Menikmati Pertandingan AS Roma vs Chelsea Dengan Secangkir Kopi

Siapa yang hobi sepak bola? Kalau saya sih hobi berat. Semasa SMP saya pernah ikut klub bola di bekasi (Bekasi Putra) yang setiap minggu berlatih di alun-alun Bekasi. Demi hobi saya rela naik sepeda dari rumah menuju lokasi latihan yang jarak tempuhnya lebih dari 5km. Walau kini sudah jarang, bahkan bisa dibilang tidak pernah rutin bermain sepak bola, tapi saya selalu mengikuti berita seputar olahraga terutama sepak bola.

Nah semalam (1 November 2017) baru saja selesai bigmatch liga Champion Eropa (UCL) Matchday-4 antara AS Roma dan Chelsea. Jujur saya penggemar AS Roma, dari jaman Gabriel Omar Batistuta sampai pensiunnya sang el Capitano FrancescoTotti lalu sekarang punya jagoan baru gelandang berdarah Indonesia Radja Nainggolan saya selalu respect dengan AS Roma. Dan untuk bigmatch kali ini, saya yakin AS Roma bisa mengalahkan Chelsea, karena di liga inggris performa mereka kurang maksimal yang hanya berada diposisi-4 di bawah Tottenham Hotspur.



Jadwal pertandingan UCL (Europe Champion League) memang ajaib, selalu pagi dini hari menyesuaikan waktu kawasan eropa yang terpaut belasan jam dibanding Indonesia.
Ini yang bikin repot, saya harus mengatur pola tidur lebih awal agar bisa bangun dini hari, walau lebih seringnya “kebablasan” gak bangun atau pilihannya saya harus tetap terjaga agar bisa melihat pertandingan.

Saya biasanya memilih untuk tetap terjaga walau efeknya saat jeda babak pertama, kemungkinan saya malah ketiduran, hadeeeuuuhhh ini mah namanya dilema. Untuk mengakali agar saya tidak tertidur, saya suka bikin kesibukan sendiri saat istirahat babak pertama, salah satunya bikin kopi. Yesss pokoknya dibikin sibuk biar tetap terjaga, entah bikin kopi, bikin mi instan, nasi goreng atau cuci piring (ini jarang sih).

Ngomongin masalah kopi, entah kenapa saya sekarang antusias sekali kalau mendengar kata kopi. Mungkin sejak melihat film Filosofi Kopi yang diperankan duo sahabat Chicko Jericko dan Rio Dewanto. Tapi saya akan bahas masalah Kopinya nanti ya, karena saya lagi bahagia gara-gara AS Roma bisa kalahkan Chelsea.

Gol Cepat El Shaarawy

El Shaarawy membuat pasukan biru dari Inggris terkejut dengan gol cepat di detik 44. Memanfaatkan umpan pantul Edin Dzeko mantan pemain Manchester City, Shaarawy langsung menendang bola tanpa menahannya terlebih dahulu kearah kanan gawang Chelsea yang di jaga oleh Courtois.

Dimenit 36, lagi-lagi Shaarawy berhasil membuat gawang Chelsea kebobolan. Memanfaatkan umpan cerdik Radja Nainggolan yang membelah pertahanan The Blues dan gagal diantisipasi para pemain belakang mereka, Shaarawy dengan sontekan kaki kanannya berhasil mengelabui Courtuis untuk kali kedua.

Tertinggal 2 gol, Chelsea makin tidak bisa mengembangkan permainannya. Bahkan memasuki babak kedua, saya menilai Chelsea semakin tertekan dan pada akhirnya dimenit 66, Perotti berhasil memperdaya kiper Chelsea dengan tendangan keras mendatar, lagi-lagi kesisi kanan gawang Cuortis, 3-0 untuk As Roma sampai pertandingan berakhir.

Dengan hasil ini, AS Roma meminpin sementara di group C dengan point 8, disusul oleh Chelsea dan Atletico Madrid yang sampai saat ini belum pernah menang sekalipun.

Dini Hari di Temani Kopi

Sepeti yang sudah saya tulis diatas, jam pertandingan UCL yang dini hari membuat saya harus bisa mengatur pola agar bisa bangun atau setidaknya terjaga sampai pertandingan berakhir. Salah satunya dengan kopi, karena dirumah tidak ada yang hobi nonton bola jadi tidak ada yang bisa menemani saat pertandingan berlangsung dini hari.

Sedikit sejarah tentang kopi di Indonesia, berdasarkan dokumen VOC, kopi yang masuk pertama kali ke Indonesia adalah kopi dari sebuah kota di India yaitu kota bernama Malabar. Di bawa oleh Belanda melalui pulau Jawa lalu disebar ke Batavia, Cirebon, kawasan Priangan dan pesisir utara pulau Jawa untuk dibudidayakan yang kemudian menjadi salah satu komoditas andalan Indonesia.

Selama kurun waktu 9 tahun semenjak penanaman kopi pertamakali, Indonesia pada jaman itu sudah bisa menjadi pemain penting  peng-ekspor kopi dunia. Bahkan saat ini pun kita merupakan 5 besar penghasil kopi dunia.

Dari berbagai sumber, ternyata kata kopi berasal dari bahasa Arab “qahwah” yang artinya kekuatan. Lalu dalam bahasa Turki menjadi kahveh dan kemudian menjadi koffie dalam bahasa Belanda yang langsung diartikan menjadi kopi dalam bahasa Indonesia.

Industri kopi Indonesia sangat berkembang, mulai dari jenis sampai cara pengajiannya. Saya sering minum kopi tubruk dan kopi instant, kalau kopi tubruk saya bisa membuat sendiri dengan mudah. Walau untuk mendapatkan rasa kopi yang baik harus ada tahap yang harus dilalui. Mulai suhu air, gramasi/berat kopi sampai cara penyeduhannya harus pas. Memang sedikit ribet dan harus punya waktu santai membuat kopi tubruk ala saya.

Nah, kopi instant justru jadi pilihan saya kalau tidak mau ribet khususnya kalau mau ngopi dini hari. Tinggal masak air sampai mendidih, diamkan airnya beberapa saat lalu tuangkan kedalam cangkir yang sudah ada kopi instantnya, Buummm..!, tersedialah kopi dalam cangkir siap diminum.

Kebetulan saat menyaksikan kemenangan As Roma atas Chelsea tadi malam saya ditemani Kopi Ginseng CNI yang baru dikirimi oleh seorang sahabat, gak tanggung-tanggung dikirmin satu pack kopi gingseng isi 20 sachet. Rejeki nomplok disaat kopi sachet dirumah sudah habis. Jujur ini kali pertama saya mencoba kopi ginseng dari CNI.

Saat air panas tercampur dengan bubuk kopi instant dalam cangkir, saat itu juga aroma kopi ginseng ini menggoda indera penciuman saya. Makin penasaran, saya tunggu beberapa saat sambil menunggu babak kedua dimulai. Dan tegukkan pertama terasa ringan dengan kadar gula yang tidak terlalu berat.

Aroma yang menggoda memancing saya untuk terus “menyeruput” kopi ginseng ini, dan gak sadar, kopi dalam cangkir sudah habis sebelum pertandingan berakhir. Waahah bener-bener gak kerasa. Niat menyeduh satu cangkir kopi gingseng CNI saya urungkan, takut tidak bisa tertidur setelah pertandingan usai.

Sebenarnya untuk kopi ginseng di Indonesia sudah banyak merek dan varian yang beredar dipasaran, tapi saya jadi penasaran sama kopi gingseng CNI yang satu ini.

Dari hasil rasa “kepo” saya, akhirnya dapat informasi bahwa produk dari CNI ini hadir pertama kali di tahun 1994 atau kurang lebih 23 tahun sudah ada di Indonesia, dan saya baru kali ini mencobanya. Wwoooow bisa jadi rekor pribadi nih, menikmati kopi gingseng CNI pertama kali saat As Roma kalahkan Chelsea. Hahahahhaaha...luar biasa.

CNI dengan produk Kopi Ginseng CNInya merupakan pionir produsen kopi ginseng instant di Indonesia, dengan bahan baku kopi dan ginseng yang terus dijaga membuat mereka bisa bertahan dan terus berkembang dengan strategi pemasaran yang khas.

Seperti produk CNI lainnya, kopi ginseng CNI ini hanya bisa di beli di jaringan pemasaran CNI baik itu anggota CNI, distributor center CNI atau bisa beli online di geraicni.com. Dengan konsep pemasaran seperti ini, terbukti bahwa kopi ginseng CNI bisa tetap bersaing dengan merk kopi gingseng lain yang mempunyai belanja iklan sangat tinggi di area publik.

Setidaknya saya kini punya referensi tambahan untuk menikmati kopi instant, khususnya untuk varian kopi ginseng, kadang yang instant itu justru membantu kita lebih ringkes.

Sudah coba kopi Gingseng CNI? Bagaimana menurut kamu?.

Kalau kalian penasaran sama kopi ginseng CNI atau dengan produk CNI lainnya, tapi gak ada waktu buat mengunjungi langsung distributor CNI dikota anda, langsung aja meluncur ke www.geraicni.com

Salam kopi

1 komentar:

  1. Emang nonton bola dan ngopi udah sepaket, jadi temen melek yah Heee

    BalasHapus

Yesss, Terima kasih sudah membaca dan sampai dihalaman komentar
silahkan komentar atau kritik dengan bahasa yang positif.
Jangan tinggalkan link hidup, saya akan berusaha untuk mengunjungi blog teman-teman semua.