Analisa Semifinal UCL Tottenham vs Ajax, Ketika Klub Kesayangan Bermain Buruk

Kamis, 02 Mei 2019

Tidak ada komentar
Tottenham Hotspur menjamu Ajax Amsterdam di leg-1 semifinal Champions League Eropa. Performa menurun di liga Inggris di pekan terakhir jadi pertaruhan anak asuh Phocettino.

Terlebih, Harry Keane yang masih cedera dan Son yang terkena akumulasi kartu membuat Tottenham tidak bisa bermain full team.

Dan benar saja, di menit ke-14, Totteham Hotspur sudah tertinggal 1 gol dari Ajax.

Van de beek berhasil mengecoh Hugo Illoris setelah lolos dari jebakan offside.

Berawal dari sayap kanan pertahanan Spurs, bola diarahkan ketengah menyusur tanah. Dengan umpang pendek melewati pemain bertahan Tottenham, van de Beek yang berada di kanan tiang gawang Hugo Illoris, dengan sangat tenang menyodorkan bola datar ketiang jauh dan merubah skor 0-1 untuk tim tamu.

Entah kenapa pemain Spurs nampak grogi di 20 menit pertama, padahal mereka bermain di kandang sendiri dan malah tertekan sejak awal pertandingan dan terlihat terintimidasi

Terlihat di penguasaan bola pada menit ke-20, 66% Ajax berhasil menguasai bola. Ini sungguh aneh dan memalukan.

Bahkan Jan Vertongen terlihat kesal dan tak percaya saat dimenit ke-21 pertahanannya di gempur habis-habisan oleh para pemain Ajax Amsterdam.

Peluang pertama didapat Tottenham Hotspur di menit ke-25. Memanfaatkan tendangan bebas dari Trippier, Fernando  Llorente berada di sisi kiri gawang Ajax Amsterdam, dan menyundul bola, sayangnya belum berhasil.

Petaka terjadi di menit 35, saat Vertonghen terlibat benturan keras dengan Alderwide teman satu timnya, di kotak penalti Ajax Amsterdam saat mencoba membantu menyerang.

Darah yang mengucur deras dari hidungnya memaksa tim dokter berusaha menangani luka tersebut. Sempat masuk kelapangan, akhirnya Vertonghen di tarik keluar.

Semoga ini tidak serius sehingga tidak menambah daftar pemain yang cedera di kubu Tottenham.

Sissoko masuk menggantikan Vertonghen di menit ke-38.

Tottenham Hotspurs Harus benar-benar bisa keluar dari tekanan kalau ingin mencapai final liga Champions untuk pertama kali dalam sejarah klub London ini.

Memasuki 5 menit tambahan babak pertama, tidak ada tanda-tanda positif pada bentuk permainan Tottenham Hotspur.

Serangannya masih sporadis, terburu-buru dan tidak terkoordinasi dengan baik.

3 menit jelang babak pertama usai, Tottenham mendapat kesempatan emas dari Llorente, sayangnya belum merubah kedudukan.

Skema 3-5-2 Pochettino gagal total meredam semangat muda pasukan Ajax Amsterdam di babak pertama.

Memasuki babak kedua, Spurs mendapat tendangan penjuru pertama di babak ini. Inisiatif serangan di ambil Tottenham Hotspur, sementara Ajax hanya memanfaatkan serangan balik dengan berusaha menguasai bola selama mungkin.

Entah kenapa pemain Tottenham Hotspur sepertinya takut untuk menguasai bola dan melakukan penetrasi untuk masuk ke kotak pinalti Ajax Amsterdam.

Harusnya (menurut saya) entah itu Dele Ali atau Ericsson bisa lebih berani untuk menguasai bola agar membuka peluang rekan-rekan yang lainnya, seperti yang kerap di lakukan oleh Son.

Tottenham hotspurs pagi hari ini terkendala karena tidak punya pemain-pemain kreatif yang bisa mengantarkan bola ke pemain depan mereka.

Jujur Ali dan Erikcson bermain di bawah performa mereka dan tidak bisa berbuat banyak di lapangan tengah Tottenham.

Sampai menit ke-75 serangan Tottenham Hotspur masih sporadis dan tidak terarah. Selalu memanfaatkan bola-bola atas. Di tambah determinasi pemain yang tidak terlihat.

Ada apa dengan Lini Tengah Tottenham Hotspur mereka tidak bisa menguasai bola, tidak ada pemain yang berani mengatur inisiatif serangan dan memainkan bola, malah cenderung tertekan padahal mereka Tertinggal satu gol.

Dan menit ke-77 justru Ajax yang hampir menambah keunggulan kalau saja tendangan pemain Ajax tidak membentur mistar kiri gawang Illoris.

Memanfaatkan kelengahan Tottenham Hotspur, para pemain Ajax Amsterdam malah terlihat nyaman bermain.

Pada menit ke-78 ada pergantian pemain dari Tottenham Hotspur. Rose dan Trippier ditarik keluar. Pochettino mencoba peruntungannya.

Sebenarnya selama pertandingan (menurut saya) Rose dan Trippier adalah pemain yang cukup aktif dalam menyerang selain Lukas Maura. Dan ternyata mereka harus di ganti.

Di menit ke-80, Tottenham lebih banyak menyerang, bisa jadi karena Ajax Amsterdam sedikit mengurangi tekanan.

Memasuki menit ke-87 saya makin pasrah, dilihat dari cara bermain Tottenham Hotspur sangat susah untuk mereka membalikan keadaan bahkan untuk menyamakan kedudukan.

Dan benar saja, sampai babak kedua berakhir, Tottenham tidak berdaya dan ini adalah kekalahan ke-2 Tottenham Hotspur minggu ini saat bermain di kandang.

Semoga di kandang Ajax Amsterdam minggu depan, Tottenham bisa berbuat banyak.

Jujur kecewa, bukan hanya karena kalah tapi cara main mereka yang berantakan.
COYS!
Read More

Tips Bawa Laptop Saat Bepergian Lewat Bandara

Sabtu, 27 April 2019

27 komentar
Jujur nih, Alhamdulillah tahun 2019 beberapa kali ke berbagai daerah di Indonesia melalui bandara terminal 3 Soekarno-Hatta Tangerang.
Tujuannya bukan hanya ngeluyur happy-happy, tapi beberapa kali diundang untuk hadir ke sebuah acara (sebagai peserta atau narasumber) dan semua akomodasi di tanggung. Nah, karena itu saya ingin berbagi sedikit tips bepergian lewat bandara, sekalian curhat terlebih saat membawa laptop. Semoga berguna.


Sejauh pengalaman saya, terminal 3 sudah sangat nyaman. Bandara ini adalah senjata baru PT.Angkasa Pura II untuk melayani penumpang Garuda Indonesia dan penerbangan internasional.

Yang menyebalkan saat bepergian menggunakan pesawat adalah, saat melewati metal detector. Harap (khusunya lelaki) jangan menggunakan gesper/ikat pinggang karena akan diminta untuk di buka.

Beberapa kali saya lupa dan efeknya harus mundur dan mengulang. Rasanya itu bikin malu sama yang mengantri di belakang kita. Alhasil, agar tidak merepotkan saya tidak pernah memakai ikat pinggang saat akan naik pesawat.

Masalahnyanya belum selesai sampai di ikat pinggang. Sekarang Laptop pun harus dikeluarkan dari tasnya, Arrrrggghhhhh, ini yang bikin kesel.

Sumpah bikin kesel dan penasaran kenapa harus laptopnya dikeluarkan dari tas. Terlebih untuk terminal 3 Soekarno-Hatta dengan teknologi terbaru yang mereka miliki, masa nggak bisa mendeteksi benda berbahaya di dalam tas dan laptop penumpang?

Dan ini pun tidak konsisten, beberapa kali saya "pura-pura" lupa dan membiarkan laptop berada di dalam tas ransel, aman-aman saja dan dibiarkan lewat di terminal 3.

Tapi memang lebih sering, saat petugas bandara melihat ransel saya yang pasti terlihat sangat heboh, pasti langsung ditanya,

"Ada Laptop di tas? mohon dikeluarkan ya".

Kalau sudah ditanya begini, mau gak mau ya saya keluarkan laptopnya dari tas, karena sudah diingatkan petugas.

Jujur saya tuh masih bingung, karena memang tidak konsisten dan tiap bandara punya kebijakan masing-masing. Bahkan pada umumnya kalau di bandara daerah, lebih fleksible tidak perlu mengeluarkan laptop dari tas.

Masa sih bandara di daerah teknologinya lebih canggih dari Terminal 3 Soekarno-Hatta.

Pernah satu kali saya bepergian bersama seorang kawan menggunakan pesawat terbang, melalui bandara di Lampung.

Saya membawa laptop yang di taruh di ransel, sementara teman saya menaruh laptopnya di koper yang bisa di bawa ke kabin.

Sialnya, saya langsung di tanya dengan ramah oleh petugas apakah saya membawa laptop dan jika bawa harap dikeluarkan dari tas. Dan saya pun tidak bisa mengelak.

Beruntungnya, teman saya melenggang santai dengan koper yang didalamnya terdapat laptop melewati mesin skrining bandara. Baahhh apa pula ini maksudnya?

Seriusan, mengeluarkan laptop dari tas yang sudah tersusun rapi di bandara itu bikin stres dan senewen.

Tapi kita bisa berharap kedepannya tidak repot bongkar tas di bandara, terlebih di bulan Maret 2019, Administrasi Keamanan Transportasi (TSA)Virginia, Amerika mengumumkan teknologi skrining baru yang memungkinkan penumpang untuk menyimpan laptop mereka di tas saat melewati skrining.

Seperti yang dilaporkan Bloomberg, teknologi ini bisa menciptakan gambar 3-D dari isi tas, sehingga secara otomatis mendeteksi barang-barang yang terdapat didalamnya.

Semoga bandara kita bisa mengadopsi teknologi terbaru ini, untuk mempermudah penumpang dan mempersingkat waktu check-in.

Kebayang gak sih, kalau waktu udah mepet terus di suruh bongkar tas, cuma gara-gara laptop yang tidak berbahaya.

Arrgggghhhh.....!!

Jadi Tips sederhana yang mungkin tidak berguna saat kita mau bepergian lewat bandara adalah :

  • Jangan pakai ikat pinggang/gesper, tapi tetap pakai celana.
  • Laptop di masukkan di tas terpisah, jangan di gabungkan dengan ransel.
  • Boleh di coba trick teman saya, menaruh laptop di koper yang bisa di bawa ke dalam cabin . Semoga beruntung.
  • Kalau nggak mau repot jangan bawa laptop, kecuali memang di butuhkan. ( Yaaaaa eyaaalaahhh..)
  • Tips terakhir, kalau nggak mau ribet di periksa saat naik pesawat, berangkatnya naik kereta atau bis saja... ( Haddduueeehh)

tips bawa laptop saat bepergian lewat bandara 

tips bawa laptop saat bepergian lewat bandara 

tips bawa laptop saat bepergian lewat bandara tips bawa laptop saat bepergian lewat bandara tips bawa laptop saat  bepergian lewat bandara tips bawa laptop saat bepergian lewat bandara tips bawa laptop saat bepergian lewat bandara
Read More

Buku Lima Hutan Satu Cerita, Desa Sarongge dan Hutan Kopi

Selasa, 09 April 2019

Tidak ada komentar
Hutan sosial adalah program pemerintah yang sudah ada sejak lama namun belum dimaksimalkan. Tapi kalau membaca buku Lima Hutan Satu Cerita, saya optimis program ini akan berkembang dan berguna bagi seluruh rakyat Indonesia.
buku lima hutan satu cerita
(kiri ke kanan) Dr Ir Bambang Supriyanto, Diah Suradiredja, Didik Suharjito, Tosca Santoso, Bagja Hidayat

Jumat 5 April 2019 saya diundang oleh kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk berbincang mengenai hutan sosial, lebih tepatnya buku yang di tulis oleh mas Tosca Santosa. Karena saya pernah menulis mengenai hutan sosial petani udang di daerah Muara Gembong Bekasi, saya sangat antusias saat diminta hadir ke acara tersebut.

Acara ini dibuka oleh Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Dr Ir Bambang Supriyanto. Selain itu juga di hadiri oleh bang Tosca Santoso selaku penulis buku Lima Hutan Satu Cerita, juga hadir Didik Suharjito (Guru besar fakultas kehutanan IPB) dan Diah Suradiredja (Pokja Perhutanan Sosial) yang di moderatori oleh Bagja Hidayat (Pemimpin Redaksi Forest Digest).

Perhutanan sosial adalah suatu usaha untuk mengurangi ketimpangan penguasaan lahan oleh beberapa pihak saja.

Total akan ada 12,7 hektar lahan yang dibagikan, namaun harap diingat, lahan yang dibagikan bukan semerta menjadi hak milik warga, tapi hak kelola saja selama 35 tahun. Dan akan selalu di evaluasi dalam 5 tahun sekali, apakah ijinnya bisa diperpanjang atau tidak. Jadi salah kalau ada stigma pemerintah membagikan lahan.

Karena pihak yang mendapat ijin, disamping memanfaatkan lahan untuk produksi, mereka juga wajib merawat hutan, dan ini merupakan Kombinasi yang baik antara konservasi berpadu dengan kesejahteraan rakyat.

Yang bisa mengajukan dan mendapatkan sertifikat hutan sosial adalah kelompok tani, organisasi desa, koperasi bukan individu. Ini salah satu bentuk menghindari tanah atau hutan milik negara diperjualbelikan. Dan dalam jangka waktu 3 atau 5 tahun, sampai akhir 2018, sudah ada sekitar 2,5 juta hektar yang berhasil dibagikan.

Pemerintah selain memberikan ijin pengelolaan lahan, harus juga memperbaiki percepatan kerja birokrasi, pendampingan, dukungan modal serta akses pasar untuk petani. Agar semakin bermanfaat dan semua jadi satu paket untuk mensejahterakan petani tepi hutan.

Buku 5 Hutan 1 Cerita ini sangat diapresiasi oleh Ibu Siti Nurbaya Bakar selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Buku ini enak dibaca mudah dipahami dan bisa dengan sangat cepat dan tidak terasa bahwa kita sudah selesai membaca dan bisa memetik pelajaran berharga dari buku ini”

Ibu Siti Nurbaya menangkap perlu ditingkatkan implementasi untuk pengembangan terkait investasi teknologi dan kelembagaan, lalu fasilitas infrastruktur pendampingan atau penyuluhan juga pengawasan bagi para petani.

Implementasi perhutanan sosial mutlak membutuhkan pendampingan dari aktivis atau akademisi selain bimbingan penyuluhan dan pengawasan perhutanan.

Dampak dari Perhutanan sosial sangat luas tidak hanya bagi petani tapi juga untuk pemerintah daerah dan juga Perhutani, karena bisa menggerakkan ekonomi daerah yang berbasis pertanian.

Buku 5 hutan 1 cerita ini diterbitkan oleh Yayasan Prakarsa Hijau Indonesia, sebuah lembaga nirlaba yang didirikan pada tahun 2010 ini mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan. Salah satu gerakkannya adalah menghutankan kembali bukit-bukit Sarongge. Yayasan Prakarsa Hijau Indonesia juga aktif dalam pendampingan perhutanan sosial dan Citarum Harum.

Sesuai judulnya 5 hutan 1 cerita, dibuku ini ada lima cerita mengenai hutan sosial. Pertama cerita tentang Mangrove di Padang Tikar, lalu Hutan Adat Mata Air Ribuan Hektar Sawah kemudian Ketika Hutan Rakyat Lampaui Luas Hutan Negara dilanjutkan Dungus Bernaung Jati Setengah Hati ditutup dengan cerita Sarongge Kopi dan Mimpi Petani.

Bahasa dalam buku ini ditulis dengan gaya deskriptif mengingatkan saya kalau baca buku Laskar Pelangi Andrea Hirata, jujur saya sempat kaget saat membaca pertama kali buku ini. Contoh paragraph pembuka di tulisan berjudul Merawat Mangrove di Padang Tikar.

“Pagi belum beranjak jauh. Kedai-kedai di tepi Pelabuhan Rasau, masih sepi. Ini Pelabuhan Kecamatan yang biasanya ramai di Kubu Raya, kalimantan Barat. Mungkin karena terlalu pagi, hanya satu dua calon penumpang, tampak menikmati kopi atau teh.

Mereka usir sisa kantuk, sembari menunggu perahu berangkat. Saya hampiri petugas tiket, untuk memastikan dapat kursi ke Padang tikar. Desa yang kini dikenal luas karena dipercaya mengelola hutan negara seluas 76000 hektar lebih.”

Cerita mengenai hutan sosial di Padang Tikar berawal ketika warga dan sebuah LSM yang bernama Sahabat Masyarakat Pantai atau biasa disebut SAMPAN memperjuangkan pulau mereka dari korporasi besar.

Karena di akhir tahun 2012 ada perusahaan yang tiba-tiba membuka hutan lindung di Padang tikar tanpa berunding, tanpa informasi yang jelas tiba-tiba mereka membuka lahan untuk perkebunan sawit.

Hal ini ditolak ramai-ramai oleh warga, di wakili 9 kepala desa di pulau itu, mereka menentang rencana perkebunan sawit karena dari beberapa pengalaman tentang daerah yang pernah ditanami sawit, maka daerah tersebut tidak lagi produktif.

SAMPAN adalah LSM yang didirikan pada tahun 2009 di Kalimantan Barat. Tujuannya untuk membantu pengembangan ekonomi masyarakat pesisir dan merawat hutan.

Kesenjangan penguasaan lahan di Kalimantan memang sangat tinggi, Perusahaan besar diberi izin sangat luas sementara petani aksesnya sangat sedikit karena warga dianggap tidak mampu mengelola hutan.

Dan di tahun 2014 SAMPAN dan warga pulau mulai bergerak untuk mengelola hutan sosial di daerah Padang tikar dan akhirnya hutan seluas 76000 hektar yang terdiri dari hutan mangrove, hutan rawa dan gambut diajukan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk dijadikan hutan desa.

Akhirnya disetujui, dan ini adalah pengajuan hutan terluas di Indonesia.

Tidak hanya bercocok tanam, SAMPAN juga memperkenalkan budidaya madu kelulut, madu yang di hasilkan oleh lebah Trigona SP yang tidak bersengat.

Untuk pakan sehari-hari, lebah-lebah ini mengambil nektar atau sari bunga dari hutan mangrove di sekeliling pulau. Sebuah ekosistem atau rantai kehidupan yang ciamik, sehingga membuat warga bergerak secara sendiri untuk merawat mangrove.

Karena kalau manggorve tidak dirawat oleh warga maka lebah-lebah itu akan kesulitan mendapatkan nektar bunga untuk mereka konsumsi. Dampaknya kualitas dan jumlah madu akan menurun.

Kalau dihitung tingkat produksi madu kelulut dari Padang tikar bisa mencapai 2 setengah ton per bulan dengan taksiran nilai 325 juta perbulan. Rencananya produksi ini akan ditingkatkan lagi menjadi 10 ton per bulan sehingga bisa mencapai omset 1,3 miliar per bulan.

Buku Lima Hutan Satu Cerita, Sarongge Hutan Kopi dan Mimpi Petani

Hujan deras mengguyur atap Kawung. Tetesnya merembes lewat celah-celah daun. Kabut tebal turun: menggigil di kebun-kebun, membatas pandang hanya beberapa depa. Pagi ini, banyak petani yang terpaksa berdiang saja di hawu, perapian dapur mereka. Menghangatkan badan, sambil berharap, hujan sedikit reda.

November memang bulan teramat basah di sarongge Cianjur. Tetapi juga bulan yang dinanti-nanti, karena ini saat yang baik untuk menanam kopi.

Penggalan paragraph diatas adalah paragraph awal dari tulisan berjudul Sarongge Hutan Kopi dan Mimpi Petani. Cerita tentang seorang petani yang bernama Dudu Duroni yang berhasil mengembangkan budidaya kopi di Sarongge.

Bermula dari satu hektar berkembang menjadi 3 hektar, 2 hektar di lahan Perhutani yang masuk dalam program perhutanan sosial, 1 hektarenya lagi masuk ke dalam hutan desa.


Bapak Dudu Roni awalnya adalah petani sayur-mayur yang selalu berpindah-pindah di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Namun kini memutuskan untuk fokus bertani kopi setelah menikmati hasil panen pertamanya.

Bertani kopi itu harus bersabar, setidaknya tiga tahun pertama pohon kopi tidak akan berbuah. Barulah di awal tahun 2018 Dudu menikmati panen pertama pohon kopinya. Walau belum berumur 3 tahun tapi pohon kopinya sudah belajar berbuah.

Hal ini yang memancing Animo masyarakat untuk ikut menanam kopi dan pada tahun 2018 bulan Februari akhirnya mereka mengajukan perijinan perhutanan sosial ke Kementerian hutan dan lingkungan hidup untuk lahan seluas 21,5 hektar yang akan dikelola oleh 35 keluarga.

Dengan adanya kepastian hukum ini petani lebih tenang menggarap tanahnya, sehingga mereka tidak khawatir kalau tiba-tiba di tengah jalan tanaman mereka atau lahan mereka diserobot oleh pihak lain.

Pohon kopi yang optimum tiap panen mampu menghasilkan 50 kg buah kopi perpohon. Dengan total 43000 batang kopi yang dimiliki Pak Dudu dan kelompok taninya, maka kedepan pendapatan mereka pertahun bisa mencapai 1 koma 72 miliar.

Cianjur di masa VOC adalah pusat produksi kopi dunia tapi karena memang di masa itu, masyarakat hanya dijadikan pekerja perahan saja, maka ketika Belanda hengkang, perkebunan kopi ditinggal warga begitu saja. Bisa jadi karena trauma.

Kang Dudu Duroni tegas menyatakan bahwa ini tanah terakhirnya dan tak mau pindah lagi. Dia sadar hak mengelola perhutanan sosial itu baik untuk dirinya dan pelestari alam sekitar.

Hutan Sarongge kini menaruh mimpi kepada kopi yang harum, dengan bermekaran biji-biji kemerah itu, bermekaran pula mimpi untuk menghadirkan kesejahteraan bagi warga sekitar.

Buku Lima Hutan Satu Cerita, Desa Sarongge dan Hutan Kopi, Buku Lima Hutan Satu Cerita, Desa Sarongge dan Hutan Kopi, Buku Lima Hutan Satu Cerita, Desa Sarongge dan Hutan Kopi, Buku Lima Hutan Satu Cerita, Desa Sarongge dan Hutan Kopi
Read More

Liverpool Bungkam Tottenham Hotspur

Senin, 01 April 2019

1 komentar
Jelang bermain di kandang sendiri melawan Crystal Palace hari rabu besok dan merasakan kemegahan serta euforia stadion baru mereka, Tottenham malah dipaksa kalah oleh Liverpool dengan menyakitkan.
Tapi Manajer Tottenham Mauricio Pochettino mengatakan peluang timnya untuk lolos ke Liga Champions tetap ada.

Trus kita kapan juara EPLnya om? Musim depan ya? kan udah punya stadion baru.


Spurs dikalahkan setelah gol bunuh diri yang di lakukan oleh Toby Alderweireld di menit ke-90, tapi pelatih asal Argentina itu masih yakin kalau Tottenham, bisa finis empat besar untuk menjaga asa ke liga champion tahun depan.

"Kami kurang beruntung karena kebobolan di babak kedua, padahal kami mendominasi pertandingan," katanya.

Gol Roberto Firmino membuat Liverpool unggul di menit ke 16 babak pertama, sebelum Lucas Moura menyamakan kedudukan di babak kedua. Lalu kenyataan pahit itu datang di menit ke 90, saat Alderweireld memasukkan bola melewati garis gawang timnya sendiri.

Ada empat tim berjuang untuk dua tempat kualifikasi Liga Champions dan Tottenham masih berada di tempat ketiga dengan 61 poin, mereka hanya unggul satu poin dari Chelsea di urutan keenam.

Tottenham kemungkinan bisa di salip Arsenal yang saat ini berada di tempat kelima, kalau (Arsenal) di pertandingan tandang mereka bisa mengalahkan Newcastle. Doa saya, semoga Newcaslte menang dengan mudah,... Ammiin.

Kalau Newcastle memang, maka mereka berkesempatan menjauhh dari zona degradasi. Karena kalau mereka kalah, bisa jadi mereka akan di salip oleh Southampton atau Brighton

Gol bunuh diri Toby Alderweireld memberi hadiah kemenangan bagi Liverpool, kenapa hadiah? Karena sepanjang babak kedua, Liverpool dikepung habis-habisan dan Tottenham berhasil membuat beberapa peluang.

Memasuki menit ke 80, saya sudah terbayang Tottenham pulang membawa pulang minimal satu angka, sayangnyaitu pupus saat Hugo Lloris, gagal antisipasi sundulan Mohamed Salah yang sebenarnya tidak terlalu keras dan akhirnya bola meluncur ke gawang, setelah sebelumnya mengenai Alderweireld.

Tottenham lewat Sissolo mempunyai peluang untuk unggul saat dia sudah berhadapan dengan kiper Liverpool Alisson. Sissoko memutuskan menendang langsung ketimbang mengoper ke Son Heung-min yang berdiri bebas di sebelah kanan. Sayangnya bola tendangan Sissoko melambung tinggi entah kemana.

Dele Alli pun mempunyai kesempatan saat penempatan bolanya (placing ball) beberapa kali merepotkan kiper liverpool, dan nampaknya The LilyWhite belum beruntung. Tottenham bermain luar biasa di babak kedua, tetapi mereka harus pulang tanpa poin di premier league.

Kalah Gara-Gara Hugo Lloris?

Sepak bola memang permainan tim, tidak ada yang bisa disalahkan secara personal, tapi kekalahan Tottenham atas Liverpool membuat nama Hugo Lloris di komentari oleh Jermaine Jenas. Lloris tidak bisa memberikan keamanan bagi pemain belakang Spurs.

Lloris telah berada di Spurs sejak 2012, dan bermain dengan baik, tapi kalau kita berbicara kualitas kiper yang berhasil memenangkan Piala Dunia dengan Prancis sekaligus menjadi kapten klub dan negaranya, penampilan Loris harus jadi perhatian serius Pochetino.

Menurut Jermaine, Gazzaniga pantas mendapat kesempatan. Dia telah bermain untuk Spurs musim ini sebanyak 10 pertandingan di semua kompetisi. Dan  hasilnya cukup bagus.

Mungkin akan terdengar kejam, kalau saya jadi Pochettino, maka saya akan pertimbangkan Gazzaniga pada pertandingan Rabu melawan Crystal Palace di Stadion baru mereka. Ujar Jermaine Jenas.

Menurut kamu bagai mana?

translate and adapted from bbc.co.uk


Read More

Hadija, Single Terbaru Ussy

Jumat, 22 Maret 2019

16 komentar
-Hadija Single Terbaru Ussy- Terkadang kita harus berani mandiri untuk bisa melepaskan sisi kreatifitas kita tanpa khawatir akan tanggung jawab kepada beberapa pihak. Semangat itu yang dilakukan oleh Ussy, saat melepas single terbarunya ke pecinta musik Indonesia di awal tahun 2019 ini.

Single berjudul Hadija dari Ussy Sulistiawaty masih bergenre pop, lagu dengan bit melankolis ini semakin diperkuat dengan video klip yang dibuat ala-ala korea.

Yang menarik Judul lagu ini adalah HADIJA, sebuah frasa yang disarankan oleh Moammar Emka, artinya HAnya DIrimu saJA.

Semua berawal saat Moammar Emka sedang main ke Lurik Coffee and Kitchen, restoran milik Ussy di lippo mall kemang village. Langsung saja di todong untuk mendengarkan lagu baru Ussy dan spontan menyebut kata HADIJA lengkap dengan kepanjangannya.

Di Single inilah kali pertama Ussy dominan memegang peranan dan keputusan. Karena untuk single terbarunya ini, Ussy memutuskan tidak di naungi oleh major label manapun. Sehingga Ussy bebas berkreasi baik dari sisi lagu maupun promosi. Bahkan proese kreatifnya pun Ussy sebagian besar ikut turun tangan.

Proses penciptaan lagu, recording sampai mixing butuh waktu kurang lebih 2 bulan untuk mendapatkan karakter yang Ussy inginkan. Lagu yang diciptakan oleh Rama Manaf ini jujur sangat mellow dengan bit lagu pelan. Enak sih buat nemenin pas lagi bengong di dalam kamar atau lagi nyetir sendirian lewat jalan Sudirman-Thamrin minggu malam jam 11, sambil ngliatin lampu Jembatan Penyebrangan yang lagi hit se Indonesia.

Ussy juga mengajak Gilang, jebolan IDOL untuk menjadi vocal arranger agar hasilnya bisa maksimal. Karena sudah hampir 1 tahun ini, Ussy tidak lagi aktif menyanyi secara profesional.

Menurut penuturan Gilang, tidak susah mengarahkan Ussy, hanya ada satu part saja yang harus berkali-kali take karena masalah pelafalan.

“Setiap nyanyi dibagian itu (lupa bagian mana), Ussy tiba-tiba logatnya jadi jawa (medok). Bukannya tidak boleh logat jawa, tapi karena ini lagu Indonesia maka pengucapannya harus jelas”

Dan Saat Ussy di tanya kenapa memilih Gilang untuk membantunya di single HADIJA, spontan Gilang nyeletuk

“Karena saya murah..” Langsung lah seisi Lurik Coffee and Kitchen tertawa.
"Ussy Mengajak saya karena murah", Ujar Gilang berseloroh..
Acara sore itu memang jauh dari kata kaku dan formal. Banyak teman Ussy hadir sore itu, dari kalangan selebritis saya melihat ada Moamar Emka sang inisiator judul lagu dan Gisel yang lagi sibuk sama pebasket.

Bahkan Ussy pun sempat menggodanya dengan hal serupa saat mengetahui Gisel hadir. Dan sekali lagi tawapun meledak diantara undangan yang hadir.
Acara sore itu sangat cair dan akrab. Ini adalah moment saat Ussy dan MC menggoda Gisel yang baru hadir di lokasi

Video Klip Hadija Single Terbaru Ussy

Sayangnya Andika Pratama, sang suami tidak hadir di sore itu, hal ini yang membuat Ussy terlihat (sedikit) emosional saat menyaksikan videoklipnya sore itu. Ussy tidak bisa membayangkan bagaimana kalau hal itu benar terjadi.

Hilang ingatan tentang semua kehidupannya, hilang ingatan tentang orang-orang yang dikasihi dan dicintai, hilang ingatan tentang suami dan anak-anaknya. Dan bagaimana membayangkan frame demi frame itu kalau terjadi di dunia nyata, ternyata sanggup membuatnya berkaca-kaca di sore itu.

Inipun kali pertama, Andika tidak diikut sertakan dengan project single Ussy karena jadwal rutin Andika yang akan menyulitkan jika harus mengadakan promo single.

“Masa nyanyi berdua, pas promo off air nyanyinya sendirian karena jadwal Andika padat dan khawatir bentrok. Jadi dengan berat hati semua diurus sendiri.”.

Tidak hanya hal mengisi suara di lagu, untuk model video klip pun, Ussy mengajak model lain karena jadwal Andika tidak pernah bisa ketemu untuk jangka waktu yang cukup untuk proses syuting sebuah video klip.

Adalah Gariz Luiz, model yang berprofesi sebagai polisi aktif yang akhirnya diputuskan menjadi model menggantikan Andika. Prosesnya pun tak mudah, Awalnya Darius (sutradara) memperlihatkan beberapa profil foto yang sekira cocok menjadi modelnya. Pertanyaan Ussy Cuma satu.

“Dari sekian banyak ini, model yang cowok banget mana?”. Seloroh Ussy.

Karena itu penting, perannya akan jadi suami Ussy, jadi harus beneran laki-laki. Muncullah 2 nama, salah satunya Gariz Luiz. Dan yang membuat Ussy dan Darius memilih Gariz, karena sosok ini belum banyak di ekspose media dan dunia hiburan.

“Masih fresh banget” Lanjut Ussy.
Darius Manihuruk, Sutradara dan Fotografer yang terus mendampingi Ussy dalam proses kreatif single terbaru, HADIJA
Ussy adalah pecinta Drama Korea (Drakor), tidak heran kalau di project singlenya ini, video klip yang di sutradara Darius Manuhuruk sedikit mengadaptasi ala-ala Korea. Tidak hanya itu, konsep promo singlenya ini cukup unik.

Ussy mengajak fansnya untuk menentukan ending dari video klipnya, kita bisa langsung komentar di channel Ussy Sulistiawaty Official. Dan akan ada web series juga yang masih di garap oleh Darius dan diperankan oleh Ussy juga Gariz.

Jadi kalau kamu masih penasaran sama si cantik Ussy dan si ganteng Gariz beradu akting, terus kepoin channel youtubenya karena akan ada banyak aktivasi digital di sana. Selamat menikmati Hadija, Single terbaru Ussy. 

Single Terbaru Ussy Single Terbaru Ussy Single Terbaru Ussy Single Terbaru Ussy Single Terbaru Ussy Single Terbaru Ussy
Read More

Menikmati Berita Olahraga Dengan Ilustrasi Menarik di Gorilasport

Minggu, 24 Februari 2019

19 komentar
Ada cara baru dalam menikmati kabar olahraga ter-update kalau kamu mengakses gorilasport.com. Kalian senang membaca berita olahraga? Kalau saya yang ditanya, dengan lantang saya jawab “Pastii..!”. Tujuan membaca berita olahraga itu agar sehat, karena saya seperti tersugesti, seakan-akan  sudah berolahraga dengan membaca berita olahraga (ini jangan di contoh).
Bapak Johari Zein saat memberi penjelasan mengenai gorilasport.com
Saat membaca berita olahraga di portal berita lain, kita hanya membaca deretan teks, tapi di gorilasport.com kita juga dimanjakan oleh karya-karya ilustrasi kreatif dalam bentuk gambar. Yupps di sini kita seakan membaca komik namun isinya tentang berita olahraga terkini.

Belum membuka portal atau sosial medianya, saya sudah terbayang betapa berwarnanya portal berita olahraga ini. Tidak hanya itu, kebebasan, kreatifitas para ilustratornya akan memberi sundut pandang yang menarik dan sedikit menyentil layaknya karya komik pada umumnya.

Kenapa namanya Gorila? Tentu penasaran dengan penamaan portal berita yang mengkhususkan di bidang olahraga dengan ilustrasi ini kan?

Gorila yang mulai "bergentayangan" di dunia maya April 2016 silam, merupakan singkatan dari tiga orang pendirinya. Mereka adalah Leo Tigor Pasaoran (Go), Johari Zein (Ri), dan Sheila Rooswitha (La). Pak Johari pun yang menjadi Direktur utamanya.

Pak Johari yang saya temui saat FGD di hotel Fairmont Jakarta bercerita banyak mengenai kesibukan beliau. Berawal saat pensiun dan menjadi komisaris di salah satu layanan ekspedisi terbesar di Indonesia, ide kreatifnya tak terbendung.

Kecintaanya pada dunia corat-coret (gambar) memberinya ide untuk membuat sebuah start up yang mengkombinasikan berita dan ilustrasi.

Setelah berbincang banyak dengan Sheila Rooswitha salah satu instruktur gambarnya, kemudian memutuskan untuk mengajak Leo Tigor Pasaoran yang lebih mengenal dunia olahraga. Lahirlah sebuah portal berita olahraga dengan paduan ilustrasi dinamis nan kreatif www.gorilasport.com.

Gorilasport pada dasarnya ingin memberi wadah bagi para komik atau ilustrator dengan karya-karya yang terkait dengan dunia olahraga agar bisa lebih berkembang.

Saya yakin orang Indonesia punya banyak talenta berbakat di dunia komik atau ilustrasi, namun wadah mereka di dalam negeri masih kurang atau (bisa jadi) tidak dihargai dengan baik.

Pasti pernah dengar, kisah ilustrator asal Indonesia yang berhasil bekerjasama dengan publisher komik kelas dunia. Dan itu tidak hanya 1-2 orang saja, ada banyak. Saya yakin kalau mereka diberi ruang, Indonesia akan punya industri kreatif yang tidak kalah dibanding negara lain.

Keluarga si Gori

Kesampaian foto bareng om Nunk. Setelah berpuluh tahun cuma menikmati karyanya (si Gundul).
Ada yang menarik saat saya hadir di FGD bersama GorilaSport.com, yaitu bertemu dengan Hanung alias Nunk. Pernah familiar dengan alias Nunk? Kalau kalian pembaca tabloid BOLA yang sudah berhenti terbit bulan Oktober 2018 lalu, Om Nunk (saya memanggilnya) adalah pembuat ilustrasi si Gundul.

Karakter Si Gundul sangat ikonik bagi tabloid tersebut, hampir di setiap edisinya selalu membawa cerita dan warna sendiri. Karya om Nunk bisa membuat emosi kita di plintir dan selalu bisa membuat kita tersenyum.
Edisi terakhir si Gundul karya om Nunk. Selalu "nyempil" sebuah kelucuan. Perhatikan pemain nomor 5 yang sedang sibuk sendiri.
Setelah tabloidnya ditutup dan si Gundul di pensiunkan, kini om Nunk berkarya kembali bersama gorilasport.com dengan karakter Keluarga si Gori.

Yupppss, keluarga si Gori bisa jadi pelepas rindu para pecinta si Gundul. Coretan khas Om Nunk dan sentilan jenakanya bisa membuat kita tertawa. Kalau si Gundul lebih fokus ke satu karakter, keluarga si Gori diperkuat oleh 3 karakter, Ayah, Ibu dan si anak.

Sayangnya saya lupa menanyakan, karakter Gori itu si ayah, ibu atau anaknya. Nanti kalau sudah dapat informasi detil akan saya update kembali.

Edisi pertama Keluarga si Gori semakin menguatkan memori saya dengan karya-karya om Nunk terdahulu.

Sebuah settingan di lapangan bola, ketika para pemain sedang menjalani sesi foto tim. Ada satu pemain yang terlihat meringis disepanjang sesi foto. CEO yang hadir saat itu berteriak agar pemain tersebut tersenyum dan jangan meringis.

Namun apa yang terjadi…? Kalian lihat saja gambar di bawah ini ya.
Karya jenaka dari om Nunk untuk gorilasport.com. Lagi-lagi pemain nomor 5 membuat "keributan"
Dunia olahraga kita di dunia memang belum banyak yang bisa dibanggakan, walau kita andalan di beberapa cabang olahraga, tapi prestasinya naik turun tidak stabil.

Faktornya banyak, ada dari masalah pembinaan sampai kesalahan manajemen. Kasus yang sedang hangat saat artikel ini saya tulisan adalah mengenai KLB PSSI yang memunculkan 5 nama calon ketua PSSI.

Terkait isu ini, artikel Gorilasport.com yang berjudul, "KLB di Gelar, Ketua Umum Baru Ramai di Bicarakan" dikemas dengan ilustrasi yang sangat ciamik, karya yang bisa di tafsirkan berbeda-beda oleh sebagian orang.

Tips Wisata Bandung, Mau Tau?

Sebut saja ilustrasi Basuki Tjahaya Purnama yang digambarkan membawa gergaji mesin dan siap menebang pohon yang bertuliskan mafia bola. Lalu ada Gede Widiade yang baru saja mundur dari jabatan dirut Persija dan di Ilustrasikan Gede Widiade sedang berdiri di depan sebuah mobil berwarna orange dengan (menurut saya) kepulan asap hitam di bagian mesin. Apa coba maksudnyaaahh..?

Lalu ada ilustrasi Muhaimin Iskandar di sebuah banner besar dipinggir jalan, tentu kita sudah familiar sekali dengan paras bapak ini kan? Yang beberapa waktu lalu massive merajai papan iklan besar di sepanjang jalan. Kemudian ada Achsanul Qosasi presiden Madura United yang digambarkan sedang berbincang dengan petani garam khas pulau Madura.

Yang tidak mungkin adalah ilustrasi Erick Thohir yang sedang membaca tabloid Gorilasport.

Kenapa tidak mungkin, karena saat ini GorilaSport belum ada dalam versi cetak, jadi tidak mungkin. Seperti Erick Thohir yang tidak mungkin menjadi ketum PSSI, karena sampai saat ini dia masih menolak untuk dicalonkan.
Sumber: gorilasport.com
Perpaduan tulisan dan gambar menjadi kekuatan besar GorilaSport.com. Dengan membaca kita dapat informasi detil sebuah berita. Dengan ilustrasi kita bisa melihat visualnya semakin dekat, semakin nyata sehingga membuat imajinasi kita tentang sebuah berita semakin dalam.

Semoga GorilaSport.com bisa terus konsisten dan berkarya kreatif, bebas merdeka dengan batasan tanggung jawab untuk memajukan olahraga Indonesia.

GaleriSport.com
Graha Antero Lantai 5, Jl. Tomang Raya No. 27
Jakarta, Indonesia, 11440
Telepon: 021-5635574
Email: gorilasport.indonesia@gmail.com
Homepage: www.gorilasport.com
Facebook: gorilasport.id
Instagram: @gorilasport
Twitter: @gorilasport_id
Read More

Ada Hutan Sosial di Balik Panen Raya Udang di Muara Gembong

Rabu, 13 Februari 2019

20 komentar
Pernah denger istilah HPH (hak pengelolaan hutan)? Pasti pernah dengar. Kalau hutan sosial? Hhmmm, pasti kalian butuh waktu lebih dari 10 detik untuk mereka-reka apa itu Hutan Sosial.


Sederhananya kurang lebih seperti ini, Program Hutan Sosial adalah memberikan akses legal/resmi kepada masyarakat untuk mengelola hutan negara. Sekedar informasi Luas hutan negara Indonesia kurang lebih mencapai 12.7 juta hektare.

Jadi Program Hutan Sosial  dengan HPH berbanding terbalik, kalau HPH diperuntukkan bagi perusahaan/korporat besar untuk mengelola hasil hutan.

Wacana Hutan Sosial sudah ada sejak 1999 pasca reformasi, tapi dari sejak itu sampai tahun 2007, perkembangan program Perhutanan Sosial tidak signifikan karena belum menjadi program prioritas pemerintah saat itu.

Ditahun 2007, barulah mulai ada perkembangan mengenai Hutan Sosial. Tercatat sampai tahun 2014 (7 tahun) Hutan sosial yang dikelola masyarakat mecapai 449.104,23 Ha. Jadi pertahun rata-rata ada 64.157,74 Ha Hutan Sosial yang diberikan ijin untuk dikelola oleh masyarakat.

Sementara di Tahun 2014, Penetrasi Hutan Sosial lebih di percepat lagi, karena ini sesuai dengan salah satu nawacita Presiden Jokowi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Sehingga dalam kurun waktu 3 tahun (2017), sudah ada 604.373.26 Ha (bertambah  155.269,03 Ha) Hutan Sosial yang legal untuk di kelola oleh masyarakat. Atau bisa dibilang rata-rata pertambahan luas pertahunnya mencapai 51.756,34 Ha.

Tapi yang lebih menariknya lagi saat artikel ini saya tulis, pemerintah telah memberikan akses perhutanan sosial terhadap lahan seluas 2,5 juta hektare yang dikelola oleh 592.438 Kepala Keluarga. Jadi kalau di total selama 4 tahun pemerintahan, sudah ada pertambahan luas hutan sosial sebesar 1.895.626,74 Ha.

Target pemerintah sendiri adalah, mengeluarkan sertifikat untuk 12,7 juta Ha Hutan Sosial untuk dikelola oleh masyarakat. Lalu siapa saja yang bisa mengolah hutan sosial?

Yang berhak mengolah adalah Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, Koperasi, Masyarakat Hukum Adat dan Lembaga Masyarakat Hukum Adat. Bukan orang luar yang “ujug-ujug” datang dan merebut lahan. Karena untuk mengelola Hutan Sosial ini harus turun SK Menterinya terlebih dahulu.

Hutan Sosial Untuk Kesejahteraan Warga

Salah satu pemanfaat Hutan sosial adalah, untuk usaha ekowisata. Maka tidak heran kalau beberapa tahun belakangan ini banyak bermunculan lokasi ekowisata baru yang dikelola oleh masyarakat sekitar tentunya di arahkan oleh pihak terkait.


Hampir di semua daerah di Indonesia kini mempunyai ekowisata andalannya masing-masing. Tidak hanya menjual keindahan pemandangan, tapi juga menjual konsep-konsep unik untuk berswafotoria.

Selain ekowisata, Hutan sosial juga bisa di bagi dengan pendekatan landscape melalui pola Agroforestry(Wana Tani), Silvofishery(Wana Mina), Agro Husbandary (Wana Ternak). 

Yang menarik adalah Silvofishery atau wana mina. Kita pasti semua mendengar mengenai kejadian Presiden Jokowi yang di patil udang saat panen raya udang vaname di desa Pantai Bakti, Muara Gembong kan? Hayo ngaku, pasti semuanya tahu mengenai berita ini.

Jadi pada tahun 2017, melalui SK Menteri IPHPS Nomor 3767/MENLHKPSKL/PKPS/PSL.0/7/2017 dibentuklah Kelompok Tani Mina Bakti. Yang beranggotakan 38 KK dengan luas hutan sosial yang dipercayakan seluas 80,9 Ha. Atau setiap KK memperoleh lahan garapan seluas 2 Ha. Dengan konsep Silvofishery(Wana Mina), lebih khususnya tambak udang.

Surat keputusan ini Diserahkan langsung oleh Presiden Pada Tanggal 30 November 2017 di Desa Pantai Bakti, Muara Gembong.

Nah di tahun 2019, Presiden kembali hadir untuk panen raya udang Vaname, Laahh kok “ndilalah” udangnya inisiatif mau “jabat tangan” sama presiden, jadilah berita ini viral dijagat maya.

Sangat heboh, bahkan sampai keluar meme yang lucu sekaligus ngeselin. Kenapa? Karena netizen malah sibuk bahas Presiden yang kena patil, padahal panen udang raya ini salah satu bentuk kesuksesan pengelolaan hutan sosial di Indonesia.



Bukannya berbahagia karena para penambak yang bisa menghasilkan ± 4,35 ton/Ha udang yang kalau dijual bisa mencapai Rp.73.000/kg, sehingga estimasi pendapatan kotor perhektare mencapai ± Rp 317.550.000, ini malah ngeributin hal yang sepele.

Kalau mau tahu, keuntungan dari tiap hektare lahan tambak bisa mencapai 50% untuk jangka waktu panen 3 bulan. Kasarnya kurang lebih 150juta/3 bulan dan perbulannya petambak bisa mempunyai tabungan 50jt. Tentu saja ini hitungan diatas kertas, belum dilihat dari faktor kegagalan dan cost produksi tak terduga.

Program Perhutanan Sosial merupakan Program Prioritas Pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan mewujudkan keadilan sosial masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan, mengurangi konflik permasalahan lahan di masyarakat dan kedepannya bisa membantu mengatasi kemiskinan.

Harapan lebih dalamnya lagi adalah menimbulkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan. Karena hutan kini bukan hanya untuk keseimbangan alam saja, bukan hanya untuk korporat besar, tapi hutan kini untuk mereka (warga sekitar hutan). Masyarakat yang bisa mandiri secara ekonomi dan berdaya produktif sehingga bisa bersaing di pasar internasional.
Read More