Dua Hal Yang Bisa Bikin Kita Celaka Di Lokasi Kerja

Jumat, 18 November 2016

2 komentar

Siapa yang mau celaka..?

Ada yang mau..?. Semua sudah punya BPJS kan?.

Saya sih nggak ya, karena memang kecelakaan itu tidak diinginkan oleh semua pihak bahkan bagi mereka yang sudah di cover asuransi paling mahal sekalipun.  Karena kalau kita kecelakaan (jangan sampai dehh…) yang merasakan tidak hanya kita sendiri tapi yang menderita itu bisa orang-orang di sekitar kita juga. Terlebih menderita secara psikis saat melihat yang terkena musibah mengerang kesakitan dan menjerit pilu.

Kecelakaan itu bisa terjadi dimana saja, kapan saja, tidak bisa kita duga bahkan dalam kondisi yang sudah di persiapkan sebelumnya.  Apalagi di dunia kerja yang melibatkan aktifitas fisik secara langsung tentu akan semakin beresiko.

Kalau kita semua sepakat tidak ingin celaka, berarti kita harus tahu kenapa seseorang bisa celaka di tempat kerja. Mengutip salah satu tagline criminal: “Kejahatan bukan hanya karena niat pelakunya tapi juga karena ada kesempatan”.

Pun begitu dengan kecelakan di lokasi kerja bisa terjadi tidak hanya karena lokasi kerja yang tidak sesuai dengan standard K3 tapi juga karena perilaku pekerja.

Menurut Dr. Ir. Darba Daraba M. Si. Selaku Direktur Bina Penyelengaraan Jasa Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, saat di temui di acara talkshow KemenPUPR bersama blogger dalam rangkaian acara Infrastructure Week 2016 Jakarta Convention Center,  ada 2 faktor yang menjadi penyebab kecelakaan kerja.

Pertama, Unsafe Action yaitu perilaku yang tidak aman dan berbahaya bagi pekerja. Misalnya tidak bekerja sesuai prosedur K3, bekerja tidak sesuai skill, bekerja sambil bercanda dan banyak kecerobohan lainnya yang biasa dilakukan secara sengaja atau tidak oleh para pekerja.

Kedua, Unsafe condition adalah kondisi tidak aman di lingkungan kerja. Misalnya alat pelindung diri yang kurang lengkap atau tidak memenuhi standar. Tempak kerja yang tidak sesuai dengan keselamatan dan kesehatan kerja, misalnya ventilasi yang tidak baik, ruangan kurang cahaya yang cukup atau bahkan tidak tersedianya fasilitas kamar mandi yang baik bisa jadi menimbulkan masalah bagi K3 di lokasi kerja.

Karena K3 tidak hanya membahas bagaimana cara mengurangi atau bahkan menihilkan resiko kecelakaan kerja, tapi juga kesehatan para pekerja juga perlu diperhatikan. Baik saat sedang bekerja ataupun resiko kesehatan yang terjadi setelah para pekerja pulang kerumah masing- masing.

Menurut data yang dilansir oleh Republika Online pada Senin 29 Juni 2015, angka kecelakaan kerja pekerja di bidang konstruksi paling tinggi diantara sektor lainnya yaitu 31.9 persen. Padahal jumlah tenaga kerja di bidang konstruksi cukup sedikit, hanya 6 juta dari total pekerja di Indonesia. Kalau dihitung berarti hampir 2 juta pekerja bidang konstruksi mengalami kecelakan kerja di tahun 2015.

Terjatuh dari ketinggian, terbentur dan tertimpa merupakan kejadian yang sering terjadi di lokasi konstruksi

Lalu bagaimana cara pemerintah menanggapi masalah kecelakaan kerja di bidang kontruksi ini?. Menurut Ir.Lazuardi Nurdin, Ketua Umum Asosiasi Ahli K3 Konstruksi Indonesia, Sebenarnya pemerintah sudah menyiapkan peraturan tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau SMK3 melalui Peraturan Pemerintah No.50 tahun 2012. Selain itu melalui PERMENPU No.5 2014 mengenai RK3K (Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak) semakin menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus mengenai keselamatan dan kesehatan kerja terlebih lagi pekerja dibidang konstruksi.

RK3K menjadi syarat pelengkapan penawaran tender setiap proyek konstruksi. Dalam penawaran RK3K harus di jabarkan secara detil mengenai identifikasi bahaya yang terjadi, penilai resiko bagi pekerja dan pengendalian resiko saat terjadi hal yang tidak diinginkan. Semua harus dirinci sangat detil agar keselamatan dan kesehatan kerja para pekerja konstruksi bisa terjamin dengan baik.

Ditambah dengan adanya Pakta Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi Departemen Pekerjaan Umum, yang isinya mengenai; Keteladanan untuk keselamatan, Keutamaan untuk keselamatan, Integrasi untuk keselamatan, Kompetensi untuk keselamatan dan Pengetahuan untuk keselamatan.
   
Pakta komitmen yang sudah di tanda tangani sejak 12 februari 2009 oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto bersama mitra kerja diharapkan bisa menjadi dasar untuk lebih mengedapankan K3 yang lebih baik.

Harus diakui pengelolaan SMK3 masih jauh dari kata ideal, Kementerian Tenaga Kerja pada tahun 2015 hanya memiliki 500 tenaga pengawas K3 untuk mengawasi 2000-3000 perusahaan. Jumlah yang masih jauh dari kata ideal, tapi bukan berarti tidak mungkin mewujudkan keselematan dan kesehatan kerja yang maksimal.

Selain itu, mindset atau cara berpikir para pekerja pun harus berubah. Kurang sadarnya para pekerja mengenai keselamatan diri sendiri pun masih kurang. Tidak jarang peraturan K3 yang sudah di susun oleh perusahaan dilanggar oleh pekerja sendiri dengan alasan yang sebenarnya tidak masuk akal.

Sebenarnya K3 itu bisa dimulai dari rumah atau pun kehidupan pribadi. Jika kita sudah menerapkan dengan baik, tentu kita akan terbiasa menjalankan K3 ditempat kita bekerja.

Saya jadi ingat ketika di undang untuk meninjau salah satu pabrik otomotif yang mempunyai pangsa pasar terbesar di Indonesia. Di pabrik itu yang saya ingat sedikit mengenai peraturannya K3 adalah hal yang sangat sederhana.

Dilarang menggunakan handphone saat sedang berjalan. Jadi kalau kita ingin melihat handphone kita harus berhenti atau duduk, ini untuk menghindari kita menabrak sesuatu saat pikiran kita tertuju pada handphone.

Lalu ada peraturan saat berjalan atau turum naik tangga, tangan kita jangan di masukkan kedalam saku celana dan harus memegang pinggiran tangga. Selidik punya selidik, ternyata ini berfunsi agar refleks tangan bisa cepat melindungi bagian tubuh lain saat kita terjatuh.

Sekali lagi, K3 adalah tanggung jawab kita, dan semua berperan serta untuk meningkatkan K3, tidak hanya pengusaha tapi juga para pekerja. Karena "Safety Is My Life"




Read More

Istilah Adobe Photoshop Yang Harus Di Ketahui Para Blogger

Jumat, 11 November 2016

40 komentar

Yeeeee,…heelloow my friends, akhirnya untuk kali pertama nekat nulis tentang software pengolah foto paling legendaris atau setidaknya software pelopor untuk olah digital yaitu Adobe Photoshop. Semoga suka ya..

Embrio Adobe photoshop pertama kali diperkenalkan oleh Jhon Knoll bersama saudaranya yang masih kuliah, awalnya mereka memberi nama Software mereka dengan nama Display. Om Jhon Knoll ini bekerja di bagian special effect Lucas Film, tau dong Lucas Film dengan Star Warsnya yang keren binggit itu. 

Tahun 1990 Adobe Photoshop resmi di perkenalkan untuk publik. Untuk versi Photoshop 1.0 hanya diperuntukkan untuk Machintos dan baru pada tahun 1992 Photoshop 2.5 sudah bisa di gunakan PC dengan platform Windows.

Versi Adobe Photoshop terus berkembang sampai saat ini dengan kelebihannya yang sudah bisa membuat model 3D . Nah terus saya pakai Adobe Photosho versi berapa..? Saat ini saya menggunakan Adobe Photoshop versi CS3 di Laptop Dell Core i3 saya dan Photoshop 7.0 untuk di notebook Asus Aspire one Intel Atom.

Oke cukup buat belajar sejarahnya ya, sekarang saya mau memperkenalkan tools atau istilah dasar apa saja yang perlu kita ketahui sebelum mulai mengoprek gambar di Adobe Photoshop. Kenapa harus tahu istilahnya terlebih dahulu sih? langsung sikat aja pak.

Ya harus lah biar nanti gak terlalu bingung pas ngebaca tips selanjut dari saya yang akan saya share.


Menu
Lokasinya ada di bagian atas, setidaknya ada 9 menu yang bisa kita explore. Seperti halnya menu di Microsoft office semua pengoperasian dasar di mulai di sini, mulai dari membuka file, save sampai mengedit image dan mengatur lembar kerja.

ToolBar
Kalau kita lihat banyak sekali symbol-simbol yang jarang kita lihat di toolbar. Tapi untuk mengedit gambar khususnya untuk kepentingan mengisi konten di blog kita hanya menggunakan beberapa tool yang tersedia.  Posisi toolbar bisa kita pindah-pindah dengan cara Drag and Drop.

Palettes
Adanya di sebelah kanan layar. Palettes ini memudahkan kita untuk mengatur layer, merubah warna dan lainnya. Yang sering digunakan adalah Palettes Layer, Palettes Adjusment, Palettes Color, Palettes Text sampai Palettes History. Untuk mengaktifkan palettes yang masih tersembunyi bisa di akses di menu Windows dan klik palette yang di inginkan.

Mengenal ToolBar
Untuk mengolah foto atau image tidak semua tool dalam toolbar harus digunakan, saya coba merangkum tool mana saja yang sekiranya dibutuhkan untuk kita selaku blogger.



1. Move Tool (Shorcut : V), Tool Ini untuk memilih image yang akan di edit dan juga bisa digunakan untuk menggeser image yang sedang kita olah.

2.  Marque (Shorcut : M), Fungsinya untuk memilih bagian mana saja yang kita butuhkan. Bentuknya ada kotak dan lingkaran. Setelah kita memilih objek yang kita ingin kan, kita bisa copy paste, menghapus atau bahkan menggeser objek.

3. Lasso (Shorcut : L), Sama seperti Marque tool, tapi lasso tool lebih fleksibel dalam hal bentuk. Kita bisa sesuaikan bentuk yang kita inginkan, tidak hanya kotak dan bulat.

4. Crop Tool (Shorcut : C), ini untuk memotong atau menyesuaikan ukuran gambar yang kita butuhkan. Kita juga bisa menentukan seberapa panjang atau lebar foto dengan mengisi nilai dalam ukuran centimeter di bagian atas dekat menu.



5. Type Tool (Shorcut : T), Sesuai namanya, jika mengaktifkan tool ini kita bisa mengetikan kalimat, mengubah font, warna, ukuran dan lainnya untuk menyesuaikan design yang sudah kita buat.

6. Zoom Tool (Shorcut : Z), Kalau yang ini untuk menyesuiakan tampilan pada lembar kerja. Zoom In dengan symbol (+), dan Zoom Out dengan symbol (-).

Jangan pusing dulu ya,..sebenar gak serumit penjelasan saya di atas sih. Intinya kalau kita mau kutak-katik gambar di Photoshop ada baiknya pahami dulu, Menu, ToolBar dan Palettes yang saya jabarkan di atas. Jadi ketika kita sudah mulai praktek tidak akan aneh jika mendengar istilah-istilah yang kita bahas saat ini.

Nah kalau sudah agak paham sama istilah yang ada di atas, lanjut ke artikel ini ya my friends..

Read More

Belajar Mengenal Ular di Kawasan JaBoDeTaBek

Rabu, 09 November 2016

20 komentar
Ada yang takut sama hewan melata sejenis Ular…? Kalau ada berarti kita punya problem yang sama. Kalau saya antara takut dan geli, tekstur ular yang bersisik dan tidak bertulang agak sedikit aneh saat saya coba memegang ular.

Dengan adanya buku ini, diharapakan konflik manusia dan ular bisa di tanggapi dengan bijak
Pertanyaannya adalah, haruskah kita takut akan ular..?

Sebenarnya kita tidak perlu takut terhadap ular. Justru ular yang takut  dan akan menghindar jika bertemu manusia, karena belum pernah ada dalam sejarah ular mengejar-ngejar manusia seperti saat kita di kejar oleh anjing. Ular mengejar manusia itu hanya ada di dalam film.

Ular hanya akan menyerang kita jika dia merasa terancam dan tidak dapat menghindar. Ini yang harus kita ingat, kadang  serangan ular terjadi ketika kita tidak sengaja mendekat sehingga menggangu keberadaan mereka.

Lalu kenapa bisa terjadi konflik antara manusia dengan ular, seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah. Ini dikarenakan ekosistem atau tempat tinggal ular yang sudah berubah fungsi menjadi ladang, pemukiman dan sebagainya.

Setidaknya itu yang di paparkan di buku “Mengenal Ular Jabodetabek”.

Lalu siapa yang mau kenal sama ular..? Sejujurnya saya tidak mau, tapi harus karena ini pengetahuan yang belum banyak orang tahu sehingga masih banyak persepsi tentang ular.

Sebelum saya bahas bukunya lebih jauh, saya mau cerita tentang penulisnya, Nathan Rusli. Saya kenal dia sudah sejak kurang lebih 5 tahun yang lalu, wooww lama juga ya.

Pertama kali bertemu saat saya mengajar ekstrakulikuler di sebuah sekolah swasta dan Nate, begitu saya biasa memanggilnya punya kepribadian yang unik atau bisa dibilang nyentrik.

Bagaimana tidak, waktu masih di jenjang SMP Nate sudah sering membawa ular. Yesss ular beneran, bukan ular karet.

Dan Pernah satu waktu dia masuk ke kelas lalu bilang ke saya, “Kak, Saya bawa ular" sambil tersenyum dan memperlihatkan karung berwarna putih .

"Ular apa..?"

"Ular Kobra kak,.."

“Wooowww,…Nate hati-hati loh ya”. Ujar saya sambil menjaga jarak, siapa yang nggak khawatir ada anak SMP bawa ular kobra di dalam tas sekolahnya.

Ajaibnya dilarang sekeras apapun, tidak akan menyurutkan kecintaan Nate pada hewan reptil ini. Pihak sekolah pu kesulitan memperingati Nate karena dia sering membawa berbagai jenis ular ke sekolah, mulai ular berbisa ringan sampai ular berbisa tinggi seperti kobra.

Yang saya lakukan adalah meminta Nate untuk tidak membawa ular yang berbisa tinggi karena bisa membahayakan untuk orang di sekitarnya, walau tetap saja jiwa remaja Nate kadang tidak bisa di bendung.  

Tapi saya kagum dengan konsistensi Nate, secara tidak langsung saya mengikuti perkembangan dalam membuat bukunya tentang ular. Setiap ada kesempatan bertemu Nate selalu semangat kalau di tanya mengenai buku dan ular, dan akhirnyanya di tahun 2016 buku Nate tentang edukasi ular berhasil di terbitkan.

Buku ini diharapkan bisa menjadi penambah pengetahuan masyarakat tentang ular, yang selama ini tidak semuanya benar.

Dengan begitu masyarakat bisa mengidentifikasi jenis ular saat di temui atau jika terjadi kontak, karena jika ada kejadian serangan oleh ular akan memudahkan tim medis dalam mengambil tindakan.

Sanca batik tidak berbisa, ular terpanjang di dunia ini sering di temui di area Jabodetabek. melumpuhkan mangsanya dengan melilit hingga mangsanya kehabisan nafas. (hal.95)
Di buku ini dibahas setidaknya 40 jenis ular tidak berbisa atau berbisa rendah dan 8 ular berbisa tinggi yang semuanya bisa di temui di wilayah Jabodetabek. Informasi mengenai ular-ular tersebut di bahas secara detil mulai dari corak warna, ukuran, nama latin, di mana biasa ditemukan sampai apa yang biasa di mangsa oleh ular tersebut.

Tidak hanya sekedar tulisan, tapi buku ini pun dipenuhi oleh foto-foto ular yang menarik. Jadi sambil membaca kita bisa melihat jelas visual ular yang sedang di bahas.

Selain menjabarkan secara detil jenis-jenis spesies ular yang ada di Jabodetabek, di buku ini juga berisi bagaimana harus bertindak bila bertemu ular.  Lalu apa yang harus kita lakukan saat ada yang tergigit oleh ular, sampai informasi bagaimana jika kita ingin memelihara atau sekedar memotret ular yang aman.

Ular Bangka Laut (Green Pit Viper), ular berbisa tinggi yang racunnya menyerang darah ini mempunyai ciri khusus di bagian ekornya yang berwarna merah. Kadang kita tertukar dengan ular pucuk dan ular gadung luwuk yang tidak berbisa. (hal.123)
Jujur saja kita bisa belajar banyak mengenai ular dari buku ini, sehingga kita tidak lantas membunuh ular saat kita bertemu, karena ular juga memegang peranan penting dari sistem ekosistem dunia. Sebuah buku karya anak muda Indonesia yang tahun ini pun belum lulus dari SMU bisa menjadi referensi entah itu kalangan umum, pengajar maupun peneliti.

Nate kini sedang menimba ilmu di UK, mengejar cita-cita dia untuk menjadi ahli herpetology. Namun begitu kecintaan Nate terhadap Indonesia sangat besar, sebelum keberangkatannya ke UK dia berjanji akan kembali untuk mengexplore kekayaan ragam hayati dan hewani di bumi ibu pertiwi.

Saat ada yang terkena gigitan ular yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan metode "pressure immobilisasi". yaitu menjaga bagian yang tergigit agar tidak bergerak sama sekali. Kalau kita bisa mengidentifikasi jenis ular yang menggigit, akan membantu tim medis untuk memberikan SABU (Serum Anti Bisa Ular).
Sedikit catatan saya mengenai buku yang di tulis dalam dua bahasa ini. Harganya masih terlalu mahal jika sasaran buku ini untuk mengedukasi masyarakat luas, kalau saja harganya bisa lebih terjangkau maka akan banyak yang bisa terbantu dari buku ini.

Seharusnya buku ini tidak di cetak dengan hardcover yang justru menambah biaya produksi. Saya tahu jiwa sosial Nate sangat tinggi, dan mahalnya buku ini bukan karena ingin untung lebih banyak, tapi lebih ke biaya produksi yang juga cukup tinggi.

Maju terus Nate, terima kasih sudah mau berbagi keilmuannya dalam bentuk sebuah buku yang luar biasa ini.  
Read More

Malam 4 November 2016 Depan Sarinah Thamrin

Sabtu, 05 November 2016

2 komentar
Unjuk rasa 4 November 2016, menuliskan ceritanya sendiri sebagai demonstrasi terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Hampir sebagian besar ormas islam bahkan organisasi kampus pun turun kejalan untuk menyalurkan aspirasinya. Semua memenuhi jalan MH.Thamrin menuju ke Istana Negara di kawasan medan merdeka.

Suasana di depan sarinah jam 20.30, pengunjuk rasa mulai melewati jalan ini untuk menuju ke gedung MPD/DPR RI

Untuk itulah saya putuskan untuk melangkah. Setelah shalat jumat dengan bermotor ria saya langsung menuju ke Sarinah untuk parkir motor. Kenapa Sarinah? Karena hanya di sana yang menurut saya aman untuk taruh motor dan lokasi yang berada di tengah jalan MH.Thamrin.

Sejak awal saya sudah salut dengan kompaknya umat muslim dalam berunjuk rasa. Ini yang namanya menyalurkan aspirasi ala muslim tenang dan damai. Walau beberapa orator teras lebai “ngebacot” yang jujur bikin saya ilfil sama logika mereka.

Tuntutan kita sudah jelas, ingin melakukan proses hukum Ahok yang diduga menista agama. Gak usah juga bilang,

“kita akan menginap jika ahok tidak ditangkap malam ini”

“Jokowi lagi mules di demo oleh jutaan umat”

“Kalo malam ini ahok gak ditangkap, besok kita googling alamat Ahok lalu kita samperin rumahnya”
Dan banyak lagi ucapan, Gantung, Bunuh, sampai Ba*i.

Ahhh sudahlan itu hanya sebuah pilihan, Kalau saya lebih suka nongkrong di orator yang sering mengumandagkan shalawat, takbir dan mengingatkan waktu shalat.

Jam sudah menunjukkan pukul 17.00, saya putuskan untuk mecari tempat untuk memilah gambar dan di share di blog. Saya akhirnya masuk kerestoran fastfood di area sarinah, tidak terlalu ramai seperti hari jumat malam biasanya, karena dengan mudah saya menemukan tempat makan yang dekat sumber daya listrik.
Di saat saya sedang memilah foto, beberapa kali terdengar serine ambulance, kok tau itu ambulance?. Kalau diperhatikan suara serine itu berbeda antara ambulance, polisi atau pemadam kebakaran. Saya sih gak terlalu memperhatikan, karena dari siang suara serine sudah sangat akrab.
Pengunjuk rasa mulai bergerak setelah situasi sempat memanas di medan merdeka

Barikade terdepan mengawal para pengunjuk rasa dan mobil komando saat malam menjelang
Yang aneh, saat petugas keamanan gedung menutup akses pintu fastfood yang menuju ke pusat perbelanjaan, lalu menutup jendela yang awalnya sudah sempat dibuka. Tapi saya coba berfikir positif, sekitar jam 20.00 saya bereskan semua peralatan, Notebook dan kamera saya rapihkan kedalam tas dan beranjak pulang.

Tapi sebuah rasa yang nggak jelas, memaksa saya untuk duduk di bangku pinggir jalan depan pertokoan Sarinah.  Tidak lama, seorang pelajar dengan celana abu-abu lewat membawa bamboo pendek dengan odol memenuhi bawah mata, spontan saya bertanya. “Masih ada Demo..?”

“Masih bang, rusuh sampe bakar-bakaran trus kita di lemparin gas airmata. Ada habib yang kena”. Ujar pelajar tersebut dengan napas yang terengah-engah. Yang saya tahu belakangan dari berita televisi, habib yang di maksud adalah ust.Arifin Ilham.

Seorang pengunjuk rasa menuntaskan rasa ingin tahu bagaimana rasanya mengintip dari balik tameng yang berhasil di rampas salah seorang pengunjuk rasa
Sudah ada yang pernah kena gas air mata..?jangan sampe deh. Rasanya itu pedih di mata, kalau kita kucek makin tambah parah yang bisa kita lakukan adalah memejamkan mata dan mencari air tapi tetap jangan dikucek. Selain itu baunya menusuk hidung, kita seperti kesulitan bernapas. Itulah kenapa saat unjuk rasa terjadi chaos, kita sering lihat ada yng mengoleskan semacam odol di bawah mata untuk menghalau perih dan menggunakan tutup muka agar terhindar dari bau yang menyengat.

Tidak lama berselang, sebuah motor matic berisi dua orang pemuda tanggung berhenti di depan saya. Begitu turun salah satu dari mereka langsung mengambil 2 bongkahan conblock dan di taruh di bagian injakan kaki depan. yang satunya memegang tongkat kayu berukuran 2 meter.

Melihat ini, saya langsung menyingkir dan menyiapkan kamera yang sudah saya rapihkan di dalam tas. 5 menit kemudian rombongan besar pengunjuk rasa sedikit demi sedikit melewati depan sharinah. Di tengah-tengah kerumunan massa ada mobil komando yang diatasnya ada pemuka agama.
Mereka membaca takbir dan shalawat, sama sekali tidak sekalipun terdengar nada provokasi yang keluar. Hanya ajakan untuk menuju ke gedung MPR/DPR. Semua berjalan perlahan dan kekhawatiran saya pecah bentrok tidak terjadi di lokasi itu.

Mobil komando sesaat mendekati perempatan Kawasan Sarinah Thamrin

Tetap Semangat mengikuti mobil komando menuju gedung MPR/DPR RI
Yang mengejutkan adalah, saat saya berada di perempatan Sarinah, saya melihat sendiri musisi sekaligus calon wakil bupati bekasi, Dani Ahmad di evakuasi keluar dari rombongan oleh beberapa orang yang menggunakan kemeja putih dan posturnya hampir sama besar.

Ahmad Dani yang saat itu menggunakan kemeja putih dan peci hitam, berjalan cukup cepat sambil punggungnya di rangkul salah seorang dan di ikuti 2-3 orang yang lain. sayang saya terlambat mengambil momen tersebut karena kejadiaanya sangat cepat.
Pengunjuk rasa menuju kawasan bunderan Hotel Indonesia
Setelah rombongan habis melewati kawasan sharinah, saya memutuskan untuk pulang kerumah, badan yang sudah letih dan perut yang keroncongan mengalahkan niat saya untuk ke gedung MPR/DPR. Di sepanjang jalan yang saya lalui di kawasan tanah abang, sayup terdengar syahdu takbir dari pengeras suara masjid. Mengingatkan saya akan hari raya lebaran yang suci dan penuh arti kedamaian dimana semua umat manusia saling memaafkan, tapi yang pasti bukan lebaran kuda.
Berjalan sendiri tidak mengapa demi sebuah keyanikan yang di perjuangkan

Pengunjuk rasa menguasai dua ruas jalan di kawasan tosari
Para pengguna jalan yang menuju bunderan hotel Indonesia harus berputar balik ke arah Menara BNI guna menghindari terjebak di antara para pengunjuk rasa
Tindak simpatik di lakukan anggota TNI saat pengunjuk rasa melewati kawasan Sarinah Thamrin. Sebagian pengunjuk rasa pun ikut menriakkan dukungannya terhadapTNI yang berjaga.
Kabar terakhir, sejak pukul 04.00 pagi para pengunjuk rasa membubarkan diri dari depan gedung MPR-DPR RI, dan jam 06.00 pagi situasi di depan gedung MPR-DPR RI sudah kosong dari pengunjuk rasa.
Read More

Demo 4 November Di Balik Sebuah Lensa

Jumat, 04 November 2016

4 komentar
Menyuarakan pendapat dimuka umum sudah di atur melalui konstitusi dan semua warga negara Indonesia mempunyai hak untuk itu, negara pun menjamin keamanan bagi warga negara yang ingin berpendapat, selama sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku.

Seperti Demonstrasi yang terjadi pada 4 November 2016 di Jakarta. Demo yang menuntut Gubernur petaha DKI yang kerap di panggil Ahok untuk di ditindak selaku penista agama karena perkataannya di kepulauan seribu beberapa waktu lalu.

Semua elemen ormas islam turun kejalan untuk menyampaikan aspirasi mereka.Ini kali kedua ormas islam turun kejalan dengan tuntutan yang sama, namun kali ini umat muslim yang hadir lebih banyak.

Sepanjang mata memandang, barisan manusia berbaju putih seakan tidak terputus, ratusan bendera ormas, spanduk, flyer pun tidak ketinggalan. Dari kata-kata yang sopan, sampai kata bernada caci maki.

Saya beruntung bisa menyaksikan ini dan mengabadikannya, betapa umat islam bersama dan bersatu turun kejalan, tidak hanya dari Jabodetabek tapi dari luar kota pun spontan hadir untuk solidaritas.

Allahu Akbarrr..!! saya terenyuh melihat muka-muka lelah bercampur semangat penuh keikhlasan saat bertemu sodara seiman saya di sepanjang jalan MH.Thamrin, Medan Merdeka. Salut buat mereka yang spontan tanpa pamrih untuk hadir di ibukota.

Tapi maaf, jujur saya tidak terlalu salut dengan beberapa orator yang cuap-cuap di atas mobil yang isi teriakkannya penuh mencaci dan memaki meluapkan kekesalan mereka ketimbang memberi semangat perjuangan. Jujur saya risih di saat mereka mengucapkan ayat-ayat alquran, sedetik kemudian mereka mengucapkan kata binatang yang di haramkan, lalu ucapan negatif yang bernada prokokatif.

Walau ada juga, beberapa orator yang bershalawat menyejukkan siang yang tidak terlalu panas saat itu.

Apapun yang terjadi hari ini, semua berjalan dengan lancar dan damai. Setelah ini biarkan semua di selesaikan melalui jalur hukum. kalau memang Allah berkehendak, jangankan memenjarakan Ahok, membenturkan bumi  dengan bulan pun hal yang mudah bagi-Nya.

Semoga Allah memberikan kita yang terbaik untuk hari ini dan esok hari.


Semua saling bahu membahu, berbagi air mineral pun sudah sangat membantu. walau sempat ada isu jangan menerima ari minum dari siapapun, semangat berbagi tidak akan luntur.

Jutaan umat berjalan pelan namun pasti menuju ke Istana Negara. Menunjukkan rasa solidaritas antar sesama. Gambar diambil dari atas jembatan penyebrangan dekat patung kuda

Beragam spanduk di bawa oleh para peserta unjuk rasa. Tujuannya sama dengan banyak macam kalimat.
Semua Bersatu, wanita dan pria semua sama disini. menuntut Ahok untuk di adili

Spanduk berbagai nada terus berdatangan sepanjang aksi

Sebuah spanduk bernada profokatif di pasang di JPO dekat patung kuda
Suasana di bundaran patung kuda di jalan medan merdeka. tampak sebuah stasiusn TV swasta menyiarkan langsung dengan perlengkapan yang cukup komplit untuk meliput unjuk rasa.
Semuanya bersuara lantang untuk sebuah perjuangan
Satu Komando satu perjuangan. jadi ingat saat masih kuliah dulu.
Selain orasi ada juga pertunjukan teaterikal di demo 4 November 2016

Unjuk rasa di awasi oleh MH.Thamrin


Jangan pernah tinggalkan perintah-Nya



Lokasi seadanya, bersuci dengan sebotol air mineral, asal tidak lupa perintahnya


Yang unjuk rasa, yang bekerja. petugas kebersihan ini siaga dari siang sampai malam menjelang

Relawan kebersihan memungut sampah yang ditinggal berceceran oleh para peserta unjuk rasa

Pemda DKI menyediakan banyak kantong sampah warna biru. beberapa ormaspun ikut membantu dengan membawa kantong sampah secara mandiri.



Rangga tunggu aku..!!.
Saatnya pulang,....jam menunjukkan pukul 17.00 sebagian peserta mulai meninggalkan lokasi unjuk rasa






Read More

Tiga Hal Yang Harus Berakhir Di Tanah Ibu Pertiwi

Tidak ada komentar

Menurut catatan tahunan komnas perempuan tahun 2016 tercatat 321.752 kasus kekerasaan pada perempuan yang di tangani oleh pengedalian agama atau peradilan agama. Jumlah itu terpisah dari 1.099 laporan yang langsung masuk ke Unit Pengajuan untuk Rujukan yang sengaja didirikan oleh Komnas Perempuan.

Total 322.581 merupakan jumlah yang mengkhawatirkan. Sebuah tanda bahwa perempuan dan anak belum dilindungi secara hukum. Memang sudah ada peraturan tapi dari beberapa kasus, pelaku kejahatan tidak dihukum secara maksimal.

Selain hukum yang kurang mendukung, lingkungan dan budaya pun ikut turun serta. Banyak korban kekeerasan yang tidak melapor karena alasannya takut di kucilkan atau di rendahkan oleh masyarakat sekitar. Ini yang membuat para pelaku semakin berani, karena yakin korban tidak akan melapor.



Di acara gathering Serempak yang di adakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini mengajak kita semua untuk berkampanye 3ends!. Apa saja kah 3Ends! Itu

1. end violence against women and children
2. end human trafficking
3. end barriers to economic

End violences against women and children adalah mengakhiri semua bentuk kekerasan baik itu fisik maupun psikis terhadap perempuan dan anak. Menurut kang Maman Suherman yang mejadi salah satu narasumber, saat ini dalam 24 jam ada 35 kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia yang terjadi.

End human trafficking, adalah mengakhiri kasus jual beli manusia khususnya perempuan dan anak. Perempuan dan anak masih menjadi komoditas untuk diperjual belikan dan mendatangkan keuntungan bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka biasanya diperjual belikan sebagai anak asuh, pekerja kasar, pembantu sampai pekerja seks komersial.

End barriers to economic, kita berusaha agar kesenjangan ekonomi tidak semakin jauh melalui kegiatan pemberdayaan perempuan. Tidak menutup kemungkinan, faktor ekonomi yang membuat para perempuan semakin tidak berdaya dan mudah dimanfaatkan.

Kang Maman pun berpendapat, kasus pelecehan perempuan yang terjadi bukan karena para perempuan yang senang menggunakan rok mini,tapi lebih di karenakan otak pelakunya yang terlalu mini/kecil. 

Pelecahan tidak hanya saat sang pelaku menyentuh si korban, tapi dengan “cat calling” atau menegur dengan panggilan yang tidak sopan pun itu sudah merupakan pelecehan.

Yang lebih berat adalah kebudayaan kita yang tidak menghormati korban kekerasan seksual dan kesetaraan gender. Kang Maman kembali memberi contoh, saat seorang perempuan ingin memeriksa kandungannya seorang diri pasti ditanya nama suaminya siapa?,pertanyaan yang tidak terlalu penting karena semua perempuan mampu bertanggung jawab atas dirinya sendiri, perempuan itu ditakdir untuk menjadi sosok yang kuat bahkan lebih kuat dari seorang pria.

Itulah kenapa Tuhan memutuskan agar wanita lah yang harus melewati fase melahirkan, karena wanita mempunyai  kekuatan untuk menahan sakit 45 kali lebih kuat dari seorang pria.

Perempuan itu harusnya berada di tempat yang mulia
Bukan menjadi bulan-bulan para penjahat berotak mini tak bermartabat
Mereka anggap semua wanita dan anak mahluk yang lemah tak berdaya
Tempat menumpahkan kekesalan dan kepuasan semata
Tapi percayalah jika kita semua bersama tidak akan ada lagi duka di antara kita
Yang akan ada hanya senyum dari anak, istri dan ibu kita tercinta.



Read More

Serempak Menjadikan Konten Adalah Raja

Kamis, 03 November 2016

1 komentar


Kenapa konten menjadi sangat penting bagi kita selaku penulis lepas di sebuah Blog?. Karena dengan Konten yang baik, maka percayalah bahwa nanti tulisan kita akan  bermanfaat bagi orang lain setidaknya bagi diri sendiri.

Konten akan selalu menjadi raja yang akan memancing pembaca untuk membuka halaman web kita. Dan dengan bahasa yang ringan dan mudah di cerna tentunya akan membuat pembaca betah berlama-lama.

Sebeenntarrr,..ini ngomongin apa ya..? Duhh berasa serius ya..? Okee, kita switch tombolnya sedikit biar gak kelewat serius.

Intinya ya, jangan sampai menipu pembaca dengan judul yang bombastis tapi ternyata kontennya tipis gak berisi. Tipikal kaya gini tujuannya hanya satu biar trafficnya blognya naik walau sesaat.

Lalu yang jadi pertanyaan bagaimana membuat konten kita mejadi raja?.

Kalau menurut saya, kita harus lebih banyak berlatih. Salah satunya mengenai sudut pandang penulisan konten kita yang harus berbeda dari yang lain. Itu menurut saya, bagaimana menurut Ani Berta perempuan yang sudah menginspirasi banyak orang ini.

Menurut Ani Berta, kita jangan terlalu puas dengan hanya mendapat info saat talkshow maupun press realease saja. Usahakan untuk melakukan interview agar mendapat tambahan informasi yang baik. Tambah data dan jangan lupa untuk verifikasi data tersebut.

Gunakan opini yang logis menggunakan bahasa yang santun sehingga bisa mengajak orang untuk bisa berbuat sesuatu.

Yang tidak kalah penting adalah, menampilkan foto, infografis maupun video yang mendukung agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang lebih dalam walau mereka tidak hadir di acara tersebut.

Setidaknya itu yang dapat saya cerna di acara ghatering Serempak di BINUS University FX senayan pada tanggal 27 Oktober 2016 lalu. Acara yang mengundang hampir 70 blogger ini sungguh berbeda, kenapa berbeda? Karena semua blogger yang hadir di sarankan menggunakan pakaian daerah. Dan ternyata semua totalitas dalam berpakian, termasuk saya yang menggunakan pakaian khas Bali.



Branding
Selain konten, kita pun harus bisa memposisikan kearah mana blog kita. Bahasa kerennya Branding. Branding itu apa ya..? Branding itu memutuskan sesuatu secara bersama-sama.
Eehhh….. Itu sih Berunding Omm.

Branding untuk sebuah blog pada dasarnya adalah sebuah identitas yang terlihat pada blog kita sehingga membedakan dengan blog yang lain. Lalu hal apa yang harus  dilakukan agar blog kita mempunyai ciri khas yang berbeda dari yang lain?.

Menurut Ina A. Muwarni, yang pertama harus di lakukan adalah mengenal pembaca kita, agar kita bisa menentukan gaya penulisan dan tema apa yang paling di cari.

Kedua; Konsisten terhadap tema. Ini yang sulit bro, apalagi para blogger kesohor yang setiap hari bisa dapat undangan lebih dari 2 liputan dengan 2 tema yang bertolak belakan. Pagi di undang ke acara parenting, sore di undang ke launching gadget.

Ini dilema, antara menghormati pengundang yang sudah mempercayai kita atau membuat blog kita isinya bermacam-macam kontennya macam e-commerce. Salah satu cara adalah membuat blog dengan tema berbeda, walau tentunya akan sangat merepotkan. Atau kita bisa menulis sudut pandang dengan menarik benang merah dari setiap acara yang sesuai dengan tema kita. Misalnya kalau blog kita temanya Cowo banget, kita bisa angkat isu parenting yang cocok buat ayah.

Ketiga; Pemilihan nama blog sesuai karakter kita. Walau ada pepatah “Apalah arti sebuah nama”. Tapi suka atau tidak suka di era digital yang dilihat pertama kali adalah nama blog, sebelum orang itu memutuskan untuk berkunjung.

Kalau anda ingin mecari baju online dan anda di hadapkan dengan dua pilihan situs; www.modest.com dan www.cangcimen.com kira-kira website mana yang akan anda pilih terlebih dahulu.

Keempat; Warna. Yupps warna atau theme dari blog pun mempengaruhi branding atau personality dari si penulis. Tidak hanya warna tapi font, logo atau tagline pun bisa jadi menggambarkan kepribadiaan blog kita.



Terakhir adalah, lagi-lagi memilih foto yang baik agar blog kita semakin informatif. Jujur saja kita lebih nyaman dan mudah menyerap informasi dalam bentuk visual ketimbang hanya melototin barisan text sebanyak 600 karakter seperti yang ada di artikel ini.     

Tidak akan mudah sih, tapi percaya semua itu bisa dikerjakan dan mungkin untuk diwujudkan. Karena sudah banyak contoh suksesnya.

Akhirul kata wassalamualaikum warahmtullahi wabarokatuh.

Formil banget ya closing statementnya.
Read More