GoodNews
Tampilkan postingan dengan label GoodNews. Tampilkan semua postingan

3 Malam Pertama di Lokasi Campervan Daerah Bogor, Review Tumbuhejo dan Puncak Halimun

Sabtu, 06 November 2021

Tidak ada komentar
Di artikel blog sebelumnya sudah dijelaskan kenapa kami mulai “tergila-gila” bersafari dengan membawa Ayang Dayu (Agya Kesayangan Dayu) tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. Secara singkat, kami pikir ini salah satu cara yang cukup aman jika ingin bepergian jauh, tidak perlu keluar masuk hotel cukup di mobil saja dan mengurangi bertemu dengan orang diluar lingkaran rutinitas kita. Safari perdana kami dimulai dengan mencari lokasi campervan di daerah Bogor, tepatnya camping ground Tumbuhejo dan Puncak Halimun.

Lokasi ke-dua kami di Tumbuhejo, Sentul Bogor

Tidak hanya untuk perjalanan jauh, Ayang Dayu yang sudah di modifikasi agar bisa digunakan sebagai tempat istirahat tapi dengan mudah bisa di setting ke kondisi normal, jadi alternatif kalau kami ingin "kabur" sekedar minum kopi, makan mie ayam dan soto ayam langganan di daerah Kerinci Jakarta Selatan atau juga makan sotomie di grha Bintaro. Kami tidak perlu khawatir jika tempat tersebut ramai, tinggal cari parkiran lalu buka bagasi belakang, tarik meja dan keluarin kursi lipat, kami bisa makan dengan nyaman tanpa pusing harus menjaga jarak dengan pengunjung lain.

Di artikel sebelumnya, kami ceritakan bahwa malam pertama kami lewati diparkiran masjid Atta'awun kawasan Puncak Bogor yang sudah berubah drastis. Parkiran lebih luas dan nyaman karena warung di tengah-tengah parkiran sudah dibongkar, tersisa hanya warung yang posisinya menempel di dinding tembok pembatas masjid. Jauh lebih nyaman, kalau sebelumnya lebih mirip pasar malam timbang parkiran.

Pagi tanggal 18 Agustus, setelah sarapan dan memesan teh manis hangat disalah satu warung, kami putuskan untuk pindah lokasi, biaya parkir masjid tidak lebih dari 20ribu. Tujuan awal kami adalah Wisata Sehat Javana yang lokasinya memang tdak jauh dari Atta’awun. Keluar parkiran masjid ke kanan arah Cianjur, tidak sampai 2 kilometer ada jalan kecil disebelah kiri jalan menuju kebun teh. Sayangnya lokasi tersebut ditutup untuk sementara. lokasi campervan di daerah Bogor

Akhirnya kami putuskan untuk menuju daerah Sentul tepatnya gunung pancar, sayangnya lagi-lagi ditutup karena masih PPKM. Dari dua pengalaman tersebut, kami simpulkan, bahwa kawasan yang dikelola pemerintah daerah sudah pasti ditutup sementara mendukung program pemerintah untuk menahan laju penyebaran Covid-19. Salah kami juga yang coba-coba keluar di masa PPKM.


Suasana parkir masjid ikonik di daerah puncak jadi lebih nyaman dan luas untuk parkir mobil dan motor


Camping Ground TumbuhejoTurun dari gunung Pancar, kami kehabisan ide lokasi campervan di daerah Bogor, dan hampir memutuskan untuk pulang sebelum akhirnya kami menemukan sebuah kafe. Beristirahat sebentar disana sambil berbincang dengan si empunya kafe kami disarankan untuk mencoba ke camping ground Tumbuhejo, pun kalau tidak cocok, pemilik kafe sudah mengijinkan kami untuk bermalam di parkiran kafe untuk sekedar beristirahat semalam atau untuk ke toilet. Baik banget ownernya.

Serai nama kafe itu, kalau dari sentul city, ke arah gunung pancar, lokasi kafe ada disebelah kanan jalan. Bangunannya mayoritas bambu dan kayu, dan dikelilingi banyak pohon serai. Semangat kami kembali timbul untuk tetap bermalam di mobil, minimal kami sudah punya bayangan harus bermalam dimana, sambil mencoba survei ke Tumbuhejo. lokasi campervan di daerah Bogor

Tips pertama saat memulai campervan adalah, JANGAN SURVEI atau DATANG SAAT GELAP. Sumpah, bikin jantung deg-degan, terlebih karena type mobil kami LCGC, kalau spesifikasi mobil 4x4 atau type jeep sih gak masalah menembus jalan tanah dan berbatu di malam hari.

Jalur menuju Tumbuhejo sebenarnya tidak ekstrem, setidaknya masih bisa dilalui mobil pickup pengantar galon yang kami lihat saat pagi esok harinya.

Tapi karena baru pertama kali dan situasi malam hari, kami sempat ragu saat melintas terlebih setelah keluar dari jalan utam desa. Dengan hati-hati dan banyak melafal doa kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan. Alhamdulillah sampai di lokasi, tapi ujian akhir ada saat memasuki gerbang depan Tumbuhejo. Tanjakan dengan sudut 30-40 derajat sudah menanti.

Kalau kalian tidak yakin dan ragu jangan khawatir, ada parkiran dibawah dekat pos jaga. Beruntung Ayang Dayu bisa melewati tanjakannya ini walau sempat kesulitan karena ban kiri depan sempat slip diakibatkan berada di jalur tanah dan rumput basah yang baru saja disiram hujan sore hari.

Tumbuhejo layak direkomendasikan untuk kalian yang ingin coba-coba camping di kendaraan untuk kali pertama bersama keluarga. Lokasi yang agak jauh dari jalan raya, membuat suasana sangat tenang dan bikin kita seperti terasingkan dari rutinitas harian.

Nilai plus dari lokasi ini adalah, fasilitas kamar mandinya standar villa, super bersih, toilet duduk serta ada air hangat untuk mandi. lokasi campervan di daerah Bogor



Tumbuhejo akan jadi sejarah bagi kami memulai perjalan Safari Nusantara Duoraji

Pun kalau ingin coba bersantai di villa juga bisa, dari yang harga 500rb sampai 2jtan, ada satu villa yang dilengkapi kolam renang. Untuk makan ada cafe atau restoran, baiknya sih bawa perlengkapan masak dan makan sendiri, rasanya lebih syahdu.

Camping Ground Puncak Halimun Caringin, Lokasi Campervan Daerah BogorEsok harinya kami turun ke Bogor karena ada urusan pekerjaan, setelah 1 hari bermalam di Bogor, kami lanjutkan perjalanan ke Puncak Halimun di daerah Caringin Sukabumi, lokasi campervan di daerah Bogor yang belum ada satu tahun beraktifitas. Jujur saya masih bingung, lokasinya ini masuk wilayah Bogor atau Sukabumi.

Kalau dari Jakarta, kita bisa lewat tol Jagorawi, lalu lanjut lewat tol Bocimi. Keluar pintu tol Caringin langsung ambil arah kiri. Menuju arah pasar Caringin.

Patokan paling mudah untuk Gmaps adalah Kopi Daong, tempat ngopi yang lagi hits karena berada di hutan pinus. Dari Kopi Daong lanjut mengikuti petunjuk arah yang ada menuju Puncak Halimun. 80 persen jalan beraspal, tapi setelah melewati kopi Daong, kondisi jalanan mulai tanah dan batu kecil-kecil layaknya jalan desa.

Setelah sekian lama nggak meghirup udara segar, Puncak Halimun jadi pelampiasan

Sebenarnya ada dua jalur untuk menuju Puncak Halimun, kalau mobil kalian sudah spesifikasi offroad bisa lewat Cimande, yang ternyata jalurnya cukup ekstrim dibanding jalur yang melewati pasar Caringin. lokasi campervan di daerah Bogor

Kesalahan pertama kami ulangi kembali saat ngecamp di Puncak Halimun, DATANG SAAT MALAM HARI, duuhh bikin perut mules sepanjang jalan.

Padahal jalurnya tidak ekstrem, sebelumnya pun sudah mendapat konfirmasi dari pengelola tempat bahwa type mobil kami sudah ada yang pernah bermalam di Puncak Halimun.

Saat turun kami baru sadar bahwa perjalanan yang mengerikan pada saat malam hari, berbeda jauh disiang hari. Kami disuguhi pemandangan yang cantik, dinginnya angin dan hijau pohon sejauh mata memandang.

Sempat berbincang dengan salah satu pengelola Puncak Halimun, lokasi ini baru resmi dibuka 5 bulan lalu, pemilik tanah mengajak orang-orang yang bergerak di bidang event organizer yang terdampak pandemi untuk mengembangkan lahan tersebut.

Dimulai dari modal awal 3 juta, bangunan registrasi dan wc kala itu sangat sederhana terbuat dari bambu, kayu seadanya. Kini (saat kami kesana) Puncak Halimun jauh lebih nyaman.

Bangunan registrasi dan wc sudah berlantai keramik dengan atap rangka baja ringan, terdapat juga musholla kapasitas 6-8 orang.

Untuk sinyal handphone lokasi yang cukup kuat hanya ada di tempat registrasi, kalau untuk cek WA, email dan sesekali upload media sosial masih sangat mumpuni.

Tapi jangan berharap banyak kalau kalian ingin meeting online via zoom atau google meet, alternatifnya adalah turun ke kopi Daong. Setidaknya ini pengalaman yang kami alami.

Kekurangan lainnya yang tidak begitu penting adalah, tiang listrik PLN yang belum masuk ke area perkemahan, pengelola mengandalkan genset solar saat malam hari untuk kelistrikan. Jadi kalau ingin numpang charge laptop atau HP sebaiknya saat malam. Karena siang hari, genset jarang dinyalakan.

Apalah arti tidak ada signal dan arus listrik kalau kita bisa menikmati sejuknya udara bersih sambil memandang siluet gunung di kejauhan.

Mini Camper Agya, jadi solusi kami untuk ber-Safari Nusantara Duoraji


Pengalaman menyenangkan, 5 hari yang memerdekakan jiwa dari rutinitas dan menumbuhkan kembali semangat berpetualang. Banyak cara untuk mensyukuri keindahan alam, melepas lelah, membuang kepenatan dan menikmati perbedaan agama dan budaya, cara kami adalah dengan mini camper bersama Ayang Dayu.

Tumbuhejo 
admin 081286000768 Ig @tumbuhejo

Puncak Halimun
Admin +62 812-1838-4002 Bang Jack

Read More

Bosan Main Game Online Yang Seru dan Cuma Bisa Mabar? Gabung Lead by Indihome Untuk Jadi Atlit Pro

Selasa, 19 Oktober 2021

Tidak ada komentar

Perkembangan dunia eSport (game online) sudah tidak dipungkiri. Untuk saya yang besar di era Sega, Atari dan Nintendo kaset kotak, perkembangannya memang sedikit di luar nalar, terlebih lagi buat orang-orang yang tidak paham atau dekat dengan dunia teknologi informasi.

Coba bayangkan, bermula dari sebuah kotak kecil berukuran 6 inch, anak-anak muda sekarang sudah bisa menjadikannya sebuah profesi profesional ataupun Atlit yang bisa membawa harum nama bangsa Indonesia.

Jaman sudah berubah, games yang butuh consul cukup mahal, kini bisa dimainkan menggunakan smartphone

Aneh? 5-6 tahun lalu saya berfikiran seperti itu tapi melihat perkembangan dunia digital sekarang, sepertinya bukan hal yang mustahil. Bayangkan jika ditekuni sangat serius, konon gaji atlit pro bisa sampai 2 digit.

Kalau ngomongin sejarah kompetisi game, ternyata sudah sejak lama ada di Amerika Serikat. Dimulai dari kompetisi game Space Invader Atari sampai game Street Fighter. Hadiahnya dari langganan Majalah Rolling Stone sampai mobil Ferari Bekas. Seru banget kan? Jadi inget kalau dulu di kampus pernah ikutan kompetisi Winning Eleven hadiahnya voucher gratis main game di rental PS tersebut.

Yang saat ini menjadi dilema terbesar adalah, bagaimana membawa citra eSport ini menjadi sesuatu nilai positif, karena sudah jadi rahasia umum, pandangan yang timbul adalah semua game dampaknya buruk. Mengganggu konsentrasi belajar, merusak mata, membuat jari jemari menjadi over use, ngabisin kuota internet rumah dan masih banyak lagi stigma negatif untuk game online. 

Limitless Esport Academy (LEAD) by Indihome hadir dengan konsep akademi eSport yang mencetak pro player bermental atlet, tidak hanya bermain game sebatas hobi. LEAD by Indihome akan membina dan melatih talenta-talenta atlit eSport agar menjadi atlit yang tangguh dan mempunyai karakter. Dengan hadirnya akademi ini, semoga saja stigma negatif mengenai dunia eSport bisa hilang, terlebih dimata para orang tua yang mengkhawatirkan anak-anakya.

LEAD by Indihome memberikan wadah bagi generasi muda dimana saja, yeepps dimana saja tidak terbatas disatu daerah atau provinsi tapi bisa diseluruh Indonesia sehingga LEAD by Indihome juga  bisa menjadi agen pemerataan pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Ibaratnya PD Djarum di bulutangkis, Klub Persija Jakarta di sepak bola atau Satria Muda di bola basket yang menempa sosok-sosok pilihan agar bisa menjadi atlit profesional yang bisa mengharumkan nama bangsa. Yang membedakannya adalah pelatihan dan pembinaan LEAD by Indihome bisa dilakukan secara online dengan jaringan internet terbaik dari Indihome, semua aktivitas tanpa batas ini bisa diwujudkan dari rumah.

Lalu bagaimana mana sikap para orang tua agar tidak “dibohongi” sama anak-anaknya yang ingin bercita-cita ingin menjadi Pro Atlit eSport? Cara gampangnya, suruh ikut LEAD by Indihome.

Seorang atlit olaharaga perlu latihan rutin, pun begitu dengan atlit eSport tapi harus ada skema pelatihan dan waktu yang jelas. Tidak mungkin seorang Lionel Messi, Valentino Rossi, Michael Jordan latihan 12 jam dalam sehari. Jago enggak, bisa-bisa kena tipes.

Tetap awasi waktu bermain/berlatih anak-anak dirumah, kalau sebatas hobi bisa kasih batas waktu maksimal 1-2 jam perhari. Kalau si anak ingin serius bikin jadwal teratur, kapan harus latihan, belajar, melakukan aktivitas fisik atau membantu pekerjaan rumah. Kalau perlu beri menu makan sehat bisa jadi bahan negosiasi, karena atlit profesional eSport (kelihatannya hanya duduk dan memainkan jari) juga memperhatikan pola makan agar refleks otak dan tangan bisa terkoneksi cepat.

Orang tua juga perlu tahu game apa yang dimainkan, berlagak sok pintar pun perlu, misal bertanya, sudah ada kompetisi nasional atau internasionalnya belum? Tim eSport Indonesia yang pernah menang siapa aja? Player idolanya siapa? Karena semakin kompetitif game yang dimainkan maka semakin bagus untuk perkembangan kedepannya.

Henov, "Atlit eSport nggak boleh bergadang saat latihan atau saat akan bertanding"

Henov, Head Coach LEAD by IndiHome, mempertegas bahwa latihan rutin itu perlu tapi ada batasan waktu layaknya atlit profesional cabang olahraga lainnya. Tidak full seharian bahkan sampai begadang, ini cara yang salah.

“Saat ada pertandingan, saya melarang atlit untuk bergadang” Ujar Henov.

Gimana? Cukup ribet? Seperti saya bilang tadi, kalau cara mudah dan kompetitifnya adalah gabung LEAD by Indihome. Karena program pelatihanya terukur, agar para atlit semakin berkualitas dan sportif.  Sehingga bisa meningkatkan skill, menguasai trik dan strategi permainan, kerja sama team, disiplin, serta dijaga pola makan sehatnya. Dan point lebihnya lagi setiap peserta yang terpilih akan mendapatkan IndiHome, paket games untuk berlatih di rumah.

Venusiana, Direktur Consumer Service Telkom menjelaskan, dengan mengusung semangat #BerlatihTanpaBatas, kehadiran program LEAD by IndiHome diharapkan dapat melahirkan the next atlet eSport Indonesia yang mampu berkiprah di kancah Internasional.

“Kami meyakini, salah satu aspek penting dalam ekosistem eSport adalah kaderisasi atlet. Untuk itu, LEAD by IndiHome hadir dan berkomitmen melahirkan sebanyak-banyaknya atlet eSport yang memiliki spirit dan berdaya saing internasional. LEAD by IndiHome adalah tempat belajar bagi para player untuk menjadi atlet eSport yang unggul,” jelas Venusiana.

Dyah Rasyida, Srikandi Gamer IndiHome yang saya temui via zoom meeting menjelaskan mekanisme pemilihan atlet eSport LEAD by IndiHome terdiri dari tiga fase, yaitu Fase Kualifikasi (Qualification), Fase Pengembangan (Development), dan Fase Kelulusan (Graduation).

Dyah Ryasida, Srikandi Gamer Indihome

Di fase kualifikasi, LEAD by IndiHome akan membuka pendaftaran untuk dua regional, barat dan timur dengan target peserta minimal 284 tim. Peserta yang sudah mendaftarkan melalui https://indihome.co.id/leadacademy akan diseleksi dalam turnamen hingga terpilih 8 tim terbaik atau sebanyak 40 orang calon atlet eSport.

Read More

Mulai Bersafari Mengenal Indonesia yang Gemah Ripah Loh Jinawi

Senin, 13 September 2021

3 komentar
Gemah Ripah Loh Jinawi, secara rangkaian kata artinya adalah negara luas yang rakyatnya tentram, makmur dan subur tanahnya. Dan karena nilai inilah kami mulai melakukan safari atau safar yang bisa diartikan sebuah perjalanan. Sebelum memulai lebih jauh, ijinkan saya bercerita mengenai kendaraan yang menemani kami bersafari.





Jujur banyak banget yang memandang sebelah mata mobil murah LCGC seperti Toyota Agya buatan tahun 2016 yang kami punya. Ibaratnya kalau di kompetisi sepakbola liga Inggris, Agya ini mereka tempatkan di league 2, kasta ke-empat dari kompetisi bola paling padat di dunia.

Bahkan seorang stand-up komedian Indonesia menjadikan Agya sebagai materi stand-upnya. sang komedian bercerita tentang mobil Agyanya yang ringkih, yang kalau disalip mobil lain atau kendaraan besar di jalan tol, mobil akan berasa didorong angin. Lalu saat hujan datang maka suara air yang mengenai atap mobil cukup membuat riuh kabin, bahkan saking ramainya bisa mengganggu penyiar radio yang lagi siaran, Heehhh…? Kok bisa? Lucu? lucu banget, karena saya pun ikut mengamini, hahahaha.

Memang saat stand-up, merk mobilnya di sensor oleh stasiun televisi yang menayangkan dengan bunyi BIIIPPP…., tapi karena saya kagum dengan persona sang stand-up komedian yang punya tagline “otw kaya” dan memang selalu mengikuti akun medsosnya, kemungkinan besar mobil yang dimaksud adalah Agya, mobil pertama yang dia dapat karena membantu temannya saat dalam kesulitan keuangan.

Nggak ada yang salah dengan fakta yang diutarakan stand-up komedian itu, karena memang kenyataannya (kurang lebih) begitu. Saya pun merasakannya, lalu kenapa saya beli mobil ini? Pertama harganya terjangkau dengan kondisi ekonomi saya, kedua saya sudah survei dengan range harga tersebut, sudah sangat sepadan dengan kualitas yang kami dapat. Ketiga karena ini TOYOTA. Yeeppss, entah kenapa saya yakin, selama mobilnya Toyota spare partnya pasti mudah, mulai dari kualitas orisinil sampai kualitas KW level sembilan untuk spare part dan variasi pasti mudah ditemukan di pasaran.

Dan setelah enam tahun bersama Ayang Dayu (Agya Kesayangan Dayu), sebutan kami untuk mobil berwarna putih ini sudah membuktikan ketangguhannya. Sudah banyak kota di lalui, dari barat pulau jawa sampai ke timur jawa sudah pernah dijelajahi, walau belum semuanya. Prestasi jarak terjauh adalah 2 kali ke pulau Bali. Jadi dibalik kekurangannya, Toyota Agya sangat bisa diandalkan.

Dimasa pandemi yang berkepanjangan, saat pembatasan beraktifitas dan bersosialiasi, harus diakui membuat semua orang sampai pada titik jenuh. Semua orang terus mencari cara agar bisa tetap waras dan mencari kebahagian dengan orang-orang yang kita cintai dengan tetap mengedepan protokol kesehatan.

Ini pula yang kami rasakan, 1 tahun full aktifitas dirumah, 2 tahun hanya berkeliaran disekitar tempat tinggal sempat membikin jenuh. Tambah bikin stress kalau ketemu orang yang gak percaya pandemi, yang membuat kondisi ini makin sulit.

Demi menjaga kewarasan, akhirnya menuntun kami (saya dan istri) untuk memulai sebuah perjalanan, dimulai tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 bersama Ayang Dayu dengan konsep mini camper atau bermalam di dekat/dalam mobil.

Ini merupakan cara teraman (menurut kami) saat ingin melepas penat, karena semua kegiatan dilakukan dimobil, sekalipun bersosialisasi dengan yang lain hanya sesaat dan diluar ruang. SOP protokol kesehatan masih bisa kami pantau dan minimalisir.

Sedikit gila, tapi kami yakin bisa, kurang lebih konsepnya sama seperti ritual saya pulang kampung jelang Idul Fitri 15-20 tahun lalu menggunakan kendaraan pribadi. Saat itu perjalanan dari Jakarta-Malang bisa memakan waktu 24 jam disaat musim lebaran. Kami bahkan pernah berlebaran di jalan.

Selama perjalanan selalu punya cerita menarik disetiap tahunnya, berhenti saat kami lelah, istirahat saat mulai penat dimana saja. Warung makan, pom bensin, rumah ibadah sampai pos aparat keamanan pernah kami jadikan tempat istirahat. Pernah juga menginap dirumah warga yang baik hati saat kami sekeluarga kepayahan karena gas Co2 bocor masuk kedalam kabin mobil Holden tua kami. Jadi bermalam di kendaraan bukan hal baru bagi saya.

Indahnya Pagaralam

Dan ternyata, gaya hidup model camper van (ada yang menyebutnya overland) sudah lama dikenal di Indonesia dan sudah ada komunitasnya di media sosial dengan jumlah anggota group lebih dari 50ribu. Bahkan sudah ada yang mobilnya super lengkap layaknya rumah, lalu ada yang berkelana selama 6 tahun dengan mobil tipe jeep yang sudah dimodifikasi. Dan masih banyak lagi cerita mengenai gaya hidup ini.

Semakin membaralah semangat kami memulai bepergian dengan konsep mini camper Agya. Apalagi saat menemukan komunitas Campervan Indonesia di Facebook Group, saya bisa mencari inspirasi atau informasi terkait kegiatan bermalam di dalam mobil. 
Ngomongin komunitasnya lain waktu ya, karena saya masih anak baru, belum berani banyak bercerita. Harus sowan dulu ke para senior.

Kami menyebutnya mini camper Agya, karena mobil kami yang tidak terlalu besar. Mengenai istilah camper van akan saya ulas diartikel lain.

Yang Harus dilakukan Saat ingin Bersafari?

Pertama adalah riset, ini penting banget. Saya butuh waktu 1-2 bulan sampai akhirnya berani memulai perjalanan ini. Pertama riset kendaraan mau dimodifikasi seperti apa, karena Ayang Dayu masih kami gunakan untuk transportasi harian jadi harus dimodifikasi agar bisa dengan sekejap mata berganti settingan dari mini camper ke settingan pabrik atau sebaliknya.

Jadi gambaran saya adalah, nggak perlu bongkar kursi atau merubah konstruksi interior Ayang Dayu.

Beruntung youtube menjawab semuanya, banyak referensi dari dalam maupun luar negeri tinggal search keyword type mobil+camper akan muncul puluhan inspirasi. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan kita untuk menunjang perjalanan.

Sampai saat ini mini camper Ayang Dayu sudah dua kali mengalami perombakan. Versi pertama sudah bisa membuat kami puas dan nyaman bermalam di dalam mobil, tapi masih jauh dari sempurna. Pengalaman pertama justru mengajarkan kami, apa saja yang perlu diperbaiki, apa saja yang dibutuhkan dan dipersiapkan saat melakukan perjalanan. Video mini camper Agya versi pertama ada dibagian akhir artikel.

Versi ke-2 mini camper Ayang Dayu, konsepnya masih sama tapi lebih stabil/kokoh diarea tidur, lalu ada penambahan boks dibagian belakang untuk menaruh peralatan. Lokasi boks tepat di atas ban cadangan, lalu ada meja portable yang sudah built-in jika kami membuka bagasi belakang. Dan untuk menjaga privasi saat isitirahat, kami juga memasang tirai disetiap jendela yang bisa kami bongkar pasang menggunakan klep vakum (ceplokan kaca) untuk menempelnya.

Selain persiapan kendaraan, perlengkapan penunjang juga semakin lengkap, di perjalanan pertama, kami hanya bawa kasur lipat, sleeping bag, selimut, bantal, baju ganti dan alat makan. Senter dan kompor portable, itupun kami beli diperjalanan, bodohnya setelah sampai lokasi kami lupa beli panci atau alat masak. Hampir pasrah nggak bisa masak, tapi tangan Tuhan bekerja, ada orang baik yang meminjamkan dan menyewakan alat masaknya pada kami.

Sekarang kami sudah ada tambahan peralatan berupa tenda dome kapasitas 2 orang, fly sheet, alas tidur, senter, nesting, boks kontainer dan perintilan lainnya.

Setelah riset kendaraan dan perlengkapan, lanjut ke riset lokasi camping. Hmmm ini yang butuh perhatian khusus terlebih karena Ayang Dayu tipe LCGC yang tidak bisa menembus jalur ekstrem.

Saya selalu browsing informasi mengenai lokasi yang akan kami kunjungi terlebih dulu dengan cara menghubungi kontak pengelola tempat untuk menanyakan kondisi jalan apakah memungkinkan type Agya bisa sampai lokasi. Kalau sudah mendapat lampu hijau baru kami meluncur.

Gabung ke komunitas juga bisa jadi salah satu cara terbaik dan tervalid untuk memutuskan kemana kita akan bermalam sesuai dengan kemampuan kendaraan.


Safari Nusantara Duo Raji #SND

17 Agustus 2021, resmi perjalanan kami mulai dan lokasi bermalam pertama kami dengan Mini Camper Ayang Dayu, adalah parkiran sebuah masjid ikonik di kawasan puncak, yaitu masjid Atta'awun. Tidak sengaja bermalam disini yang sebenarnya sudah kami lewati, karena kondisi masjid saat itu sangat ramai, sedangkan kami masih sangat mempertimbangkan mengenai protokol kesehatan.





Setelah melewati masjid Atawun menuju arah Cianjur, kami berhenti disebuah warung pinggir jalan, memesan mie instant, kopi dan beristirahat sejenak karena sudah malam. Menginjak dini hari dan sempat tidur dalam mobil diparkiran warung tersebut, kami putuskan untuk kembali ke masjid Attawun, berharap kondisi lebih lengang karena saat itu sudah jam 1 pagi. Dan alhamdulillah tidak seramai saat kami lewat pertama kali.

Akhirnya malam pertama mini camper kami lewati di parkiran masjid Atta'awun yang banyak berubah dimasa pandemi. Parkiran di tata ulang, warung-warung banyak yang dibongkar sehingga bisa menampung mobil lebih banyak. Jujur menurut saya hal ini membuat kondisi masjid jauh lebih nyaman.

5 hari pertama perjalanan #SND masih jauh dari sempurna tapi malah semakin menguatkan tujuan kami, kenapa harus melakukan ini semua. Alasan terkuat adalah menikmati dan memahami kekayaan nusantara, tidak hanya alamnya tapi juga para penduduknya, tidak hanya merasakan hembusan angin tapi juga keragaman budaya, tidak hanya menikmati indahnya matahari pagi dan syahdu mentari tenggelam tapi juga memahami agama dan keyakinan yang ada di nusantara untuk mempererat toleransi sesama anak bangsa. Perjalanan ini kami sebut Safari Nusantara Duoraji #SND.

Semoga rencana perjalanan kami yang diawali dari rumah Allah ini membawa berkah dan kemudahan untuk bisa melanjutkan Safari Nusantara Duoraji #SND. Aamiin.

Selamat menikmati cerita Safari Nusantara Duoraji selanjutnya. Salam Satu Indonesia.

*next, review camping ground Tumbuhejo dan Puncak Halimun



Read More

Vaksinasi Untuk Disabilitas Tidak Boleh di Tolak

Minggu, 22 Agustus 2021

Tidak ada komentar
“Kalau ada teman-teman disabilitas yang ditolak vaksinasi, informasikan ke saya” Ini kata Angki Yudistia (Staf Khusus Presiden) lohh ya bukan kata saya. Beliau dengan tegas dan jelas menjawab pertanyaan saya. Lohh kok bisa? Nanti saya jelaskan kenapa tiba-tiba beliau berbicara seperti ini dan dimana kami berinteraksi.





Sebelumnya ijinkan saya menyapa, apa kabar teman-teman? Masih semangat berjuang melawan pandemi? Tetap harus semangat, karena dikemudian hari, orang-orang yang tidak peduli prokes akan berterima kasih kepada kalian semua yang sudah mati-matian berjuang sampai masker dan tetes sanitizer terakhir.

Lebai? Biarkan saja, ini hanya kekesalan saya. Terlalu berlebihan kah jika disuruh pakai masker? Terlalu beratkah untuk mencuci tangan, terlalu rindukah untuk sekedar jaga jarak 1-2 meter, atau terlalu pengecutkankah kita dianggap ansos ketika tidak bisa berlama-lama kumpul?

Pada akhirnya kita yang berjuang sendiri, untuk menyelamatkan pribadi masing-masing dan keluarga tercinta. Dulu pikiran saya taat prokes adalah menjaga kalian untuk tidak terpapar virus, sekarang? Big NO, sekarang saya taat prokes agar tidak ketularan kalian yang belum tentu sehat. Egois? Sombong? Bukan, ini ikhtiar saya menjaga kesehatan.

Karena kesehatan adalah hak asasi manusia, bahkan sudah tertulis dikonvensi internasional tahun 1966 mengenai jamin hak atas kesehatan.

Sederhananya, kalian yang sudah tahu pandemi ini memakan banyak korban jiwa tapi sengaja abai akan prokes, maka kalian telah melanggar hak asasi manusia, hak kesehatan yang saya punya. Paham?

Saya cukup mengerti ketika, dibeberapa daerah dengan kendala informasi yang terbatas, masih kurang memahami protokol kesehatan pandemi, tapi kalau masayarakat urban yang tiap hari bergelut dengan arus informasi yang begitu deras tapi masih abai, jujur ini hal yang aneh buat saya.

Saat ini saya berasa berada di setting film Train to Busan, berjuang bersama sebagian orang, berusaha menghindar dari para “zombie” (orang-orang yang sengaja acuh akan prokes) yang berkeliaran disekitar kita.

Berbicara mengenai hak asas manusia mengenai kesehatan, tidak hanya untuk manusia yang dalam keadaan sehat lalu terkena musibah sakit. Saudara-saudara kita penyandang disabilitas pun mempunyai hak kesehatan yang sama.

Menurut ibu Eva Rahmi Kasim, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Kementerian Sosial RI, Hak-hak penyandang disabilitas diatur dalam UU no.8 tahun 2016.

Sebentar deh, berarti sebelum tahun 2016, belum ada UU mengenai hak-hak penyandang disabilitas? Atau ini yang sudah disempurnakan? Pertanyaan yang akan saya cari jawabannya.

Salah satu hak bagi penyandang disabilitas adalah, Kesehetan. Masih ada 20an lebih hak-hak yang bagi penyandang disabilitas, Misal;

Hak Bebas dari stigma, pendidikan, perlindungan hukum, berekspresi, berkomunikasi dan memperoleh informasi. Bahkan mempunyai hak politik, apakah ini termasuk hak untuk memilih dan dipilih? Seharusnya sih iya, jadi ingat almarhum Gus Dur dengan keterbatasan penglihatannya tapi berhasil menjadi presiden, walau kemudian diguling paksa oleh para (yang katanya) wakil rakyat.

Ibu Nurjannah, SKM, M. Kes, Koordinator Gangguan Indera & Fungsional Direktorat P2PTM-Ditjen P2P, Kementerian Kesehatan RI memaparkan, 15-100 orang di dunia merupakan penyandang disabilitas. Dan 2-4 dari 100 adalah penyandang disabilitas berat.

Disabilitas bisa dikelompokkan menjadi 4 jenis yaitu; Disabilitas Fisik, terganggunya fungsi gerak. Disabilitas intelektual, terganggunya fungsi pikir. Disabilitas mental, terganggunya fungsi pikir, emosi dan perilaku. Terakhir, Disabilitas sensorik yaitu terganggungnya fungsi dari panca indera.

Para narasumber ini saya temui di acara; Webinar Forum Literasi Hukum dan HAM Digital (Firtual): “Pemenuhan Hak & Perlindungan Penyandang Disabilitas Saat Pandemi” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik yang merupakan unit kerja dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Begitu juga dengan mbak Angki, sebagai staf khusus presiden yang menjadi narasumber di webinar tersebut. Terkait pemberian vaksin untuk para penyandang disabilitas, yang kini menjadi prioritas pemerintah.

Ini sesuai arahan Presiden Indonesia pak Jokowi, vaksin hibah dari raja Uni Emirat Arab diprioritaskan untuk 225.000 penyandang disabilitas di 6 provinsi yang merupakan zona merah.

Untuk pendaftaran bisa melalui dinas sosial didaerah masing-masing, jadi pastikan data teman-teman sudah ada di dinas. Selain itu bisa mendaftar ke website www.menembusbatas.com yang diinisiasi oleh staf khusus presiden.

“Buat teman-teman disabilitas yang ingin divaksinasi tapi belum menerima undangan, bisa datang langsung ke Puskesmas atau sentra vaksin terdekat dan tidak akan ditolak. Jika ada yang menolak kasih tahu ke saya, nanti saya koordinasikan bahwa disabilitas tidak boleh ditolak untuk vaksinasi” Ujar mbak Angkie saat menjawab pertanyaan saya
Read More

Pertama Kali di Tes Usap Antigen dengan Menitikkan Air Mata

Jumat, 30 April 2021

Tidak ada komentar

Lebaran sebentar lagi Braii, masih inget gak tahun kemarin lebarannya seperti apa? Saya inget banget, shalat idul fitri terpaksa dilewati karena pandemi. Silaturahmi cuma bisa telpon-telponan atau video call, trus bagaimana dengan tahun ini?

Kondisi pandemi tetap belum ada titik terang, penyebarannya belum bisa ditekan walau sudah banyak yang sembuh tapi jumlah yang terinfeksi tiap harinya sangat mengkhawatirkan. Dan yang bikin “gondok” sekarang banyak yang makin cuek dan abai.

Usapan pertama rasanya begitu menegangkan, terlebih saat menunggu hasil.

Dikasih kebebasan beraktifitas untuk cari nafkah agar roda ekonomi berjalan, malah pada belagu. Dikasih hati minta jantung, mau untung sendiri tapi membahayakan orang lain.

Kalau boleh jujur, sedikit demi sedikit saya sudah mulai beraktifitas diluar ruang karena memang keadaan yang harus memaksa seperti itu. Itupun tidak tiap hari, biasanya dibikin jadwal, sekalinya keluar dari pagi sampai malam dengan beberapa agenda sekaligus. Pulang kerumah, baju taruh tempat cucian, mandi plus keramas jam berapapun sampai rumah.

Kok berani udah keluar rumah? Satu tahun saya pelajari bagaimana virus ini menyebar, lewat media apa saja dan bagaimana kalau kita (amit-amit) terinfeksi sudah kami pahami dan pelajari. Dengan modal pengetahuan itu, saya beranikan diri menyapa dunia luar. Tidak mau takabur, semua upaya protokol kesehatan juga harus dibarengi doa minta keselamatan kepada sang pencipta.

Jika berada ditempat umum, kami langsung mapping lokasi mana yang nyaman. Mulai lihat susunan kursi dan meja, posisi letak pendingin ruangan, jendela/sirkulasi udara, prokes pengelola tempat sampai jam ramai tempat tersebut harus kami pelajari dulu. Ibarat perang, strategi berdiam ditempat umum tetap kami lakukan.

Ditingkat keluarga kami bagaikan satgas, bagaimana jika menerima tamu saat lebaran, menyediakan sabun cuci tangan, stock masker yang selalu tersedia sampai memberi masukan posisi duduk orang tua saat menerima tamu. Orang tua kami dirumah sudah sepuh, ayah hampir 90 tahun, Ibu sudah lebih dari 80 tahun.

Selama penyebaran masih belum terkendali, kami akan selalu berusaha menjaga prokes untuk orang tua kami dirumah. Dan kenyataannya kami jadi nyaman serta terbiasa menggunakan masker, cuci tangan dan spontan menjaga jarak saat berada dikerumunan. Mungkin ini karena latihan selama 1 tahun jadi kami tidak merasa terbebani.

Puji Tuhan, Alhamdulillah usaha kami masih diberikan jalan oleh Tuhan untuk menjaga dua orang tua kesayangan dirumah. Setidaknya 1x Swab PCR, 4x Swab Antigen istri tercinta dengan hasil negatif cukup membuktikan bahwa perjuangan kami menjaga protokol kesehatan insya Allah diberkahi.

Lalu pertanyaannya, saya sudah pernah tes gak? Hahahahahaa,… analisa atau lebih tepatnya asumsi saya adalah, kalau orang yang setiap hari tidur satu kasur, ngobrol di dapur, bercanda di ruang tamu hasil tesnya negatif, insya Allah saya pun negatif. Tentunya tracing model seperti ini nggak dikenal di dunia kedokteran, ini hanya teori untuk saya saja.

Bukannya takut, tapi mengeluarkan sejumlah uang untuk tes Swab masih terasa berat untuk saya jika tidak ada keperluan teramat penting. Tapi saat itu pun akhirnya tiba, dan sayapun akhirnya di Swab Antigen.


Drive Thru Neo Clinic

Saya tidak ada gejala apapun, tapi memang beberapa hari sebelumnya aktifitas luar rumah saya cukup padat. Jadi saat ada kesempatan untuk Swab Antigen di Neo Clinic tidak saya lewatkan.

Bagaimana rasanya? Jujur, walau pengambilan sample yang dilakukan oleh tenaga kesehatan Neo Clinic tidak sampai hitungan 30 detik, tapi sudah berhasil membuat saya menitikkan air mata. Bukan karena terkesima oleh sinetron ikatan cinta, tapi karena ada benda tipis panjang masuk kedalam hidung sampai ke pangkal tenggorokan. Untungnya berada di dalam mobil, jadi hanya saya dan tenaga kesehatan yang tahu saat itu. Huuhhh cengeeenngg..!

Booking Online dulu ya, supaya dapat jadwal yang pasti

Yang lebih tidak nyaman lagi adalah, saat menunggu hasilnya keluar. Haduuh ini bikin perasaan kacau balau, walau tidak ada gejala dan selalu menyadari prokes dalam kehidupan sehari-hari tetap saja semua bisa terjadi. Dan alhamdulillah hasil negatif diketahui dalam waktu kurang lebih 30 menit dan untuk keperluan surat hasil tes usap antigen akan langsung dikirim melalu email.

Tracing atau pelacakan memang jadi faktor penting untuk mencegah penyebaran virus. Saat ini sudah banyak (tidak hanya rumah sakit) klinik yang bisa melakukan tracing dengan menggunakan metode usap (Swab) salah satunya Neo Clinic.

Tidak hanya tes usap dengan mendatangi klinik atau home visit, Neo Clinic pun hadir dengan konsep Drive Thru atau tes usap tanpa turun dari kendaraan seperti yang saya lakukan beberapa waktu lalu.

Lokasi tes usap konsep drive thru Neo Clinic ada di Jl. H. Mading No.126 RT.8/RW.2, Kembangan Utara, Kec. Kembangan Kota Jakarta Barat. Saya sarankan untuk daftar melalui Online Booking System di http://www.neoclinic.id agar bisa mendapat jadwal yang pasti, menghindari antrian yang menyita waktu.

Untuk range harga pelayanan bervariasi, mulai dari 200ribu untuk Swab Antigen Drive Thru (hasil 30 menit), 300ribu untuk Swab Antigen Home service, 900ribu PCR Drive Thru (hasil h+1) dan 1.150.000 untuk PCR home service (hasil h+1).

Yang mau mendapatkan harga promo juga bisa kok, langsung akses ke https://www.ralali.com/v/neoclinic/product/Swab-Antigen-Test-Visit-Clinic-Jakarta

Karena ada diskon sebesar 20% menggunakan kode promo “NEOPK150PCR” untuk layanan PCR SWAB TEST & kode promo “NEOPK150ATG” untuk layanan SWAB ANTIGEN.

Saran saya, setelah tes dan hasilnya negatif jangan kesenangan terus malah keluyuran yang gak penting (walau kadar kepentingan tiap orang berbeda). Justru saat hasilnya negatif, itu tandanya kalian aman untuk pulang dan bercengkerama dengan keluarga.

Jadi tetap kencangkan maskermu kawan, rajin-rajin cuci tangan dan tahan iman untuk keluyuran yang gak penting. Covid masih belum menjauh.
Read More

Pertempuran Besar Melawan Covid (Baru) di Mulai

Jumat, 18 Desember 2020

11 komentar
Kok bisa? Bukannya kita udah bertempur dari bulan Maret 2019?

Pertempuran besar melawan Covid dengan melibatkan pasukan dengan armada inti justru baru dimulai. Siapa pasukan armada inti? Ya siapa lagi kalau bukan masyarakat. 




Dari bulan Maret saat kasus pertama di Indonesia diumumkan, menurut saya masyarakat sedang dilatih untuk menjadi pasukan perang sebagai armada inti. Dilatih untuk apa? Ya untuk menjalankan protokol kesehatan.

Dengan berdiam di rumah saja, masyarakat dilatih untuk menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak. Dari bulan Maret, sampai November kita (masyarakat) terus dilatih agar disiplin dan puncaknya adalah bulan Desember ini. Kenapa? Libur akhir tahun sudah di depan mata. 

Selama ini tenaga kesehatan berjibaku, para ahli berfikir keras dan pemerintah melalui satgas menyiapkan strategi terbaik untuk melawan pandemi ini. Dan ketika kebebasan masyarakat beraktivitas sudah mulai di “longgarkan” maka PERTEMPURAN BESAR MELAWAN COVID sejatinya baru dimulai.

Masyarakat harus siap menjadi pasukan armada inti untuk menghambat, menghentikan laju penyebaran virus. Sekaranglah saatnya materi selama 8 bulan yang sudah dilatih, kini diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Kita harusnya sudah sangat paham bahwa, dengan bersenjatakan handsanitizer/disinfektan, menggunakan tameng berupa masker lalu berstrategi dengan menjaga jarak adalah kunci utama mengalahkan pandemi yang sudah melanda negeri tercinta.

Beruntung buat para pasukan (masyarakat) yang dari awal sudah berlatih dengan sungguh-sungguh, sehingga saat terjun ke medan tempur sesungguhnya bisa lebih waspada. Lalu bagaimana, dengan mereka yang kurang disiplin berlatih? Semoga mereka mendapat hidayah, setidaknya mereka tidak menulari atau tertular virus dari kita.

Ini bukan sekedar omong kosong belaka, ini fakta ditunjang data. Menurut detikcom, selama 5 bulan pertama (dari Maret-Juli) pasien Covid tercatat 100.000 orang. Kita masih ingat, di 5 bulan ini disiplin ketat di rumah saja masih diterapkan. 1 bulan 20.000 terinfeksi, ingat-ingat angka ini.

Setelah bulan Juli, grafiknya mulai menggila. Dalam 3 bulan, sudah bisa menginfeksi 100.000 orang. 1 bulan kurang lebih 30.000 ornag terinfeski. Gimana? Masih kurang luar biasa brai. 

Cuma butuh waktu 1 bulan dari September ke Oktober untuk bertambah jadi 100.000 dan yang lebih gilanya lagi, TIDAK SAMPAI 1 bulan (masih dibulan Oktober) sudah ada 100.000 yang terinfeksi virus ini. Eddann 1 bulan 100.000 yang terinfeksi.

Memang jumlah yang terdeteksi ini terkait tracing yang semakin digiatkan, tapi ini juga bukti bahwa kita masih harus memperkuat protokol kesehatan untuk diri sendiri, terlebih jika di ruang publik.

Ada narasi yang sengaja disebarkan oleh orang-orang yang sudah jenuh dan mencari pembenaran, dengan berkata, “ Tenang aja, virus ini bisa disembuhkan gak usah takut sama korona”. 
Ada benarnya, karena memang korona bisa disembuhkan, tapi kita harus waspada biar gak tertular atau menularkan, kenapa?

Yang ngerawat kalian di rumah sakit sampai sembuh kalau kena korona siapa? Kalian gak mikir mereka udah bekerja mati-matian selama 8 bulan, trus dengan enteng bilang, kalau kena korona bisa sembuh, jadi jangan takut. Bahh.. egois sekali anda.

Sudah 200 dokter yang meninggal, sudah banyak perawat yang kelelahan dan sudah gak terhitung lagi rumah sakit yang overload bahkan harus mengorbankan ruang rawat non-covid untuk digunakan sebagai tempat isolasi. Akhirnya pasien non-covid pun kesulitan untuk mendapat kamar rawat inap.  

Buat teman-teman yang masih disiplin protokol kesehatan, mohon diingat, kita memang tidak mutlak terlindungi dari virus ini. Tapi jikapun takdir tuhan menentukan kita terinfeksi, maka tegak kepala kalian dan tersenyumlah, lalu berjalan dengan tenang ke kamar isolasi, sesungguhnya kalian sudah bertempur sekuat tenaga dengan hati dan jiwa untuk melindungi orang-orang yang kita sayangi dan diri kita sendri. Berbanggalah para pejuang.

Penggerakan Masyarakat Pencegahan Covid-19

Terkait hal tersebut maka, Kementerian Kesehatan Indonesia melalui Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, mengajak masyarakat dan komunitas untuk berperan serta dalam penerapan disiplin dan mengadaptasi kebiasaan baru (AKB) yaitu disiplin pakai masker, sering cuci tangan serta jaga jarak.

Pada hari Sabtu tanggal 12 Desember 2020, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan telah melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa YBKB).

Hadir pada kesempatan tersebut, dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, dr. Nurwirah Verliyanti MKM, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur dan pihak YBKB yang diwakili oleh Yuki Wirabagja, Kepala Pengembangan YBKB dan Komunitas BloggerCrony. 




Di akhir acara, dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO juga menyampaikan bahwa penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa ketika masyarakat menerima vaksin Covid-19, protokol kesehatan 3M masih perlu terus dilakukan, karena vaksin tidak 100 % melindungi masyarakat, namun dapat meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat dan membentuk kekebalan di masyarakat atau yang disebut dengan herd immunity.

Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan memberikan bantuan kepada Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa berupa:

1. Sarana CTPS (cuci tangan pakai sabun)
2. Sabun Cair
3. Masker Kain
4. Masker kain anak
5. Masker Medis
6. Sarung Tangan Medis
7. Face Shield
8. Hand Sanitizer
9. Thermometer gun




Harapannya dari komunitas inilah pemahaman mengenai bagaimana perlunya memperkuat disiplin protokol kesehatan bisa dimulai.

Pemerintah sudah tidak bisa lagi melarang masyarakat untuk beraktivitas, bagaimanapun roda ekonomi harus kembali berjalan. Tapi harap diingat bahwa virus ini tetap ada, virus yang mudah menginfeksi siapa saja, virus yang bisa disembuhkan tapi tetap bisa membunuh orang-orang yang kita cintai.

Jadi tetap waspada, mari mejadi prajurit armada inti yang berjuang menahan laju penyebaran virus ini dengan bersenjatakan handsanitizer/disinfektan, bertamengkan masker dan menerapkan strategi perang dengan menjaga jarak.


Read More

Tips Naik Sepeda Aman Untuk Pemula di Masa Pandemi

Kamis, 12 November 2020

Tidak ada komentar

Bukan bermaksud menggurui, tapi tips naik sepeda aman untuk pemula di masa pandemi ini saya rangkum dari dua narasumber berkompeten, dua orang yang cukup berpengaruh yang mewakili 2 komunitas sepeda yang cukup besar di Indonesia. Yaitu mas Poetoet Soedarjnato (Ketua Bike to Work Indonesia) dan Azwar Hadi Kusuma (Founder Indonesia Folding Bike Community).




Tidak hanya itu, tips naik sepeda aman untuk pemula di masa pandemi saya dapat dari pak Sonny Harry B Harmadi, Ketua Bidang Perubahan Perilaku, Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Loh terus saya bisa bertemu sama 3 sosok hebat ini dimana? Lagi sepedaankah? Atau ketemu di coffeeshop.

Kebetulan sekali, saya diundang untuk mewakili Komunitas Bloggercrony Indonesia di webinar/seminar online yang diadakan oleh Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang membahas mengenai tips naik sepeda aman untuk pemula di masa pandemi.

Soal sepeda, kalau boleh jujur sudah puluhan tahun saya tidak punya sepeda sendiri. Sampai pada akhir bulan Januari 2020, saya bisa “mengakuisisi” sepeda keponakan yang dibiarkan tak terurus di garasi rumah mereka. Dari saat itulah, semangat bersepeda saya kembali muncul. Tapi cerita detil sepeda yang saya beri nama Si Bejo (Cabe Ijo) karena warnanya yang hijau, akan saya ceritakan di artikel yang lain.

Dimasa pandemi ini, trend bersepeda di Indonesia, khususnya di Jakarta menurut Survey The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) pada medio Oktober 2019-Juni 2020 naik 1000%. Coba hitung nolnya ada berapa, yeepss seribu persen Braii. Dan saya gak kaget sih, kita bisa melihat secara langsung perubahan perilaku, yang sebenarnya bagus.

Tidak hanya di Indonesia, di China sudah ada 20.000 sepeda yang masih dalam produksi tapi sebagian sudah ada terjual atau dipesan orang. Di Amerika dan Inggris, tren menggunakan sepeda listrik pun naik lebih dari 100%.

Menurut pak Sonny, perubahan perilaku ini karena beberapa faktor. Pertama, menghindari penggunanaan transportasi umum, kebijakan WFH yang akhirnya membuat kita mencari aktivitas yang bisa dilakukan dirumah salah satunya dengan bersepeda. Sepeda juga menjadi sarana rekreasi dan pengganti olahraga lain yang di masa pandemi dibatasi.

Tentunya dengan tetap berolahraga, misalnya dengan bersepeda bisa mejaga imun kita untuk tetap baik agar tidak mudah terserang virus.

Tips Naik Sepeda Aman Untuk Pemula di Masa Pandemi

Lalu bagaimana cara atau tips naik sepeda aman untuk pemula? Saya akan coba rangkum dan simpulkan apa yang sudah diterangkan oleh mas Poetoet dan Mas Azwar.

Hal penting saat mau bersepeda adalah, minum air minimal 150ml sampai 300ml 10-20 menit sebelum memulai bersepeda. Tujuannya agar tubuh mempunyai kadar air yang cukup, tapi tidak berlebihan. Saat bersepeda jangan menunggu haus untuk minum, yang sering saya lakukan tiap 5km, minum satu teguk untuk sekedar membasahi tenggorokan. Namanya juga pemula, jadi bawaannya haus terus, harap maklum, asal jangan tiap 5km jajan gorengan.
tips-naik-sepeda-aman-untuk-pemula-di-masa-pandemi

Menurut mas Poetoet Soedarjanto, sebelum bersepeda pastikan kita mengenal rute yang akan kita lalui. Misalnya jarak tempuh, dominan tanjakan atau turunan, kondisi jalan mulus, berlubang atau banyak tanggul/polisi tidur. Sampai area padat yang cukup rawan terkait keselamatan dan keamanan. Ini yang saya lakukan, bahkan saya setting rute via google maps arah mana yang mau saya lewati.

Saat bersepeda, kita juga dituntut agar mematuhi peraturan lalu lintas. Ingat ya, sepeda HARUS mengikuti isyarat lampu merah atau rambu-rambu lalulintas lainnya, jangan dihiraukan karena bisa berbahaya bagi kita dan orang lain. Prinsip sederhananya adalah, tidak membuat diri kita celaka dan tidak membuat orang lain celaka atas apa yang kita lakukan saat bersepeda.

Mas Azwar Hadi Kusuma, menambahkan apa saja yang JANGAN dilakukan saat kita bersepeda. Pertama sengaja menarik sepeda dengan kendaraan bermotor dengan kecepatan yang membahayakan diri sendri maupun orang lain.

Nahh saya pernah/sering lihat aksi membahayakan ini dilakukan oleh beberapa orang, kalau memang sudah lelah, kita diboncengin aja dimotor, sepedanya bisa dipegang pakai tangan kalau memungkinkan ya digendong/dipangku. Atau kalau memang terpaksa, pesan taksi online unutk pulang kerumah.

Kalau memang tidak ada boncengan sepeda, jangan mengangkut penumpang. Kalian pasti belum pernah ngelihat orang yang jempol kakinya masuk ke jari-jari sepeda. Ngilu tauuk.

Tips naik sepeda aman untuk pemula di masa pandemi dari Mas Azwar lainnya adalah, JANGAN menggunakan atau mengoperasikan perangkat elektronik saat bersepeda, seperti handphone, kamera bahkan mendengarkan musik dengan volume yang cukup keras bisa berbahaya.

Dan JANGAN pernah berfikiran untuk bersepeda sambil menggunakan payung, kalau ini saya belum pernah lihat. Kalau beneran ada, mungkin beliau sering pakai sepeda statis di gym yang udara sejuk. Jadi pas sepedaan diluar takut kulit menjadi gelap. Baahhh…!!

Usahakan untuk JANGAN berdampingan atau berada disisi kendaraan lain saat bersepeda, baik itu motor ataupun mobil. Dan JANGAN pula berkendara dengan berjajar lebih dari 2 sepeda. Malah kalau menurut saya, cukup 1 berjajar kebelakang agar lebih aman.

Lagian mau ngapain juga berjajar 2 atau 3 sepeda? Mau ngegosip ditengah jalan? Inget bung ini dijalan umum, bukan mau karnaval tujuh belasan.

Intinya bersepeda itu baik, dan kalau melakukannya dengan benar maka bersepeda tidak akan membuat tubuh kita sakit. Artikel tips naik sepeda aman untuk pemula di masa pandemi ini bisa dijadikan acuan awal agar kita aman dan nyaman saat bersepeda.

Teruslah mengayuh, karena disetiap kayuhanmu, maka akan kau dapati pelajaran hidup yang baru. –satto raji-


Read More

Indomobil Finance Indonesia, Rayakan 27 Tahun Dengan IMFI Online Expo 2020

Minggu, 01 November 2020

Tidak ada komentar

Pandemi memaksa semua sektor untuk berubah dengan cepat. Menyusun strategi baru untuk bisa bertahan dan berkembang menyesuaikan keadaan. Tidak terkecuali disektor pembiayaan otomotif.

Salah satu perubahan yang terjadi adalah Expo atau pameran secara online, seperti yang dilakukan oleh Indomobil Finance Indonesia. Perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1993 ini berinisiatif mengadakan pameran virtual bertajuk, IMFI Online Expo 2020, yang diselenggarakan dari tanggal 27 Oktober sampai 27 November 2020.


Indomobil Finance Indonesia (IMFI) bergerak dibidang pembiayaan motor, mobil, alat berat, kendaraan komersil, mesin, properti, micro financing sampai multiguna yang bisa digunakan untuk membeli gadget atau kebutuhan tersier kita.

Mayoritas sahamnya (99.91%) dimiliki oleh Indomobil Group. Dan saat ini sudah memilik 238 kantor cabang diseluruh Indonesia. 

Nah di tahun ke-27 IMFI, mereka mengadakan expo online dengan tema A Better New Normal. Agar bisa tetap memberikan pelayanan yang prima bagi costumer mereka, walau dalam masa pandemic berkepanjangan seperti sekarang ini.

"Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan di tengah masyarakat yang kemudian dapat membantu pemerintah dalam hal percepatan pemulihan ekonomi nasional.” Ujar  Gunawan Effendi, Vice Chairman of Executive Board IMFI.

Semua produk dari IMFI selama expo bisa diakses melalui www.onlineexpo.indomobilfinance.com dan tentunya karena ini acara ulang tahun, gak seru kalau nggak ada program-program kejutan dari IMFI dong? Sabar, saya bakal kasih tahu apa aja promo di IMFI Online Expo 2020 kali ini.

Pertama adalah Bunga mulai dari 2,7% serta diskon tambahan pada beberapa merek untuk pembiayaan mobil baru, lalu ada bunga rendah untuk pembiayaan sepeda motor.

Disektor properti ada bebas angsuran hingga 6 bulan dan bunga pasti sepanjang 20 tahun. Wahh biasanya paling lama 15 tahun nih untuk properti. Luar biasa dan dipastikan bunganya Flat, OMG menggoda sekali

Lalu ada Bunga 2,7% dan pembayaran angsuran 3 bulan kemudian untuk pembiayaan kendaraan niaga dan bunga 0% untuk pembiayaan alat berat. Waaaww, ini cocok banget untuk para pengusaha yang sedang menambahkan aset disektro transportasi mereka.

Dan ada bonus menarik untuk pengajuan pembiayaan usaha mikro, kemudian khusus untuk PNS, Tenaga Media, BUMN dan BUMD ada uang muka terjangkau untuk pembiayaan syariah.


Indomobil Finance Indonesia

Yang menarik, kalau diperhatikan secara seksama, angka 27 begitu mendominasi event IMFI Online Expo 2020. Pertama, eventnya dari tanggal 27 Oktober sd 27 November 2020. Bunga 2.7 persen, lalu ada target 27ribu pengunjung yang diharapkan hadir di IMFI online Expo 2020 dan target total pembiayaan sebesar 27 Milyar rupiah.

Terakhir adalah 270 siswa sekolah dasar, heehh tunggu dulu, ini maksudnya apa?

Oh, iya saya lupa kasih tau, diperayaan hari jadi IMFI tahun ini, mereka juga mengadakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Kegiatan yang merupakan tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.

Bentuk CSR IMFI tahun ini adalah,  memberikan bantuan berupa smartphone dan kuota internet selama 3 bulan. Bantuan ini diberikan kepada 270 siswa SD kurang mampu yang tersebar di seluruh Indonesia untuk menunjang proses pembelajaran jarak jauh secara daring.

Kita tentu sudah pernah membaca berita, bahwa masih ada saudara-saudara kita yang terhambat saat menjalai pembelajaran jarak jauh dikarenakan tidak mempunyai perangkat yang mumpuni. Bahkan dibeberapa daerah, ada pengajar yang rela menghampiri siswanya dari rumah kerumah, karena tahu siswanya kesulitan dengan pembelajaran di masa pandemi kali ini.

Selamat ulang tahun IMFI, semoga sukses dan dapat memberikan pelayanan pembiayan yang membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mereka.  

Kiri-kanan:Ronny Lysus (Penanggung Jawab IMFI Online Expo 2020), Maureen Oktarita ( Penanggung Jawab Kegiatan Ulang Tahun IMFI yang ke-27 Tahun), Gunawan Effendi (Vice Chairman of Executive Board Indomobil Finance Indonesia)

Read More

Tips Kebelet Pipis di Tengah Jalan, Jangan Pipis Sembarangan

Rabu, 23 September 2020

1 komentar
Jangan pipis sembarangan? Emang kenapa? Hhhhm kalau masih ada yang tanya kaya gini sih aneh aja yak. Antara pura-pura gak tau efek pipis sembarangan atau gak tau malu kalau dia sering pipis sembarangan. Kalian masih inget kapan terakhir kali pipis sembarangan? Kalau masih inget kebangetan banget deh.

Kalau pertama kali pipis sembarangan, gw yakin jawabannya waktu kecil. Inget gak kalau kita lagi kebelet pipis, orang tua langsung ngarahin ke selokan terdekat. Bener kan? Kalau gw sih gitu yak, tapi pas udah masuk TK gw paling gak bisa pipis ditempat terbuka. Udah malu gitu.

Jangan Pipis Sembarangan
Foto hanya illustrasi, bukan lagi ngintipin orang pipis

Jangankan di tempat terbuka, waktu di sekolah dasar ada ekstrakulikuler berenang, gw harus keluar kolam buat pipis. Bukannya sok bersih karena (sebenarnya) gw itu orang yang sembrono, tapi gw berasa risih aja. Ya masa pipis di kolam renang? Ada sih beberapa temen yang kaya gitu, tapi itu bukan gw.

Jadi budaya pipis sembarangan itu udah ada dari sejak dulu kala, tanpa kita sadari. Sayangnya saat kita dewasa, budaya pipis sembarangan ini masih terbawa. Dan semakin dewasa semakin gak tau malu buat pipis sembarangan.

Bukan mendiskreditkan satu pekerjaan, tapi yang sering gw lihat pipis sembarangan adalah para pengemudi. Baik kendaraan pribadi, angkot, bis, taksi konvensional, taksi online sampai ke ojol. Pokoknya yang sebagian besar hidupnya di jalan raya deh. 
Tidak semua, tapi pekerjaan mereka membuat kemungkinan untuk pipis sembarangan semakin besar.

Selama 3 tahun gw pernah kok jadi driver taksi konvensional dan online, jadi gw tahu tuh kalau temen-temen driver lagi nunggu penumpang atau ditengah jalan kebelet pipis, mau gak mau mencari pohon atau tembok terdekat. Udah hal yang biasa bagi sebagian orang, daripada sakit menahan pipis.

Antara emang kita yang cuek aja kalau pipis sembarangan sama kurangnya fasilitas MCK umum yang ada di kota besar seperti Jakarta.

Tapi sebuah pencapaian buat gw adalah, sekebelet apapun gw, sepanjang ingatan, gak pernah pipis sembarangan. Kalau lagi nyetir kebelet pipis, gw langsung mikir dimana pom bensin terdekat, minimarket atau masjid/musholla ngepasin waktu shalat.

Mending ikhlasin beberapa rupiah untuk kebersihan MCK, ketimbang gw harus pipis sembarangan.

Gw punya pengalaman yang mungkin bisa kasih ide kalau kita bener-bener kebelet pipis. Yaitu, kalau kondisi memungkinkan kalian bisa masuk ke hotel, kalau perlu hotel bintang 4. Keren gak? Masuk hotel cuma mau buang hajat.

Memungkinkan maksud gw adalah kita berpakaian rapih, minimal bersepatu. Kalau ditanya sama security hotel atau penjaga pintu, bilang aja.

“Mau ketemu orang di lobby..” Jamin mereka gak akan banyak tanya. Dan berhasil kok, gw pernah lagi bawa mobil dan tiba-tiba kebelet gak cuma pipis tapi BAB, beeuhh pucetnya luar biasa muka gw. Langsung arahkan mobil masuk parkiran hotel, parkir basement, naik lift ke lobby, percaya diri tanya ke security lokasi toilet cuss menuju, lega akhirnya bisa terlampiaskan. Cara ini gak cuma sekali atau dua kali gw lakukan, udah sering, hahahaha.

Sebenarnya masalah pipis sembarangan ini jadi permasalahan hampir setiap kota besar di Indonesia. Kesadaran masyarakat kita masih kurang, harusnya dengan budaya sopan santun yang selalu kita banggakan, pipis sembarangan bukan sebuah pilihan.

Karena pipis sembarangan sudah keluar dari budaya sopan santun, apalagi dari aspek kebersihan. Aromanya itu mengganggu banget Braii, kebayangkan kalau kita lagi asik jalan melewati sebuah halte, lalu duduk menunggu bis datang sambil ditemani semerbak bau pesing yang “menggoda”. Menggoda perut yang tiba-tiba berasa mual ingin muntah.

Padahal ya, setiap kota sudah mempunyai aturan jelas yang mengatur agar kebersihan kota tetap terjaga, tidak hanya dari kebersihan sampah tapi juga masalah buang hajat. Contoh,

Jakarta punya Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (“Perda DKI Jakarta 8/2007”) dan Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 221 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (“Pergub DKI Jakarta 221/2009”).

Selain itu dalam Pergub DKI Jakarta 221/2009 juga diatur bahwa dilarang membuang air besar dan/atau kecil di jalan, jalur hijau, taman, sungai dan saluran air. Perbuatan tersebut dikategorikan sebagai salah satu tindak pidana pelanggaran dan/atau kejahatan terhadap tertib lingkungan.

Braii ini peraturan udah ada dari 11 tahun lalu, dan jujur gw baru tau sih, hahahaha, tapi walaupun gak ada peraturan inipun gw berfikir ribuan kali untuk pipis sembarangan.

Kota Bandung juga punya peraturan, mengenai buang air kecil sembarangan pada Pasal 37 huruf j Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (“Perda Bandung 3/2005”) berbunyi:

“Dalam rangka mewujudkan ketertiban di daerah milik jalan, fasilitas umum dan jalur hijau di Daerah, setiap Orang, Badan Hukum dan/atau Perkumpulan, dilarang:”

a.

b…

j. buang air besar (hajat besar) dan hajat kecil di jalan, jalur hijau, taman, selokan, tempat umum kecuali di MCK;

Dst.

Permasalahannya menurut gw adalah, seberapapun beratnya sangsi, kalau kesadarannya blum ada gak akan peduli. Plus ditambah fasilitas yang memadai.

Kalau kita susah cari MCK umum atau sekalipun ada MCK tapi tidak nyaman, siap-siap saja serangan bau pesing menyengat di fasilitas umum akan tetap berlanjut. 
Jadi semuanya memang harus bersinergi, peraturannya tegas, masyarakatnya sadar dan fasilitasnya dibenahi, gw yakin bisa berhasil.

Atas dasar kegelisahan itulah, maka beberapa hari lalu gw ikut social campaign #JanganPipisSembarangan. Intinya ingin mengajak semua masyarakat untuk berpikir dan mengupayakan bagaimana caranya agar lebih banyak orang yang tahu bahwa kencing/pipis sembarangan itu merugikan banyak pihak.

Kalau saja semua sudut kota nyaman tanpa bau pesing, pasti makin banyak wisatawan yang betah

Karena itulah, sebuah Komunitas Jangan Pipis Sembarangan (JPS), akhirnya dibentuk di kota Bandung pada pertengahan tahun 2020. Tujuannya ingin mengajak seluruh warga untuk peduli pada lingkungan sekitar. Karena kami yakin, semua manusia berhak mendapatkan udara segar, tanpa aroma pesing.

Sebagai langkah awal berdirinya Komunitas ini, Founder Komunitas Jangan Pipis Sembarangan – Kang Ivan Nisero- melaunching sebuah single lagu yang akhirnya dijadikan jingle dari Komunitas JPS. Lagu yang berjudul Jangan Pipis Sembarangan ini mengandung lirik berupa ajakan agar orang tidak pipis sembarangan.

Lagu bergenre reggae ini langsung nyantol dikuping gw, apalagi liriknya yang simpel. Baru sekali denger langsung bisa nyanyi bareng.

Jadi Braii, Pliss #JanganPipisSembarangan, perasaan lo disembarangin sama mantan kan gak enak ya? Apalagi orang lain yang disembarangin sama aroma pipis lo? Mikirr..!!. Mari kita berdoa agar dijauhkan dari rasa kebelet pipis atau BAB, disaat jauh dari toilet.

Media Sosial Komunitas Jangan Pipis Sembarangan:
twitter: @KomunitasJPS
fanspage: komunitasJPG



Read More

Cara Aman Belanja Online Barang Original di Masa Pandemi

Sabtu, 09 Mei 2020

Tidak ada komentar
Pandemi yang menyerang dunia merubah semua tatanan kehidupan disegala sektor. Ekonomi, sosial, budaya dan ritual agama pun berubah, semua demi menjaga agar virus ini tidak semakin menyebar. Ketimbang sibuk grasak-grusuk mencari siapa yang salah, baiknya kita yakini bahwa ini memang sudah menjadi kehendak sang pencipta dan penguasa alam semesta.



Siapa sangka pandemi ini hadir di bulan Ramadan, bulan suci umat muslim, bulan yang penuh keberkahan dibanding bulan lainnya. Kalau bukan kehendak dan ijin-Nya, tidak mungkin ini terjadi.

Acara buka bersama diruang publik ditiadakan apalagi sahur bersama. Shalat tarawih pun disarankan berjamaah di rumah bersama keluarga, walau di sebagian kecil masjid masih ada yang melaksanakan shalat berjamaah dengan peraturan ketat.

Kalau dalam hal beribadah saja disesuaikan, tentu kita harus menerima jika sebagian besar rutinitas harian kita juga berubah. Dan itu juga terjadi pada saya, hal yang sederhana misalnya belanja harian. Saya lebih memilih belanja dengan sistem pesan antar, walau sayang belum banyak toko tradisional yang mengadopsi sistem tersebut.

Beruntung dekat rumah ada swalayan yang memberi solusi belanja melalui aplikasi pesan singkat. Jadi kita tinggal pesanan barang kebutuhan, lalu pihak swalayan (karyawan) akan mempersiapkan semua barang yang dipesan, dan kita tinggal ambil kemudian bayar di tempat.

Lalu kalau mau beli kebutuhan terkait lifestyle gimana? Misal mau beli baju, celana, aksesoris dan lainnya, karena sebagian besar Mall masih banyak yang tutup terkait pandemi. Boro-boro mau belanja, masuk parkirannya aja udah gak boleh.

Bisa sih belanja online, tapi apa bisa menjamin barang yang kita pesan original?
Jujur pernah ada pengalaman kurang berkenan saat belanja online karena barang tidak sesuai dengan gambar. Kecewa sih, beruntung harganya tidak seberapa, tapi kalau harganya ratusan bahkan jutaan rupiah gimana?

Nah buat kalian yang mau belanja online barang original tanpa harus khawatir dapat barang “KW” untuk persiapan Idul Fitri saya ada solusinya. Jamin semua barangnya bukan kaleng-kalengan, karena semua barang berasal dari authentic brand store dari Indonesia maupun internasional.

Pasti belum pada tahukan, kalau ada situs online yang menjual authentic brand nasional dan internasional? Semua itu cuma ada di Mapemall.

Yeppsss,..braii coba kalian akses mapemall.com pasti bakalan kaget begitu lihat ada ratusan authentic brand yang ada di situs tersebut.

Kita berasa pergi ke Mall trus keluar masuk ke outlet-outlet buat lihat barang-barang dengan kualitas terbaik. Bayangin aja ada 160 brand dengan 280 toko brand original yang ada di mapemall.com, seharian kita gak bakalan kelar browsing di web ini.

Kategori yang ada di mapemall.com sangat bervariatif untuk inspirasi Fashion dan Lifestyle yang mencakup berbagai kategori seperti Fashion untuk Pria, Wanita, dan Anak-anak, Kecantikan, Olahraga, Perlengkapan Rumah, Mainan Anak, Food & Beverage, Travel dan Gadget.

Dan brand yang ada di situs belanja online mapemall antara lain, Mango, Mark & Spencer, Onitsuka Tiger, Calvin Klein, Converse, Pepe Jeans, Adidas by Planet Sports, Smiggle by Kidz Station, Tumi, Cotton On, Swarovski, Lego, Kipling, Oshkosh, Pacsafe from Travelogue, Lacoste, Swatch, Dr. Martens, Apple from Digimap, Ria Miranda by Sogo.

Duuhhh lengkapnya braai, dan itu belum semua brand saya listing loh, bisa selesai dua hari tiga malam buat ngapalin brand-brand yang ada di mapemall, dari pada pusing-pusing mending kepoin langsung aja situsnya. Siapa tahu bisa jadi inspirasi untuk hari raya Idul Fitri.

Apalagi sedang ada program Ramadan & Idul Fitri deals up to 70%off + cashback 40%off mulai 24 April- 24 Mei 2020. Belanja mudah untuk ramadan dan idul fitri, gak perlu keluar rumah, ribet cari parkiran, berdesakan, belum lagi protokol di musim pandemi ini yang harus pake masker, bawa handsitizer duhh, udah deh cukup belanja online dari rumah, gak usah kemana-mana dulu. Gimana? Santuy dan solusi banget kan?

Untuk kalian pemegang kartu anggota MAPCLUB, bisa mendapatkan SUPER DOUBLE BONUS Mapemall Gift Voucher, yaitu belanja online authentic brand di Mapemall bisa dengan menukarkan poin belanja sebagai pembayaran, dengan benefit Super Double Bonus, artinya poin yang ditukarkan tersebut bernilai dua kali lipatnya.


Belanja Online Barang Original Brand Sport

Sejak pertama kali mampir ke mapemall.com, jiwa sporty saya langsung klik ke tombol navigasi brand sport. Alamaaakk, keren-keren banget, plus ada diskon Ramadan.

Jadi terinspirasi lebaran bergaya sporty, bertahun-tahun melewati lebaran selalu bergaya baju koko, sarungan dan berpeci. Kenapa gak coba sesekali berpenampilan sporty yekaann..?

Mumpung di masa wabah seperti sekarang ini, yang lagi ngetrend istilah the new normal, hal baru atau “asing” menurut kita, tapi menjadi biasa saja dan dapat diterima oleh masyarakat luas.



Jujur langsung kepincut sama sweater Converse Star Chevron EMB Full Zip Men's Hoodie- Black yang ada di storenya Planet Sport. Kalau inget Converse, langsung memory mental ke masa sekolah. Kalau udah pakai sepatu Converse, udah berasa ganteng dah. Tapi kali ini saya naksir sweaternya aja, kalau sepatu jatuh hati ke Diadora Juno Men's Sneakers Shoes - Dark Grey, simple dan warnanya cocok buat silaturahmi (kalau bisa) ke keluarga besar. Dan setelah dipake lebaran, sepertinya bisa dipakai buat sepedaan keliling kampung nih.



Fitur menarik lainnya adalah Milla, yaitu Customer personal assistant. Jadi kalau kita mau cari sepatu merk Converse, model sneakers, ukuran 40 akan langsung dicariin sama Milla. Kalau ukurannya tidak tersedia, Milla akan merekomendasikan sepatu yang ukuran mendekati kaki kita.

Untuk belanja baju pun Milla akan merekomendasikan ukuran, berdasarkan umur, tinggi dan berat badan kita. Jadi kita punya pertimbangan kedua saat memilih ukuran baju yang akan kita beli.

Keren kan? Jadi kalau bisa pilih-pilih dari rumah, ngapain capek-capek ke Mall. Iya kalau barang yang kita cari langsung ketemu, kalau pulang dengan tangan hampa gimana? Rugi waktu dan tenaga kan?

Mapemall menggunakan sistem O2O (Online to Offline), yaitu menghubungkan pembeli langsung dengan para toko atau retail secara online.

Karena selain mengakses situs mapemall.com, kita juga bisa gunakan aplikasi belanja online dari MAP Online Indonesia. Tinggal pilah-pilih barang kesukaan, lakukan transaksi trus tinggal tunggu barang di kirim ke rumah/home delivery.

Atau kita juga bisa pick up in store, alias ngambil sendiri barang yang kita beli di toko yang sudah ditentukan, beeuhh canggih, cuma di Mapemall ada aplikasi belanja online yang bisa ambil langsung. Walau saran saya dimasa pandemi ini, kita di rumah aja bareng keluarga sambil lihat-lihat mapemall.com siapa tau ada barang yang berjodoh #AtHomeWithUs.

Cuuss kepoin Map Online Indonesia #MapYourStyle atau langsung download apps yang sudah tersedia di google play ataupun i-store.

Web : www.mapemall.com
Instagram : @Mapemall_com @Mapemall_shop
Read More

Asuransi Manfaat Khusus Cover Covid-19

Sabtu, 18 April 2020

Tidak ada komentar
Sebulan pandemi korona bikin rusuh di negeri ini, semua perhatian tercurah, semua tenaga terkuras. Tidak ada yang tidak terkena dampaknya. Mulai dari rakyat biasa, pekerja harian, pengusaha sampai pejabat tinggi terimbas.

asuransi-cover-covid-19
sumber image fwd.co.id
Covid-19 mengubah semua budaya dalam sekedipan mata saja. Tidak hanya di Indonesia, ratusan negara di dunia juga terdampak. Negara adidaya Amerika pun kelimpungan menghadapi virus yang berawal dari Tiongkok ini karena mempunyai jumlah terbanyak yang terinfeksi oleh covid-19.
Sementara 10 negara yang kasusnya paling banyak di dominasi oleh negara-negara Eropa. Hanya Iran dari kawasan arab yang nyelip diantara mereka (data 10 Maret 2020).

Sistem kesehatan di seluruh dunia sedang benar-benar diuji untuk menghadapi wabah yang datang tiba-tiba seperti air bah dan tidak terkendali.

Sebagaian besar pasien Covid-19 di Indonesia, bahkan mungkin diseluruh dunia sudah dicover oleh pemerintah untuk biaya pengobatan sampai mereka sembuh.

Tapi harap diingat, Covid-19 tidak hanya menyerang sisi kesehatan saja, tapi ekonomi, sosial dan budaya ikut diserang habis-habisan.

Para pasien yang telah dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit, tetap disarankan untuk tidak keluar rumah/karantina mandiri kurang lebih 14 hari untuk benar-benar meyakinkan bahwa virusnya sudah tidak aktif dalam tubuh mereka.

Lalu bagaimana dengan sumber pendapatan yang berkurang karena terinfeksi virus Korona ini? Bayangkan masa karantina bisa 14 hari, lalu pengobatan tercepat juga kurang lebih 14 hari. Belum karantina setelah pengobatan. Bisa lebih dari 2 bulan, tanpa pendapatan atau penghasilan.

Sebagian besar dari kita yang masih diberi keberkahan sehat tidak terinfeksi saja, kesulitan untuk mendapatkan penghasilan tambahan di masa pandemik ini. Bagaimana dengan para pasien yang terinfeksi Covid-19? Kalau kalian bertanya apakah ada asuransi cover COVID-19, akan saya jawab ada.

FWD Life sangat memahai hal ini, dengan memperpanjang periode Manfaat Khusus Virus COVID-19 hingga 30 April 2020. Ini adalah manfaat tambahan untuk para nasabah individu FWD Life yang terdiagnosis positif Covid-19. Total manfaat sebesar 100 juta ini diluar dari manfaat asuransi yang dimiliki.

Lalu manfaat tambahan apa saja yang diberikan oleh FWD Life cover COVID-19, Pertama adalah Manfaat Tunai Harian yaitu, para nasabah yang dinyatakan positif akan mendapatkan Rp1 juta perhari selama dirawat, maksimal 30 hari. Dan jika sudah lewat dari 30 hari nasabah akan mendapat Manfaat Tunai Sekaligus sebesar Rp10 juta.

Kedua Manfaat Karantina, diberikan kepada nasabah (tertanggung) yang menjalani karantina terkait Covid-19 sebesar Rp5 juta . Anggota keluarga inti tertanggung juga akan mendapatkan masing-masing Rp2.5 juta.

Keluarga inti adalah yang tinggal serumah dengan Tertanggung/nasabah pada saat didiagnosis positif terinfeksi Virus COVID-19 (suami/istri, anak, dan orangtua) dibuktikan dengan surat keterangan yang sah berdasarkan undang-undang pemerintah Republik Indonesia

Ketiga adalah Manfaat Meninggal Tambahan, jujur saya berharap tidak ada lagi yang meninggal karena Covid-19, tapi kalau memang sudah takdir mau dibilang apa. Dan FWD Life sudah mempersiapkan Manfaat Meninggal Tambahan untuk tertanggun sebesar Rp50 juta.

Inilah ada bentuk nyata komitmen FWD Life untuk memberikan kemudahan bagi semua nasabah dan keluarga mereka dalam mendapatkan perlindungan agar mereka merasa aman selama masa pandemi ini.

Walau tentunya saya percaya, bahwa kita semua berdoa untuk tidak terinfeksi oleh Covid-19. Tapi kalau kita sudah mengetahui pentingnya miliki asuransi sebagai benteng terakhir yang menjaga kita, tentunya dengan ada manfaat khusus perlindungan terhadap Covid-19 akan membuat lebih nyaman.

Direktur Utama FWD Life, Anantharaman Sridharan mengatakan, “Kami berkomitmen untuk memberikan akses yang mudah ke produk perlindungan dan membantu para nasabah dan keluarga mereka merasa aman di tengah pandemi saat ini. Oleh karena itu, kami memperpanjang periode Manfaat Khusus COVID-19 yang menunjukkan pendekatan kami yang berfokus pada nasabah dan bagaimana asuransi sebagai sumber kekuatan untuk merayakan hidup bagi nasabah.”

Cara Klaim Asuransi Manfaat Khusus Cover Covid-19 FWD Life

Lalu dokumen apa saja yang harus disiapkan untuk bisa klaim Manfaat Khusus Covid-19 dari FWD Life ini?

Selain bukti rawat inap, nasabah juga harus mempersiapkan Surat Konfirmasi atau Surat Keterangan Dokter untuk Tertanggung/Pihak Yang Diasuransikan yang dinyatakan didiagnosis positif terinfeksi Virus COVID-19 atau resume medis dari rumah sakit yang telah diisi dengan lengkap dan benar disertai dengan tanda tangan dan cap dari rumah sakit.

Dan untuk submit dokumennya nasabah FWD Life gak perlu ribet print atau fotocopy dokumen-dokumen tersebut, nggak perlu janjian sama agen asuransinya apalagi sampai nyamperin ke kantor cabang FWD Life. Cukup di foto dan kirim melalui email atau melalui aplikasi WhatsApp Messenger, mudahkan?

Ini karena FWD Life adalah salah satu pionir asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia. Dengan didukung oleh teknologi digital terdepan, FWD berkomitmen untuk menjadi perusahaan asuransi yang dapat mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi. Salah satu caranya dengan kemudahan nasabah dalam hal klaim.

asuransi-cover-covid-19
Skenario Asuransi Manfaat Khusus Covid-19 dari FWD Life
Terkait klaim Manfaat Khusus Covid-19 FWD Life,ada beberapa poin yang harus diperhatikan oleh para nasabah :
  • Sebelum Periode Diagnosis bukan termasuk dalam status Suspek atau Orang Dalam Pemantauan (”ODP”), atau PDP menurut Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Virus COVID-19 Revisi ke-4, yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Maret 2020.
  • Sebelum Periode Diagnosis tidak termasuk orang yang positif terinfeksi Virus COVID-19.
  • Tidak bepergian dari dan ke negara Cina selama 14 (empat belas) hari sebelum Periode Diagnosis.
  • Tidak bepergian dari dan ke luar wilayah Republik Indonesia dalam waktu 1 (satu) bulan sebelum Periode Diagnosis.
  • Tidak bepergian ke negara-negara dengan tingkat peringatan kuning dan merah yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.
  • Ketentuan lain akan mengikuti ketentuan yang sudah ada sebelumnya.
“Periode Diagnosis” yaitu untuk Nasabah yang aktif sebelum tanggal 1 April 2020 akan berlaku sampai dengan 30 April 2020, sedangkan untuk Nasabah yang aktif setelah tanggal 1 April 2020 akan berlaku 30 hari sejak tanggal efektif polis.

Kalau masih bingung kalian bisa mengunjungi fwd.co.id atau menghubungi hotline 24 jam FWD Care di 1500 391. asuransi cover covid 19 asuransi cover covid 19 asuransi cover covid 19
Read More

Cerita Dari Mereka yang Terdampak Korona

Selasa, 14 April 2020

6 komentar
Nggak kerasa brai,  udah hampir sebulan aktifitas gerak kita dibatasi gara-gara wabah virus korona brengsek ini.  Maaf kalau berkata kasar,  tapi ini virus emang brengsek,  gak cuma bisa bikin orang sakit lalu meninggal,  tapi juga bikin orang pada pinter nyebar hoaks dan jadi pada berasa pinter dengan segala dalil dan teorinya padahal bukan ahli virus atau ahli kesehatan.

Foto hanya illustrasi, temen-temen saya, yang ada di foto ini nggak ada yang jadi tukang bubur atau driver online. Saya hanya rindu berkumpul dan berjejaring kaya gin
Yang perlu kita pahami adalah semua lapisan masyarakat terdampak, walau seberapa besar dampaknya dan cara menyikapinya berbeda-beda setiap orang. Ada yang santuy cenderung bodo amat, ada yang santuy tapi waspada, ada yang parno gak beraturan, yang akhirnya malah bikin orang lain khawatir tanpa ngasih solusi yang bermanfaat.

Gara-gara virus ini,  kita sesama saudara jadi saling menyudutkan, saling curiga satu sama lain dan saling merendahkan diri masing-masing.

"Karyawan sih pada enak, gaji bulanannya tetap di transfer, jadi disuruh kerja dari rumah malah pada seneng".

"Kalian enak banget gak usah mikirin cicilan rumah sama mobil, lah gw nih yang pusing. Tinggal ikutin anjuran tetap di rumah aja susah banget sih".

"Asal lo tau aja, gw sama temen-temen yang kerjanya harian dan gak punya dana cadangan yang paling terdampak gara-gara korona, kalian masih beruntung bisa WFH"

"Gw rasanya mau bunuh diri nih,  kalau di rumah mulu gak bisa kemana-mana".

sekilas kalimat-kalimat itu melintas di kuping ataupun di timeline sosial media. Saya coba memahami, bahwa tingkat depresi atau tekanan mental dan tuntutan hidup sangat berat dimasa sekarang. Disebuah media masa nasional dirilis bahwa orang yang terkena psikomatis cukup banyak.

Saya jadi berfikir, apa yang ada dibenak kedua orang tua saya saat tahun 1998-2000 terjadi krisis moneter yang menyerang Indonesia. Apakah perasaan mereka sekalut seperti saya sekarang ini.

Orang-orang seumuran saya, melihat krisis di tahun 1998 mungkin hanya melihat kerusuhan besar dan memakan banyak korban jiwa, tapi dampaknya bagi usaha dan penghasilan keluarga, kami tidak pernah tahu secara detil.

Apakah mereka khawatir, seperti saya yang khawatir kapan wabah ini berakhir sehingga kita bisa beraktifitas kembali dan mencari nafkah secara normal. Sepertinya efeknya Covid-19 lebih hebat dari krisis ekonomi 98.

Covid-19 adalah pagebluk yang (bisa saja) mengakibatkan krisis ekonomi dan juga krisis sosial. Kalau pemerintah tidak segera membuat peraturan yang bisa menjaga keseimbangan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Bertahan Hidup di Masa Pagebluk Korona 

Semasa karantina,  kami relatif jarang membeli makanan dari luar.  Dengan ilmu memasak seadanya,  kami mengolah bahan yang kami beli di pasar tradisional maupun di swalayan dekat rumah.

Ini salah satu cara kami bertahan di masa pagebluk korona brengsek ini. Alasannya untuk menghemat pengeluaran dan yang penting adalah agar tidak sering-sering keluar rumah untuk sekedar cari makan atau berbelanja harian.

Diawal-awal kami belanja untuk satu minggu, namun kini kami persingkat jadi 3-4 hari untuk berbelanja di pasar tradisional. Itupun kami sudah tahu tukang sayur mana yang buka sampai 24jam supaya kami bisa berbelanja di malam hari, saat sudah sepi.

Sampai akhirnya saya harus keluar untuk membeli bubur ayam langganan. Karena ibu mertua yang meminta, jadilah saya membelikan pesanan beliau untuk sarapan pagi.

Bubur ayam ini sudah jadi langganan lebih dari 10 tahun lalu, harganya sedikit mahal (masih dibawah 15rb) tapi buburnya padat, sate lengkap dan ada empingnya. Ini yang jadi ciri khas bubur kang Tatang.

Sampai di gerobaknya, saya langsung disambut sumringah kang Tatang yang seakan rindu setelah lama tak ketemu.

"Gimana kang jualannya? " Saya langsung membuka percakapan, sambil memberikan wadah untuk bubur dan handsanitizer untuk disimpan di warungnya agar bisa digunakan oleh siapa saja.

"Waaah lumayan ngedrop nih. Biasanya sehari itu habis 16 liter, kalau weekend bisa sampai 20 liter. Kalau sekarang 6 liter aja nggak habis". Ujar kang Tatang sambil mengajak saya melihat kedalam panci buburnya yang masih penuh.

Harus diakui, bubur kang Tatang di Komplek Taman Asri Ciledug ini memang selalu ramai. Kalau saya datang jam 10 siang saat weekend,  kemungkinan besar sudah habis.

"Modal jualan perhari itu 1.7jt, biasanya tuh omset perhari antara 2.5jt sampai 3.5 juta,  sekarang mah 2 juta aja sudah syukur. Dua hari lalu malah nombok". Lanjut kang Tatang.

Tapi kang Tatang bersyukur sudah mempunyai tabungan untuk pulang dibulan Ramadhan nanti. Gerobak buburnya memang selalu tutup saat Ramadhan sampai usai Idul Fitri.

Pagebluk korona yang merebak antara bulan Februari-Maret, membuat kang Tatang masih bisa bernafas lega, karena pertengahan April, saat memasuki bulan Ramadhan, dia sudah tidak lagi berjualan. Alasannya sederhana, biar ibadah Ramadhan lebih fokus.

Lain lagi cerita kawan saya pengemudi taksi online. Saya memanggilnya Ncex, bukannya rasis, tapi memang dia yang meminta dan tidak keberatan dipanggil seperti itu karena matanya yang kecil walau dia bukan dari ras Tionghoa.

Sudah lebih dari 5 tahun jadi pengemudi taksi online, konsisten tidak pindah-pindah aplikator. Sudah paham seluk beluk driver online, saya banyak belajar dari Ncex mengenai jalanan Jakarta dan driver online.

Gara-gara wabah ini, Ncex harus berfikir keras. Bayangkan pendapatannya berkurang 90%, bahkan bisa sampai minus yang artinya pernah dalam satu hari tidak mendapat penghasilan sama sekali malah nombok untuk bensin dan makan.

Sebenarnya saat wabah ini baru mulai masuk ke Indonesia, Ncex masih tetap turun ke jalan. Dan itu sudah ada penurunan penghasilan.

Saat pemerintah umumkan kasus pertama, grafik penghasilannya mulai menukik tajam.

Ncex sempat tidak narik, selama 1 minggu, ketika untuk pertama kalinya dihimbau pemerintah untuk tidak keluar rumah, tapi kebutuhan keluarga yang harus terpenuhi, cicilan mobil yang tidak bisa menunggu memaksa Ncex harus turun kejalan.

"Baru dua hari nih turun lagi. Hari pertama 250rb (kotor), sedangkan hari  ini sampai jam 13.00 blum ada sama sekali orderan". Ujarnya saat saya chat via WA.

Makin hari kondisinya tidak kunjung membaik,  Ncex harus tidur dikendaraan karena kalau harus pulang kerumahnya di daerah Bekasi malah membuat boros bensin.

Selain itu, alasan utama tidak sering-sering pulang adalah untuk memperkecil resiko penularan Covid-19  kepada keluarganya dirumah.

Dalam kondisi normal,  paling sedikit dia dapat penghasilan kotor diantara 600.000 sampai 1 juta rupiah perhari. ini blum dipotong fee aplikator sebesar 20% plus bensin dan makan.

Saya sempat iseng bertanya,  udah ada penumpang yang kasih bingkisan atau tanda solidaritas terkait Covid-19.

"Blum ada bro" Sambil memberikan emoticon senyum.

"Yang ada malah banyak yang khawatir,  tanya-tanya kok gak pake masker (kalau lagi lupa pakai),  sehat apa nggak, kaya pada takut gitu?" Lanjut Ncex.

"Sebenarnya teman-teman pengemudi saat ini juga khawatir kalau mendapat orderan anter atau jemput ke rumah sakit,  apalagi rumah sakit rujukan Covid-19. Jadi kita juga saling jaga sama-sama aja" Menutup percakapan kami via WA siang itu.

Semoga wabah ini cepat berlalu,  sekalipun masih lama, saya berharap pemerintah bisa memberikan solusi terbaik untuk masyarakat luas.

Untuk makan sehari-hari mungkin bisa dicari dan memang sudah banyak yang membantu dari berbagai elemen masyarakat luas.
Rakyat Indonesia terkenal begitu guyub membantu sesama untuk sekedar hidup sehari-hari walau sebenarnya kita juga dalam kondisi sulit.

Tapi hidup bukan hanya sebatas makan saja kan? Banyak hal yang harus dipenuhi, listrik, cicilan, air PAM dan lain sebagai. Ini harus jadi perhatian juga.

Sekali lagi saya berharap pemerintah bisa memberikan kebijakan untuk memudahkan masyarakat di tengah wabah ini. Yang tidak kalah penting, semoga wabah ini cepat berlalu. #Covid19 #CeritaCovid
Read More