasarkan panjang gelombang. Sinar Ultraviolet A (UVA) dengan gelombang panjang, sinar Ultraviolet B (UVB) gelombang pendek dan sinar Ultraviolet C (UVC) dengan gelombang sangat pendek.

UVC adalah radiasi yang paling merusak kulit, tapi jangan khawatir itu sudah tertahan di atmosfer kita. Tapi UVA dan UVB juga harus diperhatikan, terlebih untuk kulit kita.

Jika terpapar lama oleh UVA maka dapat mempercepat efek penuaan kulit berupa keriput dan noda hitam. Bahkan kalau terlalu ekstrem bisa terkena kanker kulit.

"Sedangkan UVB bisa menyebabkan kulit terbakar dan berwarna gelap. Nahh radiasi paparan matahari UVA dan UVB ini biasanya terjadi pada jam 11:00 – 14:00 WIB". Ujar dr. Nana Novia Jayadi, Sp.KK. Dermatologis.

Untuk itu kita perlu memproteksi kulit (utamanya) wajah dengan mencuci muka, dan cuci muka yang bagus untuk cowok itu 2x sehari.

Memang para cowok butuh juga mencuci muka? Bukannya kulit cowok termasuk kulit yang tahan di segala cuaca ya?

Kalau menurut saya sih, bukan karena kulit cowok lebih kuat, tapi lebih karena cowok gak peduli dengan kondisi kulit muka atau males. Salah satunya adalah saya.

Mohon jangan ditiru, karena saya sekarang sudah insyaf saat beberapa kali bercermin dan mulai terlihat lipatan-lipatan kecil manja di daerah mata.

Lalu cuci muka yang bagus untuk cowok itu apa, bagaimana dan pakai apa?


Jujur saya paling males ribet untuk urusan muka, bukannya gak peduli tapi memang kaya buang-buang waktu aja harus berlama-lama ngurusin muka.

Permasalahannya walau hidup di daerah tropis dengan intensitas sinar matahari yang tinggi, (sejujurnya) saya dan banyak pria muda Indonesia ingin wajahnya ekstra cerah dan bebas dari noda hitam tanpa mengurangi aktivitas luar ruang kami, bener gak sik?

Salah satu solusi yang sederhana, mudah dan cepat agar kulit sehat adalah dengan asupan vitamin C yang cukup.

Vitamin C adalah Zat aktif yang teruji aman dan efektif untuk mencerahkan kulit dan menyamarkan noda hitam. Baiknya vitamin C ini bukan di konsumsi tapi dengan topikal (langsung pada kulit). Caranya gimana? Salah satunya dengan sabun pembersih wajah pria dengan vitamin C yang berfungsi mencerahkan kulit wajah.

Untuk masalah kulit gak usah pusing minum vitamin C ya gaess, cukup pakai pembersih muka yang punya kandungan vitamin C, dan itu ada di NIVEA MEN Extra White Dark Spot Minimizer Foam.

Jadi pada NIVEA MEN Extra White Dark Spot Minimizer Foam terdapat  kandungan Active Vit C, yaitu kombinasi dari berbagai zat nutrien pencerah kulit, diantaranya whitinat/rucinol, vitamin C, licorice, SPF30, vitamin E, vitamin B, ginseng, ginkgo biloba, dan nutrien lainnya.

Kandungan Active Vit C teruji mampu cerahkan kulit wajah 10x lebih baik dibanding Vitamin C, dan kini NIVEA MEN Extra White Dark Spot Minimizer Foam telah tersedia bagi pria muda di seluruh Indonesia yang ingin wajahnya ekstra cerah dan bebas dari noda hitam.

Karena NIVEA MEN Extra White Dark Spot Minimizer berbentuk Foam, maka aman untuk penggunaan rutin setiap hari, berbeda dengan scrub yang maksimal 3x per minggu untuk kulit normal.

Menurut Michael Suwito, Senior Brand Manager Nivea Men Face care, Beiersdorf Indonesia dari survei 250 responden pria di tahun 2017, 95% pria ingin selalu wajahnya terlihat ekstra cerah dan bebas noda hitam, karena terkait kepercayaan diri dan kesuksesan mereka. Terbukti bahwa pria Indonesia juga butuh kulit wajah #BerubahExtraCerah.

Salah satu caranya dengan menggunakan secara rutin NIVEA MEN Extra White Dark Spot Minimizer Foam, harganya terjangkau gaes antara Rp 28.700 - Rp 31.500.

“Lebih maksimal lagi kalau di padu dengan menggunakan NIVEA MEN Extra White Brightening Moisturizer SPF30 PA+++ untuk melindungi wajah dari efek negatif sinar matahari dan menjaga kelembapan kulit wajah” Ujar Michael Suwito.

Sepertinya NIVEA MEN Extra White Dark Spot Minimizer Foam bakal jadi teman setia saya nih, sambil mempersiapkan rencana perjalanan panjang. Hmmm kira-kira enaknya pergi kemana ya? Destinasi impian saya adalah pulau Komodo

Read More

Mokzhaware, Sepatu Gunung Buatan Indonesia

Kamis, 24 Oktober 2019

5 komentar
Buat para penggiat alam bebas, yang suka naik gunung atau hiking, pernah lihat brand sepatu Mokhzaware? atau mungkin pernah denger nama brand ini? Jujur saya baru ngelihat langsung Mokhzaware saat event pameran Indotreek 2019 di Balai Kartini Jakarta.
Mokhzaware-sepatu-gunung-buatan-lokal

Kebetulan Mokhzaware jadi salah satu peserta pameran yang memang di khususkan untuk para pecinta kegiatan alam luar. Jadi nggak heran di event ini kita bisa nemuin berbagai brand ternama di dunia outdoor dan juga brand rintisan yang tidak kalah berpotensi.

Dari berbagai brand yang hadir di event tersebut, saya langsung di “jorokin” ke boothnya Mokhzaware untuk ngobrol langsung sama bang Rahmat. Dan ternyata nggak salah, saya dapat cerita menarik di booth Mokhzaware.

Jadi Mokhzaware adalah satu-satunya produsen sepatu untuk keperluan outdoor di Indonesia yang punya pabrik sepatu sendiri. Bisa bayangin gak? Satu-satunya produsen sepatu outdoor yang punya pabrik sendiri. Dan ini keren sihh,..

Tentu sudah bukan rahasia lagi, kalau beberapa brand sepatu internasional (yang gak perlu di sebut merknya) punya pabrik di Indonesia dan menghasilkan sepatu terbaik untuk dunia. Dan Mokhzaware membuktikan bahwa produsen lokal juga bisa membuat produk yang berkualitas.

“Semua bahan bakunya ada di Indonesia, jadi gak ada alasan kita gak bisa bikin” Ujar bang Rahmat.

Pasti pada heran apa yang membuat sepatu buatan Mokhzaware ini berkualitas, bukan berarti punya pabrik sendiri otomatis kualitasnya bagus kan? Sabar Bross, pelan-pelan bakal saya buka satu persatu kelebihan sepatu buatan 100 persen lokal ini.

Mokhzaware-sepatu-gunung-buatan-lokal
Ini adalah type sepatu Mokhzaware yang berbahan kulit, tapi saya lupa, kulit Sapi atau Kuda.
Mokhzaware pertama kali dirintis pada tahun 2015, tidak langsung produksi, tapi mereka melakukan riset terlebih dahulu, kegagalan demi kegagalan harus mereka hadapi agar mendapatkan formula terbaik untuk memproduksi sepatu gunung.

Dan akhirnya di tahun 2016, Mokhzaware pertama kali melepas sepatu gunung buatan mereka kepasaran dengan sistem titip jual di beberapa toko penjual keperluan outdoor. Dari tahun ketahun, dengan kualitas yang diberikan dan harga yang masuk akal berhasil menarik perhatian para toko-toko outdoor.

Tidak hanya toko-toko outdoor, kehadiran Mokhzaware juga mencuri perhatian brand-brand besar yang sudah hadir terlebih dahulu di Indonesia. Mereka sangat mengapresiasi produk Mokhzaware yang mempunya kualitas baik tapi dengan harga yang lebih terjangkau, karena murah atau mahal realtif.

Rahasianya adalah, karena Mokhzaware memproduksi sendiri sepatu mereka dari hulu ke hilir. Setidaknya itu informasi yang saya dapat ketika berbincang-bincang dengan bang Rahmat di hari terakhir penyelenggaraan Indotreek 2019.

Tiga tahun produksi berjalan, sudah ada 20 type sepatu yang di produksi Mokhzaware, ini bukan jumlah yang sedikit Bross.

Sekarang saya kasih tahu 4 hal yang membuat sepatu Mokhzaware menjadi sangat spesial, pertama; Out sole atau dalam bahasa sederhananya sering di sebut tapak sepatu Mokhzaware yang terbuat dari karet.

Kenapa ini penting, karena ini membuat sepatu nyaman dan tidak licin saat digunakan. Dengan outsole bahan karet, juga membuat sepatu lebih lentur ketimbang sepatu yang outsolenya berbahan campuran dominan plastik.

Mokhzaware-sepatu-gunung-buatan-lokal
Disini kanan, ada brake system, atau lokasinya ada dibagian tumit kita.
Kedua, di tapak sepatu Mokhzaware ada Brake system atau sistem pengereman. Jadi pattern atau pola di sol sepatu bagian belakang meningkatkan kemampuan kita agar tidak mudah tergelincir di medan yang tidak terduga.

Ketiga, sistem waterproof yang mempunyai tiga lapisan, yaitu lapisan membran, lapisan foam dan lapisan mesh. Ketiga lapisan ini mampu menahan air dan menjaga agar kaki kita tetap kering selama di perjalanan.

Sistem waterproofnya di balut dengan kulit asli dari kulit sapi dan kulit kuda di bagian luarnya. Kalau kalian pegang langsung, pasti bisa ngerasain bahwa ini dalah kulit asli dengan kualitas terbaik.

Coba bayangin, ketiga system itu ada di sepatu buatan Mokhzaware, sepatu buatan pabrik lokal, sepatu buatan asli anak Indonesia yang pasti bikin bangga.

Dan jujur, saya baru kali ini ngelihat sepatu gunung dengan warna merah dan orange menyala, dengan bentuknya yang lebih terlihat seperti sepatu basket ketimbang sepatu gunung, saya pun langsung jatuh cinta.
Mokhzaware-sepatu-gunung-buatan-lokal
Bagian dalam yang berwarna silver adalah teknologi waterproof yang di milik Mokhzaware
Beberapa design sepatu Mokhzaware pun bisa digunakan untuk keseharian atau acara formal. Jadi bukan sepatu yang khusus di ajak naik gunung saja. Saya sih udah ngincer yang warna merah atau sepatu berbahan kulit sapi yang tone warnanya agak kekuning, eye catching dan gak kelihatan sepatu gunung.

Ehhh tadi saya baru sebutin 3 dari 4 keunggulan Mokhzaware ya?

Keunggulan ke 4 adalah, harganya sangat kompetitif kalau di bandingkan dengan produk sepatu lainnya dengan teknologi yang hampir sama.

Harga sepatu Mokhzaware termahal yang ada di pasaran saat ini adalah 600k, Yuupps saya gak bohong, kalau di brand lain harganya bisa di atas 1jt, paling murah 800k, setidaknya itu yang di ceritakan seorang kawan yang juga penggiat alam bebas.

Dan tentunya kalian sekarang sudah gak heran kenapa Mokhzaware harganya bisa sangat bersaing,tapi kualitasnya bukan main-main kan? Kalau masih bertanya-tanya, silahkan baca lagi dari atas, kalian pasti bakal menemukan jawabannya.

Terakhir dan ini sangat rahasia jangan kasih tahu siapa-siapa, Mokhzaware kasih kamu garansi 1 tahun, kalau rusak balikin aja ke tempat kamu membeli, nanti akan diperbaiki. Tentunya rusak karena pemakaian ya, bukan karena kelindes truck, kenapa bara rokok atau di gigit tikus.

Mokhzaware-sepatu-gunung-buatan-lokal
Duuhh warna orangenya bikin ngiler nih...
Mokhzaware sepatu gunung buatan lokal Mokhzaware sepatu gunung buatan lokal Mokhzaware sepatu gunung buatan lokal
Read More

Saya Pamit Menulis Olahraga

Kamis, 10 Oktober 2019

1 komentar
Setelah menimbang-nimbang, lalu menimang-nimang (loh kok) dan akhirnya diputuskan bahwa saya pamit menulis olahraga di sattoraji.com.

Sebenarnya tidak pernah direncanakan, tapi ketika sebuah ide gila (menurut saya) meluncur di pertengahan tahun, fix langsung di realisasikan, maka hadirlah indosporties.com.

Kecintaan dan kegemaran saya akan olahraga menjadi dasar, agar lebih fokus menulis curhat ngasal berfaedah di indosporties.com. Walau sebenarnya aktifitas olahraga saya juga masih terbilang rendah, semoga saja dengan hadirnya blog bertema olahraga ala Satto Raji bisa membuat saya bersemangat hidup sehat.

Blog dengan niche olahraga sebenarnya kurang banyak di lirik oleh brand, kemungkinan dapat konten menulis berbayarpun bisa jadi sangat jarang dan saya gak peduli. Saya hanya ingin membebaskan diri untuk curhat mengenai dunia olahraga.

Saya tidak ada target khusus untuk indosporties.com, sama seperti yang saya lakukan terhadap sattoraji.com, biarkan mengalir sambil memperbaiki masalah di sana-sini. Tujuan utama saya adalah, tetap membakar semangat menulis, yang kadang padam karena berbagai hal.

Gorila Sport, Baca Berita Olahraga Dengan Cara Berbeda

Saya malah berharap, indosporties.com bisa menjadi tempat bermain bersama, tidak hanya saya sendiri. Yuupps saya membuka kesempatan untuk semua yang ingin mencurahkan perasaan gundah gulana mengenai dunia olahraga di indosporties.com

Untuk itu, terhitung Oktober 2019, kanal sport di sattoraji.com resmi saya non-aktifkan, berpindah ke indosporties.com. Tulisannya tetap akan ada, karena kalau di hapus bisa merusak performa sattoraji.com

Dengan platform wordpress (sattoraji.com berplatform blogspot) saya dapat pelajaran baru di indosporties.com. Semoga bisa lebih powerfull.

Terimakasih banyak untuk Om Punto Wicaksono dan tante, ehh mbak Monica Angen yang sudah support dari awal indosporties.com yang akhirnya kini resmi mengudara.

Selamat menikmati indosporties.com.

Tottenham vs Ajax

Read More

Kun Saraswati Penyanyi Muda Dengan Suara Merdu

1 komentar
Suara Kun Saraswati terdengar lembut saat membawakan single pertama di hadapan publik pada tanggal 4 Oktober 2019. Para undangan yang hadir terbius oleh suara dan lagu Kun Saraswati yang dibawakan secara live malam itu.
Kun Saraswati
Penampilan live Kun Saraswati memukau yang hadir malam itu
Untuk tahu kualitas suara penyanyi itu bagus atau tidak, kita harus mendengarkan saat si penyanyi tampil live di atas panggung. Tidak bisa hanya sekedar melihat dan mendengar dari channel Youtube atau hasil recordingnya saja.

Dan Kun Saraswati berhasil membuktikannya kepada kami yang hadir, bahwa suaranya bukan "kaleng-kalengan".

Jadi teringat seorang penyanyi yang terkenal karena kontroversi dan akhirnya publik tahu kualitas suara "si mbak" ternyata tidak bagus-bagus amat, ketika IG story saat bernyanyi tersebar luas dengan suara yang terdengar tidak mengenakkan itu.
Habislah "si mbak" ini jadi bulan-bulanan netizen yang terhormat.

Sudah-sudah, jangan diperpanjang ghibahnya, mari kita fokus ke sosok Kun Saraswati. Perempuan kelahiran 9 September 1998 di kota pahlawan ini sudah menunjukkan bakatnya di dunia musik sejak berumur 3 tahun.

Kun Saraswati bahkan sudah mengikuti les piano klasik, ketika berumur 5-9 tahun.

Ya tuhan, saya umur segitu masih main kelereng dan layangan, tapi gadis yang tahun ini genap berumur 21 tahun sudah terbiasa memegang alat musik sejak kecil. Dan saat SMP, Kun Saraswati secara otodidak sudah bisa memainkan gitar.

Kun Saraswati yang saya temui saat merilis singlenya di sebuah cafe merangkap coworking space di Jakarta, bercerita bahwa inspirasi musik pertama kali dia dapat dari eyang (kakek). Sayangnya Kun Saraswati belum sempat main musik bersama dengan sang eyang.

Ohh ya judul lagu Kun Saraswati yang di launching malam itu berjudul "DONE". Lagu Indonesia yang berlirik bahasa inggris.

Saat di tanya, kenapa Lirik musik Kun Saraswati di single pertamanya menggunakan bahasa Inggris, gadis belia itu dengan santai menjelaskan,

"Jadi waktu itu aku lagi dikamar sama kak Gobin, suasana hujan dan langsung ambil gitar, kalimat pertama yang terucap adalah take me with you ya sudah diteruskan saja dengan bahasa inggris". Ujarnya.

Kun Saraswati dan Dukungan Keluarga

Lirik musik Kun Saraswati yang sudah di tulis sejak tahun 2016 ini memang bisa membuat kita tersadar, bahwa kita harus bisa memutuskan dan harus berani berkata "DONE" cukup untuk semua yang telah menyakiti kita.

Proses pembuatan lagu Done dari Kun Saraswati ini memang sangat panjang. Sempat vakum selama 1 tahun berproses karena harus fokus di kuliahnya terlebih dahulu, baru di tahun 2018 kembali di garap dengan serius.

Akhirnya 4 Oktober 2019 Single berjudul "Done" dari Kun Saraswati resmi bisa dinikmati pecinta musik dan lagu Indonesia.

Yang menarik dari launching single DONE malam itu adalah, dukungan keluarga Kun Saraswati sangat besar. Semua hadir, orang tua, kakak, eyang sampai (jangan di tanya) teman-teman Kun memberi dukungan yang maksimal.

Bahkan Kun Dika (kakak Kun Saraswati) berperan aktif menjadi media relations malam itu.
Dukungan keluarga besar, sangat berpengaruh bagi Kun Saraswati
Ada cerita yang tidak terungkap di panggung, saat saya bertanya, bagaimana cara Kun Saraswati menyampaikan kepada kedua orang tuanya mengenai lagu Done.

Ternyata, Papa dan Mama dari Kun Saraswati secara tidak sengaja mendengar lagu ini di mobil saat lagu Done masih dalam bentuk demo rekaman.

Single Terbaru Usy

Awalnya mereka tidak tahu siapa yang menyanyikan, namun insting kuat orang tualah yang membuat akhirnya mereka sadar bahwa suara yang mereka dengar saat itu adalah suara anak mereka sendiri, Kun Saraswati.

Walaupun pada saat itu mereka juga belum tahu judul lagu Kun Saraswati yang sedang mereka dengar, tapi mereka sangat mengapresiasi karya Kun Saraswati.

Untuk project single Done, Kun Saraswati bekerjasama dengan Passion Vibe. Label rekaman yang di motori oleh Belanegara Abe dan Edo Abraham ini sudah sering bekerjasama dengan sejumlah musisi di Indonesia.

Untuk mendapatkan hasil maksimal di single pertamanya, Kun Saraswati memutuskan untuk mastering di Amerika. Selain itu juga, Kun Saraswati menggandeng Irvant (vocal director), Alvin Witarsa (orchestrator), Eko Sulistiyo (mixing engineer) dan Steve Corrao (mastering engineer).

Kun Saraswati, saat ini masih berkuliah di Fakultas Ilmu Seni Musik Universitas Pelita Harapan, jurusan Vokal dan peminatan Jazz & Pop Music Performance. Kun Saraswati juga menjadi pengajar vokal di MSI (Music School of Indonesia).

Selamat Kun Saraswati atas single barunya, semoga bisa memberi warna baru bagi penikmat lagu Indonesia.

Single Done dari Kun Saraswati sudah bisa di nikmati melalui beberapa platform music online seperti Spotify, Joox, Itunes dan Deezer. Tentunya bisa juga di akses melalui official akun Youtube Kun Saraswati.

Perbincangan saya dan Kun Saraswati malam itu di tutup dengan pertanyaan,

"Sudah menyiapkan single ke dua?" Tanya saya memancing.

"Rahasiaaa..." Ujar Kun Saraswati sambil tersenyum. Ahhh rupanya dia tidak terpancing.
Belanegara Abe dan Edo Abraham dari Passion Vibe optimis lagu ini bisa diterima oleh penikmat lagu Indonesia
Berikut lirik lagu Kun Saraswati berjudul DONE, enjoy it..

Verse 1
take me with you or let me be with you
but if we knew, i’m trynna forget you
what did i do? i’m feeling so pale blue
this felt so true, but how about you?

Prechorus
The sky starts raining, but my heart keeps tracing
the storms are raging, but my heart keeps falling

Reff
**i’m clinging on to you, just tell me it’s not true that violets are not blue
i’m clinging on to you, just tell me it’s not true and there is no i love you

Verse 2
im broken in two, im drowning in deep blue
My feelings for you, has drowned with me too

Prechorus
The sky starts raining, but my heart keeps tracing
the storms are raging, but my heart keeps falling

Reff
**i’m clinging on to you, just tell me it’s not true that violets are not blue
i’m clinging on to you, just tell me it’s not true and there is no i love you

Bridge
 -
what i’m gonna do, tell me what i’m gonna do 2x

Reff Modulation
**i’m clinging on to you, just tell me it’s not true that violets are not blue
i’m clinging on to you, just tell me it’s not true and there’s no i love you

Last Outro
but if we knew, i’m done with you


Pameran Kerajinan Indonesia

Read More

DEKRANAS Selenggarakan KriyaNusa 2019, Pameran Kerajinan Indonesia

Senin, 16 September 2019

Tidak ada komentar
Bagaimana rasa berada dalam ruangan yang penuh dengan kerajinan dari seluruh Indonesia? Sebut saja, kerajinan dari bahan tekstil, kayu sampai logam ada didepan mata dan semua begitu mempesona. Ini cuma ada di pameran KriyaNusa 2019 dari DEKRANAS yang berlokasi di Balai Kartini, Jakarta. dari tanggal 11 September-15 September 2019 lalu.
kriyanusa 2019 pameran kerajinan dekranas
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo, Widodo Muktiyo memberi sambutan
Kalau saya ada diruangan itu pasti khilaf, banyak yang dimau, karena seperti mimpi bisa melihat kerajinan seluruh Indonesia hanya di satu tempat.

Kesempatan mengunjungi daerah di Indonesia masih terbatas, jadi kalau ada kesempatan memanjakan mata dengan melihat kerajianan ciamik dari seluruh Indonesia gak akan saya lewatkan.

Tema Kriyanusa 2019 kali ini adalah "Peningkatan Daya Saing Produk Kerajinan Melalui Pengembangan Kreatifitas & Kewirausahaan".

3 hari sebelum pembukaan pameran kerajinan terbesar di Indonesia ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Temu Netizen KriyaNusa 2019.

Hadir pada acara tersebut sebagai narasumber Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo, Widodo Muktiyo, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Ditjen IKP, Septriana Tangkary, Sekretaris Jenderal Dekranas, Euis Saedah dan  Ketua Bidang Humas, Promosi, dan Publikasi KriyaNusa, Triana Rudiantara.

Dalam Temu Netizen tersebut, diharapkan para generasi muda bisa menyebarkan informasi mengenai keindahan kerajinan dari Indonesia keseluruh dunia. Setidaknya ini yang saya tangkap dari pembicaraan pak Widodo siang hari itu.
kriyanusa 2019 pameran kerajinan dekranaskriyanusa 2019 pameran kerajinan dekranas
Netizen kalau udah ketemu mah bakalan rame
Kalau berbicara keragaman budaya, menurut data Badan Statistik, Sensus Penduduk 2010 menyebut ada 1.331 kelompok suku di Indonesia.

Bayangin aja kalau 1.331 suku ini punya kerajinan khas daerah masing-masing? Betapa indahnya Indonesia kita.

Tidak hanya itu, Indonesia juga punya 652 bahasa daerah. Jadi kepikiran kalau misalnya industri kreatif memproduksi kata-kata mutiara dari bahasa daerah ini macamnya Joger di Bali, pasti gak akan ada habisnya ide kreatif di bangsa ini.

Kriyanusa 2019 Pameran Kerajinan Dekranas

Itu baru dari bahasa dan jumlah suku, belum lagi kalau kita pecah berdasarkan jenis kerajinan. Contoh simplenya misal kerajinan kain tenun, songket, anyaman bambu, produk kulit, kerajinan logam, sampai logam mulia.

Kalau 7 kerajinan itu di kalikan (gak usah muluk-muluk) 500 suku di Indonesia, sudah ada 3500 macam kerajinan khas Indonesia. Waaah luar biasa kekayaan bangsa ini. Sayangnya masih banyak yang gak sadar, atau sudah sadar tapi menganggap remeh kerajinan nasional.

Untuk itu DEKRANAS berkomitmen untuk melestarikan serta mengembangkan hasil produk kerajinan Indonesia. Menjaga keberadaan dan kontinuitas produksi produk kerajinan melalui peningkatan ketrampilan pada generasi muda.

Kontiunitas itu penting, terlebih untuk produk kerajinan. Kelemahan bangsa ini adalah, regenerasi. Khususnya pengerajin usia muda.

Saya pernah berbincang dengan seorang pengusaha dari Sumatera Barat. Kenapa China sekarang makin kuat di ekonomi?Karena usaha mereka sanggup diturunkan sampai kelima generasi di bawah mereka.

Sedangkan di Indonesia, untuk sampai ke generasi ke-3 saja sudah ngos-ngosan. Rata-rata hanya sampai generasi ke-2.

Dan ini terjadi di sektor kerajinan, banyak yang berhenti karena tidak sanggup meregenarsi usaha kerajinan mereka.

Untuk itu Kriyanusa 2019 hadir, agar bisa menanamkan rasa cinta dan bangga masyarakat terhadap penggunaan produk kriya khas Indonesia. Dengan semakin banyak yang menggunakan kriya khas Indonesia, maka keberlanjutan para pengerajin akan semakin terjaga.

Sehingga para pengerajin akan semakin semangat untuk berkarya, karena mereka yakin, diluar sana banyak yang  minat dengan hasil kerajinan mereka.
kriyanusa 2019 pameran kerajinan dekranas kriyanusa 2019 pameran kerajinan dekranas
Ragam kain nusantara begitu indah menggoda (pic IG/@daffana)
Kriyanusa juga bisa menjadi ajang pembelajaran juga test market bagi para pengrajin daerah, untuk mengetahui trend produk kerajinan tidak hanya Jakarta tapi juga Indonesia, karena mereka bisa bertemu dengan kolega DEKRANASDA seantero negeri.

Berbagi suka, bercerita duka sampai bertukar teknologi untuk peningkatan kualitas, desain, produksi baru agar dapat meningkatkan daya saing di era pasar global.

Secara garis besar, kerajian yang akan hadir di Kriyanusa tahun ini adalah Tekstil, Keramik, Serat Alam, Batu-batuan, Logam, Kayu, Bahan baku alam, Bahan baku alam olahan dan Lukisan.

Setiap daerah walau mempunyai kerajinan tekstil tapi mereka punya ciri khas masing-masing. Jadi bisa dipastikan akan sangat beragam.

Kriyanusa tahun ini akan terdiri dari 246 Stand yang terbagi menjadi, 37 Stand Kementerian & BUMN, 170 Stand dari DEKRANASDA, 25 Stand Individu, 8 Stand Mitra dan 6 Stand dari Asosiasi.

Kalau bukan kita yang bangsa dengan hasil Kriya para pengerajin, siapa lagi?
kriyanusa 2019 pameran kerajinan dekranas
Read More

Susu Nutriboost, Susu Untuk Anak Muda

Selasa, 03 September 2019

1 komentar
Sudah dari awal tahun saya selalu kepikiran untuk minum susu seperti masa kanak-kanak, tapi kok ya malu tiap mau beli susu. Apalagi susu yang ada gambar sapi atau strawberry, duhhh jadi makin ragu pas mau melangkah ke lemari pendingin di mini market buat ambil susu kemasan yang terlihat “unyu-unyu” itu. Sampai akhirnya saya menemukan susu Nutriboost.


Tapi sebenarnya untuk usia remaja atau yang kelakuan dan aktifitasnya mirip remaja macam saya ini, masih butuh susu gak sih? Atau makanan sehat plus olahraga saja sudah cukup? Susu buat apalaagihhh?

Truuss gak malu gituh, seumuran remaja masih minum susu kotak atau kemasan. Anak mamih banget siikk?
Wahhh ini namanya “milk shamming”, hahahahha ini istilah yang saya dapat ketika datang ke acara launching susu Nutriboost di kawasan SCBD Jakarta.

Istilah milk shamming itu artinya kurang lebih, merendahkan kaum remaja yang masih hobby minum susu. Well sebenarnya istilah ini tidak sengaja tercetus dan hanya opini saya semata, tapi memang ini yang saya alami. Berasa “cupu” kalau minum susu.

Bahkan berdasarkan survei, ada kisah nyata seorang siswa sekolah menengah atas (SMA) yang sembunyi-sembunyi saat minum susu. Siswa ini selalu membawa susu kemasan di pagi hari saat berangkat ke sekolah, dan sebisa mungkin, susu itu dihabiskan sebelum sampai di gerbang sekolah.

Cuptaster Indonesia, Perlombaan Icip-Icip Kopi

Para remaja sekarang tidak banyak tahu, kalau minum susu bisa meningkatkan daya berfikir agar tidak lemot. 

Untuk itu susu Nutriboost hadir menjawab permasalahan mendasar dan sepele para remaja yang malu minum susu.

Menurut Adinia Wirasti, susu Nutriboost bisa menjadi pilihan karena dengan varian rasa kopi dan coklat, lalu kemasan yang fleksibel, kita bisa minum susu drink and go. Cocok untuk kaum muda yang beraktifitas padat.

“Jangan takut tidak keren minum susu Nutriboost, karena kemasan yang handy memudahkan untuk dibawa kemana pun”. Lanjut Ardinia Wirasti. Di temui saat launching susu Nutriboost.

Memang selain malu minum susu, masyarakat umum masih mempunyai pemikiran bahwa asupan selain makanan utama, salah satunya susu bukan hal yang penting.
susu nutriboost
Saat jadwal syuting padat, susu selalu jadi andalan Ardinia Wirasti, tinggal drink and go lanjut syuting lagi
Padahal nutrisi mikronutrien seperti, kalsium, pottasium dan magnesium yang ada dalam susu bisa menjaga semangat mereka dan mendukung aktifitas keseharian sehingga bisa lebih produktif.

Menurut dr. Diana F. Suganda, M.Kes, Sp.GK, dokter spesialis gizi, susu merupakan salah satu sumber penting untuk menunjang kesehatan. Salah satunya menjaga kepadatan tulang, sehingga memang di sarankan untuk anak muda agar tetap minum susu.

Selain mikronutrien, susu juga mengandung makronutrien yaitu protein, lemak dan karbohidrat.

Memahami kebutuhan nutrisi untuk anak muda, The Coca-Cola Company menghadirkan Inovasi minum susu untuk anak muda, dengan varian rasa cokelat dan kopi yang (sudah di survei) menjadi favorit sebagian besar anak muda indonesia.

“Nutriboost dengan Vita Go merupakan sumber vitamin B3, B6, E dan Zink untuk membantu proses pembentukan dan metabolisme energi. Kami berharap Nutriboost bisa menjadi pilihan anak muda Indonesia untuk menambah semangat saat menjalani kesibukan dan aktivitas sehari-hari”. Ujar Hans Kristian Kusuma, Senior Brand Manager-Dairy, Coca-Cola Indonesia.
Susu Nutriboost
kiri: dr. Diana F. Suganda, tengah: Ardinia Wirasti, kanan: Hans Kristian Kusuma,
Selain itu Nutriboost juga memberi tantangan untuk anak muda Indonesia yang berada di 70 titik yang tersebar di 5 kota, Jakarta, Surabaya, Medan, Bali dan Makassar untuk membakar kalori mereka sebanyak-banyak dengan beraktifitas menggunakan sepeda statik.

Targetnya 52.000 kaum muda akan ikut serta dalam aktifitas ini, karena total energi kalori yang terkumpul di 5 kota tersebut akan di konversikan menjadi sosial cost untuk membuka akses air bersih di daerah yang mengalami kekeringan di wilayah Indonesia yang sumber energi penggeraknya menggunakan panel surya.

Pengalaman Roadtrip Jakarta-Bali Dengan Susu Nutriboost

Perjalanan ke Bali memang sudah saya rencanakan jauh-jauh hari, tapi membawa Nutriboost selama diperjalanan Jakarta-Bali nggak saya rencanakan. Awalnya ragu, Nutriboost ini berguna gak sik untuk perjalanan panjang kami.

Jakarta-Bali berjarak 1191 kilometer, belum dihitung jarak penyebrangan selat Bali. Melewati tol trans jawa, perjalanan kami mulai dari tol dalam kota. Masuk di gerbang tol kuningan, perjalanan cukup terhambat di wilayah tol cikampek saat melewati kawasan Bekasi, Cikarang dan Karawang.

Masuk tol, jam 16.00 wib pukul 20.00 kami masih belum lepas dari kemacetan di Karawang. Sampai di titik ini, susu Nutriboost belum tersentuh.Lebih karena kami lupa sudah membawa susu Nutriboost.

Lepas dari Cikampek, perjalanan lancar. Dua kali berhenti untuk istirahat dan tetap saja susu Nutriboost terlupakan begitu saja.

Pagi menjelang, kami memasuki kawasan Surabaya. Mencari lokasi tempat makan di daerah yang tidak kami kenal bukan perkara mudah, terlebih saat perut masih keroncongan sementara kami sudah muak dengan cemilan yang ada di dalam mobil. Benar-benar momen tak terduga tapi kami harus tetap konsentrasi (lebaaiii...).

Tips Mendaki Gunung Bagi Pemula

Dan inilah momen di mana susu Nutriboost menjadi pertolongan pertama pada kelaparan, biar bisa tetap fokus dan konsentrasi berkendara, minum susu Nutriboost sambil celingukan nyari warung makan.
Kondisi yang tidak terduga, di saat perut lapar tapi nyatanya mencari warung yang terlihat enak di mata pun nampak sulit.

Setelah 24 jam perjalanan panjang, akhirnya kami sampai di pulau dewata, Bali. Suka cita dan bahagia karena perjalanan terbilang lancar tanpa hambatan.

Kini kami punya ritual baru, stock susu Nutriboost, biasanya kami minum di antara waktu setelah sarapan dan menjelang makan siang atau setelah makan malam.

Minum susu Nutriboost lebih berfaedah dan bergizi ketimbang ngemil brutal sepanjang perjalanan. Lebih nikmat kalau dikonsumsi dingin, kalau tak ada lemari pedingin, solusinya saya gunakan es batu.


Read More