Bukaan 8, Cerita Kegigihan Para Calon Ayah dan Ibu

Selasa, 28 Februari 2017

Tidak ada komentar
Satu lagi film Indonesia yang menggambarkan banyak konflik atau cerita tapi tidak membuat konflik utama menjadi bias. Bukaan 8, sebuah film yang terinspirasi dari cerita Angga Dwimas Sasongko si sutradara saat melalui persalinan anak pertamanya.

Tapi harap diingat, hanya menjadi inspirasi, bukan berarti adegan dalam film ini ada dalam kehidupan nyata Angga.

Enam hari setelah tayang perdana di jaringan XXI Cineplex, saya akhirnya dapat menyempatkan diri untuk melihat film yang sudah sejak lama saya melihat trailer film ini.



Mencari bioskop yang tidak jauh dari rumah di kawasan Bintaro, saya memilih XXI di Bintaro Plaza, kenapa?. Harga tiketnya masih Rp.30.000, woooww pasti ngiri deh. Karena di kawasan Jakarta sudah jarang ada XXI dengan harga bersahabat seperti di Bintaro Plaza. Ehh tapi, Bintaro itu masuk Jakarta atau Tangerang ya..?

Ya sudahlah, kita jangan bahas masalah letak geografis bioskop ini.

Bukaan 8, memang tidak membuat saya meneteskan air mata seperti beberapa film Indonesia lainya. Tapi film ini sungguh dekat dengan keadaan saya, yaitu kekhawatiran menunggu kelahiran anak pertama. Walau kekhawatiran saya dan Alam (diperankan Chico Jericko) jauh berbeda.

Saya bisa merasakan bagaimana tekanan yang dihadapi Alam pada saat itu, saya pun menangis saat menanti kelahiran anak pertama saya. Akting Chico bisa membawa saya kembali di masa saat saya harus bersender di dinding rumah sakit, sambil menahan sesak di dada yang berujung menetesnya air diujung mata dan kata yang menjadi terbata-bata saat harus memberi kabar orang tua di rumah.

Settingan film Bukaan 8 lebih banyak di rumah sakit, kalau saya tidak salah ingat, hanya ada empat lokasi outdoor dengan durasi yang tidak terlalu lama. 80% syuting dilakukan di area rumah sakit. Benar-benar rumah sakit, bukan ruangan yang disetting menyerupai rumah sakit. Jadi aura rumah sakitnya sangat terasa.

Saya yakin rumah sakit di kawasan Semanggi ini memberi suppor entah itu materi ataupun immaterial untuk film Bukaan 8, tapi sutradara film ini dengan cerdik menampilkan rumah sakit tapi tidak terlalu berlebihan sehingga terlihat kesan sponsornya. Walaupun pada akhirnya kita bisa tahu, dimana dan apa nama rumah sakit yang menjadi lokasi syuting film ini.

Salah satu sisi yang menarik di Bukaan 8 adalah pekerjaan Alam sebagai buzzer atau penggiat media sosial yang mempunyai follower 44k di akun twitternya.

Polemik dunia maya digambarkan secara ringan di film ini, yang mungkin sudah menjadi rahasia umum. Mulai dari somasi karena statement di media sosial, endorser, buzzer politik sampai "panasbung".

Ide cerita dan naskahnya begitu  kuat membawa penonton betah mengikuti durasi film ini, jujur saya malah berharap agar film ini jangan cepat berakhir. Banyak nilai-nilai moral yang sebenarnya cukup dalam tapi disampaikan dengan ringan dan mudah dicerna.

Sampai saat inipun saya masih teringat perkataan ibunya Alam, "Anak itu bukan dicari, tapi diberikan". Saya tafsirkan kalau Tuhan sudah memberikan kita anak,berarti tuhan percaya kita bisa menjaga anak yang dititipkan.

Belum lagi konflik ditempat ibadah, ketika seorang pemuda berbicara kepada Alam bahwa, kritis itu tidak hanya dimulut tapi juga dipikiran. Sebuah penggambaran akan riuhnya suasana politik saat sekarang, dimana semuanya hanya mau didengar tanpa mau mendengarkan dan berdiam.

Film Bukaan 8 ini juga sangat detil, penulis naskah ataupun sutradara sangat cerdik memunculkan maksud tersembunyi dari sebuah pesan yang sebenarnya tidak kalah penting. Saya kasih petunjukkan, perhatikan saat Alam membalik bajunya, lalu baca tulisan dibaju alam tersebut. Apa tanggapan anda..?.

Film bergenre Romantic-Komedi ini dibintangi oleh Lala Karmela (Mia) yang berperan sebagai istri Alam, selain itu ada Sarah Sechan, Tyo Pakusadewo, Dayu Wijanto, Mellisa Karim serta Maruli Tampubolon dan masih ada beberapa peran yang berhasil memperkaya cerita di film Bukaan 8 ini.

Sebut saja Desta dan Dwi Sasono yang hanya kebagian peran sebagai profil picture tapi justru menjadi hal yang tidak kalah penting bagi alur film ini.

Untuk para calon ayah, calon ibu, calon kakek, calon nenek, para penggiat media sosial, dokter, suster politikus, pekerja kontraktor dan debt collector harus tonton film ini. Karena ini film anda. Dan saya ikhlas kasih rate 8.75/10 untuk film Bukaan 8.

Enjoy the movie dan dukung film Indonesia.



 
Read More

The Passport, Tempat Nongkrong di Gading Serpong

Sabtu, 25 Februari 2017

4 komentar
Di era digital sekarang, saat makin banyak para generasi millenial yang membutuhkan tempat untuk sekedar kumpul sesama bertukar ide maupun untuk bekerja dan mengerjakan tugas kuliah, maka tidak heran sekarang makin menjamur tempat nongkrong di setiap sudut Jakarta. Seperti The Passport yang berlokasi di Gading Serpong.

Pasti belum banyak yang tahu tentang The Passport, karena memang tempat ini baru di buka pertengahan Februari 2017 ini. Lalu apa kelebihan dari tempat ini?



Kebetulan saya sempat mampir ke The Passport bersama beberapa teman. Karena saya jarang main ke daerah Gading Serpong, maka patokan yang saya tahu hanyalah Summarecon Mall Serpong (SMS). Dipandu google maps dari samrtphone, saya diarahkan untuk belok kiri setelah bundaran, yang setahu saya kalau kita belok kekanan akan menuju Summarecon Digital Serpong (SDC).

Pelan saya menyusuri deretan ruko, sampai akhirnya saya sampai di kawasan ruko Beryl di sebelah kiri, dan tidak begitu lama dengan mudah saya menemukan The Passport. Signage namanya jelas terlihat, Bercat dasar hitam dengan tulisan berwarna merah begitu contrast.

Masuk ke dalam, interior ruangannya dibuat tidak terlalu kaku, dinamis bergaya sedikit vintage. terlihat dari warna yang cendrung kuning dan hitam. Area dilantai dasar tidak terlalu luas, tidak ada meja untuk duduk berkelompok.

Naik kelantai dua, baru nampak jejeran meja dan bangku dengan area yang lebih luas. Cahaya yang menerobos dari jendela besar memberikan penerangan yang cukup bagi ruangan ini, sehingga kalau siang, saat matahari bersinar cukup kita tidak perlu menyalakan lampu.

Ada dua ruangan di lantai dua ini, satu ruangan di sebelah kanan tangga tampak lebih besar didominasi cat warna hitam dengan jendela besarnya. Lalu di sebelah kiri tangga ada ruangan agak tertutup dan lebih kecil dengan nuansa agak kuning yang membuat nuansa terasa lebih romantis.

Menurut saya keunikan The Passport adalah konsep yang tidak biasa, kenapa..?. Biasanya kalau kita masuk ke cafe untuk nongkrong sekedar buat mencari colokan listrik atau jaringan internet gratisan, sepengetahuan saya mereka hanya akan menjual minuman beraneka ragam dengan cemilan ringan.

Jarang mereka mempunyai menu main course yang menjadi andalan, ataupun mengenyangkan perut kita.

Nah, saya cukup kaget ketika di sodorkan menu The Passport. Deretannya main coursenya tidak sembarangan dan ini sanggup mengenyangkan perut kita. Setidaknya di deretan menu main course kita bisa memilih, Meltique Rib Eye Steak. Salmon Beef, Rump Wagyu, Wiener Schnitzel dan masih ada 17 menu main course lainnya.

Dan pada kesempatan pertama saya di The Passport, saya putuskan untuk memesan Lamb Chop Au Gratin untuk main course dan Avocado coffe sebagai pelepas dahaga. Pilihan yang tidak saya sesali di siang itu.

Setelah puas bolak-balik menu sambil menunggu pesanan datang, saya mendapat informasi mengapa tempat ini di namakan The Passport. Pemilik tempat ini ingin memberikan sensasi siapapun yang makan dan berkunjung bisa merasakan masakan dari belahan dunia lain tanpa harus repot keluar negeri.

Jadi kalau kita mau keluar negeri harus bawa Passport, tapi kalau mau mencoba aneka masakan dari belahan dunia lain, cukup nongkrong di The Passport. Kurang lebih analoginya seperti itu.

Dan memang dari menu terlihat banyak sekali pilihan yang bisa di explore para pecinta kuliner. Mulai dari appetizer, main course, dessert, soup, salad, lite meal, spesial beverage sampai asian favorite.

Olahan Steak yang di racik oleh chef The Passport

Sebagai gambaran harga, main course termahal adalah Meltique Rib Eye Steak seharga Rp.82.000 dan termurah adalah Bavarian Omlette Rp.27.000. Untuk minuman range harganya dari Rp.10.000 s/d Rp.30.000 untuk double expresso.

Kalau menu yang saya pesan total harganya Rp.81.000. Avocado coffe seharga Rp.26.000 dan Lamb Chop Au Gratin Rp.55.000.

Mau tahu Rekor Makan Steak Terbanyak..?


Buat yang pertama kali datang ke The Passport di jamin bingung lihat deretan menu makanan dan minuman yang bervariasi. Kalau saran saya, coba Lamb Chop dan Avocado coffenya dulu.

Soal rasa Lamb Chopnya, jujur bikin saya ketagihan. Daging dombanya empuk, lalu di grill dengan tingkat kematangan yang tidak terlalu gosong. Ternyata rahasianya, domba yang di sajikan ini baru berumur 8 bulan dan yang gak kalah penting adalah, dombanya di import dari Australia. Selain itu menu ini dilengkapi dengan kentang tumbuk dan sayuran seperti brokoli dan wortel.

Yeesssss,...ini dia Lamb Chop Au Gratin dan Avocado Coffe. Dengan tampilan seperti ini, sangat menggugah selera siapapun yang melihat

Well, menurut saya, The Passport harus jadi alternatif buat kamu-kamu yang cari tempat nongkrong baru dikawasan Gading Serpong yang gak crowded. memang sih, di sekitaran ada SMS dan SDC, tapi kalau lagi weekend dua lokasi ini riweuh bin rame sehingga jadi gak nyaman.

Buat kamu yang mau main ke The Passport, jangan khawatir untuk masalah parkiran. Karena sudah ada perjanjian dari pemilik ruko untuk memudahkan tamu yang yang ingin berkunjung. Jadi kamu bisa parkir dimana saja di kawasan ruko Beryl dan sekitarnya, seandainya kita tidak kebagian parkir di depan atau didekat The Passport.

The Passport "Your Favourite Hangout Destination"

Norwegian Salmon Steak, salah satu menu Main Course di The Passport

Pannacota, sejenis puding ini bisa menjadi pilihan dessert.

Chocolate Lava yang menggoda ini, memaksa saya harus pamer ke seorang sahabat yang tidak bisa menikmati dessert ini saat sedang berkunjung ke The Passport satu hari sebelumnya.

Di bawah adalah link video youtube ketika saya main ke The Passport, cuma 6 menit tapi bakal banyak kejadian aneh. Just Enjoy it and please subscribe,...please.


Read More

Stop Iklan Rokok, Stop Jadikan Rakyat Indonesia Korban Produsen Rokok Dunia

Selasa, 14 Februari 2017

2 komentar
Haiii Friends,..! Apa kabar..? semoga kita semua diberikan kemudahan dan kesehatan.

Jumat 10 Februari 2017 lalu, saya berkesempatan hadir di acara Ngobrol bareng Moza Paramita buat ngebahas Stop Iklan Rokok. Acara yang berlokasi di Wyl’s Kitchen, Veranda Hotel Jakarta Selatan ini juga dihadiri oleh Sarah Sechan (public figure), RTS Masli (praktisi periklanan), Ekki Soekarno (musisi) dan Muhammad Joni (advokat).

Yang menjadi tema besar pada acara ini adalah, kenapa kita harus Stop Iklan Rokok.

Kehadiran public figure, musisi, praktisi periklanan dan advokat dalam bincang bareng Moza Paramita, memberikan gambaran betapa masifnya iklan rokok di sekitar kita.
Pernah dengar Phillip Moris? Adalah perusahaan besar rokok asal Amerika yang terkenal dengan produk Marlboro yang berdiri sejak tahun 1924. Dan sejak 2005, Philip Morris berhasil kuasai 97 persen saham Sampoerna. Hhmm…, kenapa ya mereka mau membeli salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, padahal mereka sudah mempunyai brand dunia sekelas Marlboro?.

Karena secara pengembangan bisnis, Philip Morris dan Marlboronya sudah tidak bisa berkutik di Amerika. Penjualan mereka terus turun karena kebijakan rokok yang semakin ketat dan tingkat kesadaran akan kesehatan masyarakat Amerika yang semakin baik.

Pembatasan ruang bagi perokok dan industrinya di Amerika semakin mempersulit produsen rokok, sehingga memaksa para pelaku bisnis untuk mencari pangsa pasar baru.
Dan mangsa itu adalah negara berkembang seperti Indonesia, dan bisa jadi tagline Marlboro yang terkenal, “Come to where the flavor is” sudah tidak pantas lagi merujuk ke Amerika, tapi sudah lebih pantas diarahkan ke Indonesia.

Negara Marlboro bukan lagi Amerika, tapi Indonesia, ya Indonesia negara kita tercinta.

Tapi anehnya, pemerintah, anggota dewan dan sebagian besar masyarakat Indonesia seakan tidak sadar bahwa kita sedang dipermainkan oleh para industri rokok dan dijadikan “hewan kurban” demi kepentingan korporat asing.

Kita tidak akan bisa secara frontal melarang orang terdekat kita untuk tidak merokok, karena rasa candu yang sangat besar justru membuat perokok untuk terus  melakukan pembenaran bahwa rokok bukan masalah serius bagi kesehatan. 

Mereka juga mungkin belum sadar atau pura-pura tidak sadar, asap rokok tidak hanya secara perlahan membunuh mereka sendiri, tapi juga membunuh orang-orang terdekat yang  mereka cintai.

Sarah Sechan dan Moza Paramita mempunyai kekhawatiran yang sama terhadap dampak rokok bagi keluarga khususnya anak-anak mereka yang beranjak dewasa.
Lalu apa yang bisa kita lakukan..?

Langkah awal yang bisa kita adalah, bersama-sama dan satu suara untuk dengan tegas melarang iklan rokok, baik di televisi, radio, koran maupun media luar ruang. Karena jujur, iklan rokok sudah sangat mengotori mata kita di kehidupan sehari-hari.

Coba perhatikan, mulai dari rumah kita sendiri. Berapa jauh rumah kita dengan iklan rokok terdekat…? Kalau saya, hanya 10 meter. Begitu keluar pagar, menengok kekanan, nampak sudah iklan rokok di sebuah toko pinggir jalan.

Padahal rumah saya bukan dipinggir jalan besar atau protokol. Lain lagi cerita kalau sudah sampai ke jalan besar, iklan rokok semakin masif dan menggila. Baaaahhhh,…bayangkan gambar-gambar iklan rokok dan taglinenya yang menipu sudah merasuki alam bawah sadar anak-anak kita saat mereka baru membuka pintu pagar rumah.

Regulasi untuk pelarangan iklan rokok sebenarnya sudah lama di bahas di komisi satu DPR RI. Tapi entah kenapa sampai kini masih “njelimet”, padahal sudah jelas rokok tidak membawa dampak positif bagi kehidupan kita. 

Kalau ada sebagian orang yang bilang cukai rokok menyumbang devisa terbesar bagi negara, berarti mereka tidak pernah sadar, bahwa dana BPJS banyak terkuras (8 Trilun/tahun) untuk membiayai pasien yang mengidap penyakit akibat rokok.

Penerimaan pajak rokok tidak sebanding dengan derita yang akan dialami oleh orang-orang yang terdampak oleh asap rokok.

“Sebaiknya Baleg DPR-RI berhentilah beranomali dalam setiap keputusannya, Komisi satu sudah memutuskan dan Baleg DPR jangan “nglunjak” merubah keputusan yang sudah dibuat. Rakyat itu lebih agung daripada wakilnya”. Setidak itu yang di paparkan oleh Muhammad Joni, advokat yang hadir sore itu dan memberikan paparan mengenai UU iklan rokok kepada undangan yang hadir.

Industri rokok sangat kreatif dalam beriklan (kalau saya bilang licik). Memang sudah ada peraturan disetiap iklan rokok tidak boleh memvisualisasikan rokok dan kegiatan merokok, mereka lalu bermain dengan tagline yang membuai. Sasarannya adalah remaja.

Dilevel bawah, atau penjual rokok. Para produsen ini pun punya banyak strategi, salah satunya memberikan sembako jika berhasil menjual rokok dalam jumlah tertentu.

Cara persuasif industri rokok dalam memasarkan produknya semakin pintar, mereka membidik target pasar mereka dalam jangka panjang. Tidak hanya satu atau dua tahun kedepan, tapi mereka membidik pasar 10 tahun kedepan. Setidaknya itu yang bisa saya tangkap dari penjelasan RTS Masuli sebagai orang yang sudah terjun di dunia periklanan selama 10 tahun.

Masih ingat video viral beberapa tahun lalu yang menjadi perbincangan dunia internasional, ketika di Sumatra ada anak balita berumur 2 tahun sudah lihai merokok?. Ini hanya contoh kecil.

Sebagai praktisi periklanan, RTS Masuli pun pernah menggarap iklan brand rokok, dan dia menceritakan bahwa setiap iklan brand rokok itu hanya memperlihatkan kenikmatan semu, misalnya kalau merokok Marlboro kita jadi seperti cowboy, atau kalau kita menghisap Sampoerna Mild kita jadi generasi muda yang baru dan keren.

Tapi tidak satupun iklan rokok memperlihatkan akibat nyata dari merokok itu sendiri. Dan ini tidak fair.
Rokok memang begitu mudah ditemui di Indonesia, disinilah surga bagi pebisnis rokok dunia untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Dengan penegakan hukum yang masih bisa di “kompromikan” membuat mereka semakin leluasa bergerak.

Semua bisa keren tanpa rokok, kalau belum bisa melepas rokok seperti Ekki Soekarno, setidaknya mari kita dukung larangan iklan rokok diruang publik.
Sebagai seorang ibu, Moza Paramitha dan sarah Sechan punya kepedulian yang kuat mengenai masalah rokok ini. Moza Paramitha bisa secara extreme melawan keberadaan rokok, pun juga dengan Sarah Sechan.

Bahkan Sarah Sechan rela menolak tawaran menjadi MC sebuah acara ghatering perusahaan rokok, ini semua dilakukan demi Rajata, anaknya yang sudah beranjak dewasa.

“Saya hanya ingin mengajarkan prinsip kepada anak saya yang sudah mulai besar”. Ujar Sarah Sechan.
Melawan perusahaan rokok memang tidak mudah, bahkan bisa dibilang cukup berat. Biaya mereka seakan tak terbatas, mereka bisa saja mensponsori dana sebuah kegiatan secara penuh asal nama brand mereka ikut tercantum di event tersebut. Bahkan dalam event olahraga sekalipun mereka mudah sekali menggelontorkan dana. Anda pasti bisa sebutkan event apa sajakah yang saya maksud.

Tapi apakah benar, kalau kita ingin membikin event besar kita harus gandeng perusahaan rokok selaku penyandang dana.

Tidak harus perusahaan rokok, karena masih banyak brand seperti Bank, produsen minuman, sepatu dan masih banyak lagi yang bisa mensponsori sebuah event. Tentunya event itu mempunyai value yang sesuai dengan brand tersebut.

Contoh Ekki Soekarno dengan Indonesia Drum and Percussion Festival 2017. Sudah jadi rahasia umum kalau event musik terasa lebih pas kalau disponsori oleh rokok.  Tapi tidak dengan Indonesia Drum and Percussion Festival 2017, mereka tidak disponsori oleh produsen rokok. Bukannya tidak ada yang mau mensponsori, tapi lebih kepada tanggung jawab moral penyelenggara terhadap para peserta yang hadir.

Karena peserta Indonesia Drum and Percussion Festival 2017, tidak hanya dihadiri oleh musisi dewasa, tapi juga musisi muda berbakat yang masih dibawah umur. Jadi agak aneh kalau ada pesertanya anak dibawah umur, tapi acaranya disponsori oleh produsen rokok.  Ekki memberikan alasan.

Yang pasti, sebesar apapun dana yang produsen rokok punya,  mereka tidak akan bisa membungkam mulut para aktifis untuk terus menyebarkan dampak rokok dan meneriakkan untuk stop iklan rokok di segala media, demi masa depan kita yang lebih baik.

Saya tidak akan mencari konfrontasi kepada saudara dan teman-teman saya yang merokok, Silahkan merokok di tempat yang sudah diberikan dan berikan ruang bagi kami yang tidak merokok agar tidak terpapar asap rokok.  Tapi kita harus satukan pikiran, kuatkan tenaga untuk melarang iklan rokok diruang publik demi masa depan anak-anak kita. 

Untuk keluarga dan anak-anak kita nanti

Read More

Amara Skin & Aesthetic Center Hadir, Karena Setiap Individu Adalah Unik

Senin, 06 Februari 2017

5 komentar
Kecantikan menjadi hal penting bagi sebagian besar wanita, terbukti dengan menjamurnya salon dan klinik kecantikan disekitar kita yang menawarkan paket kecantikan. Lalu apa yang terbersit jika kita diajak menerjemahkan kata cantik tersebut?. Di Acara launching Amara Skin & Aesthetic Center, RSU Bunda Jakarta saya mendapatkan pencerahan mengenai kata cantik.

Sebagian dokter yang siap membantu para wanita menjaga kecantikannya di Amara Skin & Aesthetic Center, RSU Bunda
Apakah cantik itu berkulit putih, bermata bulat, hidung mancung, berambut tebal dan tubuh yang proposional?jadi inget artis korea.

Hmmmm, kriteria ini bisa jadi muncul karena kita terlalu sering melihat para selebritis di televisi hadir dengan dandan sempurna nyaris tanpa cela. Sehingga kita begitu dangkal mendeskripsikan kata cantik tersebut.

Kita lupa bahwa cantik itu harus muncul dari dalam diri, melalui kepribadian yang positif, mempunyai hati yang tulus dan baik sehingga orang yang bertemu dan berinteraksi dengan kita akan melihat sisi lain, tidak hanya sebatas penampilan fisik.

Dr. Rachel Djuanda SpKK, berikan pemaparan mengenai, bahwa wanita yang sedang hamil pun butuh merawat diri.

Kita jangan terobsesi dengan kulit putih seperti saudara-saudara kita yang tinggal di negara 4 musim. Di negara mereka, sinar matahari tidak selalu muncul sepanjang tahun. Beda dengan Indonesia atau kawasan tropis, yang hampir setiap hari bisa menikmati matahari.

Itu yang menyebabkan kulit kita cenderung berwarna sawo matang cenderung hitam, karena memang kulit kita dipersiapkan untuk dapat menerima paparan sinar matahari yang cukup sering.

Intinya, cantik itu berbeda-beda untuk setiap wanita, kita dilahirkan dengan keunikan masing-masing. jadikan cantik sesuai pribadi kita. You are as beautiful as you are.


Ruang perawatan wajah dan kulit di Skin Amara Skin & Aesthetic Center, RSU Bunda Jakarta

Ini yang sangat dipahami oleh Amara Skin & Aesthetic Center RS.Bunda Jakarta.Semua pelayanan yang diberikan bersifat individual, yang artinya perawatan didesain khusus untuk masing-masing orang karena kita adalah individu yang unik.

Amara Skin & Aesthetic Center RS.Bunda Jakarta siap melayani anda untuk tampil lebih cantik dan menarik dengan bantuan dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter spesialis bedah plastik, dan dokter gigi yang saling bersenergi untuk medapatkan hasil yang maksimal.

Para wanita biasanya mulai panik mengenai penampilan mereka saat memasuki fase kehamilan dan melahirkan. Mulai dari wajah yang membengkak terutama bagian hidung, perubahan warna kulit, berjerawat, munculnya strecth mark/selulit sampai penambahan berat badan.

Untuk masalah perawatan kulit, masih banyak ibu hamil masih takut menggunakan krim malam, padahal ada krim malam yang aman untuk ibu hamil. Selain itu dengan menggunakan make-up yang benar dan teknik tersendiri, ibu hamil bisa tampil cantik.

Perawatan gigi, gusi dan mulut juga penting bagi wanita yang dalam proses kehamilan untuk kesehatan janin

Selain itu, masalah gigi dan geraham pun harus diperhatikan oleh ibu hamil. Menurut drg.Mira Madjid, MPH Sp Perio, perawatan gigi pada ibu hamil memiliki pertimbangan khusus.

Masalah yang sering terjadi adalah pembengkakan gusi maupun pendarahan pada gusi. Jika ini dibiarkan dan kondisi pendarahan semakin buruk bisa berdampak pada janin, dan bisa mengakibatkan bayi berat lahir rendah.

Proses perawatan gigi pada masa kehamilan hanya bisa dilakukan sebatas prosedur operatif sederhana dan sebaiknya pasien yang sedang hamil ini terhindar dari stress. Bahkan tidak disarankan untuk melakukan foto rontgen gigi di trisemester pertama kehamilam, karena janin pada tahap ini sangat peka terhadap paparan radiasi.

Jadi para wanita hamilpun jangan takut untuk memanjakan dirinya, karena kalian bisa tampil cantik mempesona, syaratnya harus dengan pengawasan dokter yang berkompeten dengan pengalaman dan didukung oleh peralatan terbaik.
Read More

Cek Kadar VO2Max di GERMAS Kementerian Kesehatan

Selasa, 17 Januari 2017

Tidak ada komentar
Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) merupakan kampanye Kementerian Kesehatan yang sedang digencarkan pada tahun 2017.

GERMAS di launching pada tanggal 15 November 2016 bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional.

Sebelum memulai lari sejauh 1600meter, diwajibkan untuk melakukan pemanasan. foto by: tuty quen

Gerakan ini merupakan gerakan nasional yang idealnya di laksanakan oleh keseluruhan tidak hanya Kementerian tapi juga pihak swasta, karena masyarakat yang sehat bisa mewujudkan bangsa yang produktif.

Di lingkungan Kementerian Kesehatan, Gerakan Masyarakat Sehat secara rutin di lakukan pada hari Jumat pukul 06.00 sampai dengan pukul 09.00 tiap minggunya dan terbuka untuk umum.

Dan setiap satu bulan sekali diadakan event yang lebih besar dengan menghadirkan bazaar makanan sehat dan stand pemeriksa kesehatan standar untuk cek tekanan darah, kadar gula dan kolesterol.


GERMAS harus bisa diterapkan disetiap instansi pemerintah atau pun swasta.

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek yang pada pagi itu ikut bersenam bersamapun menerangkan, kementerian yang sudah mulai rutin melakukan gerakan masyarakat sehat pada jumat pagi adalah Kementerian Kordinator Perekonomian. Dan berharap ini dapat di ikuti oleh kementerian lain dan pihak swasta agar lebih merata.

Jumat, 13 Januari 2017 saya berkesempatan untuk dapat mengikuti GERMAS di lingkungan Kementerian Kesehatan di daerah Kuningan Jakarta.

Pukul 6.30 suasana di depan gedung Prof. Dr. Sujudi sudah mulai ramai, stand bazaar tertata rapi, kumpulan orang dengan outfit olahraga sudah siap untuk berkeringat bersama di jumat pagi yang cerah.

Fasilitas fitness center yang lengkap ini ada di dalam kawasan Kementerian Kesehatan Jakarta

Sebagian besar melakukan senam aerobik, ada yang berlatih tenis meja, badminton dan fitnes. Ohh ya, di kementerian kesehatan ada fasilitas fitnes center yang lengkap tapi sayangnya hanya di  peruntukkan bagi karyawan Kementeriaan Kesehatan.

Lalu apa yang saya lakukan untuk berkeringat....?

Saya tertarik untuk mengetes kadar VO2Max dengan berlari sejauh 1.6km. Kadar VO2 max adalah volume maksimal O2 yang dapat diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif.

Ini menjadi ukuran kebugaran bagi seseorang, semakin tinggi VO2Max berarti orang tersebut semakin bugar.

Untuk gambaran, pemain sepakbola standardnya harus mempunyai kadar VO2Max 63 agar bisa terus fit selama 90 menit. Rumornya, pemain sekelas Christian Ronaldo mempunyai VO2Max sebesar 75.

Setelah mengisi form pendaftaran, cek tekanan darah, gula dan kolesterol yang alhamdulillah normal. Hanya kelesterol dengan kadar 200 yang agak harus diperhatikan sedikit. Saya pun siap berlari, jujur kelengkapan lari saya jauh dari maksimal, saya pakai celana panjang bahan dan pakai sepatu gunung. Hanya kenekatan saja yang membawa saya untuk ikut tes kadar VO2max dalam tubuh agar tahu tingkat kebugaran saya.

Bersyukur, tekanan darah, kadar gula, kadar lemak dalam tubuh masih normal. Hanya kolesterol yang hampir di ambang batas dengan point 200

Tapi semangat tidak boleh padam, dan akhirnya saya pun berlari. 600 meter pertama saya bisa lalui dengan konstan dan dapat mengatur nafas. Memang untuk mendapatkan hasil tes maksimal, usahakan berlari dengan kecepatan konstan. Berjalan cepat pun boleh asal kecepatannya stabil.

Memasuk 800meter, nafas mulai tersengal-sengal, keringat semakin banyak diatas jidat, sepertinya tubuh sudah mulai kesulitan memproses O2/oksigen yang masuk ke dalam paru-paru, ahhh lemah sekali.

Dan bagi saya keadaan semakin berat saat memasuki 400meter jelang finish.

Saya coba mengatur nafas , tarik dari hidung hembuskan dari mulut secara perlahan. Dan untuk lebih memaksimalkan lari, saya menggerakkan ayunan tangan saya sesuai dengan irama kaki, ini cukup membantu ketimbang tangan hanya di diam saja di samping atau malah sibuk update status saat berlari.

Akhirnya saya bisa sentuh garis finish, seseorang mencatat waktu tempuh saya sambil memberi sedikit penjelasan.

Waktu yang saya tempuh untuk jarak 1600meter adalah 12.24menit. Kalau di lihat di bagan kadar VO2max saya ada di angka 32. Dan berdasarkan klasifikasi umur maka bisa.dinilai kebugaran tubuh saya masih ada di kategori CUKUP, yeeeaayyy..

Alhamdullilah, untuk orang yang sudah lupa kapan terakhir berlari jarak menengah. Saya jadi paham kenapa kita seakan-akan kehabisan nafas saat sedang beraktifitas fisik. Itu karena kadar VO2Max yang rendah, jadi tubuh tidak bisa memproses oksigen yang masuk kedalam paru-paru sehingga kita seperti kehabisan nafas.

Setelah tahu tingkat VO2Max, saya pun menemukan resolusi baru 2017, yaitu harus sering-sering jogging untuk meningkatkan kadar VO2Max agar bisa masuk kategori BAIK.

Ayooo satto kamu bisa.

Read More

Bandara Soekarno-Hatta Peringkat 63 World’s Best Airport 2016 versi SkyTrax

Rabu, 28 Desember 2016

2 komentar
Total international airport di dunia kurang lebih ada sekitar 800 bandara. Kalau bandara international Soekarno-Hatta berada di posisi 63, itu membanggakan atau tidak..?.

Kalau menurut saya sih membanggakan lah, walaupun  terjadi penurunan peringkat dari tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-57. Ini karena adanya proyek pembangunan terminal 3 yang baru saja beroperasi pada Agustus 2016 lalu.



Memang masih jauh tertinggal dari bandara international tetangga sebelah yaitu Changi Airport di Singapura yang selalu menjadi the World’s Best Airport 4 kali berturut-turut sejak tahun 2013, 2014,2015 dan 2016.

Oke tidak usah jauh-jauh membandingkan dengan Changi, di kawasan asia tenggara kita pun masih kalah oleh bandara Bangkok Suvarnabhumi di Thailand yang berada di peringkat 36.

Ini salah satu sudut di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Tangerang

Walaupun begitu, ada sedikit kebanggaan ketika bandara Soekarno-Hatta pada 2016 peringkatnya berada lebih baik dari, Los Angeles Airport, Manchester Airport, Guangzhou Airport bahkan Perth Airport di Australia. Keren kan?

Tahun 2017 Angkasa Pura 2 memilih Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu untuk di usung agar menjadi The World’s Best Airport versi Skytrax. Bandara Soekarno-Hatta, berharap dengan kehadiran terminal 3 bisa menaikkan peringkat mereka ke posisi-50.

Lalu bagaimana dengan bandara Kualanamu?. Kalau melihat trendnya, menurut saya Bandara Kualanamu bisa lebih baik dari bandara Soekarno-Hatta. Dengan fasilitas yang lebih baik, khususnya fasilitas transportasi pendukung berupa kereta cepat khusus bandara bisa menjadi nilai lebih bandara Kualanamu. Syaratnya kita harus dukung dengan ikutan votting online dari skytrax dengan mengakses www.worldairportsurvey.com.

Selain itu, Angkasa Pura 2 juga berharap tahun ini peringkat Bandara Soekarno-Hatta bisa menjadi bandara bintang-4 dari yang sebelumnya bintang-3. Sementara untuk Kualanamu bisa menjadi bandara dengan standard bintang-5.



Bandara international yang terakhir saya kunjungi adalah bandara Soekarno-Hatta pada November 2016 lalu. Sejak kehadiran terminal 3, kondisi terminal 1 dan 2 sedikit lebih teratur dan tidak terlalu riwueh seperti terminal bis.

Cerita saya tentang Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta


Indikatornya ketika saya mendarat di terminal 1, kalau sebelumnya untuk mengambil bagasi bisa memakan waktu yang cukup lama, tidak untuk kali ini. Saya hanya singgah di kamar kecil untuk menuntaskan sesuatu yang tertahan, namun begitu saya tiba di lokasi pengambilan bagasi, hanya tersisa koper saya saja. Biasanya saya harus menunggu cukup lama sebelum koper-koper itu keluar dari rel berjalan.

Untuk Terminal 3 saya punya cerita sendiri, untuk saat ini terminal 3 merupakan bandara termegah yang pernah saya kunjungi. Karena saya belum pernah mengunjungi bandara Kualanamu dan bandara Ngurah Rai, yang menurut beberapa orang tidak kalah keren.

Fasilitas di terminal 3 berupa meja dan sumber power listrik ini bisa digunakan oleh para penumpang yang menunggu penerbangan
Terminal 3 mempunyai design yang berbeda dengan terminal 1 dan 2 Soekarno-Hatta. Langit-langit yang tinggi dan dominasi warna silver dan futuristik membuat terminal 3 terasa lebih modern  namun tetap dengan sentuhan Indonesia.

Selain terus membenahi pembangunan infrastruktur, Angkasa Pura 2 mulai mengembangkan pelayanan dalam bentuk digital yaitu Applikasi Indonesia Airport  yang dapat di download di playstore (untuk saat ini hanya untuk pengguna android). Aplikasi ini bisa di gunakan untuk  bandara yang berada di bawah pengawasan AngkasaPura 2.

Setelah registrasi kita harus memilih Bandara mana kita berada, lalu kita akan masuk ke menu utama. Di sini kita bisa memilih bermacam menu sesuia yang kita butuhkan

Aplikasi ini bisa digunakan untuk melihat jadwal pesawat yang akan mendarat/arrival ataupun yang akan berangkat/departure secara realtime. Jadi kita bisa melihat status penerbangan yang kita inginkan saat akan berangkat atau saat akan menjemput kerabat.

Jadwal keberangkatan dan kedatangan di hadirkan secara realtime di aplikasi ini. jadi kita bisa memantau status penerbangan di bandara tersebut.
Kita juga bisa melihat flight radar di aplikasi IndonesiaAirport, ini sih buat seru-seruan dan menambah ilmu pengetahuan kita aja sih. Jadi di flight radar, kita bisa “memantau” pergerakan pesawat yang kita tunggu sudah sampai mana. Tidak hanya itu, waktu tempuh, jarak, type pesawat, sampai perkiraan waktu mendarat dan kurang berapa kilometer lagi mendarat di bandara tujuan semua tercantum jelas. Menurut saya sih keren ya.

Kita tidak hanya bisa melihat flight status, tapi juga flight radar. menariknya kita bisa tahu jarak tempuh, estimasi mendarat atau dellay sampai berapa kilometer dan berapa menit lagi pesawat ini akan mendarat
Selain itu kita bisa booking antrian taksi melalui aplikasi ini, jadi sesaat kita mendarat dan sedang menunggu bagasi kita bisa booking antrian taksi. Dan saat kita sampai di antrian taksi, kita tinggal kasih lihat nomor antrian kita ke petugas, jadi cukup menyingkat waktu. Untuk informasi, antrian taksi di bandara Soekarno-Hatta di bagi 2, ada yang khusus antrian taksi Bluebird dan antria taksi non-Bluebird.

Cara antri taksi pun semakin di permudah dengan aplikasi ini. lebih mempesingkat waktu. Bagi yang belum mempunyai aplikasi ini, bisa mengambil nomer antrian di mesin antrian yang tersedir
Ada lagi satu kegunaan aplikasi ini yang paling keren menurut saya, yaitu AirportCare. Simbolnya sih memang bentuk hati dan detak jantung, tapi ini bukan fasilitas kesehatan. Ini bisa di gunakan oleh pengguna bandara untuk melaporkan fasilitas apa saja yang dikira kurang maksimal dan butuh perhatian lebih lanjut.

Kita bisa realtime melaporkan langsung apa fasilitas yang tidak dalam kondisi baik, sehingga bisa langsung di tindak lanjuti.
Jadi kita bisa foto fasilitas yang kita anggap kurang baik atau pelayanan yang kurang maksimal, lalu kasih judul dan keterangan lalu di submit. Ini akan jadi penilaian bagi Angkasa Pura agar lebih bisa memperbaiki diri kedepannya untuk bisa menjadi bandara internasional yang di pertimbangkan di dunia.


Jadi bantu vote bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamo ya..


Read More

The Professionals, Saat Para Ahli Membalas Dendam

Kamis, 22 Desember 2016

2 komentar
The Professional merupakan film produksi terbaru dari MNC Pictures. Rilis serentak tanggal 22 Desember 2016, film ini bisa jadi pilihan bagi penikmat film yang ingin melihat sebuah film action dengan sudut pandang yang berbeda. Sebuah film action heist (pencurian) yang di klaim belum pernah ada di Indonesia.

"Film yang ngomong action tapi yang pinter. Jadi nggak melulu tembak-tembakan" Ujar Lukman Sardi seperti di kutip oleh sindonews.com.

Kalau ada Lukman Sardi di deretan pemain, maka film itu akan selalu jadi prioritas saya. sumber foto: official IG @thepromovie
Sejenak saya jadi teringat sebuah film Ocean Eleven yang di produksi pada tahun 2001, lalu di lanjutkan sequelnya Ocean Twelve (2004) dan Ocean Thirtheen (2007). Film dengan genre perampokan ini selalu menjadi favorit saya. saya sudah menonton ketiga dan tidak pernah bosan. Lalu bagaimana dengan The Professionals?.

Jujur saya sangat antusias saat mengetahui bahwa akan ada film bergenre heist di Indonesia, apalagi terbilang jarang sekali genre ini di garap serius. sebelumnya mungkin sudah ada film tentang perampokan, tapi di balut dengan komedi yaitu Comic8. Jujur kalau film ini, yang di tonjolkan adalah kekonyolan para pelaku tapi tidak secara detil mengungkap rencana perampokannya.

Its Paybacak Time

Lain Comic8 lain juga The Professionals, film ini cukup detil memperlihatkan persiapan sebuah perampokan, walau menurut saya plotnya masih terlalu terburu-buru. Sejak awal film di mulai kita sudah di sajikan konflik di tangkapnya seorang tokoh, lalu bergulir cepat saat si tokoh yang di perankan oleh Fachri Albar sudah keluar dari penjara dan akhirnya mempunyai rencana balas dendam kepada mantan rekan bisnisnya

Yang saya suka dari film ini adalah karakter dari tokoh-tokoh yang ada. Semua punya keahlian dan karakter yang berbeda-beda tapi mempunyai tujuan yang sama. Lukman Sardi berhasil memerankan tokoh pria yang sudah berumur, mempunyai ketelitian yang tinggi, bijaksana namun dingin.

Satu tokoh yang menarik diperankan oleh Cornelio Sunny, pakar IT yang jago ngehack dan bisa menyusup ke system komputer manapun yang dia mau. Tidak seperti kebanyakana pakar IT yang selalu digambarkan kutu buku dan berkaca mata tebal, di film ini justru karakternya berantakan, jorok dan ceroboh.

Yang seru adalah saat Cornelio Sunny nghecak warung internet (warnet). Saat itu di warnet sedang banyak anak-anak SD/SMP sedang bermain game online sambil saling berteriak dengan lantang satu sama lain. Begitu warnetnya di hack, suasana semakin menjadi gaduh dan Cornelio dengan santai meninggalkan warnet itu. Ini mimpi saya banget.

Tapi sayang, menurut saya musuh terlalu mudah di taklukkan. seakan tidak ada perlawanan berarti. Terlebih lagi digambarkan bahwa Arifin Putra merupakan sosok yang sangat detil dan perfeksionis tapi begitu mudah di kalahkan. Memang ada adegan kejar-kejaran dengan menggunakan mobil di jalanan ibukota, tapi masih kurang bikin saya dag-dig-dug seerr.

Mungkin karena tidak ada konflik personal yang di angkat, jadi begitu tujuannya mengambil doodle berhasil selesai sudah konfliknya. walau pun di penghujung film kita di berikan element kejutan siapa yang membantu Fachri Albar dalam menjalankan misi balas dendamnya.

Tapi sebagai genre film yang terbilang baru di Indonesia, The Professionals wajib di tonton. Selain di perankan oleh aktor-aktor kawakan Indonesia, unsur grafis di film ini cukup halus dan nyaman di lihat, tidak terlalu berlebih. Jalan cerita yang tidak mudah di tebak, bahkan saya baru mengetahui bentuk doodle yang di cari di penghujung film.

Okee untuk rate film ini dari 0-100, saya akan kasih 75. Pemilihan genre yang unik dan pemain berkualitas menjadi nilai lebih. Kalau saja konflik personal lebih di hadirkan atau element of surprisenya di tambah, saya rela kasih rate 80.

Sekali lagi itu hanya penilai dari saya, kalau kamu gimana..? tonton filmnya,, lalu kita diskusi di kolom komentar ya.

Pertanyaan terakhir, kira-kira gimana nasib Fachri Albar dan keluarganya ya..?

Film ini wajib di tonton, kalau ingin melihat film Indonesia dengan genre yang berbeda. sumber foto: official IG @thepromovie

Cast and Crew
Judul : The Professionals
Genre: Aksi
Sutradara: Affandi Abdul Rachman
Produser: Toha Essa

Pemain Film The Professionals:
Fachri Albar sebagai (Abi)
Arifin Putra sebagai (Reza)
Richard Kyle sebagai (Jo)
Lukman Sardi sebagai (Cokro)
Cornelio Sunny sebagai (Ferry)
Melayu Nicole sebagai (Sophie)
Imelda Therrine sebagai (Nicole)
Read More